FILTER AKTIF
Disusun oleh : Heri Triwibowo
Tanggal : 06 Agustus 2015
I. Tujuan Percobaan
Melihat tanggapan frekuensi dari filter jenis Low Pass Filter(LPF) Band Pass Filter(BPF)
dan High Pass Filter (HPF).
II. Landasan Teori
A.Low Pass Filter
Filter merukapan suatu jaringan kutub empat yang hanya meloloskan atau meredam
sinyal pada frekuensi tertentu. Filter ini menggunakan komponen aktif yang digunakan
yaitu suatu penguat operasional (Op Amp), sedangkan komponen pasifnya yaitu suatu
tahanan Rdan kapasitor C.
Low pass filter yang dibahas disini adalah model butterworth dan beberapa model lainnya
antara lain adalah model buffer model inverting. Low Pass Filter adalah filter yang akan
meloloskan frekuensi yang berada dibawah frekuensi cut off (fc) dan meredam frekuensi
diatas fc. Filter aktif low pass adalah rangkaian filter yang menggunakan penguat
operasional (Op-Amp) rangkaian terpadu (IC) dimana rangkaian filter aktif low pass ini
akan meloloskan sinyal input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut off rangkaian dan
akan melemahkan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian filter
aktif low pass tersebut. Seperti tampak pada gambar ini adalah gambar Low Pass Filter
Butterworth dengan perhitungan sebagai berikut :
Rangkaian Dasar Filter Aktif Low Pass (LPF)
Rangkaian Dasar Filter Aktif Low Pass (LPF),lpf aktif,low pass filter aktif,aktif low
pass,filter aktif low pas,filter aktif lolos bawah,rangkaian filter aktif low pass,skema filter
aktif low pass,skema LPF aktif,rangkaian LPF aktif,teori lpf aktif,output lpf aktif,low
pass filter,teori low pass filter,filter aktif low pass adalah,lpf adalah
Respon Frekuensi Filter Aktif Low Pass
Respon Frekuensi Filter Aktif Low Pass,frekuensi respon low pass filter,frekuensi cut off
low pass filter,frekuensi low pass filter aktif,tanggapan frekuensi low pass filter,gain low
pass filter,penguatan low pass filter aktif,karakteristik LPF aktif,grafik output LPF aktif
Respon frekuensi atau penguatan sinyal terhadap perubahan frekuensi sinyal input pada
filter aktif low pass ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
Jadi filter aktif low pass (LPF) akan konstans dari input 0 Hz sampai cut off frekuensi
tinggi Hf. Pada Hf penguatannya menjadi 0.707 AF dan setelah melewati Hf maka akan
menurun sampai konstan dengan seiring penambahan frekuensi. Frekuensi naik 1 decade
maka penguatan tegangan dibagi 10. Dengan kata lain, penguatan turun 20 dB (20 log 10)
setiap kenaikan frekuensi dikali 10. Jadi rate dari penguatan berturut-turut turun
20dB/decade setelah Hf terlampuai Saat input frekuensi f = Hf, dikatakan frekuensi cutoff yang saat itu turun 3dB (20 log 0.707) dari 0 Hz
B. High Pass Filter
Filter aktif high pass atau sering disebut dengan Active High Pass Filter (Active HPF)
atau juga disebut dengan filter aktif lolos atas adalah rangkaian filter yang akan
melewatkan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian dan akan
melemahkan sinyal input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-off rangkaian dan
ditambahkan rangkaian penguat tegangan menggunakan operasional amplifier (Op-Amp).
Rangkaian high pass filter aktif pada dasarnya sama saja dengan filter pasif high pass,
perbedaannya pada bagian output filter aktif high pass ditambahkan rangkaian penguat
tegangan. Rangkaian dasar dari sebuah filter aktif high pass (Active High Pass Filter,
HPF) dapat dilihat pada gambar rangkaian berikut.
Rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF)
Rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF),teori high pass filter aktif,filter aktif high
pass,active filter high pass,HPF,rangkaian HPF aktif,skema HPF aktif,membuat HPF
faktif,rumus HPF aktif,filter aktih high pass,rangkaian filter aktif HPF,skema filter aktif
high pass,skema HPF aktif,skema aktif filter high pass,definisi high pass filter
aktif,karakteristik high pass filter aktif
Dari gambar rangkaian Filter Aktif High Pass (HPF) diatas terdapat perhitunganperhitungan dari filter aktif high pass sebagai berikut :
Rangkaian filter aktif high pass pada gambar diatas adalah filter aktif high pass jenis
butterworth
Dari penyataan diatas maka pada filter high pass akan memberikan respon melemahkan
sinyal input apabila frekuensi sinyal input yang diberikan ke rangkaian filter aktif high
pass lebih rendah dari frekuensi cut-off rangkaian dan akan memberikan penguatan
tegangan sebesar Av pada saat frekeunsi sinyal tersebut lebih tinggi dari frekuensi cut-off
kemudian akan terjadi pelemahan 0,707 dari Av pada saat frekuensi sinyal input sama
dengan frekuensi cut-off rangkaian filter aktif high pass tersebut.
C. Band Pass Filter
Band pass filter (BPF) adalah filter yang akan meloloskan sinyal pada range frekuensi
diatas frekuensi batas bawah (fL) dan dibawah frekuesni batas atas (fH). Dalam band
pass filter (BPF) ini dikenal 2 jenis rangkaian band pass filter (BPF) yaitu band pass filter
(BPF) bidang lebar dan band pass filter (BPF) bidang sempit. Untuk membedakan kedua
rangkaian ini adalah dengan melihat dari nilai figure of merit (FOM) atau Faktor kualitas
(Q).
Bila Q < 10, maka digolongkan sebagai band pass filter (BPF) bidang lebar.
Bila Q > 10, maka digolongkan sebagai band pass filter (BPF) bidang sempit.
Band Pass Filter Bidang Lebar
Syarat BPF bidang lebar adalah Q<10, biasanya didapat dari 2 rangkaian filter HPF dan
LPF yang mereka saling di serie dengan urutan tertentu dan frekuensi cut off harus
tertentu. Misalnya urutan serie adalah HPF disusul LPF, dan L f dari HPF harus lebih
kecil dari H f dari LPF. Contoh rangkaian dan perhitungannya adalah seperti gambar
berikut.
Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit
Syarat BPF bidang sempit adalah Q > 10. Rangkaian yang digunakan bisa seperti gambar
diatas tapi ada rangkaian khusus untuk BPF bidang sempit. Rangkaian khusus inipun bisa
pula digunakan untuk BPF bidang lebar, tapi spesialisnya untuk bidang sempit.
Rangkaian ini sering disebut multiple feedback filter karena satu rangkaian menghasilkan
2 batasan Lf dan Hf . Gambar rangkaian serta contoh bandwidth bidang sempit diberikan
seperti berikut ini. Persamaan persamaannya pun beda dan tersendiri. Komponen pasif
yang digunakan sama dengan komponen pasif dari LPF dan HPF.
Rangkaian Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit
Rangkaian Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit,skema Band Pass Filter (BPF) Bidang
Sempit,membuat Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit,analisa Band Pass Filter (BPF)
Bidang Sempit,rumus Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit,karakteristik Band Pass
Filter (BPF) Bidang Sempit,output Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit,formula Band
Pass Filter (BPF) Bidang Sempit,artikel Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit
III.
Alat dan Bahan Percobaan
Modul percobaan
Signal generator
Osciloscope
Laptop
IV. Prosedur Percobaan
LPF
Berikan catu daya kurang lebih 12 volt pada modul percobaan
Atur keluaran signal generator hingga 2vp-p dan dijaga konstan sehingga keluaran
dari modul dapat dilihat pada osciloscope
Ubahlah batas ukur dari sinyal generator dari yang terendah sampai yang tertinggi
HPF
Berikan satu tegangan sebesar krang lebih 12 volt pada modul percobaan
Atur keluaran sinyal generator hingga 2vp-p dan dijaga konstan sehingga keluaran
dari modul percobaan dapat dilihat pada osciloscope
Ubahlah batas ukur dari signal generator dari yang terendah sampai yang tertinggi
BPF
Berikan satu tegangan sebesar krang lebih 12 volt pada modul percobaan
Atur keluaran sinyal generator hingga 2vp-p dan dijaga konstan sehingga keluaran
dari modul percobaan dapat dilihat pada osciloscope
Ubahlah batas ukur dari signal generator dari yang terendah sampai yang tertinggi.
V. Data Hasil Percobaan
Low Pass Filter
No
1
2
3
4
5
6
7
F(Hz)
20
40
60
80
100
200
400
Vo(Vpp)
2 Vpp
2 Vpp
2 Vpp
2 Vpp
2Vpp
1.9Vpp
1.76Vpp
dB
6.02
6.02
6.02
6.02
6.02
5.96
4.91
8
9
600
800
1.2Vpp
828.5mVpp
2.01
-1.63
10
11
1000
2000
534.8mVpp
144.163Vpp
-5.44
-16.79
12
13
4000
6000
36.25mVpp
16.11mVpp
-28.81
-35.85
14
15
8000
10000
9.056mVpp
5.7mVpp
-40.86
-44.76
16
17
12000
14000
4.02mVpp
2.9mVpp
-47.9
-50.7
18
19
16000
18000
2.2mVpp
1.82Vpp
-52.8
-54.8
20
20000
1.45Vpp
-56.77
High Pass Filter
No
1
2
3
4
5
6
F(Hz)
20
40
60
80
100
200
7
8
400
600
9
10
800
1000
11
12
2000
4000
13
14
6000
8000
15
16
10000
12000
17
18
14000
16000
19
20
18000
20000
Band Pass Filter
Vo(Vpp)
3.42mVpp
13.4mVpp
29.4mVpp
50.4mVpp
75.3mVpp
230.1mVpp
549.168mVpp
821.294mVpp
1.043Vpp
1.2Vpp
1.68Vpp
1.906Vpp
1.956Vpp
1.977Vpp
1.985Vpp
1.989Vpp
1.991Vpp
1.996Vpp
1.997Vpp
Vpp
dB
-49.31
-37.44
-30.63
-25.9
-22.4
-12.76
-5.21
-1.71
0.37
1.75
4.53
5.6
5.83
5.92
5.96
5.97
5.98
6.00
6.01
-0.001
No
1
2
3
4
5
6
7
F(Hz)
20
40
60
80
100
200
400
8
9
600
800
10
11
1000
2000
12
13
4000
6000
14
15
8000
10000
16
17
12000
14000
18
19
16000
18000
20
20000
Vo(Vpp)
12.9mVpp
25.6mVpp
38.98mVpp
52.2mVpp
65.5mVpp
136.7mVpp
342.6mVpp
741.7mVpp
1.23Vpp
1.425Vpp
283.94mVpp
122.3mVpp
79.54mVpp
59.09mVpp
46.7mVpp
39.1mVpp
33.14mVpp
29.4mVpp
26.043mVpp
23.431mVpp
dB
-37.7
-31.8
-28.18
-25.6
-23.6
-17.28
-9.30
-2.6
1.81
3.08
-10.94
-18.25
-21.9
-24.57
-26.6
-28.14
-29.6
-30.6
-31.69
-32.60
VI.
Analisis Data Hasil Percobaan
RUMUS RUMUS LPF
Frekuensi cut off Filter Aktif LPF
fc
1
2RC
Penguatan filter LPF
Af
Vo
R2
1
Vi
R1
Pada saat input frekuensi lebh rendahdari cut off
Vo
Av
Vi
Pada saat input frekuensi sama dengan cut off
Vo Af
0,707. Af
Vi
2
Pada saat lebih tinggi dari cut off
Vo
Af
Vi
RUMUS RUMUSHPF
Frekuensi cut off rangkaian filter aktif HPF
fc
1
2RC
Pergeseran sudut fasa yang terjadi pada rangkaian filter aktif high pass
tan 1 (
1
)
2fRC
Faktor penguatan tegangan rangkaian penguat pada filter aktif Hihg pass (Af)
Af 1
R2
R1
Filter aktif persamaan matematis
f
Vo
fc
Av
Vi
f
1 ( )2
fc
Af (
Pada saat sinyal input dengan frekuensi lebih tinggi dari frekuensi cut off
Vo
Av
Vi
Pada saat sinyal input frekuensi sama dengan cut off
Vo Av
0,707. Av
Vi
2
Pada saat sinyal input lebih rendah dari cut off
Vo
Av
Vi
1.LPF
a.Frekuensi di 20Hz
b.Frekuensi di 20KHz
2.BPF
a.Frekuensi di 20Hz
b.Frekuensi di 20KHz
3.BPF
a.Frekuensi di 20 Hz
b.Frekuensi di 20 KHz
VII. Kesimpulan
LPF
Untuk frekuensi 20 Hz-100 Hz Vpp in=Vpp out(T1=T2)
Rata-rata perbedaan T1 dengan T2 dari frekuensi 200 Hz-20 KHz adalah 0.87mV
Perbedaan nilai T1 dengan T2 terbesar pada frekuensi 1000 Hz yaitu 8.8mV
Semakain besar Frekuensi input,maka Vo(Vpp) akan semakin kecil9akan semakin
menjauhi Vpp in
HPF
Semaikin besar frekuensi input,maka Vo(vpp) akan semakin bear mendekati Vpp
in
BPF
Pada frekuensi 1 KHz menghasilkan Vo paling tinggi yaitu 1.42V
Pada filter BPF Vo terbesar terdapat pada frekuensi 800Hz-1000Hz
VIII. Daftar Pustaka
Modul
www.elektronika-dasar.web.id
MAKALAH
BAB III
FILTER AKTIF
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita banyak menjumpai filter, filter dari kata itu sendiri
adalah
penyaring. Filter sendiri bermacam-macam, ada filter udara untuk menyaring udara kotor
agar menjadi
bersih, filter/saringan kopi dan teh untuk menyaring ampas kopi atau teh, dan lain
sebagainya. Kesemuanya diatas bertujuan satu yaitu menyaring sesuatu agar
mendapatkan apa yang kita inginkan. Di elektronik kita pun mengenal filter. Filter disini
adalah filter frekuensi, dari namanya terlihat bahwa filter ini akan menyaring frekuensi.
Frekuensi yang ada kita saring sehingga hanya mendapatkan frekuensi yang kita
inginkan. Alat-alat listrik di sekitar kita membutuhkan sumber tegangan agar dapat
bekerja, sumber tegangan sendiri dibagi menjadi dua yaitu sumber AC(Alternating
Current) atau Arus Bolak-Balik dan sumber DC(Direct Current) atau Arus Searah.
Frekuensi pada sumber tegangan DC adalah nol(0), sedangkan pada sumber AC terdapat
frekuensi yang berbeda-beda tergantung dari sumbernya. Sumber listrik di rumah kita
adalah AC, dengan tegangan 220V dan frekuensi 50Hz. Sinyal AC berbentuk gelombang
sinusoidal, dimana untuk menempuh satu gelombang sinyal dibutuhkan waktu tertentu.
Banyaknya gelombang dalam satu detik itulah yang dinamakan frekuensi. Untuk lebih
jelasnya lihat gambar di bawah.
Pada gambar diatas untuk menempuh satu gelombang sinus dibutuhkan waktu
20ms(0.02s) maka untuk mencari frekuensi sinyal diatas digunakan rumus
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa sinyal sinus diatas mempunyai frekuensi
50 Hz, untuk
mencari waktu yang dibutuhkan untuk satu gelombang kita hanya membalik rumus diatas
menjadi
Filter frekuensi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu filter aktif dan filter pasif. Filter
aktif disini
adalah rangkaian filter dengan menggunakan komponen-komponen elektronik pasif dan
aktif seperti
operational amplifier(OP-AMP), transistor, dan komponen lainnya. Filter pasif adalah
rangkaian filter yang menggunakan komponen-komponen pasif saja, dimana komponen
pasif itu adalah resistor, kapasitor dan. Perbedaan dari komponen aktif dan pasif adalah
pada komponen aktif dibutuhkan sumber agar dapat bekerja (op-amp dan transistor
membutuhkan sumber lagi agar dapat bekerja/digunakan), sedangkan komponen pasif
tidak membutuhkan sumber lagi untuk digunakan/bekerja.
Beberapa keuntungan dan kerugian dari filter aktif dan pasif ialah pada filter aktif
dapat mengolah sinyal dengan amplitudo yang kecil, dapat diatur penguatan
outputnya(diperkuat atau diperlemah), kualitas/respon yang lebih baik dari filter pasif,
mempunyai impedansi input yang tinggi dan impedansi ouput yang rendah(system yang
baik impedansi input tinggi dan impedansi output rendah), sedangkan kerugiannya adalah
pada komponen dihasilkan panas, perlu sumber agar dapat bekerja, terdapatnya
pembatasan frekuensi dari komponen yang digunakan sehingga pengaplikasian untuk
frekuensi tinggi terbatas. Pada filter pasif keuntungan adalah tidak membutuhkan sumber
untuk bekerja, tidak menghasilkan panas, tidak begitu banyak noise(sinyal gangguan
yang tidak diinginkan) karena tidak adanya penguatan, karena tidak adanaya pembatasan
frekuensi maka pada filter pasif dapat diaplikasikan pada frekuensi tinggi sedangkan
kerugiannya adalah tidak dapat menguatkan sinyal, sulit untuk merancang filter yang
kualitasnya/responnya baik, impedansi input dan output tidak tentu dan berbeda-beda,
sehingga kurang baik dalam aplikasi.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang filter pasif, terdapat beberapa
filter
frekuensi yaitu LPF(Low Pass Filter) yaitu filter yang hanya melewatkan frekuensi
rendah, HPF(High Pass Filter) yaitu filter yang hanya melewatkan frekuensi tinggi ,
BSF(Band Stop Filter) atau terkadang disebut Band Reject Filter(BRF) yaitu filter yang
memilih frekuensi tertentu untuk tidak dilewatkan dan melewatkan frekuensi lain,
BPF(Band Pass Filter) yaitu filter yang melewatkan frekuensi tertentu dan tidak
melewatkan frekuensi lain(kebalikan dari BSF), APF(All Pass Filter) yaitu filter yang
melewatkan semua frekuensi, fungsi filter ini hanya merubah fase dari input. Yang akan
saya bahas disini adalah LPF, HPF, BSF dan BPF. Pada filter ada yang disebut frekuensi
cut off, dimana frekuensi ini adalah frekuensi yang menjadi batas untuk melewatkan atau
menghalangi sinyal masukan yang mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maupun
frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cutoff. Contoh pada LPF jika diketahui bahwa
frekuensi cut off adalah 1000Hz maka filter ini hanya melewatkan frekuensi dari 0 Hz
hingga 1000 Hz, untuk frekuensi diatas 1000 Hz akan disaring/tidak dilewatkan.
Gambar diatas adalah respon untuk filter ideal (lewat dari frekuensi cut off sinyal
langsung hilang)
Gambar diatas adalah respon untuk filter praktis (lewat dari frekuensi cut off sinyal tidak
langsung hilang)
Pada filter kita menggunakan Induktor dan Kapasitor, kedua komponen ini hambatannya
tergantung dari frekuensi, sifat ini lah yang dimanfaatkan untuk membuat filter. Filter
menggunakan prinsip pembagi tegangan. Dari pembagian tegangan inilah jika kita
gambarkan responnya akan terbentuk filter. Hamabatan Kapasitor dapat dicari dengan
rumus dibawah ini.
Dari rumus diatas terlihat bahwa hambatan kapasitor berbanding terbalik dengan
frekuensi, semakin kecil frekuensi, semakin besar hambatan kapasitor, demikian pula
sebaliknya semakin besar frekuensi semakin kecil nilai dari hambatan kapasitor.
Hamabatan Induktor dapat dicari dengan rumus dibawah ini:
Dari rumus tersebut terlihat bahwa hambatan induktor berbanding lurus dengan frekuensi,
semakin kecil
frekuensi, semakin kecil hambatan induktor, demikian pula sebaliknya semakin besar
frekuensi semakin besar nilai dari hambatan induktor.
Contoh rangkaian-rangkaian filter pasif (rangkaian dibawah ini hanya untuk
penjelasan filter dan tidak dapat diaplikasikan langsung sebagai filter) :
o LPF(Low Pass Filter)
Low Pass Filter adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi rendah, aplikasi
dari rangkaian ini adalah pada speaker untuk digunakan sebagai output frekuensi
rendah atau woofer.
o LPF dengan LR
Untuk rangkaian diatas frekuensi cut off adalah :
Jika kita gamabarkan respon rangkaian diatas berdasarkan frekuesi maka akan
didapat gambar
seperti dibawah ini
o HPF(High Pass Filter)
High Pass Filter adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi tinggi. Aplikasi
dari filter ini
adalah pada speaker untuk digunakan sebagai output dari frekuensi tinggi atau
tweeter.
HPF dengan LR
Untuk rangkaian diatas frekuensi cut off sama dengan LPF yaitu :
Jika kita gamabarkan respon rangkaian diatas berdasarkan frekuensi maka akan
didapat gambar seperti dibawah ini
o BPF(Band Pass Filter)
Band Pass Filter dapat dibuat dengan menggabungkan rangkaian LPF dan HPF
secara seri, filter ini hanya melewatkan jangkauan frekuensi tertentu yaitu antara
frekuensi cut off bawah dan frekuensi cut off atas. Selisih antara frekuensi cut off
atas dengan bawah dinamakan bandwith, aplikasi dari rangkaian ini digunakan
pada radio untuk menerima frekuensi tertentu.
o BPF dengan penggabungan dari LPF dan HPF
frekuensi cutoff pada rangkaian diatas LPF harus lebih besar dari
frekuensi cutoff rangkaian HPF
BPF dengan menggunakan RLC seri dan parallel(memanfaatkan resonansi pada
saat XL = XC)
Pada rangkaian LPF dan HPF diatas kita menggunakan Kapasitor atau Induktor,
tidak pernah kita menggunakan keduanya sekaligus. Seperti yang kita ketahui
bahwa induktor dan kapasitor mempunyai hambatan yang berbeda-beda
tergantung frekuensi, pada suatu frekuensi maka hamabatan induktor dan
kapasitor dapat memiliki nilai hambatan yang sama, frekuensi pada saat terjadinya
hamabatan induktor sama dengan kapasitor dinamakan frekuensi resonansi.
Berdasarkan keadaan inilah maka nilai frekuensi resonansi ini dimanfaatkan untuk
merancang BPF ataupun BSF
Rangkian BPF dari RLC seri
o BSF(Band Stop Filter)
Band Stop Filter sering juga disebut dengan Band Rejection Filter atau Band
Elimination atau
Notch filter. BSF juga dapat dibuat dengan menggabungkan LPF dan HPF secara
parallel, filter ini menahan/tidak melewatkan jangkauan frekuensi tertentu, yaitu
antara frekuensi cut off bawah dan frekuensi cut off atas. Selisih antara frekuensi
cut off atas dengan bawah dinamakan bandwith, aplikasi dari rangkaian ini
digunakan untuk menghilangkan frekuensi yang tidak diinginkan, misalnya
rangkaian kita menghasilkan noise pada frekuensi 10 KHx maka untuk
menghilangkan noise tersebut kita dapat menggunakan BSF agar noise hilang.
o BSF dengan menggunakan RLC seri dan parallel(memanfaatkan
resonansi, pada saat XL = XC)
Sama halnya pada BPF pada BSF dengan menggunakan rangkaian RLC seri
maupun parallel
rangkaiannya sama dengan BPF, hanya saja pengambilan output berlawanan
dengan BPF. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dan pejelasan dibawah ini
BSF dengan RLC seri
Karena kita mengambil output pada LC, pada saat resonansi sebagian besar
tegangan input jatuh ke R, sehingga tegangan pada LC akan mendekati nol,
karena itu pada saat frekuensi resonansi maka tegangan ouput akan mendekati
nol. Untuk frekuensi lain selain resonansi maka hambatan L dan C akan saling
bertolak belakang(pada saat XL besar maka Xc kecil, sebaliknya Xc besar maka
XL kecil, karena L dan C dihubung seri maka hambatan total akan lebih besar
dibandingkan dengan R, sehingga selain frekuensi resonansi sebagian besar
tegangan akan jatuh di LC dan output akan mendekati tegangan input.
Jika menggunakan RLC secara parallel maka rangkaian adalah seperti dibawah ini
BSF dengan RLC parallel
Pada saat resonansi maka hambatan dari induktor dan kapasitor lebih besar jika
dibandingkan
dengan R maka sebagian besar tegangan input jatuh di LC sehingga tegangan
output pada R nol. Sedangkan untuk frekuensi lain selain resonansi maka
hambatan L dan C akan saling bertolak belakang(pada saat XL besar maka Xc
kecil, sebaliknya Xc besar maka XL kecil, karena L dan C dihubung parallel maka
hambatan total akan lebih kecil dibandingkan dengan R, sehingga selain frekuensi
resonansi sebagian besar tegangan akan jatuh di R dan tegangan output akan
mendekati Input.
Respon tegangan output dari BSF terhadap frekuensi dapat kita lihat dari gambar
dibawah ini.