Anda di halaman 1dari 6

SISTEM PENGHANTARAN OBAT

Oral Drug Delivery Solid Dosage Forms Tablets with Incorporate


Controlled Release/ Targeting Technologies
Multilayer Tablets for Oral Controlled Drud Delivery System of
Budesonide Tablet

1. Sistem Penghantaran Obat


Bentuk sediaan obat (BSO) diperlukan agar penggunaan senyawa
obat/zat berkhasiat dalam farmakoterapi dapat digunakan secara aman,
efisien dan atau memberikan efek yang optimal. Selain bentuk obat juga
perlu sistem penghantaran obat yang menunjang efikasi terapetik.
Sistem Penghantaran Obat (SPO) atau Drug Delivery System pada
dasarnya adalah istilah yang menggambarkan bagaimana suatu obat
dapat sampai ke tempat target aksinya. Istilah ini juga sering
dipertukarkan dengan drug product (produk obat) dan dosage form.
Sistem pelepasan terkontrol merupakan konsep yang ideal
menggambarkan pelepasan obat orde nol, dimana pelepasan obat dalam
jumlah konstan dalam jangka waktu tertentu tanpa tergantung konsentrasi
awal obat. Sistem ini secara luas digunakan dalam sistem penghantaran
obat dengan indeks terapi yang rendah dan waktu paruh yang singkat
untuk mengurangi dumping dose dan fluktuasi.
Sediaan pelepasan obat termodifikasi menunjukkan pelepasan obat
yang cepat dalam usus. Hal ini terjadi karena jenis obat baru dari
penghantaran obat oral ini memperlihatkan obat dalam konsentrasi tinggi
pada sistem terdegradasi yang memiliki banyak kelebihan karena adanya
polisakarida dalam formulasi tablet pelepasan dengan zat aktif yang
sama. Sediaan obat termodifikasi didesain dengan beragam seperti pelet
salut film, tablet, kapsul, atau sistem penghantaran obat yang canggih
dan kompleks.
2. Tablet Matriks Multilayer
Obat dengan sistem multilayer menjadi banyak dikenal sebagai
sistem penghantaran obat lepas terkendali. Obat jenis ini memiliki banyak
keuntungan diantaranya mencegah inkompatibilitas antara obat dengan
eksipien dan menyediakan multiple release kineticdalam sistem
penghantaran tunggal dari obat yang sama maupun yang berbeda.
Pelepasan obat segeramenggunakan disintegran matriks monolitik yang
dapat mengantarkan zat aktif obat untuk mencapai puncak konsentrasi
dalam plasma. Pelepasan obat tertunda menggunakan matriks monolitik
erodik yang dapat mengantarkan zat aktif obat ke bagian akhir saluran
cerna. Sedangkan pelepasan obat terkendali akan mengembangkan
matriks monolitik yang mengeluarkan sekaligus mengembangkan
sehingga obat dapat terlepas secara konstan dan pengaturan pelepasan
yang terkontrol. Pelepasan obat terkendali ini dapat memperlambat
pelepasan ledakan awal sehingga mencapai kenetika orde nol.

Tablet matriks multilayer terdiri dari matriks inti yang mengandung


satu atau lebih zat aktif atau sejumlah penghalang (lapisan-lapisan yang
teratur) yang digabung selama proses pembuatan tablet. Fungsi lapisanlapisan tersebut adalah untuk menunda interaksi antara zat aktif dengan
medium disolusi dengan membatasi pelepasan zat pada permukaan dan
pada saat yang sama mengontrol tingkat penetrasi pelarut yang melalui
matriks.
Dalam design ini, lapisan penyalut mencegah air berpenetrasi dan
melindungi zat aktif didalamnya. Sehingga mengurangi kecepatan hydrasi
dan mengontrol daerah pelepasan zat aktif. Dan dapat juga
meminimalirisir efek burst dan pelepasan bisa di pertahankan pada
tingkat relatif konstan dengan adanya lapisan melalui proses swell dan
erosi. Setelah tahap sweeling dan erosi kemudian terjadi pelepasan obat
secara bertahap.
Triple-layer tablet sering digunakan dalam formulasi untuk
mengontrol pelepasan obat. Pada tablet terdapa lapisan polimer. Pada
umumnya pengaturan pelepasan obat dari sistem matrix lapis 3 dapat
dicapai melalui modifikasi geometrik, yaitu:
1. Pembentukan gradient konsentrasi obat dan differential erosion
dari lapisan matriks.
2. Pembatasan permukaan pelepasan matrik dengan lapisan
penghalang.
3. Proses pengembangan dan diferensial erosi dari lapisan terluar
berfungsi untuk menjaga area permukaan dan pelepasan tetap
konstan.
4. Perbedaan kelarutan lapisan bertujua untuk menetukan
keceapatan pelepasan yang diinginkan.
3. Mekanisme Pelepasan Obat Terkontrol
Sistem pelepasan polimer terkontrol diklasfikasikan berdasarkan
mekanisme yang mengontrol pelepasan zat aktif, yaitu :
1. Dissolution Controlled Release System
2. Matrix Dissolution Control
3. Diffusi Controlled Release System
4. Reservoir Diffusion Control
5. Ion Exchange Resins
6. Osmotic Controlled Release
4. Contoh Tablet Multilayer

Contoh tablet multilayer


Nama dagang

: Budesonide
: entocort

Budesonide adalah obat yang digunakan untuk mengendalikan kondisi


usus tertentu (seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa). Sementara
budesonida tidak menyembuhkan kondisi ini, tetapi hanya dapat
menurunkan gejala-gejala seperti nyeri dan diare. Budesonide adalah obat
anti-inflamasi (hormon kortikosteroid) yang bekerja dengan mengurangi
respon imun tubuh.
Indikasi
: Obat untuk mengendalikan gejala penyakit
radang usus, seperti Penyakit Crohn dan kolitis
ulserativa ringan sampai sedang
Dosis
: 9 mg oral 1x sehari pada pagi hari
Waktu terapi
: 8 minggu
peringatan
:

tablet merek Uceris harus ditelan utuh


dan tidak dikunyah, hancur atau rusak.
mengkonsumsi tablet budesonide
extended-release pada pagi hari, kecuali
dokter Anda memberitahu Anda
sebaliknya.
konsumsi tablet budesonide extendedrelease melalui mulut dengan atau tanpa
makanan. Jika terjadi sakit perut,konsumsi
dengan makanan untuk mengurangi iritasi
lambung.
telan tablet budesonide extended-release
dengan air. Jangan dihancurkan, atau
dikunyah sebelum menelan.
Gunakan tablet budesonide extendedrelease dengan teratur untuk
mendapatkan efek yang diinginkan.
Jangan makan jeruk /jeruk bali atau
minum jus jeruk saat mengkonsumsi
tablet budesonide extended-release.

Kontraindikasi
Kekuatan sediaan
Deskripsi pelepasan

Jika lupa mengkonsumsi tablet


budesonide extended-release sesuai
dengan jadwalnya,konsumsi sesegera
mungkin sewaktu anda ingat. Jika terjadi
hampir pada waktu untuk jadwal (dosis)
berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan
kembali ke jadwal rutin Anda . Jangan
mengkonsumsi 2 dosis sekaligus.

:
:
:

Sistem penghantaran obat secara lokal menuju kolon melalui pemberian obat secara
peroral menarik dan penting karena terdapat berbagai penyakit usus besar seperti
ulcerative colitis, crohns disease, amebiosis, dan kanker kolon, serta sistem penghantaran
protein dan obat peptide yang dapat diabsorpsi di kolon tetapi terdegradasi di saluran
pencernaan bagian atas. Sistem ini harus dapat melindungi obat sampai ke kolon misalnya
pelepasan dan absorpsi obat seharusnya tidak terjadi di lambung maupun usus halus.
Berbagai macam strategi yang digunakan dalam pembuatan obat oral yang ditujukan
untuk pelepasan dan absorpsi di kolon antara lain ikatan kovalen antara obat dengan
carrier, melapisi dengan polimer yang sensitive terhadap pH, formulasi sistem release,
penggunaan carrier yang terdegradasi khususnya oleh bakteri yang ada di kolon, sistem
bioadhesive dan sistem penghantaran obat yang dikontrol oleh daya osmotik. Tablet ini
terdiri dari 3 lapisan yaitu
1

Salut enteric : bagian terluar yang mencegah penetrasi cairan gastric ke dalam tablet,

sehingga mencegah obat dilepaskan di lambung.


Lapisan polimer yang dapat tererosi : ketika obat masuk ke usus, salut enterik akan
larut dan polimer ini mulai tererosi. Polimer ini akan mencegah obat untuk dilepaskan
pada usus halus. Polimer ini dapat bertahan 4-6 jam hingga obat mampu mencapai

kolon.
Inti : inti merupakan tablet konvensional yang yang berisi zat aktif yang akan
dilepaskan di dalam kolon. Di kolon bakteri akan mendegradasi polysakarida menjadi
asam +rganic. PH yang rendah di sistem akan menyebabkan larutnya salut larut asam
dan kemudian zat aktif akan dilepaskan.
Gambar 1. Sistem Pelepasan Obat di Kolon
Contoh obat yang dibuat sediaan colonic tablet:
A. Obat yang telah beredar di pasaran

Zat aktif
Budesonide

indikasi
Inflamasi

Nama dagang
usus Entocort

dosis
9 mg/hari

besar

Penyimpanan
Interaksi obat

: budesonide harus disimpan pada suhu kamar


20-25oC .
:

Atazanavir, boceprevir, klaritromisin, cobicistat, darunavir,


eritromisin, fosamprenavir, indinavir, itraconazole, ketoconazole,
lopinavir, nefazodone, nelfinavir, ritonavir, saquinavir, telaprevir,
telitromisin, tipranavir, atau vorikonazol karena mereka dapat
meningkatkan risiko efek samping tablet budesonide extendedrelease

Barbiturat (misalnya, fenobarbital), carbamazepine, hydantoins


(misalnya fenitoin), mifepristone, atau rifamycins (misalnya
rifampin) karena mereka dapat menurunkan efektivitas tablet
budesonide extended-release

Ritodrin atau antibiotik kuinolon (misalnya ciprofloxacin) karena


risiko efek samping mereka dapat ditingkatkan dengan
mengkonsumsi tablet budesonide extended-release

Hydantoins (misalnya fenitoin) atau interleukin (misalnya


aldesleukin) karena efektivitas mereka akan menurun oleh tablet
budesonide extended-release

http://www.drugs.com/drug-interactions/budesonide.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Budesonide