Anda di halaman 1dari 43

a.

Gelombang Berjalan
Amplitudo pada tali yang digetarkan terus menerus akan selalu tetap, oleh karenanya gelombang
yang memiliki amplitudo yang tetap setiap saat disebut gelombang berjalan.
Misalkan seutas tali kita getarkan ke atas dan ke bawah berulang-ulang seperti pada Gambar disamping
ini. Titik P berjarak x dart titik 0 (sumber getar), Ketika titik 0 bergetar maka getaran tersebut merambat
hingga ke titik P,Waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk merambat dari titik o ke titik P adalah x / v
dengan demikian bila titik 0 telah bergetar selama t detik maka titik p telah bergetar selama tP dengan
tp= t- x/v
Berdasarkan uraian diatas maka akan didapatkan persamaan simpangan gelombang, sebagai berikut:
y=A sin2/T t

Persamaan simpangan di titik P dapat diperoleh dengan mengganti nilai t dengan tp sehingga kita
dapatkan hubungan berikut.
yp = A sin2/T (t- x/v)

A = amplitudo gelombang (m)


T = periode gelombang (s)
t = lamanya titik 0 (sumber getar) bergetar (s)
x = jarak titik P dari sumber getar (m)
v = cepat rambat gelombang (m/s)
yp= simpangan di titik P (m)
dalam hal ini gelombang memiliki dua kemungkinan dalam arah rambatannya, oleh karenanya perlu
diperhatikan langkah sebagai berikut:

Apabila gelombang merambat ke kanan dan titik asal 0 bergetar ke atas maka persamaan
simpangan titik P yang digunakan adalah:

yp = A sin2/T (t- x/v)

Apabila gelombang merambat ke kiri dan titik asal 0 bergetar ke bawah maka persamaan
simpangan titik P yang digunakan adalah:

yp = - A sin2/T (t- x/v)


'
Fase di definisikan sebagai perbandingan antara waktu sesaat untuk meninggalkan titik keseimbang (titik
0) dan periode. Dengan demikian fase gelombang dititik P dapat ditulis sebagai berikut:
= tp/T
= (t- x/v)/T
= t/T- x/vT

p = t/T - x/

Sehingga dihasilkan :
Sedangkan untuk mengukur besarnya sudut fase di titik P dapat dituliskan sebagai berikut:
p = 2 _p
=2 (t/T- x/)
Beda fase antara dua titik yang berjarak X2 dan X1 dari sumber getar dapat dituliskan sebagai
berikut:
= ( x2 - x1)/
= x/
Nilai kecepatan dan percepatan gelombang di suatu titik dapat diketahui dengan menurunkan
persamaan keduanya, sebagai berikut:
vp = 2/T A cos2/T (t- x/v)
ap= - (42)/T2 A cos2/T (t- x/v)
Keterangan:
vp = kecepatan partikel di titik p (m/s)
ap = percepatan partikel di titik p (m/s2)
'Contoh soal:
Suatu gelombang berjalan memiliki persamaan y = 10 sin (0,8t - 0,5;t) dengan y dalam cm dan t dalam
detik. Tentukanlah kecepatan dan percepatan maksimumnya!
Pembahasan:
y=10sin(0,8 t-0,5 x)
v = dy/dt
v=(10)(0,8 ) cos(0,8 t-0,5 x)
nilai v maksimum bila cos (0,8 t-0,5 x)=1

b. Gelombang Stasioner

Adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah ubah antara nol sampai nilai maksimum
tertentu.
Gelombang stasioner dibagi menjadi dua, yaitu gelombang stasioner akibat pemantulan pada ujung
terikat dan gelombang stasioner pada ujung bebas.

Seutas tali yang panjangnya l kita ikat ujungnya pada satu tiang sementara ujung lainnya kita biarkan,
setela itu kita goyang ujung yang bebas itu keatas dan kebawah berulang ulang. Saat tali di gerakkan
maka gelombang akan merambat dari ujung yang bebas menuju ujung yang terikat, gelombang ini
disebut sebagai gelombang dating. Ketika gelombang dating tiba diujung yang terikat maka gelombang
ini akan dipantulkan sehingga terjadi interferensi gelombang.
Untuk menghitung waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 ke titik P adalah (lx)/v . sementara itu waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari titik 0 menuju titik P setelah
gelombang mengalami pemantulan adalah(l+x)/v , kita dapat mengambil persamaan dari gelombang
dating dan gelombang pantul sebagai berikut:

y1= A sin 2/T (t- (l-x)/v) untuk gelombang datang,


y2= A sin 2/T (t- (l+x)/v+ 1800) untuk gelombang pantul
56a6a7yKeterangan:
a. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang terikat.
b. Gambar pemantulan gelombang pada ujung tali yang dapat bergerak bebas.
sehingga untuk hasil interferensi gelombang datang dan gelombang pantul di titik P yang berjarak x dari
ujung terikat adalah sebagai berikut:
y = y1 + y2
=A sin2 (t/T- (l-x)/)+ A sin2(t/T- (1+x)/+ 1800 )
Dengan menggunakan aturan sinus maka penyederhanaan rumus menjadi:
sinA + sinB = 2 sin1/2 (A+B) - cos1/2 (A-B)

Menjadi:
y= 2 A sin(2 x/ ) cos 2 (t/T - l/)
y= 2 A sinkx cos(2/T t - 2l/)
Rumus interferensi
y= 2 A sinkx cos(t- 2l/)
Keterangan :
A = amplitude gelombang datang atau pantul (m)
k = 2/
= 2/T (rad/s)
l = panjang tali (m)
x = letak titik terjadinya interferensi dari ujung terikat (m)
= panjang gelombang (m)
t = waktu sesaat (s)
Ap = besar amplitude gelombang stasioner (AP)
Ap = 2 A sin kx
Jika kita perhatikan gambar pemantulan gelombang diatas , gelombang yang terbentuk adalah
gelombang transversal yang memiliki bagian bagian diantaranya perut dan simpul gelombang. Perut
gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum sedangkan simpul gelombang terjadi saat amplitudonya
minimum. Dengan demikian kita akan dapat mencari letak titik yang merupakan tempat terjadinya perut
atau simpul gelombang.
Tempat simpul (S) dari ujung pemantulan
S=0,1/2 ,,3/2 ,2,dan seterusnya
=n (1/2 ),dengan n=0,1,2,3,.
Tempat perut (P) dari ujung pemantulan
P= 1/4 ,3/4 ,5/4 ,7/4 ,dan seterusnya
=(2n-1)[1/4 ],dengan n=1,2,3,.

Superposisi gelombang
Jika ada dua gelombang yang merambat pada medium yang sama, gelombang-gelombang tersebut
akan dating di suatu titik pada saat yang sama sehingga terjadilah superposisi gelombang . Artinya,
simpangan gelombang gelombang tersebut disetiap titik dapat dijumlahkan sehingga menghasilkan
sebuah gelombang baru.
Persamaan superposisi dua gelombang tersebut dapat diturunkan sebagai berikut:
y1 = A sint ; y2 = A sin(t+ )
Kedua gelombang tersebut memiliki perbedaan sudut fase sebesar
Persamaan simpangan gelombang hasil superposisi kedua gelombang tersebut adalah:
y = 2 A sin(t+ /2) cos(/2)

Dengan 2A cos (/2) disebut sebagai amplitude gelombang hasil superposisi.


Dengan 2A cos (/2) disebut sebagai amplitude gelombang hasil superposisi.

Gelombang Stasioner Pada Ujung Bebas

Pada gelombang stasioner pada ujung bebas gelombang pantul tidak mengalami pembalikan fase.
Persamaan gelombang di titik P dapat dituliskan seperti berikut:
y1=A sin 2/T (t- (l-x)/v) untuk gelombang datang
y2=A sin 2/T (t- (l+x)/v) untuk gelombang pantul

y = y1 + y2
= A sin2/T (t- (l-x)/v) + A sin2/T (t- (l+x)/v)
y = 2 A coskx sin2(t/T- 1/)

Rumus interferensi antara gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas, adalah:
y=2 A cos2 (x/) sin2(t/T- l/)
Dengan:
As=2A cos2(x/) disebut sebagai amplitude superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas.
Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.
1) Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum, yang secara matematis dapat ditulis sebagai
berikut:

Ap maksimum saat cos(2 x)/

( )= 1 sehingga
x= (2n) 1/4 ,dengan n =
0,1,2,3,.
.
2) Simpul gelombang terjadi saat amplitudo gelombang minimum, ditulis sebagai berikut:
Ap minimum saat cos(2 x)/
( )=0 sehingga
x= (2n +1) 1/4 ,dengan n =
0,1,2,3,..

Gelombang stasioner pada ujung terikat

Persamaan gelombang datang dan gelombang pantul dapat ditulis sebagai berikut:
y1= A sin2 (t/T- (l-x)/) untuk gelombang datang
y2= A sin2 (t/T- (l+x)/) untuk gelombang pantul
'
Superposisi gelombang datang dan gelombang pantul di titik q akan menjadi:''''
y = y 1 + y2
y=A sin2 (t/T- (l-x)/) - A sin2(t/(T ) (l+x)/)
Dengan menggunakan aturan pengurangan sinus,
sin - sin = 2 sin1/2 (-) cos1/2 (+)

Persamaan gelombang superposisinya menjadi


y = 2 A sin2(x/) cos2 (t/T- l/)
Amplitudo superposisi gelombangnya adalah:
As = 2A sin2(x/)

Dengan As adalah amplitudo gelombang superposisi pada pemantulan ujung terikat.


1) Perut gelombang terjadi saat amplitudonya maksimum,
karenanya dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
Ap=2 A sin2/ x
Ap maksimum terjadi saat sin2/ x= 1 sehingga
x= (2n+1) 1/4 ,dengan n=0,1,2,3.
2) Simpul gelombang terjadi saat amplitudonya minimum,
yang dapat ditulis sebagai berikut:
Ap=2 A sin(2/) x
Ap minimum terjadi saat sin 2/ x = 0 sehingga
x = (2n) 1/4 ,dengan n=0,1,2,3,..
Contoh soal :
Seutas tali panjangnya 5 m dengan ujung ikatannya dapat bergerak dan ujung lainnya digetarkan
dengan frekuensi 8 Hz sehingga gelombang merambat dengan kelajuan 3 ms-1. Jika diketahui amplitude
gelombang 10 cm, tentukanlah:
Persamaan simpangan superposisi gelombang di titik P yang berjarak 1 meter dari ujung pemantulan.
Amplitude superposisi gelombang di titik P; dan
Letak perut gelombang diukur dari ujung pemantulan.
Penyelesaian:
Diketahui : l = 5 m; f= 8 Hz; v = 3 ms-1; A=10cm = 0,1 m;
= v/(f )= 3/(8 ) m,dan T=1/f=1/8 s
a. Persamaan simpangan di titik P, satu meter dari ujung pemantulan.
y = 2 A cos2(x/) sin2 (t/T-l/)
= 2(0,1) cos2(1/(3/8)) sin2(t/(1/8)- 5/(3/8))
= 0,2cos16/3 sin(16 t-80/3)meter
b. Amplitudo superposisi gelombang di titik P ( x = 1m).
As = 2 A cos2 (x/) = 2 (0,1) cos2(1/(3/8))
= 0,2cos(16/3) = 0,2 cos(4 4/3 )
= 0,2cos(4/3 )
= 0,2 cos2400 = 0,2(-1/2) = -0.1 m
tanda ()menunjukkan di titik P simpangannya ke bawah.

c. Letak perut gelombang dari ujung pemantulan.


x= (2n) 1/4 ,dengan n=0,1,2,3
x= 3/32 m,x=3/16 m,x=3/8m, ..

As=2Acos(kxin(t+kx)+Asin(t+kx)

Gambar: 3.7. Organa Terbuka

Dengan demikian L =

atau 1= 2L

Dan frekuensi nada dasar adalah

f1 =

(3.10)

Pada resonansi berikutnya dengan panjang gelombang 2 disebut nada atas pertama, ditunjukkan
pada Gambar 3.7b. Ini terjadi dengan menyisipkan sebuah simpul, sehingga terjai 3 perut dan 2
simpul. Panjang pipa sama dengan 2. Dengan demikian, L = 2 atau 2 = L
Dan frekuensi nada atas kesatu ini adalah

f2 =

(3.11)

Tampaknya persamaan frekuensi untuk pipa organa terbuka sama dengan persamaan frekuensi
untuk tali yang terikat kedua ujungnya. Oleh karena itu, persamaan umum frekuensi alami atau
frekuensi resonansi pipa organa harus sama dengan persamaan umum untuk tali yang terikat
kedua ujungnya, yaitu

............................................................(3.12)
Dengan v = cepat rambat bunyi dalam kolom udara dan n = 1, 2, 3, . . . . Jadi, pada pipa organa
terbuka semua harmonik (ganjil dan genap) muncul, dan frekuensi harmonik merupakan
kelipatan bulat dari harmonik kesatunya. Flute dan rekorder adalah contoh instrumen yang
berprilaku seperti pipa organa terbuka dengan semua harmonik muncul.

Prinsip Superposisi
Dari penjelasan sebelumnya bisa dikatakan bahwa amplitudo alias simpangan dari perpaduan dua
puncak gelombang atau perpaduan dua lembah gelombang atau perpaduan satu puncak dan satu
lembah gelombang sama dengan penjumlahan aljabar dari amplitudo masing-masing puncak gelombang
atau lembah gelombang secara terpisah (puncak gelombang dianggap positif sedangkan lembah
gelombang dianggap negatif). Hal ini dikenal dengan julukan

prinsip superposisi.

Prinsip superposisi juga bisa dijelaskan dengan cara yang berbeda. Untuk mempermudah
pemahamanmu, saya menggunakan contoh gelombang transversal yang merambat melalui tali. Kita
andaikan dua puncak gelombang transversal saling mendekati, sebagaimana ditunjukkan pada gambar di
bawah. Perhatikan bahwa ketika kedua puncak gelombang merambat sepanjang tali, setiap titik atau
setiap bagian tali yang dilaluinya mengalami perpindahan pada arah vertikal. Nah, apabila kedua puncak
gelombang bertemu dan bertumpang tindih, maka perpindahan total yang dialami oleh bagian tali yang
dilalui kedua puncak gelombang bisa diketahui dengan menjumlahkan perpindahan yang dialami oleh
bagian tali tersebut seandainya hanya puncak gelombang pertama saja yang melaluinya dan perpindahan
yang dialami oleh bagian tali tersebut seandainya hanya puncak gelombang kedua saja yang
melaluinya. Kalimat yang dicetak miring merupakan prinsip superposisi. Amati gambar di bawah

Perpindahan merupakan besaran vektor sehingga penjumlahannya dilakukan secara vektor. Dalam hal ini
kita juga perlu memperhatikan arah perpindahan. Perpindahan yang terjadi di sebelah atas posisi
keseimbangan (posisi keseimbangan bisa dianggap sebagai sumbu x) bernilai positif, sedangkan
perpindahan yang terjadi di sebelah bawah posisi keseimbangan bernilai negatif.

Interferensi
Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai prinsip superposisi, kali ini kita berkenalan dengan interferensi.
Interferensi sebenarnya istilah yang digunakan untuk menjelaskan apa yang terjadi ketika dua atau lebih
gelombang saling bertumpang tindih. Kita juga bisa mengatakan bahwa interferensi merupakan
superposisi dari dua atau lebih gelombang.
Sesuai dengan penjelasannya sebelumnya, jika dua atau lebih puncak gelombang saling mendekati dan
bertumpang dindih maka amplitudo total dari perpaduan dua atau lebih puncak gelombang tersebut
menjadi lebih besar, dibandingkan dengan amplitudo masing-masing puncak gelombang. Hal yang sama
terjadi ketika dua lembah gelombang saling mendekati dan bertumpang tindih. Nah, peristiwa seperti ini
dikenal dengan julukan interferensi konstruktif. Konstruktif artinya bersifat membangunperhatikan
gambar di bawah.

Selain interferensi konstruktif, ada juga interferensi destruktif. Destruktif artinya bersifat menghancurkan
atau merusak. Interferensi destruktif terjadi ketika amplitudo alias simpangan total dari perpaduan dua
atau lebih gelombang menjadi lebih kecil, dibandingkan dengan amplitudo masing-masing gelombang
tersebut. Interferensi destruktif juga bisa terjadi ketika amplitudo total dari perpaduan dua atau lebih
gelombang sama dengan nol. Dalam hal ini gelombang total tidak punya amplitudo (bisa terjadi ketika
puncak gelombang dan lembah gelombang memiliki amplitudo yang sama). Tataplah gambar di bawah

Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi konstruktif yang terjadi ketika dua gelombang saling
bertumpeng tindih
alias bersuperposisi. Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki

frekuensi dan amplitudo yang sama. Kedua gelombang juga memiliki fase yang sama. Gelombang total
alias gelombang resultan (A + B) yang dihasilkan memiliki amplitudo sebesar 2x amplitudo masingmasing gelombang yang bersuperposisi, sedangkan frekuensi dan fasenya sama dengan kedua
gelombang yang bersuperposisi (A dan B).

Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi konstruktif sebagianyang terjadi ketika dua
gelombang saling bersuperposisi. Kedua gelombang yang saling bersuperposisi memiliki frekuensi dan
amplitudo yang sama, btw kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama. Karena fasenyanya berbeda
maka gelombang total alias gelombang resultan (A + B) yang dihasilkan memiliki amplitudo hampir dua
kali amplitudo masing-masing gelombang yang bersuperposisi. Frekuensi gelombang total sama dengan
frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi.

Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi destruktif yang terjadi ketika dua gelombang saling
bertumpeng tindih
Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo

yang sama. Kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama (berbeda fase sebesar 180 o). Kedua
gelombang saling melenyapkan

Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi destruktif sebagianyang terjadi ketika dua
gelombang saling bertumpeng tindih
Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi

dan amplitudo yang sama. Kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama (berbeda fase hampir
sebesar 180o). Amplitudo gelombang total yang dihasilkan hampir nol. Frekuensi gelombang total sama
dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi.

Agar semakin jelas, amati saja gambar di bawah

Perhatikan bahwa dalam contoh di atas, gelombang-gelombang yang bersuperposisi merupakan


gelombang harmonik sederhana yang memiliki frekuensi dan kelajuan yang sama. Kok kelajuannya bisa
sama ? tau dari manakah ? Gelombang-gelombang tersebut bisa bersuperposisi jika mereka melewati
medium yang sama pada waktu yang sama. Nah, kelajuan gelombang (maksudnya gelombang mekanik)
ditentukan oleh medium yang dilaluinya. Karena medium yang dilaluinya sama maka kelajuan gelombang
sendirinya pasti sama. Kok frekuensi dari gelombang harmonik yang saling tumpeng tindih juga sama ?
tahu dari manakah ? guampang gan ingat saja hubungan antara kelajuan, frekuensi dan panjang
gelombang yang dinyatakan dalam persamaan alias rumus v = (f)(lambda). Karena laju (v) kedua
gelombang yang bersuperposisi sama, demikian juga panjang gelombang (lambda) kedua gelombang
yang bersuperposisi sama maka frekuensinya tentu saja sama. Gitu gan

Dari contoh di atas tampak bahwa gelombang total alias gelombang resultan yang dihasilkan oleh
superposisi dua (atau lebih) gelombang harmonik sederhana, masih berupa gelombang harmonik
sederhana. Gelombang total yang dihasilkan masih berupa gelombang harmonik sederhana karena
setiap gelombang harmonik sederhana yang bersuperposisi memiliki frekuensi yang sama. Apabila setiap
gelombang hrmonik sederhana yang bersuperposisi memiliki frekuensi yang berbeda maka gelombang
total alias gelombang resultan yang dihasilkan tidak lagi berupa gelombang harmonik sederhana tetapi
berubah menjadi gelombang kompleks. Mengenai gelombang kompleks akan dibahas dalam episode
berikutnya

Gelombang Kompleks
Pengantar

Sejauh ini kita sudah berkenalan dengan gelombang harmonik sederhana. Gelombang harmonik
sederhana biasa disebut juga sebagaigelombang sinusoidal. Hal ini disebabkan karena perpindahan
setiap partikel yang dilalui oleh gelombang setiap satuan waktu dinyatakan dengan kurva sinus.
Dalam pembahasan sebelumnya dijelaskan bahwa apabila terdapat dua atau lebih gelombang harmonik
sederhana yang memiliki frekuensi yang sama saling tumpang tindih alias bersuperposisi maka
gelombang total yang dihasilkan masih berupa gelombang harmonik sederhana. Apabila dua atau lebih
gelombang harmonik sederhana yang saling bertumpeng tindih memiliki frekuensi yang berbeda maka
gelombang total yang dihasilkan tidak lagi berupa gelombang harmonik sederhana, melainkan
berupagelombang

kompeks. Seperti apakah gelombang kompleks ? selamat bertempur ya kawan

ya, semoga tiba dengan selamat di tempat tujuan dan tetap sehat walafiat alias tidak henek, stress
apalagi sampai tertekan

Sebagaimana telah dijelaskan dalam bagian pengantar, apabila terdapat dua atau lebih gelombang
harmonik sederhana saling tumpeng tindih alias bersuperposisi memiliki frekuensi yang sama maka
gelombang total yang dihasilkan masih berupa gelombang harmonik sederhana. Untuk membantumu
lebih memahami hal ini, perhatikan dua contoh di bawah.
Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi konstruktif sebagianyang terjadi ketika dua
gelombang saling tumpeng tindih alias bersuperposisi. Kedua gelombang yang saling bersuperposisi
memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama, btw kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama
(kedua gelombang hampir sefase). Gelombang total alias gelombang resultan (A + B) yang dihasilkan

memiliki amplitudo hampir dua kali amplitudo masing-masing gelombang yang bersuperposisi. Frekuensi
gelombang total sama dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi.

Gambar di bawah menunjukkan peristiwa interferensi destruktif sebagianyang terjadi ketika dua
gelombang saling tumpeng tindih
Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi

dan amplitudo yang sama. Kedua gelombang tidak memiliki fase yang sama (berbeda fase hampir
sebesar 180o). Amplitudo gelombang total yang dihasilkan hampir nol. Frekuensi gelombang total sama
dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi.

Dari contoh di atas tampak bahwa gelombang total yang dihasilkan oleh dua gelombang harmonik
sederhana yang saling tumpeng tindih merupakan gelombang harmonik sederhana. Gelombang total
yang dihasilkan merupakan gelombang harmonik sederhana karena kedua gelombang yang saling
tumpeng tindih memiliki frekuensi yang sama. Apabila gelombang yang saling tumpeng tindih memiliki

frekuensi yang berbeda maka gelombang total yang dihasilkan tidak berupa gelombang harmonik
sederhana tetapi berupa gelombang kompleks. Untuk membantumu lebih memahami hal ini, perhatikan
contoh berikut :

Gelombang total yang dihasilkan (A + B) berbentuk gelombang kompleks. Mungkin dirimu bertanya,
bagaimana caranya m menentukan gelombang total ? caranya gampang gan, terapkan saja prinsip
superposisi. Perhatikan mengenai hal ini sudah dijelaskan dalam pokok bahasan prinsip superposisi
dan interferensi (pembahasan sebelumnya).
Dari contoh di atas bisa dikatakan bahwa gelombang kompleks sebenarnya merupakan perpaduan dari
dua atau lebih gelombang harmonik yang memiliki frekuensi yang berbeda. Seandainya gelombang yang
berbeda frekuensi adalah gelombang bunyi, maka gendang telinga kita akan bergetar dengan cara
seperti yang dinyatakan oleh gelombang kompleks. Walaupun demikian, kita tetap bisa membedakan
bunyi tersebut dalam frekuensi yang berbeda. Misalnya ketika anda mendengar musik, terdapat beberapa
gelombang bunyi yang memiliki frekuensi berbeda yang dipancarkan oleh loudspeaker; bisa berupa
gelombang suara penyanyi, gelombang bunyi gitar, gelombang bunyi drum, keyboard dkk. Ketika
gelombang2 tersebut merambat melalui udara hingga tiba di telinga, gelombang2 yang berbeda frekuensi
tersebut saling bersuperposisi sehingga membentuk sebuah gelombang kompleks. Karenanya ketika tiba
di telinga anda, anda bisa mendengar semua bunyi tersebut pada saat yang sama. Btw, pada saat yang
sama anda juga bisa membedakan mana suara penyanyi, mana suara gitar, mana suara drum, terompet,
kecapi

dan sebagainya

Difraksi
Pengantar

Duh, baru baca judulnya langsung ngantuk

mau tidur saja rasanya. Istilahnya makin aneh

saja rumusnya sudah bertumpuk, istilahnya juga bikin lemas. Fisika oh fisika jangan tidur dulu dunk,
ne baru pengantar. Btw, dirimu suka politik-kah ? Difraksi tuh nama fraksi politik. Difraksi kemunduran
bangsa, difraksi golongan nganggur.. wakakak. Ngelantur sampai ke dunia politik. Ok, kembali ke dunia
kita, fisika!
Difraksi merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan salah satu sifat gelombang yang cukup
aneh
Kok aneh sich ? yupz Mungkin dirimu pernah mengalami atau mengamati peristiwa

difraksi dalam kehidupan sehari-hari hanya tidak tahu kalau apa yang dialami atau diamati tersebut
merupakan difraksi. Istilahnya tinggi n bikin lemas
tapi apa yang dijelaskannya sangat dekat

dengan kehidupan kita. Penasaran dengan difraksi-kah ? biasa saja tuh dalam hati pasti penasaran
juga. Selamat belajar ya, semoga difraksi semakin dekat di hatimu

Contoh difraksi dalam kehidupan sehari-hari


Difraksi dialami oleh setiap gelombang baik gelombang mekanik (misalnya gelombang air, gelombang
bunyi) maupun gelombang elektromagnetik (misalnya gelombang cahaya). Btw, pembahasan kita kali ini
masuk dalam pokok bahasan gelombang mekanik sehingga hanya dijelaskan difraksi yang dialami oleh
gelombang mekanik. Mengenai difraksi yang dialami oleh gelombang elektromagnetik akan dibahas
kemudian.
Dirimu mungkin pernah jalan-jalan ke pantai, sungai, danau atau kolam ? jika pernah, mudah2an dirimu
juga pernah mengamati difraksi yang dialami gelombang air Kalau belum pernah mengamati difraksi

yang terjadi secara alami, dirimu bisa mengamati difraksi buatan menggunakan tangki riak. Ketika
gelombang air yang sedang merambat melewati suatu celah maka bentuk muka gelombang berubah,
sebagaimana tampak pada video di bawah
Pada video di atas, panjang gelombang (lambda) lebih kecil dari lebar celah (d). Perhatikan bahwa muka
gelombang dibelokkan hanya pada tepi penghalang; sebagian besar muka gelombang tidak dibelokkan.
Pada video di atas, panjang gelombang (lambda) lebih besar dari lebar celah (d). Ketika gelombang
melewati celah yang lebarnya lebih kecil dari panjang gelombang maka semua muka gelombang
dibelokkan.
Nah, pembelokkan muka gelombang ketika melewati tepi penghalang (contoh 1) atau pembelokkan muka
gelombang ketika melewati celah (contoh 2) dikenal dengan julukan

difraksi.

Sebelumnya gurumuda menjelaskan dfraksi yang dialami oleh gelombang ketika melewati celah. Perlu
diketahui bahwa difraksi juga dialami oleh gelombang ketika melewati suatu penghalang, sebagaimana
ditunjukkan pada tiga video di bawah.
Apabila panjang gelombang lebih besar dari lebar penghalang maka gelombang membelok melewati
penghalang tersebut, seolah-olah penghalang tersebut tidak ada (video di bawah).
Sebaliknya apabila panjang gelombang lebih kecil dari lebar penghalang maka akan ada daerah
bayangan di balik penghalang tersebut. Semakin besar lebar penghalang, semakin besar pula daerah
bayangan (nonton dua video di bawah).
Yang dimaksudkan dengan daerah bayangan di sini adalah daerah yang tidak dilalui oleh gelombang atau
gelombang yang melewatinya memiliki amplitudo yang sangat kecil . Jika kita andaikan gelombang yang
melewati penghalang adalah gelombang bunyi maka orang yang berdiri di daerah bayangan tidak
mendengar bunyi
Anda mungkin pernah mengikuti konser musik atau suatu pertunjukkan dalam ruangan ? seandainya
pintu ruangan tersebut terbuka dan anda berdiri di luar ruangan, tepatnya dibalik pintu, apakah anda
masih bisa mendengar bunyi dari dalam ruangan tersebut ? untuk memperjelas, silahkan perhatikan
gambar di bawah

Walaupun anda berdiri di balik pintu, anda masih bisa mendengar suara penyanyi, musik dkk akibat
adanya difraksi yang dialami oleh gelombang bunyi ketika melewati pintu. Untuk contoh ini, pintu
berperan sebagai celah. Pada gambar atas, panjang gelombang lebih besar dari lebar pintu (panjang
gelombang yang panjang dimiliki oleh bunyi berfrekuensi rendah, seperti bunyi gitar bas). Sebaliknya
pada gambar bawah panjang gelombang lebih kecil dari lebar pintu (panjang gelombang yang pendek
dimiliki oleh bunyi berfrekuensi tinggi, seperti bunyi gitar melodi atau suara penyanyi).
Masih banyak contoh difraksi dalam kehidupan sehari-hari. Saya tidak tahu budaya anda seperti apa..
Kalau di tempat saya, setiap ada pesta (party) maka musiknya diputar dengan keras semalam suntuk
sampai pagi
Jika kita berada jauh dari tempat pesta (jauh dari sumber bunyi) maka kita hanya

bisa mendengar bunyi berfrekuensi rendah (bas). Suara penyanyi atau suara gitar melodi, misalnya, tidak
bisa didengar Mungkin anda pernah mengalami hal ini ? Tidak perlu bingung dengan fenomena ini.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bunyi yang berfrekuensi rendah seperti bas memiliki panjang
gelombang (lambda) yang panjang karena panjang gelombangnya panjang maka gelombang bunyi bas
akan melewati semua penghalang (rumah, pohon dan sebagainya), seolah-olah penghalang tersebut
tidak ada bandingkan dengan contoh 1. Sebaliknya bunyi berfrekuensi tinggi (suara penyanyi, melodi
dkk) memiliki panjang gelombang yang pendek. Ketika menemui penghalang yang lebih lebar dari

panjang gelombang maka sebagian atau bahkan seluruh gelombang tidak menembus penghalang
tersebut bandingkan dengan contoh 2. Akibatnya kita tidak bisa mendengar suara penyanyi atau
melodi dari tempat yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Sebaliknya kita bisa mendengar bunyi
berfrekuensi rendah seperti bas.

Pemantulan gelombang (refleksi)


Pengantar

Sebelumnya kita sudah membahas salah satu sifat gelombang, yakni interferensi. Kali ini kita berkenalan
dengan pemantulan (refleksi). Mengenai pembiasan (refraksi) dan difraksi akan dibahas kemudian.
Pemantulan gelombang biasanya terjadi ketika gelombang yang sedang bergentayangan dari satu tempat
ke tempat lain menabrak suatu penghalang. Dirimu mungkin pernah melihat gelombang air laut yang
terpantul dari sisi kapal atau batu karang; gelombang air yang terpantul dari sisi kolam renang atau bak
penampung. Masih sangat banyak contoh pemantulan gelombang yang bisa kita temui dalam kehidupan
sehari sisanya dipikirkan sendiri ya
oya, dirimu mungkin pernah mendengar pantulan suara

sendiri ketika berteriak histeris di tengah hutan ? hiks2.. piss tumben neh maen ke hutan
sendiri
Pantulan suara atau istilah kerennya gema juga merupakan salah satu contoh

peristiwa pemantulan gelombang. Bedanya gema merupakan peristiwa pemantulan gelombang bunyi.
Gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal, sedangkan gelombang air merupakan gabungan dari
gelombang transversal dan longitudinal.
Perlu diketahui bahwa pemantulan gelombang tidak hanya terjadi ketika gelombang menabrak
penghalang. Pemantulan gelombang juga bisa terjadi ketika gelombang tiba di ujung medium yang
dilaluinya. Mengenai hal ini akan kita bahas kemudian

Terlebih dahulu kita kupas tuntas pemantulan yang dialami oleh gelombang satu dimensi. Contoh
gelombang satu dimensi adalah gelombang transversal yang merambat melalui tali, dawai dan
sejenisnya. Selanjutnya kita akan meninjau pemantulan gelombang dua dimensi atau gelombang tiga
dimensi. Riak air termasuk gelombang dua dimensi. Sedangkan gelombang bunyi dan gelombang
elektromagnetik termasuk gelombang tiga dimensi. Btw, kali ini kita tidak membahas gelombang
elektromagnetik, tunggu tanggal mainnya

Pemantulan gelombang satu dimensi


Untuk membuktikan bahwa gelombang dipantulkan ketika menabrak penghalang, anda bisa melakukan
percobaan kecil2an berikut. Sediakan seutas tali talinya tidak perlu terlalu panjang. Nah, silahkan ikat
salah satu ujung tali pada sebuah tiang.. Nah, dirimu pegang ujung tali yang lainnya. Selanjutnya silahkan
sentakan ujung tali tersebut. Setelah ujung tali disentakkan, akan timbul pulsa gelombang yang merambat
sepanjang tali tersebut nonton video di bawah.
Ketika pulsa mencapai tiang, bagian tali yang dekat dengan tiang memberikan gaya tarik pada tiang
(bagian tali yang dekat dengan tiang menarik tiang ke atas). Eyang Newton menyatakan bahwa jika ada
gaya aksi maka ada gaya reaksi (hukum III Newton). Karena tali menarik tiang ke atas maka tiang juga
menarik tali ke bawah. Adanya gaya tarik yang diberikan oleh tiang pada tali menyebabkan bagian tali
yang ditarik bergerak ke bawah bagian tali yang ditarik oleh tiang selanjutnya menarik temannya yang
ada di samping kiri. Temannya juga ikut2an menarik temannya di samping kiri. Demikian seterusnya
akibatnya lekukan tali alias pulsa yang semula menonjol ke atas kini menonjol ke bawah dan dipantulkan
kembali ke kiri dengan posisi terbalik.
Bagaimana jika ujung tali tidak diikat pada tiang tapi dibuat bisa bergerak? Nonton video di bawah
Kita andaikan ujung tali diikat pada sebuah cincin yang bisa digerakkan naik turun. Anggap saja cincin
sangat ringan sehingga massanya diabaikan. Ketika pulsa mencapai tiang, bagian tali yang lebih dekat
dengan tiang menarik cincin ke atas. Karena ditarik ke atas maka ujung tali dan cincin akan bergerak ke
atas. Ya iyalah, masa bergerak ke bawah
ketika pulsa semakin mendekati tiang, cincin dan

ujung tali tersebut akan terus bergerak ke atas hingga mencapai ketinggian maksimum. Ketika cincin dan
ujung tali mencapai ketinggian maksimum, tali akan teregang. Selanjutnya tali yang tegang

tersebut menarik ujung tali dan cincin ke bawah sehingga timbul lekukan alias pulsa yang dipantulkan
kembali ke kiri.

Perhatikan bahwa selama pulsa merambat sepanjang tali, pada saat yang sama energi dipindahkan dari
satu bagian tali ke bagian tali yang lain. Ketika pulsa mencapai tiang, sebagian energi diserap oleh tiang
sedangkan sebagian lagi dipantulkan kembali. Energi yang diserap oleh tiang sebagiannya diubah
menjadi kalor alias panas, sebagian lagi terus merambat melalui tiang. Untuk membantumu lebih
memahami hal ini, kita andaikan pulsa merambat melalui seutas tali yang terdiri dari bagian tali yang
massanya kecil dan bagian tali yang massanya besar, sebagaimana ditunjukkan pada video di bawah
Ketika pulsa mencapai batas, sebagian pulsa akan dipantulkan sedangkan sebagian pulsa akan
diteruskan. Pulsa yang diteruskan tergantung dari massa tali tersebut. Semakin besar massa tali,
semakin sedikit pulsa yang diteruskan Dengan kata lain, semakin besar massa tali maka amplitudo
pulsa yang diteruskan semakin kecil. Jika tali yang massanya besar kita gantikan dengan tiang atau
penghalang maka pulsa yang diteruskan amat sangat sedikit.
Banyak atau sedikitnya pulsa yang diteruskan atau pulsa yang dipantulkan mewakili banyak atau
sedikitnya energi yang diteruskan atau dipantulkan. Semakin banyak pulsa yang diteruskan (semakin
besar amplitudo pulsa yang diteruskan) maka semakin banyak energi yang diteruskan. Sebaliknya
semakin banyak pulsa yang dipantulkan (semakin besar amplitudo pulsa yang dipantulkan) maka
semakin banyak energi yang dipantulkan.
Gambar di bawah menjelaskan pulsa yang merambat dari tali yang massanya besar ke tali yang
massanya kecil.

Pemantulan gelombang dua atau tiga dimensi

Ketika kita berbicara mengenai gelombang dua atau tiga dimensi maka kita berhubungan dengan muka
gelombang. Dirimu pernah melihat riak air ?
kalo belum, coba jatuhkan

sebuah batu ke dalam genangan air. Ketika batu mengenai genangan air maka akan muncul riak atau
gelombang air yang berbentuk lingkaran yang menyebar keluar dari pusat lingkaran. Nah, lingkaran riak
tersebut dikenal dengan julukan muka gelombang. Selain muka gelombang, ada juga yang
namanya sinar. Sinar adalah garis yang tegak lurus dengan muka gelombang. Perhatikan gambar di
bawah.
Selain muka gelombang dan sinar, ada juga istilah aneh lain

yakni gelombang bidang. Muka gelombang dan gelombang bidang cuma beda tipis muka gelombang
yang sudah bergentayangan jauh dari sumbernya biasanya telah kehilangan hampir semua
kelengkungannya. Dalam hal ini bentuk muka gelombang tersebut nyaris lurus. Nah, muka gelombang
yang bentuknya nyaris lurus dikenal dengan julukan gelombang bidang. Contohnya gelombang laut.
Ketika mendekati garis pantai, bentuk muka gelombang laut biasanya nyaris lurus btw, dirimu pernah
lihat gelombang laut tidak ? duh, jangan2 tinggalnya di balik bukit
piss

Jika selama bergentanyangan dari satu tempat ke tempat lain, gelombang dua atau tiga dimensi
menemui suatu penghalang maka gelombang tersebut akan dipantulkan. Satu hal yang istimewa adalah
sudut yang dibentuk oleh gelombang pantulan terhadap permukaan pantulan biasanya sama dengan

sudut yang dibentuk oleh gelombang datang terhadap permukaan pantulan. Istilah kerennya sudut
pantulan sama dengan sudut datang. Ini adalah hukum pemantulan.
Yang dimaksudkan dengan sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang terhadap garis
yang tegak lurus permukaan pantulan. Sebaliknya sudut pantulan adalah sudut yang dibentuk oleh sinar
pergi
terhadap garis yang tegak lurus permukaan pantulan. Untuk memperjelas, tataplah

gambar di bawah dengan penuh kelembutan

Gelombang berdiri pada dawai


Neh gambar Steve Vai, gitaris paling hebat sedunia versi gurumuda. Dirimu

bisa bermain gitar ? Atau sama seperti diriku, cuma bisa bengong menonton orang lain bermain gitar ?
he2
Atau dirimu seorang gitaris? Wah, asyik neh punya teman seorang gitaris.. menarik

sekali kalau kita amati orang yang sedang bermain gitar, khususnya melodi. Jari tangannya berpindah
begitu cepat, pada saat yang sama petikannya pada senar menghasilkan alunan musik yang begitu
indah kalau musiknya bagus dan sesuai dengan selera, kita bisa sampai terhanyut malah ada yang
bisa berteriak histeris dan mengeluarkan air mata buaya
atau dirimukah yang suka nonton

konser sambil loncat sana loncat sini sambil teriak-teriak hehe pisss.
Nanti kalau dirimu bermain gitar atau menonton orang bermain gitar, jangan cuma lihat gitarisnya saja
tapi perhatikan juga senar gitarnya mengapa diameter senar gitar berbeda-beda ? diameter senar bass
biasanya lebih besar dibandingkan dengan senar yang lain ada senar yang tebal, ada senar yang tipis.
Tuh tujuannya untuk apa ya ? ada lagi yang menarik mengapa ketika kita menekan senar pada grid,
nada yang dihasilkan bisa berubah ? hal yang sama terjadi ketika kita menyetel gitar. Mengapa ketika
senar dikendurkan atau ditegangkan, nada yang dihasilkan berubah ? selamat belajar
Topik pokok bahasan ini (gelombang berdiri) tampaknya garing tapi sebenarnya berkaitan erat dengan
musik yang sering anda nikmati setiap hari. Semua alat musik, baik alat musik yang dipetik, digesek atau
ditiup sangat bergantung pada gelombang berdiri untuk menghasilkan alunan musik yang begitu indah.
Misalnya kita tinjau alat musik petik seperti gitar. Ketika dawai alias senar gitar dipetik maka dihasilkan
gelombang berdiri pada senar tersebut. Selanjutnya gelombang berdiri pada senar menggetarkan udara
disekitarnya sehingga dihasilkan gelombang bunyi.. gelombang bunyi ini kemudian bergentayangan
hingga nyasar di telinga kita dan dirasakan oleh telinga kita sebagai alunan nada atau musik.

Btw, gelombang berdiri tuh apa ya ? mengapa dikatakan gelombang berdiri, kok tidak gelombang tidur
atau gelombang jongkok saja ?
hiks2 lalu apa kaitannya dengan ketebalan senar dkk

sebagaimana diulas dalam bagian pengantar ?


Nah, sebelum melangkah lebih dekat, terlebih dahulu kita berkenalan dengan gelombang berdiri pada
dawai. Alasan mengapa dikatakan gelombang berdiri, bukan gelombang tidur serta keterkaitannya
dengan ketebalan senar dkk akan dijelaskan kemudian. Perlu diketahui bahwa gelombang berdiri tidak
hanya dialami oleh tali alias dawai alias senar saja tetapi juga oleh kolom udara sebagaimana terjadi
pada banyak alat musik tiup seperti seruling, terompet dkk. Btw, mengenai hal ini akan kita kupas tuntas
dalam pokok bahasan gelombang bunyi. Ok, sekarang siapkan amunisi secukupnya.. sapu tangan, sapu
kaki buat lap banjir keringat, obat sakit kepala, sakit perut, stress n henek.. wkakakak. TanCap gaS

Gelombang berdiri pada dawai


Dalam pokok bahasan pemantulan gelombang, gurumuda sudah menjelaskan secara panjang pendek
mengenai pemantulan pulsa gelombang pada dawai. Jika kita menyentakkan sebuah dawai alias tali
maka akan timbul sebuah pulsa yang merambat sepanjang dawai tersebut.Sambil nonton video di
bawah Karena ujung kanan dawai terikat maka setelah pulsa tiba di ujung dawai yang terikat, pulsa
tersebut dipantulkan kembali dalam posisi terbalik, sebagaimana ditunjukkan pada video di bawah Btw,
mengapa pulsa dipantulkan terbalik ? Silahkan pelajari lagi di TKP ya gan
lanjUtkan

Sekarang mari tinjau apa yang terjadi jika dawai tersebut tidak disentakkan tapi digerakkan naik turun
secara teratur. Apabila kita menggerakkan dawai naik turun secara teratur (gerak harmonik sederhana)
maka akan timbul gelombang harmonik alias gelombang sinusoidal yang merambat sepanjang dawai
tersebut. Sambil nonton video di bawah Nah, jika ujung kanan dawai tersebut terikat maka setelah
gelombang tiba di ujung dawai yang terikat, gelombang tersebut akan dipantulkan kembali, sebagaimana
ditunjukkan pada video di bawah. Perhatikan bahwa puncak gelombang dipantulkan seperti pulsa pada
video di atas jadi ketika gelombang dipantulkan, puncak gelombang berubah menjadi lembah
gelombang, sebaliknya lembah gelombang berubah menjadi puncak gelombang
Apabila kita terus menggerakkan dawai naik turun secara teratur maka akan ada gelombang yang
merambat dalam dua arah, yakni gelombang yang timbul ketika kita menggerakan dawai naik turun
(dalam video di atas, gelombang ini bergerak ke kanan warna merah) dan gelombang pantulan (dalam
video di atas, gelombang ini bergerak ke kiri warna biru). Kedua gelombang ini selanjutnya saling
tumpang tindih alias bersuperposisi Nah, superposisi atau perpaduan dari kedua gelombang yang

bergerak dalam arah yang berlawanan ini menghasilkan sebuah gelombang yang tampaknya diam alias
tidak bergerak (dalam video di atas, gelombang ini diberi warna hitam Tuh yang amplitudonya paling
besar). Karena tidak bergerak maka gelombang jenis ini diberi julukan gelombang diam alias gelombang
stasioner (stationary wave). Nama samaran dari gelombang stasioner adalah gelombang berdiri (standing
wave) Disebut gelombang berdiri karena gelombang ini tidak berjalan alias tidak merambat
Btw, dirimu jangan terkecoh dengan video di atas. Perhatikan bahwa kalau dirimu menggerakan dawai
alias tali seperti dalam video di atas maka setelah ada gelombang pantulan, gerakan dawai selanjutnya
akan tampak seperti gelombang berdiri. Dalam hal ini, tali akan tampak berosilasi di tempat
Ada beberapa istilah aneh yang diberikan pada gelombang berdiri Istilah aneh pertama adalah simpul
alias node (node tuh bahasa inggris, bahasa indonesianya simpul). Dalam video di atas, simpul alias
node dilambangkan dengan huruf N. Simpul alias node merupakan titik di mana terjadi interferensi
destruktif antara gelombang yang bergerak ke kanan dan gelombang yang bergerak ke kiri. Istilah aneh
lain adalah perut alias antinode. Dalam video di atas, perut alias antinode diberi simbol A. Perut alias
antinode merupakan titik di mana terjadi interferensi konstruktif antara gelombang yang bergerak ke
kanan dan gelombang yang bergerak ke kiri.
Untuk membedakannya dengan gelombang berdiri maka gelombang yang sedang bergerak biasa
dinamakan gelombang berjalan.

Fungsi gelombang berdiri


Dalam pokok bahasan gelombang harmonik atau gelombang berjalan, kita sudah menurunkan fungsi
gelombang harmonik atau fungsi gelombang berjalan. Kali ini kita mencoba menurunkan fungsi
gelombang berdiri atau fungsi gelombang diam sebagaimana fungsi gelombang berjalan, fungsi
gelombang berdiri berguna untuk menjelaskan suatu gelombang berdiri Apabila kita mengetahui fungsi
gelombang dari suatu gelombang berdiri, kita bisa mencari perpindahan sembarang titik sepanjang dawai
dari posisi setimbang pada suatu waktu tertentu.
Dalam pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa gelombang berdiri merupakan hasil superposisi
atau perpaduan dari dua gelombang harmonik yang berjalan dalam arah yang berlawanan. Dengan
demikian, kita bisa memperoleh fungsi gelombang berdiri dengan menjumlahkan fungsi gelombang dari
kedua gelombang harmonik yang berjalan dalam arah yang berlawanan dan saling bersuperposisi.
Kita tulis kembali fungsi gelombang harmonik yang sudah diturunkan dalam pokok bahasan fungsi
gelombang dan persamaan gelombang :
Fungsi gelombang harmonik yang berjalan ke kiri :

Fungsi gelombang harmonik yang berjalan ke kanan :

Fungsi gelombang berdiri merupakan jumlah dari fungsi gelombang berjalan. Secara matematis ditulis
seperti ini :
Pending dulu Ingat lagi si trigonometri :

Sekarang kita masukan persamaan 1 dan persamaan 2 ke dalam persamaan sebelumnya :

Keterangan :

Fungsi gelombang berdiri pada dawai bisa ditulis lagi dalam bentuk seperti ini :

Fungsi gelombang berdiri mempunyai dua faktor yakni 2A sin kx dan cosomega t. Faktor 2A sin kx
menjelaskan bentuk dawai setiap saat, yakni berupa kurva sinus. Sebaliknya faktor cos omega t
menjelaskan bahwa dawai tersebut tidak berjalan tetapi hanya berosilasi di tempat. Biar lebih paham,
sebaiknya dirimu baca-baca materi fungsi gelombang dan persamaan gelombang berjalan terlebih
dahulu.
Fungsi gelombang berdiri yang sudah diturunkan sebelumnya bisa kita manfaatkan

untuk

menentukan posisi titik perut dan titik simpul pada sebuah gelombang berdiri. Posisi titik perut bisa
diketahui ketika amplitudo gelombang berdiri, yakni 2A sin kx bernilai maksimum sebesar 2A. Sebaliknya
posisi titik simpul bisa diketahui ketika amplitudo gelombang berdiri, yakni 2A sin kx bernilai nol

Posisi Titik Perut


Agar amplitudo bernilai maksimum maka

sin kx harus bernilai 1 atau -1.

2A sin kx = 2A (1) = 2A amplitudo maksimum (puncak gelombang berdiri)


2A sin kx = 2A (-1) = -2A amplitudo maksimum (lembah gelombang berdiri)

Sin kx = 1 atau -1 jika :

Tampak bahwa jarak antara dua titik perut berurutan adalah setengah panjang gelombang (3/4 lambda

1/4 lambda = 2/4 lambda = 1/2 lambda atau 5/4 lambda 3/4 lambda = 2/4 lambda = 1/2 lambda).
Lambda = panjang gelombang

Posisi Titik Simpul


Agar amplitudo bernilai 0 maka sin

kx harus bernilai 0 > 2A sin kx = 2A (0) = 0

Sin kx = 0 jika :

Tampak bahwa jarak antara dua titik simpul berurutan adalah setengah panjang gelombang (1 lambda
1/2 lambda = 1/2 lambda atau 3/2 lambda 1 lambda = 3/2 lambda 2/2 lambda = 1/2 lambda).

Ketika suatu gelombang merambat alias berjalan sepanjang dawai, gelombang tersebut memindahkan
energi sepanjang dawai tersebut. Dengan kata lain, gelombang tersebut memindahkan energi dari satu
ujung dawai ke ujung dawai berikutnya. Gelombang berdiri tidak seperti gelombang berjalan; gelombang
berdiri tidak memindahkan energi sepanjang dawai. Jadi energi tetap berdiri di posisinya masing-masing
sepanjang dawai.

Gelombang berdiri pada dawai yang kedua ujungnya terikat


Sebelumnya kita sudah berkenalan dengan gelombang berdiri. Kali ini kita coba meninjau gelombang
berdiri pada dawai yang kedua ujungnya terikat. Dawai yang kedua ujungnya terikat terdapat dalam alat
musik seperti gitar, biola dkk misalnya ketika dawai alias senar gitar dipetik maka dihasilkannya
gelombang berdiri pada senar tersebut. Gelombang berdiri pada senar selanjutnya menggetarkan udara
di sekitarnya sehingga dihasilkan gelombang bunyi dengan frekuensi tertentu. Frekuensi gelombang
bunyi yang dihasilkan tentu saja sesuai dengan frekuensi getaran senar. Frekuensi getaran senar
bergantung pada banyak faktor, sebagaimana akan kita bahas.

Jika kita menggetarkan dawai atau senar yang kedua ujungnya terikat maka akan timbul gelombang yang
berjalan sepanjang dawai atau senar tersebut. Ketika gelombang yang berjalan sepanjang dawai tiba di
ujung dawai yang terikat maka gelombang ini akan dipantulkan dan selanjutnya merambat kembali dalam
arah yang berlawanan (bandingkan dengan video di atas). Gelombang-gelombang yang merambat dalam
arah yang berlawanan ini selanjutnya saling tumpang tindih alias bersuperposisi. Apabila frekuensi
gelombang-gelombang yang merambat sepanjang dawai tidak sama dengan frekuensi alami dawai maka
gelombang yang bersuperposisi akan saling melenyapkan atau menghasilkan pola yang kacau. Btw,
apabila frekuensi gelombang-gelombang yang berjalan sepanjang dawai sama dengan frekuensi alami
dawai maka ketika gelombang-gelombang yang berjalan dalam arah yang berlawanan tersebut
bersuperposisi maka akan dihasilkan gelombang berdiri pada dawai. Frekuensi di mana gelombang
berdiri dihasilkan pada dawai dikenal dengan julukan frekuensi resonansi atau frekuensi alami. Mengenai
resonansi akan gurumuda bahas dalam postingan berikut untuk membantumu lebih memahami
penjelasan gurumuda, silahkan nonton video di bawah
Frekuensi resonansi dawai bisa kita tentukan dengan meninjau keterkaitan antara panjang gelombang
berdiri dan panjang dawai. Kedua ujung dawai terikat karenanya kedua ujung dawai tersebut berperan
sebagai titik simpul alias node. Dengan demikian gelombang berdiri yang dihasilkan harus mempunyai
titik simpul di kedua ujung dawai tersebut. Sebagaimana telah djelaskan sebelumnya, jarak antara dua
titik simpul terdekat adalah setengah panjang gelombang (1/2 lambda). Dengan demikian panjang dawai
harus sama dengan 1/2 lambda atau 2 (1/2 lambda) atau 3 (1/2 lambda) dst Secara matematis bisa
ditulis seperti ini :
Untuk menentukan panjang gelombang, persamaan di atas bisa

diobok2 seperti ini :

Dalam pembahasan mengenai laju gelombang, kita sudah menurunkan persamaan yang menyatakan
hubungan antara laju gelombang (v), frekuensi (f) dan panjang gelombang (lambda). Secara matematis
ditulis seperti ini :

Untuk menentukan frekuensi, persamaan di atas bisa diobok2 menjadi seperti ini :

Sekarang kita masukan persamaan panjang gelombang ke dalam persamaan frekuensi :

Persamaan ini bisa kita gunakan untuk menentukan frekuensi resonansi dawai.
Keterangan :
v = laju gelombang pada dawai
f = frekuensi resonansi dawai
f1 = frekuensi dasar
L = panjang dawai
n = bilangan bulat kelipatan 1 (1, 2, 3, 4, 5, dstnya)
Kalau dirimu bergelut dengan dunia musik, istilah titik nada atau pitch mungkin tidak asing di telinga. Titik
nada atau pitch gitar, misalnya, sama saja dengan frekuensi resonansinya (f) orang yang bergelut di
dunia musik menggunakan istilah titi nada atau pitch, sebaliknya fisikawan atau insinyur menggunakan
istilah frekuensi resonansi. Istilahnya beda tapi maksudnya sama

Animasi di bawah menunjukkan beberapa mode normal dawai yang kedua ujungnya terikat. Mode normal
tuh istilah yang digunakan untuk menjelaskan semua bagian sistem (misalnya semua bagian dawai) yang
bergerak secara sinusoidal dengan frekuensi yang sama.
Frekuensi dasar atau harmoni pertama

f1 dihasilkan oleh gelombang berdiri yang mempunyai satu perut. Frekuensi dasar dikenal juga dengan
julukan harmoni pertama. Istilah harmoni berasal dari musik.
Harmoni kedua

f2 dihasilkan oleh gelombang berdiri yang mempunyai dua perut) dikenal dengan julukan harmoni
kedua atau nada atas pertama.
Harmoni ketiga

f3

dihasilkan oleh gelombang berdiri yang mempunyai tiga perut) dikenal dengan julukan harmoni

ketiga atau nada atas kedua.


Harmoni keempat

f4 dihasilkan oleh gelombang berdiri yang mempunyai empat perut) dikenal dengan julukan harmoni
keempat atau nada atas ketiga. Dan seterusnya.
Harmoni kelima

Hubungan antara frekuensi resonansi dengan gaya tegangan


dawai, panjang dawai dan massa per satuan panjang dawai
Dalam pokok bahasan laju gelombang, kita sudah menurunkan persamaan yang menyatakan laju
gelombang pada dawai. Secara matematis ditulis seperti ini :

Sekarang kita gantikan v dalam persamaan frekuensi di atas dengan v dalam persamaan ini :

Keterangan :

Persamaan 1 dan persamaan 2 menyatakan hubungan antara frekuensi resonansi dawai dengan panjang
dawai (L), gaya tegangan dawai (F) dan massa per satuan panjang dawai (myu).
Berdasarkan persamaan tersebut tampak bahwa frekuensi resonansi sebanding atau berbanding lurus
dengan gaya tegangan dawai (F). Ini berarti semakin tegang dawai atau senar maka semakin tinggi
frekuensi resonansi dawai tersebut. Sebaliknya, semakin kendur dawai atau senar maka semakin rendah
frekuensi resonansi dawai tersebut. Frekuensi resonansi dawai sama dengan frekuensi gelombang bunyi
atau nada musik yang dihasilkan ketika dawai tersebut bergetar. Jadi tidak perlu heran mengapa
frekuensi bunyi semakin meningkat ketika dawai atau senar semakin tegang
Dari persamaan di atas tampak bahwa frekuensi resonansi dawai (f) berbanding terbalik dengan panjang
dawai atau senar (L). Ini artinya semakin panjang dawai atau senar maka frekuensi resonansi yang
dihasilkan semakin rendah. Sebaliknya semakin pendek dawai atau senar maka frekuensi resonansi yang
dihasilkan semakin tinggi. Ini alasan mengapa ketika kita meregangkan senar gitar, frekuensi bunyi yang
dihasilkan semakin kecil; sebaliknya ketika kita menegangkan senar gitar, frekuensi bunyi yang dihasilkan

semakin besar. Hal yang sama terjadi ketika kita menekan senar pada grid. Ketika kita menekan senar
gitar pada grid gitar, sebenarnya kita memendekkan senar tersebut (memperkecil L) karenanya frekuensi
bunyi yang dihasilkan semakin tinggi.
Selain berbanding terbalik dengan panjang dawai (L), frekuensi resonansi dawai (f) juga berbanding
terbalik dengan massa per satuan panjang dawai (myu). Ini berarti semakin besar massa per satuan
panjang dawai maka semakin kecil frekuensi resonansi yang dihasilkan oleh dawai tersebut. Massa per
satuan panjang senar bass lebih besar dibandingkan dengan senar yang lain karenanya tidak perlu heran
mengapa frekuensi resonansi atau frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh senar bass lebih rendah
dibandingkan senar yang lain.
Untuk memperjelas pemahamanmu mengenai kaitan antara frekuensi resonansi dawai (f) dengan
tegangan dawai (F) dirimu bisa mencoba animasi berikut. Klik saja link ini

Pembiasan gelombang (refraksi)


Pengantar

Dirimu pernah jalan-jalan ke pantai-kah ? wah, masa hari gini belum

Coba sekali-sekali main ke

pantai.. . oya, biar seru ajak juga dengan pacar kesayangan. Asyik neh kalo pacaran di tepi pantai.
Hiks2 Sambil duduk berdua memandang gulungan gelombang laut yang perlahan-lahan menuju tepi
pantai, ditemani hembusan angin sepoi2 kering yang bikin ngantuk.. belum lagi pemandangan sunset di
sore hari. Duh, pantai serasa milik berdua. Maunya tinggal di pantai saja ya, biar kalau ada tsunami bisa
stress

Kalau dirimu ingin bermain ke pantai, nanti perhatikan secara saksama gulungan gelombang laut yang
bergerak dari tengah laut menuju tepi pantai. Ketika masih di tengah laut, gelombang laut biasanya
bergerak ke berbagai arah. Tetapi ketika semakin mendekati garis pantai, seolah-olah ada yang

memerintahkan gelombang laut untuk menyesuaikan arahnya dengan garis pantai. Ketika semakin dekat
dengan garis pantai, gelombang laut semakin sejajar dengan garis pantai. Pada saat pecah, gelombang
laut tepat sejajar dengan garis pantai. Yang saya maksudkan dengan garis pantai di sini adalah
perbatasan antara laut dan hamparan pasir. Mengapa gelombang laut bisa aneh seperti itu ya ?
Fenomena menarik yang dijelaskan di atas merupakan salah satu contoh pembiasan gelombang.
Pembiasan gelombang biasanya terjadi ketika gelombang menyebrangi perbatasan dua medium yang
berbeda. Untuk membantumu lebih memahami hal ini, kita tinjau pembiasan gelombang laut pada saat
gelombang laut bergerak dari tengah laut menuju tepi pantai. Mula-mula gelombang laut merambat
melalui air laut. Ya iyalah, masa merambat melalui air darat
Ketika mendekati garis pantai,

permukaan laut tentu semakin dangkal. Nah, pada saat gelombang memasuki bagian laut yang dangkal,
laju gelombang menjadi berkurang. Berkurangnya laju gelombang laut mengakibatkan terjadinya
pembelokkan arah perambatan gelombang (gelombang laut dibiaskan). Dengan kata lain, berkurangnya
laju gelombang laut ketika memasuki bagian laut yang dangkal menyebabkan gelombang laut dibelokkan
hingga sejajar garis pantai.
Agar dirimu lebih memahami keterkaitan antara berkurangnya laju gelombang laut dan pembelokkan arah
perambatan gelombang laut hingga sejajar garis pantai, pahami penjelasan berikut

Gambar di atas mewakili gelombang laut yang bergerak dari tengah laut menuju garis pantai. Gelombang
laut diwakili oleh muka gelombang. Arah gerakan gelombang laut diwakili oleh sinar (garis atau tanda
panah yang tegak lurus muka gelombang). Oya, mungkin dirimu bingun dengan istilah sinar dan muka
gelombang ? kalau bingun dengan dua istilah aneh ini, pelajari terlebih dahulu pokok bahasan
pemantulan gelombang. Sudah dijelaskan dalam pembahasan tersebut
Mula-mula gelombang laut kebut2an di bagian laut yang dalam, di mana arah gerakannya diandaikan
seperti pada gambar di atas. Ketika memasuki bagian laut yang dangkal, kelajuan gelombang mulai
berkurang. Perhatikan bahwa hanya gelombang yang lebih dahulu tiba di bagian laut yang dangkal saja
yang berkurang kelajuannya, gelombang yang masih berada di bagian laut yang dalam tidak berkurang
kelajuannya (perhatikan gambar di bawah).

Kita andaikan mula-mula muka gelombang masih berada di bagian laut yang dalam (a dan a). Dalam
selang waktu yang sama, muka gelombang bergerak dari a ke b dan dari a ke b. Perhatikan bahwa jarak
antara a ke b sama dengan jarak dari a ke b. Selanjutnya muka gelombang yang tiba di b mulai
memasuki bagian laut yang dangkal, sedangkan muka gelombang yang tiba di b masih berada di bagian
laut yang dalam. Karena bergerak di daerah yang dangkal maka muka gelombang yang tiba di b tadi
mulai berkurang kelajuannya, sebaliknya muka gelombang yang tiba b tadi masih bergerak dengan
kelajuan yang sama seperti sebelumnya.
Dalam selang waktu yang sama, muka gelombang berada di bagian laut yang dangkal bergerak dari b ke
c, demikian juga muka gelombang yang berada di bagian laut yang dalam bergerak dari b ke
c. Perhatikan bahwa dalam selang waktu yang sama, muka gelombang yang berada di bagian laut yang
dangkal menempuh jarak yang lebih pendek (b ke c) sedangkan muka gelombang yang berada di bagian
laut yang dalam menempuh jarak yang lebih jauh (b ke c). Hal ini dikarenakan muka gelombang yang
berada di bagian laut yang dangkal bergerak lebih lambat (lajunya lebih kecil). Karena bergerak lebih
lambat maka selama selang waktu yang sama, jarak yang ditempuhnya juga lebih pendek.

Nah, karena dalam selang waktu yang sama jarak yang ditempuh muka gelombang ketika bergerak dari b
ke c lebih pendek dibandingkan dengan jarak yang ditempuh muka gelombang dari b ke c maka arah
gerakan muka gelombang perlahan-lahan dibelokkan, sebagaimana tampak pada gambar di atas. Ingat
bahwa semakin dekat dengan garis pantai, laut juga semakin dangkal. Karenanya semakin mendekati
garis pantai, laju gelomban semakin berkurang. Berkurangnya laju gelombang mengakibatkan arah
gerakan gelombang terus dibelokkan. Proses ini terus berlangsung hingga gelombang mencapai garis
pantai. Ketika gelombang tapicah
, arah gerakan gelombang tepat sejajar dengan garis pantai.

Bandingkan dengan gambar pertama.. tuh nun jauh di atas sono

Pembelokan arah gerakan gelombang ketika gelombang memasuki medium yang berbeda dengan
medium yang dilalui sebelumnya, dikenal dengan julukan pembiasan alias refraksi. Terdapat dua
kemungkinan
Pertama, apabila kelajuan gelombang berkurang ketika memasuki medium yang berbeda dengan

sudut bias(sudut yang dibentuk sinar bias dengan garis


normal) biasanya lebih kecil dibandingkan dengan sudut datang (sudut yang dibentuk oleh sinar datang
medium yang dilalui sebelumnya maka

dengan garis normal). Garis normal pada gambar di atas diberi simbol N. Penjelasan panjang lebar dan
bertele2 mengenai pembiasan gelombang laut merupakan contoh pembiasan jenis ini
Kedua, apabila kelajuan gelombang bertambah ketika memasuki medium yang berbeda dengan medium
yang dilalui sebelumnya maka

sudut biasbiasanya lebih besar dibandingkan dengan sudut datang.

Contohnya mana ? pikirkan sendiri ya kawan ya

Dari uraian di atas tampak bahwa sudut datang dan sudut bias berkaitan erat dengan kelajuan
gelombang. Karenanya sebelum mengakhiri tulisan ini alangkah tidak baiknya
jika kita turunkan

persamaan yang menyatakan hubungan antara sudut datang dan sudut bias dengan kelajuan
gelombang sssttt.. jangan kabur dulu dunk. Ngomong soal rumus jangan langsung merinding gitu
dunk huft. Ok, siapkan amunisi secukupnya sapu tangan n tisu secukupnya buat ngelap keringat
dkk wakak. Ok, pengoprekan rumus segera kita mulai. Tataplah gambar kusam di bawah dengan
penuh kelembutan

Gambar ini mirip dengan sebelumnya sehingga tidak perlu dijelaskan lagi ya ?

perlahan-lahan Jika bigun berlanjut silahkan hubungi dokter terjauh

Pahami

Untuk mempermudah

pengoprekan rumus, jarak dari b ke c diberi simbol s 2, sedangkan jarak dari b ke c diberi simbol s 1.
Segitiga bbc dan segitiga bcc memiliki satu sisi yang sama yang diberi simbol x. Karena satu sisinya
sama maka kita bisa menyatukan kedua persamaan di atas (dua persamaan yang ada di sebelah kanan
gambar).
Kita tulis kembali kedua persamaan di atas :

Karena x sama maka persamaan di atas bisa ditulis menjadi seperti ini :

Persamaan di atas menyatakan hubungan antara kelajuan gelombang dengan sudut datang dan sudut
bias. Jika v1 > v2 maka sin (teta 2) <>lebih besar daripada laju gelombang pada medium 2 maka sudut
bias lebih kecildaripada sudut datang. Dengan kata lain, jika laju gelombang pada medium 1 lebih
besar daripada laju gelombang pada medium 2 maka sudut datanglebih besar daripada sudut bias. Coba
masukan beberapa angka lalu obok2 saja tuh rumus nanti tambah paham.
Sebaliknya jika v1 <>2 maka sin (teta 2) > sin (teta 1). Ini berarti jika laju gelombang pada medium 1 lebih
kecil daripada laju gelombang pada medium 2 maka sudut bias lebih besar daripada sudut datang.
Dengan kata lain, jika laju gelombang pada medium 1 lebih kecil daripada laju gelombang pada medium
2 maka sudut datang lebih kecil daripada sudut bias. Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya
btw, ini hanya pembuktian matematis saja

Diposkan oleh novi hermawatidi 02.56Tidak ada komentar:

Posting LamaBeranda

Langganan: Entri (Atom)


Pengikut
Arsip Blog

2010 (8)
Desember (1)

Sabtu, 11 Desember 2010 Gerak harmonik sederhana C...

September (1)

Juni (3)

Maret (3)

2009 (16)
Mengenai Saya
novi hermawati
Lihat profil lengkapku