Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PERILAKU DALAM ORGANISASI


Sistem pengendalian manajemen (MCS) yang baik a/ mampu mempengaruhi perilaku sehingga memiliki tujuan
yang selaras dengan organisasi.
Tujuan utama MCS a/ memastikan sejauh mungkin tingkat keselarasan tujuan (goal congruence) yg tinggi.
Faktor2 informal yg mempengaruhi keselarasan tujuan:
a. Faktor Eksternal (norma2 mengenai perilaku yg diharapkan dlm masy, dimana organisasi menjadi bagiannya)
b. Faktor Internal:
Budaya
Gaya manajemen (sebuah institusi a/ perpanjangan bayangan seseorg)
Organisasi informal
Persepsi dan komunikasi
Sistem2 formal yg mempengaruhi keselarasan tujuan:
a. Sistem pengendalian manajemen
b. Aturan2 (seperangkat tulisan yg memuat semua jenis instruksi dan pengendalian). Jenis aturan : pengendalian
fisik, manual, pengamanan sistem, sistem pengendalian tugas
c. Proses kendali secara formal
Jenis2 organisasi:
a. Struktur fungsional, manajer bertanggung jwb atas fungsi2 terspesialisasi.
Keuntungan : efisiensi
Kelemahan : ketidakjelasan dlm menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah; penyelesaian
perselisihan antar manajer dari fungsi berbeda hanya dpt diselesaikan ditingkat atas; tdk memadai untuk diterapkan
pada perusahaan dgn prodk & pasar yg beragam; menciptakan sekat2 bagi tiap fungsi yg dimiliki. Ex: divisi2
unilever
b. Struktur unit bisnis, manajer bertanggung jawab atas aktivitas2 dr masing2 unit, unit bisnis sebagai bagian semi
independen dari perusahaan. Ex: unilever
Keuntungan : para manajer unit bisnis dapat membuat keputusan2 produksi & pemasaran yg lebih baik
dibandingkan dgn cara yg diputuskan oleh pusat, dapat dengan cepat memberikan reaksi terhadap ancaman atau
peluang baru.
Kelemahan : kemungkinan masing2 staf unit bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan yg dlm organisasi
fungsional, dikerjakan dikantor pusat ; perselisihan diantara unit2 bisnis dalam organisasi unit bisnis.
c. Struktur matriks, unit2 fungsional punya tanggung jawab ganda.
Implikasi terhadap rancangan sistem
a. Seorang perancang sistem, harus mencocokan sistem kedalam organisasi (struktur) dan bukan sebaliknya.
b. Sistem tidak diciptakan untuk melayani perancang, tetapi perancang yang harus melayani sistem.
Fungsi kontroler
Kontroler : org yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen.
Posisi dalam organisasi ialah CFO.
Fungsi2 kontroler :
a. Merancang & mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian
b. Menyiapkan pernyataan keuangan & laporan keuangan kpd para pemegang saham & pihak2 eksternal lain
c. Menyiapakan & menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laporan2 u/ para manajer, menganalisis
progrma & proposal2 anggaran dri berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikan ke dlm anggaran
tahunan secara keseluruhan
d. Melakukan supervisi audit internal & mencatat prosedur2 pengendalian u/ menjamin validitas informasi,
menetapkan pengamanan yg memadai terhdp pencurian & kecurangan serta menjalankan audit operasional
e. Mengembangkan personel dlm organisasi pengendalian & berpartisipasi dlm pendidikan personal manajemen
dlm kaitannya dgn fungsi pengendali
Kontroler Unit Bisnis
a. Kriteria Dotted Line : Kontroler unit bisnis lapor kpd manajer unit bisnis, manajer unit bisnis adalah
atasan kontroler divisi. Kelemahan : kontroler unit bisnis bisa jadi tidak memberikan laporan yg objektif kpda
kontroler pusat.

b. Kriteria Solid Line : Kontroler unit bisnis lapor kepada


kontroler pusat, kontroler pusat adalah atasa kontroler divisi.
Kelemahan : kontroler divisi dikucilkan dan diperlakukan sebagai
mata2 oleh manajer divisi.