Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal yang berjudul
Proposal Usaha Budidaya Kelinci. Penulisan proposal ini merupakan salah satu
tugas yang diberikan dalam mata kuliah Kewirausahaan di STIKes MEGA
REZKY MAKASSAR.
Dalam Penulisan proposal ini penulis merasa masih banyak kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
penulis miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis
harapkan demi penyempurnaan pembuatan proposal ini.
Dalam penulisan proposal ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
proposal ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.

Makassar, Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
a. LATAR BELAKANG...........................................................................................
b. TUJUAN PROPOSAL.........................................................................................
c. MANFAAT BUDIDAYA KELINCI.....................................................................
BAB II PROFIL USAHA BUDIDAYA KELINCI
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

NAMA USAHA...................................................................................................
JENIS USAHA.....................................................................................................
BADAN USAHA.................................................................................................
LOKASI................................................................................................................
GAMBARAN RENCANA USAHA....................................................................
METODE PELAKSANAAN PROGRAM..........................................................
RINCIAN BIAYA...............................................................................................

BAB IV PENUTUP
a. KESIMPULAN..................................................................................................
b. SARAN...............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit.
Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi
pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini
menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi
individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia
mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga
kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca
peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya
jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar
kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu beternak kelinci.
Mengapa memilih Kelinci karena akhir-akhir ini kebutuhan akan daging
kelinci semakin hari semakin besar karena semakin menjamurnya lahan usaha
yang memanfaatkan daging kelinci sebagai bahan utamanya diantaranya warung
sate kelinci,warung tengkleng kelinci maupun restoran mewah yang menawarkan
menu utama daging kelinci. Karena kelinci memiliki kualitas daging yang bagus
yaitu rendah lemak dan kolesterol. Dan juga minat para penghobi kelinci akan
kelinci hiaspun semakin meningkat.
Selain itu bertenak kelinci tidak membutuhkan modal yang cukup besar
serta lahan beternak yang cukup luas. Pakan kelinci pun dapat dengan mudah

memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti bekatul,ampas tahu,serta beraneka


ragam dedaunan hasil limbah pertanian seperti daun sayuran kubis,singkong,ubi
jalar dan lainya.
Selain itu juga dalam beternak kelinci Pemeliharaan dan perawatannya
mudah, penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah, serta kelinci
merupakan ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak
perkelahiran. Selain itu kotoran dan urine kelinci merupakan pupuk yang baik
untuk pertanian.

B. TUJUAN PROPOSAL
Tujuan dari usaha pemeliharaan kelinci ini adalah:
1. Dapat menciptakan lapangan usaha sendiri dan mengurangi penganguran
2. Dapat melakukan usaha pemeliharaan kelinci dengan baik dan memberikan
manfaat yang besar.
3. Dapat memasarkan hasil produk ternak kelinci dengan baik.
4. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya
C. MANFAAT BUDIDAYA KELINCI
Manfaat dari ternak kelinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Produksi daging/Karkas
Karkas : Daging ternak kelinci merupakan sumber energi, protein hewani
yang bermutu, daging halus, mudah dicerna dan tidak diharamkan oleh
agama. Teksturnya yang lembut dan gurih makin digemari karena
kandungan kolesterol daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan

daging sapi atau kambing sehingga lebih sehat bila dikonsumsi.


Penghasil daging, bisa sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi
bagi keluarga. Tak heran di tahun-tahun terakhir ini banyak bermunculan
hotplate

sate

kelinci,

bakso

kelinci,

dan

lain

sebagainya.

Dalil bahwa daging kelinci adalah halal : Mungkin bagi sebagian orang
memakan daging kelinci adalah syubhat (samar) karena perbedaan
pandangan/ pendapat. Sebuah hadits shahih (insyaallah) mengenai hukum
makan daging kelinci. Anas bin Malik r.a berkata : Kami kejutkan
binatang kelinci (arnab) di Marridh Dhahran lalu kawan-kawan kamipun
memburunya dan merekapun lelah. Kemudian aku mendapatkannya lalu
aku menangkapnya dan aku membawanya kepada abu Thalhah, maka
beliaupun menyembelihnya dan beliau mengirim daging di atas paha atau
dua pahanya kepada Rasulullahsaw menerimanya dan memakannya (HR
Bukhari, Muslim).
Di antara jenis kelinci penghasi daging adalah : Vlaams, New Zealand,
White England dll. Misalnya dalam peternakan terdapat 5 ekor induk
kelinci yang bunting bersamaan dan dalam setahun melahirkan bersamaan
pula, maka akan dihasilkan jumlah daging yang lebih besar daripada ratarata produksi tahunan dari ternak potong.
b. Penghasil anakan atau bibit
Tujuan Penghasil Anakan/ Bibit adalah untuk mendapatkan ternak
pengganti (replacement stock) dan juga ternak hias.Ternak kelinci

merupakan jenis ternak prolific sehingga cepat berkembang biak, dimana


seekor induk kelinci mampu melahirkan anaknya 5-7 kali dalam setahun
dan sekali beranak 6-8 ekor (rata-rata 6 ekor, maka akan diperoleh jumlah
anak sebanyak 30-42 ekor anak. Sedangkan pada ternak potong dalam
waktu setahun akan diperoleh anak satu ekor untuk ternak sapi dan 2-3
ekor untuk ternak kambing atau domba.
c. Sebagai ternak hias kesayangan/kesenangan
Jenis kelinci yang banyak diminati untuk ternak hias antara lain : angora,
lion, dan rex totol
d. Sebagai hewan percobaan atau penelitian
Sebagai bahan percobaan medis atau hewan laboratorium, dimana dalam
uji coba sebuah penemuan baru biasanya dilakukan pada hewan percobaan
terlebih dahulu.
e. Sebagai penghasil bahan baku industry
Penghasil bulu dan bahan industri, sebagai contoh adalah kelinci jenis
angora. Dalam setahun seekor kelinci angora mampu menghasilkan 100200 gram wool dengan 4 kali pemotongan. Tetapi di Negara kita belum
ada yang mengusahakan. Kulit dan kaki : kulit kelinci dapat dipakai
sebagai bahan sebagai bahan kerajinan dalam pembuatan topi, jaket,
hiasan dinding, tas, sepatu, alas, gantungan kunci dan pelapis perabot

rumah tangga. Kepala : dapat dibuat sebagai bahan pakan hewan seperti
anjing, kucing, dan yang sejenisnya. Sedangkan otaknya dapat dipakai
sebagai bahan pembuat vaksin bagi perusahaan farmasi. Tulang kelinci
juga dapat dibuat tepung tulang sebagai bahan pakan ternak
f. Hasil samping kotoran untuk pupuk organic
Kotoran dan urin : sebagai bahan pembuatan gas methane, media untuk
pertumbuhan jamur, sebagai bahan pembuat kompos, dan urin kelinci
dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bunga anggrek.Produksi kotoran padat
adalah jenis yang besar dapat mencapai 156 Kg/ thn, Tipe sedang 100
Kg/thn dan tipe kecil 35 Kg/thn untuk satu ekor kelinci.

BAB II
PROFIL USAHA BUDIDAYA KELINCI

A. NAMA USAHA
BUDIDAYA KELINCI DI KABUPATEN WAJO

B. JENIS USAHA
Usaha ini bergerak pada bidang peternakan.

C. BADAN USAHA
Rumahan

D. LOKASI
Kegiatan ini dilakukan di Desa Lautang Kec Belawa Kab Wajo

E. GAMBARAN RENCANA USAHA


Proses usaha yang di lakukan adalah menternakkan kelinci. Dimana
prosesnya antara lain:
1. Pembibitan meliputi Pemilihan bibit dan calon induk, Perawatan Bibit dan
calon

induk, Sistem Pemuliabiakan, Reproduksi dan Perkawinan dan

proses kelahiran.
2. Pemeliharaan meliputi Sanitasi dan Tindakan Preventif, Pengontrolan
Penyakit Perawatan Ternak ,Pemberian Pakan dan Pemeliharaan Kandang
3. Pemanenan dan Pemasaran
F. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Pada awal pelaksanaan kegiatan ini akan mengembangkan kelinci dengan
tahap awal sejumlah 12 ekor kelinci dimana terdiri dari 10 ekor induk dan 2 ekor
pejantan. Dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini dilakukan langkah atau tahapan
sebagai Berikut:
1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 C,


sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari
predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk.
Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus
untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk
menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan
betina. Kandang berukuran 9075x65 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor
betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 5030x45 cm.
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
a. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam
ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
b. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran
c. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu
ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery
(bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang
yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan
mudah dibersihkan
2. Pembibitan
a. Pemilihan bibit dan calon induk
Pada pemilihan bibit dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan
perdagingan yang baik . Secara spesifik harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak
mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam,
lincah/aktif bergerak
b. Perawatan bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu
perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup,
pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari
gangguan luar.
c. Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang
spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan

menonjolkan

sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.


2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih
baik/menambah sifat-sifat unggul.
3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat
bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan
perpaduan 2 keunggulan bibit.
d. Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan
(betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak
tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, diusahakan perkawinan dengan
betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang
pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan
dipisahkan.
e. Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari.
Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 1214 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi

10

kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak


untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan
bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak
lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi
sekitar 5-10 ekor.
3. Pemeliharaan
a. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit.
Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang
penyakit kulit.

b. Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun,
suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera
dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah
wabah penyakit.
c. Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan
ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan
yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah
dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa.
Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
d. Pemberian Pakan

11

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput
gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun
kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi,
kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini
perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.
Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan
dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya
dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air
minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
e. Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci
setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar
matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding
kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan
kreolin/lysol.
4. Pemanenan dan Pemasaran
Setelah kelinci yang dibesarkan dari anakan berumur sekitar 3 sampai 5
bulan maka kelinci siap untuk dipanen. Mengapa memilih setelah umur 4-5 bulan
karena orientasi usaha ini adalah untuk kelinci pedaging jadi pada umur-umur
tersebut kualitas daging kelinci paling bagus karena tidak terlalu mengandung
lemak dan juga tidak alot sebab biasanya kelinci yang terlau tua memiliki daging
alot.

12

Pemasaran yang mudah karena dapat mensuplay rumah makan dan


penjualan kelinci hias hidup melalui internet serta jika memungkinkan dapat
membuka warung sate kelinci atau panggang kelinci di Tempat keramaian yang
ada di sekitar desa

G. RINCIAN BIAYA
Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 12 ekor
induk:
1. Biaya Variabel
a. Bibit induk 10 ekor @ Rp. 100.000, = Rp. 1.000.000,- (Pejantan 2 ekor @
Rp. 100.000,- = Rp. 200.000,Masa optimal produksi kelinci 3 tahun sehingga afkir
b. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.500.000,- ( 12 plong kandang baterey
bahan dari kayu, bambu dan kawat)
2. Biaya Produksi
a. Pakan berupa dedak, ampas tahu, rumput, dll Rp 1.200.000/tahun
b. Obat Rp.600.000,-/th
Jumlah biaya produksi Rp.1.800.000
Jumlah total modal yang di butuhkan : Rp.4.500.000

13

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Demikian proposal yang telah penulis rancang dengan sebaik-baiknya.
Melihat dari peluang pasar dan perkembangan yang sangat menjanjikan maka
pasti akan sangat menguntungkan jika usaha ini bisa terlaksana sesuai dengan
rancangan yang telah dirancang. Apalagi selain menambah keuntungan dari pihak
pribadi juga membantu dalam usaha pengenalan wisata di Wajo.
B. SARAN
Kami sangat berharap proposal ini bisa diterima oleh pihak donatur,
dengan susunan pengajuan dana yang sudah tertera pada rincian diatas agar usaha
ini bisa terlaksana sesuai hapan bersama dan kebaikan bersama pula. Sekian dari
penulis, apabila ada ejaan maupun penulisan kata yang tidak sesusui mohon

14

dimaklumi. Dan apa bila ada kata yang menyinggung atau tidak mengenkan
mohon dimaafkan.
Terima kasih.

15