Anda di halaman 1dari 16

EVALUASI SEMEN

Puri Indah Julianti (066114252) ; Rina Agustin (066114247) ; SintiaSeptiDewi


(066114256) ; FanyPurnamaNingtyas(066114262) ;
NurlaelaYuniAstuti(066115705)
Laboratorium Farmasi, Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Pakuan Bogor
Abstrak
Inseminasi buatan merupakan satu dari teknik perkawinan yang efisien dalam
mempercepat perkembangbiakan ternak. Inseminasi buatan dibutuhkan semen
yang berasal dari pejantan unggul untuk meningkatkan efesiensi reproduksi ternak
dan memungkinkan untuk digunakan dalam usaha melestarikan ternak atau hewan-hewan yang
masih langka (Effendi dan Moerfiah 2014). Semen yang digunakan dalam inseminasi buatan
ini harus dievaluasi untuk mendapatkan semen yang berkualitas. Berbagai cara telah
dilakukan untuk mengevaluasi semen yaitu dengan cara makroskopik atau mikroskopik,
biokhemik atau Biologik (Effendi dan Moerfiah, 2014). Dalam percobaan ini,
penilaian-penilaian semen secara biokhemik dan biologik tidak digunakan karena
memerlukan banyak waktu, tenaga dan alat-alat komplek.

2. Menetapkankualitas

BAB I

semen

denganpemeriksaanmikrosko

PENDAHULUAN

pismeliputi:gerakan,masa,mo
tilitas,prosentasespermahidup

Tujuan

dankonsentrasisperma.
1. Menetapkankualitas

semen

denganpemeriksaanmikrosko

Dasar Teori

pismeliputi:

Semen adalah sekresi kelamin

warna,bau,pH,volume,danvis

jantan yang normal diejakulasikan dalam

kositas.

saluran

reproduksi

hewan

betina

sewaktu koopulasi (Toilehere 2008).

Semen terdiri dari spermatozoa dan

lebih cepat, tebal dan hitam dibandingkan

plasma yang diproduksi dalam testis

dengan gerakan masa semen maupun

dan ductus. Itik tak memiliki kelenjar

Semen yang bagus, pada pengamatan di

kelamin pelengkap maka plasma

bawah mikroskop, akan memberikan

semen

tampilan kumpulan sperma bergerak

itik

hanya

dari

tubulus

seminiferous, ductus epididimis dan ductus

bergerombol

dalam

jumlah

besar

deferens ditambah dengan campuran cairan

sehingga membentuk gelombang atau

transparan yang berasal dari sekresi lipatan-

awan yang bergerak.

lipatan limped dan badan-badan


vasculardalam

kloaka

bila

di

tampung dengan cara pemijatan.


Penilaian terhadap karakteristik semen
dapat dilakukan secara makroskopis dan
mikroskopis.

Penilaian

secara

makroskopis

meliputi

volume,

warna, konsistensi (kekentalan) dan


pH.

Warna

dan

konsistensi

(kekentalan) semen dipengaruhi oleh


konsentrasi spermatozoa, dimana semakin
tinggi konsentrasi spermatozoa maka
warna semen akan semakin keruh dan akan
semakin kental. Derajat pH sangat
mempengaruhi

daya

tahan

hidup

spermatozoa. Perubahan pH disebabkan


oleh metabolisme spermatozoa dalam
keadaan anaerob yang menghasilkan asam
laktat yang semakin meningkat . Untuk
penilaian

semen

secara

meliputi

gerakan

mikroskopis

masa,

gerakan

individu (motilitas), konsentrasi dan


abnormalitas spermatoz

oa

Gerakan masa semen kambing nampak

A.
1.

Proses Penampungan Semen


Definisi Insiminasi Buatan
Inseminasi
didefinisikan

Buatan
sebagai

proses

memasukkan semen ke dalam organ


reproduksi

betina

menggunakan

alat

dengan

inseminasi

Prosesnya secara luas mencakup


penampungan semen, pengenceran
dan pengawetan semen sampai pada
deposisi semen ke dalam saluran
reproduksi betina (Hafez, and M.
E

.Bellin,

2000)

dikemukakan
dibandingkan

Selanjutnya

bahwa
dengan

bila

perkawinan

secara alami, IB memiliki banyak


keuntungan

walaupun

kelemahannya.
adalah

ada

Keuntungannya

dapat

mempercepat

penyebaran dan peningkatan mutu


genetik ternak . Melalui penggunaan
bioteknologi

IB,

efisiensi

penggunaan pejantan unggul yang


terbatas

jumlahnya

Teknologi Inseminasi Buatan

dapat

(IB)

merupakan

teknologi

yang

ditingkatkan dengan memanfaatkan

sudah lama dikenal, namun masih

semen secara optimal .

relevan untuk digunakan sekarang

Pada saat ini terdapat dua

ini. Inseminasi Buatan (IB) atau

metode perkawinan yaitu : kawin

kawin suntik adalah suatu cara atau

alam

teknik untuk

dan

kawin

suntik

atau

memasukkan mani

inseminasi buatan (IB). IB telah

(sperma atau semen) yang telah

diterima dan diterapkan pada ternak

dicairkan dan telah diproses terlebih

sapi terutama di Negara-negara maju.

dahulu yang berasal dari ternak

Demikian pula di Indonesia sudah

jantan ke dalam saluran alat kelamin

menjadi

program

betina dengan menggunakan metode

strategis

dengan

nasional

yang

menggunakan

dan

semen yang telah dibekukan. Namun

alat

khusus

yang

disebut

Insemination.

demikian penerapan teknologi ini

Pelaksanaan

kegiatan

masih bermasalah yakni pengetahuan

Inseminasi Buatan (IB) merupakan

tentang siklus reproduksi secara

salah satu upaya penerapan teknologi

benar baik oleh peternak maupun

tepat, guna yang merupakan pilihan

petugas inseminator.

utama untuk peningkatan populasi

Perkawinan yang dilakukan

dan mutu genetik ternak. Melalui

dengan menggunakan teknologi IB,

kegiatan IB, penyebaran bibit unggul

memungkinkan

pejantan

ternak sapi dapat dilakukan dengan

banyak

murah, mudah dan cepat, serta

untuk

seekor

mengawini

lebih

betina daripada perkawinan alami

diharapkan

yang dapat dilakukannya. Selain itu,

pendapatan para peternak.

melalui teknologi IB potensi genetik


seekor

pejantan

unggul

2.

dapat

meningkatkan

Penampungan Seman

dapat

Penampungan

semen

tersebar luas, tidak hanya pada

bertujuan untuk memperoleh semen

daerah tempat pejantan itu berada

yang jumlah (volume)-nya banyak

tetapi juga pada daerah lainnya yang

dan kualitasnya baik untuk diproses

terpisah oleh jarak dan waktu .

lebih

lanjut

untuk

inseminasi buatan.

keperluan

Secara umum penampungan


semen

adalah

ejakulasi

perkawinan secara alam, baik karena

yang

nafsu

seksualnya

rendah

dipengaruhi oleh factor internal dan

mempu-nyai

ekternal.

Faktor

yaitu

kakinya

hormone,

metabolism,

keturunan,

(lumpuh

makanan,

umur,

kesehatan

Sedangkan pada ternak ayam atau

secara umum dari pejantan tersebut.

kalkun metode pengurutan punggung

Sedangkan faktor eksternal adalah

merupakan

suasana

penampungan

internal
dan

lingkungan,

tempat

penampungan,

manajemen,

penampung,

cuaca,

para

mengamati

syarat

dan

pincang/cedera).

satu-satunya
yang

metode

paling

baik

hasilnya.
2.

Metode Vagina Tiruan

Maka untuk mendapatkan semen


memenuhi

atau

dengan

saranan

penampungan termasuk teaster dll.


yang

masalah

atau

Vagina buatan adalah alat

adalah

yang digunakan untuk menampung

memperhatikan

spermatozoa dimana alat tersebut

perilaku setiap pejantan yang akan

akan

ditampung semennya.

vagina asli dari ternak tersebut.

Beberapa cara yang dapat


dilakukan

dalam

dikondisikan

sebagaimana

Struktur dari alat ini adalah sebagai

melakukan

berikut :

penampungan semen diantaranya :


1.

Metode Pengurutan (Masase)


Metode penampungan semen
melalui pengurutan dapat diterapkan

a.

bahan plastik atau karet.


b.
Lapisan dalam terbuat dari bahan
seperti balon yang lembut, karena

pada

lapisan ini adalah tempat masuknya

ternak besar (sapi, kerbau, kuda), dan

penis, sehingga tidak menyebabkan

pada ternak unggas (kalkun dan


ayam). Pada ternak besar metode

iritasi pada penis.


c.
Saluran tempat masuknya air dan

pengurutan ampulla vas deferens


diterapkan apabila hewan jantan
tersebut memiliki potensi genetik
tinggi
akan tetapi tidak mampu melaku-kan

Lapisan luar yang terbuat dari

d.
e.

udara.
Selongsong penampungan.
Tabung
digunakan

untuk

menampung sperma dan diletakkan


diujung selongsong.

Penampungan
menggunakan
merupakan

semen

Vagina

vagina

tiruan

tiruan yang digunakan dikondisikan

metode

yang

supaya menyerupai kondisi (terutama

paling efektif diterapkan pada ternak

dalam

besar (sapi, kuda, kerbau) ataupun

kekenyalannya)

ternak kecil (domba, kambing, dan

sebenarnya.

babi) yang normal (tidak cacat) dan

Mengingat ternak jantan yang akan

libidonya bagus. Kelebihan metode

dijadikan

penampungan menggunakan vagina

memiliki

tiruan

selain

kondisi badan yang sehat dan nafsu

pelaksanaannya tidak serumit dua

seksual yang baik, maka sebaiknya

metode

kita

ini

sebelumnya,

adalah

semen

yang

diha-

hal

temperatur

dan

vagina

yang

sumber

semen

mengutamakan

harus

metode

silkannya pun maksimal. Hal ini

penampungan semen menggunakan

terjadi

vagina

karena metode penampungan ini

pada ternak mamalia (sapi, kerbau,

merupakan

kuda,

modifikasi

dari

tiruan
domba,

dan

kambing).

perkawinan

Sedangkan

alam. Sapi jantan dibiarkan menaiki

pada ternak unggas (ayam dan

pemancing yang dapat berupa ternak

kalkun) pelaksanaannya akan lebih

betina, jantan lain, atau panthom

mudah

(patung

menggunakan metode pengurutan.

ternak

sedemikianrupa
pejantan

yang

yang

didesain

sehingga
akan

semennya

oleh

ditampung

Metode Elektrojakulator

dianggap

sebagai ternak betina).


Ketika
sudah

3.

pejantan

menaiki

Apabila penampungan semen


tidak bisa dilakukan dengan metode

tersebut
pemancing

vagina buatan dikarenakan ternak


tidak

cukup

terlatih

untuk

dan mengeluarkan penisnya, penis

ditampung, maka perlu dilakukan

tersebut arahnya dibelokkan menuju

penampungan dengan menggunakan

mulut vagina tiruan dan dibiarkan

alat ini. Perbedaan yang utama dari

ejakulasi di dalam vagina tiruan.

penampungan vagina buatan adalah

volume yang didapatkan dengan

birahi sapi, jika 21 hari setelah

elektro ejakulator adalah dua kali

dilakukan

lapit lebih besar dari vagina buatan,

mengalami birahi pertama, dan juga

sedangkan

densitasnya

tidak mengalami birahi siklus kedua,

separuhnya.

Meskipun

adalah
demikian,

perbaikan densitas dapat dilakukan

maka

IB

sapi

dan

sapi

dinyatakan

tidak

bunting

berumur 42 hari.

dengan membuang bagian yang tidak

Keberhasilan IB pada ternak

mengandung spermatozoa. Bagian

ditentukan oleh beberapa faktor,

ini keluar dulu setelah dirangsang,

yaitu kualitas semen beku (straw),

kemudian

dilanjutkan

keadaan sapi betina sebagai akseptor

dan penampungan ini menghasilkan

IB, ketepatan IB, dan keterampilan

semen dengan densitas yang baik.

tenaga

rangsangan

Penampungan

pelaksana

(inseminator).

semen

Faktor ini berhubungan satu dengan

menggunakan metode ini adalah

yang lain dan bila salah satu nilainya

upaya

untuk

rendah akan menyebabkan hasil IB

memperoleh semen dari pejantan

juga akan rendah, dalam pengertian

yang memiliki kualitas genetik tinggi

efisiensi produksi dan reproduksi

tetapi

tidak optimal (Toelihere, 1997).

tidak mampu melakukan perkawinan

Permasalahan
beku

utama

adalah

dari

secara alam akibat gangguan fisik

semen

rendahnya

atau

kualitas semen setelah di thawing

psikis. Metode ini saat ini lebih

yang ditandai dengan terjadinya

banyak diterapkan pada ternak kecil

kerusakan pada struktur, biokimia

seperti

dan fungsional spermatozoa yang

domba dan kambing karena pada

menyebabkan terjadi penurunan daya

ternak besar lebih mudah dilakukan

hidup, Kerusakan membran plasma,

melalui metode pengurutan ampula

tudung akrosom, kegagalan transport

vas deferens.

dan fertilisasi. Permasalahan kedua


pada sapi betina (akseptor IB) dalam

B.

Evaluasi Keberhasilan
Keberhasilan

kaitannya dengan kinerja reproduksi.


IB

dapat

ditentukan dengan mengamati siklus

Selanjutnya, Faktor terpenting dalam


pelaksanaan

inseminasi

adalah

ketepatan waktu pemasukan semen

beratbadan yang meningkat,

pada

adanyagerakan

puncak

kesuburan

ternak

fetus,

betina. Puncak kesuburan ternak

gerakansapimelambat,

betina adalah pada waktu menjelang

bulunyamengkilat,

ovulasi.

sapimenjadilebihtenangtempe

Apabila semua faktor di atas


diperhatikan, diharapkan bahwa hasil
IB akan lebih tinggi atau hasilnya
lebih baik dibandingkan dengan
perkawinan alam. Hal ini berarti
dengan tingginya hasil IB diharapkan
efisiensi produktivitas akan tinggi
pula,

yang

ditandai

dengan

meningkatnya populasi ternak dan


disertai dengan terjadinya perbaikan
kualitas

genetik

ternak,

apabila

semen yang dipakai berasal dari


pejantan unggul yang terseleksi.
Dengan

demikian

peranan

bioteknologi IB terhadap pembinaan


produksi peternakan akan tercapai.
Cara Mengetahui (Evaluasi)
Sapi

Betina

Dilakukan

IB

Bunting
atau

Setelah

Perkawinan

Secara garis besar ada dua indikasi


dalam menentukan kebuntingan pada

ramennya,

dankelenjar

air

susumembesarsecaraprogresif
.
2. Indikasikebuntingansecara
internal

(Pemeriksaan

per

rektum)
Indikasikebuntingansecaraeks
ternaljangandijadikanpatokan
bakukebuntingan,
karenabeberapahewandapatm
emperlihatkananomaliwalaup
unmemperlihatkantandaterse
but.
Diagnosapastikebuntinganha
nyadilakukanberdasarkanhasi
lpemeriksaan per rektum.
Dapat dilakukan secara per
rektum. Cara ini lebih mudah,
praktis, murah dan cepat.
Dapat dilakukan setelah 5060 hari perkawinan. Dengan
cara ini dapat ditentukan

hewan betina yaitu :


1. Indikasikebuntingansecaraeks

adanya :

ternalmeliputi: lewatcatatan/
recording, adanya anestrus,
pembesaran

abdomen

sebelahkanansecaraprogresif,

1. perubahanpadakornu uteri
2. adanyakantong amnion
3. adanyapergelinciranselap
utjanin
4. adanya fetus

5. adanyaplasentomdan

nadanyakontaminasiterga

fremitus

ntungpadakonsentrasinya.

Jika kita ada di pasar hewan

warnainidisebabkanadnya

dan disuruh memilikan sapi yang

pigmenriboflavin.warnak

bunting cara yang dapat kita lakukan

emerhanmenunjukanadan

adalah dengan melihat kondisi fisik

yadarahsegardanwarnake

dari sapi, lalu melakukan tanya

coklatanmenunjukanadan

jawab

yadarah

dengan

pedagang

yang

yang

sapinya menunjukan gejala bunting

sudahmengalamidekompo

tentang

sisi,

catatan

siklusnya/perkawinannya, dan untuk

warnahijaukekuninganme

pastinya dengan pemeriksaan per

nunjukanadanyakontamin

rektum

asidengannanahdankuma

jika

diijinkan

oleh

pedagangnya.

Warna

Konsentras

Krematauputihkekuningan
Sepertisusuagakkelabu
Sepertiawan
Hanyasedikitkekeruhan
Jernihatautidakberwarna

semen)
1.000-2.00
500-600
100
50
0

BAB II
METODE KERJA
Bahan dan alat
1. Semen
kelinci/itik,Naclfisiologis
2. Hemositometer,pipet,mikrosk
op,termoses

2. Volume
Volume
yaitujumlah

semen
ml

semen

setiapejakulat.volumeejak
Metode/cara kerja
A. Pemeriksaanmakroskopis
1. Warnadanbau
Semen
yang
normal

ulatberbedabedamenurutbangsa,umur
,ukuranbadan,nutrisi,danf
rekuensiejakulasi.

berwarnakrematauputihke
kuningandankeruh.
Tingkat
kekeruhannyamenunjuka

3. pH
dayatahanhidup
spermatozoa
dipengaruhiolehderajatke

asamanatau

pH

semen

a. Sangatbaik=gelombang-

tersebut.peningkatanderaj

gelombangkeciltetapibana

atkeasamandisebabkanole

yk,tebaldangelapdancepat

hakumulasilaktatsebagaih
asilfruktolisispadametabo
lisme

an

aerobik.pemeriksaan

pH

secarahsederhanadilakuka
ndenganmenggunakanPh
meter.
B. Pemeriksaanmikroskopis
1. Gerkanmassa
Gerkanmassamencermink

berpindah-pindah
b. Baik(++) =gelombanggelombangtipis,jarangdan
lambat
c. Cukup(+) =
tidakadagelombang,gerak
anspermasendirisendiri,bukangerakanmas
a
d. Buruk(0)atau N

anmotilitasataudayagerak

hanyasedikiutatautidakad

dankonsentrasispermatoz

agerakan
2. Motilitas
Motilitasadalahderajatger

oa.pemeriksaandanpenilai
angerkanmassadilakukans
ebagaiberikut:
a. Ambilsatutetes

akanspermaindividu. Cara
penentunyaadalahsebagai
berikut:
a. TeteskansetetsNaclfisiolo

semen
denganmengguna
kan

pipet

padaobyek

glass

yang
sudahdibersihkand
enganmenggunaka
nalkohol
b. Amati
dibawahmikrosko
pmakaakantimbul
gelombangmassad
arispermatozoa,ya
ngkemudian
c. ditetapkansebagaiberikut.

gisdiatassebuahobyek
glass.
Denganbatangpengaduk
yang
telahdicelupkankedalamta
bung

semen

yang

homogen
b. Tutupdengangelaspenutup
untukmenipiskanpreparat
agar
mudahdiamatidanmengur
angikecepatanpenguapans
ehinggatidakcepatkering

c. Periksalahdibawahmikros

d. Hitungjumlahspermahidu

kopdenganperbesaran 45

pdanmatidantentukanpros

x 10
3. Prosentasespermahidup
Untukmembedakan

entasenya.
4. Konsentrasi spermatozoa
Konsentrasi spermatozoa

spermatozoa

yang

adalahjumlah

total

hidupdan

yang

spermatozoa dalamsatuan

matidilakukanpembuatan

volume

preparatapus

semen

semen.penghitungansecar

danpewarnaan

eosin-

akasardapatdilihatantarjar

negrosin.apabila

akduakepa;asperma,maka

spermatozoa

perhitunganharusmenggu

matimakamembranselrusa

nakan

ksehinggazatwarnaakanb

HEMOCYTOMETER

nayakterserap.

(yang

Tahapanpembuatanprepar

biasadigunakanuntukmen

atulassebagaiberikut:
a. Sediakanduabuahobjek

ghitungeritrosit)tahapanu
ntukmengitungkonsentras

glass yang tipa eosin


padaujungsalahsatuobjek
glass,

tetskanzatwarna

eosin
padaujungsalahsatuobjek

pipet sampaiskala 0.5


b. Encerkandenganmenghisa
psecaraberkesinambunga
nNaClfisiologissampaiska

glass
b. Ambilsedikit

semen

kuranglebih

2%

volzatwarna,kemudianadu

la 101
c. Bersihkanbilikhitungdeng
anmenempelkankapasber
alkoholdenganhati-

kdenganmerata
c. Amati

hati,tutuplahdengankacap

dibawahmikroskopdenga
nperbesaran

isebagaiberikut:
a. Hisaplah semen dengan

10

10,kemudian 45 x 10

enutup
d. Masukan

semen

yang

sudahdiebcerkankedalam
bilikhitung(dengancarame
ngocoknyaterlebihdahulu

agar

homogen)

denganmenempelkanujun
g

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

pipet

padaperbatasanbilikhitun

Hewan uji : unggas itik

gdankacapenutupnya.
e. Biarkan
spermatozoa

Makroskopik

mengisiseluruhbilikhitung

kel

Warna

Bau

Putih

Bau

Susu

Amis

Putih

Bau

Susu

Amis

Putih

Bau

Susu

Amis

Putih

Bau

Susu

Amis

Volume

pH

0,5ml

0,5ml

0,5ml

0,5ml

,bilasudahtidakaliranmaka
mulailahmenghitungnya
f. Spermatozoa
dihitungdalam

kotak

yang

tidakberbatasanuntukmen
ghindarikesalahan.

Masing

masingkotakdibagilagime
njadi

16

kotakkecil,jadikeseluruha
nnyadihitungdalam 5 x
16=80 kotak
g. Konsebtrasispermadierole
hdengan

car

Mikroskopik
%
kel

spermat

Gerakan

ozoa

Massa

terhitungdengan 10 .

-Gerakan
Progresif

0%

Sangat

-Gerakan

58 x

Baik

Sirkulair

106

-Gerakan

HIPOTESIS

Vibratoris
-Gerakan

Didugabahwapresentasesperma yang
masihhidup 75 %.Motilitas yang
akanterjadiyaituprogresif
dansirkulair

Progresif

72,5%

(maju)

Sangat

-Gerakan

54 x

Baik

Sirkulair

106

-Gerakan
Reverse

(melingkar).

Gerakanmasabaikdankonsentrasisper
ma 500-600.

entras
i

hidup

mengalikanjumlahsperma
6

Kons
Motilitas

0%

Buruk

66,67%

Baik

Tidak ada

48 x

gerakan
Gerakan

106
72 x

Vibratoris

106

Dalam praktikum evaluasi


Pembahasan

semen ini dapat diketahui bahwa


sperma secara makroskopis dari
setiap kelompok memiliki pendapat
yang berbeda beda khususnya pada
warna dan bau dari semen yang diuji.
Semen yang digunakan kali ini
semen yang berasal dari jenis unggas
yakni itik. Secara bentuk fisiknya
antara semen dari unggas maupun
manusia tidak berbeda jauh yang
membedakannya hanya pada proses
pengeluaran dari semen itu sendiri
karena pada unggas testis tidak turun
dalam skrotum tapi tetap dalam
rongga badan. Testis menghasilkan
sperma untuk membuahi telur yang
berasal dari unggas betina. Testis
yang berbentuk bulat kacang tersebut
besarnya dan volume ejakulat yang
dihasilkan bergantung pada umur dan
ukuran

tubuh,

karena

volume

ejakulat yang normal sekitar 3 4 ml


sedangkan itik hanya 0,5 ml. Adapun
warna dari semen itik ini berwarna
putih seperti susu dan keruh, ini
masih dapat dikatakan bagus karena
warna

semen

berwarna

yang

krem

baik
atau

yakni
putih

kekuningan.
Semen itu sendiri memiliki
bau yang cukup mudah dikenali

yakni baunya seperti bau ammonia

Baralih

pada

pemeriksaan

karena memang baunya disebabkan

secara mikroskopis diawali dengan

oleh basic amine yang terkandung

pemeriksaan

dalam semen. Semen yang diuji ini

gerakan massa ini menunjukkan daya

memiliki keasaman yang normal

gerak

yakni 7, karena apabila keadaannya

spermatozoa

terlalu asam akan mempengaruhi

Semen yang kami uji menunjukkan

daya hidup dari spermatozoa itu

hasil dengan nilai sangat baik yakni

sendiri.

terlihat gelombang gelombang

gerakan

dan

dimana

konsentrasi
secara

dari

kelompok.

kecil tetapi banyak, tebal dan gelap


dan cepat berpindah

pindah.

Adapula pengujian motilitas atau


derajat

gerakan

sperma

secara

individu, hasil yang kami peroleh


memiliki nilai yang disebut gerakan
progresif atau gerakan maju ke
depan, gerakan sirkulair atau gerakan
melingkar dan gerakan reverse atau
gerakan mundur. Dari pengujian
gerakan massa dan motilitas apabila
sperma yang dihasilkan buruk atau
sperma tidak memiliki gerakan baik
secara kelompok maupun individu,
hal itu disebut nekrospermia.
Selanjutnya pengujian untuk
mengetahui prosentase spermatozoa
yang hidup. Untuk membedakan
spermatozoa yang hidup dan yang
mati melalui warnanya karena kali
ini pengujian dengan pewarna eosin
maka spermatozoa yang telah mati
akan menyerap lebih banyak warna

sehingga terlihat lebih gelap. Hal itu

konsentrasi 54x106 juta/ml semen.

dapat terjadi karena spermatozoa

Hal

yang telah mati membran sel rusak

volume dari ejakulat kecil namun

dan

memiliki konsentrasi yang tinggi, hal

permeabilitasnya

akan

meningkat terutama pada bagian

ini

menunjukkan

walaupun

itu tidak merugikan.

nucleocarp, sehingga warna lebih


banyak terserap pada bagian kepala.
Hasil yang kami peroleh dari 290

BAB IV

spermatozoa ada 145 yang mati hal


ini menunjukkan sebanyak 50%

KESIMPULAN

spermatozoan masih dalam keadaan

Dari praktikum evaluasi semen yang

hidup.

telah dilakukan dapat disimpilkan

Banyaknya

spermatozoan

yang hidup karena sel sperma dapat


hidup di luar tubuh kurang dari 2 jam
dan pengujian kami lakukan dengan
kurang cepat sehingga prosentase
spermatozoa

hidup

hanya

Dalam pengujian konsentrasi


bantuan

1. Spermatozoa
terdiridariduabagianbesaryak
nikepaladanekor.
2. Kadar
keasamandari
spermatozoa

setengahnya saja.

spermatozoa

bahwa:

dilakukan
alat

dengan

hemocytometer.

Konsentrasi spermatozoa yang bagus

mempengaruhidayahidupnya.
3. Kualitasdari
spermatozoa
dapatdilihatmelaluigerakanm
assadanmotilitasnya.
4. Volume

semen

yang sekitar 1.000 2.000 juta/ml

biasanyaberbandinglurusdeng

semen dengam warna krem atau

ankonsentrasinya.

putih kekuningan dan sekurang

Kecualidinyatakanlainkonsen

kurangnya 100 juta/ ml semen

trasinyatinggi.

dengan warna seperti awan. Semen


yang

merugikan

konsentrasi
dapat

<100

dilihat

yakni

dengan

juta/ml

semen

sedikit

kekeruhan

bahkan jernih atau tidak berwarna.


Spermatozoa yang kami uji memiliki

DAFTAR PUSTAKA
Effriansyah. Y. 2012. Fisiologi dan
Reproduksi Ternak. Sumatra Selatan.

Blog.

Departemen
Nasional.

http://anpet10.blogspot.com/2012/06
/makalah-fisiologi-dan-reproduksi-

Pendidikan

Natal.N. 2013. Penampugan Semen.

ternak.html

Blog.

Erveyn. 2012. Analisa Semen Segar.


Malang.

Blog.

http://uinkuuuu.blogspot.com
/2012/06/analisa-semen-

http://nasibnatal.blogspot.com/2013/
03/penampungan-semen.html
Rinaldi. 2012. Penampungan Semen
Dan Sni Semen Beku. Sumatra

segar.html

Utara. Attribution Non-commercial.

Hafez, and M. E .Bellin. 2000.


Semen

Evaluation

Reproduction

in

FarmAnimals.

7hed.

New 'fork, London.

Sugoro,

I.

Inseminasi
Peningkatan

R.

2001.

Inseminasi

Buatan.

Teknik
Jakarta:

Buatan

Pemanfaatan
(IB)

untuk

Produktivitas sapi.

Bandung: Sekolah Tinggi dan Ilmu


Hayati ITB.
Sufyanhadi.

Kartasudjana,

2009.

2012.

Penampungan Semen. Blog.

Metode