Anda di halaman 1dari 18

PENGOLAHAN DAN TRANSPORTASI MIGAS

SEPARATOR 3 - PHASA
POTENSIAL OPERATING PROBLEM, TEORI PENGENDAPAN
DAN UKURAN SEPARATOR
DOSEN: RICHA MELISYA, ST.MT

OLEH KELAS A:
ANDRIO PAHLEVI

123210097

RISKA TETE FITRI

123210632

WIDI KURNIA BAKTI

123210473

YOLA KARUNIA PUTRI 123210346


ZULHISMAN

123210665

JURUSAN PERMINYAKAN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2015

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami
dapat

menyelesaikan

makalah

ini.

Tanpa

pertolongan

Dia

mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan


baik. Kepada kedua orang tua kami yang telah memberikan
dukungan baik secara moral dan moril, kami sungguh sangat
berterima kasih atas pertolongannya.
Kepada

Ibu

RICHA

MELISYA,

ST.MT

terimakasih

atas

kesedian Ibu yang telah memberikan tugas ini kepada kami


sehingga kami dapat belajar dari makalah ini. Makalah ini
disusun agar Ibu dapat menilai tugas kelompok kami tentang
Potensial Operating Problem, Settling dan Ukuran Separator pada
Separator 3-Fasa. Makalah ini kami susun dengan berbagai
rintangan, baik itu yang datang dari diri kami maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang
menarik bagi Ibu dan memiliki nilai yang baik. Walaupun makalah
ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami mohon untuk saran
dan kritiknya. Terima kasih.

Pekanbaru, 30 Maret 2015

Kelompok 6
BAB I
PEMBAHASAN

A. POTENTIAL OPERATING PROBLEMS


Dalam bagian ini akan di lihat beberapa masalah yang
mungkin timbul pada saat pengoperasian separator tiga fasa.
Diantara

masalah

tersebut

adalah

adanya

gelembung

gelembung busa pada batas permukaan minyak-gas, masalah


parafin, masalah kepasiran, masalah emulsi carryover & blowby.
1. Masalah Busa
Penyebab utama timbulnya gelembung busa ini adalah
kotoran.selain dari air juga berasal dari crude oil yang tidak
sempat mengalir sebelum mencapai separator. Keberadaan busa
ini tidak menjadi masalah jika rancangan bagian dalam memiliki
kemampuan

untuk

menyatukan

gelembung

busa

tersebut.

Dengan harapan setelah menyatu akan pecah tiga masalah


utama yang timbul dengan busa ini adalah :
1. Pengontrolan level fluida secara mekanik jadi terganggu,
sebab suatu alat pengontrol yang

cocok untuk kondisi

tiga fasa.
2. Busa memiliki perbandingan volume terhadap berat yang
besar, sehingga menempati ruang yang lebih besar dalam
vessel (yang seharusnya bisa di pakai untuk koloid minyak
atau pun gas)
3. Apabila volumenya tidak terkontrol, maka mustahil untuk
melakukan pemisahan terhadap gas dalam vessel.
Dalam menanggulangi masalah ini, pada saat merancang
separator di pasang suatu alat yang disebut foam comparator hal

lain yang perlu juga di catat adalah jumlah busa ini selain
tergantung pada penurunan tekanan di inlet separator ,juga
tergantung dari sifat-sifat cairan pada kondisi separator. Karena
foam comparator dioperasikan pada tekanan atmosfer, maka dia
tidak diperlukan dalam perhitungan.

2. Masalah Parafin
Berkumpulnya

parafin

dalam

separator

dapat

begitu

merugikan. Susunan plat yang ada dalam ruang cairan dan


saringan pada mist extractor yang terdapat dalam ruang gas bisa
tersumbat oleh parafin ini. Setelah dihitung bahwa keberadaan
parafin

akan

mendatangkan

dipertimbangkan
centrifical

mist

untuk

masalah,

menggunakan

extractor.

Nozzle

akan

maka

sejenis

plat

disediakan

dapat
atau
untuk

menginjeksikan uap, cairan pelarut atau pembersih lainnya ke


dalam separator.
3. Masalah Kepasiran
Keberadaan pasir dalam separator dapat sangat bermasalah
karena

bisa

menyebabkan

terjainya

penyumbatan

dan

memenuhi bagian bawah separator. Terkumpulnya pasir pada


bagian bawah separator dapat di kurangi dengan menggunakan
sand jets & darins.
Penyumbatan bagian dalam separator adalah masalah yang
harus di pertimbangkan dalam merancang separator. Rancangan
separator yang baik selain secara mekanis dapat memisahkan
gas,

minyak

dan

air

juga

menyediakan

tempat

untuk

menampung pasir. Factor keseimbangan ini adalah solusi terbaik


menanggulangi kepasiran.

4. Masalah Emulsi
Emulsi

adalah

masalah

utama

dalam

pengoperasian

separator tiga fasa setelah periode waktu tertentu kumpulan


material

emulsi

dan

atau

kotoran

lainnya

biasanya

akan

terbentuk pada batas permukaan fasa minyak dan air. Selain


mempengaruhi pengontrolan level cairan, keberadaan emulsi
juga akan mengurangi efektifitas retention time minyak atau air
dalam separator, sehingga menyebabkan berkurangnya efisiensi
pemisahan. Penambahan zat kimia dan panas dapat mengurangi
kesulitan ini.

5. Carryover and Blowby


Carryover terjadi ketika cairan bebas berbawa bersama fasa
gas (yang di tandai dengan tinggi nya fluid level ) timbul
gelembung busa. Bisa juga terjadi akibat kesalahan dalam
merancang bagian dalam vessel, akibat penyumbatan atau
akibat kelebihan pengaturan laju alir dalam vessel. Blowby
terjadi ketika gas bebas keluar bersama fasa cair (yang di tandai
dengan rendah nya fluid level dan timbulnya pusaran cairan) bisa
juga terjadi akibat kerusakan pada level control.

B. TEORI PENGENDAPAN (SETTLING)


Hampir semua konsep dan persamaan yang digunakan pada
pemisahan

dua

fasa

yang

telah

diterangkan

pada

bab

sebelumnya dapat diterapkan untuk sistem tiga fasa. Dapat


dibuktikan bahwa aliran disekitar endapan butiran minyak dalam
air atau butiran air dalam minyak adalah laminer dan Hukum

stokes dapat dipakai. Kecepatan pengendapan dapat dihitung


dengan persamaan berikut
Vl

6
2
1,78 10 ( SG ) dm

[3.2]
Dimana:
Vl

= kecepatan pengendapan, ft s

SG

= perbedaan SG butiran cairan dan gas, relatif

terhadap air
= (SG1-SGg)
dm

= diameter butiran cairan, micron

= viscositas gas, cp

Ukuran Butiran dalam Minyak


Sulit untuk memperediksi butiran air yang harus dipisahkan
dari fasa minyak agar menyerupai definisi minyakk bebas.
Kecuali data lab dan data lapangan tersedia, hasil yang baik akan
didapat dengan mengukur lapisan minyak yang mengandung
butiran air yang berukuran 500 mikron atau lebih. Jika kriteria ini
ditemui, emulsi yang ditanggulangi dengan peralatan bawah
permukaan akan mengandung air kurang dari 10% tanpa
penambahan zat kimia yang berlebihan.
Ukuran Butiran Minyak Dalam Air
Dari persamaan 3.2 dapat dilihat bahwa pemisahan butiran
minyak dari air lebih mudah dibandingkan dengan pemisahan
butiran air dari minyak. Viskositas minyak adalah 5-20 kali
viskositas air. Tujuan utama daripada pemisahan tiga fasa adalah

untuk

mempersiapkan

Pengalaman

lapangan

minyak

untuk

mengindikasikan

peroses
bahwa

selanjutnya.
kandungan

minyak dalam air produksi, dapat diperkirakan antara 200 2000


mg/l. Air ini selanjutnya dibersihkan dalam tretment poll.
Ukuran butiran minyak yang dipisahkan dari fasa air tidak terlalu
berarti.
Retention Time
Jumlah tertentu oil storage diperlukan sebagai jaminan
bahwa akan terjadi pembebasan gas dari minyak dalam keadaan
setimbang. Peningkatan jumlah simpanan diperlukan untuk
jaminan bahwa free water memiliki waktu untuk bergabung
kedalam butiran yang ukurannya cukup untuk mengendap
menurut persamaan 3.2. alasan untuk menggunakan batasan
retention time antara 3 20 menit tergantung pada data lab atau
data lapangan. Jika informasi ini tidak tersedia, maka retention
time minyak dirancang selama 10 menit.
Dengan cara yang sama, jumlah tertentu dari water storage
diperlukan sebagai jaminan bahwa butiran minyakyang lebih
besar yang terkandung dalam air memiliki waktu yang cukup
untuk bergabung dan membentuk interface minyak-air. Alasan
menggunakan batasan retention time 3 20 menit tergantung
pada data lab atau data lapangan. Jika informasi ini tidak
tersedia, maka retention time minyak dirancang selama 10
menit.
Retention time, baik untuk laju minyak maksimum maupun
untuk

laju

air

mengindikasikan

maksimum
bahwa

tidak

dihitung,

kecuali

diperlukan

konservatif dalam merancang sparator.

data

pndekatan

lab
yang

C. UKURAN SEPARATOR
1. Separator Horizontal
Dalam menentukan ukuran separator horizontal tiga fasa
perlu menetapkan diameter dan panjang vessel. Kapasitas gas
dan retention time adalah hal yang perlu diepertimbangkan
dalam menentukan beberapa kombinasi yang cocok daripada
diameter dan panjang tersebut. Juga perlu menentukan diameter
maksimum separator agar dapat mengendapkan butiran air yang
berukuran 500 micron.
Kapasitas Gas
Pengukuran kapasitas gas memberikan persamaan yang
harus memenuhi kombinasi
d 2 l eff =42

d dan l eff

[ ]

TZ Qq
.K
P

Dimana:
D = diameter dalam vessel, in
l eff

= panjanang efektif vessel tempat pemisahan terjadi,

ft
T = temperature operasi,
Qq

= laju alir gas, MMScfd

P = tekanan operasi, psia


Z = kompresibilitas gas
K = Konstanta berdasarkan sifat cairan dan gas

Retention Time
Pengaturan retention time memberikan persamaan yang
d dan l eff
harus memenuhi kombinasi
.
d 2 Leff =1,42 [ ( QW ) ( t r )w + ( Q o )( t r ) o ]
Dimana:
QW

= laju alir air,

bbl
d

( t r )w = retention time air, minute


Qo

= laju alir minyak,

bbl/d

( t r )o = retention time minyak, minute

Pengendapan
Supaya butiran air yang berukuran 500 micron mampu
mengendap pada lapisan minyak tertentu, maka ketebalan
lapisan minyak haruslah memenuhi persamaan berikut
ha
[3.5]

0,00128 (t r )o ( SG ) dm2

Gambar 3.7: Koefisien Z untuk Selinder yang Sebagian Terisi Air

Panjang Antar Lapisan & Slenderness Ratio


Panjang antar lapisan atau Seam-to-seam lenght dapat
diperkirakan
menggunakan

dari

panjang

persamaan

efektif

yang

sama

separator
dengan

dengan
separator

didasarkan pada kapasitas gas, maka slenderness ratio harus


dibatasi tidak kurang dari 4 atau 5, untuk mencegah perputaran
cairan

pada

interface

gas-cairan.

Jika

ukuran

separator

didasarkan pada kapasitas cairan, maka slenderness ratio yang


lebih besar bisa dipakai. Tetapi pada umumnya slenderness ratio
untuk separator horizontal tiga fasa digunakan antara 3 sampai
5.

Prosedur Penentuan Ukuran Separator Horizontal


Berikut prosedur penentuan ukuran Separator Horizontal 3Phasa:
1. Siapkan data

QO ,Q g , SG O , SG W , , P dan T

2. Pilih harga
3. Hitung

tr

dan

tr

( ho )max , gunakan ukuran batuan (dm) 500

micron jika data tersebut tidak tersedia.


AW

4. Hitung (
A
5. Tentukan harga Z dari kurva.
d max
6. Hitung harga
7. Hitung

d . Leff

untuk d <

d max

yang memenuhi batasan

kapasitas gas. Gunakan ukuran butiran (dm) 500 micron


jika data tersebut tidak tersedia.
d . Leff
d max
8. Hitung
untuk d <
yang memenuhi batasan
retention time minyak dan air.
9. Perkirakan seam-to-seam length
d
LSS=L EFF +
12
Dan

4
LSS= Leff
3

10.

Pilih kombinasi

LSS

d dan

dengan slenderness ratio

12.

LSS
d

yang paling mungkin

antara 3 sampai 5.

Rumus Perhitungan Separator Horizontal


1. Menghitung Beda Jarak Oil Weir dan Water Weir.

[ ]

h=h0 . 1

0
w

2. Menghitung Kecepatan Pengendapan Antara Cairan dan


Gas.
6

V t=

1,78 . 10 ( SG)

3. Menghitung Kombinasi

Dan

Leff

Pada Pengaturan

Kapasitas Gas Dalam Separator Horizontal.


2

d Leff =42

[ ]

TZ Q g
.K
P

4. Menghitung Kombinasi

dan

Leff

Pada Pengaturan

Retention Time Dalam Separator Horizontal.


t
( r )+(QW )(t r )
(QW )
2
d Leff =1,42

5. Pengendapan Separator Horizontal


a.) Menghitung Ketebalan Lapisan Minyak.
0,00128 ( t r ) ( SG ) .dm 2
ho =

Atau,

( ho )=320

( t r )o ( SG )

b.) Menghitung Fraksi Luas Vessel Yang Ditempati Oleh Fasa


Air.

tr

tr

tr

QW
AW
=0,5
A
c.) Menghitung
ho

max

d max =

d MAX

2. Separator Vertical
Sama seperti separator vertical dua fasa, diameter minimum
harus dijaga dengan kapasitas gas. Pada separator vertical tiga
fasa ini, diameter minimum harus dijaga agar dapat memisahkan
butiran berukuran 500 micron. Tinggi separator vertical tiga fasa
ditentukan atas pertimbangan retention time.
Kapasitas Gas
Batasan terhadap kapasitas gas memberikan persamaan sebagai
berikut:
d 2min =504

TZ Qq
.K
P

Pengendapan
Keperluan

untuk

pemisahan

butiran

air

dan

minyak

dibutuhkan persamaan yang harus memenuhi batasan berikut:


d 2=6690

QO .

( SG ) dm 2

Atau untuk ukuran butiran 500 micron persamaan menjadi:


d 2=0,027

QO .
( SG )

Retention time
Untuk

memenuhi

batasan

retention

persamaan berikut:
ho +h w =

[ ( QW ) ( t r ) w+( Q o )( tr )o ]
0,12 d 2

Dimana:
ho

= tinggi lapisan minyak, inch

time

maka

dipakai

hw

= tinggi dari water outlet ke interface, inch (tidak

permanen)

Panjang Antar Lapisan & Slenderness Ratio


Sama seperti separator vertical dua fasa,
diperkirakan dari harga

ho

dan

hw

Lss

dapat

yang dipilih. Untuk hal

yang lebih umum dapat diperkirakan dari persamaan berikut:


LSS=

ho + hw +76
12

Atau
LSS=

ho + hw +d +40
12

Dimana

d=

diameter minimum untuk kapasitas gas

Diameter dapat dipilih slendernedd ratio lebih kecil dari 4.


Tetapi pada umumnya, separator vertical tiga fasa menggunakan
slenderness ratio antara 1,5 sampai 3 untuk menjaga batasan
tinggi yang cocok.

Prosedur Penentuan Ukuran Separator Vertical


Adapun prosedur penentuan ukuran separator vertical tiga
fasa adalah sebagai berikut:
1. Siapkan data

QO ,Q W ,Q g , SG O , SG W , , P dan T

2. Hitung diameter minimum yang diperlukan oleh butiran


air untuk melewati lapisan minyak. Gunakan ukuran 500
micron jika informasi lain tidak tersedia.
QO .
d 2=6690
( SG ) dm2
Atau untuk ukuran butiran 500 micron persamaan
menjadi:
Q .
d 2=0,027 O
( SG )
3. Hitung diameter minimum yang diperlukan oleh butiran
minyak yang jatuh melewati gas. Gunakan ukuran
butiran minyak 100 micron jika informasi lain tidak
tersedia.
1
TZ Qg
CD 2
g
2
d =5040
P
lg dm

[(

Atau
d 2min =504

TZ Q q
.K
P

4. Pilih yang lebih besar diantara hasil perhitungan diatas


d min
dan dinamakan
5. Pilih (

t ro

dan

t rw
ho
, kemudian hitung (

untuk berbagai harga d


t r w

ho
hw
t

+Q
+
= r o w
Qo

6. Perkirakan
l ss

Lss

dari persamaan 3.13.

ho +hw +76
=
12

atau

l ss

ho +hw + d+ 40
=
12

hw

7. Pilih kombinasi d dan


slenderness ratio (12

l ss

l ss

yang sesuai dengan

/d) antara 1,5 sampai 3.

KESIMPULAN
1.
2.