Anda di halaman 1dari 2

NAMA : fuad faishol

NIM

: 023106862
TUGAS TUTORIAL I

1. Apakah perlu dilakukan oleh perusahaan dalam menguji


produk

sebelum diperkenalkan ke pasar

sebuah

(launching product).

Jelaskan appraisal cost dan berikan contohnya!


2. Dalam sebuah produksi kadang terjadi suatu kegagalan produk,
atau produk cacat. Hal tersebut juga merupakan biaya yang harus
dikeluarkan oleh perusahaan.
Apa yang perusahaan lakukan ketika menghasilkan produk yang
cacat dalam segi kegagalan internal (internal Failure costs), berikan
contoh salah satunya.
3. Jelaskan Functional Benchmarking dan berikan contoh !
JAWAB :
1. Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan
strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar.
Dalam melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan:
kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana produk baru tersebut
akan diluncurkan ke pasar. Selain hal hal diatas. Point penting
lainnya adalah Diferensiasi menjadi suatu strategi yang baik.
Adanya diferensiasi menjadikan suatu produk memilki identitas
yang khas dan unik. Sehingga menjadi pembeda bagi produk
pesaing dan memungkinka untuk sulit ditiru. Terkadang pula,
perilaku konsumen yang sangat sensitif terhadap sesuatu yang baru
dan beda, menjadikan suatu produk yang memiliki diferensiasi
dengan produk pesaingnya sangat dicari konsumen. Kemudian Hal
yang harus diperhatikan pula dalam pengenalan awal suatu produk
baru adalah penentuan strategi harga produk tersebut. Dimana
strategi harga ini diperlukan untuk meminimalisir resiko produk
tersebut ditolak pasar, karena terlalu mahal atau bahkan terlalu
murah.Biaya Peniliaian (Appraisal Cost) adalah biaya yang timbul
saat melakukan penyaringan atau pendeteksian kegagalan produk
seperti Biaya Pengujian, Inspeksi dan Proses Audit.contohnya yaitu

Segala Jenis Pengujian (testing) dan Inspeksi, Biaya Perubahan


Desain

(Design

Change),

Biaya

Kelebihan

Persedian

(Excess

Inventory Cost), Biaya Pembelian Bahan


2. Yang perusahaan lakukan ketika menghasilkan produk yang cacat
dalam segi kegagalan internal (internal Failure costs) yaitu Salah
satu Strategi yang dipergunakan oleh Manajemen Perusahaan untuk
meng-eliminasi COPQ (Cost of Poor Quality) adalah dengan
menerapkan Metodologi Six Sigma. Dengan Six Sigma Manajemen
Perusahaan dapat meng-identifikasikan penyebab-penyebab
terjadinya kegagalan dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk
meningkatkan Kualitas secara keseluruhan. Contohnya yaitu sisa
behan, pengerjaan ulang, penghentian mesin, pemeriksaan ulang, dan
perubahan desain.Jadi biaya kegagalaninternal dilakukan untuk mendeteksi
ketidaksesuaian produk dan merupakan biaya yangdikeluarkan oleh
perusahaan karena menghasilkan produk rusak, tetapi produk
tersebut belum sampai pada pelanggan. Biaya kegagalan internal
juga digunakan untuk mendeteksi produk yang rusak/kualitasnya buruk.
3. Functional Beanchmarking merupakan jenis asumsi yang tidak
harus membetasi pada perbandingan terhadap pesaing langsung.
Functional Benchmarking dapat melakukan investigasi pada
perusahaan perusahaan yang unggul dalam industri tidak sejenis.
Bagaimanapun, relevansi dari perbandingan pada functional
benchmarking, nilai nilai target pembanding dapat berasal dari
perusahaan tidak sejenis yang unggul. Implementasi functionak
benchmarking memang lebih sulit untuk dilakukan, mengingat
informasi yang diperlukan pada umumnya lebih sulit diperoleh, dan
bencmark targets-nya memerlukan imajinasi dan kreativitas yang
tinggi.