Anda di halaman 1dari 4

Perhitungan Debit Bulanan

Cara perhitungan ini paling sesuai untuk daerah tangkapan yang setelah hujan berhenti di
sungai masih terdapat aliran sampai selama beberapa hari. Kondisi ini sering terjadi pada daerah
tangkapan yang cukup luas.
Langkah perhitungan dengan metode NRECA terdiri dari 18 langkah sebagai berikut :
(1) nama bulan, misal Januari

R ln

(2) perhitungan hujan bulanan rata-rata daerah


(3) perhitungan nilai penguapan peluh potensial (PET)
(4) nilai tampungan kelengasan awal (Wo). Nilai ini harus dicoba-coba, misal dicoba nilai
awal Wo=600 mm/bulan.
(5) Perhitungan nilai rasio tampungan tanah (soil storage ratio, Wi), yang
Wo
Wo
W

No min al 100 0,2 Ra


(6) dihitung dengan rumus :
(7) dimana Ra adalah curah hujan tahunan (mm).
Rb ln / PET
(8) menghitung nilai rasio
(9) menghitung nilai rasio AET/PET dengan menggunakan (6) dan gambar 2.5. AET adalah
nilai penguapan peluh aktual (Actual Evapotraspiration)
(10)Menghitung nilai penguapan peluh aktual (AET)
AET
AET
PET koefisien reduisk
PET
Rb ln / PET
(11) Menghitung neraca air =
moisture) :

Menghitung rasio kelebihan kelengasan (excess

Bila nilai neraca air (9) positip, maka rasio tersebut dapat diperoleh dari Gambar 2.6. dan
dengan memasukkan nilai tampungan kelengasan tanah (Wi). Bila nilai neraca air (9) negatip,
maka nilai excess moisture =0,0.
1. Menghitung kelebihan kelengasan = rasio kelebihan kelengasan (10) x neraca air (9)
2. Menghitung perubahan tampungan = neraca air (9) kelebihan kelengasan (11)
3. Menghitung tampungan air tanah = P1 x kelebihan kelengasan (11)

P1 adalah parameter yang menggambarkan karakteristik tanah permukaan (kedalaman 0


2 m, yang nilainya antara 0,1 sampai 0,5 tergantung pada sifat lulus airnya).
P1 = 0,1 bila bersifat kedap air
P1 = 0,5 bila bersifat lulus air
1. Menghitung tampungan air tanah awal yang harus dicoba-coba dengan nilai awal =2.
2. Menghitung tampungan air tanah akhir = tampungan air tanah (13) + tampungan air
tanah awal (14)
3. Menghitung aliran air tanah = P2 x tampungan air tanah akhir (15)
P2 adalah parameter seperti P1 tetapi untuk lapisan tanah dalam (kedalaman
2- 10 m)
P2 = 0,9 bila bersifat kedap air
P2=0,5 bila bersifat lulus air
1. Menghitung larian langsung (direct run off) = Kelebihan kelengasan (11) tampungan
air tanah (13)
2. Menghitung aliran total
mm/bulan

= Larian langsung (17) + aliran air tanah (16), dalam

Untuk mengubah dalam satuan m3/bulan, maka :


Aliran total = (18) dalam mm x 10 x luas lahan (ha).
Untuk perhitungan bulan berikutnya, diperlukan nilai tampungan kelengasan (4) untuk
bulan berikutnya dan tampungan air tanah (14) bulan berikutnya yang dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut :
i. Tampungan kelengasan = tampungan kelengasan bulan sebelumnya + perubahan
tampungan = (14) + (12) dari bulan sebelumnya.
ii. Tampungan air tanah = tampungan air tanah bulan sebelumnya = aliran air tanah = (15)
(16), semuanya dari bulan sebelumnya.
Sebagai patokan, di akhir perhitungan, nilai tampungan kelengasan awal (Januari) harus
mendekati tampungan kelengasan bulan Desember. Jika perbedaan antara keduanya cukup jauh
(> 200 mm), perhitungan perlu diulang mulai bulan Januari lagi dengan mengambil nilai
tampungan kelengasan awal (Januari) = tampungan kelengasan bulan Desember. Perhitungan ini
biasanya dapat diselesaikan dalam dua kali siklus.
Hasil dari perhitungan ini akan memberikan ketinggian aliran langsung (direct run-off),
ketinggian aliran tanah (base flow), dan ketinggian aliran total.

MOISTURE
STORAGE

DIRECT FLOW
EXCESS
MOISTURE
RECHARGE TO
GROUNDWATER

GROUNDWATER
STORAGE

GROUNDWATER
FLOW

TOTAL
FLOW

Gambar 2-1 Skema Metode NRECA

Gambar 2-2

Grafik Rasio AET/PET

Gambar 2-3 Grafik Rasio Tampungan Kelengasan Tanah