Anda di halaman 1dari 45

No

Penyakit
Hipertensi
esensial

Keterangan
>=140/90, 2x pengukuran jarak
10 menit, posisi duduk, tangan
kanan. Klasifikasi hipertensi I
(>140/90), II (160/100)
Urgensi (180/120)
Emergensi : TOD

DD
Hipertensi
sekunder

Komplikasi : retina, otak, ginjal,


jantung.
PP : EKG (cari LVH), funduskopi
(retinopati), Ur/cr, rontgen
toraks. Cari DM, dislipidemia.

Pertusis

Batuk rejan, batuk 100 hari,


kayak menggonggong, riwayat
imunisasi tidak lengkap.
Diagnosis : swab tenggorokan

Asma

Sesak nafas, batuk kering,


mengi, riwayat alergi, atopi.
Klasifikasi asma :
Episodik
Reversibilitas
Variabilitas

Tatalaksana
Modifikasi gaya
hidup, turunkan BB,
DASH diet (2,4
natrium atau 1
sendok teh, banyak
makan sayur,
kurangi daging),
olahraga.
Captopril 6.25mg,
12.5mg, 25mg.
R/ Captopril tab
6.25mg No.XLII
S 3 dd tab I

TB
Asma
Alergi
Bronkitis
kronik

TB
Bronkiolitis
Bronkitis
kronis

Kontrol tiap 2
minggu
Target :
<140/90mmHg
Orang tua (diatas
60, tanpa DM, tanpa
ginjal):
<150/90mmHg
Eritromisin
4x250mg, 10 hari
(50 mg/KgBB/hari)
R/ Eritromisin tab
250 mg no. XL
S 4 dd tab I
R/ Eritromisin syr
250mg/5mL fl ___
No.I
S 4 dd corig I
SABA
Kortikosteroid
inhalasi
Kortikosteroid oral
LABA

Intermitten, ringan, sedang,


berat

Evaluasi 3 bulan

Serangan : ringan, sedang, berat


Stage : I, II, III, IV, V

BP

CAP

Bukan pneumoni
Pneumoni ringan : nafas cepat
saja
Pneumoni berat : cuping hidung,
retraksi

Bronkiolitis
Gagal
jantung
TB

Rate pernafasan
<2 bulan : 60
2-11 bulan : 50
1 5 tahun : 40
>5 tahun : 30
Batuk

Azitromisin
1x500mg, 3 hari.
Sediaan 500mg.

Xray : infiltrat, air broncho


CURB-65 : confusion, urea,
respiratory, blood pressure, age
65.
6

Anemia
Defisiensi
Besi

DHF

Anak : mukosa pucat,


konjungtiva pucat, tangan pucat,
riwayat prematur, konsumsi
hanya ASI, gak suka makan
daging, cacingan.

*status asmatikus*
Serangan asma
akut, silent chest,
penurunan
kesadaran, intubasi.
Tata laksana:
intubasi
Ringan : rawat jalan,
kotri 8tmp/hari.
Sirup : 40mg
TMP/5mL. Tablet :
20mg TMP/1tablet.
Amoksisilin
25mg/kgBB/kali.
Sirup : 125mg/5mL.

Anemia
penyakit
kronik,
thalasemia,
sideroblas

Klaritromisin
2x250mg, 7-14
hari.Sediaan 250mg
Anak : ferous
fumarat syrup
100mg/5mL (20mg
elemental besi),
6mg/kgBB/hari

Dewasa : Lemas, mukosa pucat,


konjungtiva pucat, perdarahan,
menorraghia, atrofi papil,
koilonikia, keilitis

Ferous sulfat 3x325


mg (dewasa)
sebelum/2 jam
setelah makan.

Pemeriksaan penunjang: DPL, SI


turun, Feritin turun, TIBC
meningkat, GDT (sel pensil,
anisositosis, poikilositosis,
mikrositik hipokromik)

Gak boleh minum


teh, mengandung
basa, susu.

Demam tinggi mendadak ,2-7

Cek lagi 1 bulan, Hb


naik 2, diteruskan 23 bulan setelahnya

Demam

ES besi : konstipasi,
mual, BAB hitam
DBD gr I tanpa

hari,tidak fokus infeksi (sakit


kepala,nyeri retrorbita, nyeri
otot) dan manifestasi
perdarahan, hepatomegali, tanda
efusi (efusi pleura,asites).
Riwayat lingkungan
PF: tekanan darah, RR, CTR, akral
dingin, hepatomegali, efusi
(penurunan suara nafas)
Lab:Peningkatan hematokrit,
penurunan trombosit, NS-1 (hari
1,2) , IgM-IgG (hari ke5), RLD

dengue

DBD gr II tanpa
provokasi 67ml/kgBB/ jam
RL/RA/NaCl 0.9%
DBD Gr III/IV
SYOK
20ml/kgbb/secepatn
ya (drip cepat)
bisa diulang 2kali
Koloid 1020mml/kgbb (maks
30ml/kgbb)

Kriteria rawat:
- DBD gr II
- Hemokonsentrasi
- Syok
-Trombosit kurang dari 100.000

Malaria

Rumple-leed:
- Cari rata rata sistol-diastol
pertahankan tensi 5 menit
lepas bikin lingkaran di follar
(di tempat tidak keliatan) 2 jari
dibawah fossa cubit diameter
2.5 cm (+) kalo minimal 10
Trias malaria : demam, mengigil,
berkeringat ( episodik)
Dengan riwayat pergi ke daerah
Komplikasi: penurunan
kesadaran, black water fever,
hepao-splenomegali, kuning,
pucat
Indikasi rawat:
-Dengan komplikasi
(trombositopenia)
Lab:
DPL , Apus darah tebal
- Falciparum pisang, maurer
-Vivax ring, schufnner,
membesar
-Malarie ring and band

perdarahan
meningkatkan
asupan cairan,
antipiretik

Transfusi apabila
trombosit kurang
20.000/ manifestasi
perdarahan

Lepto
Hepatitis
Tifoid

Dewasa:
Falciparum
artesunat 1x4 tab
ditambah
amodiakuin 1x4tab
(selama3 hari)
diatambah
primakuin 1x3 tab
hari (hanya 1 hari)
Vivax/ovale 4ACT (3
hari) , ditambah
primakuin 1tab 14
hari
R/ACT Blister No.III
1 dd tab 8
R/ Primakuin tab 25
mg No. III
1 dd tab 3

Leptospiro
sis

Demam, nyeri tekan


gastrocnimius,kuning, succution
konjugtiva, ictero hemorargic,
bengkak, kencing berkurang.
Riwayat banjir,digigit tikus

Hepatitis A

Lab: DPL (Anemia, leukopeni),


peningkatan OT/PT, Peningkatan
Ur/Cr, MAT, IgG/IgM

10

Anafilaksis

Sesak, stridor, minum atau


makan sesatu (obat, makanan),
mendadak, kehilangan
kesadaran.
Takikardi, hipotesi, takipneu
Lab: serum triptase meningkat

??

11

Kejang
Demam

Definisi: Kejang karena demam


yang disebabkan penyebab
ekstrakranial, tanpa riwayat
kejang tanpa demam
sebelumnya.
Usia: 6 bulan 5 tahun
KDS: < 15 menit, global, 1x/hari,
tanpa tanda neurologis fokal
KDK: kalo bukan diatas
PF: suhu minimal 38.5 rectal

Kejang
karena
infeksi
ektrakrania
l

PP:
LP
-< 12 bulan: sangat dianjurkan

Cerebral:
Artesunat
2.4mg/KgBB IV
(60mg/vial)
0-12 jam-24 jam
tiap hari sampai
sadar ganti oral
Doksisiklin 2x100mg
7-10 hari
Weil disease
:Disfungsi ginjal,
kuning, diatesis
hemorargik
( perdarahan kapiler
paru)
Penicilin G 4x1.5
juta/hari IV
Epinefrin 1:1000,
0,1-0.3 mili IM
A pastikan
terbuka
B oksigen
C RL
20ml/kgbb/jam
Kortikosteroid
1mg/kgbb
(prednisone)
Diphenhydramine 12 mg/kgbb
Inhalasi beta agonis
20 tetes (1ml)
Tatalaksana:
-Diazepam rektal
10 kg 5mg, >10kg
10 mg boleh
diulang 2 kali, jarak
5 menit
- Diazepam IV
0.25-0.5
mg/kgbb/maksimal
20 mg
-Phenytoin IV
20mg/kgbb
diencerkan dengan
NS 10mg/ml

-12-18 bulan: dianjurkan


-> 18 bulan: dipertimbangkan
EEG > 6 tahun

kecepatan maksimal
1mg/kgbb/menit
(maks 50mg/menit)
-Phenobarbital
20mg/kgbb (mask
1g) boleh
ditambah 5mg/kgbb
-Kalo udah ga
kejang 12 jam
kemudian diberikan
pengobatan terakhir
(phenytoin 57mg/kgbb
/phenobarbital 34mg/kgbb)
-Knock down

12

Tetanus

Trismus
Risus sardonikus (mukanya kaya
setan)
Riwayat ada luka
Kejang tanpa penurunan
kesadaran

13

Tension
Headache

Primary
headache

14

Bells
Palsy

Tidak berdenyut, ringan-sedang,


bilateral, tidak diperberat, tidak
mual-muntah (minimal 2)
jam sampe 7 hari
Cari red flag tanda fokal
neurologis, progresif, memberat
saat batuk dan mengedan
Mulut mencong, dahi tidak bisa
diangkat, mata tidak bisa
menutup, minum mbleber
cemomot
Riwayat terpapar angin, dingin

Stroke
Parotitis

Rumatan Kejang
(untuk KDK/
berulang)
- As. Valproat 1540mg/kgbb
(250mg/5ml)
Debridement
Di ruang gulap
Pasang NGT
Diazepam 0.2
mg/kgbb
HTIG 3000-6000
iu/im (tetragram)
Penicilin procain
1.2juta/hari (10 hari)
Metronidazole
3x500mg
TT 0.5ml
Paracetamol 5001000mg
Edukasi: relaksasi,
hindari stress

Prednisone
60mg/hari sampai 6
hari tappering off
sampai 10 hari
Fisioterapi

R/prednisone tab 5
mg No. C
3dd tab 4
4-2-2
2-2-2
2-2-0
2-0-0
15

BPPV

Pusing berputar, bertambah


ketika bergerak atau berpindah
posisi
PF: nistagmus, Dixx hallpike ,
romberg,dipertajam, fukuda, test
pointing
Vestibuler
Berputar
Tidak

Vestibular,
Otak

NonVestibuler
Melayang
Bertambah
saat ditempat
ramai
Propioseptif,
mata

Betahistine 3x6-12
mg 7-10hari
Non-Farmako
Latihan branddarroft

Neuritis
vestibular
tidak
ada
gangguan
pendengar
an

Perifer
Mual muntah
hebat

16

Syok
hipovolem
ik

Sentral
Mual-muntah
tidak hebat
Gangguan
neurologis
lainnyua
Riw. perdarahan, diare, muntah.
Gejala: penurunan kesadaran,
hipotensi, takikardi, takipneu,
akral dingin, CRT >2 detik, urine
output <0.5ml/kgBB/jam.

Meniere
tinnitus,
penurunan
pendengar
an

Lab: DPL, elektrolit, AGD (cari


komplikasi berupa asidosis
metabolik atau laktat terutama
bila sudah MODS), Ur/Cr

Airway bila perlu


OPA, GCS<8
intubasi
Breathing O2 2-4
L/min NK pantau
saturasi (target
>90%)
Circulation
loading 20 ml/kgBB
boleh diulang 3x,
masih belum
perbaikan boleh
ganti koloid
Skill: pasang infus
dan resep infus.
Anak abocath
ukuran 24, dewasa

17

Syok
sepsis

SIRS (2 dari 4): nadi >90x/menit,


suhu >38 atau <36, pernapasan
>20, leukositosis >12.000 atau
<4.000 atau shift to the left
>10% immature band

Syok lain

abocath 18 (large
bore). Jangan lupa
pasang 2 jalur!
ABC (sama dengan
atas) +
Norepinephrine (0,530mcg/menit) 1
ampul = 4 mg/4ml.
Dobu/dopa: 2-20 mcg/menit

Sepsis = SIRS + fokus infeksi


Syok sepsis syok + sepsis
(pulse pressure <20 mmHg)

+antibiotik
ceftriaxon 1 x
2gram bentuk vial
WFI. (jangan lupa
kultur dulu)
+ source control

18
.

Syok
kardiogeni
k

Sesak napas, riwayat sakit


jantung, nyeri dada, JVP
meningkat, rhonki, edema,
asites, hipotensi,

Pantau:
MAP 65
Urine output
0,5
ml/kgBB
TTV
Fluid challenge
untuk membantu
diagnosis (150ml
diberikan
secepatnya). Kalau
sudah pasti syok
kardiogenik cek
tekanan darah:
- sistolik <70
mmHg: NE (0,5-30
mcg/mnt)

- sistolik 70-100
mmHg: dopamin (220mcg/mnt)

- sistolik
>100mmHg:
dobutamin (220mcg/mnt)

Lasik : 40mg bolus,


sediaan 40mg. Tensi
>100mmHg dikasih
NTG
2.5mcg/kgBB/menit

(sediaan vial
10mL=50mg)
captopril 2x6.25mg
simvastatin
1x20mg,
lansoprazol
1x30mg, laksadin
3x1cth.
Morfin (vasodilatasi)
: 2mg IV [harus
dengan resep
spesial, pake pulpen
merah]
Oksigen :
secukupnya,
pertahankan
saturasi >95%

19

Angina
pectoris

Nyeri dada tipikal : nyeri dada


retrosternal, muncul pada saat
aktivitas, berkurang dengan
istirahat/ISDN.
Angina pectoris stabil : dipicu
oleh aktivitas, membaik dengan
istirahat, <15menit, tidak
disertai gejala otonom, chest
discomfort.
Side : dimana
Onset : berapa lama
Characteristic : tertekan,
menusuk, terbakar
Radiation : penjalaran
Associated : gejala yang
berhubungan
Timing : pertama kali/sudah
pernah sebelumnya
Excersion : yang
mengurangi/yang memperberat
Severity : keparahan, seberapa
berat nyerinya
PP : EKG, treadmill, marker
(CKMB, troponin, myoglobin),

Non
kardiak :
GERD,
muskulo,
pulmo

Posisi : setengah
duduk
Tirah baring
Oksigen
ACS
Morfin : 2mg IV
bolus
Oksigen :
secukupnya
Nitrogliserin :
3x5mg, jarak 5
menit, sublingual
Aspirin : loading
dose 320mg, lanjut
1x80 (sediaan
80mg)
ClOpidrogel :
loading 300mg,
lanjut 1x75mg
(sediaan 75mg)
Bisoprolol : 1x2.5mg
(sediaan 2.5mg,
5mg, 10mg) hatihati, gak boleh
kalau nadi<60x,
atau ada edema,
atau ada asma tidak
terkontrol hati-hati)

elektrolit, profil lipid, ginjal, DPL,


SGOT/PT.

20

Takikardi

Berdebar debar (warning signs:


penurunan kesadaran, chest
discomfort, hipotensi, tandatanda syok, sesak napas)

Ace-I : captopril
mulai 2x6.25mg
Heparin :
60IU/kgBB/ hari
Simvastatin :
1x20mg
*Skill: baca EKG
(ILAMHI)
I = irama
L = laju
A = aksis
M = morfologi
H = hipertrofi
I = infark
Warning sign (+)
cardioversion
Narrow regular: 50100 J
Narrow irregular:
120-200J
Wide regular: 100 J
Wide irregular: dosis
defib (200 J
bifasik/360 J
monofasik)
STABLE:
Narrow regular
SVT, vagal
manuever, adenosin
6 mg lalu di flush
dengan 20 ml NS,
dosis kedua 12 mg,
dosis ketiga 12 mg
Narrow irregular
AF, b-blocker
(bisoprolol 10 mg),
CCB non
dihidropiridin
(diltiazem,
verapamil)
Wide regular VT,
amiodarone 150mg
selama 10 menit
selanjutnya

21

Cardiac
arrest

1mg/menit selama 6
jam pertama. Boleh
diulang bila VT lagi.
Sediaan amiodarone
150mg/3ml.
Wide irregular
konsul bro!
Pasang monitor
shockable or not?

AVPU
call for help (if not
responsive)
check pulse in 10 s
no pulse COMPRESSION

Shockable (VT/VF)
360 J monofasik,
200J bifasik IV
access CPR
shock CPR

compression:
- adult 30:2, children 30:2
- depth 2.5inch
- push hard & fast, allow complete
recoil
- 1 cycle 2 min
- minimal interruption

(+epinephrine 1 mg in 35 min)

shock

CPR (+amiodarone
300mg) shock
CPR (+epinephrine 1
mg in 3-5 min)
shock CPR
(+amiodarone 150mg)
Amiodarone hanya boleh
2x. Kalau masih tidak
respon diberi
epinephrine.
Kalau non-shockable
CPR + epinephrine
(pertimbangkan advance
airway dan cari
penyebab yang
reversible)

22

Tonsilitis

Akut: 3 minggu, nyeri menelan,


demam, OSA, lesu, nyeri sendi
(viral infection manifestation),
drooling, sesak napas
PF tonsil hiperemis, detritus
kalau bakteri, teraba perbesaran
KGB, demam
PP swab
Kronis: >2bulan,

Dd/
faringitis,
abses
peritonsil
(uvula
terdorong)

Suportif
Akut tonsilitis
(bakteri): amox-clav
15mg/kgBB/kali,
antipiretik,
dexamethasone
2x0,5mg
Kronik tonsilitis:
obat kumur, edukasi
kebersihan mulut

23

24

Laringitis

TB tanpa
komplikasi

Akut: 3 minggu, vocal abuse,


infeksi berulang, cari gejala
rhinitis, sinusitis, LPR
(laringopharyngeal reflux).
Gejala: afonia dan suara serak,
malaise, odinofagia.
PP: tidak ada
Kronik: biasanya TB
Batuk >2 minggu, penurunan
BB, keringat malam, demam,
riwayat kontak.
PP: S-P-S positif 2 dari 3 TB
-,-,- kasih antibiotik non OAT,
non quinolone selama 2 minggu
tidak ada perbaikan rontgen
sugestif TB TB paru BTA (-)
Anak:
- riwayat kontak (+) 3
- Mantoux (+) 3
- gizi buruk 2
- batuk >3 minggu 1
- demam >2 minggu 1
- pembesaran KGB >1 1
Mantoux >10 mm : sugestif
5-10: probable
<5mm : negatif

Indikasi
tonsilektomi: infeksi
berulang 7
episode/tahun, OSA,
anak dengan risiko
alergi thdp multiple
antibiotik.
Sedikit bicara
(istirahatkan pita
suara), hirup udara
lembab, hindari
iritan, jangan
minum alkohol,
mukolitik (ambroxol

Dewasa
R = 10mg/kgBB
(sediaan 300, 450, 600)

H = 5mg/kgBB
(sediaan 100, 200, 400)

Z = 25mg/kgBB
(sediaan 500, 1000)

E = 15mg/kgBB
(sediaan 500)

FDC =
150/75/400/275
(berdasarkan BB)
30-37 : 2
38-54 : 3
55-70 : 4
>70
:5
+ B6 (piridoksin)
sudah ada gejala
neuropati perifer 2x100
mg, dosis profilaksis
1x100mg

Anak:
2RHZ/4RH
FDC: 75/50/150
(berdasarkan BB)
5-9
:1
10-14 : 2
15-19 : 3
20-32 : 4

TB HIV:
Diberikan 2NRTI +

1NNRTI (lamivudin
300mg, tenovovir
300mg, efavirenz
600mg)
Tidak boleh diberi
nefirapin karena
akan meningkatkan
metabolise
Rifampicin
CD4 <200: 2
minggu OAT dilhat
toleransinya
CD4200-350: 2
bulan OAT lihat
toleransi kalau baik
langsung kasih obat
TB
CD4 >350:
selesaikan obat TB
baru dikasih ARV
Edukasi:
- penyakit dan
penularan
- lama pengobatan,
cara minum, efek
samping
25

Difteri

Demam, selaput keabuan mudah


berdarah, riwayat belum
imunisasi DPT, sekret hidung
berwarna kemerahan, bull neck
(bengkak di faring)

Parotitis,
croup

1. ADS 4000U IM
2. Penisilin prokain
50.000 unit/kgBB
/hari IM diberi 7
hari
3. Hindari oksigen
kecuali obstruksi
nafas berat
4. Harus rawat!
5. Beri paracetamol
6. Kalau sulit
makan, pasang NGT
7. Rawat di ruang
isolasi, imunisasi
anak yg serumah,
eritromisin
profilaksis
(4x500mg).

26

Bronkioliti
s

<2tahun, batuk, mengi, ekspirasi


memanjang, etiologi RSV,
wheezing episode pertama,
demam.

Dd/ BP

Indikasi rawat inap:


-saturasi <92%
-perburukan status
pernapasan
-apneu berulang

PF: takipneu, wheezing, retraksi


otot bantu napas, sianosis (kalau
sudah parah)

27

PPOK
eksaserba
si akut

PP: pulse oxymetri, foto thorax


(bila atipikal), AGD (bila parah)
Sesak progresif, batuk berdahak,
demam, riwayat merokok banyak
dan lama.

Dd/ asma

PF: takipneu, barrel chest, pursed


lips breathing

28

Croup

Batuk menggonggong, tidak


dipengaruhi posisi, suara serak,
penyebab virus

Dd/
laringomal
asia

Croup ringan: suara serak, batuk


menggonggong, stridor jika anak
gelisah
Croup berat: stridor terus
menerus, penggunaan otot bantu
napas
29

Insomnia

Early: susah memulai tidur


Middle: Terbangun dari tidur
berkali-kali
Late: Bangun awal dan tidak bisa

8. Lakukan biakan
swab pada yg
tinggal serumah
Oksigen 1-2lpm
Paracetamol bila
demam

Dd/
insomnia
sekunder

- Oksigen (Jangan
beri oksigen tinggi
bisa apneu)
- SABA
- Mukolitik
(Ambroxol 1x30mg)
- Antibiotik:
Amoxiclav/eritromisi
n
- Vaksin influenza
- Edukasi berhenti
merokok
- Latihan
pernapasan yang
efektif
Kapan PPOK
eksaserbasi akut
harus dirawat?
Ringan: suportif
Berat:dexamethaso
ne 0,6mg/kgBB (bisa
diulang 6-24 jam) +
inhalasi adrenaline 2
ml + NS 3 ml
Penggunaan otot
bantu napas berat
intubasi
Zolpidem 1x10 mg
(waktu paruh
sedang) atau
Triazolam 1 x 0,25

tidur lagi

mg (waktu paruh
singkat)
15-30 menit
sebelum tidur, dosis
awal dinaikkan
sampai dosis efektif,
dipertahankan 1-2
minggu (maks 2
minggu) tapp off
Suportif (sleep
hygiene)

PPDGJ: min 3 kali seminggu,


dalam 1 bulan

30

Somatofor
m

Somatisasi: keluhan banyak,


hasil pf normal
Hipokondriasis: datang dengan
diagnosis
Konversi: panca indera (contoh,
buta tiba2)
Halusinasi dan waham minimal 1
bulan

Dd/
somatisasi,
hipokondria
sis,
konversi

Fluoxetine 1x20 mg
selama 6-8 minggu
Psikoterapi suportif

31

Skizofreni
a

Dd/
skizoafektif
, psikotik
akut,
delirium,
waham
menetap
Dd/
Skizoafektif
, depresi

Risperidone 2x1 mg
Haloperidol 2x5 mg
+ THP 3x2 mg

32

Bipolar

Tipe 1: manik dan depresi


Tipe 2: hipomanik dan depresi

33

Baby
blues

Sedih <2 minggu post partum

Dd/ depresi
post
partum

Merasa tercekik, ingin mati,


berdebar-debar. Simpatis
meningkat, penyebab tidak jelas.
Cemas yang tidak perlu
dicemaskan
Ada trauma, flashback (mimpi)
Dalam 6 bulan setelah trauma
Jumlah tidur cukup tapi ngantuk
terus

Dd/ GAD

Suportif atau
reassurance
Self limiting
Rujuk kalau sudah
depresi post partum
Imipramin 2x25 mg
Alprazolam 2x1 mg

34

Panik

35

GAD

36

PTSD

37

Hipersomn
ia

38

ISK

Nyeri BAK, gejala LUTS (iritasi


frekuensi, urgensi, disuria,

Lithium 1x300 mg
Kalau ada psikosis,
kasi anti psikotik

Dd/ panik

Fluoxetine 1x20 mg

Dd/ stres
akut
Dd/
narkolepsi

Fluoxetine 1x20 mg

Dd/ batu
saluran

Sistitis:
cotrimoxazole

Suportif (sleep
hygiene)
Amfetamin 2x (80400)

nocturia; obstruksi)

kemih

Urinalisis: kultur (asimptomatik


105, simptomatik 103, suprapubik
berapapun)

39

GO

Duh purulen
Gejala 2-7 hari post kontak
Sariawan, gejala anus

Dd/
chlamydia

PP: diplokokus gram negatif,


PMN>5
40

Batu
saluran
kemih

Ginjal: nyeri pinggang terus


menerus, ketok CVA +
Ureter: nyeri kolik menjalar ke
selangkangan
Buli: LUTS, pipis bergantung
posisi
Uretra: tiba-tiba tidak bisa pipis

Dd/
ISK

Lainnya: keluar pasir (passing


stone), riwayat asam urat,
minum sedikit, suka menahan
kencing

2x480 3 hari,
siprofloksasin 2x500
mg 3 hari
Uretritis: go non go
Prostatitis:
cotrimoxazole
2x480 14 hari,
siprofloksasin 2x500
mg 14 hari
Pyelonefritis:
ceftriaxone iv
Cefixime 400 mg,
tunggal +
azitromisin 1 gram,
tunggal
Cek ulang setelah 7
hari cek PMN
<5 mm:
Simptomatik
(analgetik, banyak
minum)
5-8 mm: Alkalinasi
kalium sitrat
Kalau kalsium
karbonat, kalium
tambah HCT
>8 mm: surgery,
ESWL, PCNL

Batu asam: asam urat, sistin


PP: BNO, ur/cr, asam urat, UL
41

Anemia
hemolitik

Lemas, pucat, kuning


Splenomegali
Etiologi: thalassemia, G6PD,
AIHA

42

Anemia
makrositik

Lab: DPL (anemia normositik


normokrom), bilirubin indirek
meningkat, MDT
(anisokoilositosis), retikulosit
meningkat
Megaloblastik: def asam folat
dan B12.

Dd/
thalassemi
a, G6PD,
AIHA

Rujuk untuk
transfusi
(4xHbxBB, PRC)
atau (6xHbxBB,
wholeblood)
Target Hb 8 g/dL

Dd/ megalo
non

Asam folat 1x1 mg


PO

B12 ada neuritis (harus


singkirkan ini sebelum asam
folat)
Non megaloblastik: alkohol,
myelo

43

SLE

44

Demam
reumatik

45

RA

46

Diabetes
Mellitus

Lab: DPL (anemia makrositik),


hipersegmented neutrofil
(megaloblastik)
Blood disorder, AIHA
Renal
ANA
Imunologi, dsDNA
Neurology
Serositis
Oral ulcer
Arthritis
Photosensitivity
Malar rash
Discoid rash
Jones criteria:
Joints
Pericarditis
Nodul
Eritema marginatum
Sydenham chorea
Minor:
CRP
Anamnesis sebelumnya:
reumatik
Fever
Elevated LED
Prolonged PR interval
Arthritis
Leukositosis
Ada peningkatan ASTO atau
strepto grup A hemolitikus pada
swab tenggorok
Nyeri sendi inflamasi, kaku pagi
hari lebih dari 1 jam, simetris
poliartritis (>3), swan neck
boutunniere, nodul reumatoid
Lab: serum rheumatoid factor
3P (polidipsi, poliuria, polifagia)
penurunan BB

megalo

B12 injeksi 30 mcg


IM selama 5 hari,
dilanjutkan 100 mcg
IM tiap bulan

Dd/
sjogren,
RA, GNA

Rujuk

Dd/ RA

Rujuk
Eritromisin 4x500
mg

Dd/ OA

Rujuk

Dd/
hiperglikem

OHO : Metformin
3x500mg

Cek GDS atau GDP sesuai


algoritma
GDS>=200
GDP>=126

ia

Edukasi
Diet : 25-30 Kkal x
BB ideal
Exercise
Insulin
Rapid : Actraprid,
Lispro, Glulisin
Short:---Intermediet: ---Long: Determir dan
Garglin
0.5unit x kg bb
(40:60)
Komplikasi:
Hipoglikemi: <60
atau <80 dengan
gejala
Tatalaksana : bolus
D40% 2 flacon
sampai melek, cek
GDS tiap 15 menit
Stabilisasi D10%
Target gula darah
diatas 200..
KAD :
1. Rehidrasi NaCl
0.9%
jam pertama 2
kolf
jam kedua 1 kolf
jam ketiga 1 kolf
jam keempat 1
kolf
1 Jam berikutnya 1
kolf
1 jam berikutnya 1
kolf
2. Insulin reguler
(short acting insulin,
Humulin R)
Bolus 180mu/kgbb
dilanjutkan dengan

90mu/kgbb perjam
Sampai target gula
darah 200-300mg/dl
selama 12 jam,
dilanjutkan drip 12unit/ jam ditambah
sliding scale
Koreksi kalium 50
meq/6 jam
asam basa dll

47

Malnutrisi
energi
protein

Marasmik : atrofi
Kwasiorkor : edema
Marasmik-kwasiorkor

Dd/marasm
ik/
kwasiorkor

Antropometri : BB/TB < 70


BB/U < 60
WHO <-2

48

49

50
.

Dislipidem
ia

Hiperurise
mia

Goiter

Xantelasma
Tanyakan faktor risiko
kardiovaskular lainnya
Profil lipid:
1. TAG > 150
2. LDL : >100
3. HDL < 40 pada pria dan <50
pada wanita
4. kolesterol total >200

Dd/

Edukasi mengenai
efek samping
simvastatin : nyeri
otot
Edukasi: diet dan
olahraga plus
turunkan BB
Alupurinol 1x100mg

>5 mg/dL
Ditatalaksana apabila >10 bila
asimtomatik
Komplikasi gout artritis
Riwayat tinggal di pegunungan
kapur, banyak orang sama,

Humulin R : 100
unit/mL dalam
sediaan 10 mL
10 tahapan
1. rehidrasi
2. cegah hipoglikemi
3. hipotermi
4. elektrolit
5.F75
80kal/BBaktual
6. F100
7. catch-up tumbuh
kembang
8. mikronutrien
Vitamin A:
200.000unit
9. pematauan
10. edukasi
Simvastatin 1x10mg

dd/ struma
difusa non-

Tyrax 1x100mcg
Konsumsi garam

51
.

Hipertiroid

dengan manifestasi hipotiroid


/eutiroid
Pada PF: Benjolan lunak, difus,
bergerak saat menelan
Lab: TSH tinggi, FT4 rendah
USG dan FNAB
Berdebar debar, tremor.
Penurunan berat badan, tidak
suka panas, diare, rambut
rontok. Mens tidak teratus

toksik ,
struma
nodosa non
toksik,
keganasan

beriodine
Hati hati anaknya
kretinisme

PTU 4x50mg
Cek FT4 1 bulan

PF: tiroid bisa gede bisa biasa


aja
-Gede: Grave liat mata (eksof)
- Biasa aja: Tiroiditis
Hashimoto, subakut (keras)
-Nodul toksik d

52
.

Konjugtivit
is

53
.

Perdaraha
n
subkonjug
tiva

PP: TSH turun, FT4 bisa naik atau


normal , EKG, elektrolit
(hipokalemi),
Viral: Serosa, very watery
Vernal:Cobble stone, very itchy
Bakteri: Mukopurulen
Jamur: riwayat kena tetumbuhan

Riwayat bersin bersin. Dan batuk


heboh

Viral: Lyters,
kompres hangat
Vernal: Antihistamin
topikal: Pheniramine
maleat 3mg /
omedastine
Bakteri:
Cholramphenicol
eye ointment
Jamur: Fluconazole
eye drop 0.2%
Semua Kompres
hangat
Edukasi:
-Jangan digaruk
- jangan bertukar
anduk
-tidak menular lewat
pandangan
- Jaga hygiene
-Bersihkan setiap
saat
Kompres dingin
Biarkan 7 hari ilang
sendiri

54
.

Dry Eyes

55
.

Blefaritis

56
.

Hordeolu
m

57
.

Glaukoma
akut

58
.

Otitis
eksterna

Mata merah, visus tidak turun


Mata lelah, sensasi benda asing,
orang tua, kerja di tempat berAC, naik motor
Ada kotoran di pinggir bulu mata,
kelopak mata bengkak
(inflamasi)
PP: cabut bulu mata dibawah
mikroskop trycophyton
Nyeri di kelopak mata,
membesar, inflamasi, ada bijinya
-Internal di tarsal
-Ekterna di pinggir
Rasa nyeri hebat pada mata,
merah, melihat pelangi, ada
lampu, penurunan penglihatan
PF: peningkatan TIO > 21mmHg,
COA dangkal, papil edema (tidak
tegas), CD ratio > 0.4-0.5
PP: Foto fundus, perimetri

Sirkumskripta: Nyeri pada


mengunyah dan penarikan
telinga,ada bisul, otorhea
Difus: Otalgia, gatal, telinga
penuh, nyeri tekan tragus,
riwayat berenang

59
.

OMA
Dd/OME,
otomikosis
, OE

Mata
merah
visus tidak
turun

Lyteers fl no. 1
3 dd 1 gtt ODS

Chloramphenicol
salep

Chloramphenicol
salep
Kompres hangat
Keratitis
Uveitis

Acetazolamide oral
500mg
Pilokarpin 2% 1
tetes pada mata
serangan, 1 tetes
pada mata
sebelahnya dapat
diulang tiap 1 jam
Timolol 0,5%
Prednisone 1%
Pilokarpin 4x1gtt
Prednisone 4x1gtt
Timolol 2x1gtt
Acetazolamide
4x250mg
Antibiotik tetes
(cholramphenicol
1%) jangan lupa
ditekan2 tragus
Antipiretik

Cari tanda gangguan N. VIII


Stadium: 0-3 minggu. Subakut 3-8 mg
-Oklusi: nyeri telinga, penurunan pendengaran, riwayat batuk pilek
dekongestsan (pseudoefedrin nasal spray, phenylpropanolamine
1x50mg )
- Hiperemis : pada PF tampak kemerahan (Amox-clav 3x625mg, pct
3x500, phenylpropanolamine 1x50mg)
- Supurasi : buldging (+miringoktomi)
- Perforasi: H202 3% (5 hari), antibiotik oral (amox-clav)
-Resolusi: Sudah tidak keluar cairan (ab-oral)

60
.
61
.

Mabuk
perjalanan
Rhinitis
akut
bakterial

62
.
63
.

Rhinitis
alergi
Epistaksis

BPPV
Minimal 3 gejala
-Ingus purulen
-Nyeri berat
- demam
- peningkatan gejala setelah 5
hari
-malaise
RED FLAG: tanda neurologis fokal
PF: Nyeri tekan
Lab : DPL , (LED meningkat),

Dd/
common
cold (ga
sampe 5
hari)

Anterior:Perdarahan dri
P.kisselbach, a. Etmoid anterior,
Menetes ke depan,

Tegak duduk,
menundukan badan,
tekan hidung 10
menit
- Tampon anterior ,
dengan epi 1:10.000
, lidokain 2%
tunggu 10-15 menit
-masih di kauter

Posterior: Darah turun ke


belakang , biasanya dengan
riwayat hipertensi

64
.

Migraine

65
.

Meningitis

Kriteria 2 dari 4
- Unilateral
-Berdenyut
- Berat
-Berlangsung maks 72 jam
Ditambah gejala:
-Mual muntah
-Foto dan Fonofobia
- aura
Dipicu oleh: coklat,
kopi,mens,msg
Sakit kepala yang memberat,
kaku kuduk, demam, fotofobia,
kejang, penurunan kesadaran.
Pada METB suka ada gangguan
syaraf kranial
PF: Kaku kuduk, fokal neurologis
(kalo curiga TB), peningkatan
refleks faal, refleks patologis

Dimenhydrinat
3x50mg
Amox-clav
Pseudoefedrine

Primary
headache

Ensefalitis

Tampon beloque ,
dengan epi dan lido
2-3 hari +
antibiotik oral
Abortif
- Tidak spesifik : PCT
1gr / cafeine 50mg
- Spesifik: Triptan 1
x100 mg
Profilkasis
- Propanolol 4x80mg

Ampicilin 4x500mg
Ceftriaxone 1x2gr

66
.

Stroke

PP: Leukositosis, LP , CT(??)


Fokal neuro > 24 jam dan
menetap
Iskemik
Hemoragik
Defisit
Peningkatan
neurologis
TIK
Bangun
Habis
tidur
aktifitas
Sadar
Penurunan
kesadarn
Lokasi:
- Korteks: Kekuatan atas dan
bawah beda (atas lebih kuat)
- Subkortes: Kekuatan atas dan
bawah sama

RIND
TIA

67

Trigermina
l neuralgia

Nyeri seperti tersayat sayat

Parotitis

68

HNP

Nyeri punggung, menjalar seperti


kesetrum,
PF:laseque +, patrick,
kontrapatrick, spine(nyeri tekan)
PP:Foto lumbal, MRI, EMG

Spondiolith
esis
Spasme
otot
punggung

Kesemutan , baal di jari wilayah


medinus

??

69

CTS

PF:tinnel, phalen, kontra phalen,


atrofi hipotenar
PP: EMG

Airway
Breathing
Circulation
Iskemi
- Kontrol tekanan
darah dengan MAP
< 120mmHg
nifedipine
- Aspirin 80mg
-Simvastatin
1x20mg
Hemorargik
- Tinggikan kepala
-Diazepam 5mg
bolus lambat
- Kurangi nyeri,
batuk
-Kurangi asupan
cairan
- manitol 0.5gr/kgbb
diberikan selama 30
menit / furosemide
-Hiperventilasi
Carbamazepin
2x100mg
Gabapentin 2x300
mg di titrasi
sampai 2x600mg
Korset lumbal 2
minggu
Ibuprofen 3x400mg
Edukasi:
-Angkat beban
-Kurangi duduk lama
-kurangi
membungkuk
Ibuprofen 3x400
Splinting
Strecthing
Perbaikan posisi
Istirahat

70

Meneire

71

Candidiasi
s oral

Komplikasi: sampai ke motorik


tangan
Vertigo+ gangguan pendengaran
+ tinitus
Plak putih, yang bisa dihapus
dan meningalkan area
kemerahan agak berdarah,
kehilangan rasa, rasa tidak enak,
kemerahan , dengan rasa nyeri
dan terbakar.
Angular chelitis: fisura yang
eritema dan bersisik pada ujung
mulut

Dimenhidrinat
3x50mg
HCT 1x2.5mg
Nistatin drop
4x100,000 u/ 1ml
Teteskan dalam
mulut . biarkan
selama mungkin
jangan makan
selama setengah
jam kedepan
Selama 3-7 hari
R/ Nystatin drop fl
no.I
4dd1ml SUC

72

Ulkus di
mulut

Cari etiologi: antibiotic, ICS, gigi


palsu, oral hygiene, mulut kering,
smoking dan imunosupresi
PP: Kerokan mulut (PAS), biopsy,
Es: diare, GI
kultur
disturbance
Recurent herpes
Gejala prodormal (gatal,
Penciclovir 1 %
labialis
terbakar, geli2 ) diikuti dengan topikal
erupsi dari vesikel berkelompok
Sistemik
di vermilion ulser krusta
apabila
Vesikel begerombol dengan
prodormal
dasar eritematosa, sesuai
dermatom, nyeri
Riwayat: kejadi sama,
berhubungan seksual, ganti
gentian gelas, ulkus pada
kelamin
Ada pencetus: UV, trauma, lelah,
stress, menstruasi
Eritema migrans

Plak eritematosa, dengan pinggir


meninggi (warna putih-kuning)
yang meninggi . Hanya ada di
lidah

Topical
kortikosteroid,
zinc

Hairy tounge

Papil lidah jigrak jigrak karena

Hindari faktor

Recurent apthous
stomatitis

keseringan di kerok

resiko, kurangi
makan yang
keras keras,
jangan gosok
gosok lidah lebay

Ulkus dengan pseudomembran


putih-kuning dikeliling oleh halo
eritema

Kenalog oral base

73

Dispepsia

Dx: Nyeri, rasa terbakar , penuh


setelah makan atau cepat
kenyang (salah satu atau lebih)
Etiologi: Kelaian structural, ulkus,
hepatobilier, DM, gagal
ginjal,fungsional (>50%)
Tanda bahaya:Onset pertama >
55 tahun, perdarahan, anemia,
penurunan berat badan,
gangguan makan dan menelan,
riwayat keganasan (lambug,
esophagus, duodenum) , disertai
massa intrabdomen EGD
PP: UBT (kalo curiga H.Pylori,
berulang .)

Ulkus
gaster:
Memburuk
dengan
makanan
Ulkus
duodenum:
Membaik
dengan
makanan
Hepatobilie
r: nyeri
kolik,denga
n FR
Pankreatitis

Fungsional: Berulang 3
bulan,dengan onset 6 bulan,
tanpa penyebab yang jelas,
74

GERD

75

Kolera

76

Giardia

Heart burn, dispepsia


Asam/pahit di belakang lidah
Gigi belakang erosi (tooth decay)
Banyak liur

Diare encer ,seperti air cucian


beras, profuse disertai mualmuntah. Banyak orang sekitar
yang mengalami hal serupa
Diare berlemak, bau busuk,
flatulens

Dd/
dyspepsia

ETEC
(mual)

Dd/
malabsorps
i lemak

Di Indonsia H pylori?
Empiris PPI:
Omeprazol 1x20mg
selama 2-4minggi
H.Pylori:
Ome 20mg+ amoks
1gr+ klaritromisin
500mg (2x sehari,
selama 10 hari)
JANGAN LUPA TANYA
ALERGI OBAT kalo
alergi penicillin
metro 400mg
Edukasi: Small
frequent feeding,
hindari asam,
pedas, berlemak
stress, kopi, rokok
Omeprazole
1x20mg sampai 6
minggu
Tidak membaik
+ prokinetik
domperidone
3x30mg jam
sebelum makan
Edukasi:
- Small frequent
feeding
-Makan 3 jam
sebelum tidur
-Tidur setengah
duduk
- Coffee, coke, chili,
chocolate kurangi
- Turunkan berat
badan
Tetrasiklin 2x100 mg
selama 5 hari
Rehidrasi
Metronidazole
3x500mg 7 hari

77

Tifoid

PP:
Feses basah Kista inti 4 (fase
infektif)
Trofozoit inti 2 berflagel

Entamoeba
IBS

Demam lebih dari 7 hari, sore


hari, step ladder, gejala GI
(konstipasi/diare),lidah kotor
PF: Bradikardia relatif, coated
tounge, demam , nyeri tekan
epigastrium
PP: Leukopenia
Tubex (hari ke-5)
Kultur: Darah minggu 1, Feces
minggu ke 2, urin minggu ke-3
(dengan media empedu)

DBD /DD
GE
Leptospero
sis
Malaria

Indikasi rawat:
-Hyperpireksia
-Nyeri perut hebat
-Mual muntah hebat
- Intake sulit
Komplikasi:
-Ensefalopati
-Perforasi

78

Intoleransi
Laktosa

Nyeri perut, diare , kentut2,


eritemanatum, kembung, riwayat
konsumsi susu

Rotavirus
IBS

TL:
- Rawat Jalan:
Chloramphenicol
75mg/kgbb/hari,
diberikan 3 kali
perhari
(tab 250mg/
125mg/5ml)
Dewasa: Cipro
2x500mg
-Rawat Inap:
Ceftrioxone 1x4gr
drip cepat dalam NS
100ml
Anak
80mg/kgbb/hari
selama 5 hari
Ganti susu low
lactose selama

79

Keracunan
makanan
Cacingan

Mual muntah,berkelompok, abis


makan sesuatu
Ascaris
Keluar cacing,
lumbrocoide s
anak kurang
gizi, perut
gede , diare
kronik

ETEC

Karbon aktif

80

Telur dinding
tebal 3 lapis
berenda

Pirantel
pamoat
10mg/Kgbb
(sediaan
25mg/ml, 10

Oxyuris

81

Hep A

82

Disentri
basiler

Gatal di malam
hari, ada putih
putih di anus
(parutan
kelapa), auto
infeksi, gizi
kurang,
Trichuris
Prolaps rekti,
nyeri hebat
saat mau BAB.
Bisa
menyebabkan
BAB berdarah
Ancylostoma
Anemia,
duodenale
lemas,
defisiensi Fe.
Petani, tidak
pakai sendal
Taenia
Anemia,
makan daging
tidak matang
Demam, nyeri perut, kuning,
mual muntah, banyak teman
dengan keluhan sama
PF: Hepatomegali, SI
PP: Peningkatan OT/PT, anti HAV
(+)

BAB lendir, berdarah, demam


tinggi mendadak 2-7 hari
PP : feses rutin

83

Amoeba

Komplikasi : HUS
BAB lendir, berdarah, berampas,
kram perut, bau busuk, asam.
PP : feses rutin trofozoid
amoeba
Komplikasi : abses hepar

Graham scotch
tape (ada putih
putih di
selotip)

ml)
Mebendazole
2x100mg 3
hari
Pirantel
Mebendazole

Telur: asimetris
Telur
tempayan

Albendazole
400mg SD

Telur didinding
tipis dengan
ovum
bersegmen

Albendazole
400mg SD

Telur dinding
Praziquantel 5tebal, bulat,
10mg/kgbb
roda pedati
(600mg tab )
Cholangitis, Suportif
lepto
Tirah baring
Self limiting
Makan terserah dia
Hindari alkohol
Edukasi
- Jaga kebersihan
makanan
- Cuci tangan
Disentri
Kotrimoksasol
amoeba
TMP80mg
SMZ400mg
2x480mg selama 5
hari
Disentri
basiler

Metronidazole
3x500mg
(50mg/kgBB/hari
dibagi 3 dosis),
selama 5 hari
(sediaan 250mg,
500mg)

Lanjutkan ASI untuk


anak

84

85

86

87
89

Hemorrhoi
d

Hernia (3)

Peritonitis

Apendisitis
akut
Sirkumsisi

Hemoroid eksterna sudah


terlihat dari luar, nyeri
Hemoroid interna
Grade I darah menetes
Grade II masuk sendiri
Grade III dimasukkan dengan
tangan
Grade IV tidak bisa
dimasukkan
Reponibel : masih bisa masuk,
keluar jika tekanan abdomen
meningkat
Irreponibel : tidak bisa masuk
kembali
Inkarserata : ireponibel + tanda
obstruksi (mual, muntah)
Strangulata : kemerahan, nyeri,
tanda obstruksi, iskemia
Hernia lateral : indirek, diujung
jari, lewat kanalis inguinalis,
biasanya pada anak, bisa sampai
skrotum
Hernia medial : direk, disamping
jari, segitia hasselbach, biasanya
pada orang tua
Nyeri tekan seluruh abdomen.
Riwayat app sebelumnya,
perforasi gaster (nyeri ulu hati,
penggunaan NSAID, jamu)
Primer : tidak ada penyebab,
spontan, biasanya hematogen
Sekunder :
Alvarado score :
Indikasi
Medis : fimosis, parafimosis,
balanitis

Polip
Prolaps
rekti

Skrotum
membesar
(?)
Tumor
dinding
abdomen

Rawat inap untuk


anak: bayi
kembung, <2bulan,
gizi buruk, kejang,
sepsis
Kompres hangat
Makan tinggi serat
Banyak minum
Kalau perlu, bisa
gunakan laksadin
Analgesik
Asam traneksamat
Rujuk derajat III
dan IV
Reponibel : edukasi,
jangan
meningkatkan
tekanan abdomen
(batuk, bersih,
mengangkat berat)
Irreponibel : MESH
herniotomi
herniorafi
OPERASI
Herniotomi : hernia
dipotong
Herniorafi : MESH

Non medis : agama


Kontraindikasi :
Relatif : hemofilia
Absolut : epispadi, hipospadi
Step :
- informed consent
- persiapkan alat, diri, pasien
- cuci tangan, handscoon steril
- asepsis-antisepsis : povidone
iodine 10%, sentrifugal, dari
ujung penis hingga perineumsimfisis-lipat paha (kalo ada
alkohol, bisa dipakai lagi)
- pake duk sterik
- anestesi dengan lidokain (1
ampul=2mL) dimulai dari
pangkal penis sampai menembus
fasia buck (seperti sensasi
menembus kertas) aspirasi,
disuntik 1mL di lateral
@0.5mL [sediaan 20mg/2mL,
dosis 4mg/kgBB]
- anestesi ventral penis
aspirasi infiltrasi sambil
seperti mengipas lidokain 2mL
- didiamkan sebentar, sambil
dicek
- bersihkan smegma dengan
klem bengkok, dipisahkan,
dibersihkan dengan kasa
povidone iodine sampai sulkus
koronarius
- klem di jam 1, 6, 11
- dorsumsisi jam 12, kemudian
jahit kendali [mukosa-kulit]
- sirkumsisi lateral jahit di jam
3 dan 9 [mukosa-kulit]
- jahit 0 atau 8 di frenulum jam 6
[mukosa-kulit-mukosa]
- pastikan tidak ada perdarahan
- berikan salep antibiotik di kasa
kloramfenikol 2% seperti
pita AIDS
- bersihkan seluruhnya, rapikan
alat

90

91

Kateter
urin

Lipoma

- edukasi : jangan kena air, pipis


kayak ruku, kontrol 3 hari.
- antibiotik oral : amoksisilin
3x500, 3 hari
Anak : kateter foley 16F atau
lebih kecil
Dewasa : kateter foley 18F
Step :
- informed consent
- siapkan alat, diri, pasien
- asepsis antisepsis : sama kayak
sirkumsisi
- pasang duk
- kasih xylocain gel dimasukkan
ke penis, tahan 1-2 menit
- masukkan perlahan, gentle,
sampai mentok
- kateternya ditekan, duk dilepas
- urin bag disambungkan ke
kateter
- flush 30-50mL dengan WFI
[JANGAN tertukar lubang], ditarik
kateternya
- fiksasi di inguinal
Penampilan : kenyal, berbatas
tegas, benjol
Indikasi : kosmetik, menekan
saraf, membesar dengan cepat
Kontraindikasi : gak ada
Step :
- informed consent
- siapkan pasien, diri, alat
- lukis, lukis sayatan sesuai
langer line (kecil lurus, besar
elips)
- cuci tangan, pakai handscoon
steril
- asepsis antisepsis : povidone
iodine, sirkuler
- pakai duk steril
- lidokain sesuai sayatan
- lakukan sayatan
- angkat lipoma, taruh disediaan
formalin sekian persen, kirim ke

92

Fraktur

PA
- jahit dengan interupted, diberi
kasa kloramfenikol salep
- bersihkan alat
Diskontinuitas tulang
Lakukan ABCDE
Anamnesis : mekanisme cedera,
perawatan awal, tanda-tanda
kegawatdaruratan (peningkatan
TIK, cedera kepala, perdarahan).
PF lokalis : look, feel, move (4R :
reduksi, reposisi, retain,
rehabilitasi)
Look : tanda deformitas
(angulasi, pemendekan, rotasi),
lihat luka (terbuka, tertutup,
berapa besar, jaringan yang
terlibat)
Feel : krepitasi, suhu, nyeri
tekan, pulsasi (dorsal proksimal),
sensorik, bandingkan kanan-kiri
Move : pasif dulu, baru aktif.
Xray : 2 posisi, 2 sendi/tulang, 2
sisi, 2 waktu
Contoh : fraktur sepertiga distal
femur dekstra, tertutup, CVD
baik
Site : lokasi (epifisis, metafisis,
1/3 proksimal, distal, dll)
Extend : komplit/inkomplit
Configuration : transversal,
spiral, oblik, kominutif, dll
Relation : side away,
Environment : terbuka
(GUSTILO I, II, III ABC), tertutup
Complication : kompartemen
syndrome
GUSTILO
I : luka terbuka <1cm

Terbuka :
- ABCDEF
- debridement luka
- antibiotik co-amox
maksimal 3 jam
pertama setelah
kejadian
- imobilisasi : bidai
(melingkupi 2 sendi,
minimal 3 sisi),
selalu cek
neurovaskular
sebelum dan
sesudah
pemasangan bidai
Luka kotor :
- >5 tahun : TT
- tidak pernah/tidak
jelas : ATS, TT
Luka bersih :
- >10 tahun : TT
- tidak pernah/tidak
jelas : TT

93

KULIT

94

Duh Non
GO

II : luka terbuka >1cm


III A : laserasi luas, tulang masih
bisa ditutup jaringan lunak
III B : harus ditutup flap
III C : kerusakan pembuluh darah
- Antibiotik : mupirosin 2% krim
- Antijamur : mikonazol 2%, bisa krim atau salep. Malassezia furfur :
selenium sulfide 1.8% atau ketokonazol shampo. Tinea : griseovulfin
4x250mg diminum dengan susu atau ketokonazol 2x100mg sampai 2
minggu dari sembuh klinis.
- Antiviral : asiklovir 5x800mg (zoster, varisella) atau 5x200mg (HSV).
Asiklovir 3% salep.
- Steroid ringan : hidrokortison krim 2.5%
- steroid sedang : mometason furoat 0.1%
- steroid berat : betametason valerat 0.1%
- scabies : permetrin 5% tube no. I (10gram), ibu hamil dengan sulfur
presipitatum 4-20% dipakai 3 hari
- pedikulosis : permetrin 2%, malation 0.5%
- veruka vulgaris : TCA 50%, bedah kaustik larutan AgNO3 25%
- kondiloma akumintatum : podofilin tingtur 20%. TCA 80-90% sekali
setiap minggu
- Leprae PB : rifampisin 600mg (tiap bulan) dan DDS (100mg/hari)
- Leprae MB : rifampisin 600mg (tiap bulan), klofazimin (300mg/bulan
50mg/hari), dan DDS (100mg/hari)
- BV bau amis, abu-abu, sniff
- BV & trichomonas
test
metronidazole 2
- Chlamydia purulen kuning,
gram single dose PO
bau busuk
atau 2 x 500 mg
- Kandida vulva merah, gatal,
selama 7 hari
duh seperti susu kental
- Chlamydia
- Trichomonas kuning
azythromycin 1g PO
kehijauan, berbusa, malodor ,
single dose,
strawberry appearance
doksisiklin 2x100mg
7 hari
- Kandida
klotrimazole
intravaginal 500mg,
mikonazole
intravaginal 200mg
once daily selama 3
hari, flukonazole
150mg single dose

95

ANC

Anamnesis: keluhan utama,


HPHT, anak keberapa, riwayat
ANC selama ini, USG, ada lendir
atau keputihan, menstruasi,
menikah, detail ttg anak dan
cara persalinan, penggunaan KB,
riwayat penyakit lain yang
pernah diderita.
Pemeriksaan fisik:
- kehamilan awal bisa VT dan
inspekulo, ballotement
- Leopold I (TFU & bagian atas
janin), Leopold II (punggung
puka puki & DJJ), Leopold III
(bagian terbawah janin), leopold
IV (masuknya ke PAP &
perlimaan)

1. Timbang
2. Tensi
3. Tinggu fundus
4. Tablet besi
(320mg ferrous
sulphate)
5. TT (TT1-TT2-TT3TT4-TT5) mulai
kunjungan pertama
sedini mungkin, 4
minggu, 6 bulan, 1
tahun, 1 tahun
6. Tes PMS
7. temu wicara
8. perawatan
payudara, senam,
pijat
9. tes lab (DPL)

Menurut WHO, minimal 4x ANC


selama kehamilan
Naegel: H+7, B-3, T(+1)

96

KB

Pantang berkala
Yang panjang kurang 11, pendek
kurang 18
Pil
- Isi: campuran, progesteron only
(minipil)
- Cara kerja: mengganggu
ovulasi, mengganggu gerakan
silia tuba, meningkatkan
kekentalan mukus serviks,
mengganggu implantasi
- Kelebihan: siklus mens teratur,
setelah berhenti langsung bisa
hamil, tidak mengganggu

Terdengar Doppler:
12 minggu
Terdengar Laenec:
18-20 minggu
Gerakan bayi = 16
minggu

hubungan seks, 1 dari 1000


kegagalannya
- Kekurangan: compliance
rendah, mual, pusing, jika
estrogen saja mengganggu
produksi ASI, BB naik, jerawat,
interaksi dg rifampicin
- Kontraindikasi: CV accident,
hipertensi
*pil diminum pada hari 1
menstruasi*
Suntik
- Isi: kombinasi 1 bulan, DMPA
(depomedroxy progesteron
asetat) 3 bulan
- Cara kerja: mengganggu
ovulasi, mengganggu gerakan
silia tuba, meningkatkan
kekentalan mukus serviks,
mengganggu implantasi
- Kelebihan: tidak perlu setiap
hari, kerja panjang,
- Kekurangan:tergantung pada
tenaga medis,kembali subur
lambat, kalo progestin saja mens
menjadi tidak teratur
- Kontraindikasi: CV accident,
hipertensi
*suntikan pertama diberi saat
hari 1-7*
Implan
- Isi: implanon (1 batang kerja 3
tahun), indoplan (2 batang 3
tahun), norplan (6 batang 5
tahun)
- Cara kerja: mengganggu
ovulasi, mengganggu gerakan
silia tuba, meningkatkan
kekentalan mukus serviks,
mengganggu implantasi
- Kelebihan: jangka panjang,
tidak mengganggu hubungan
seks
- Kekurangan: tergantung tenaga
medis, kesuburan kembali lama

- Kontraindikasi: CV accident,
hipertensi
AKDR
- Isi: copper T
- Cara kerja: mengganggu
implantasi, mengganggu ovulasi,
mengganggu bertemunya
sperma dan ovum
- Kelebihan: jangka panjang,
program pemerintah gretong,
boleh diberikan pada org
hipertensi atau riw stroke
- Kekurangan: mengganggu
hubungan seks, banyak spotting,
nyeri perut bawah, menorrrhagia
- Kontraindikasi: PID dan riwayat
KET
*boleh diberikan saat habis
melahirkan langsung atau
setelah nifas selesai*
97

Hiperemis
gravidaru
m

98

Atonia
Uteri

99

PEB

Mual muntah hebat 12 minggu


pertama kehamilan, tanda
dehidrasi, turun berat badan
>5%, ketonuria, gangguan
elektrolit

Dd/ mola

Doksilamin 4x10 mg
Piridoksin 4x10 mg
Ginger
Small frequent
feeding

PF: takikardi

TD tinggi, nyeri epigastrium,


sakit kepala, pndangan kabur,
sesak napas, HELLP (trombosit,
SGOT/SGPT), urine output,
edema
PP: DPL, SGOT/SGPT, urinalisis
Kalau sudah eklampsi
terminasi kehamilan maksimal

-20U oksitosin
dalam 1000 Nacl dg
kecepatan 60 tetes
per menit
kalo tidak
berhenti Metergin
0.2 mg IM bisa
diulang 2 kali
-PEB harus rawat
inap, emergency!
- nifedipine 10 mg
bisa diulang 3 kali
dengan interval 20
menit
- bolus 4g MgSO4
10ml + 10 ml WFI
- drip 6 g MgSO4
(15ml) dalam 500

12 jam setelah kejang terjadi

10
0

10
1

Metritis

Mastitis

Demam, lokia busuk, nyeri perut


bawah, subinvolusi uterus,
perdarahan pervaginam

Payudara bengkak unilateral,


nyeri, demam, kemerahan
Breast engorgement: tata
laksana sama tapi tidak pakai
antibiotik. Cara mencegah
menyusui dengan 1 payudara
samapi habis baru pindah
sebelahnya.
Kalau sudah ada fluktuasi: insisi
drainage

10
2

Distosia
bahu

Kesulitan melahirkan wajah


dagu, Turtle sign, gagal paksi
luar kepala bayi

ml RL 6 jam
28-30 tpm
Syarat pemberian
MgSO4:
- Refleks patella (+)
- Napas >16x/menit
- Antidotum Ca
glukonas
- Urine output
>0.5ml/kgBB/jam
Antibiotik:
- Metronidazole 3 x
500 mg IV
- Ampicillin 4 x 2 gr
IV
- Gentamicin
5mg/kgBB IV once
daily
AB diberikan hingga
2 hari bebas demam
-Eritromisin
3x250mg
-kompres dingin
untuk mengurnagi
nyeri
-ibu tetap menyusui
sebelum menyusui
dikasih kompres
hangat
-Paracetamol 3x500
mg
-Sangga payudara
dengan bra yang
pas
A sk for help
L leg hyperflexion
(McRoberts)
A nterior shoulder
disimpaction
(Massanti)
R otation
(cork&screw)
M anual removal of
posterior arm
E pisotomi

10
3

Osteoarthr
itis

R oll onto all four


Tatalaksana OA
- Paracetamol 3x500
mg sampai 1000mg.
- NSAID (Natrium
diklofenak 2x74mg,
Ibuprofen 3x400mg)
- Injeksi
kortikosteroid
triamsinolon
intraartikular
apabila kondisi akut
- Knee replacement
therapy (nyeri terus
menerus, destruksi
tulang)

Nyeri sendi pada sendi-sendi


weight bearing, penyakit
degeneratif, kaku sendi pada
pagi hari kurang dari 30 menit,
nyeri saat beraktivitas, gel
phenomenon, non-inflamasi.
PF : Obese, krepitasi, deformitas
valgus atau varus, ballotement
(+/-).
Klasifikasi osteoarthritis
berdasarkan x-ray (kelgrens
lawrence)
1. osteofit tidak jelas
2. osteofit jelas, penyempitan
celah terlihat
3. osteofit jelas, penyempitan
jelas
4. destruksi tulang
PP untuk Osteoarthritis = Foto Xray, lab biasa normal

10
4

Gout
arthritis

Nyeri hebat mendadak, pada


laki-laki usia 30-40 tahun, nyeri
di sendi kecil (MTP)... suka ada
tofus bukan tofu di MTP dan
telinga. Riwayat kencing batu
berulang. Suka makanan tinggi
purin (jeroan, seafood, karebosi,
sayuran hijau, makanan kaleng)
PF : Tanda inflamasi (merah,
panas), tofus
Pemeriksaan Penunjang :
- Ditemukan kristal monosodium
urat pada cairan sendi
- Asam urat dalam darah tinggi
(belum tentu... belum tentu...
yang definitif cairan sendi)

DD
Pseudogout
(kristal
birefringen
s positif)

Edukasi: turunkan
berat badan,
olahraga yang non
weight bearing
(sepeda statis,
berenang),
fisioterapi, pakai
sepatu yang
nyaman, alat bantu
jalan dan hindari
jatuh.
Pengobatan :
Akut gout =
indometasin
2x100mg atau
kolkisin 3x0.6mg,
Pemeliharaan =
allopurinol 1x100mg

Sling
swathe

Indikasi:Untuk imobilisasi bahu


dan melekatkan tangan dekat ke
badan untuk kenyamanan
pasien
Alat: Mitela 2 buah
Cara pembuatan liat gambar

Neuropati
DM

Polineuropati dengan pola glove


and sock, nyeri, kesemutan,
riwayat DM tidak terkontrol,
minum obat tidak rutin.
Cari tanda mikroangiopati
lainnya : retinopati DM,
nephropati
PF : gangguan otonom (Kulit
kering, tidak ada rambut),
gangguan sensorik, gangguan
motorik bila sudah parah
NAPZA stimulan (amfetamin,
kokain, met-amfetamin)
NAPZA depressan (alkohol,
benzodiazepin, barbiturat)
NAPZA opioid (kodein, morfin,
heroin)
NAPZA halusinogen (LSD,
mariyuana, PCP(Pencyclidine))

Opioid

Nalokson Obat untuk


intoksikasi opioid.
Metadon Obat untuk
withdrawal opioid.
Intoksikasi opioid
Parasympathetic like
(pengecualian sphincter dan otot
ususkonspitasi). Miosis,

DD:
Neuropati
defisiensi
B6

Piridoksin 100mg
(Neuroprotektor)
Untuk mengatasi
rasa nyeri :
- Gabapentin 2x300
mg dinaikkan
menjadi 2x600
Edukasi :
- Pakai alas kaki, cek
kaki secara berkala,
kontrol DM teratur.

Intoksikasi opioid
Nalokson 0.4-2
mgIV, bisa diulang
interval 2 menit,
maksimal 10mg.
Sediaaan 0.8mg
dalam 2ml
Withdrawal Opioid

NAPZA
Stimulan
- Kokain
Amfetami
n dan Metamfetamin
NAPZA
Depresan

bradikardi, hipotensi, konstipasi


Withdrawal opioid flu-like
symptoms, lakrimasi
Intoksi Sympathetic like...
Midriasis, gejala psikosis, manik
Withdrawal Bradi, hipotensi,
miosis, depresi

Intoksikasi Hipotensi,
penurunan kesadaran,
penurunan nafas (seperti diberi
diazepam kebanyakan).
Paradoxycal inhibition (berani
sebentar, ijal kemudian)
Withdrawal Anxiety, insomnia,
seizure

Metadon 20mg oral


1x sehari
Intoksikasi Kokain
MONA
Intoksikasi
Amfetamin dan Metamfetamin
Acidify urine
Ammonium chloride
Intoksikasi
benzodiazepin
Flumazenil
Intoksikasi
barbiturat
Supportif (ventilasi
mekanik, dll)
Intoksikasi alkohol
Fomepizole
Withdrawal Ndak
tahuu

Imunisasi
anak

Depkes

Diare anak

Diare akut <7 hari


Derajat dehidrasi :
- Ringan-sedang
- Berat
Paling sering disebabkan oleh
virus Rotavirus (di bawah 6
bulan)

Rencana Terapi
A (Tanpa Dehidrasi)
Berikan oralit setiap
Diare atau
Muntah....
5ml/muntah dan
10ml/diare
B. Dehidrasi ringan
sedang
Bila masih bisa
minum

75cc/kgBB dalam
waktu 3 jam
Kalau sudah tidak
bisa minum
70cc/kgBB IV RL
dalam waktu 2.5
jam (di atas 1
tahun) 5 jam (di
bawah 1 tahun.
C. Dehidrasi Berat
30ccKgBB dalam
waktu 30
menit/1jam.
70ccKgBB dalam
waktu 2.5jam/5jam.
Terapi lainnya
(Empat Pilar)
1. Rehidrasi
2. ASI teruskan
3. Antibiotik bila
perlu
4. Zinc 10mg
(<6bulan), 20mg(>6
bulan). Sediaan
tablet 20 mg...
Syrup 20mg/5ml 1
bottle 60ml.
Diteruskan 10-14
hari
5. Edukasi tandatanda bahaya, cara
bikin oralit
Interpreta
si foto
abdomen

Liat dari luar ke dalam:


- Dinding peritoneum menebal
atau tidak
- Sebaran udara harus sampai
bawah, gas normal di lambung,
beberapa loop di usus halus, gas
di rektum
-Jaringan lunak
1. Preperitoneal fat line
2.Psoas line
-Intra abdominal (hepar-lienrenal, Tractus urinarius, genitalia)
Normal:

Sindroma
Nefrotik
Nefritik

tampak
preperitoneal fat
line jelas
Psoas line tegas dan
simetris
Renal out line jelas
Tampak udara usus
(+), tak tampak
gambaran distensi
usus
Sistema tulang baik

Proteinuria, hipoalbumin,
hiperkolesterolemeria
Hematuria, hipertensi,
hipoalbumin, gangguan ginjal
Riwayat nyeri tenggorkan

Resusitasi
Neonatus

PF umum
dewasa

Prednisone
2mg/kgbb /hari

-Stetoskop
-Tensi
-Termometer
aksila
-Pen light
-Palu refleks
(bach and
taylor)
-Tissue wajah
-Alkohol
-Pita ukur
Anak
-Stetoskop
-Tensi raksa
- Termoter
aksila
-Pen ligt
-Palu refleks
-Kurva WHO
Antropometri
-Pita ukur
-Timbangan
-Alkohol
(Gizi buruk)
Syaraf dasar
Optalmoskop
-Garpu tala
-Spatula
lidah
-Bola kapas
-Tusuk gigi
-Goniometer
Syaraf
lengkap
-Optalmoskop
-Garpu tala
-Spatula
lidah
-Bola kapas
-Tusuk gigi
-Kertas
lakmus
- Larutan

gula, garam,
kina dan
pipet
THT
-Garpu tala
256, 512,
1028
-Kaca laring
-Lampu
kepala
-Otoskop
-Spekulum
hidung
-Spekulum
telinga
-Spatula
lidah
-Bunsen
Mata
-Isihara
-Snellen
Opthalmosko
p
-Pinhole
-Kartu baca
Kulit kelamin
-MO cahaya
-Skalpel
-Botol KOH
10%
-Botol
minyak
emersi
-Kaca objek
-tabung
reaksi
berlabal 20
dan 40
-Jarum
pentul
-Loop
-Lampu
tindakan
-Handskun
Ginekologi
(steril

10

tertutup
kain)
-Aligator
forcep
- Uterin
dressing
forcep
-tenaculum
-Sponge
forcep
-Spekulum
grave ukuran
sedang
-Gunting
benang
AKDR
- Pinset
anatomis
-Cawan PI
10%
-Linen
berlubang
-Cawan Kasa
Set Susuk KB
(implan)
-Skalpel
-Gagang no
3, bisturi no
11 dan 15
(PAKE NO.15)
-forcep lurus
- forcep
bengkok
-Trokar no 10
dan
pendorong
-Pinset
sirurgis
-Gunting
kasa/plester
-Lampu
tindakan
Tindakan
bedah Steril
-Cawan NaCl
0.9%
-Cawan

povidine
iodine 10%
-Cawan
jarum tapper

- Cawan
jarum
cutting 3/8
(pake ini)
- Gunting
jaringan
-Gunting
benang
-Benang cat
gut plain
Non-Steril
-Kolentang
-Sarung
tangan steril
-Folley
catheter
-Kantong
kateter
-Kasa steril
-Povidine
iodine
-Plester
-Gunting
kasa,
BSS, Sirkum, IUD, Implan
Sediaan KOH, MH