Anda di halaman 1dari 13

IDETIFIKASI RHODAMIN B PADA DAGING BURGER

YANG DIJUAL DI SWALAYAN BANDAR LAMPUNG


SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
PROPOSAL PENELITIAN

Oleh :
Tya Garini
1250181P
AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
PUTRA INDONESIA
LAMPUNG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang


terpenting dan juga merupakan faktor yang sangat esensial bagi
pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tetapi betapapun
menariknya penampilan, lezat rasanya dan tinggi nilai gizinya, apabila
tidak aman dikonsumsi, maka makanan tersebut tidak ada nilainya
sama sekali. Warna merupakan salah satu kriteria dasar untuk
menentukan kualitas makanan. Awalnya, makanan diwarnai dengan
zat warna alami yang diperoleh dari tumbuhan, hewan dan mineral,
akan tetapi proses untuk memperoleh zat warna alami mahal. Selain
itu, zat warna alami umumnya tidak stabil terhadap pengaruh cahaya
dan panas sehingga sering tidak cocok untuk digunakan dalam industri
makanan. Maka, penggunaan zat warna sintetik pun semakin meluas,
salah satunya adalah pewarna Rhodamin B. Untuk itu, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian tentang identifikasi zat pewarna Rhodamin
B pada daging burger yang dijual di swalayan Bandar Lampung dengan
metode kromatografi lapis tipis. Metode ini sederhana, cepat dalam
pemisahan dan sensitif. Kecepatan pemisahan tinggi dan mudah untuk
memperoleh kembali senyawa-senyawa yang terpisah.

Perumusan Masalah

Apakah daging burger yang dijual di swalayan Bandar Lampung


mengandung zat warna Rhodamin B?

Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada identifikasi Rhodamin B pada daging burger yang
dijual di swalayan Bandar Lampung dengan menggunakan metode
kromatografi lapis tipis.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah daging burger yang dijual
di swalayan Bandar Lampung mengandung zat warna Rhodamin B.

Manfaat untuk penelitian


1) Mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan peneliti yang telah didapat
selama perkuliahan untuk menyusun karya tulis ilmiah.
2) Untuk menambah wawasan yang lebih luas dan mendapat pengalaman baru
dalam melaksanakan karya tulis tersebut.
Manfaat untuk masyarakat
1) Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat
apakah daging burger yang dijual di swalayan Bandar Lampung aman atau tidak
untuk dikonsumsi.
2) Lebih memberi arahan kepada masyarakat untuk memperhatikan dalam
mengkonsumsi daging burger yang baik dan sehat.

Hipotesa
Penulis menduga bahwa daging burger yang dijual di swalayan Bandar
Lampung memiliki kandungan zat pewarna Rhodamin B.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Daging burger

Rhodamin B

Kromatografi
Lapis Tipis

Burger merupakan produk daging giling segar. Nama burger berasal


dari hamburger, suatu produk daging segar yang berasal dari kota
Hamburg
Rhodamin B merupakan zat warna sintetik yang dinyatakan sebagai
bahan berbahaya dalam obat, makanan, dan kosmetik. Penggunaan
zat pewarna Rhodamin B dilarang di Eropa mulai 1984 karena
rhodamin B termasuk karsinogen yang kuat. Efek negatif lainnya
adalah menyebabkan gangguan fungsi hati atau bahkan bisa
menyebabkan timbulnya kanker hati.
Kromatografi lapis tipis merupakan metode pemisahan berdasarkan
adsorbsi dan partisi. Ditinjau secara fisik kromatografi lapis tipis adalah
salah satu jenis kromatografi planar yang mirip dengan kromatografi
kertas dalam penotolan sampel, pengembangan kromatogram, dan
cara deteksinya, keunggulannya proses pemisahannya lebih sederhana
dan waktu yang dibutuhkan untuk analisa lebih pendek.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Instrument dan Bahan
Pemeriksaan:
Alat:
Beaker glass
Labu takar
Pipet tetes
Corong
Mortir dan stamper
Gelas ukur
Cawan penguap
Penangas air
Tabung reaksi
Pipa kapiler
Chamber
Plat silika gel GF
Kertas saring
Benang wol
Batang pengaduk

Bahan:
Amonia 10%
NaOH 10%
HCl 10%
Asam asetat 6%
Asam asetat glasial
Amonium hidroksida 10%
Asam sulfat 4N
N-butanol
Methanol
Amyl alkohol
Eter
Aquadest
Sampel
Baku Pembanding Rhodamin B

Subjek Penelitian:

1) Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah
daging burger yang dijual di
swalayan Bandar Lampung.

2) Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel adalah daging burger yang
berwarna merah yang dijual di swalayan Bandar
Lampung, dengan kriteria bermerk, dan masih
mentah. Dari populasi didapatkan 6 sampel, yaitu:
Swalayan A : sampel a dan b
Swalayan B : sampel c dan d
Swalayan C : sampel e
Swalayan D : sampel f

Prosedur Penelitian:

Penanganan
Sampel

Identifikasi
dengan reaksi
warna

Sampel diserbukkan
Dilarutkan dalam aquadest
Disaring

Reaksi amyl alkohol lingkungan asam


2 ml sampel + asam sulfat 4N + 2 ml amyl alkohol digojok.
Reaksi amyl alkohol lingkungan basa
2 ml sampel + amonium hidroksida 1 ml + 2 ml amyl
alkohol digojok.
Reaksi khusus
2 5 ml sampel + NaOH 10% sampai basa + eter, kocok
dan pisahkan. Ambil eternya + HCl 10% secukupnya.

Identifikasi KLT
a)

Penanganan Sampel
Ditimbang 30 mg contoh yang telah dihaluskan
Tambahkan 50 ml aquadest, tambahkan asam asetat 6%
Dituang larutan jernih dan diuapkan di atas penangas air
Masukkan benang wol dan didihkan sampai benang wol berwarna
Cuci benang dengan air panas dan dimasukkan ke amonia 10%
kemudian didihkan. Benang wol dibuang dan larutannya diuapkan
sampai kering
Residu dilarutkan dalam 5 ml methanol (larutan A)

Penanganan bahan baku


Rhodamin B

Dibuat bahan baku 0,1% dalam 10


ml methanol (larutan B)

Penanganan BP + sampel
1) Ditimbang 30 mg contoh yang telah dihaluskan + 50 mg bahan baku
Rhodamin B
2) Tambahkan 50 ml aquadest, tambahkan asam asetat 6%
3) Dituang larutan jernih dan diuapkan diatas penangas air
4) Masukkan benang wol dan didihkan sampai benang wol berwarna
5) Cuci benang wol dengan air panas dan dimasukkan ke amonia 10%
kemudian didihkan. Benang wol dibuang dan larutannya diuapkan
sampai kering
6) Residu dilarutkan dalam 5 ml methanol + BP (larutan C)

Identifikasi

Analisa Data

Larutan A,B dan C masing-masing ditotolkan secara terpisah dan


dilakukan KLT sebagai berikut:
Fase diam
= silica gel GF
Fase gerak
= n-butanol : asam asetat glasial : aquadest
(40:10:24)
Penjenuhan
= dengan kertas saring
Volume
= larutan A, B dan C masing-masing 10 m
Jarak rambat
= 10 cm
Pengamatan
= visual sinar UV

Analisa Reaksi Warna


1) Reaksi amyl alkohol lingkungan asam
Jika mengandung Rhodamin B maka terdapat warna merah dalam
amyl alkohol.
2) Reaksi amyl alkohol lingkungan basa
Jika mengandung Rhodamin B maka terdapat warna merah dalam
amyl alkohol.
3) Reaksi khusus
Jika mengandung Rhodamin B maka terjadi warna merah pada
lapisan bawah (lapisan asam).

Analisa KLT

Dapat dihitung dengan perbandingan jarak yang


ditempuh fase gerak dibagi jarak yang ditempuh eluen.

Dari angka Rf yang dihasilkan dapat ditarik kesimpulan


bahwa daging burger yang dianalisa positif mengandung
pewarna sintetis Rhodamin B.

TERIMA KASIH