Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

GIZI pada ANAK


Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Gizi dan Kesehatan

OLEH
MIRZA HANIK
NIM. 138420100006

JURUSAN PENDIDIKAN GURU ILMU PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2016

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organorgan, serta menghasilkan energi.
Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi,yang
mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,tumbuh kembang dan
produktif.Oleh karena itu,setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam
makanan.

Makanan

yang

beraneka

ragam

sangat

bermanfaat

bagi

kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah,makanan merupakan sumber


untuk membuat anak cerdas. Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO
(World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak.
Anak yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa
pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan yang
optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap
kesehatan

sangatlah

diperlukan,

pendidikan

juga

digalakan

untuk

perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.


Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu : fisik dan
mental anak. Karena tentunya fisk dan mental merupakan sesuatu yang berbeda
namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi
tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk
mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak
pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga

akan gizi sangat berpengaruh disini. Untuk itu keduanya diperhatikan detile
untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.
B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, masalah
dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian gizi pada anak?
2. Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi gizi seimbang pada anak?
3. Bagaimana asupan makanan untuk anak usia sekolah?
4. Bagaimana asupan makanan yang aman dan menyehatkan?
5. Bagaimana cara mengatasi anak yang sulit makan?
6. Bagaimana anjuran jumlah porsi makan pada anak?

C.

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan peniulisan makalah ini
adalah:
1. Untuk mengetahu pengertian gizi pada anak?
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada anak?
3. Untuk mengetahui asupan makanan untuk anak usia sekolah?
4. Untuk mengetahui asupan makanan yang aman dan menyehatkan?
5. Untuk mengetahui cara mengatasi anak yang sulit makan?
6. Untuk mengetahui anjuran jumlah porsi makan pada anak?

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Gizi
Pengertian Gizi dan Zat Gizi, Kata gizi adalah berasal dari dialek
bahasa Mesir yang berarti "makanan". Gizi merupakan terjemahan dari

kata "nutrition" yang dapat diterjemahkan menjadi "nutrisi". Gizi dapat


diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis
makanan yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat mempertahankan
kehidupan. Namun, sebenarnya gizi meliputi pengertian yang luas, tak hanya
mengenai jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga
mengenai cara-cara memperoleh serta mengolah dan mempertimbakan agar
tubuh tetap sehat. Disiplin ilmu yang khusus mempelajari tentang gizi
disebut Ilmu Gizi. Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari zat gizi dalam
makanan dan penggunaanya dalam tubuh, meliputi pemasukan, pencernaan,
penyerapan, pengangkutan (transpor), metabolisme, interaksi, penyimpanan,
dan pengeluaran, semuanya termasuk proses zat gizi dalam tubuh.
Zat gizi atau nutrient adalah elemen yang ada dalam makanan yang
dapat

dimanfaatkan

secara

langsung

dalam

tubuh

seperti

karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi merupakan
substansi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk pertumbuhan,
pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh. Zat gizi dapat dibagi menjadi zat
gizi organik dan zat gizi anorganik. Zat gizi organik terdiri dari karbohidrat,
lemak, protein, dan vitamin. Sedangkan zat gizi anorganik terdiri dari mineral
dan air. Selain itu, zat gizi dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya dan
berdasarkan fungsinya.
1. Zat gizi berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua, yaitu:
Nabati: Sumber zat gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Hewani: Sumber zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Zat gizi berdasarkan fungsinya bagi tubuh dapat kita kategorikan menjadi
dua, yaitu:
Sumber tenaga bagi tumbuh: Zat gizi yang tergolong sumber tenaga

adalah karbohidrat, lemak, dan protein.


Pembangun dan penjaga tubuh: Zat gizi yang berfungsi sebagai
pembangun dan penjaga tumbuh adalah protein, lemak, mineral, dan
vitamin.

Pengatur proses kerja di dalam tubuh: Zat gizi yang diperlukan untuk
mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah protein, mineral,
vitamin, dan air.

B.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Seimbang


Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO

(World

Healt

Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya
diperhatikan detile untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehariharinya. Kembali lagi ke WHO, mengapa perlunya memperhatikan kebutuhan
gizi anak usia sekolah, ada beberapa alasan mengapa kebutuhan gizi anak
sekolah sangat diperhatikan, berikut point-poinya :
1. Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
Anak Sd yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa
pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan
yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula.
Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga
digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak..
2. Selalu Aktif
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka nutrisi dan energi juga
akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah
merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya
untuk belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi
dan asupan energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya. Sulitnya
untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah tantangan yang perlu
dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai gizi anak sangat
disarankan untuk mempelajarinya.
3. Perubahan Sikap Terhadap Makanan.
Anak Usia Sd tidak dapat di tebak, apa selera makan yang saat ini
sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh
beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa

inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya


harus digalakan.
4. Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
Anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi makananmakanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria
makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang
banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga
menarik anak untuk mengkonsumsinya.
C.

Asupan Makanan Untuk Anak Usia Sekolah


1. Kebutuhan Gizi Berkaitan dengan Proses Tubuh
Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan
semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya,
bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan
zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial adalah zat gizi yang harus
didatangkan dari makanan. Bila dikelompokkan, ada tiga fungsi zat gizi
dalam tubuh, yaitu :
a. Memberi Energi
Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat,
lemak, dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang
diperlukan tubuh untuk beraktivitas.
b. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh
Protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh.
Oleh karena itu, diperlukan unutk membentuk sel-se baru, memelihara,
dan mengganti sels-sel yang rusak. Dalam fungsi ketiga ini zat gizi
dinamakan zat pembangun.
c. Mengatur Proses Tubuh
Protein, mineral, air, dan vitamin deiperlukan untuk mengatur
prose tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral
dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam peroses-proses
oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak peroses lain yang
terjadi di dalam tubuh termasuk proses penuaan.
2. Angka Kecukupan Gizi dan Angka Kebutuhan Gizi

Angka kecukupan gizi adalah nilai yang menunjukan jumlah zat gizi
yang diperlukan tubuh unutk hidup sehat setiap hari bagi semua populasi
menurut kelompok umur, jenis kelamin dan kondisi fisiologi tertentu.
Angka kecukupan gizi berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary
requirements). Angka kebutuhan gizi adalah jumlah zat-zat gizi minimal
yang dibutuhkan seseorang untuk mempertahankan status gizi adekuat.
AKG yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk
masing-masing kelompok umur, gender, dan aktivitas fisik. Dalam
penggunaannya, bila kelompok penduduk yang dihadapi mempunyai ratarata berat badan yang berbeda dengan patokan yang digunakan, maka
diperlukan penyesuaian. AKG tidak dipergunakan untuk individu. Dalam
menentukan AKG, perlu dipertimbangkan setiap faktor yang berpengaruh
terhadap absorpsi zat-zat gizi atau efisiensi penggunaannya di dalam tubuh.
Untuk sebagian zat gizi, sebagian dari kebutuhan mungkin dapat dipenuhi
dengan mengkonsumsi suatu zat yang di dalam tubuh kemudian dapat
diubah menjadi zat gizi esensial. Pada kebanyakan zat gizi, pencernaan dan
atau absorpsinya tidak komplit, sehingga AKG yang dianjurkan harus
sudah memperhitungkan bagian zat gizi yang tidak di absrorpsi.
Dalam memenuhi kebutuhan AKG seriap harinya, perlu dilakukan
memberi variasi makanan yagn berbeda setiap harinya yang nantinya
diharapkan cukup dapat memenuhi semua kebutuhan gizi. Di Indonesia
pola menu seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5 Sempurna dan
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Saat ini dikenal juga menu
pelangi, yaitu menu makanan yang berwarna-warni seperti pelangi untuk
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh
seperti sayur-sayuran. Perlu pendidikan khusus bagi anak usia sekolah atau
sekolah dasar dalam memilih makanan yang berwarna-warni. Peran orang
tua sangat diperlukan, jangan sampai anak memilih makanan yang
berwarna-warni yang menggunakan zat pewarna. Dalam menyusun menu,

selain AKG perlu pula dipertimbangkan aspek akseptibilitas makan yang


disajikan, karena selain sebagai sumber zat-zat gizi, makanan juga
mempunyai nilai sosial dan emosional. Untuk itu dalam memenuhi AKG
harus sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang, yaitu :
(1) Variasi makanan
(2) Pola hidup bersih
(3) Menghindari rokok, alkohol dan narkoba
(4) Aktivitas fisik
(5) Pantau BB
3. Faktor yang Berperan dan Permasalahan pada Tumbuh Kembang
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi proses tumbuh kembang
optimal seorang anak, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam
merupakan faktor-faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri, baik faktor
bawaan maupun faktor yang diperoleh. Faktor luar yaitu faktor-faktor yang
ada di luar atau berasal dari luar diri anak, mencakup lingkungan fisik dan
sosial serta kebutuhan fisik anak.
D.

Asupan yang Aman dan Menyehatkan


a. Makan pagi ( sarapan )
Merupakan salah satu pesan dalam PUGS, dapat menyumbang
seperempat dari kebutuhan gizi sehari yaitu sekitar 450-500 kalori dengan
8-9 gram protein. Berdasarkan penelitian di Jakarta menunjukkan jenis
makanan pagi antara lain nasi dan lauk pauk 61%, roti 15,5%, dan mi
8,6%.
b. Membawa bekal ke sekolah
Membeli makanan dan kemudian menghabiskan bersama temantemannya adalah hal yang mengasyikkan bagi anak-anak. Untuk
meminimalkan jajan anak, sebaiknya anak dibekali dari rumah. Dan
makanan bekal adalah makanan yang disukainya dan menarik. Sehingga
anak-anak lebih tertarik dengan bekalnya. Kandungan gizi makanan bekal
sebaiknya sekitar 300 kalori, 5-7 gram protein. Makanan bekal bisa berupa
snack atau makanan lengkap dalam porsi kecil.

c. Olahraga dan aktivitas


Sesuai dengan salah satu pesan PUGS, dengan melakukan latihan fisik
dan olahraga teratur setiap hari, maka sejak usia muda sebaiknya anak
dianjurkan berolahraga dan melakukan aktivitas yang cukup. Manfaat
Olahraga dan aktivitas fisik antara lain menurunkan dan mempertahankan
BB, menurunkan tekanan darah, menaikkan kolesterol HDL, serta mampu
menurunkan resiko obesitas.
E.

Cara Mengatasi Anak yang Sulit Makan


1. Pilih bervariasi buah matang (pepaya, manga, melon, pisang, alpukat,
semangka, jeruk) dengan cara dipotong kecil-kecil, bisa ditambahkan jeli
atau agar-agar dan sedikit gula pasir. Dapat disajikan dalam bentuk juice
atau selada buah yang ditambah keju dan susu manis.
2. Pilih sayuran berwarna terang dan padat (wortel, brokoli, sawi, labu kuning,
bunga kol, buncis muda, bayam) dipotong kecil-kecil ditambahkan pada
mie atau lauk kesukaannya.
3. Ajak anak makan bersama keluarga.
4. Terapkan jadual makan yaitu 3 kali makan besar dan 2 kali snack sehat atau
camilan. Jangan berikan camilan, susu atau juice dekat dengan waktu
makan.
5. Tidak mencemooh atau memarahi bila anak makan masih belum mau
makan buah dan sayuran. Hormati anak bila dia tidak ingin makan dan
usahakan lagi diperkenalkan pada pada waktu makan berikutnya.

F.

Anjuran-Anjuran Jumlah Porsi Makan


1. Untuk anak usia 7-9 tahun sebanyak 1900 kalori per hari:
Nasi 4 porsi penukar (1 p nasi = 150 gram)
Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)
Buah 3 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)
Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)
Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)
Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)

Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)


Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)
2. Untuk anak laki-laki usia 10-12 tahun sebanyak 2000 kalori per hari
Nasi 5 porsi penukar (1 p = 150 gram)
Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)
Buah 4 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)
Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)
Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)
Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)
Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)
Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)
3. Untuk anak perempuan usia 10-12 tahun sebanyak 2000 kalori per hari
Nasi 4 porsi penukar (1 p = 150 gram)
Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)
Buah 4 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)
Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)
Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)
Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)
Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)
Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)

BAB III

PENUTUP

A.

Kesimpulan
Rendahnya asupan gizi anak usia sekolah diakibatkan oleh banyak faktor.
Anak usia sekolah sangat rentan dengan asupan gizi yang rendah atau buruk.
Pada usia ini pola makan anak dipengaruhi oleh teman dan lingkungan
sekitarnya. Jajanan yang banyak dijual di sekolah-sekolah termasuk ke dalam
makanan yang tidak bergizi sehingga dapat dikatakan bahwa anak usia sekolah
sangat rentan dengan asupan gizi yang buruk.

B.

Saran
Peran orang tua sangat diperlukan dalam memberikan makanan yang
bergizi dan mengajarkan anak untuk mengonsumsi atau memilih makanan
yang bergizi. Pendekatan yang baik dengan anak dan komunikasi atau cara
penyampain pendidikan dasar mengenai makanan yang bergizi dapat
membuat anak lebih berhati-hati dalam memilih makanan atau jajanan.
Perhatian dari kedua orang tua sangat diperlukan terutama pada jajanan dan
makanan kesukaannya. Makanan yang diberikan saat dirumah hendaknya
memperhatikan nilai gizi dengan menyesuaikan kondisi social ekonomi
keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Eva Ellya Sibagariang. 2010. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta:


Trans Info Media.
Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
Damayanti, Diana. 2005. Makanan Anak Usia Sekolah. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Rofhiah. 2013. Makalah gizi Anak sekolah.
http://rofhiah.blogspot.co.id/2013/12/makalah-gizi-anak-usia-sekolah.html diakses
pada tanggal 3 Desember 2016