Anda di halaman 1dari 57

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I

Materi :
ACIDI ALKALIMETRI

Oleh :
Kelompok

: 4 / Senin Pagi

Arif Thoha Bariklana

NIM : 21030114120067

Cecilia Agustine

NIM : 21030114120099

John Philia Yuliyandjaja

NIM : 21030114120101

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA I


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

LAPORAN RESMI

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I

Materi :
ACIDI ALKALIMETRI

Oleh :
Kelompok

: 4 / Senin Pagi

Arif Thoha Bariklana

NIM : 21030114120067

Cecilia Agustine

NIM : 21030114120099

John Philia Yuliyandjaja

NIM : 21030114120101

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA I


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

ii

ACIDI ALKALIMETRI
HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul Praktikum

: Acidi Alkalimetri

2. Kelompok

: 4 / Senin Pagi

3. Anggota
1. Nama Lengkap

: Arif Thoha Bariklana

NIM

: 21030114120067

Jurusan

: Teknik Kimia

Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro

2. Nama Lengkap

: Cecilia Agustine

NIM

: 2103011420099

Jurusan

: Teknik Kimia

Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro

3. Nama Lengkap

: John Philia Yuliyandjaja

NIM

: 21030114120101

Jurusan

: Teknik Kimia

Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro

Semarang, 18 Desember 2014


Asisten Laboratorium PDTK I

Arfieno Jefry Krisnanda


NIM 21030113120037

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

iii

ACIDI ALKALIMETRI
PRAKATA

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
Rahmat dan Ridho-Nya praktikan dapat menyelesaikan Laporan Resmi Praktikum
Dasar Teknik Kimia I dengan materi Acidi Alkalimetri dengan baik dan lancar tanpa
suatu hambatan yang berarti.
Dalam penyusunan Laporan Resmi ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak,
diantaranya :
1. Dr. Widayat S.T , M.T selaku penanggung jawab Laboratorium Dasar
Teknik Kimia
2. Dosen yang telah membimbing dalam praktikum kami
3. Riski Angga Anggita selaku koordinator assisten dan assisten lainnya
4. Kedua orang tua atas doa, kesabaran, limpahan kasih sayang, dan dukungan
yang telah diberikan
5. Keluarga Teknik Kimia Universitas Diponegoro angkatan 2014
Penulis meyakini bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu
kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.
Mohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan. Akhir kata, semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat berguna sebagai bahan
penambah ilmu pengetahuan.

Semarang, 12 Desember 2014

Penyusun

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

iv

ACIDI ALKALIMETRI
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL

ii

HALAMAN PENGESAHAN

iii

PRAKATA

vi

DAFTAR ISI

iv

DAFTAR TABEL

vi

DAFTAR GAMBAR

vii

INTISARI

vii

SUMMARY

ix

BAB I PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang

I.2.

Tujuan Percobaan

I.3.

Manfaat Percobaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Pengertian

II.2. Indikator

II.3. Kurva Titrasi

II.4. Aplikasi di Dalam Industri

II.5. Fisis dan Chemist Reagen

II.6. Satuan Konsentrasi

10

II.7. Pembuatan Reagen

10

II.8. Asam Asetat

11

II.9. Asam Laktat

11

BAB III METODE PERCOBAAN

12

III.1. Alat dan Bahan

12

III.2. Fungsi Alat

14

III.3. Cara Kerja

14

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

16

IV.1. Hasil Percobaan

16

IV.2. Pembahasan

17

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
BAB V PENUTUP

22

V.1. Kesimpulan

22

V.2. Saran

22

DAFTAR PUSTAKA

23

LAMPIRAN
Lembar Perhitungan Reagen

A-1

Laporan Perhitungan

B-1

Laporan Sementara

C-1

Lembar Kuantitas Reagen

D-1

Referensi Acidi Alkalimetri

E-1

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

vi

ACIDI ALKALIMETRI
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1

Standarisasi HCl dengan Natrium Karbonat ............................. 16

Tabel 4.2

Standarisasi NaOH dengan HCl ................................................ 16

Tabel 4.3

Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 1 ........................... 16

Tabel 4.4

Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 2 ........................... 16

Tabel 4.5

Kadar Asam Asetat dalam Cuka................................................ 16

Tabel 4.6

Kadar Asam Laktat dalam Yoghurt ........................................... 16

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

vii

ACIDI ALKALIMETRI
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1

Buret, statif, klem ................................................................. 13

Gambar 3.2

Erlenmeyer ............................................................................ 13

Gambar 3.3

Corong .................................................................................. 13

Gambar 3.4

Beaker Glass ......................................................................... 13

Gambar 3.5

Pipet Tetes ........................................................................... 13

Gambar 3.6

Gelas Ukur ............................................................................ 13

Gambar 3.7

Pengaduk ............................................................................... 13

Gambar 3.8

Pipet Volume ....................................................................... 14

Gambar 3.9

Pipet Ukur ............................................................................. 14

Gambar 3.10

Labu Takar ............................................................................ 14

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

viii

ACIDI ALKALIMETRI
INTISARI
Asam basa adalah parameter lingkungan yang sangat vital dalam kehidupan
manusia. Air, tanah, limbah, zat makanan dapat mengandung asam dan basa yang
dapat diukur derajat keasaman (pH) dan derajat kebasaan (pOH). Untuk
mengetahui kadar asam atau basa yang ada dapat dilakukan dengan titrasi cross
check. Tujuan dan percobaan ini ialah menganalisa kadar Na2CO3 dan NaHCO3
dalam sampel, serta menganalisa kadar asam asetat dan asam laknat dalam yoghurt.
Titrasi adalah penentuan kadar suatu zat secara volumetri mengunakan
larutan lain yang sudah diketahui kadarnya, adici alkalimentri merupakan bentuk
tritasi berdasarkan reaksi netralisasi antara zat titran dan zat yang ditritasi,
acidimentri merupakan penentuan kadar basa dalam suatu larutan dengan
menggunakan larutan asam yang sudah diketahui kadarnya/konsentrasinya,
sedangkan alkalimetri adalah penentuan kadar asam suatu larutan menggunakan
larutan basa yang sudah diketahui konsentresinya sebagai titran, ada beberapa
macam indikator yang dapat digunakan yaitu Bromothymol biru, phenolpthacilei
dan metil orange. Dalam industri acidi alkalimetri digunakan dlam proses
pembuatan pulp, untuk menentukan jumlah NaOH yang dibutuhkan dalam industri
untuk memisahkan lignin dengan selulosa dan hemiselulosa.
Dalam percobaan ini alat dan bahan-bahan yang digunakan adalah Na2CO3,
NaOH, asam cuka, yoghurt, HCl, fenolftalin dan metil orange. Sedangkan alat yang
dibutuhkan yaitu buret, statif, klem, erlenmeyer, corong, pipet volum, pipet ukur,
pengaduk, beaker glass, pipet tetes, labu takar, dan gelar ukur. Ada beberapa tahp
yang hars dilakukan dalam percobaan ini yaitu standarisasi HCL, NaOH, mencari
kadar Na2CO3 dan NaHCO3, serta mencari kadar asam asetatpada cuka dan asam
laktat pada yoghut.
Dari hasil percobaan yang kami dapat diketahui kadar Na2CO3 maupun tidak
sesuai dengan kadar asli. Kadar NaHCO3 pada sampel I lebih kecil dari kadar asli
karena pada reaksi ion karbonat dan hidrogen menghasilkan air yang menyebabkan
lebih encer dan konsentrasi lebih kecil. Pada sampel II kadar yang ditemukan lebih
besar dari kadar asli kerena berasal dari NaOH Na2CO3 berasal dari NaOH yang
bereaksi dengan CO2. Kadar NaHCO3 dan pada sampel I dan II lebih kecil dari
kadar asli, dikarenakan CO2 yang telah diserap titran yaitu HCl sehingga terjadi
galat.
Kadar Na2CO3 yang ada pada sampel I dan II yang kami temukan secara
berurutan adalah 17022,54 ppm dan 17422,192 ppm. Sedangkan kadar Na2CO3
pada sampel adalah 17100 ppm pada sampel 1 kadar yang ditemukan lebih kecil
dari kadar asli, sedangkan pada sampel II kadarnya lebih besar dar kadar asli.
Kadar NaHCO3 yang ditemukan dalam sampel I adalah 9417,24 ppm, sedangkan
kadar pada sampel II 9010 ppm. Kadar kedua libih kecil dari aslinya yaitu 12000
ppm. Lakukan percobaan dengan prosedur yang benar agar dapat hasil akurat,
amati perubahan warna indikator dan volume titran dengan teliti, pastikan tidak ada
kebocoran buret dan simpan HCl dengan baik agar tidak terjadi galat.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ix

ACIDI ALKALIMETRI
SUMMARY
Acid-base is a vital environment parameter for human life. Water, soil, sewage, and
nutrients can contains the acid and base that can be measured by the degree of acidity
(pH) and the degree of alkanility (pOH). We can analyze the concentrate of acid or base
by doing cross check titration. The purpose of this experiment is to analize the
concentrate of Na2CO3 and NaHCO3 in a sample, also to analize the consentrate of
acetic acid and lactid acid in yoghurt.
Titration is volumetric determination of substance concentrate which used other
already known liquid, adici alkalimentri titration form based on neutralization reaction
between titrant substance and another solution, acidimetri is determintaion of base
concentrate in liquid by using acid liquid which has been known the concentration,
alkalimetri is determintaion of acid concentrate of liquid using base liquid which has
been already known titrant. There are some indicators that can be used such as
Bromothymol blue, Phenolpthacilei and methyl orange. In industry, acidi alkalimetri is
used in the pulp making process, to determine the needs of NaOH in industry to separate
with lignin with cellulose and hemicellulose.
In this experiment, materials needed are Na2CO3, NaOH, vine sugar, yoghurt, HCl,
phenolphthaelin and methyl orange, and the tools needed are burette, stative, clamps
erlenmenyer, funnels, pipette volume, measuring pipette, stirring rods, glass beaker,
dropper pipette, volumetric flask, and the degree measure. The steps in this experiment
that should be done are HCl and NaOH standarization, finding Na2CO3 dan NaHCO3
concentration, also finding acetic acid concentration in vinegar and lactid acid in
yoghurt.
From experiment, we know Na2CO3 concentration doesnt match with the origin
one. NaHCO3 concentration on sample I is less because the Carbonat ionic and Hidrogen
reaction produce water which cause and less concentration. On sample II, the
concentration is more compare to the origin one because it is from the reaction of NaOH
with CO2. NaHCO3 on sample I and II are less than the origin one, because CO2 which is
absorbed by titrat, HCl , so that become error.
Na2CO3 concentration on sample I and II which we found in a series are 17022,54
ppm and 17422,192 ppm. Besides Na2CO3 concentration in sample in 17100 ppm. On
sample I, less concentration is found compared to the origin one, besides on sample II,
more concentration is found compare to the origin one. NaHCO3 concentartion which is
found in sample Iis 9417,24 ppm, besides concentration in sample II is 9010 ppm. The
second concetration in less compare to the origin one which is 12000 ppm. Do the
experiment with right procedure so the accurate resuly will be got, observe the indicator
colour change and titrat volume carefully, be sure that there is no burette leak and keep
HCl carefully so it wont be error.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Asam basa merupakan parameter lingkungan yang sangat vital dalam
kehidupan sehari-hari kita. Air, tanah, limbah, maupun zat makanan seperti
buah dan sayur dapat mengandung zat asam maupun basa. Zat-zat tersebut
dapat dinyatakan dalam derajat keasaman (pH) atau derajat kebasaan (pOH).
Analisis mengenai kandungan atau yang biasa disebut dengan konsentrasi asam
maupun basa dalam kimia analisa dapat dilakukan dengan titrasi cross check.
Zat asam dapat diketahui kadarnya menggunakan zat basa sebagai titrannya
maupun sebaliknya menggunakan zat asam sebagai titran . Hal ini dapat
dipelajari dalam acidi alkalimetri.

I.2. Tujuan Percobaan


1. Menganalisa kadar atau konsentrasi dari sampel, asam cuka, jeruk nipis, dan
strawberry (% berat ,% volume, % R/V, % N).
2. Menganalisa kadar aciditas, alkalinity dari sampel,asam cuka, jeruk nipis,
dan strawberry.

I.3. Manfaat Percobaan


Percobaan analisa kuantitatif secara volumetri berdasarkan reaksi
netralisasi ini bermanfaat untuk mengetahui kadar atau konsentrasi (% berat, %
volume, % R/V, % M, % N) dalam sampel asam cuka, jeruk nipis, dan
strawberry.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Pengertian
Titrasi adalah penentuan kadar suatu zat secara volumteri menggunakan
larutan lain yang telah diketahui kadarnya. Reaksi yang terjadi antara asam dan
basa :
H+ + OH-

H2O

Acidi alkalimetri merupakan salah satu bentuk titrasi berdasarkan reaksi


netralisasi antara zat titran dengan zat yang akan dititrasi.
Acidimetri : penentuan kadar basa dalam suatu larutan dengan
menggunakan larutan asam yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran.
Natrium klorida lazim tercemar dengan natrium karbonat. Hal ini
disebabkan NaOH dapat menyerap CO2 yang terdapat dalam udara dan
bereaksi sebagai berikut :
CO2 + 2OH-

CO32- + H2O

Seringkali natrium karbonat dan natrium bikarbonat terdapat bersamasama. Dimungkinkan untuk menganalisis campuran senyawa ini dengan titrasi
dengan asam standart.

Titrasi Karbonat
Ion karbonat dititrasi dengan asam kuat sebagai titran, reaksi yang terjadi:
CO32-+ H3O+
HCO3+ H3O+

HCO3 + H2O ..(1)


H2CO3 + H2O (2)

Ka1 = 4,6 . 10-7 pKa = 6,34


Ka2 = 4,4 . 10-11 pKa = 10,36
PP digunakan sebagai indikator untuk reaksi pertama (TAT pertama) dan
MO digunakan sebagai indikator pada reaksi yang kedua (TAT kedua).

Hubungan Volume dalam Titrasi Karbonat


Dalam suatu larutan zat NaOH, Na2CO3, maupun NaHCO3 keberadaannya
dapat sebagai zat tunggal. Namun sering kali terdapat bersama-sama misalnya,
NaOH tercampur dengan Na2CO3 atau NaHCO3 dan Na2CO3 terdapat bersama-

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
sama. Hal ini dapat teridentifikasi setelah senyawa tersebut dititrasi dengan
HCl.
Tabel 2.1. Identifikasi Campuran Bikaronat
Zat

Hubungan untuk identifikasi

Milimol zat yang ada

kualitatif
NaOH

y=0

M.x

Na2CO3

x=y

M.x

NaHCO3

x=0

M.y

NaOH + Na2CO3

x>y

M.(xy)

NaHCO3 + Na2CO3

x<y

M.(yx)

Keterangan :
M = molaritas
x= volume yang dibutuhkan untuk mencapai TAT I menggunakan
indikator PP
y = volume yang dibutuhkan untuk mencapai TAT II menggunakan
indikator MO

Diagram titrasi Na2CO3 dan NaHCO3


Na2CO3 .. PP ditambahkan x ml
x ml

HCl
NaHCO3 .. PP berubah warna, MO ditambahkan

y ml

x ml

HCl
NaCl

NaHCO3
y-x ml

HCl
NaCl ... MO berubah warna

Keterangan :
: dititrasi
jumlah volume titran
Alkalimetri : penentuan kadar asam dalam suatu larutan dengan
menggunakan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
II.2. Indikator
Indikator merupakan suatu zat yang digunakan untuk menentukan kapan
titik akhir titrasi ( TAT ) dengan indikasi perubahan warna.
Dalam analisa asam basa dikenal istilah TAT dan titik ekivalen (TE), yang
dimaksud dengan TAT adalah keadaan ketika indikator berubah warna dan
pada saat itu pula titrasi dihentikan. Sedangkan TE adalah keadaan dimana
jumlah mol ekivalen zat dititrasi sama dengan jumlah mol ekivalen zat titran.
Pada saat TAT tercapai maka diharapkan jumlah mol ekivalen zat dititrasi
sama dengan jumlah mol ekivalen zat titran (TAT=TE)
Indikator yang akan digunakan dalam titrasi acidi alkalimetri adalah :
a. BTB ( Bromothymol Blue)
Menurut Chandrashekar dkk (2009), bromothymol biru (BTB)
juga dikenal sebagai dibromothymol sulfonephthalein yang merupakan
indikator kimia asam lemah dan basa. Indikator BTB ini dikenal
sebagai penyelidik yang sangat sensitif terhadap perubahan dalam
struktur dan sifat fisik dari protein, fosfolipid, dan biomembran.
Indikator BTB mempunyai trayek pH 6,0-7,6 dengan perubahan warna
kuning ( pH rendah ) ke biru ( pH tinggi )

Gambar 2.1 Skema Struktur Indikator BTB


b. PP ( Phenolphthalein)
Menurut Hamad (2010), phenolphthalein atau 3,3-bis (4hydroxyphenyl) phtalide terkenal sebagai anggota indikator asam basa.
Phenolpthalein tidak berbau, putih atau sedikit serbuk kuning putih,.
Dia dapat disintesis dengan reaksi kondensasi dari phenol dan phtalic
anhydride, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.3 . Asam dipotrik
tidak berwarna ini mempunyai trayek pH 8 9,6 .

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI

Phenol

Phtalic Anhydride

Phenolpthalein

Gambar 2.2. Skema Reaksi Pembentukan Phenolpthalein


c. MO ( Methyl Orange )
Menurut Clark (2007), jingga metil adalah salah satu indicator
yang banyak digunakan dalam titrasi. Pada larutan yang bersifat basa,
jingga metal berwarna kuning dan strukturnya adalah :

Gambar 2.3. Struktur Methyl Orange (Yellow) pada keadaan basa


Ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap
nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan
seperti di bawah ini :

Gambar 2.4. Struktut Methyl Orange (Red) pada keadaan asam


Methyl orange ini mempunyai trayek pH dalam rentang 3,1- 4,4.
Artinya methyl orange bekerja pada suasana asam.

II.3. Kurva Titrasi


Titrasi asam basa dapat dinyatakan dalam bentuk kurva titrasi antara pH
(pOH)

versus

milliliter

titran.

Kurva

semacam

ini

membantu

mempertimbangkan kelayakan suatu titrasi dalam memilih indikator yang


tepat. Akan diperiksa dua kasus, titrasi asam kuat dengan basa kuat dan titrasi
asam lemah dengan basa kuat.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
a. Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat
Asam kuat dan basa kuat terhidolisa dengan lengkap dalam larutan air.
Jadi pH sama di berbagai titik dalam titrasi. Dapat dihitung langsung
dari kuantitas stokiometri asam dan basa yang telah dibiarkan bereaksi.
Pada titik kesetaraan,pH ditetapkan oleh jauhnya air terdisosiasi pada
25

, pH air murni adalah 7,00.

b. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat


Pada kurva titrasi ini, kurva untuk suatu asam lemah mulai meningkat
dengan cepat ketika mula-mula ditambahkan basa. Laju pertambahan
mengecil dengan bertambahnya konsentrasi B-. Larutan ini disebut
terbuffer dalam daerah dimana peningkatan pH tersebut lambat.
Perhatikan bahwa bila asam itu dinetralkan [HB-]

[B-]

pH = pKa log
Setelah titik separuh jalan, pH naik lagi dengan lambat sampai terjadi
perubahan besar pada titik kesetaraan.

II.4. Aplikasi di Dalam Industri


Dalam proses pembuatan pulp bahwa proses yang sangat penting adalah
proses bleaching, dimana tujuan dari bleaching adalah menghilangkan warna
dari residu lignin dari pulp untuk meningkatkan brightness, mempertahankan
kestabilan

brightness,

kebersihan,

dan

sifat-sifat

lain

yang

tidak

diinginkan,dengan syarat bisa mempertahankan kekuatan selulosa dan daerah


karbohidrat dalam pulp dari serat tidak diputihkan
Dalam proses bleaching dalam pembuatan pulp, proses bleaching di
ekstraksi stage menggunakan NaOH untuk memisahkan lignin dengan selulosa.
Dalam proses tersebut dangat diperhatikan berapa banyak NaOH yang
digunakan agar proses bleaching mendapat hasil yang baik. Menurut Sinaga
(2009), jika NaOH yang digunakan sedikit maka masih besar selulosa yang
belum dipisahkan dengan lignin dan jika NaOH banyak digunakan maka terjadi
kerugian. Untuk menanggulangi hal tersebut maka sangat diperhatikan
konsentrasi NaOH yang digunakan supaya dapat ditentukan jumlah NaOH
yang diperlukan untuk memisahkan lignin dengan selulosa dan hemilulosa.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
Untuk menanggulangi hal tersebut digunakanlah titrasi acidimetric untuk
mengetahui konsentrasi NaOH yang dibutuhkan.

II.5. Fisis dan Chemical Reagen


Amylum merupakan indikator kuat terhadap iodin, yang akan berwarna
biru bila suatu zat positif mengandung iodin. Alasan dipakainya amylum
sebagai indikator diantaranya :
1. Hidrogen Asetat (HAC) atau Asam Cuka (CH3COOH)
a. Fisis
BM

= 60,05 g/mol

Densitas dan fase cairan = 1,049 g cm-3,


Densitas dan fase padat = 1,266 g cm-3
TL

= 16,5

TD

= 118,1

Penampilan

= cairan tak berwarna atau kristal

Keasaman pKa

= 4,76 pada 25

b. Chemist
Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi,
magnesium, dan seng , membentuk gas hidrogen dan garam-garam
asetat (disebut logam asetat). Aluminium merupakan logam yang tahan
terhadap korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida
yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya asam asetat
diangkut dengan tangki-tangki aluminium.
2. HCl
a. Fisis
BM

= 36,47 gr/mol

BJ

= 1,26 gr/cc

TD

= 85

TL

= -110

Kelarutan dalam 100 bagian air 0


Kelarutan dalam 100 bagian air 100

= 82,3
= 56,3

b. Chemist
- Bereaksi dengan Hg2+ membentuk endapan putih Hg2Cl2 yang

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
tidak larut dalam air panas dan asam encer tapi larut dalam
amoniak encer, larutan KCN serta thiosulfat.
2HCl + Hg2+

2H+ + Hg2Cl2

Hg2Cl2 + 2NH3

Hg(NH4)Cl + Hg + NH4Cl

- Bereaksi dengan Pb2+ membentuk endapan putih PbCl2


2HCl + Pb2+

PbCl2 + 2H+

- Mudah menguap apabila dipanaskan


- Konsentrasi tidak mudah berubah karena udara / cahaya
- Merupakan asam kuat karena derajat disosiasinya tinggi
3. NaOH
a. Fisis
BM

= 40 gr/mol

BJ

= 2,13 gr/cc

TD

= 1390

TL

= 318,4

Kelarutan dalam 100 bagian air 0


Kelarutan dalam 100 bagian air 100

= 82,3
= 56,3

b. Chemist
- Dengan Pb(NO3) membentuk endapan Pb(OH)2 yang larut dalam
reagen excess
Pb(NO)3 +NaOH
Pb(OH)2 + 2 NaOH

Pb(OH)2 + NaNO3
Na2PbO2 + 2H2O

- Dengan Hg2(NO3)2 membentuk endapan hitam Hg2O yang larut


dalam reagen excess
- Merupakan basa yang cukup kuat
- Mudah larut dalam air dan higroskopis
- Mudah menyerap CO2 sehingga membentuk karbonat
4. Na2B4O7.10H2O
a. Fisis
BM

= 381,43 gr/mol

BJ

= 1,73 gr/ml

TD

= 200

TL

= 75

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
Kelarutan dalam 100 bagian air dingin (0,5

) = 1,3

b. Chemist
- Jika ditambahkan H2SO4 menjadi asam boraks
Na2B4O7 + H2SO4 + 5 H2O

4H3BO3 +Na2NO3

- Jika ditambahkan AgNO3 menjadi endapan putih perak mutu


boraks
Na2B4O7 + AgNO3 + 3H2O

AgBO2 + H3BO3 + NaNO3

- Jika ditambahkan BaCl2 menjadi endapan putih Ba mutu boraks


5. H2SO4
a. Fisis
BM

= 98,08 gr/mol

BJ

= 1,83 gr/cc

TD

= 340

TL

= 10,49

b. Chemist
- Merupakan asam kuat
- Jika ditambah basa membentuk garam dan air
- Dengan Pb2+ membentuk PbSO4
Pb2+ +SO42-

PbSO4

- Dengan Ba2+ membentuk BaSO4


Ba2+ + SO42- BaSO4
6. Phenolpthalein
a. Fisis
BM

= 318,31 gr/mol

BJ

= 1,299 gr/cc

TD

= 261

pH

= 8,0-9,6

Kelarutan dalam 100 bagian air = 8,22


b. Chemist
- Merupakan asam dipotrik dan tidak berwarna
- Mula-mula berdisosiasi menjadi bentuk tidak berwarna kemudian
kehilangan H+ menjadi ion dengan sistem terkonjugasi maka
dihasilkan warna merah.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

ACIDI ALKALIMETRI
II.6. Mekanisme Reaksi
1. Molaritas (M)
Molaritas suatu larutan menyatakan jumlah mol suatu zat per liter larutan
M=
2. Molalitas (m)
Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut.
Molalitas tidak tergantung pada temperatur, dan digunakan dalam bidang
kimia fisika, teristimewa dalam sikap koligatif
Molalitas (m) =
3. Normalitas (N)
Normalitas menyatakan jumlah ekivalen zat terlarut dalam tiap liter larutan.
Ekivalen zat dalam larutan tergantung pada jenis reaksi yang dialami zat
itu, karena satuan ini dipakai dalam penyetaraan zat dalam reaksi.
Normalitas (N)

Normalitas (N)

= Molaritas x valensi

4. Fraksi Mol (X)


Bilangan yang menyatakan rasio jumlah mol zat terlarut dan pelarut dalam
sebuat larutan. Secara umum jika terdapat larutan AB dimana A mol zat
terlarut dan B mol zat terlarut maka fraksi mol A (Xa) adalah :
Xa =
Fraksi mol zat B (Xb) adalah :
Xb =
Untuk jumlah kedua fraksi
Xa + Xb = 1

II.7. Membuat Reagen


HCl 37% (
N = M x valensi

M=

V1.M1 = V2.M2

NaOH (BM NaOH = 40 gr/mol)


N = M x valensi

M=

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

10

ACIDI ALKALIMETRI
II.8. Asam Asetat
Asam asetat dengan rumus struktur CH3COOH dikenal juga dengan
asam etanoac merupakan bahan kimia otganik, dinamakan cuka karena
rasanya asam dan bau nyengat. Asam astat merupakan nama trivial atau nama
dayang dari senyawa ini dan merupakan nama yang paling dianjurkan oleh
IUPAC. Nama ini berasal dari kata lain acerum yang berarti cuka. Nama
sisrematis dari senyawa ini adalah aseam etanonat. Asam asetat glasial
merepakan nama trival yang menunjuk pada asam asetat yang tak bercampur
air, disebut demikian karena asam asetat bekas air membentuk kristal mitip es
pada suhu 16,7C, sedikit dibawah suhu ruang dalam keadaan murni (asam
asetat glasial) merepakan cairan tak berwarna yang menyerap air dan
lingkungan (bersifat hidroskopis) dan membeku dibawah 16,7C (62)
menjadi sebuah kristal padat yang tak berwarna, merupakan reogensia dn
bahan kimia industri yang sangat penting dipakai untuk memproduksi
berbagai macam bahan.
Asam asetat diproduksi secara sintesis maupun alami melalui
fermentasi bakteri sekarang hanya 10% dari produksi asam asetat dihasilkan
memalui jalur alami, namun kebanyakan hukum mengatur bahwa asam asetat
yang terdepan dalam cuka harus secara proses biologis dan asam asetat yang
diproduksi industri kimia 175% diantaranya diproduksi melalui kabonilasi
metanol sisanya dihasilkan melalui merode alternatif.
Asam asetak merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan
dalam pembuatan vinilasetat monomer, asam atreptalik yang dimurnikan,
asetan anhidrat, asam monoklora asetat dan estera setat, asam asetat pekat
bersifat korosit dan karena itu harus digunakan dengan hati-hati, asam asetat
dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan dan perubahan yang
mematikan keasaman darah.
(Pramana,2011)

II.9. Asam Laktat


Merupakan senyawa organik dengan rumus senyawa CH3
(NOHCOOH asam laktat dikategorikan sebagai Generally Recognized as
satel yaitu senyawa sebagai bahan tambahan pangan manusia yang umum.
Tetapi asam D (-) laktat terkadang dapat mengganggu proses metabolisme
manusia dan menybabkan asidosis dan dekalsfikasi (kekurangan kalsium).
Asam laktat dapat diproduksi melalui sintesis kimia maupun
fermentasi. Proses sintesis kimia asam laknat dilakukan dengan sumber
berupa senyawa petrokimia. Sementra itu pembentukan asam laknat dengan
fermentasi melalui embalele
Embden Megerhof Panas (EMP) yang
dilakukan bakteri homofermentatif maupun jalur pentosa fosfor yang
dilakukan bakteri hetero fermentatif. (Wee et al, 2006)
Asam laktat memilki potensi yang sangat besar dalam memanfaatkan
pada berbagai aspek, contohnya pada industri pangan maupun non pangan.
Pada industri pangan asam laknat sering dimanfaatkan pada pakan ternak
(food stock) sedangkan dalam industri non pangan, asam laktat dapat
dimanfaatkan untuk industri kosmetik kimia, maupun formas, selah satu
manfaat asam laknat yaitu dalam bentuk polimernya menjadi plastik ramah
lingkungan dari bahan poly laktat.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

11

ACIDI ALKALIMETRI
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III.1. Alat dan Bahan


III.1.1. Bahan
1. Na2CO3 0,1 N
2. NaOH 0,13 N
3. Asam asetat/asam cuka
4. HCl
5. Phenolpthalein
6. MO
7. Cuka
8. Yoghurt

III.1.2. Alat
1. Buret, statif, klem
2. Erlenmeyer
3. Corong
4. Pipet volum
5. Pipet ukur
6. Pengaduk
7. Beaker Glass
8. Pipet tetes
9. Labu takar
10. Gelas ukur

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

12

ACIDI ALKALIMETRI
III.1.3 Gambar Alat

Gambar 3.2

Gambar 3.3

Erlenmeyer

Corong

Gambar 3.1

Gambar 3.4

Gambar 3.5

Buret, Statif, Klem

Beaker Glass

Pipet Tetes

Gambar 3.6

Gambar 3.7

Gelas Ukur

Pengaduk

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

13

ACIDI ALKALIMETRI

Gambar 3.8
Pipet Volume

Gambar 3.9
Pipet Ukur

Gambar 3.10
Labu Takar

III.2. Fungsi Alat


1. Buret, Statif, Klem : untuk alat titrasi
2. Erlenmeyer

: tempat melakukan titrasi (menampung zat titrat)

3. Corong

: untuk memindahkan larutan dari wadah satu ke lainnya

4. Pipet Volum

: untuk mengambil larutan dnegan volume tertentu

5. Pipet Ukur

: untuk mengambil larutan dengan ukuran tertentu

6. Pengaduk

: untuk mengaduk larutan

7. Beaker Glass

: tempat untuk membuat dan menyimpan larutan

8. Pipet Tetes

: untuk mengambil larutan dengan jumlah kecil

9. Labu Takar

: untuk mengencerkan larutan dengan ketelitian tinggi

10. Gelas Ukur

: untuk mengukur volume larutan

III.3. Cara Kerja


a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1N
1. Ambil 10 ml boraks 0,1N, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indicator MO
3. Menitrasi dengan HCl 0,1N sampai warna berubah menjadi merah orange

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

14

ACIDI ALKALIMETRI
4. Mencatat kebutuhan titran
N HCl=

b. Standarisasi NaOH dengan HCl yang telah distandarisasi


1. Ambil 10 ml NaOH, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indicator MO
3. Menitrasi dengan HCl sampai warna berubah menjadi merah orange
4. Mencatat volume HCl
N NaOH=

c. Mencari Kadar Na2CO3 dan atau NaHCO3


1. Mengambil sampel 10ml larutan sampel, masukkan ke dalam
erlenmeyer
2. Tambahkan beberapa tetes indicator PP
3. Titrasi dengan HCl sampai warna merah hampir hilang
4. Catat kebutuhan HCl pada TAT I = x ml
5. Tambahkan beberapa tetes indikator MO
6. Titrasi dengan HCl sampai warna menjadi merah orange
7. Catat kebutuhan HCl untuk TAT II = y ml
Kadar Na2CO3 =

ppm

Kadar NaHCO3 = (y-x) x N HCl x BM NaHCO3 x

ppm

d. Mencari kadar asam dalam sampel asam cuka,jeruk nipis dan strawberry
1. Ambil 10 ml bahan, encerkan sampai 100 ml aquadest
2. Ambil 10 ml larutan sampel tersebut, masukkan ke dalam erlenmeyer
3. Tambahkan indicator PP beberapa tetes (+3 tetes)
4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah hampir hilang
5. Catat kebutuhan NaOH
6. Menghitung normalitas asam sampel
N asam =

x f pengenceran

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

15

ACIDI ALKALIMETRI
BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil Percobaan


Tabel 4.1. Standarisasi HCl dengan Boraks 0,1N
V HCl (ml)

Normalitas HCl (N)

5,5

0,1818

Tabel 4.2. Standarisasi NaOH dengan HCl yang telah distandarisasi


V HCl (ml)

Normalitas NaOH (N)

0,12726

Tabel 4.3. Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 1


Praktikan
1
2
3
Kadar rata-rata

Kadar Na2CO3
17343,72 ppm
17343,72 ppm
16380,18 ppm
17022,54 ppm

Kadar NaHCO3
9926,28 ppm
9926,28 ppm
8399,16 ppm
9417,24 ppm

Tabel 4.4 Kadar Na2CO2 dan NaHCO3 dalam sampel 2


Praktikan

Kadar Na2CO3

Kadar NaHCO3

17151,012 ppm

9704,584 ppm

18692,676 ppm

7788,312 ppm

16572,888 ppm

10537,128 ppm

Kadar rata-rata

17472,192 ppm

9010,008 ppm

Tabel 4.5 Kadar Asam asetat dalam Cuka


Normalitas

% Massa

3,4 N

26,59 %

Tabel 4.6 Kasam Asam laktat dalam Yoghurt


Normalitas

% Massa

0,0559 N

0,5518

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

16

ACIDI ALKALIMETRI
IV.2. Pembahasan
IV.2.1.

Kadar yang Ditemukan Tidak Sesuai Dengan Kadar Asli

IV.2.1.1. Kadar Na2CO3 yang ditemukan dalam sampel 1 lebih kecil daripada
kadar asli
Pada percobaan yang kami lakukan, Na2CO3 dititrasi dengan HCl.
Ion CO32- merupakan basa dimana HCl sebagai titran merupakan asam kuat,
sehingga terdapat reaksi sebagai berikut:
CO32- +H3O+

HCO3- +H2O

Pada reaksi tersebut diketahui bahwa dihasilkan air atau H2O. H2O yang
dihasilkan menyebabkan Na2CO3 menjadi lebih encer. Apabila larutan
menjadi lebih encer, maka kadar larutan juga akan berkurang. Kadar larutan
yang dititrasi sebanding dengan volume titran, sehingga dengan berkurangnya
kadar Na2CO3 maka volume HCl yang dibutuhkan juga berkurang. Hal ini
menyebabkan titran yang ditambahkan hingga akhir titrasi tidak sesuai
dengan volume yang seharusnya saat titik ekivalen. Oleh karena itu kadar
yang kami temukan yaitu 17.022,54 ppm lebih kecil daripada kadar asli,
dimana kadar asli sebesar 17.100 ppm.
IV.2.1.2. Kadar Na2CO3 yang ditemukan dalam sampel II lebih besar dari
pada kadar asli.
Pada percobaan yang kami lakukan kadar Na2CO3 yang ditemukan
dalam sampel II adalah 17472 ppm sedangkan kadar aslinya 17.000 ppm jadi
kadar yang ditemukan lebih besar dari pada kadar aslinya.
Na2CO3

2x . 0,1818 .

17.000

2x . 0,181 .

17.000

2x . 963,54

8,8 ml

ppm
ppm

Pada saat volume yang ditambahkan adalah 9,067 ml, sedangkan


seharusnya volume titran saat TAT adalah 8,8 ml kadar Na2CO3 yang dicari
berbanding lurus dengan volume titran, maka semakin besar juga kadar
Na2CO3. Sehingga kadar yang ditemukan lebih besar dari pada kadar asli
karena volume titran yang berlebihan.
Kadar Na2CO3 yang ditemukan lebih besar dari kadar asli
dikarenakan Na2CO3 berasal dari NaOH yang bereaksi dengan CO2 di udara.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

17

ACIDI ALKALIMETRI
Natrium hidroksida selalu terkontaminasi sejumlah pengotor, diantaranya
Natrium karbonat (Na2CO3) merupakan garam dari asam lemah (H2CO3) dan
basa kuat (NaOH). Hal ini menyebabkan lereng kurva titrasi tidak besar
karena itu perubahan warna pada TAT tidak tajam sehingga terjadi galat yang
tidak terpastikan. Galat ini tercerminkan oleh kurang kecermatan dalam
merumuskan dengan tepat kapan terjadinya perubahan warna.
(Underwood, 2002)

IV.2.1.3. Kadar NaHCO3 yang ditemukan dalam sampel lebih kecil dari pada
kadar asli.
Kadar NaHCO3 yang ditemukan dalam sampel I dan II secara
berurutan adalah 2.417,24 ppm dan 9.010,008 ppm. Sedangkan kadar aslinya
pada sampel I sebesar 10.250 ppm dan sampel II sebesar 12.000 ppm
Sampel 1
Kadar NaHCO3

(y x) NHCl, BM NaHCO3

10250

(y 8,8) 0,1818 . 84 .

y 8,85

6,7

15,55ml

Kadar NaHCO3

(y x) NHCl, BM NaHCO3

12000

(y 8,8) 0,1818 . 84 .

y 8,8

7,86

16,66 ml

ppm

ppm

Sampel 2
ppm

ppm

Pada saat percobaan volume titran yang ditambahkan pada sampel I


maupun II adalah 15 ml sedangkan seharusnya volume titran saat TAT pada
sampel I adalah 15,55 ml dari pada sampel II adalah 16,66 ml volume titran
yang digunakan kecil, maka kadar NaHCO3 yang ditemukn lebih kecil.
Jika MO digunakan sebagai indikator, maka reaksi yang akan terjadi
sempurna dan tidak terjadi galat namun dalam titrasi asam lemah juka CO2
telah diserap oleh titran maka galat akan terjadi pada percobaan yang akan

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

18

ACIDI ALKALIMETRI
kami lakukan telah diresap oleh titran sehingga terjadi galat. Galat
menyebabkan kadar yang ditemukan lebih kecil dari pada kadar asli.

IV.2.2. Asam Asetat


Dalam ilmu kimia disebut juga asrkid acid atau acridium aceticum, akan
tetapi dikalangan masyarakat asam asefut biasa disebut cuka. Asam cuka
merupakan cairan yang rasanya masam (Agus, Andiyana dan Dedi 1993)
yang pembuatan melalui proses fermentasi alkohol dan fermentasi asetat yang
didapat dari bahan kaya gula seperti anggur, apel, nira, kelapa dan lain
sebagainya (Anton A, 2003) asam asetat dengan kadar 25% beredar bebas
dipasaran dan biasanya ada yang bermerek dan ada yang tidak bermerek.
Pada cuka yang bermerk biasanya tertera kadar asam asetat.
Asam asetat megandung tidak kurang dari 30% labdan tidak lebih
37% blb C2H4O2 asam asetat mudah menguap diudara terbuka, mudah
terbakar dan menyebabkan korosit logam. Asam asetat larut dalam air suhu
20C etanol (9,5%) pekat dan griserol pekat. Asam asetat jika diencerkan
tetap bereaksi asam, penetupan kadar asam asetat biasanya menggunkana
basa NaOH, dimana ini NaOH secara dengan 60,50 mg CH3COOh (Depkes
el. 1995)
Reaksi :
CH3COOH + NaOH CH3COOH Na + H2O
Mgrek CH3COOH Mgrek NaOH
1 gram OH Ca Valensi 1
1 ml NaOH 0,1 N 6 x 0,05 mg asam asetat
(Peni Yuniar, 2010)
Untuk menentukan presentase CH3COOH dalan asam asetat glasial
pertama ditimbang sebuah labu erlenmeyer 50 cm3 yang kering dan
besumber, masukkan kira-kira 2 gram asam asetat slasial dan ditambah lagi,
tambahkan kira-kira 20 cm3 air dan pindahkan larutan secara kuantitatif ke
sebuah labu volumetri encerkan sampai ke garis tanda dengan air suling
sebaliknya yang telah dititihkan kocok lanu baik-baik untuk menjamin
tercampurnya dengan seksama titrasi norsi (a) 25 cm3dn asam itu dengan
larutan NaOH 0,1 N standar dengan pp atau sebagai indikator

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

19

ACIDI ALKALIMETRI
NaOH + CH3COOH Na + H2O
1 cm3 NaOH 1 N = 0,06005 g CH3COOH
Hitung presentase CH3COOH dalam contoh asam asetat glasial
Catatan tentang persiapan kandungan asam asetat dari cuka biasanya
mengandung 4-5% asam asetat timbang 20 gram seperti diuraikan diatas dan
diencerkan menjadi 100 cm3 dalam volumentri labu, ambil 25 cm3 dengan
piket, encerkan dengan air yang sama volumenya, tambahkan beberapa tetes
pp, dan titrasi dengan NaOH 0,1 M standart. Akibat pengenceran cuka warna
aslinya akan begitu berkurang sehingga tak mengganggu perubahan warna
indikator. Hitung kandungan asam dari cuka itu dan menyatakan hasilnya
dalam gram asam asetat per 100 gr.
(Vogel,1994)
Pada percobaan yang kami lakukan kadar asam asetat yang ditemukan
26,58% sedangkan kadar asam asetat yangt dipasaran 25% namun
berdasarkan SNI batas-batas penggunaan asam asetat/cuka pemakaiannya
harus seencer mungkin misal digunakan untuk pembuatan acar dapat
ditambahkan cuka dengan batasan kadarnya 0,5% - 2,7% (SNI No. 81 3784
1995)

IV.2.3. Asam Laktat


Merupakan

suatu

senyawa

organik

dengan

rumus

senyawa

CH3CHOCOOH. Asam laktat dikatagorikan sebagai Generally Recogzine As


Safety yaitu senyawa yang aman sebagai bahan tambahan pakan bagi
manusia, tetapi asam laktat terkadang dapat mengganggu metabolisme
manusia dan menyebabkan asidosis dan dekalsifikasi.
Asam laktat dapat diproduksi melalui sintesis kimia maupun
fermentasi. Proses kimia asan laktat dilakukan dengan menggunakan sumber
berupa senyawa petrokimia sementara itu, pembentukan asam laktat dengan
proses fermentasi dapat dilakukan oleh mikroorganisme penghasil asam
laktat, yaitu kapang dan bakteri. Asam laktat memiliki potensi yag besar
dalam pemanfaatannya pada berbagai aspek, baik industri pangan maupun
non-pangan.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

20

ACIDI ALKALIMETRI
Pengukuran kadar asam laktat dapat dilakukan dengan kalori metri
yang telah dilakukkan oleh Barker dan Summersan (1941), asam laktat mulamula dioksida membentuk asetat dehidrogen penambahan asam sulfat pekat
panas

lalu

dibiarkan

mendingan

kemudian

dilakukan

penambahan

parahyolroxyphenol dan cusau kelautan reaksi antara asetad dehid yang telah
terbentuk dengan PHP akan membentuk komplek warna yang dipengaruhi
ion anorganik yaitu CU2+ dari CUSO4 ion CU2+ berperan dalam memperkuat
intensitas warna yang terbentuk sebanyak 3 hingga 5 kali dan meningkatkan
spesifitas uji, observasi kemudian dapat diukur 570 nm. Metode ini sangat
sensitif karena dapat mengukur asam laktat dalam sampel yang hanya
mengandung 5-10 per/ml selain menggunakan metode kolometri, kadar asam
laktat dapat diukur juga menggunakan metode udometri seperti yang sudah
dibahas pada pengukuran kadar asam asetat.
Dalam percobaan yang kami lakukan bertujuan untuk menganalisa
kadar asam laktat yang ada dalam sampel yaitu yoghut. Kadar asam laktat
dalam yoghut yang kami temukan sebesar 0,5518% menurut SNI jumlah
asam laktat dalam yoghut sebesar 0,5% - 20%, sehingga persaman yoghut
pada percobaan yang kami lakukan telah memenuhi standar
(Prasetya, 2010)

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

21

ACIDI ALKALIMETRI
BAB V
PENUTUP

V.1. Kesimpulan
1. Kadar Na2CO3 yang ditemukan pada sampel I dan II secara berurutan adalah
17.002,54 ppm dan 17.402,102 ppm sedangkan dari kadar aslinya adalah
17.100 ppm. Kadar sampel I yang ditemukan lebih kecil dari kadar asli
sedangkan kadar sampel II yang ditemukan lebih besar dari pada kadar asli.
Sedangkan pada sampel juga terdapat NaHCO3 dengan kadar yang ditemukan
dalam sampel I dan II secara berurutan yaitu 9417,24 ppm dan 9010 ppm,
kadar NaHCO3 yang ditemukan lebih kecil dari kadar asli yaitu 12.000 pm.
2. Pada cuka ditemukan asam asetat dengan kadar 26,59%, sesuai dengan SNI
yaitu 25% dalam bahan. Pada yoghurt ditemukan asam laktat dengan kadar
0,5518% sesuai dengan SNI yaitu jumlah asam laktat pada yoghurt 0,5% 2,0%.

V.2. Saran
1. Lakukan percobaan dengan prosedur yang benar agar diperoleh hasil akurat.
2. Amati perubahan warna idikator dengan baik.
3. Amati volume titran yang dibutuhkan untuk tutrasi dengan teliti.
4. Pastikan tidak ada kotoran pada buret agar tudak ada kelebihan volume titran.
5. Penyimpan HCl (titran) sebelum titrsi dengan baik agar tidak menyerap CO2
dan terjadi galat.

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

22

ACIDI ALKALIMETRI
DAFTAR PUSTAKA

Day R.A dan Underwood A.L. 1986. Analisa Kimia Kuantitatif, edisi ke 5. Jakarta :
Erlangga Laboratorium Teknologi Proses. 2005. Buku Petunjuk Praktikum Teknik
Kimia. Semarang : Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Perry R.H and Green. 1984. Perrys Chemical Enginering Hand Book, 6th editio.n
Singapore : Mc. Grow Hill Book Co.
Vogel A. I. 1999. Buku tas Anorganik Kualitatif Mikro dan semi Mikro.
diterjemahkan oleh Ir. Soetiono dan Dr. A. Hadyono, Jakarta PT Kaliman
Media Pustaka.
Candra Shekar, dkk. 2009. Elektrochemical studies of Btomothymol Blue at
Surfactant Modified Carbon Paste Electrode by using eyak voltametry.
Departement of P.G Studies and Research in undustrial chemistry kuvempu
university, jnana sohyadri, shankarag hatta, karnataka indra.
Hamad N.S. 2010. Synthesis of Phenollatalein Formaldehyde Resin and Study of its
anti bacterial activity.

Departemant of Chemistory, college of scuence,

university of basrah.
Prasetyo, Heru. 2010. Pengaruh Penggunaan Starter Yoghut Pada Level Tertentu
Terhadap Karakteristik Yoghurt yang Dihasilkan. Skripsi Sarjana Peternakan.
Universitas Sebelas Maret. Surakarta
Sinaga,Heppy Love Rida. 2000. Menentukan konsentrasi NaOH secara Acidimetri
pada proses bleaching di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea. Universitas
Sumatra Utara
Verawati. 2013. Makalah penggunaan asam cuka dalam kehidupan sehari-hari.
Anonim. 2008. Diakses dari http://wapeda.org//asam-asetat 2-28 juli 2008.
Anonim.

2013.

Asam

Laktat

dan

Uji

Kadarnya.Diakses

bisa

kimia.com/2013/02/22/
Asam laktat-dan-uji-kadarnya 13 November 2014 pk 19.5
Anonim Asam Laktat Diakses http://repository-usu.ac.id/bitstream/123456789/22
161/4/chapter%2011.pdf. 13 November 2014 pk 21.00
Anonim.Bab 2.Diakses http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=2922
13 November 2014 pk 21.30

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

23

ACIDI ALKALIMETRI
Clark 9.2007 Indikator Asam Basa Biakses http://www.chem-s-try-org/materikimia /kimia-fisika I/keseimbangan -asam.basa/indikator-asam-basa 15 juli
2014.
Lestari, Dwi, dkk. 2013. Mikrobiologi Pangan Yoghurt.

Diakses liyansayu-

bayu.blogspot.com/2013-06-01adchive.html. 13 Novenber 2014 kp 20.10

Labolatorium Dasar Teknik Kimia 1

24

ACIDI ALKALIMETRI
LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN

1. HCl 37%
M

=
=
= 12,06 M

M HCl pekat

M HCl encer

M1 x V1

M2 x V2

12,06 x V1

0,2 x 250

V1

4,14 ml

2. NaOH
=

0,13 =

gram = 1,3 gram

Laboratorium Dasar Teknik Kimia 1

A-1

ACIDI ALKALIMETRI
LEMBAR PERHITUNGAN HASIL PERCOBAAAN

1. Standarisasi HCl
N HCl =

=
= 0,1818 N

2. Standarisasi NaOH
N HCl =

= 0,12726 N

3. Kadar Na2CO3 = 2x . NHCl .

ppm

- Sampel 1
Titrasi 1
Kadar Na2CO3 = (2 . 9) . 0,1818 .

= 17343,72 ppm
Titrasi 2
Kadar Na2CO3 = (2 . 9) . 0,1818 .

= 17343,72 ppm
Titrasi 3
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,5) . 0,1818 .

= 16.380,18 ppm
Kadar rata-rata =
= 17022,54 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia 1

B- 1

ACIDI ALKALIMETRI
-

Sampel 2

Titrasi 1
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,9) . 0,1818 .

= 17151,012 ppm
Titrasi 2
Kadar Na2CO3 = (2 . 9,7) . 0,1818 .

= 18692,67 ppm
Titrasi 3
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,6) . 0,1818 .

= 16572,88 ppm
Kadar rata-rata =
= 17.472,19 ppm
4. Kadar NaHCO3 = ( y x ) x N HCL x BM NaHCO3 x

ppm

- Sampel 1
Titrasi 1
Kadar NaHCO3 = (15,5 9 ) 0,1818 . 84 .

= 9926,28 ppm
Kadar NaHCO3 = (15,5 9 ) 0,1818 . 84 .

= 9926,28 ppm
Kadar NaHCO3 = (14 8,5) 0,1818 . 84 .

= 8399,16 ppm
Kadar rata-rata =
= 9417,24 ppm
-

Sampel 2

Kadar NaHCO3 = (14,6 8,9 ) 0,1818 . 84 .

= 8704,58 ppm
Kadar NaHCO3 = (14,8 9,7 ) 0,1818 . 84 .

= 7788,31 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia 1

B- 2

ACIDI ALKALIMETRI
Kadar NaHCO3 = (15,5 8,6) 0,1818 . 84 .

= 10537,13 ppm
Kadar rata-rata =
= 9010,003 ppm

5. Kadar CH3COOH pada cuka


- N asam asetat =

x f pengenceran
x 20

= 3,4 N
- % massa

x 100%

x 100%

x 100%

= 26,59%

6. Kadar CH3CHOCOOH pada yoghurt


- N asam asetat =

x f pengenceran
x 20

= 0,0559 N
- % massa

x 100%

=
=

x 100%
x 100%

= 0,5518%

Laboratorium Dasar Teknik Kimia 1

B- 3

ACIDI ALKALIMETRI

LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I

MATERI :
ACIDI ALKALIMETRI

GROUP: 4 / SENIN PAGI


NAMA :
Arif Thoha Bariklana

NIM : 21030114120067

Cecilia Agustine

NIM : 21030114120099

John Philia Yuliyandjaja

NIM : 21030114120101

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-1

ACIDI ALKALIMETRI
I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menganalisa kadar atau konsentrasi suatu sampel, asam cuka, jeruk nipis,
strawberry (%

berat ,% volume, %R/V, % N).

2. Menganalisa kadar aciditas, alkalinity dari sampel asam cuka, jeruk nipis, dan
strawberry.

II.PERCOBAAN
2.1. Bahan yang digunakan
1. Na2CO3 0,1N
2. NaOH 0,1 N
3. Asam asetat/asam cuka
4. HCl
5. Phenolpthalein
6. MO
7. Cuka
8. Yoghurt

2.2. Alat yang dipakai


1. Buret, statif, klem
2. Erlenmeyer
3. Corong
4. Pipet volum
5. Pipet ukur
6. Pengaduk
7. Beaker Glass
8. Pipet tetes
9. Labu takar
Gelas ukur

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-2

ACIDI ALKALIMETRI
2.3. Cara Kerja
a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1N :
1. Ambil 10 ml Na2CO3 0,1N, masukkan kedalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indicator MO
3. Menitrasi dengan HCl 0,1N sampai warna berubah menjadi merah
orange
4. Mencatatkebutuhantitran
N HCl=

b. Standarisasi NaOH dengan HCl yang telah distandarisasi


1. Ambil 10 ml NaOH, masukkan kedalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indicator MO
3. Menitrasi dengan HCl sampai warna berubah menjadi merah orange
4. Mencatat volume HCl
N NaOH=

c. Mencari Kadar Na2CO3 danatau NaHCO3


1.Mengambil sampel 10ml larutan sampel, masukkan kedalam erlenmeyer.
Tambahkan beberapa tetes indicator PP
2. Titrasi dengan HCl sampai warna merah hamper hilang
3. Catat kebutuhan HCl pada TAT I = x ml
4. Tambahkan beberapa tetes indicator MO
5. Titrasi dengan HCl sampai warna menjadi merah orange
6. Catat kebutuhan HCl untuk TAT II = y ml
Kadar Na2CO3 =

ppm

Kadar NaHCO3 = (y-x) x N HCl x BM NaHCO3 x

ppm

d. Mencari kadar asam asetat dalam asam cuka, Starwberry, Jeruk Nipis
1. Ambil 10 ml bahan, encerkan sampai 100 ml aquadest
2. Ambil 10 ml larutan sampel tersebut,masukkan kedalam erlenmeyer
3. Tambahkan indicator PP beberapa tetes (+3 tetes)
4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah hamper hilang
5. Catat kebutuhan NaOH

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-3

ACIDI ALKALIMETRI
6. Menghitung normalitas asam sampel
(
N asam =
x f pengenceran

2.4. Hasil Percobaaan


a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1 N
V HCl = 5,5 ml
N HCl =

=
= 0,1818 N
b. Standarisasi NaOH dengan HCl yang sudah distandarisasi
V NaOH

= 7 ml

N NaOH

=
= 0,12726 N
c. Menentukan kadar Na2CO3 dan NaHCO3
- Sampel 1
Titrasi 1
Kadar Na2CO3 = (2 . 9) . 0,1818 .

= 17343,72 ppm
Titrasi 2
Kadar Na2CO3 = (2 . 9) . 0,1818 .

= 17343,72 ppm
Titrasi 3
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,5) . 0,1818 .

= 16.380,18 ppm
Kadar rata-rata =
= 17022,54 ppm

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-4

ACIDI ALKALIMETRI
-

Sampel 2

Titrasi 1
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,9) . 0,1818 .

= 17151,012 ppm
Titrasi 2
Kadar Na2CO3 = (2 . 9,7) . 0,1818 .

= 18692,67 ppm
Titrasi 3
Kadar Na2CO3 = (2 . 8,6) . 0,1818 .

= 16572,88 ppm
Kadar rata-rata =
= 17.472,19 ppm
7. Kadar NaHCO3 = ( y x ) x N HCL x BM NaHCO3 x

ppm

- Sampel 1
Titrasi 1
Kadar NaHCO3 = (15,5 9 ) 0,1818 . 84 .

= 9926,28 ppm
Kadar NaHCO3 = (15,5 9 ) 0,1818 . 84 .

= 9926,28 ppm
Kadar NaHCO3 = (14 8,5) 0,1818 . 84 .

= 8399,16 ppm
Kadar rata-rata =
= 9417,24 ppm
-

Sampel 2

Kadar NaHCO3 = (14,6 8,9 ) 0,1818 . 84 .

= 8704,58 ppm
Kadar NaHCO3 = (14,8 9,7 ) 0,1818 . 84 .

= 7788,31 ppm

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-5

ACIDI ALKALIMETRI
Kadar NaHCO3 = (15,5 8,6) 0,1818 . 84 .

= 10537,13 ppm
Kadar rata-rata =
= 9010,003 ppm

8. Kadar CH3COOH pada cuka


- N asam asetat =

x f pengenceran
x 20

= 3,4 N
- % massa

x 100%

x 100%

x 100%

= 26,59%

9. Kadar CH3CHOCOOH pada yoghurt


- N asam asetat =

x f pengenceran
x 20

= 0,0559 N
- % massa

x 100%

=
=

x 100%
x 100%

= 0,5518%
PRAKTIKAN

MENGETAHUI
ASISTEN

Arfieno Jefry Krisnanda


NIM. 21030113120037

Labolatorium dasar teknik kimia 1

C-6

Acidi Alkalimetri
LEMBAR KUANTITAS REAGEN

MATERI

: Acidi Alkalimetri

HARI/TANGGAL

: Senin/ 10 November 2014

KELOMPOK

: 4/Senin Pagi

NAMA

: 1. Arif Thoha Bariklana


2. Cecilia Agustine
3. John Philia Yuliyandjaja

ASISTEN

: Arfieno Jefry Krisnanda

KUANTITAS REAGEN

NO

JENIS REAGEN

KUANTITAS

NaOH 0,13 N

250 ml

HCl 37% ,

250 ml

Yoghurt

50 ml

Cuka

5 ml

= 1,19 gr/ml , 0,2 N

TUGAS TAMBAHAN:
-

SNI Yoghurt dan Cuka

Penjelasan tentang asam asetat dan asam laktat

CATATAN:
-

Titrasi tiap sampel @3kali

Yoghurt pengenceran 2x

Cuka pengenceran 20x

SEMARANG, 10 NOVEMBER 2014


ASISTEN

ARFIENO JEFRY KRISNANDA


NIM. 21030113120037

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

D-1

Acidi Alkalimetri
REFERENSI ACIDI ALKALIMETRI

2.2 Asam Asetat


Asam asetat dengan rumus struktur CH3COOH dikenal juga dengan asam etanoat
merupakan bahan kimia organik, dinamakan cuka karena rasanya yang asam dan
baunya yang menyengat. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat
mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur
ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. Asam
asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakan
nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum,
yang berarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam
asetat glasial merupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak
bercampur air. Disebut demikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal
mirip es pada 16.7C, sedikit di bawah suhu ruang. Singkatan yang paling sering
digunakan, dan merupakat singkatan resmi bagi asam asetat adalah AcOH atau
HOAc dimana Ac berarti gugus asetil, CH3C(=O). Dalam keadaan murni, asam
asetat bebas air (asam asetat glasial) merupakan cairan tidak berwarna yang
menyerap air dari lingkungan (bersifat higroskopis) dan membeku dibawah 16,7 oC
(62 oF) menjadi sebuah kristal padat yang tidak berwarna. Asam asetat merupakan
satu dari asam karboksilat yang paling sederhana (berikutnya adalah asam format),
merupakan regensia dan bahan kimia industri yang sangat penting yang dipakai
untuk memproduksi berbagai macam bahan (Anonim, 2010b).
Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol.
Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa
melarutkan baik senyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa
non-polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Asam asetat
bercampur dengan mudah dengan pelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air,
kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat
ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia.
Asam asetat diproduksi secara sintetis maupun secara alami melalui fermentasi
bakteri. Sekarang hanya 10% dari produksi asam asetat dihasilkan melalui jalur
alami,

namun

kebanyakan

hukum

yang

mengatur

bahwa

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

asam

asetat

E-1

Acidi Alkalimetri
yang terdapat dalam cuka haruslah berasal dari proses biologis. Dari asam asetat
yang diproduksi oleh industri kimia, 75% diantaranya diproduksi melalui karbonilasi
metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternative.
Produksi total asam asetat dunia diperkirakan 5 juta ton per tahun, setengahnya
diproduksi di Amerika Serikat. Eropa memproduksi sekitar 1 juta ton per tahun dan
terus menurun, sedangkan Jepang memproduksi sekitar 0.7 juta ton per tahun. 1.51
juta ton per tahun dihasilkan melalui daur ulang, sehingga total pasar asam asetat
mencapai 6.51 juta ton per tahun. Perusahan produser asam asetat terbesar adalah
Celanese dan BP Chemicals. Produsen lainnya adalah Millenium Chemicals, Sterling
Chemicals, Samsung, Eastman, dan Svensk Etanolkem (Safitra, 2008).
Asam asetat merupakan salah satu bahan kimia antara yang digunakan dalam
pembuatan vinil asetat monomer (VAM), asam tereptalik yang dimurnikan (PTA),
asetat anhidrat, asam monokloroasetat (MCA), dan ester asetat. Penggunaan terbesar
untuk asam asetat adalah sebagai bahan baku untuk memproduksi vinil asetat
monomer (VAM). Asam asetat juga digunakan untuk pembuatan asam tereptalik
yang dimurnikan (PTA), yang mana merupakan bahan antara penting untuk berbagai
aplikasi, termasuk serat poliester, botol untuk air dan minuman ringan, film
fotografis dan pita magnetik.
Penggunaan yang penting lainnya untuk asam asetat adalah dalam produksi asetat
anhidrat. Asetat anhidrat digunakan dalam aplikasi yang luas, satu yang utama adalah
dalam pembuatan asetat selulosa. Asetat selulosa digunakan untuk membuat serat
tekstil dan filter rokok. Aplikasi lain dari asetat anhidrat adalah plastik, bahan kimia
pertanian dan farmasi. Asam monokloroasetat (MCA) dibuat dari asam asetat dan
klorin. Pengguunaan utama dari MCA adalah karboksimetil selulosa (CMC). CMC
digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk makanan, farmasi, kosmetik dan tekstil.
MCA juga digunakan untuk membuat herbisida pada pertanian. Asam asetat
digunakan untuk pembuatan berbagai macam ester asetat; yang paling penting adalah
etil asetat, n-butil asetat dan isopropil asetat.
Asam asetat pekat bersifat korosif dan karena itu harus digunakan dengan penuh
hati-hati. Asam asetat dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen,
serta

iritasi

dan

juga

dapat

menyebabkan

kerusakan

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

pada

sistem

E-2

Acidi Alkalimetri
pencernaan, dan perubahan yang mematikan pada keasaman darah (Anonim, 2010b).

2.3 Vinil Asetat Monomer (VAM)


Vinil Asetat atau VAM (vinyl acetate monomer) adalah senyawa kimia dengan
rumus kimia CH3COOCH=CH2, dan merupakan monomer dari polivinil asetat.
Senyawa ini merupakan cairan tak tak berwarna dengan rasa manis. Nama sistematis
dari senyawa ini adalah 1-asetoksietilena atau etenil asetat. Senyawa ini biasanya
dibuat melalui reaksi dari etilena, asam asetat, dan oksigen dengan katalis paladium.
Senyawa ini dapat dipolimerisasi sendiri membentuk polivinil asetat (PVA), atau
bersama monomer lain untuk membentuk kopolimer seperti etilen-vinil asetat
(Anonim, 2010c)
Gambar 2.1 Rumus Struktur Vinil Asetat
VAM merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan berbagai macam
produk industri, sebagai polivinil asetat digunakan untuk memproduksi cat, bahan
perekat, dan lapisan untuk bahan lunak. Polivinil alkohol digunakan untuk
memproduksi bahan perekat. Polivinil asetal digunakan untuk memproduksi isolasi
untuk kawat magnet. Etilena vinil asetat kopolimer digunakan untuk memproduksi
bahan perekat, pelapis, dan isolasi. VAM merupakan bahan baku utama untuk
pembuatan polivinil asetat (PVAc) dan polivinil alkohol (PVOH atau PVA). Hampir
80 persen dari total keseluruhan VAM yang diproduksi diseluruh dunia digunakan
untuk membuat kedua bahan kimia tersebut. VAM juga digunakan untuk membuat
polivinil butirat (PVB), etilena-vinil asetat (EVA) kopolimer, dan resin etilena vinil
alkohol (EVOH) (Anonim, 2008d).

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22761/4/Chapter%20II.pdf.

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-3

Acidi Alkalimetri

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-4

Acidi Alkalimetri

http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=2922

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-5

Acidi Alkalimetri

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-6

Acidi Alkalimetri

Asam Laktat dan Uji Kadarnya


Asam laktat merupakan suatu senyawa organik dengan rumus senyawa
CH3CHOHCOOH. Karakterisasi asam laktat dapat dilihat pada tabel ini
Lactic-acid-skeletal (Photo credit: Wikipedia)
90,08
16,8oC
82oC pada 0,5 mmHg

Berat molekuler
Titik lebur
Titik didih
Konstanta disosiasi (Ka) pada 25oC
Entalpi pembakaran (Hc)
Kalor spesifik (Cp) pada 20oC

122oC pada 14 mmHg


1,37 x 10-4
1361 kJ/mol
190 J/mol/oC
L: +3,82o

Rotasi spesifik
R: -8.25o
Sumber: Narayanan et al., 2004
Asam laktat dikategorikan sebagai GRAS (Generally Recognized As Safe), yaitu
senyawa yang aman sebagai bahan tambahan pangan bagi manusia, tetapi asam D-()-laktat terkadang dapat mengganggu proses metabolisme manusia dan menyebabkan
asidosis (kelebihan asam) dan dekalsifikasi (kekurangan kalsium).
Gambar Asam L-(+)-laktat

Gambar Asam D-(-)-laktat

Asam laktat dapat diproduksi melalui sintesis kimia maupun proses fermentasi.
Proses sintesis kimia asam laktat dilakukan dengan menggunakan sumber berupa
senyawa petrokimia. Sementara itu, pembentukan asam laktat dengan proses
fermentasi dapat dilakukan oleh mikroorganisme penghasil asam laktat, yaitu kapang
dan bakteri. Bakteri memfermentasi asam laktat melalui jalur Embden-MeyerhofParnas (EMP) yang dilakukan oleh bakteri homofermentatif maupun jalur pentosa
fosfat yang dilakukan oleh bakteri heterofermentatif (Wee et al, 2006).
Penelitian mengenai asam laktat berkembang semakin pesat karena asam laktat
memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatannya pada berbagai aspek, baik pada
industri pangan maupun non-pangan. Pada industri pangan, asam laktat umumnya
dimanfaatkan sebagai pakan ternak (feedstock). Sementara untuk industri nonpangan, asam laktat dapat dimanfaatkan untuk industri kosmetik, kimia, maupun
farmasi. Salah satu pemanfaatan asam laktat yaitu dalam bentuk polimernya menjadi
plastik ramah lingkungan dari bahan PLA (poly lactic acid)/poli asam laktat (Richter
and Berthold., 1998).

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-7

Acidi Alkalimetri
Pengukuran kadar asam laktat dapat dilakukan dengan menggunakan metode
kolorimetri yang telah dilakukan oleh Barker dan Summerson (1941). Asam laktat
mula-mula dioksidasi membentuk asetaldehid dengan penambahan asam sulfat pekat
panas lalu dibiarkan mendingin. Kemudian dilakukan penambahan PHP
(parahydroxyphenol) dan CuSO4 ke larutan. Reaksi antara asetaldehid yang telah
terbentuk dengan PHP akan membentuk kompleks warna yang dipengaruhi oleh ion
anorganik, yaitu Cu2+ dari CuSO4 yang digunakan. Ion Cu2+ berperan dalam
memperkuat intensitas warna yang terbentuk sebanyak 3 hingga 5 kali dan
meningkatkan spesifisitas uji. Absorbansi kemudian dapat diukur pada panjang
gelombang 570 nm. Metode kolorimetri ini dapat diaplikasikan pada banyak jenis
materi biologis yang kandungan proteinnya telah dihilangkan terlebih dahulu, seperti
darah, air liur, spermatozoa, karkas tikus, dan hati. Metode ini cukup sensitif, karena
dapat mengukur asam laktat dalam sampel yang hanya mengandung 5-10 per ml.
Berikut adalah 3 tahap umum pengukuran kadar asam laktat menggunakan metode
kolorimetri Barker dan Summerson adalah:
1. Penghilangan protein terlebih dahulu jika sampel mengandung protein
Protein yang terkandung dalam sampel dapat mengganggu pengukuran kadar asam
laktat. Protein dapat dihilangkan dengan menambahkan asam trikloroasetat, asam
tungstat, besi hidroksida, maupun kadmium hidroksida.
2. Konversi asam laktat menjadi asetaldehid
Hal ini dilakukan dengan mereaksikan asam laktat dengan asam sulfat pekat panas
3. Pembentukan kompleks warna
Kompleks warna dapat terbentuk setelah adanya penambahan PHP
(parahydroxyphenol) ke campuran asetaldehid dan asam sulfat pekat pada tahap
sebelumnya. Adanya ion Cu2+ akan memunculkan warna biru terang.
Sumber:
Narayanan, N., Roychoudhury, P. K., Srivastava, A. (2004). L (+) lactic
acid fermentation and its product polymerization. Electronic Journal of Biotechnol.,
vol. 7, no. 2, 167-179.
Wee, Y. J., Kim, J. N., Ryu, H. W. (2006). Biotechnological production of
lactic acid and its recent applications. Food Technol.Biol., vol. 44, no. 2, 163-172.
Richter, K. and Berthold, C. (1998). Biotechnological conversion of sugar
and starchy crops into lactic acid. J.agric.Engng Res., vol. 71, 181-191.

http://bisakimia.com/2013/02/22/asam-laktat-dan-uji-kadarnya/ Jumat, 13 November


2014, 19:53
Standar Mutu Yoghurt

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-8

Acidi Alkalimetri
Syarat mutu yoghurt berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-29811992, adalah sebagai berikut (Sumardikan, 2007)
Tabel 2. SyaratMutu Yoghurt (SNI 01-2981-1992)

http://liyansayu-boyu.blogspot.com/2013_06_01_archive.html Jumat, 13 November


2014, 20:10

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E-9

Acidi Alkalimetri

eprints.uns.ac.id/7658/1/143851308201008381.pdf Jumat, 13 November 2014 13.20

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E - 10

Acidi Alkalimetri

Labolatorum Dasar Teknik Kimia

E - 11

LEMBAR ASISTENSI
DIPERIKSA
KETERANGAN
NO

TANGGAL

16-12-2014

Cover
Halaman Pengesahan
Prakata
Daftar Isi dan Halamannya
Intisari dan Summary
Bab 1,2,3,4,5 dirapikan, spasi 1,5,
justified
Header dan footer
Lampiran belum lengkap

18-12-2014

ACC

TANDA TANGAN