Anda di halaman 1dari 10

Tugas Individu

Mata Kuliah Etika Profesi dan Tata Kelola Korporat.


Nama : Luh Gede Sri Sundari
NIM: 1607611004

Prinsip Perlindungan terhadap hak pemegang saham

Dasar hukum : Undang Undang Perseroan Terbatas No.40 tahun 2007

Menurut OECD hak dasar pemegang saham harus termasuk hak untuk:
1. Metode yang aman untuk registrasi kepemilikan.
2. Transfer Saham.
3. Mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai perusahaan
tepat waktu dan secara regular.
4. Berpartisipasi dan memberikan suara di RUPS.
5. Memilih dan mengganti anggota dewan.
6. Memperoleh bagian atas laba perusahaan.

Pemegang saham juga mempunyai hak untuk berpartisipasi dan mendapatkan


informasi yang memadai terkait keputusan mengenai perubahan mendasar yang
terjadi di perusahaan, seperti:
1. Amandemen statute atau akta pendirian perusahaan
2. Otorisasi tambahan saham
3. Transaksi luar biasa / material termasuk diantaranya pengalihan hamper
semua atau semua asset perusahaan.

Pedoman GCG yang di keluarkan KNKG (2006) juga menyebutkan hak-hak dasar
pemegang yaitu:
1. Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara
dalam RUPS.
2. Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu,
benar dan teratur kecuali hal-hal yang besifat rahasia.
3. Hak untuk menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang di
peruntukkan bagi pemegang saham dalam bentuk deviden dan pembagian
keuntungan lainnya.
4. Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat
mengenai prosedur yang harus diepnuhi berkenaan dengan penyelenggraan
RUPS.

5. Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam
perusahaan, maka:
- Setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis,
klasifikasi dan jumlah saham yang dimiliki.
- Setiap pemegang saham berhak untuk diperlakukan setara berdasarkan
jenis dan klasifikasi sham yang di milikinya.

Analisa dilakukan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Tahunan PT.


Antam tahun 2015.
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk disingkat ANTAM
merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
(BEI) dan Bursa Efek Australia (ASX). ANTAM berkomitmen secara penuh untuk
menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance/GCG)

sebagai

landasan

dalam

menciptakan

nilai

tambah

yang

berkelanjutan bagi kepentingan para pemegang saham, masyarakat secara luas,


dan berbagai pemangku kepentingan lainnya (pegawai, konsumen, regulator, mitra
kerja, dan lain-lain) baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. ANTAM
secara komprehensif mengadopsi standar terbaik yang berlaku di Internasional
khususnya Australia Securities Exchange (ASX) Corporate Governance Principle and
Recommendation yang diterbitkan oleh ASX Corporate Governance Council sejak
tahun 2003.
ANTAM secara komprehensif mengadopsi standar terbaik yang berlaku di
Internasional khususnya Australia Securities Exchange (ASX) Corporate Governance
Principle and Recommendation, ASEAN Corporate Governance Scorecard, pedoman
GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance
(KNKG), kriteria dan metodologi yang ditetapkan oleh Kantor Kementerian Negara
Badan Usaha Milik Negara No. SK-16/S. MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 dan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola
Perusahaan.
Jenis saham ANTAM diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis yaitu :
1. Saham Seri A Dwiwarna

2. Saham Seri B, dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham

Susunan Pemegang Saham


Berdasarkan laporan dari Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom,
struktur permodalan dan susunan pemegang
saham ANTAM per 31 Desember 2015, adalah sebagai berikut:

Analisa Hak hak dasar pemegang saham pada PT. Antam.


Pada laporan tahunan tahun 2015, hak-hak dasar pemegang saham tertuang
sepenuhnya pada hasil laporan tahunan yang dilaporkan.
1. Dalam hal penggunaan Metode yang aman untuk registrasi
kepemilikan, dapat di lihat pada halaman 467 dan 468

Saham yang beredar baik saham pengendali maupun saham non pengendali
telah di daftarkan ke institusi terkait. Untuk saham yang beredar di Indonesia, telah
di daftarkan ke badan pengawas pasa modal dan Lembaga keyangan (sekarang
OJK), dengan menerbitkan surat pemberitahuan efektif pernyataan pendaftaran
penawarn umum perdana saham ANTAM pda tanggal 3 November 1997 dan
sahamnya juga telah didaftarkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
(sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 27 November 1997.
ANTAM juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Australia (ASX) dengan status
Foreign Exempt Entity pada tanggal 9 Agustus 1999. Status ini kemudian
ditingkatkan menjadi ASX Listing pada tanggal 1 Juli 2002. Saham Perseroan di ASX
diperdagangkan dalam bentuk CHESS Depository Interest (CDI) atau sertifikat
penitipan efek ASX. Satu unit CDI ekuivalen dengan dan/atau dapat ditukar dengan
lima lembar saham Seri B Perseroan. Tujuan dari pencatatan saham ANTAM di ASX
adalah untuk menyempurnakan standar tata kelola dan pengungkapan Perseroan.
Selain

itu,

pencatatan

saham

di

ASX

mengharuskan

ANTAM

untuk

mengimplementasi standar pelaporan estimasi sumber daya dan cadangan Joint


Ore Reserves Committee Code (JORC) yang ditetapkan oleh Australian Institute of
Mining and Metallurgy. Pengimplementasian standar JORC ini menyetarakan
kredibilitas informasi estimasi sumber daya dan cadangan mineral Perseroan

dengan informasi estimasi sumber daya dan cadangan mineral perusahaan


tambang global lainnya.
Dalam hal ini, PT. ANTAM telah memenuhi hak dasar pemegang saham dengan
melakukan registrasi pemelikan sahamnya ke instansi terkait yang telah di tetap
kan oleh Bursa efek Indonesia maupun Bursa Efek International.
2. Transfer Saham.
Pengalihan Saham juga di atur dalam UU Perseroan Terbatas dalam pasal
125.
Menurut laporan tahunan PT. ANTAM, di tahun 2015 tidak terjadi aktivitas
pengalihan saham, baik terhadap saham pengendali, non pengendali maupun
Employee Stock Ownershiop Program (ESOP). Hal ini di pertegas di halaman
462;

Dan juga di pertegas dalam hasil RUPS Tahunan PT. ANTAM, yang mana atas
hasil RUPS tersebut tidak disebutkan adanya pengalihan saham.
3. Mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai
perusahaan tepat waktu dan secara regular.
Sesuai dengan anggaran dasar PT. ANTAM, RUPS di bedakan menjadi 2
Jenis, yaitu RUPS Tahunan yang diselenggarakan setiap tahun dan di lakukan
selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun buku berakhir dan RUPS Luar
Biasa yang dapat diadakan setiap saat apabila di anggap perlu oleh direksi
atas permintaan tertulis dari dewan komisaris atau dari pemegang saham
seri A Dwiwarna dan atau 1 pemegang saham atau lebih yang memiliki
saham 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah
dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan
perundang undangan yang berlaku.
Dalam hal kondisi perkembangan, Perseroan mengalami kemunduran
pada tahun 2014 dan masih melanjut pada Triwulan I-2015. Untuk itu Dewan
Komisaris melakukan rapat kordinasi dengan organ pendukungnya sesuai
dengan Pasal 21 ayat (2) butir (d) Anggaran Dasar Perseroan.
Sebagai tindak lanjutnya Dewan Komisaris pada 25 Juni 2015 telah
melaporkan kepada RUPS (dalam hal ini dilaporkan oleh Pemegang saham
Seri A Dwiwarna/PengendaliKantor Kementerian BUMN) disertai dengan

saran langkah perbaikan/preventif yang harus ditempuh untuk mencegah


kemunduran Perseroan yang lebih jauh. Beberapa hal penting yang
disarankan agar Perseroan dalam periode 2015-2017 memulihkan free cash
flow dan menetapkan kebijakan baru dalam hal: optimasi operasi, menekan
terus cash cost nikel dan emas, kebijakan dalam investasi/divestasi,
menetapkan kebijakan dalam pengendalian proyek, menetapkan kebijakan
treasury asset management, menetapkan kebijakan refinance US$ ke Yen,
menetapkan kebijakan funding anak perusahaan serta menetapkan kebijakan
yang membatasi pengeluaran Capex dalam periode 2015-2017. Konkritnya,
Dewan Komisaris menasihati Direksi untuk mempertimbangkan atau
melakukan peninjauan kembali kebijakan investasi ANTAM terutama untuk
span of control pada unit bisnis, proyek strategis dan anak perusahaan dan
investasi hanya ditujukan kepada target pertumbuhan sejalan dengan
target pertumbuhan yang ditetapkan pada RJPP Perseroan.
RUPS LB 2015, pemegang saham menyetujui penambahan modal perseroan
dengan menerbitkan saham baru seri B dengan nilai nominal sebesar Rp.
100,00 melalui PUT I perseroan. Menyetujui perubahan ketentuan dalam
Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan adanya peningkatan modal
ditempatkan dan disetor Perseroan, sebagai hasil pelaksanaan pengeluaran
saham baru melalui PUT I, Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada
perubahan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sebagai
hasil pelaksanaan pengeluaran saham baru melalui PUT I Perseroan.
Rapat Dewan Komisaris juga telah diagendakan sebelum tahun barjalan.
4. Berpartisipasi dan memberikan suara di RUPS.
Hak dasar pemegang saham tentang Berpartisipasi dan memberikan suara
di RUPS sepenuhnya diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Mulai dari tata
cara penyampaian undangan maupun ketidak hadiran dengan menunjuk
kuasa dengan melampirkan surat kuasa, telah melindungi hak hak dasar
pemegang saham dalam memberikan / berpartisipasi dalam RUPS.
Tata cara penyampaian undangan RUPS pun di atur dalam anggaran dasar
perseroan dan disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 32.
Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 15 POJK No. 32, bahan mata acara
Rapat dalam bentuk salinan dokumen fisik tersedia sejak tanggal
Pemanggilan RUPS sampai
dengan penyelenggaraan RUPS, yang dapat
diperoleh
di Kantor Pusat Perseroan pada jam kerja Perseroan jika
diminta secara tertulis oleh Pemegang Saham Perseroan. Kecuali untuk
materi mata acara Rapat ke-7, sesuai dengan Pasal 15 (7) huruf b POJK
No.32, akan tersedia
paling lambat pada saat Rapat diselenggarakan .
RUPS 2015 mengagendakan RUPS Tahunan pada tanggal 31 Maret 2015 dan
RUPS Luar biasa pada tanggal 7 Oktober 2015. Dengan dihadiri oleh seluruh

Dewan Komisaris (termasuk salah satunya adalah Komiyte Audit), Direksi,


dan Pemegang Saham.

5. Memilih dan mengganti anggota dewan.


Pemilihan anggota dewan baru dan penggantian anggota dewan yang ada,
menjadi agenda RUPS LB yg diadakan pada tanggal 31 Maret 2015.
Pemilihan dan penggantian anggota dewan ini, menurut UU Perseroan
Terbatas harus di hadiri sekurang-kurangnya anggota pemegang saham
atau di atur lain dalam anggaran dasar perseroan.
Pada RUPS, dapat kita pastikan bahwa penggantian dan pemilihan anggota
dewan telah mencapai kuorum dan telah disetujui oleh para anggota yang
hadir dalam RUPS tahunan tersebut.
6. Memperoleh bagian atas laba perusahaan.
ANTAM memiliki kebijakan untuk membayarkan dividen dalam bentuk uang
tunai kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun. Dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat
kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan, kebijakan dividen adalah minimal 30% dari laba bersih
setelah pajak kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 31 Maret 2015, para
Pemegang Saham menyetujui untuk tidak melakukan pembagian dividen
untuk Tahun Buku 2014, karena kondisi Perseroan yang mengalami kerugian.
Pada tahun buku 2014, ANTAM juga tidak melakukan pembayaran dividen
interim.
Dalam hal ini, hak pemegang saham belum dijalankan dikarenakan posisi
perusahaan yang sedang merugi. Namun hal tersebut telah di setujui oleh
pemegang saham dalam RUPS.

Analisa Keputusan material yang memerlukan Persetujuan RUPS.


Mengacu pada laporan RUPS PT. Antam, keputusan keputusan material seperti:
1. Sumber pembiayaan dalan diversifikasi usaha,
2. Penominasian calon Dewan Direksi dan Komisaris,
3. Mengesahkan laporan tahunan konsolidasian yang telah di audit oleh KAP
yang di tunjuk oleh perusahan
Telah di agendakan dan di setujui oleh pemegang saham.

Analisa Pengungkapan struktur kepemilikan termasuk kepemilikan


pyramid, cash-flow right, control right dan hubungannya dengan insentif
dan ekspropriasi.

Tidak di sebutkan dalam RUPS

Analisa Peran Investor Institusi


Investor institusi merupakan pemegang saham pengendali. Untuk
membatasi kewenangan, karena telah memperoleh hak hak istimewa,
sesuai anggaran dasarnya disebutkan bahwa:
Pemegang saham pengendali harus dapat:
a. Memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan para
pemangku kepentingan
sesuai peraturan perundang-undangan;
b. Mengungkapkan kepada instansi penegak hukum tentang pemegang
saham pengendali yang
Sebenarnya (Ultimate Shareholders) dalam hal terdapat dugaan terjadinya
pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan atau dalam hal
diminta oleh otoritas terkait
Analisa terhadap Peran Akuntan
pelaksanaan hak pemegang saham.

Profesional

dalam

memfasilitasi

RUPS Tahunan dan RUPS Luar biasa wajib di hadiri oleh Akuntan Publik yang
ditunjuk atas keputusan RUPS tahun sebelumnya. Nomisi Akuntan public dilakukan
oleh komite independen internal perusahaan guna menjamin keindependensian
kinerja Akuntan Publik.
Penunjukan KAP tersebut, telah memenuhi ketentuan tentang pergantian Kantor
Akuntan Publik dan Partner Audit yang terdapat dalam Surat Keputusan Menteri
Keuangan nomor 423 tahun 2002 pasal 59 yang menyatakan bahwa Pemberian jasa
audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh KAP
paling lama untuk 5 (lima) tahun buku berturut-turut dan oleh seorang Akuntan
Publik selaku Partner paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut-turut. Pada
tanggal 6 April 2015, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2015
dimana dalam pasal 11 ayat (1) disebutkan bahwa seorang Akuntan Publik dibatasi
paling lama 5 (lima) tahun buku berturut-turut dapat memberikan jasa audit atas
informasi keuangan historis.