Anda di halaman 1dari 7

Laporan Pendahuluan

KONSEP RTD
PAKET BOP-CS-08
5.1

UMUM
Keluaran yang dihasilkan dari pekerjaan Penyusunan Rencana Tindak

Darurat (Emergency Action Plan) Bendungan Way Rarem, Bendungan Way


Tengkorak, Bendungan Sermo, dan Bendungan Situ Patok adalah tersusunnya
Dokumen RTD Bendungan Way Rarem, Bendungan Way Tengkorak, Bendungan
Sermo, dan Bendungan Situ Patok yang hendak disetujui oleh Pemerintah Daerah
Terkait dan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum. Dimana dokumen tersebut
akan digunakan acuan bagi pelaksanaan tindak darurat yang mencakup evakuasi,
pengungsian dan pengakhiran keadaan darurat keruntuhan Bendungan Way Rarem,
Bendungan Way Tengkorak, Bendungan Sermo, dan Bendungan Situ Patok.

5.2

KONSEP RENCANA TINDAK DARURAT


Rencana Tindak Darurat (RTD) digunakan sebagai panduan bagi

Pengelola Bendungan dalam penanggulangan kerusakan di bendungan dan


penyelamatan asset di areal bendungan , serta Pemerintah Daerah maupun
instansi terkait lainnya yang daerahnya terkena resiko apabila terjadi
keadaan darurat akibat gagalnya / runtuhnya bendungan , dalam hal
Bendungan Way Rarem, Bendungan Way Tengkorak, Bendungan Sermo, dan
Bendungan Situ Patok. adalah Pemerintah Kabupaten Lampung Utara,
Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten
Cirebon yang bertanggung jawab atas penanganan pengungsian penduduk.
Dengan demikian secara garis besar kegiatan RTD terdiri dari 2 macam
kegiatan yaitu :
1. Pengamanan terhadap bendungan.
2. Pengamanan terhadap masyarakat di hilir bendungan.

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-1

Laporan Pendahuluan
Mengacu pada Draft Pedoman Penyusunan RTD Desember 2012
oleh Balai Bendungan , maka RTD nantinya akan berisi :
1. Penjelasan umum mengenai Rencana Tindak Darurat (RTD) seperti
latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, acuan normatif,
serta pengertian istilah yang digunakan.
2. Diskripsi bendungan yang memuat

lokasi bendungan, kondisi

bendungan saat ini serta daerah yang terkena risiko keruntuhan


bendungan.
3. Ancaman keamanan bendungan, gejala yang harus diwaspadai,
permasalahan yang pernah terjadi, identifikasi gejala keadaan
darurat dan tindakan pencegahan ,yang dibagi menjadi 4 tahapan :
A.

Keadaan Abnormal

B.

Keadaan Waspada

C.

Keadaan Siaga

D. Keadaan Awas
4. Peta genangan akibat banjir dan pembagian zona / daerah bahaya ,
potensi kerusakan dan kerugian yang menyangkut kerugian jiwa /
Penduduk Terkena Risiko / Penris dan harta benda penduduk serta
sarana prasarana dan fasilitas umum, pengaturan pengungsian yang
dimulai dengan sistim peringatan dini sampai dengan tempat
pengungsian , jalur pengungsian dan kebutuhan pengungsian.
5. Struktur Organisasi Pengelola RTD, tugas dan tanggung jawab serta
pemberitahuan dan alur pemberitahuan keadaan daurat

antara

personil / instansi terkait.


6. Penjelasan tentang bahan / material, tenaga listrik, peralatan dan sarana
transportasi yang tersedia dan lokasi ketersediaannya.
7. Penjelasan mengenai pengakhiran keadaan darurat yaitu bilamana
kondisi dinyatakan aman dan keadaan darurat dinyatakan berakhir
serta siapa / instansi mana yang berhak menyatakan.
Pengakhiran keadaan darurat di daerah hilir bendungan dinyatakan,
jika :
A.

Air

Waduk

di

daerah

hulu

dari

desa/kelurahan

daerah

bersangkutan sudah tidak lagi mengeluarkan air dalam jumlah


yang cukup besar, dimana hal ini telah dinyatakan aman oleh

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-2

Laporan Pendahuluan
Pengelola Bendungan yang telah didsikusikan dengan Balai
Bendungan .
B.

Air yang menggenang di daerah tersebut telah surut dengan


kedalaman di bawah 0,50 m, dan telah dilakukan perbaikan /
pembersihan sehingga sudah tidak membahayakan lagi untuk
dihuni, dimana hal ini telah dinyatakan aman oleh Bupati terkait.

8. Penjelasan perlunya melakukan pelatihan, dan sosialisasi atau


penyuluhan

mengingat

kesiapsiagaan

tindak

kegiatan
/

ini

tanggap

penting

dalam

darurat

dari

rangka
petugas

pemilik/pengelola bendungan, instansi dan pihak-pihak yang terlibat


dalam penanggulangan bencana serta masyarakat atau penduduk
yang terkena risiko keruntuhan bendungan. Dan juga penjelasan
tentang pemutakhiran RTD.
Setelah Draft RTD disetujui oleh Direksi Pekerjaan , maka Draft RTD
akan di Konsultasikan kepada instansi terkait yaitu pengelola bendungan
yang

bertanggung

jawab

atas

keamanan

Bendungan

Way

Rarem,

Bendungan Way Tengkorak, Bendungan Sermo dan Bendungan Situ Patok,


dalam hal ini adalah BBWS Mesuji-Sekampung untuk Bendungan Way Rarem
dan Bendungan Way Tengkorak, BBWS Serayu-Opak untuk Bendungan
Sermo dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk Bendungan Situ Patok serta
Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab atas keselamatan masyarakat
di hilir bendungan yang terkena risiko keruntuhan

Bendungan Way Rarem,

Bendungan Way Tengkorak, Bendungan Sermo, dan Bendungan Situ Patok. dalam
hal ini Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Selatan,
Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Cirebon,
Daftar Isi / outline dari Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Way
Rarem, Bendungan Way Tengkorak, Bendungan Sermo, dan Bendungan Situ Patok
nantinya akan disusun seperti dibawah ini :

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.

Latar Belakang
Maksuddan Tujuan
Ruang Lingkup
Pengertian

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-3

Laporan Pendahuluan
BAB II

DISKRIPSI BENDUNGAN
2.1.
2.2.
2.3.
2.4.

BAB III

IDENTIFIKASI KEADAAN DARURAT DAN PENCEGAHANNYA


3.1.
3.2.
3.3.
3.4.
3.5.

BAB IV

Latar Belakang
Data Teknis Bendungan
Kondisi Bendungan Saat Ini
Daerah Terdampak Akibat Keruntuhan Bendungan

Umum
Ancaman Keamanan Bendungan
Gejala Keruntuhan Bendungan
Permasalahan yang Pernah Terjadi
Identifikasi Gejala Keadaan Darurat dan Pencegahan
3.5.1. Keadaan Abnormal
3.5.2. Keadaan Waspada
3.5.3. Keadaan Siaga
3.5.4. Keadaan Awas

POTENSI BAHAYA DAERAH GENANGAN


4.1. Peta Genangan
4.2. Zona Bahaya Genangan
4.3. Pengungsian
4.3.1. Sistem Peringatan Dini
4.3.2. Jalur dan Lokasi Pengungsian

BAB V

STRUKTUR ORGANISASI DAN ALUR PEMBERITAHUAN KEADAAN


DARURAT
5.1. Struktur Organisasi
5.2. Tanggung Jawab
5.2.1. Tugas Rutin Anggota Unit Pengelola Bendungan (UPB)
5.2.2. Tanggung Jawab Tim RTD, UPB dan Pemerintah Daerah
5.3. Alur Pemberitahuan
5.4. Komunikasi

BAB VI

KETERSEDIAAN BAHAN/MATERIAL, TENAGA LISTRIK DAN


TRANSPORTASI
6.1. Keperluan Bendungan
6.1.1. Bahan/ Material
6.1.2. Peralatan
6.1.3. Tenaga Listrik
6.1.4. Alat Transportasi
6.2. Keperluan Pengungsian
6.2.1. Bahan/ Material
6.2.2. Peralatan
6.2.3. Tenaga Listrik
6.2.4. Alat Transportasi

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-4

Laporan Pendahuluan
BAB VII PENGAKHIRAN KEADAAN DARURAT DAN TINDAK LANJUT
7.1.
7.2.

Pengakhiran Keadaan Darurat


7.1.1. Pengakhiran Keadaan Darurat pada Bendungan
7.1.2. Pengakhiran Keadaan Darurat pada Daerah Hilir Bendungan
Tindak Lanjut

BAB VIII SOSIALISASI, PELATIHAN DAN PEMUTAKHIRAN RTD


8.1.
8.2.
8.3.

Sosialisasi
Pelatihan
Pemutakhiran RTD

LAMPIRAN
Dokumen RTD nantinya akan disepakati oleh Pihak Pengelola Bendungan
dan Pemerintah Daerah terkait, dan selanjutnya akan ditetapkan oleh Pemilik
Bendungan yang akan diwakili oelh Direktur Jenderal Sumber Daya Air.

Adapun

contoh lembar kesepakatan adalah seperti dibawah ini.

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-5

Laporan Pendahuluan

DAFTAR KESEPAKATAN
Kami yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan sepakat untuk melaksanakan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan ............. di
Desa ................, Kecamatan .............., Kabupaten ................................................................... .
I.

PENGAMANAN TERHADAP BENDUNGAN

No.

Instansi

Unit Pengelola
Bendungan (UPB)

BBWS

Alamat

Jabatan
Struktural

Nama

Nomor Telpon
Kantor
HP

Kesepakatan Tugas
melaksanakan RTD
Penanggung Jawab
Pengamanan
Bendungan
Koordinasi
Pengamanan
Bendungan

Kabupaten , tgl/bln/thn
Kepala BBWS/BWS
.
untuk Bendungan
..

Kepala Dinas PU Pengairan


Provinsi .

.
NIP.

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-6

Tanda
Tangan

Laporan Pendahuluan

II.

PENGAMANAN TERHADAP MASYARAKAT TERKENA DAMPAK DI HILIR BENDUNGAN .......................................


Nomor Telpon
Alamat

Jabatan Struktural

Nama

Kesepakatan
Tugas
melaksanakan
RTD

No.

Instansi

Pemerintah Kabupaten
.......................

Sekretaris Daerah
Kab.
.

Pemegang kendali
pengamanan di
hilir. Perintah
evakuasi dan
pengakhiran
keadaan darurat

Dinas Pengairan Kab.


..

Kepala
Dinas.

Membantu
memegang kendali
pengamanan di
hilir

BPBD Kabupaten
.

Kalakhar BPBD
Kab.
.

Membantu
memegang kendali
pengamanan di
hilir

Kantor

HP

Kabupaten ................, tgl,bln/thn


Bupati ..

.........................................

RTD Bend. Way Rarem, Way Tengkorak, Sermo dan Situ Patok

V-7

Tanda Tangan