Anda di halaman 1dari 6

AIR BERSIH DAN KEBUTUHAN

WARGA KOTA KUPANG


NTT-EXPOS.COM. Kupang, 19 Sept.2015.
Banyak keluhan warga tentang kekurangan air bersih. Banyak kritikan dan saran yang positif
tentang kiat dan program yang dilakukan oleh PDAM Kota Kupang. Banyak juga upaya-upaya
yang telah dilakukan oleh PDAM Kota Kupang namun belum menyentuh seluruh kebutuhan
masyarakat Kota Kupang, Mengapa ?, karena semuanya tergantung potensi mata air yang
memang masih kurang sehingga belum mampu melayani secara maksimal tingkat kebutuhan
seluruh warga kota Kupang.
Inilah ungkapan serius dari Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu,SE, ketika berbincangbincang dengan Wartawan Media ini, di ruang kerjanya, pada beberapa waktu yang lalu.
Katanya, memang ada belasan kelurahan dalam kota Kupang, yang pada musim kering, selalu
mengalami kekurangan air bersih, disebabkan karena ketersediaan stok air bawah tanah di kota
ini, sangat menurun drastis pada musim kemarau. Hal ini bukan karena kesalahan pelayanan atau
ketidakmampuan pihak PDAM Kota Kupang dalam melakukan pelayanan.
Keterbatasan titik mata air dalam kota kupang menjadi faktor utama sehingga pihak PDAM Kota
Kupang, tidak bisa melayani secara maksimal untuk ketuhan seluruh masyarakat kota Kupang.
Dari waktu ke-waktu, dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun, pihak PDAM Kota Kupang,
selalu dan senantiasa mememikirkan, melakukan berbagai upaya dan melakukan programprogram yang bisa menemukan solusi agar bisa melayani seluruh kebutuhan war kota Kupang,
namun kendala utama yang dialami adalah ketersediaan titik mata air yang jauh dari harapan.
Dia menjelaskan, mata air yang sekarang berada di Kota Kupang, memiliki debit air yang lemah
dan sedikit, dikarenakan musik kemarau. Oleh karena itu, kiat yang dilakukan oleh PDAM Kota
Kupang adalah membagi pelayanan air bersih secara merata, sehingga seluruh warga bisa
terlayani, walaupun tidak sesuai harapan kebutuhan maksimal.
Kepada seluruh warga kota Kupang, Noldi, berharap kiranya bisa memahami kendala yang
dialami oleh pihak PDAM Kota Kupang karena disebabkan oleh faktor alam dan keterbatasan
mata air yang ada dalam wilayah kota Kupang ini. Sehebat apapun dan sebagus apapun proigram
yang dilakukan oleh pihak PDAm, namun, jika dengan keterbatasan mata ir dan dengan kecilnya
debit air yang ada, tentu belum bisa mengatasi masalah air bersih bagi seluruh warga.

Pihak PDAM Kota Kupang, berharap, dengan adanya upaya Pemerintah Kota Kupang, untuk
membuat bendungan Kolhua, akan sangat-sangat membantu mengatasi masalah air bersih bagi
warga kota Kupang. Oleh karena itu, seluruh warga kota kupang kiranya mendukung upayaupaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang agar bendungan Kolhua bisa dilakukan.
Harapan satu-satunya yang terbaik untuk bisa memperoleh air bersih yang maksimal adalah
bendungan Kolhua. Jika Masyarakat mendukung adanya bendungan Kolhua, maka, kedepannya,
warga kota Kupang pasti terlayani air bersih dengan lancar sesuai kebutuhan yang diinginkan.
Dengan wajah penuh semangat, Noldy, mengatakan, walaupun dengan kondisi alam dan masalah
mata air yang minim, pihak PDAM tetap tidak tinggal diam untuk berusaha semaksimal mungkin
untuk melayani kebutuhan air bersih bagi warga kota Kupang.
Noldy, mengakhiri, kritik dan saran yang ditujukan kepada Pihak PDAM Kota Kupang,
merupakan masukan yang amat bernilai dan dijadikan motivasi utama untuk bekerja keras
bersama seluruh karyawan yang ada, guna bisa menemukan masa depan air bersih yang cukup
dan maksimal, sehingga kedepannya nanti, warga kota Kupang sejahtera dalam menerima
pelayanan air bersih sesuai harapan. ( EXPOS NTT.002).
http://www.ntt-expos.com/air-bersih-dan-kebutuhan-warga-kota-kupang/
KETIDAKTERSEDIAAN AIR BERSIH (Contoh kasus di Kabupaten Kupang, Nusa
Tenggara Timur)

MENGAPA AKSES TERHADAP AIR BERSIH MENJADI PENTING?


Air merupakan kebutuhan dasar dari setiap manusia. Kebutuhan akan air
merupakan hal yang paling penting dari setiap manusia. Untuk itulah setiap
manusia berhak untuk mendapatkan akses terhadap air bersih. Seluruh tubuh kita
terdiri atas air, karena itu setiap waktu kita membutuhkan air untuk
menjaga kesehatan kita, ini berarti tanpa air bersih yang cukup dalam tubuh kita
maka risiko untuk sakit menjadi lebih besar. Kebutuhan akan air bukan hanya milik
suatu individu tetapi juga bagi masyarakat secara luas, untuk itu air yang
disediakan untuk masyarakat haruslah memenuhi kebutuhan dari masing-masing
individu dalam masyarakat tersebut. Karena itu ketersediaan air bersih mempunyai
peranan yang sangat besar bagi peningkatan status kesehatan masyarakat. Air
bersih yang tersedia harus memenuhi syarat bukan hanya dari jumlah (kuantitas)
tapi juga kualitasnya. Apalah artinya air banyak tapi tidak bisa digunakan karena
kualitas yang rendah. Banyak
penyakit yang berhubungan erat dengan ketersediaan air bersih, seperti diare,
kolera, disentri, penyakit kulit dan sebagainya. Dalam ilmu sanitasi penyakit-

penyakit ini digolongkan dalam water borne desease. Dalam kenyataannya tidak
semua masyarakat mendapatkan akses terhadap air bersih, masyarakat yang
tinggal jauh dari perkotaan yang maju sering mendapatkan kesulitan dalam
memperoleh air bersih. Masyarakat yang tinggal di desa lebih sering
memperoleh air bersih dari sumur galian, sungai maupun danau atau waduk yang
berada di sekitar
tempat tinggal mereka meskipun terkadang sumber air yang ada berada sangat
jauh dari lokasi desa tempat tinggal mereka. Ketersediaan air bersih masih
merupakan masalah yang harus segera diatasi.
APAKAH YANG MENJADI AKAR PERSOALAN?
Kemiskinan merupakan akar dari permasalahan ketidaktersediaan air bersih di
desa tertinggal. Sebagaimana kita ketahui sebagian besar masyarakat yang tinggal
di wilayah
pedesaan memiliki tingkat ekonomi yang sangat rendah, sering ditemukan
bahwa pekerjaan dari masyarakat di pedesaan adalah petani ataupun peternak,
sehingga ratarata masyarakat di pedesaan masuk dapat disebut sebagai
masyarakat miskin. Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu
daerah yang memiliki angka kemiskinan yang relatif besar. Masyarakat desa yang
miskin terkadang sangat sulit dalam memperoleh air bersih, masyarakat pun tidak
mampu membayar untuk
mendapatkan air bersih. Hal ini disebabkan buruknya infrastruktur maupun
pembangunan yang berjalan sangat lambat, sehingga akses terhadapa air bersih
pun sangat sulit didaerah desa yang miskin dan jauh dari pembangunan. Karena
itu sebagaian masyarakat terkadang memanfaatkan air yang berada di desa
mereka ataupun disekitar desa mereka walaupun air tersebut belum tentu layak
untuk dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga kesehatan merupakan hal
yang harus dipertaruhkan oleh masyarakat yang hidup didaerah
pedesaan. Perhatian pemerintah daerah yang hanya kepada perkotaan saja dan
melupakan pembangunan desa menjadi salah satu faktor lain. Kebijakan
pemerintah daerah yang
salah dalam pembangunan dan hanya memperhatikan sisi keuntungan
menyebabkan masyarakat desa menjadi terabaikan. Kegiatan yang sering dilakukan
oleh Ketersediaan air bersih juga harus memeperhatikan bagaimana keberlanjutan
dari pelayanan air bersih yang diterima, sehingga air bersih yang tersedia bukan
hanya untuk jangka waktu yang pendek namun dapat berlanjut dalam jangka waktu
yang panjang.
APA SAJA KEBIJAKAN YANG BISA DIAMBIL?
Berdasarkan uraian diatas maka terdapat beberapa pilihan solusi kebijakan yang
bisa diambil. Pertama, bersama-sama Dinas Pekerjaan Umum dan Perusahaan Air
Minum Daerah membuat pipa saluran air masuk ke desa tertinggal tersebut. Yang
kedua, bekerjasama dengan LSM ataupun NGO dalam membantu menyediakan air
bersih. Dan yang ketiga, pemanfaatan sumber daya manusia desa setempat dan
sumber air bersih yang ada.
Ketiga pilihan diatas tentunya mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-

masing. Untuk pilihan yang pertama menyangkut kerjasama dengan Dinas PU dan
PDAM mempunyai kelemahan dalam hal birokrasi yang panjang dan proses yang
panjang sehingga tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Untuk pilihan
yang kedua, kerjasama dengan LSM ataupun NGO yang ada terkadang bermasalah
dalam hal keberlanjutan penyediaan air bersih. Terkadang proyek yang ada Cuma
bermanfaat
dalam jangka waktu proyek tersebut dibuat, sebagai contoh apabila proyek
tersebut dibuat dalam jangka waktu 3 tahun maka Cuma 3 tahun masyarakat
memperoleh manfaat dari proyek tersebut, sehingga apabila proyek tersebut habis
maka masyarakat pun kembali ke kondisi yang semula. Hal ini didasarkan dari
pengamatan yang ditemukan di beberapa desa meskipun pernah ada dan terdapat
sisa-sisa dari pembangunan beberapa LSM namun tidak dimanfaatkan dengan baik
oleh masyarakat setelah proyek tersebut berakhir. Meskipun begitu terkadang pula
kerjasama dengan LSM dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi
masyarakat apabila dilakukan
dengan baik. Pilihan yang ketiga, pemanfatan sumber daya manusia dan sumber air
yang ada di desa tersebut menjadi pilihan yang sangat cocok dengan permasalahan
yang ada. Selain pelayanan air bersih berlangsung dalam jangka waktu yang
panjang, masyarakat desa pun diberdayakan sehingga mampu mengatur sendri
kebutuhan akan sumber air bersih
di desa tersebut. Pemerdayaan masyarakat desa dan pemanfaatan teknologi
sederhana yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri menjadi pilihan
yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek dan dengan biaya yang
relatif lebih kecil.
EFEKTIFKAH KEBIJAKAN YANG DIAMBIL?
Kebijakan yang diambil adalah Pemanfaatan SDM desa setempat dan sumber air
yang ada di desa tersebut. Kebijakan ini di anggap paling baik dan diharapkan
dapat menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih yang masih kurang.
Hal-hal yang dapat dilakukan seperti pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan
teknologi sederhana dan memaksimalkan sumber-sumber air yang tersedia di
dalam desa tersebut. Perberdayaan masyarakat perlu dilakukan sehingga
masyarakat dapat ikut serta dalam program tersebut serta dapat menjaga
keberlanjutan dari program tersebut. -pemanfaatan teknologi sederhana seperti
pipa dan pompa dimaksudkan agar dapat menyalurkan air bersih ke setiap rumah di
desa tersebut. Selain pemanfaatan teknologi, juga dengan memaksimalkan sumber
air yang tersedia di rumah warga seperti sumur-sumur galian warga di perbaiki dan
dibuat suatu sistem penyaringan air sederhana sehingga air yang di dapat
merupakan air yang bersih dan layak konsumsi. Sumber-sumber air yang ada pun
dimaksimalkan untuk seluruh anggota masyarakat sehingga dapat digunakan
secara bersama-sama, dengan begitu semua anggota masyarakat dapat turut
merasakan manfaat dari program tersebut.
https://healthpolicys2ugm.wordpress.com/2012/11/28/ketidaktersediaan-air-bersihcontoh-kasus-di-kabupaten-kupang-nusa-tenggara-timur/

Menunggu Solusi Krisis Air

POS KUPANG.COM - Krisis air bersih di Kota Kupang sejak tahun lalu hingga kini belum
berakhir. Jalan penyelesaian yang diharapkan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang,
tak kunjung ada. Pemkot Kupang terkesan tak peduli terhadap masalah yang sedang dihadapi
warganya. Sepertinya urusan air bersih adalah urusan warga sendiri.
Sementara rencana Pemkot Kupang untuk membangun sumur bor beberapa tahun lalu di
sejumlah lokasi di kota ini belum ada realisasinya. Ketika Pemkot Kupang tidak peduli terhadap
kesulitan air bersih, DPRD Kota Kupang pun seolah tak mampu bersuara untuk sekadar
menggugat ketidakpedulian Pemkot Kupang atas krisis air bersih yang dialami masyarakat di
kota ini.
Dalam kondisi warga Kota Kupang susah mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM) Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, pemilik mobil tangki menjadikan
kebutuhan air bersih warga kota ini lahan bisnis. Dan, kondisi ini berlangsung sekitar dua bulan
terakhir ini, bahkan sampai sekarang ini.
Tidak heran jika ada warga yang bersuara miring bahwa pelayanan air bersih yang tidak
maksimal sekarang ini, jangan sampai ada permainan antara oknum pemilik mobil tangki dengan
oknum PDAM.
Ironisnya, tagihan air bersih kepada para pelanggan tak pernah absen, bahkan ketika air PDAM
Kabupaten Kupang maupun PDAM Kota Kupang tidak mengalir ke jaringan perpipaan
pelanggan, entah sengaja tidak disuplai atau memang karena sumber air di sejumlah titik mata air
milik PDAM cenderung berkurang, tagihan tarif air pada pelanggan ada yang membengkak.
Menyikapi krisis air bersih ini, masyarakat sangat mengharapkan kepedulian DPRD Kota
Kupang untuk turun ke lapangan melihat keadaan sebenarnya. Apakah memang krisis air yang
dialami warga kota ini karena ketersediaan air di sejumlah titik mata air menurun, ataukah ada
permainan antara oknum PDAM Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan para pemilik
mobil tangki?
Selain turun ke lapangan mendengar dan melihat langsung apa yang dialami warga, DPRD Kota
Kupang juga perlu memanggil pihak Pemkot Kupang dan pengelola PDAM Kota Kupang untuk
membahas bersama solusi mengatasi krisis air bersih di Kota Kupang.
Dan, inilah saat yang (mungkin) paling tepat bagi anggota DPRD Kota Kupang untuk
menyuarakan keluhan rakyatnya atas kebutuhan air bersih yang seolah kurang mendapat

perhatian serius dari Pemkot Kupang. Padahal, disadari bahwa ketersediaan air bersih yang
memadai merupakan salah satu pelayanan publik yang harus dilakukan oleh Pemkot Kupang.
Untuk itu, warga menunggu solusi apa yang akan dilakukan oleh Pemkot Kupang untuk
mengatasi krisis air bersih yang dialami sekitar 400 ribu warga kota ini. *
http://kupang.tribunnews.com/2016/02/03/menunggu-solusi-krisis-air