0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan7 halaman

Turbin Nadrowski

Dokumen tersebut memberikan pedoman lengkap untuk instalasi, pengoperasian, dan perawatan turbin uap jenis Nadrowski, mulai dari persiapan saat pengiriman, instalasi pipa dan fondasi, prosedur pengoperasian pertama kali dan rutin, hingga jadwal perawatan berkala untuk menjaga kinerja turbin.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan7 halaman

Turbin Nadrowski

Dokumen tersebut memberikan pedoman lengkap untuk instalasi, pengoperasian, dan perawatan turbin uap jenis Nadrowski, mulai dari persiapan saat pengiriman, instalasi pipa dan fondasi, prosedur pengoperasian pertama kali dan rutin, hingga jadwal perawatan berkala untuk menjaga kinerja turbin.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TURBIN NADROWSKI

PEMERIKSAAN UNTUK TURBIN BARU


1. PEMERIKSAAN SAAT UNLOADING
1. Gunakan alat derek yang sesuai dan tempatkan pada tempat yang telah
ditentukan.
1. Pada kotak terdapat tanda rantai
2. Pada turbin/generator pada lubang gantungan.
2. Check semua perlengkapan sesuai dengan surat pengantar barang.
3. Tempatkan turbin/generator pada tempat yang aman, terhindar dari air, sinar
matahari maupun bahan kimia lainnya.
4. Accessories seperti pressure gauge dan barang-barang yang mudah pecah
biasanya ditempatkan pada kotak tersendiri.
5. Governor merupakan barang yang sensitif dan biasanya telah diisi minyak/oli,
untuk itu jangan kemasukan barang-barang didalamnya.
6. Jika ada keraguan maupun kekurangan atas perlengkapan yang diterima,
laporkan ke pihak pengantar barang.
1. INSTALASI TURBIN.
Turbin harus ditempatkan pada pondasi semen yang benar-benar datar pada ketinggian yang
sesuai, lebih tinggi dari sekitarnya (kira-kira 30 cm). Baut-baut harus dikunci kedasar turbin
dan dicor dengan semen sehingga keseluruhan turbin benar-benar kuat dan datar.
Direkomendasikan jarak antara turbin dengan turbin ataupun dengan dinding minimal 1,5 m.
Hal ini bertujuan untuk kemudahan operasi dan maintenance maupun reparasi.
1. PENYAMBUNGAN PIPA UAP.
Pipa-pipa yang hendak disambungkan ke turbin harus benar-benar dibersihkan dan diblown
dengan uap.
Pipa initial sebelum masuk ke turbin harus dikeringkan begitu juga pada pipa exhaust.
Jika terjadi kenaikan tekanan di pipa exhaust, harus dilengkapi dengan katup pengaman.
Instalasi pipa harus sedemikian rupa sehingga pada keadaan dingin maupun panas, tidak
membebani ke turbin dan direkomendasikan menggunakan pendukung pegas.

Untuk menghindari ekspansi thermal pada pipa, pemakaian ekspansi joint adalah suatu
keharusan.

BLOWN UP PIPA UAP


1. BLOWING OUT DARI PIPA INITIAL.
Pabrik turbin hanya memberikan garansi atas performansi turbin dengan asumsi
bahwa uap yang tersedia benar-benar bersih. Alat-alat yang menyediakan uap (boiler)
ini haruslah benar-benar dibersihkan sebelum menghasilkan uap dan
direkomendasikan untuk menerapkan proses purifikasi sebagai berikut :
Untuk menghidari setiap kerusakan pada sudu turbin, adalah perlu untuk
membersihkan setiap kotoran berupa air, beram-beram dan benda asing lainnya yang
masih tersisa didalam alat-alat yang mengasilkan uap (boiler) dari pipa initial, dan
tindakan ini harus dilakukan sebelum turbin dijalankan untuk pertama kalinya.
Jika diadakan overhaul ataupun pengelasan dibagian dalam dari peralatan yang
mengashilkan uap (boiler) dan pipa initial, pembersihan lebih lajut harus dilakukan.
Pastikan uap tidak diblown out diruang yang tertutup, tetapi harus diruang terbuka.
1. PROSES BLOWING OUT
Buka pipa initial sebelum saringan uap. Tempatkan pelat impact pada jarak 0.3 s/d
0.5 m (Al atau Cu yang dipolish) diujung pipa yang harus dipasang secara aksial,
simetris dan mempunyai sudut yang tepat ke aliran uap. Pelat impact tersebut
berukuran 200 x 200 mm, dengan kondisi permukaan harus bersih.
Naikkan tekanan boiler, lihat petunjuk dari pabrik boiler dan blow uot pipa initial 10
menit, tanpa tekanan balik (80 % tekanan uap nominal, temperatur uap nominal,
jumlah uap nominal).
Check pelat impact, biarkan pipa dingin ( 180 240 menit).
Pendinginan secara sempurna adalah penting, karena penyambungan dalam keadaan
panas, gasket dapat rusak akibat ekspansi thermal dan kontraksi.
Ulangi proses blowing out, pengalaman menunjukkan ukuran kotoran makin lama
makin halus dengan semakin banyak pengulangan proses.
1. PEMERIKSAAN DERAJAT KEBERSIHAN
Tentukkan pada pelat impact, pada area yang mempunyai konsentrasi terbesar dari
impact partikel yang dikenai arus uap.
Hitung partikel impact yang terlihat untuk 1 cm 2 di area yang mempunyai kepekatan
tertinggi.
Pipa dapat dikatakan bersih, jika kurang dari 2 partikel impact pada 1 cm 2 dan tidak
ada kelihatan impact tersendiri. Partikel yang kelihatan tidak lebih dari 1 mm 2,

walaupun betul turbin mempunyai saringan uap, tetapi tidak mempunyai saringan
yang halus.
2. COMMISSIONING DAN OPERASI
1. MENJALANKAN TURBIN PERTAMA KALI
Pengecekan untuk pertama kali meliputi :
1. Pipa-pipa yang menuju turbin
2. Coupling Alignment (jika perlu align pada kondisi panas)
3. Segala perlengkapan seperti: gauge, overspeed trip mechanism, low oil
pressure tripping dan emergency tripping.
Agar kondisi turbin selalu dalam keadaan baik, lakukannlah prosedur
pengoperasian dan perawatan preventive secara benar, serta selalu dibawah
pengawasan ahlinya.
1. PETUNJUK OPERASI (Tipe C4S, C5S, C4DS, C5DS dan Tipe B)
1. Menghidupkan Turbin
2. Periksa ketinggian permukaan dan kondisi minyak pelumas.
3. Hidupkan Auxiliary Oil Pump (Electric Pump ataupun Turbo Pump). Turbin
yang menggunakan Electric Oil Pump bila aliran listrik terputus dapat
menggunakan Hand Oil Pump.
4. Posisikan Low Oil Pressure Switch pada posisi ON dan Emergency Switch
pada posisi OFF.
5. Buka secara berturut-turut Keran Pembersih Uap (Drain Valve), Keran Uap
Bekas, Keran Uap Masuk dan Keran Air Pendingin.
6. Periksa posisi Load Limit Pointer (Tanda segitiga hitam) harus pada posisi 0
sampai 2.
7. Untuk tipe-tipe generator tertentu yang dilengkapi dengan saklar eksitasi,
posisikan saklar tersebut pada posisi OFF.
8. Tolak Pilot Valve, tunggu sampai Quick Action Stop Valve membuka, bantu
Governor dengan tangan dan hidupkan turbin pada putaran rendah selama
lebih kurang 15 menit (600 800 rpm) kemudian putar ke kanan knob Load
Limit sampai posisi angka 10.
9. Tambah Knob Speed Setting perlahan-lahan sampai rpm 1500 (putar ke kanan
untuk menambah dan ke kiri untuk mengurangi rpm).

10. Posisikan kembali saklar eksitasi di Generator pada Posisi ON.


11. Periksa tekanan minyak pelumas, harus diantara 3 6 bar pada suhu 40 75
o
C.
12. Hentikan Torbo Oil Pump (Electric Oil Pum atau Turbo Oil Pump yang
dilengkapi dengan Automatic Quick Action Valve akan berhenti secara
otomatis).
13. Tutup semua Keran Pembersih Uap (Drain Valve), Keran Steam Trap harus
tetap terbuka.
14. Tutup Keran Direct Steam Injection yang masuk BPV.
15. Dengan memakai governor switch, Set alternator pada 50 Hz atau 60 Hz, set
Voltage pada 380 400 Volt.
16. Turbin sudah dapat dioperasikan, paralel ataupun single Run.
1. MENGHENTIKAN TURBIN
2. Paralelkan dengan genset, pindahkan beban ke genset dan tekan knob open ACB
pada turbin.
3. Tarik keluar Pilot Valve.
4. Putar ke kiri knob Load Limit, sehingga Load Limit Pointer (tanda segitiga hitam)
menunjuk ke angka 0 2.
5. Putar ke kiri Knop Speed Setting sampai habis.
6. Buka Keran Turbo Oil Pump (electric Oil Pump hidup secara Otomatis).
7. Tutup Keran Uap Bekas, Keran uap masuk dan buka keran pembersih uap (Drain
Valve).
8. Buka Keran Direct Steam Injection yang masuk ke BPV.
9. Apabila turbin sudah benar-benar berhenti, tutup Keran Turbo Oil Pump atau OFF
kan. Switch Electric Oil Pump, Low Oil Pressure Switch dan Emergency Switch
tetap pada posisi OFF.
10. Tutup keran Air Pendingin dan keran pembersih uap (Drain Valve).
HAL HAL YANG PENTING DIPERHATIKAN
* Untuk Tipe C4S dan C5S
Turbin Nadrowski dilengkapi dengan Hand Valve pada bagian Nozzlenya, masing-masing 2
buah untuk tipe C5S dan 3 buah untuk tipe C4S.

Apabila tenakan uap masuk turbin turun dan Hz juga turun, jangan menambah Hz
dengan jalan menambah putaran turbin, tetapi bukalah Keran Pemancar (Hand Nozzle
Valve) dan kalau terpaksa kurangi tekanan pada BPV.

Jika pada waktu permulaan start ada gejala over speed (lebih dari 1000 rpm), segera
hentikan turbin, periksa posisi Load Limit Pointer, periksa Spidle Cone apakah macet.

Menjalankan turbin dengan putaran dibawah maupun diatas putaran nominal (1500 rpm)
selain dapat merusak turbin juga dapat merusak AVR generator.
* Untuk Semua Tipe

Jika Air Circuit Breaker trip dan turbin juga trip, jangan menghidupkan kembali
turbin apabila turbin masih dalam keadaan berputar.

Apabila dalam keadaan DARURAT/BAHAYA, hentikan turbin dengan menggunakan


Emergency Switch.

Setelah 8000 jam operasi atau setelah 1 tahun, gantilah minyak pelumas turbin dan
minyak pelumas governor (Jenis Pelumas TD L68)

Jangan membuka Main Inlet Steam Valve dan Exhaust Steam Valve bila tidak akan
menghidupkan turbin.

Jangan menghidupkan turbin apabila uap masih basah (masih mengandung butiranbutiran air), tunggu uap sampai menjadi uap jenuh atau uap kering.

Selain hal-hal tersebut diatas, untuk menjamin agar turbin tetap dalam performance yang baik
maka terhadap turbin harus dilakukan :
1. Perawatan Rutin / Rutin Khusus
No

Komponen

Jenis Perawatan

1.

Governor

Check, cuci bila perlu

2.

Quick Action Stop Valve

Check fungsi dan kebocoran

3.

Kopling :

Check, ukur

4.

Generator

Check keausan, Pressure

5.

Pompa Minyak

Cuci, ganti bila perlu

6.

Saringan Minyak :

Ganti

Elemen
Spin on Type

Cuci, check kebocoran, ganti O Ring

7.

Oil Cooler

Check, bersihkan

8.

Saringan anin generator

Check fungsi

Kabel Instrument Turbin

Check, ganti

Minyak pelumas
1. Perawatan / Overhaul
Adalah perawatan rutin ditambah dengan :
No

Komponen

Jenis Perawatan

1.

Roda Turbin

Check sudu-sudu & kondisi permukaan.

2.

Pinion Shaft

Check toleransi.

3.

Bearing

Check clearance, shim / ganti

4.

Sistem governor

Overhaul dan check

1. Uji Coba
1. Oil pressure
2. Overspeed trip mechanism
3. Low oil pressure
4. Emergency trippig
5. Axial displacement switch test (tipe C4).
SKEDUL PERAWATAN
1. Pengecekan Harian

Level
minyak pelumas dan kondisinya

Kondisi air pendingin

Bentuk visual dari turbin

Alat- alat ukur.

Anda mungkin juga menyukai