Anda di halaman 1dari 42

NASKAH LOKA (MEMBACA)

UDG NASIONAL 2017


I. LOKA WAJIB PASANGAN ANAK-ANAK PUTRA
1. timTsi%Tv mhe
tam it sakhitva mahe
t' raye t' suvyeR ta rye ta suvrye,
s x t n" xkd(
sa akra uta na akad
Ndo vsu dyman" -Indro vasu dayamna.
(gveda,I.10.6)
Hanya kepada Tuhan saja kami mohon persahabatan, kualitas diri, kekayaan dan
keberanian. Hanya Dialah satu-satunya yang Mahakuasa dan mampu melindungi kami
dari kekejaman dan memberikan kekayaan kepada kami.
2. tii p[i,paten
tad viddhi praiptena
pirp[{en sevya paripranena sevay,
pde+yiNt te Dan'
upadekyanti te jna
DainnStvdixRn" -jninas tattva-darina
(Bhagavadgt,IV.34)
Pelajarilah pengetahuan itu dengan penuh sujud dan berdisiplin, dengan bertanya dan
dengan pelayanan. Orang bijaksana yang melihat kebenaran akan mengajarkan
kepadamu pengetahuan itu.

2
II. LOKA PILIHAN PASANGAN ANAK-ANAK PUTRA
1. manus" svR.Utezu
Mnusa sarvabhteu
vTtRte vW xu.ax.e varttate vai ubhubbe,
Axu.ezu smivZ$'
aubheu samavia
xu.eSvevavkaryet(
ubhesvevvakrayet.
(Srasamuccaya, 2)
Diantara semua makhluk hidup manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan
baik ataupun buruk, leburlah segala perbuatan yang buruk itu dengan perbuatan baik.
2.

inyt' ku kmR Tv'


niyata kuru karma tva
kmR Jyayo kmR," karma jyyo hyakarmaa,
xrrya]a_ip c te
arra-ytrpi ca te
n p[is?yedkmR," -na prasiddhyed akarmaa.
(Bhagavadgt, III.8)
Bekerjalah seperti yang telah ditentukan. Sebab berbuat lebih baik daripada tidak
berbuat. Dan bahkan tubuh pun tak akan berhasil dipelihara tanpa berkarya.

3. nmu] ih shyaq|
Namutra hi sahayrtha
ipta mata c itZ$t"
pit mt ca tihata,
n pu]dara nitr(
na putradr najatir
/mRiStZ$it kevl"
dharmas tihati kevala.
(Manawa Dharmasatra, IV.239)

3
Bukan bapak, bukan ibu, bukan anak, bukan istri, bukan pula teman yang akan
mengantarkan orang ke dunia sana. Tetapi yang selalu tetap ada padanya hanyalah
perbuatan dharma.
4. kam denu gu, iv
Kma denu gua vidya
kl fl dyin hyakala phala-dayani,
p[vse m]sd*is
pravase matrasadsi
iv guPt qn' Sm*t' -vidya gupta-thana smta.
(Canakya Nitiastra, IV.5)
Pengetahuan itu bagaikan kamadhenu, yaitu lembu ajaib yang setiap saat dapat
memenuhi segala keinginan. Pada saat orang berada di negara lain, pengetahuan itu
bagaikan seorang ibu yang selalu melindungi kita.
5. naiSt sTyaTpro /moR
Nsti satyt paro dharmo
nan*tat( patkm( pr'nntt patakam param,
i]loke c ih /mR Syat(
triloke ca hi dharma syt
tSmat( sTym( n lopyet( -tasmt satyam na lopayet.
lokntara, 3 (7)
Tidak ada dharma yang lebih tinggi daripada kebenaran. Tidak ada dosa yang lebih
rendah daripada dusta. Dharma harus dilaksanakan di ketiga dunia ini. Dan kebenaran
harus tidak dilanggar.
6. xavaSyimd' svR'
vsyam ida sarva
yiTkHc jgTy' jgt(

yat kica jagaty jagat,


ten TyKten .uHjIqa

tena tyaktena bhujth

4
ma g*/" kSy iSvnm(
m gdha kasya svid dhanam
(a Upaniad,1)
Sesungguhnya apa yang ada di dunia ini, yang berjiwa ataupun yang tidak berjiwa,
dikendalikan oleh Hyang Widhi. Oleh karena itu orang hendaknya menerima apa yang
perlu baginya dan tidak menginginkan milik orang lain.
7. Aan*x'Sy' =ma sTym(
nasya kam satyam
Aih'sa dm ARvm(ahis dama rjjavam,
p[Iit" p[sado ma/uYRy'
prti prasdo mdhuryya
maRv' c yma dxa -mrddava ca yam da.
(Srasamuccaya, 259).
Tidak mementingkan diri sendiri, kesabaran, jujur, tidak menyakiti, pengendalian diri,
lurus hati, kasih sayang, lemah lembut, manis, dan rendah hati itulah yang membentuk
dasa yama.
8. svRrI dIpkNd"
Sarvar dpakacandra
p[.ate rivdIpk" prabhte ravidpaka
]WloKye dIpko /mR"
trailokye dpako dharma
supu]" kuldIpk" -suputra kuladpaka.
(lokntara, 24 (52)
Bulan itu lampu pada waktu malam hari. Surya itu lampu dunia pada siang hari.
Dharma ialah lampu dunia tiga ini. Dan putra yang baik itu cahaya bagi keluarganya.

5
III. LOKA WAJIB PASANGAN ANAK-ANAK PUTRI
1.

puz Eved' svRm(


Purua evedam sarvam,
yUt' y .Vym( yadbhtam yaca bhavyam,
tam*t TvSye xano
utmta tvasye no,
yden itrohit -yadannena tirohati.
(gveda,X.90.2)
Dia sesungguhnya adalah semua ini. Dia adalah apa yang telah ada dan yang akan
terjadi. Dia adalah penguasa keabadian. Dia dipahami melalui keberadaan benda-benda
materi.

2.

[eyaNdVymyaDaj(
reyn dravya-mayd yajj
DanyD" pr'tp jna yaja paratapa,
sv| kmaRi%l' paqR
sarva karmkhila prtha
Dane pirsmaPyte -jne parisampyate.
(Bhagavadgt,IV.33)
Persembahan berupa pengetahuan, wahai Arjuna, lebih mulia daripada persembahan
materi. Dalam keseluruhan kerja ini akan mendapatkan apa yang diinginkan dalam
pengetahuan itu, wahai Partha.

6
IV. LOKA PILIHAN PASANGAN ANAK-ANAK PUTRI
1.

n kmR,amnarM.an(
na karmam anrambhn
nWZkMy| puruzo_Xnute naikarya puruo snute,
n c s'Nyasnadev
na ca sanyasand eva
isi' smi/gC^it -siddhi samadhigacchati.
(Bhagavadgt, III.4)
Tanpa kerja orang tak akan mencapai kebebasan. Demikian juga ia tak akan mencapai
kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja.

2.

dUrg' bhu/a gaim


Draga bahudh gmi
p[aqRna s' xyaTmk' prrthan sa aytmaka,
mn" suinyt' ySy
mana suniyata yasya
s su%' p[eTy veh c -sa sukha pretya veha ca.
( Srasamuccaya, 81)
Pikiran bergerak jauh ke sana ke mari. Ia penuh cita-cita dan keraguan. Seseorang yang
mengendalikan pikirannya menjadi bahagia di dunia dan sorga.

3.

SviSt pNqamnu crem


Svasti panthm anu carema
sUyR cNdmsaivv srya candram asv iva,
pundRdta _~nta
punar dadat ghnat
janta' s' gmemih -jnat sa gamemahi.
(gveda, V.51.15 )

7
Kami akan mengikuti jalan kebajikan seperti jalannya matahari dan bulan. Kami akan
berteman dengan orang pemurah hati, penyayang, dan berpengetahuan.
4. ye_qoR /meRn te l>ya
Yertho dharmena te labhy,
ye_/meRn i/gStu tan( yedharmena dhigastu tn,
/mRMvW xaSvt' loke
dharmam vai svatam loke,
n jadqRka' =ya -na jahydarthakm kay.
(Srasamuccaya, 263)
Uang yang didapat berdasarkan dharma adalah sah. Apa yang diperoleh dengan
menyimpang dari dharma adalah terkutuk. Dharma adalah nilai yang kekal. Janganlah
mengorbankan dharma demi uang.
5. Aa icre, prSy .uysI'
cirea parasya bhyasi,
ivpirt' ivgnSy cTvn"vi partm viganasya catvana,
=y yuimupe=te tI
kaya yuktim upekate kt,
kute tTp[it karmNyq -kurute tatprati kramanyatha.
lokntara, 7 (17)
Orang budiman yang telah mendasari pengetahuannya dengan dharma, tidak akan
menghiraukan segala usaha jahat dan tipu muslihat musuhnya untuk menjatuhkan
dirinya. Jika tidak berbudi luhur, ia pasti akan membalas dendam.
6. [uitStu vedo ivDeyo
rutistu vedo vijeyo
/mRxS]' tu vW Sm*it"Dharmaastram tu vai smti,
te svRaqeRSv immaMSye
te sarvrthesva mimmsye

8
ta>ya' /moRih inbR.O -tbhym dharmohi nirbabhau.
(Manawa Dharmaastra,II.10)
Yang dimaksud dengan ruti adalah Veda. Dan yang dimaksud dengan Smti adalah
dharmaastra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenarannya tentang
apapun juga, karena keduanya merupakan hukum.
7. yo n" ipta jinta yo iv/ata
Yo na pit janit yo vidht
/amain ved .Uvnain ivXva dhmni veda bhvanni viv,
yo devana' nam/a Ek Ev
yo devn nmadh eka eva
t' s'p[Xn' .uvan yNTyNya -ta saprana bhuvna yantyany.
(g veda X. 82.3)
Ia adalah Bapak kami, Pencipta kami, Pengatur kami.
Dialah yang mengetahui semua keadaan, semua yang ada.
Ia hanya Esa, Esa belaka. Dialah memakai nama bermacam-macam nama deva.
8. naiSt iva smoim]"
Nsti vidy samomitra
naiSt o/ smo irpu"nsti krodha samo ripu,
naiSt pu]" smo Sney"
nsti putra samo sneya
naiSt dWv' prMblm( -nsti daiva parambalam.
(ilakrama,65)
Tiada teman yang menyamai kebijaksanaan. Tiada musuh yang paling kejam dan sukar
dihindari daripada kemarahan. Tiada kekasih yang melebihi kasih sayang anak. Tiada
kekuatan yang menyamai takdir.

9
V. LOKA WAJIB PASANGAN REMAJA PUTRA
1. AmI y =a inihtas a n'
Am ya k nihitsa ucc nakta
d[e kuhicd( idveyu" daddare kuhacid diveyu,
AdB/ain v,Sy v[tain
adabdhni varuasya vratni,
ivcak suNdma nmeit -vicka succandram naktameti.
(gveda, I.24.10)
Bintang-bintang ditata tinggi oleh Dia yang ada di surga di atas kita. Bintang-bintang
tampak pada malam hari dan menghilang pada siang hari. Hukum-Nya tetap tidak boleh
dilanggar. Bulan yang bergerak pada malam hari dalam kemegahannya juga atas
perintah-Nya.
2. A/imRko nro yo ih
Adharmiko naro yo hi
ySy caPy n*tm( /n' yasya cpya ntam dhana,
ih'srt yo inTy'
hisaratas ca yo nitya
nehsO su% me/te -nehasau sukha medhate.
(Manawa Dharmasatra, IV.170)
Seorang yang tidak menjalankan dharma, atau orang yang mendapatkan kekayaan
dengan jalan curang, dan orang yang suka menyakiti makhluk lain, tidak akan pernah
berbahagia di dunia ini.

10
VI. LOKA PILIHAN PASANGAN REMAJA PUTRA
1.

SviSt pNqa' Anu crem


Svasti panth anu carema
sUyR cd]+ Asaivv
srya candra asviva,
pundRdta _~nta
punar dadat ghnat
janta' s' gmemih -jnat sa gamemahi.
(gveda V.51.15 )
Kami akan mengikuti jalan kebajikan seperti jalannya matahari dan bulan. Kami akan
berteman dengan orang pemurah hati, penyayang, dan berpengetahuan.

2. ikiip tn'
Kicid yadyapi taddana
[ay siht' t' raddhya sahita kta,
mhaflmvaPnoit
mahphalam avpnoti
Nvg[o/m( kurbIjvt(
nvagrodham kurabjavat.
(lokntara,19 (4)
Walaupun dana itu berjumlah kecil dan tidak berarti, tetapi jika diberikan dengan hati
suci, akan membawa kebaikan yang tidak terkira, sebagai halnya sebuah biji pohon
beringin.
3. o/avit s'moh"
krodhd bhavati samoha
s'mohaTSm*itiv.[m" samoht smti-vibhrama,
Sm*it.['xauuinaxo
smti-bhrad buddhi-no
buinaxaTp[,Xyit --

11
buddhi-nat praayati.
(Bhagavagt, II.63)
Dari amarah timbul kebingungan. Dari kebingungan hilang ingatan. Dari hilang ingatan
menghancurkan penalaran. Dari kehancuran penalaran membawanya pada kemusnahan.
4. v[an" p[,v kuyR
Brhmana praava kury
dadavNte s cvRda ddvante sa carvad,
vTyin t' pUv|
sravatyani kta prva
purSt vIicyRit -purastaca vciryati.
(Manava Dharmaastra,II.74)
Hendaknya mengucapkan aksara OM pada permulaan dan penutup pelajaran Veda.
Karena kalau tidak didahului dengan OM, pelajaran akan tergelincir menyasar. Dan
kalau tidak diikuti pada penutup maka pelajaran itu akan menghilang.
5. sopn.Ut' SvgRSy
Sopanabhta svargasya
mnuSy' p[Py dulR.' manusya prapya durlabha,
tqaTman' smadyad(
tathtmna samdayd
?vMset n punyRq -dhvamseta na punaryatha.
(Srasamuccaya,6)
Pergunakanlah dengan baik kesempatan menjadi manusia, yang sungguh sulit
diperoleh. Menjelma menjadi manusia merupakan tangga pergi ke sorga. Maka segala
sesuatu yang menyebabkan jatuh jangan lagi dilakukan.
6. p yOvn s'pNn
Rpa yauvana sapanna
ivxl kul s'.v" viala kula sabhava,

12
iv n so.Nte
vidyama na sobhante
ingRN/Wv ik'suk" -nirgandha iva kisuka.
(Canakya Niti Sastra, III.8)
Ada orang yang tampan, dalam keadaan masih muda, serta lahir di keluarga bangsawan
terhormat. Tetapi kalau ia miskin dalam pengetahuan keinsyafan diri, sebenarnya ia ini
sama sekali tidak berarti apa-apa. Bagaikan bunga kimsuka tanpa bau wangi.
7. Apto_ip dozDo
Apadgato'pi doajo
/mRxaS]' n vjRyet(
dharmastra na varjayet,
sroh' yq .*x(
saroruha yatha bhga
i^NNp=o_ip Diti."
chinnpako'pi jatibhi.
(lokntara, 9 (83)
Seorang yang teguh iman walaupun ia berada dalam kesusahan atau bencana besar, ia
tidak akan mau melanggar ketentuan-ketentuan dan nasihat-nasihat kitab suci. Sama
dengan kumbang yang tidak akan mau meninggalkan bunga seroja walaupun sayapnya
dicabut.
8. Ait.ojne dozmahanroGy
Atibhojane doamha anarogya
mnayuSy mSvGRy' cait.ojnm(
manyusya masvargyam ctibhojanam,
Apu<y' lokivZ$'
apuya lokavidvia
tSmaTtTpirvjRyet(
tasmt tat parivarjayet.
(Manava Dharmaastra,II.57)
Makan berlebihan berbahaya bagi kesehatan, terhadap kebajikan, dan pahala di Surga.
Makan berlebihan itu akan menghalangi seseorang untuk mencapai kebajikan spiritual
dan dibenci di antara orang. Karena itu, hendaklah seseorang wajib menghindari makan
berlebihan itu dengan baik.

13

VII. LOKA WAJIB PASANGAN REMAJA PUTRI


1.

yo .ojn' c dyse c v/Rnm(


Yo bhojana ca dayase ca vardhanam
Aad{Rda xuZk' m/um(

AddUdo ihq -

rdrd uka madhum adaddo hitha,


s" xevi/' c di/ze ivvSvit
Sa evadhi ni dadhie vivasvati
ivXvSyek ixse saSyuKQy"-vivasyeka ise ssyukthya.
(gveda II.13.6)
Engkau menambahkan, Engkau memberikan kami makanan.
Engkau menyajikan susu yang basah sampai yang kering dan penuh rasa manis.
Engkau menyediakan harta benda yang berharga untuk pemuja.
Engkau Dewa Yang Esa. Sepatutnyalah Engkau yang kami puja.
2. AinTy' yOvn' pm(
Anitya yauvana rpam
AinTyo dVys'cy" anityo dravyasacaya,
AinTy" ip[ys'yogs(
anitya priyasayogas
tmam| smcret( -tasmd dharma samacaret.
(lokntara, 4)
Keremajaan dan kecantikan rupa itu tidak langgeng. Timbunan arta benda kekayaan
pun tidak langgeng. Hubungan dengan yang dicintai pun tidak langgeng. Oleh karena
itu, kita harus selalu mengejar dharma. Karena hanya dharmalah yang langgeng.

14
VIII. LOKA PILIHAN PASANGAN REMAJA PUTRI
1. spU,RkuM.o n kroit xBdm(
Sapra kumbho na karoti abdam,
A/oR `$o `ozmupWit sMyk( ardho ghao ghoam upaiti samyak,
ivaNnro yo n kroit gvRm(
vidvn naro yo na karoti garvam,
gu, ivhIna bhu vadyiNt -guair vihn bahu vdayanti.
(Mahbharta, I.6882.)
Belanga yang penuh berisi tidak bersuara. Belanga yang berisi setengah berisik. Orang
terpelajar tidak menunjukkan sifat yang angkuh. Tetapi orang yang kualitas dirinya
rendah banyak berbicara.
2. pro_ip ihtv' bN/ur(
Paro'pi hitava bandhur
bN/urPyiht" pr" bandurapyahita para,
Aihto deihjo Vyai/r(
ahito dehajo vydhir
ihtmrNymOs/m( -hitam aranyam ausadham.
(lokntara, 25 (51)
Walau ia orang lain tetapi bermaksud baik adalah keluarga. Walau keluarga tetapi kalau
bermaksud jahat adalah orang lain. Sebagai halnya penyakit, walaupun timbul dari diri
sendiri tidaklah menyenangkan. Sedangkan daun obat-obatan walaupun asalnya dari
hutan, sangatlah berharga.
3. yDixaixn" sNto
yaja-iaina santo
muCyNte svRikiLbzW" mucyante sarva-kilbiai,
.ute te Tv`' papa
bhujate te tv agha pp

15
ye pcNTyaTmkar,at( -ye pacanty tma-krat.
(Bhagavagt, III.13)
Ia yang memakan sisa yaja akan terlepas dari segala dosa. Tetapi ia yang memasak
makanan hanya bagi diri sendiri, sesungguhnya makan dosa.
4. sTyen Tti.ta .Uim"
Satyena uttabhit bhmi
sUyen Tti/ta O" Sryena uttabhit dyau,
ten AaidTyas( itZ#iNt
tena ditys tihanti
idiv smo Ai/ i[t" -divi samo adhi rita.
(Atharvaveda,XIV.1.1)
Kebenaran menyangga bumi. Matahari menyangga langit. Hukum alam menyangga
matahari, Tuhan Yang Mahakuasa meresapi seluruh lapisan udara yang meliputi bumi.
5. manuZy' dlR.' p[aPy
Mnuya durlabha prpya
ivuLlist cl' vidyullasita cacalam
.v=ye mit" kayRa
bhavakaye mati kry
.vopkrw,zu c
bhavopakaraeu ca
(Srasamuccaya,8)
Kelahiran menjadi manusia sulit dan cepat, seperti gerlapan kilat. Maka gunakanlah
sebaik-baiknya untuk melakukan perbuatan dharma, untuk mencapai kebebasan.
6. Ekenip supu]e,
Ekenapi suputrea
iv yuKten s/un vidya yuktena sadhuna,
Aidt' kul' sv|

16
ahladita kula sarva
yq cNde, svRin -yatha candrea sarvari.
(Canakya Nitisastra, III.16)
Sebagaimana bulan menerangi malam hari dengan cahayanya yang terang
menyejukkan. Begitulah seorang anak suputra yang berpengetahuan rohani, insaf akan
dirinya, dan bijaksana. Anak suputra ini menyebabkan seluruh keluarganya selalu
dalam bahagia.
7. suv,RpuZp' p*iqivm(
Suvarapuspam pthivim
.u"jiNt cTvro nr" Bhujanti catvaro nara,
pyD sur
upayajaca suraca
tiv" ip[yMvd" -ktavidya priyamvada.
(lokntara,10 (38)
Empat golongan manusia yang menikmati kebahagiaan hidup ini, yaitu orang yang
tahu tujuan dan cara hidup, orang yang pemberani, orang yang bijaksana, dan orang
yang pandai berbicara ramah dan menarik.
8. nXyiNt hVVy" kVyain
Nayanti havvya kavyni
nra,m ivjanta' Narama vijnat,
.SmI .Utezu ivp[ezu
bhasm bhteu vipreu
mohad( dTtain dat*i." -mohd dattni dtbhi.
(Manava Dharmaastra,III.97)
Persembahan kepada Dewa dan leluhur yang dilakukan oleh orang yang tidak tahu
peraturannya adalah sia-sia. Kalau memberi karena kebodohannya memberikan
bagiannya kepada Brahmana, persembahan itu tidak ada bedanya dengan abu.

17
IX. LOKA WAJIB PASANGAN DEWASA PUTRA
1. Tv' no Agne sn ye/nanam(
Tvam no agne sana yedhannm
yexs' ka' nuih Stvan' yeasa kru knuhi stavna,
?yam kmRapsa nven
dhyma karmpas navena
devWRva p*iqiv p[vRtMn"-devairdyav pthivi prarvatam na.
(gveda,I.31.8)
Oh Agni yang sangat dimuliakan, dengarkanlah nyanyian kami agar kami berhasil
memperoleh kekayaan. Kami akan membuat persembahan yang lebih baik. Oh Dewa
Langit dan semoga para Dewa melindungi kami.
2. v*Tten r+yte /moR
Vttena rakyate dharmo
iva yogen r+yte vidy yogena rakyate,
m*jya r+yte p'
mjay rakyate rpa
kul' ixlen r+yte -kula lena rakyate.
(Sarasamuccaya, 162).
Dharma dijaga dengan perbuatan yang baik. Pengetahuan dijaga dengan yoga. Wajah
dijaga dengan kebersihan. Sanak saudara dijaga dengan tingkah laku yang baik.

18
X. LOKA PILIHAN PASANGAN DEWASA PUTRA
1. y" puiZpi,Xc p[SvXc /mR,ai/
Ya pupiica prasvaca dharmadhi
dane VyvnIr /ary"dne vyavanra dhraya,
yXcasma Ajno ivuto idv
Yacsam ajano vidyuto diva
vRa Ai.t" saSyuKQy" -ururrv abhita ssyukthya.
(gveda II. 13.7)
Engkau dengan hukum yang langgeng melimpahkan air kemana-mana dan menebar
tanaman di ladang yang berbunga dan berbuah. Engkau menciptakan halilintar yang
dasyat di langit luas, meliputi ruang angkasa. Sepatutnyalah Engkau kami puja.
2. kmR<yeva_i/karSte
karmay evadhikras te
ma flezu kdacn m phaleu kadcana,
ma kmRflhetu.URr(
m karma-phala-hetur bhr
ma te so_STvkmRi, -m te sago stv akarmai.
(Bhagavagt, II.47)
Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan memikirkan hasil perbuatan itu. Jangan
sekali kali pahala jadi motifmu dalam bekerja. Jangan pula hanya berdiam diri tanpa
kerja.
3. yo /mRxIlo ijtmnrozo
Yo dharmalo jitamanaroo,
ivaivnIto n proptip vidy vinto na paropatp,
SvdrtuSt" prdrvijR
svadaratusta paradaravarji,
n tSy loke .ymiSt --

19
na tasya loke bhayamasti kincit.
(lokntara, 6 (16)
la yang setia pada kewajibannya, ia yang mengatasi kesombongan dan kemarahan, ia
yang bijaksana tetapi rendah hati, tak pernah menyakiti orang lain, puas dan setia pada
istrinya, dan hormat pada wanita lainnya, baginya tidak ada sesuatu pun yang perlu
ditakutinya di dunia ini.
4. ivzdPy m*t' g[m(
Viadapya mta grahyam
Ame?ydaip knm( amedhyadpi kacanam,
inxdaPyuTtmn( ivm(
niadpyuttaman vidyam
I r' dZkuldip -str-ratna dukuladapi.
(Canakya Nitiastra,I.16)
Saringlah amerta meskipun ada dalam racun, ambilah emas meskipun ada di dalam
kotoran. Pelajari pengetahuan keinsyafan diri walaupun dari seorang yang masih anakanak atau orang kelahiran rendah. Dan juga meskipun seorang wanita lahir di keluarga
yang jahat dan hina, tetapi kalau ia berkelakuan mulia bijaksana ia patut diambil
sebagai istri.
5. /mRaqR kam mo=ana'
Dharmrtha kma mokn
p[a,a" s'iSqit hetv" pr sasthiti hetava,
tiNn?nta ik' n ht'
tn nighnat ki na hata
r=a .UtihtaqRqa c -rak bhtahitrth ca.
(Sarasamuccaya, 135)
Dharma, artha, kama, dan moksa adalah dasar hidup ini. Orang yang menghancurkan
kehidupan berarti menghancurkan segala-galanya. Orang yang menjaga kehidupan itu
berarti menjaga kebaikan semua makhluk.
6. duam' v, paxmSmd(
uduttama varua pam asmad
Ava/m' iv m?ym' [qay -

20
avdhama vi madhyama rathya,
Aqa vymaidTy v[te
ath vayam ditya vrate
tvanagso Aidtye Syam -tav-ngaso aditaye syma.
(gveda,I.25.15)
Oh Tuhan yang maha mulia, lepaskan ikatan-ikatan yang membelenggu kami, ikatan
pada kepala, pinggang, dan kaki, agar dalam dunia-Mu kami kembali bebas dari dosa
dan dapat hidup bahagia.
7. ijit ri. Vya:yata
Dvijti rabhi vykhyt
devta nam nug[hI Devat nmanugrah
r.u yogyu
prabhuca yogayuktaca
Tvro_ Vyi.cir,"-Catvrovyabhicaria.
(lokntara,11 (64)
Keempat orang ini seharusnya tidak pernah goyah dalam melaksanakan kebenaran.
Yaitu Brahmana yang pandai, orang yang dapat anugerah dari dewa-dewa, raja, dan
orang yang telah mencurahkan hatinya dalam melakukan yoga.
8. tezu sMyg( vtRmano
Teu samyag vartamno
g^Ty mr loktm( gacchatya mara lokatam,
yqa sMkiLptaMCcen yath samkalpitmccena
svaRNkaman( smXnute -sarwn kmn samanute.
(Manava Dharmaastra,II.5)
Ketahuilah bahwa ia yang tekun melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah diatur
dengan cara yang benar akan mencapai tingkat kebebasan yang sempurna kelak dan
memperoleh semua keinginan yang mungkin ia inginkan.

21
XI. LOKA WAJIB PASANGAN DEWASA PUTRI
1. Av te helo v, nmoi.r(
ava te helo varua namo-bhir
Av yDei.rmhe hivi.R" ava yajebhir mahe havirbhi,
=ySm>ymsur p[ceta
kayann asma-bhyam asura pracet
rajena'is ix[q" tain -rjann ensi iratha ktni.
(gveda,I.25.14)
Dengan sujud menundukkan kepala, mempersembahkan korban yaja Oh Tuhan, kami
memohon kepada-Mu untuk melepaskan ikatan dari dosa-dosa kami. Oh Dewa yang
bijaksana dan Mahamulia, Engkau adalah raja alam semesta, lepaskanlah ikatan dosa
yang kami perbuat.
2. kamaTman" SvgRpra"
kmtmna svarga-par
jNmkmRflp[dam( janma-karma-phala-pradm,
iyaivxezbhula'
kriy-viea-bahul
.ogWyRgit' p[it -bhogaivarya-gati prati.
(Bhagavagt, II.43)
Mereka yang pikirannya penuh dengan keinginan akan kesenangan, dan sorga sebagai
tujuannya, inkarnasi sebagai pahala perbuatannya. Melakukan upacara-upacara yang
beraneka ragam dan banyak itu, dapat mengantar ke arah kebahagiaan dan kekuasaan.

22
XII. LOKA PILIHAN PASANGAN DEWASA PUTRI
1. kmeRidyai, s'yMy
Karmendriyi sayamya
y AaSte mnsa Smrn( ya ste manas smaran,
iNdyaqaRiNvmU!aTma
indriyrthn vimhatm
imQyacar" s Cyte -mithycra sa ucyate.
(Bhagavagt, III.6)
Ia yang duduk mengendalikan paca indranya, tetapi pikirannya ingat kenikmatan yang
menjadi objek indranya, sesungguhnya ia adalah orang munafik.
2. /mR" sda iht" p'sa'
Dharma sad hita pus
/mRWva[y" st'
dharmacaivrayah sata,
/mRLlokaS]yStat dharmallokstrayastta
p[v*Tt" scracra"
pravtta sacarcarh.
(Srasamuccaya, 18)
Dharma selalu membawa kebahagiaan. Dharma adalah tempat perlindungan yang
utama. Ketiga dunia bersama-sama dengan semua isinya, baik yang bergerak dan yang
tidak bergerak, mengalir dari dharma.
3. A/R' .ayRa mnuZySy
Ardha bhry manuyasya
.ayRa *Zqtm" s%a -
bhry thatama sakh,
.ayRa mUl' i]vgRSy
bhry mla trivargasya
.ayRa mUl' tu s'tte" -bhry mla tu satate.

23
(Mahbharta, I.3028).
Istri adalah setengah dari diri seorang suami. Istri adalah teman yang paling baik. Istri
adalah asal dari kekayaan, sikap lembut, dan kebajikan. Istri adalah asal dari keturunan.
4. .yI vcoR Aqo yso_qo
May varco atho yaso tho
yDSy yTpy" yajasya yatpaya,
tNmiy p[japitidRiv
tanmayi prajpatir divi
aimv Mhtu -dym iva ddamhatu.
(Atharvaveda VI.69.3)
Semoga kami mempunyai pikiran yang terang, kemasyuran, dan kekuatan seperti, yang
ada pada korban suci. Semoga Yang Maha Pencipta bersemayam dalam diri kami,
laksana sinar di langit.
5. AqRa g*he invtRNte
Arth ghe nivartante
Smxane im]vaN/va"smane mitravndhav,
sutMduSt' cWv
suktam duskta caiva
^aya vdnu gC^it -chy vadanu gacchati.
(lokntara, 13 (10)
Kekayaan itu hanya tertinggal di rumah setelah kita meninggal dunia. Kawan-kawan
dan sanak keluarga hanya mengantar sampai di kuburan. Hanya karmalah, yaitu
perbuatan baik atau buruk itu yang mengikuti jiwa kita sebagai bayangannya.
6. veda>yasStpoDan'
Vedbhysas tapo jna
iNdyana' c sMym"Indriyn ca samyama
Aih'sa gu seva c

24
ahis guru sev ca
in[eyskr' prm( -nireya sakara param.
(Manava Dharmaastra,XII.83)
Mempelajari Veda, melakukan tapa, mencari pengetahuan yang benar, mengendalikan
panca indra, tidak melukai makhluk, dan melayani guru adalah cara yang terbaik untuk
mencapai kebebasan yang tertinggi.
7. dVyyDaStpoyDa
dravya-yajs tapo-yaj
yogyDaStqapre yoga-yajs tathpare,
Sva?yayDanyDa
svdhyya-jna-yaja ca
yty" s'ixt v[ta" -yataya saita-vrat.
(Bhagavadgt,IV.28)
Ada yang ber-yaja harta, ber-yaja tapa, ber-yaja yoga, dan yang lain ada pula yang
beryaja dengan pengekangan diri, svdhyaya (belajar mandiri), dan ber-yaja
pengetahuan. Demikianlah orang yang taat dalam tapanya dan selalu terkendali.
8. ATmn" riqn' ivi
tmana rathina viddhi
xrIr' rqmev tu arra ratham eva tu,
bui' tu sriq' ivi
buddhi tu sarathi viddhi.
mn" p[g[hmev c -manah pragraham eva ca.
(Katha Upanisad, I.3)
Ketahuilah bahwa Sang Diri adalah Tuannya kereta. Badan adalah kereta. Ketahuilah
bahwa kebijaksanaan itu adalah kusir dan pikiran adalah tali kekangnya.
---SRD---

25

NASKAH LOKA (MENGHAFAL)


UDG NASIONAL 2017
I.

PESERTA ANAK-ANAK PUTRA/PUTRI


BHAGAVADGT ADHYAYA III LOKA 1 s.d. 30
OLEH GD. PUDJA, M.A.,S.H

III - 1.
Arjuna uvca :
jyyasi cet karmaas te
mat buddhir janrdana,
tat ki karmai ghore
m niyojayasi keava.
Arjuna berkata :
Wahai Janrdana, kalau Engkau berpikir bahwa pengetahuan lebih mulia daripada kerja,
mengapa Engkau menganjurkan kepadaku melakukan perbuatan yang kejam ini, wahai
Keava?
III - 2.
Vymireeva vkyena
buddhi mohayasva me,
tad eka vada nicitya
yena reyo ham pnuym.
Ajaranmu agak membingungkan pikiranku, oleh karena itu ajarkanlah kepada saya jalan yang
meyakinkan, yaitu jalan satu-satunya yang dapat saya lakukan.
III - 3.
rbhagavn uvaca:
loke smin dvi-vidh nih
pur prokt maynagha,
ja-yogena snkhyn
karma-yogena yoginm.
rbhagavn bersabda :
Sejak dahulu telah kukatakan, wahai Anagha, ada dua disiplin, yaitu jalan pengetahuan bagi
cendekiawan (dan) jalan kerja bagi yang giat.
III - 4.
Na karmam anrambhn
naikarya puruo snute,
na ca sanyasand eva

26
siddhi samadhigacchati.
Tanpa kerja orang tak akan mencapai kebebasan. Demikian juga ia tak akan mencapai
kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja.
III - 5.
Na hi kacit kaam api
jtu tihaty akarma-kt,
kryate hy avaa karma
sarva prakti-jair guai.
Walaupun untuk sesaat tak seorangpun mampu untuk tidak berbuat, karena setiap manusia
dibuat tak berdaya oleh hukum alam yang memaksanya bertindak.
III - 6.
Karmendriyi sayamya
ya ste manas smaran,
indriyrthn vimhtm
mithycra sa ucyate.
Ia yang duduk mengendalikan panca indranya tetapi pikirannya ingat kenikmatan yang
menjadi objek indranya, sesungguhnya ia adalah orang munafik.
III - 7.
Yas tv indriyn manas
niyamyrabhate rjuna,
karmendriyai karma-yogam
asakta sa viiyate.
Sesungguhnya orang yang dapat mengendalikan paca indranya dengan pikiran. Wahai
Arjuna, dengan panca indranya bekerja tanpa keterikatan, ia adalah orang yang sangat
dihormati.
III - 8.
Niyata kuru karma tva
karma jyyo hyakarmaa,
arra-ytrpi ca te na
prasiddhyed akarmaa.
Bekerjalah seperti yang telah ditentukan. Sebab berbuat lebih baik daripada tidak berbuat,
dan bahkan tubuhpun tak akan berhasil terpelihara tanpa berkarya.
III - 9.
Yajartht karmao nyatra
loko ya karma-bandhana,
tad-artham karma kaunteya
mukta-saga samcara.
Dan tujuan berbuat yaja itu menyebabkan dunia ini terikat oleh hukum karma. Karena itu
wahai Arjuna, bekerjalah tanpa pamrih, tanpa kepentingan pribadi, wahai Kuntiputra.
III - 10.

27
Saha-yaj praj sv
purovca prajpati,
anena prasaviyadhvam ea
vo stv ia-kma-dhuk.
Sesungguhnya sejak dahulu dikatakan bahwa Tuhan setelah menciptakan manusia melalui
yaja. Tuhan bersabda dengan cara ini engkau akan berkembang, sebagaimana sapi perah
yang memenuhi keinginanmu sendiri.
III - 11.
devn bhvayatnena
te dev bhvayantu va,
paraspara bhvayanta
reya param avpsyatha.
Adanya para dewa adalah karena ini. Semoga mereka menjadikan engkau demikian. Dengan
saling memberi engkau akan memperoleh kebajikan paling utama.
III - 12.
ian bhogn hi vo dev
dsyante yaja-bhvit,
tair dattn apradyaibhyo
yo bhukte stena eva sa.
Sesungguhnya keinginan untuk mendapat kesenangan telah diberikan kepadamu oleh para
dewa karena yaja-mu. Sedangkan ia yang telah memperoleh kesenangan tanpa ber-yaja
sesungguhnya adalah pencuri.
III - 13.
yaja-iina santo
mucyante sarva-kilbiai,
bhujate te tv agha pp
ye pacanty tma-krat.
Ia yang memakan sisa yaja akan terlepas dari segala dosa. Tetapi ia yang memasak makanan
hanya bagi diri sendiri sesungguhnya makan dosa.
III - 14.
annd bhavanti bhtni
parjanyd anna-sambhava,
yajd bhavati parjanyo
yaja karma-samudbhava.
Adanya mahluk hidup karena makanan. Adanya makanan karena hujan. Adanya hujan karena
yaja. Adanya yaja karena karma.
III - 15.
karma brahmodbhava viddhi
brahmkara-samudbhavam,
tasmt sarva-gata brahma

28
nitya yaje pratihitam.
Ketahuilah, adanya karma adalah karena Brahma yang ada dari Yang Maha Abadi. Oleh
karena itu Brahma yang melingkupi semua ini selalu berkisar di sekitar persembahan.
III - 16.
ev pravartita cakra
nnuvartayatha ya,
aghyur indriyrmo
mogha prtha sa jvati.
Demikianlah sebab terjadinya perputaran roda semesta. Dan ia yang tak ikut dalam
perputarannya itu berbuat jahat. Orang yang selalu berusaha memenuhi nafsu indranya,
sesungguhnya ia hidup dalam sia-sia, wahai Prtha.
III - 17.
yas tv tma-ratir eva syd
tma-tpta ca mnava,
tmany eva ca santuas
tasya krya na vidyate.
Ia yang bersenang hati pada Sang Diri. Terpuaskan dengan Sang Diri dan terpusatkan pada
sang Diri-nya itu, sesungguhnya baginya tidak ada kewajiban yang harus dilakukan.
III - 18.
na iva tasya ktenrtho
n kteneha kacana,
na c sya sarva-bhteu
kacid artha-vyapraya.
Baginya, di dunia ini tak ada tujuan yang dicari dengan melakukan kegiatan kerja. Ataupun
merasa rugi karena tidak bekerja. Ataupun ia tidak merasa tergantung lagi pada siapapun
juga.
III - 19.
tasmd asakta satata
krya karma samcara,
asakto hy caran karma
param pnoti prua.
Oleh karena itu, laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban tanpa terikat pada akibatnya.
Sebab dengan melakukan kegiatan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya
akan mencapai yang utama.
III - 20.
karmaaiva hi sasiddhim
sthit janakdayah,
loka-sagraham evpi
sapayan kartum arhasi.
Sesungguhnya dengan kerja itu saja prabu Janaka dan lainnya mencapai kesempumaan.
Terpeliharanya dunia sesungguhnya demikian juga. Engkau hendaknya memperhatikan cara
dalam melakukan kerja.

29
III - 21.
yad-yad carati rehas
tat-tad evetaro jana,
sa yat prama kurute
lokas tad anuvartate.
Apapun juga kebiasaan baik yang Aku lakukan, orang lain juga akan mengikutinya. Teladan
apapun yang Aku lakukan dunia akan mengikutinya.
III - 22.
na me prthti kartavya
triu lokeu kicana,
n navptam avptavya
varta eva ca karmai.
Tak ada pekerjaan yang harus Aku kerjakan diketiga dunia ini, atau yang belum Aku capai.
Wahai Arjuna, tetapi Aku tetap sibuk dalam kegiatan kerja.
III - 23.
yadi hy aha na varteya
jtu karmay atandrita,
mama vartanuvartante
manuy prtha sarvaa.
Sebab kalau Aku tidak selalu bekerja tanpa henti-hentinya, orang tidak akan mengikuti jalanKu itu dalam segala bidang apapun juga.
III - 24.
utsdeyur ime lok na
kury karma ced aham,
sakarasya ca kart sym
upahanym im praj.
Dunia ini akan hancur jika Aku tidak bekerja. Aku akan menjadi pencipta kekacauan ini dan
memusnahkan manusia ini semua.
III - 25.
sakth karmay avidvso
yath kurvanti bhrata,
kuryd vidvs tathakta
cikrur loka-sagraham.
Seperti orang dungu yang bekerja karena keterikatan atas kerja mereka. Demikianlah
harusnya orang pandai bekerja tanpa kepentingan pribadi. Wahai Bhrata, melainkan
bekerjalah untuk kesejahteraan manusia dan memelihara ketertiban sosial.
III - 26.
na buddhi-bheda janayed
ajna karma-saginm,
joayet sarva-karmi
vidvn yukta samcaran.

30
Mereka yang bijaksana janganlah membingungkan yang bodoh yang terikat pada kegiatan
kerja. Melainkan mengajak semuanya bekerja dan bekerja sama atas dasar itu.
III - 27.
prakte kriyamni
guai karmi sarvaa,
ahakara-vimhtm
kartham iti manyate.
Sesungguhnya setiap perbuatan yang dilakukan disebabkan oleh sifat naluri, tetapi orang
yang bingung karena ke-aku-annya berpikir aku inilah pelaksananya.
III - 28.
tattva-vit tu mah-bho
gua-karma- vibhgayo,
gu guesu vartanta
iti matv na sajjate
Tetapi ketahuilah, wahai Arjuna, bahwa mereka yang mengetahui kebenaran, karakter, dan
perbedaan antara gua karma dan bekerja berdasar sifat kerja. Dengan demikian ia bebas dari
keterikatan itu.
III - 29.
prakter gua-samh
sajjante gua-karmasu,
tn aktsna-vido mandn
ktsna-vin na viclayet.
Mereka yang tertipu oleh sifat dari prakti, terikat pada fungsi dari gua. Tetapi orang yang
berpengetahuan sempurna hendaknya jangan sampai menyesatkan mereka yang
pengetahuannya belum sempurna.
III - 30.
mayi sarvni karmni
sanysydhytma-cetas,
nirr nirmamo bhtv
yudhyasva vigatajvara.
Pasrahkan semua kegiatan kerjamu itu kepada-Ku, dengan pikiran terpusat pada sang tman.
Bebaskan dirimu dari nafsu keinginan dan ke-akuan, berperanglah, enyahkan rasa gentarmu
itu.

31
II.

PESERTA REMAJA PUTRA/PUTRI


BHAGAVADGT ADHYAYA IV LOKA 1 s.d. 30
OLEH GD. PUDJA, M.A.,S.H

IV - 1.
r bhagavn uvca:
ima vivasvate yoga
proktavn aham avyayam,
vivasvn manave prha
manur ikvkave bravt.
r Bhagavn bersabda :
Ajaran yang abadi ini Aku turunkan kepada Vivasvan, Vivasvn mengajarkan kepada Manu,
dan Manu menerangkannya kepada Ikvaku.
IV - 2.
eva parapar-prptam
ima rjarayo vidu,
sa kleneha mahat
yogo naa parantapa.
Wahai Arjuna, demikianlah ajaran ini diteruskan turun-temurun. Para raja resi
mengetahuinya. Akan tetapi ajaran ini lenyap di dunia bersamaan dengan berlalunya masa
yang amat panjang.
IV - 3.
sa evya may te dya
yoga prokta purtana,
bhakto si me sakh ceti
rahasya hy etad uttamam.
Yoga yang tua itu pulalah yang Aku ajarkan kepadamu sekarang. Sebab engkau adalah
pengikut dan kawan Ku. Sesungguhnya ajaran ini sangat rahasia.
IV - 4.
arjuna uvca :
apara bhavato janma
para janma vivasvata,
katham etad vijny
tvam dau proktavn iti.
Arjuna berkata :
Kelahiran-Mu baru belakangan ini, sedang kelahiran Vivasvan adalah lebih dahulu,
bagaimana aku dapat mengerti bahwa Engkau mengajarkannya ajaran ini pada jaman
dahulu ?.
IV - 5.
r bhagavn uvca :
bahni me vyattni

32
janmni tava crjuna,
tny aha veda sarvi
na tvam vettha parantapa.
r Bhagavn bersabda :
Banyak kelahiran-Ku dimasa lalu, demikian pula kelahiranmu, Arjuna. Semuanya ini Aku
mengetahuinya, tetapi engkau sendiri tidak, wahai Arjuna.
IV - 6.
ajo pi sann avyaytm
bhtnm varo pi san,
prakti svm adhihya
sambhavmy tma-myay.
Walaupun Aku tak terlahirkan, kekal dan Aku adalah vara dari semua mahluk. Aku
menjadikan diri Ku sendiri dan menjadi ada dengan kekuatan my-Ku.
IV - 7.
yad yad hi dharmasya
glnir bhavati bhrata,
abhyutthnam adharmasya
tadtmna sjmy aham.
Sesungguhnya, manakala dharma berkurang kekuasaannya dan tirani hendak merajalela,
wahai Arjuna, saat itu Aku ciptakan diriku sendiri.
IV - 8.
paritrya sdhn
vinya ca duktm,
dharma-sasthpanrthya
sambhavmi yuge yuge.
Untuk melindungi orang-orang baik dan untuk memusnahkan orang yang jahat, Aku lahir ke
dunia dari masa ke masa, untuk menegakkan dharma.
IV - 9.
janma karma ca me divyam
eva yo vetti tattvata,
tyaktv deha punarjanma
naiti mm eti so rjuna.
Dia yang mengetahui sifat kelahiran ilahi-Ku itu dan bekerja dengan sinar kebenaran, tidak
akan menjelma lagi selelah meninggalkan badan jasmaninya dan datang kepada-Ku, wahai
Arjuna.
IV - 10.
vta-rga-bhaya krodh
man-may mm uprit,
bahavo jna-tapas
pt mad-bhvam gat.

33
Terlepas dari hawa nafsu, rasa takut dan kemarahan, selain memikirkan-Ku dan berlindung
pada-Ku, dan ia yang disucikan oleh pengetahuan, banyak yang telah mencapai diri-Ku.
IV - 11.
ye yath m prapadyante
ts tathaiva bhajmy aham,
mama vartmnuvartante
manuy prtha sarvaa.
Bagaimana pun jalan manusia mendekati-Ku, Aku terima, wahai Arjuna. Manusia mengikuti
jalan-Ku dengan segala cara.
IV - 12.
kkanta karma siddhi
yajanta iha devat
kipra hi mnue loke
siddhir bhavati karma-j.
Mereka yang menginginkan hasil dari pekerjaannya di dunia ini, menyembah para Dewa,
karena hasil dari sesuatu pekerjaan adalah mudah sekali didapat di dunia ini.
IV - 13.
ctur-varyam may sa
gua-karma-vibhgaa,
tasya kartram api mm
viddhy akartram avyayam.
Caturvara adalah ciptaan-Ku menurut pembagian kualitas dan kerja. Tetapi ketahuilah
bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku.
IV - 14.
na mm karmi limpanti
na me karma-phale sph,
iti m yo bhijnti
karmabhir na sa badhyate.
Karma tidak menodai-Ku, Aku juga tidak mengharapkan pahala kerja. Sesungguhnya mereka
yang mengetahui hal seperti itu, ada pada-Ku, dan ia tidak lagi terikat oleh karma.
IV - 15.
eva jtv kta karma
prvair api mumukubhi,
kuru karmaiva tasmt tva
prvai prvatara ktam.
Jadi dengan mengetahui ini, orang pada jaman dahulu telah melaksanakan perbuatan itu
untuk mencapai moka. Karena itu, engkau hendaknya bekerja seperti mereka bekerja pada
jaman dahulu.
IV - 16.

34
ki karma kim akarmeti
kavayo py atra mohit,
tat te karma pravakymi
yaj jtv mokyase ubht.
Apakah karma itu dan apa akarma itu ? Para cendekiawan pun bingung. Ini akan Aku
nyatakan dan setelah engkau mengetahuinya, akan terbebas dari kejahatan.
IV - 17.
karmao hy api boddhavya
boddhavya ca vikarmaa,
akarmaa ca boddhavya
gahan karmao gati.
Orang harus mengerti tentang karma. Demikian pula untuk membedakan tentang karma yang
terlarang. Demikian pula makna tidak ber-karma. Karena sesungguhnya tidak jelas jalannya
karma itu.
IV - 18.
karmay akarma ya payed
akarmai ca karma ya,
sa buddhimn manuyeu
sa yukta ktsna-karma-kt.
Dia yang melihat tanpa kegiatan pada kegiatan kerja, kerja dalam tak bekerja, ia
sesungguhnya orang bijaksana di antara manusia. Ia mampu memperbaiki diri dan bekerja
dengan sempurna.
IV - 19.
yasya sarve samrambh
kma-sakalpa-varjit,
jngni-dagdha-karma
tam hu paita budh.
Ia yang bekerja dalam semua kerjanya tidak terikat oleh motif karma. Ia yang karmanya
terbakar oleh api pengetahuan, sesungguhnya adalah orang bijaksana yang disebut pendeta.
IV - 20.
tyaktv karma-phalsaga
nitya-tpto nirraya,
karmay abhipravtto pi
naiva kicit karoti sa.
Menjauhkan diri dari keterikatan akan hasil perbuatan, selalu gembira, tak terikat kepada
siapapun juga, walaupun ia tekun terus-menerus bekerja, sesungguhnya ia tidak melakukan
apa-apa.
IV - 21.
nirr yata-citttm
tyakta-sarva-parigraha,
rra kevala karma

35
kurvan npnoti kilbiam.
Tanpa mengharapkan suatu apa pun, dengan pikiran dan hati terkendali, dan rela melepaskan
segala miliknya, walaupun sibuk dalam kegiatan kerja jasmani, dia tidak berdosa.
IV - 22.
yadcch-lbha-satuo
dvandvtto vimatsara,
sama siddhv asiddhau
ca ktvpi na nibadhyate.
Ia yang puas dengan apa pun yang diperolehnya, bebas dari pertentangan dualisme. Ia tidak
iri hati, seimbang dalam keberhasilan dan kegagalan, walaupun bekerja, ia tidak terikat.
IV - 23.
gata-sagasya muktasya
jnvasthita-cetasa,
yajycaratah karma
samagra pravilyate.
Pekerjaan dari orang yang sudah terlepas dari ikatan kepamerihan diri pribadi, dengan pikiran
terpusat di dalam pengetahuan, melakukan pekerjaan hanya sebagai yaja, segala kerjanya
bebas dari hukum karma.
IV - 24.
Brahmrpaa brahma havir
brahmgnau brahma hutam,
brahmaiva tena gantavya
brahma-karma-samdhin.
Brahman adalah persembahan itu, Brahman adalah mentega yang dipersembahkan pada api
Brahman. Hanya karena Brahmanlah ia yang mengetahui Brahman hadir dalam kegiatan
kerjanya.
IV - 25.
daivam evpare yaja
yogina paryupsate,
brahmgnv apare yaja
yajenaivopajuhvati.
Beberapa orang yogi hanya mempersembahkan kurban kepada para dewa, yang lain
mempersembahkan sang diri sebagai kurban oleh sang diri ke dalam api Brahman.
IV - 26.
rotrdnndriyy anye
sayamgniu juhvati,
abddn viayn anya
indriygniu juhvati.
Beberapa orang mempersembahkan pendengaran dan indra lain sebagai kurban dalam api
pengekangan, sementara yang lain mempersembahkan suara, obyek indra lainnya pada api
indra.

36

IV - 27.
sarvndriya-karmi
pra-karmi cpare,
tma-sayama-yoggnau
juhvati jna-dpite.
Dan yang lain mengurbankan segala fungsi indra dan fungsi pernafasan dalam api yang
dinyalakan oleh pengetahuan dari yoga pengendalian diri.
IV - 28.
dravya-yajs tapo-yaj
yoga-yajs tathpare,
svdhyya-jna-yajas ca
yataya saita-vrat.
Ada yang ber-yaja harta, ber-yaja tapa, ber-yaja yoga, dan yang lain ada pula yang beryaja dengan pengekangan diri, belajar sendiri, dan yaja pengetahuan. Demikianlah orang
yang taat dalam tapanya dan pengendalian diri.
IV - 29.
apne juhvati pram
pre pna tathpare,
prpna-gat ruddhv
prnyma-parya.
Ada pula yang melakukan persembahan dengan pryma, yaitu dengan mengendalikan
keluar dan masuk nafas, dengan tujuan pengendalian arus pra dan apa, mereka berbuat
sebagai kebaktian.
IV - 30.
apare niyathr
prn praeu juhvati,
sarve py ete yaja-vido
yaja-kapita-kalma.
Lainnya, ada yang dengan mengendalikan makanan, mempersembahkan pra dalam pra.
Mereka ini semua yang mengetahui yaja, dan dengan yaja mereka melenyapkan dosa
mereka.

37
III.

PESERTA DEWASA PUTRA/PUTRI


SRASAMUCCAYA LOKA 41 s.d 70
OLEH I NYOMAN KAJENG Dkk.
41
Na tataparasya sandadhyt
pratikulam yadtmanah,
ea samkepato dharma
kmdanyat pravartate.
Janganlah lakukan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan pada dirimu. Ini
singkatnya adalah dharma. Semua selain itu disebabkan oleh nafsu.

42
Ye tu citah suniyath
Satyrjavaparyah,
dharmyam panthnamrhas
tem prttam samcara.
Ikutilah perilaku orang yang bijaksana, orang yang jujur, orang yang dapat mengendalikan
hawa nafsunya, orang yang mengabdi pada kebenaran dan kesederhanaan, dan orang yang
sedang menapak jalannya dharma.
43
Sarvato bhrmyamnaya
dharmasya rathacakravat
vevsutasyeva piturnicayo
nopalabhyate.
Dharma menyelusup dan mengelilingi seluruh yang ada, seperti putaran cakra, tidak ada
yang mengetahuinya, seperti anak perempuan nakal tidak diketahui bapaknya. Sesungguhnya
sangat sukar untuk mengetahui dan melaksanakan dharma.
44
ruyatm dharmasarvasvam
rutv caivopadhryatm,
atmanah pratiklni
na paresm samcara.
Dengarlah saripati ajaran dharma, Dan setelah mendengar peganglah ia, Apa yang tidak
menyenangkan dirimu sendiri, janganlah kamu lakukan itu pada orang lain.
45
Pulak iva dhnyeu
puttik iva pakiu,
tdraste manuyeu yem
dharmo na kraam
Manusia yang tidak melakukan perbuatan dharma seperti padi hampa atau telur busuk,
kenyataan ada namun tidak ada gunanya.

38

46
Mriyante janmanorthya
jyante maranya ca,
na dharmtham na krmatham
tniva pthagjanh
Orang yang tidak tahu filsafat, tidak mengerti hakekat dharma, tidak tahu mengendalikan
nafsu, tujuannya hidup hanyalah untuk mati, tujuan matinya untuk lahir lagi, ia tiada bedanya
dengan rumput yang mati untuk tumbuh kembali, dan tumbuhnya hanya untuk menunggu
matinya.
47
Ye tu dharmmamayante
buddhimohnvita janh,
apath gacchatm tem
auytpi piyate.
Orang ingkar akan perbuatan dharma, karena angkuhnya. Jika perbuatan adharma yang
dilakukannya, pasti kesedihan yang akan dialaminya.
48
Adharmarucayo mandstiryaggati
paryah kocchrm,
yonimanuprpya na
vindanti sukham janh.
Orang bodoh senantiasa menyalahi dharma. Setelah ia lepas dari neraka menitis menjadi
binatang. Bila kelahirannya kemudian meningkat, menitis menjadi orang yang hina dan tidak
mengalami kesenangan.
49
Dhanasya yasya rjato bhayan
na csti coratah mrtam,
ca yanna muncati
samarjayasva taddhanam
Harta kekayaan yang tidak dapat dirampas, tak dapat dicuri, dan yang mengikuti anda waktu
mati. harta kekayaan itulah patut diusahakan untuk memperolehnya.
50
Dharmaccennvasideta
kaplenpi jivatah,
dhyosmtyavagantavyam
dharma vitt hi sdhavah.
Biarpun sangat miskin dan hidup dari mengemis, jika tetap yakin dan kuat melakukan
dharma, itulah yang patut dicari. Dharma adalah harta kekayaan yang tidak dapat dicuri,
dirampas, dan merupakan kekayaan orang saleh,

39
51
Dharmamcarato vttiryadi
nopagamiyati,
na nama kin ilonchmbu
kdyapi vipatsyate.
Orang yang tekun melaksanakan dharma tidak mungkin tidak memperoleh penghidupan.
Mustahillah tidak memperoleh makanan, sayur-sayuran dan air. Segala sesuatu mudah
diperolehnya yang seakan-akan menawarkan diri untuk menjadi santapan beliau.
52
Santi kayaranyeu
andyaca vimaladaka,
candrah smnyadpoyam
vibhavaih kin prayojananm.
Banyak tumbuh-tumbuhan di hutan yang daunnya boleh dimakan, sungai-sungai jernih
airnya, penerangannya adalah bulan. Oleh karena itu sebenarnya tidak ada gunanya matimatian mengejar kekayaan duniawi, karena mungkin ia akan menghambat dan membuangbuang waktu saja.
53
Vyprtenpi hi svrthah
kriyate cntarentare,
medhr pepi hi bhramyan
grsam grsam karoti gauh.
Meskipun sibuk terengah-engah dalam pelaksanaan dharma, sambilkanlah berusaha mencari
harta, sebagai halnya lembu yang sedang berisi gandar bajak di punggungnya, berkeliling di
sawah, disambilkan mencabut rumput yang ada didekatnya, karena itu ia menjadi senang.
54
Buddhena ntadntena
nityamabhyutthittman,
dharmasya gatiranveya
matsyasya gatirapsviva.
Dharma itu amat mulia, amat rahasia pula, tidak bedanya dengan jejak ikan di dalam air,
namun dituntut juga oleh sang pandita dengan ketenangan, kesabaran, keteguhan iman, dan
terus diusahakannya.
55
brhmanah ksatriyo vaiyastrayo
varn dvijtayah,
caturtha ekajtiyah sdro
nstha pacamah.
Brahmana, ksatria, dan wesia, ketiga golongan itu sama-sama dwijati. Adapun sudra yang
merupakan golongan ke-empat, disebut ekajati. Itulah yang disebut caturwarna. Tidak ada
golongan yang kelima.

40

56
adhyta brhmano vaiyajeta
dadydiyt trthamukhyni caiva,
adhypayedyjayecchpi yjyn
pratigrahan va vihitnupeyt
Dharma brahmana adalah mempelajari Veda, mengadakan upacara pujaan, memberikan
amal sosial, berkunjung ke tempat-tempat suci, memberikan ajaran-ajaran kebenaran,
memimpin upacara, dan dibenarkan menerima derma.
57
dharmaca satyam ca tapo damaca
vimatsaritvam hrstitiksanasuya,
yajca dnam a dhrtih kam ca
mahavratani dvadaa vai brhmanasya.
Dharma, satya tapa, dama, wimarsaritwa, hrih, titiksa, anusuya, yajna, dana, dhrti, ksama,
itulah duabelas brata utama brahmana.
58
adhtya vedn parisamstitya cgninistv
yajaih playitv prajaca,
bhrtyan bhtva jatisambandhinaca
dnam dattv ksatriyah svargameti.
Ksatria harus mempelajari Veda, melakukan korban api suci, kebaktian, menjaga keamanan
negara, mengenal bawahan, sanak keluarga dan kerabatnya, memberikan sedekah. Dengan itu
sorga akan diperolehnya kelak.
59
vaiyoshitya brmant ksatriydv
dhanaih kalesam bivhajyritamca,
tretprvan dhmamaghrya punyam
pretya svarge devasukh bhinukte.
Waisya harus belajar dari brahmana, maupun dari ksatria. Hendaklah memberikan sedekah
pada saatnya. Pada waktu persedekahan tiba pada hari yang baik, hendaklah ia membagibagikan sedekah kepada semua orang yang meminta bantuan kepadanya. Perbuatan
demikian menyenangkan para dewa dan mengantarnya ke alam sorga kelak
60
brahma katram vaiyavarnam ca
udrah kramenaitn nyyatah pujyamnah,
tuevetesvavyatho dagdhapaps
tyaktv deham siddhimiamllabheta.
Sudra setia pengabdi kepada brahmana, ksatria dan waisya, apabila ketiga golongan yang
dilayani olehnya puas, maka terhapuslah dosanya dan berhasil segala usahanya.
61

41
rj bhirur brhmanah sarvabhako
vaiyonhvn hnavarnolasaco,
vidvnacilo vttahnah kulnah
bhrasto brhmaah str ca du.
Raja yang pengecut, brahmana doyan segala makanan, waisya yang tidak melakukan
pekerjaan berniaga, berjual beli dan sebagainya, sudra yang enggan, tidak suka mengabdi
kepada triwarna, pandita yang bertabuat jahat, orang berkelahiran nyeleweng dari hidup
sopan santun, brahmana yang curang dan wanita yang bertabiat nakal dan berlaku jahat pasti
akan masuk neraka.
62
rgi muktah pecamnah svahetormrkho
vakta nipahinam ca rastram,
ete sarve cocyatam yanti rajan
yacamuktah snehahnah prajasu.
Orang-orang ingin memperoleh kelepasan, akan tetapi tidak lenyap nafsu berahinya,
memasak makanan hanya untuk dirinya sendiri saja, mencemarkan tempat-tempat suci,
kerajaan tanpa raja, seorang ayah tidak mengasihi anak-anaknya, tidak memperdulikan
keadaan masyarakat, pasti akan menemui malapetaka.
63
rjavam cnamsyam ca
damccendriyanigrahah,
esa sdharao dharmacatur
pvarye bravnmanuh
rjawa, anrangsya, dama, dan indriyanigraha, keempat perilaku itulah yang harus
dibiasakan oleh sang caturwarna. Demikian sabda Bhatara Manu.
64
ahins satyavacana sarvabhtsu
srjavam kam,
caivpramdaca yasyaite
sa sukham bhavet.
Tidak menyakiti, berkata jujur, tulus hati kepada semua mahluk, sabar dan berhati-hati,
pemilik semua ini adalah orang yang bahagia.
65
Sarva jihmama mtyu
Padamrjava brhmana
padam etavn javisaya
kin pralpa kariyate.
Ketidak jujuran itu adalah alam maut. Apabila rjawa adalah dasar perbuatan itu, tentu
Brahmaloka yang di capai, yaitu tempat menikmati kebebasan. Demikianlah keseluruhan
jalan ikhtiar. Tiada guna banyak bicara dan itulah yang merupakan dasar kekuatan pikiran.

42

66
namsyam paro dharmah
kam caparamam balam,
tmajnam param jnam
satyavratam param vratam.
Tidak menyakiti adalah dharma yang paling mulia. Kesabaran adalah kekuatan yang paling
tinggi. Pengetahuan tentang diri adalah pengetahuan yang tertinggi. Janji pada kebenaran
adalah janji yang paling mulia.
67
kaakan kpamagnin
ca vaijayanti sad narh,
tath namsakarmam
varjayanti nardhanam.
Nrangsa tidak disukai dalam masyarakat. Orang yang papa hina sekalipun tidak
menyukainya. Sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api.
68
dnddamo viio
hi danamunnatikraam,
data kupyati no dntas
tasmddant paro damah.
Dama lebih utama dari dana. Orang yang memiliki ketenangan hati, niscaya ia tidak tersesat,
karena senantiasa sadar. Oleh karena itu lebih utama dama daripada dana.
69
nodakaklinnagtro hi
snta ityabhidhyate,
sa snto yo damasnta
sa bhybhyantara uci
Bukan orang yang tubuhnya basah karena dibasuh dengan air, disebut mandi. Melainkan
orang yang disebut sungguh-sungguh mandi adalah yang memiliki dama. Beliaulah orang
yang benar-benar mandi dan suci bersih lahir bathin.
70
na hyati mahatyarthe
vyasane ca na ocati,
yo va parimitaprajnh
sa dnta iti krttyate.
Tidak bohong, tidak bergirang hati jika mengalami kesenangan, tidak bersedih hati sekalipun
tertimpa kedukaan, sanggup menasehati dirinya sendiri, karena Beliau memiliki dama disebut
danta.
---SRD---