Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Batang (bahasa Latin: caulis) merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan
berpembuluh. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan
tumbuh. Daun dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk
menjalankan fungsi yang lebih khusus.
Pada batang bisa memperlihatkan sumbu yang memanjang dengan buku dan ruas yang
jelas. Sebaliknya, batang dapat juga amat pendek dan letaknya merapat membentuk roset.
Taraf percabangan yang terjadi jika tunas ketiak tumbuh menjadi ranting menambah
keragaman bentuk. Berkaitan dengan habitat tumbuh dibedakan batang yang tumbuh di
bawah (rizoma, umbi lapis, umbi batang), di dalam air, atau di darat. Batang juga ada yang
tegak, memanjat, atau merayap. Ragam lain adalah susunan daun pada batang, ada atau
tidak adanya tunas ketiak yang tumbuh menjadi cabang, serta taraf percabangan, bila ada.
Mengingat banyak fungsi dan struktu batang, amatlah menakjubkan bahwa hanya ada satu
struktur dasar bagi semua tumbuhan berpembuluh. Jaringan pada batang dapat dibagi
menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh.
Sejalan dengan teori yang banyak dianut sekarang, bahwa tumbuhan berpembuluh
merupakan perkembangan lanjutan dari salah satu kelompok tumbuhan talus berklorofil,
yaitu Charophyta, batang merupakan perkembangan dari talus yang kemudian
terdiferensiasi jaringannya, membentuk jaringan pembuluh. Akar merupakan
perkembangan dari batang purba yang berada di dekat permukaan tanah yang kemudian
mengalami spesialisasi sebagai alat penyerap air. Dam juga daun sejati, yang dimiliki oleh
sebagian besar anggota tumbuhan berpembuluh, dianggap terbentuk dari penyatuan
ranting-ranting kecil yang saling berdekatan dan masih membawa klorofil dan pigmen pigmen lainnya. Teori ini dikenal sebagai teori megaphyll. Daun kelompok Lycophyta
dianggap terbentuk dari jalur evolusi yang lain, yaitu terbentuk dari bagian sporangium.
Ini dikenal sebagai teori microphyll.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan batang
2. Apa saja fungsi dari batang
3. Apa yang dimaksud Percabangan Batang Simpodial
4. Apa saja yang termasuk Percabangan Batang Simpodial
5. Apa morfologi tumbuhan Percabangan Batang Simpodial

1.3 Tujuan
1

1.
2.
3.
4.
5.

Menjelaskan tentang batang


Mampu menjelaskan fungsi dari batang
Mampu memahami apa yang dimaksud Percabangan Batang Simpodial
Mampu menjelaskan contoh contoh Percabangan Batang Simpodial
Menjelaskan morfologi tumbuhan yang Percabangannya Simpodial

BAB II
2

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Batang
Batang (caulis) adalah bagian dari organ dasar pada tumbuhan berpembuluh. Batang
ialah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain pada tumbuhan bertumpu dan tumbuh.
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan merupakan tempat
serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan dengan sumbu
tubuh tumbuhan.
Pada umumnya batang memiliki sifat dan ciri sebagai berikut :
1. Pada umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai
bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya dapat dengan sejumlah
bidang dibagi menjadi dua bagian yang setangkup.
2. Batang terdiri atas ruas ruas yang masing masing dibatasi oleh buku buku, dan
pada buku buku inilah terdapat daun.
3. Batang tumbuh umumnya kearah keatas, menuju cahaya bersifat fototrop/ heliotrop.
4. Batang tumbuhan selalu bertambah panjang diujungnya. Sehingga disebut batang
mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas
5. Batang mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhnya tidak digugurkan,
kecuali kadang kadang cabang atau ranting yang kecil.
6. Batang umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
Misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
2.2 Fungsi Batang
Tumbuhan memiliki organ yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya
demi kelangsungan hidupnya. Organ yang terdapat didalam tumbuhan salah satu nya
adalah batang. Batang memiliki fungsi yang sangat penting terhadap kelangsungan hidup
tumbuhan, sebab batang merupakan tempat tumpuan bagi organ yang lainnya.
Batang mempunyai dua pembuluh yaitu floem dan xilem, tiap tiap pembuluh tersebut
memiliki fungsi yang berbeda berbeda. Floem memiliki fungsi untuk mengangkut seluruh
makanan yang telah dibuat didalam daun dan diangkut ke seluruh bagian tumbuhan,
sedangkan xylem memiliki fungsi untuk mengangkut air dan juga zat hara untuk ditujukan
kepada daun. Pada bagian kulit batang ada organ yang bernama lentisel, organ itu
berfungsi untuk alat pernafasan bagi tumbuhan. Sedangkan fungsi batang bagi tumbuhan
adalah sebagai berikut :
3

1. Penyokong atau Penopang.


Batang berfungsi sebagai penyokong atau penopang agar tumbuhan tetap berdiri
tegak, selain itu sebagai tempat melekatnya daun, bunga, dan biji agar mudah
mendapat cahaya matahari dan mudah terjadi penyerbukan serta penyebaran buah dan
biji. batang tidak lurus tidak selindris
2. Sarana Transportasi atau Pengangkut.
Batang berfungsi sebagai pengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun melalui
pembuluh xylem untuk proses fotosintesis. Sesudah itu batang akan mengangkut zatzat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan melalui
pembuluh phloem.
3. Tempat Penyimpanan Cadangan Makanan
Pada beberapa tumbuhan, batang dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan ini
akan digunakan saat diperlukan.
4. Membantu Proses Pernapasan
Batang dapat juga membantu proses pernapasan dari tumbuhan, karena oksigen dapat
masuk melalui lentisel. Lentisel adalah pori-pori yang tampak kecil pada tumbuhan
biasanya berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
5. Alat perkembangbiakan.
Batang berfungsi juga sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Batang dibuat stek
batang sebagai salah satu bentuk dari perbanyakan tanaman secara vegetatif. Metode
perbanyakan tanaman dengan cangkok untuk menghasilkan tanaman baru dari
induknya juga memanfaatkan batang atau cabang dari tumbuhan.
2.3 Percabagangan Pada Batang
Batang ada yang tumbuh lurus ke atas tanpa percabangan, dan ada pula yang
mengalami percabangan. Percabangan pada batang memiliki beberapa tipe percabangan
dan memiliki arah percabangan. Beberapa tipe percabangan yang ada pada batang di
bedakan menjadi tiga.
Tipe-tipe percabangan pada batang :
1. Percabangan monopodial
Batang yang memiliki percabangan monodial seperti pohon cemara dimana batang
pokoknya telihat jelas, dan terlihat lebih besar dan panjang dari batang
percabangannya.
2. Percabangan simpodial

Percabangan simpodial kebalikan dari monodial yang batang pokok dengan batang
percabangannya sangat sulit dibedakan percabangan seperti ini dimiliki oleh pohon
sawo manila.
3. Percabangan dikotom
Percabangn dikotom memiliki percaangan yang berbentuk seperti garpu. Karena itulah
percabangan ini disebut percabangan menggarpu, dimana bercabangan ini menjadi dua
percabangan menjadi cabang yang sama besarnya. Seperti pada tanaman paku andan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Morfologi Jambu Biji

3.1.1 Klasifikasi tanaman jambu biji


Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
: Rosidae
Ordo
: Myrtales
Famili
: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus
: Psidium
Spesies
: Psidium guajava L.
3.1.2

Morfologi Tanaman Jambu Biji


Akar
Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang yang bentuknya
kerucut panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang-cabang banyak dan
cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan yang lebih
besar pada batang dan juga daerah perakaran menjadiamat luas,hingga dapat
menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Batang
Batang tanaman ini keras dan kuat karena mengandung kayu
(lignin). Bentuk batang tanaman ini bulat (teres). Arah tumbuh batang tegak
lurus. Warna batang coklat. Permukaan batang licin dan tampak adanya kulit
batang (kerak) yang terlepas / terkelupas. Tipe percabangan simpodial
karena batang pokok sukar ditentukan dengan arah tumbuh cabang yang
condong ke atas (patens).

Daun
Bagian ini adalah suatu bagian yang penting yaitu berfungsi sebagai
alat pengambilan zat-zat makanan, respirasi dan asimilasi transparansi. Daun
jambu biji tergolongkan tidak lengkap, karena hanya terdiri dari tangkai dan
helaian saja disebut daun tangkai.
Bunga
Bunga jambu biji kecil-kecil berwarna putih. Bunga pada jambu biji
terdiri dari kelopak dua mahkota yang masing-masing terdiri aras 4-5 daun
berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan memiliki benang sari
yang banyak dan berkelopak, berhadapan dengan daun-daun mahkota memiliki
tangkai sari dengan warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai
satu tangkai putik.
Buah
Buah jambu bijimemiliki buah sejati tunggal artinya, buah ini
terjadidari satu bunga dengan satu bakal buah saja dan memiliki lebih dari satu
biji. Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging dan bentuk
buahnya bulat. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.
3.1.3

Manfaat Jambu Biji Untuk Kesehatan


1. Mengurangi Hipertensi
Manfaat jambu mencegah dari penebalan darah, sehingga
mempertahankan fluiditas darah dan mengurangi tekanan darah. Jambu
juga membantu mengurangi kolesterol dalam darah Penelitian telah
menunjukkan bahwa bahan makanan yang kurang serat (seperti tepung
halus) menambah tekanan darah, karena konversi cepat untuk gula. Jambu
sangat kaya serat dan hipoglikemik sehingga efektif membantu
menurunkan tekanan darah dan memicu kerja jantung lebih baik yang
mencegah timbulnya gejala penyakit jantung.
2. Mengatasi Diabetes
Pada manfaat yang terkait dengan tekanan darah yang disebutkan di
atas, asupan jambu biji juga dapat membantu pasien diabetes, seperti
manfaat buah mengkudu. Tingginya kandungan serat dalam jambu biji
membantu mengatur penyerapan gula oleh tubuh, yang memungkinkan
untuk menurunkan insulin dan glukosa dalam tubuh. Penelitian telah
menunjukkan bahwa mengkonsumsi jambu biji dapat membantu
mencegah munculnya diabetes tipe-2.
3. Menyehatkan Tiroid
7

Jambu merupakan sumber yang baik sebagai sumber zat tembaga, yang
merupakan zat penting untuk mengatur metabolisme tiroid,
yang membantu untuk mengontrol produksi hormon dan penyerapan.
Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar yang paling penting dalam tubuh
untuk mengatur hormon dan fungsi sistem organ tubuh, sehingga jambu
biji ini dapat membantu menyeimbangkan kesehatan fungsi tubuh.
4. Mengoptimalkan Penglihatan
Jambu merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin A seperti yang
ditemukan pada manfaat wortel. Jambu biji dikenal sebagai booster
kesehatan bagi penglihatan. Hal ini dapat membantu memperlambat
munculnya katarak, degenerasi makula, dan kesehatan umum pada
penglihatan mata.
Tidak
hanya mencegah
terjadinya
degradasi
penglihatan, tapi menjaga penglihatan dimasa-masa penurunan kekuatan
mata.
5. Mengobati Sembelit
Jambu biji adalah salah satu sumber terkaya dari serat makanan dalam
hal buah. bagian bijinya, jika tertelan keseluruhan atau dikunyah,
berfungsi sebagai obat pencahar. Kedua, sifat jambu biji tersebut,
membantu pembentukan gerakan usus yang sehat dan membantu tubuh
dalam mempertahankan air, dan benar-benar membersihkan usus.
6. Mengatasi Diare
Senyawa astringents pada jambu biji, membuat perlindungan terhadap
diare. Penyembuhan disentri dengan menghambat pertumbuhan mikroba
dan menghilangkan lendir ekstra pada usus ini, dilakukan oleh astringents
sebagai disenfektan serta anti bakteri yang bersifat alkali. Selain itu,
nutrisi lainnya dalam jambu biji seperti vitamin-C, karotenoid dan kalium,
memperkuat sistem pencernaan sekaligus desinfektan. Jambu biji juga
bermanfaat dalam mengobati gastroenteritis untuk alasan yang sama
dinyatakan di atas.
7. Sebagai obat demam dan batuk
Vitamin C yang kaya terkandung dalam jambu biji, ampuh mencegah
infeksi dingin dan virus. Jus jambu dan rebusan daun jambu memberikan
manfaat mengurangi lendir saat batuk. Sebagai disinfektan tenggorokan
yang menghambat mikroba pada saluran pernapasan dan paru-paru.
8. Manfaat Jambu Biji Untuk Perawatan Kulit
8

Tidak hanya naik untuk menjaga kesehatan tubuh, namun jambu biji
kaya akan zat astringents yang menghindari masalah kulit. Buah jambu
biji yang telah masak, memiliki kandungan zat astringents lebih banyak,
termasuk pada daunnya. Untuk mendapatkan manfaat ini, cukuo dengan
memakan buahnya secara langsung atau dengan merebus buah dan
daunnya terlebih dahulu.
3.2 Mangga

3.2.1

Klasifikasi tanaman mangga


Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

3.2.2

: Plantae
: Tracheobionta
: Spermatophyta
: Magnoliophyta
: Magnoliopsida
: Rosidae
: Sapindales
: Anacardiaceae
: Mangifera
: Mangifera indica L

Morfologi tanaman mangga


Akar
Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, dari cabang akar ini
tumbuh cabang kecil-kecil, cabang kecil ini ditumbuhi bulu-bulu akar yang
sangat halus. Akar tunggang pohon mangga sangat panjang hingga bisa
mencapai 6 m., pemanjangan akar tunggang akan berhenti bila mencapai
permukaan air tanah. akar cabang makin kebawah makin sedikit, paling
banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 cm.
Batang
Batang merupakan bagian tengah dari suatu tumbuh-tumbuhan yang
tumbuh lurus keatas.Bagian ini mengandung zat-zat kayu, sehingga tanaman
mangga tumbuh tegak, keras, dan kuat.Bentuk batang mangga tegak,
9

bercabang agak kuat, daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk
kubah, oval atau memanjang.Kulitnya tebal dan kasar dengan banyak celahcelah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun.Warna kulit yang sudah tua
biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.
Daun
Daun terdiri dari dua bagian, yaitu tangkai daun dan badan daun.Badan
daun bertulang dan berurat-urat, antara tulang dan urat tertutup daging
daun.Daging daun terdiri dari kumpulan sel-sel yang tak terhingga
banyaknya.Daun letaknya bergantian, tidak berdaun penumpu. Panjang tangkai
daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi
sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi
makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya
seperti dalam lingkaran.
Macam-macam bentuk daun:
Lonjong dan ujungnya seperti mata tombok.
Berbentuk segi empat, tetapi ujungnya runcing.
Berbentuk bulat telur, ujungnya runcing seperti mata tombok.
Berbentuk segi empat, ujungnya membulat.
Tepi daun biasanya halus, tetapi kadang-kadang, sedikit bergelombang/
melipat atau menggulung. Panjang helaian daun 8-40 cm dan lebarnya 2-12,5
cm, tergantung varietas dan kesuburannya. jumlah tulang daun yang kedua
(cabang) 18-30 pasang. Daun yang masih muda biasanya bewarna kemerahan
yang dikemudian hari akan berubah pada bagian permukaan sebelah atas
berubah menjadi hijau mengkilat, sedangkan bagian permukaan bawah
bewarna hijau muda. Umur daun bisa mencapai 1 tahun atau lebih.
Bunga
Bunga mangga dalah bunga majemuk. Dalam keadaan normal bunga
majemuk tumbuh dari tunas ujung, sedang tunas yang asalnya bukan dari tunas
ujung tidak menghasilkan bunga, tetapi ranting daun biasa. rangkaian bunga
biasanya berbulu, tetapi sebagian ada juga yang tidak berbulu. Bunga majemuk
ini terdiri dari sumbu utama yang mempunyai banyak cabang utama.Setiap
cabang utama ini mempunyai banyak cabang-cabang, yakni cabang kedua.Ada
kemungkinan cabang bunga kedua ini mempunyai suatu kelompok yang terdiri
dari 3 bunga atau mempunyai cabang tiga.Setiap kelompok tiga bunga terdiri
dari tiga kuntum bunga dan setiap kuntum bertangkai pendek dengan daun
kecil.Jumlah bunga pada setiap bunga majemuk bisa mencapai 1000-6000.
Setiap rangkaian bunga ada bunga jantan dan bunga hermaprodit (bunga
yang berkelamin dua yakni jantan dan betina).Besarnya bunga lebih kurang 6-8
mm. Bunga jantan lebih banyak dari bunga hermaprodit.dan jumlah bunga
hermaprodit inilah yang menentukan terbentuknya buah, dan yang mempunyai
bakal buah normal kira-kira 5-10%. Bunga mangga biasanya bertangkai
10

pendek, jarang sekali yang bertangkai panjang dan baunya harum. Prosentase
bunga hermaprodit bermacam-macam, tergantung dari varietasnya\, yaitu dari
1,25%-77,9%.
Kelopak bunga dan mahkota
Kelopak bunga biasanya ada 5, demikian juga mahkota bunga terdiri
dari 5 daun bunga, tetapi kadang-kadang ada yang 4 sampai 8, warnanya
kuning pucat, sedangkan pada bagian tengah terdapat garis timbul berjumlah 3
sampai 5 yang warnanya sedikit tua. warna bagian tepi daun mahkota bewarna
putih. Pada waktu akan layu, warna mahkota bunga tadi menjadi kemerahan.
Benang sari
Jumlah benang sari ada 5 buah, tetapi yang subur hanya satu atau dua
sedangkan yang lainnya steril. Benang sari yang subur biasanya hampir sama
panjang dengan putik, yakni kira-kira 2 mm, sedangkan benang sari yang steril
hanya pendek.
Kepala putik dan tepung sari
Warna kepala putik kemerah-merahan dan akan berubah warnenya
menjadi ungu p[ada waktu kepala sari membuka untuk memberi kesempatan
kepada tepung sari yang telah dewasa untuk menyerbuki kepala putik. Bentuk
tepung sari biasanya bulat panjang, lebih kurang 20-35 mikron.
Bakal buah
Bakal buah ini tidak bertangkai dan terdapat dalam suatu ruangan, serta
terletak pada suatu piringan.Tangkai putik mulai dari tepi bakal buah dan
ujungnya terdapat kepala putik yang bentknya sederhana.Dalam suatu bunga
kadang-kadang terdapat tiga bakal buah.
Buah
Buah mangga termasuk kelompok buah batu yang berdaging. Panjang
buah kira-kira 2,5-30 cm.Bentuk buah ada yang bulat, bulat telur atau
memanjang dan ada juga yang bentuknya pipih. Warnanya bermacam-macam,
ada yang hijau, kuning, merah atau campuran. Pada bagian ujung buah,ada
bagian yang runcing yang disebut paruh. Diatas paruh ada bagian yang
memebengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan kebagian perut.Bagian
belakang disebut punggung.Kulitnya tebal dan ada kelenjer, dagingnya tebal
dan ada yang kuning tergantung jenisnya. Daging buah ada yang besar dan ada
juga yang tidak besar, ada yang berair dan ada yang tidak berair, ada yang
manis dan ada yang kurang manis.
Biji

11

Biji letaknya didalam kulit niji yang keras, besarnya bervariasi. Biji
terdiri dari dua keping, biji ada yang monoembryonal dan ada yang
poliembryonal.
3.2.3 Manfaat tanaman Mangga
1. Mengurangi Diabetes
Buah mangga memiliki indeks glikemik rendah (41-60) sehingga
mengkonsumsinya dalam jumlah yang agak banyak, tidak akan meningkatkan
kadar gula. Tidak hanya buah, tetapi daun mangga sehat juga. Untuk orang
yang menderita diabetes, hanya dengan merebus 5-6 daun mangga rendam
sepanjang malam dan minum rebusan airnya setelah disaring di pagi hari.
Ramuan ini akan membantu dalam mengatur kadar insulin.
1 Pencegahan Degenerasi Makula
Zat antioksidan zeaxanthin ditemukan di dalam mangga yang
menyaring sinar cahaya biru, yang diperkirakan akan memainkan peran
protektif dalam kesehatan mata dan mungkin menangkal kerusakan dari
degenerasi makula. Asupan buah-buahan yang tinggi (3 porsi atau lebih
dalam sehari), telah terbukti menurunkan risiko dan perkembangan degenerasi
makula terkait usia.
3. Mencegah Penyakit Jantung
Serat, kalium dan vitamin merupakan kandungan di dalam mangga
yang keseluruhannya akan membantu menangkal penyakit jantung.
Peningkatan asupan kalium bersamaan dengan penurunan asupan natrium
adalah perubahan pola makan yang paling penting pada seseorang, yang akan
mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
4. Pencegahan Kanker
Penelitian telah menunjukkan senyawa antioksidan dalam buah mangga
telah ditemukan untuk melindungi terhadap usus besar, payudara, leukemia
dan kanker prostat. Senyawa ini termasuk quercetin, isoquercitrin, astragalin,
fisetin, asam galat dan methylgallat, serta enzim yang melimpah.
5. Menyehatkan Tulang
Tidak hanya kalsium pada manfaat susu saja yang mempengaruhi
kesehatan tulang, namun asupan vitamin K yang rendah sering dikaitkan
dengan peningkatan resiko terjadinya patah tulang. Konsumsi asupan yang
tepat dari manfaat buah-buahan dan sayuran, penting untuk meningkatkan
penyerapan kalsium yang optimal termasuk buah mangga ini.
3.3 Bugenvil

12

3.3.1

Klasifikasi tanaman bugenvil


Kerajaan
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

3.3.2

: Plantae
: Magnoliophyta
: Magnoliopsida
: Caryophyllales
: Nyctaginaceae
: Bougainvillea
: bougainvillea buttiana, bougainvillea glabra,
bougainvillae peruviana, bougainvillea spectabillis,
bougainvillea spinosa

Morfologi tanaman bugenvil


Akar
Akar tanaman bunga kertas adalah akar tunggang yang tumbuh secara
vertikal. Lalu, ada akar cabang yang tumbuhnya melebar hingga kedalaman 80
cm.
Batang
Tanaman bunga kertas adalah tanaman perdu tegak yang tumbuh tegak
lurus mencapai ketinggian 2 sampai 4 meter. Batang tanaman bunga kertas
bersifat kayu, bentuknya bulat, dan terdapat duri bentuknya kecil. Percabangan
bunga kertas adalah simpodial. Warna batang adalah cokelat
Daun
Daun tanaman bunga kertas berbentuk melebar dan bulat hingga
memanjang. Tepi daun rata, pertulangan daunnya menyirip atau bertulang tiga
hingga lima. Daun pelindung duduk berbentuk bulat oval dan memiliki panjang
kira kira 1,5 sampai 4 cm
Bunga
Bunga kertas termasuk golongan bunga tidak lengkap, karena hanya
terdiri dari tenda bunga, bunga, tangkai, kepala putik, tangkai putik, benang
13

sari, dan tangkai sari. Bunga ini tumbuh pada ketiak daun. Bunga kertas adalah
bunga majemuk yang berbentuk seperti payung yang bersusun.
Bunga kertas tersusun dalam anak payung yang bertangkai dari
berjumlah 1 sampai 7 anak payung. Masing-masing anak payung tadi terdiri
dari 3 bunga. Kemudian anak payung berkumpul menjadi malai. Tenda bunga
berbentuk seperti tabung segilima berambut, berwarna hijau dan panjangnya
berkisar 1,5 sampai 2,5 cm. Bagian bawah tenda bunga agak melembung dan
bagian atas rontok.
Tangkai putik bunga kertas lebih pendek dan kepala putiknya miring.
Buah bunga kertas adalah buah buni yang ketika sudah masak berwarna hitam
dan mengkilat. Buah bunga kertas memiliki panjang + 1cm , berbiji dua atau
berbiji satu dan tidak memunyai lekukan.
3.3.3

Manfaat tanaman bugenvil


1. Mengobati Resistensi Insulin
Gangguan resistensi insulin akan menyebabkan diabetes. Tubuh tidak
bisa membuat cadangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan terus
menumpuk. Pada skala tertentu maka menyebabkan diabetes. kandungan
senyawa pinitol dalam bunga bougenville dipercaya bisa mengatasi masalah
resistensi insulin.
Cara konsumsi bunga bougenvilla yang sudah dikeringkan dan menjadi
teh sangat disarankan untuk perawatan ini.
2. Menjaga Keseimbangan Kolesterol
Jumlah kolesterol HDL dan LDL dalam tubuh sangat tergantung dari
jenis makanan yang dikonsumsi. Jika terlalu banyak kolesterol buruk maka
bisa menyebabkan masalah kolesterol dan meningkatkan resiko penyakit
tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung dan stroke.
Konsumsi teh dari bunga bougenville telah dilakukan sejak jaman
dahulu di Meksiko. Ekstrak dari daun bougenville mampu menjaga
keseimbangan kolesterol dan tekanan darah.

3. Mengobati Batuk
Batuk disebabkan karena ada reaksi khusus pada saluran pernafasan. Batuk
biasanya banyak menyertai gejala flu dan kelelahan. Anda bisa memakai bunga
bougenville terutama bagian kulit batang.

Ambil beberapa kulit pohon yang sudah kering


14

haluskan hingga menjadi bubuk, jadi, anda harus mengambil kulit yang
benar-benar sudah kering
Setelah itu campur bubuk kulit dalam satu gelaa air matang
Gunakan air untuk berkumur dan tenggorokan akan menjadi lebih lega.

4. Mengatasi Masalah Pencernaan


Gangguan pencernaan seperti asam lambung, diare dan perut kembung
juga bisa diobati dengan rebusan daun bougenville. Daun bougenville
dipercaya memiliki senyawa anti inflamasi dan memberi efek yang
menenangkan untuk usus. Cara pengobatan dilakukan dengan :

Ambil beberapa helai daun bougenville


Rebus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih dan tertinggal setengah gelas
saja
Minum dengan campuran madu untuk menyembuhkan gangguan
pencernaan.

5. Membunuh Bakteri
Bakteri bisa masuk ke dalam tubuh lewat berbagai cara. Makanan,
kontaminasi air dan berbagai sumber lain bisa menyebabkan bakteri menjadi
sumber penyakit dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini maka esktrak daun
bougenville sangat ampuh dalam melawan perkembangan bakteri seperti
bakteri S typhi, Micrococcus luteus, Escheria Colli, P vulgaris, S flexneri dan
sumber bakteri lain. Karena itulah ekstrak daun bougenville bisa
menyembuhkan diare dan masalah pencernaan lain

3.4 Sawo

15

3.4.1

Klasifikasi tanaman Sawo Manila


Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

3.4.2

: Plantae
: Tracheobionta
: Spermatophyta
: Magnoliophyta
: Magnoliopsida
: Dilleniidae
: Ebenales
: Sapotaceae
: Manilkara
: Manilkara zapota (L.) van Royen

Morfologi tanaman Sawo Manila


Akar
TanamanSawo Manila mempunyai jenis akar tunggang yang bercabang
(ramosus). Akar tunggang yang bercabang (Ramosus) adalah akar tunggang
yana berbentuk kerucut panjang.Tumbuh lurus kebawah,bercabang-cabang
banyak,dan cabang-cabangnya bercabang lagi,sehingga dapat memberi
kekuatan yang lebih besar kepada batang,dan juga daerah perakaram menjadi
amat luas,hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Bunga
Tanaman sawo dapat dapat berbuah sepanjang tahun, memiliki batang
besar dan rindang, dapat tumbuh dengan ketinggian 30-40 m bahkan lebih,
bunga tunggal terletak di ketiak dauan dekat ujung ranting, bertangkai1-2 cm,
kadang kali mengantung, berdiameter bunga sampai dengan 1,5 cm, berwran
kecoklatan, kelopak biasanya tersusun dalam dua lingkaran yaitu mahkota
bentuk genta, putih, berbagi sampai setenagh panjang tabung.
Daun
Tanaman ini memiliki daun tungal, terletak pada ujung ranting. Dauan
memiliki tepi rat, sedikit berbulu , berwrna hijau tua mengkilap dan memiliki
bentuk telur lonjong dan bulat keovalan.
Batang
Tanaman sawo memiliki batang berukuran besar dan juga ada yang
kecil, berwarna kecoklatan muda dan tua, berbatang kasar, memiliki ukuran
diameter sedang tergantung dengan varietes. Batang tanaman ini memiliki
kandungan latek yang sangat tinggi, namun juga batang tanaman ini juga
16

terdapat bercak atau garis kehitaman yang terdapat di batang utama atau
cabang. Tipe percabangan tumbuhan ini adalah simpodial
Buah
Buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 6-7
cm dan panjang 10 cm. Kulit buah yang masih muda berwarna cokelat tua,
kasar dan tipis, sedangkan yang tua berubah menjadi cokelat muda dan halus.
Daging buah tebal, berair, berwarna cokelat muda atau cokelat kemerahan.
Buah yang masih muda bergetah dan rasanya sepat, sedangkan buah yang
matang rasanya manis tidak sepat dan tidak bergetah. Buah berasal dari bakal
buah. Bunga hanya memiliki satu bakal buah saja. Dalam satu buah terdapat 35 biji. Biasanya biji-biji ini berwarna hitam. Dinding buah (pericarpium) tebal
berdaging dan dapat dibedakan lapisan-lapisannya, yaitu kulit luar
(epicarpium), lapisan paling luar berwarna coklat, tipis, kasar, kaku seperti
kulit; dan kulit tengah (mesocarpium), tebal berdaging, bisa dimakan, berair,
berwarna coklat muda sampai coklat kemerahan;. Jika sudah masak buah tidak
pecah. Biji-biji terletak bebas dalam mesocarpium. Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa buah sawo merupakan buah sejati, tunggal, berdaging dan
buni
3.4.3

Manfaat tanaman Sawo Manila


1. Pembentukan Sel Darah Merah
Penelitian terbaru diketahui bahwa buah sawo juga mengandung asam
folat 14mkg/100 g. Asam folat diperlukan bagi tubuh manusia untuk
membantu pembentukan sel darah merah.
2. Menjaga Kesehatan Tulang
Di dalam buah sawo terkandung senyawa fosfor dan juga kalsium,
sehingga baik bagi kesehatan tulang kita. karena tulang memang sangat
membutuhkan fosfor dan kalium untuk menjaga kekuatannya. Jadi tulang
kita bisa tetap sehat kini dan nanti saat hari tua.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Di dalam buah sawo terkandung vitamin A yang tinggi, sehingga jika
anda mengkonsumsi buah ini anda akan mendapatkan manfaat yang baik
bagi mata anda. Yaitu menyehatkan mata anda, jadi anda bisa
mengkonsumsi buah yang lezat namun juga menyehatkan mata.
4. Kesehatan dan Kecantikan Kulit
Di dalam buah sawo terkandung vitamin E, kita tentu tahu kulit kita
sangat membutuhkan vitamin ini. sebab dengan vitamin E kulit kita akan
tampak lebih bersih, menjaganya tetap lembab dan mencegah penuaan dini
atau keriput pada kulit.
5. Khasiat Daun , Getah , dan Kulit Sawo
Daun sawo sangat baik untuk dijadikan pengobatan untuk radang
pada mulut.
17

Kulit buah sawo itu mengandung tannin, yang berguna untuk


menghentikan diare. Bisa juga mengatasi gangguan paru-paru.
Lateks atau getah susu dalam tanaman ini bisa dijadikan bahan untuk
menambal gigi.
Rebusan dari daun sawo duren bisa kita gunakan untuk
menyembuhkan penyakit diabetes dan juga rematik.

3.5 Cabai

3.5.1

Klasifikasi tanaman Cabai


Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ord
Famili
Genus
Spesies

3.5.2

: Plantae
: Tracheobionta
: Spermatophyta
: Magnoliophyta
: Magnoliopsida
: Asteridae
: Solanales
: Solanaceae
: Capsicum
: Capsicum annum L.

Morfologi tanaman Cabai


Akar
Perakaran cabai merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar utama
(primer) dan akar laterl (sekunder). Dari akar lateral keluar serabut-serabut
akar (akar tersier).
Panjang akar primer tanaman berkisar 3550 cm. Akar lateral
menyebar dengan panjang berkisar 3545 cm.
Batang
18

Batang utama tanaman tegak lurus dan kokoh, tinggi sekitar 3040 cm,
dan diameter batang sekitar 1,53,0 cm.
Arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang condong ke atas.
Batang utama tanaman berkayu dan berwarna cokelat kehijauan. Pada
budidaya cabai intensif pembentukan kayu pada batang utama mulai terjadi
pada umur 3040 hari setelah tanam. Pada setiap ketiak daun cabai akan
tumbuh tunas baru yang dimulai pada umur 1015 hari. Namun pada budidaya
cabai intensif, tunas-tunas baru itu harus dirempel. Dilihat dari pertumbuhan
tanaman, pertambahan panjang tanaman cabe diakibatkan oleh pertumbuhan
kuncup secara terus-menerus. Pertumbuhan tanaman seperti ini disebut
pertumbuhan simpodial. Cabang primer akan membentuk percabangan
sekunder dan cabang sekunder membentuk percabangan tersier terus- menerus.
Pada budidaya cabai secara intensif akan terbentuk sekitar 1117 percabangan
pada satu periode pembungaan.
Daun
Merupakan daun tunggal, bertangkai silindris, letak tersebar. Helaian
daun bentuknya bulat telur, ujung runcing (acutus), pangkal membulat
(obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm,
berwarna hijau.
Tekstur daun seperti kertas (papyraceus atau chartaceus).
Bunga
Seperti umumnya famili Solanaceae, bunga cabai berbentuk terompet
(hyporcrateriformis). Bunga cabe tergolong bunga yang lengkap (completus)
karena terdiri dari kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corrola), benang
sari (stamen), dan putik (pistillium). Alat kelamin jantan (benang sari) dan alat
kelamin betina (putik) cabe terletak dalam satu bunga sehingga disebut
berkelamin dua (hermaphroditus).
Bunga cabai tumbuh di percabangan (ketiak daun), terdiri dari 6 helai
kelopak bunga berwarna hijau dan 5 helai mahkota bunga berwarna putih.
Tangkai putik berwarna putih dengan kepala putik berwarna kuning kehijauan.
Dalam satu bunga cabai terdapat satu putik dan enam benang sari. Tangkai sari
berwarna putih dengan kepala sari berwarna biru keunguan. Setelah
penyerbukan akan terjadi pembuahan. Pada saat pembentukan buah cabe,
mahkota bunga rontok tetapi kelopak bunga tetap menempel pada buah cabai.
Buah
Buah buni, bentuk seperti kerucut memanjang, menggantung,
permukaan buah mengkilat warna hijau sampai merah setelah tua.
Biji
19

Berbiji banyak dalam rongga buah. Biji kecil, pipih warna putih kekuningan
dan setelah tua menjadi coklat.
3.5.3 Manfaat tanaman Cabai
1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat
Karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang
tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya,
hidung menjadi tidak tersumbat lagi.
Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan
pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner
Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap
encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk.
Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar.
Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah
(trombosis).
3. Sebagai antibiotik alami.
4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi
Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan
menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak.
Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan
Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin,
hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.
Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
6. Menurunkan kadar kolesterol
7. Mengatasi Infertilitas
Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi
ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Batang ialah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain pada tumbuhan bertumpu
dan tumbuh. Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan
20

merupakan tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan
dengan sumbu tubuh tumbuhan. Batang juga memiliki fungsi khusus antara lain sebagai
penyokong atau penopang, sarana transportasi atau pengangkut, tempat penyimpanan
cadangan makanan, membantu proses pernapasan, dan alat perkembangbiakan.
Tipe-tipe percabangan pada batang terbagi menjadi 3 yaitu percabangan monopodial,
Percabangan simpodial, Percabangan dikotom. Percabangan simpodial yaitu batang yang
batang pokok dengan batang percabangannya sangat sulit dibedakan percabangan seperti
ini dimiliki oleh pohon sawo manila. Contoh tumbuhan memiliki percabangan simpodial
pada batang antara lain Jambu Biji (Psidium guajava L.), Mangga (Mangifera indica L),
Bugenvil (bougainvillea buttiana), Sawo (Manilkara zapota), Cabai (Capsicum annum L.)

21

DAFTAR PUSTAKA
Kenrick P, Crane PR. 1997. The origin and early evolution of plants on land.

http://rizkapratiwijaya.blogspot.co.id/2012/02/blog-post.html diambil pada


tanggal 28 maret 2016 pukul 19.30 WIB (online)
http://duniaplant.blogspot.co.id/2014/09/definisi-dan-pengertian-batangpada.html diambil pada tanggal 28 maret 2016 pukul 19.50 WIB (online)
http://www.informasi-pendidikan.com/2015/04/fungsi-batang-padatumbuhan.html diambil pada tanggal 28 maret 2016 pukul 20.10 WIB (online)
http://www.irwantoshut.com/batang_tumbuhan_fungsi.html diambil pada tanggal
28 maret 2016 pukul 20.30 WIB (online)

22