Anda di halaman 1dari 6

MATEMATIKA REKAYASA II

INTEGRASI NUMERIK

Oleh:

TEUKU NURAKSATRA N. 4313100100

JURUSAN TEKNIK KELAUTAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2015
INTEGRASI NUMERIK

A. Pendahuluan

Sejak SMA, kita sudah mengenal apa yang disebut dengan integrasi. Dan sejak SMA
pula kita tahu apa guna dari Integrasi. Integrasi digunakan untuk mencari suatu luasan kurva.
Dengan mengetahui persamaan dari kurva, kita dapat menemukan mengintegrasikan
persamaan tersebut, dan bila kita masukkan nilai batas atas dan nilai bawahnya, maka kita
akan mendapatkan luasannya. Namun mulai menginjak perkuliahan, kita akan menjumpai
persamaan-persamaan yang tidak bisa kita langsung integrasikan, atau yang disebut dengan
integrasi analitis. Kita memerlukan metode-metode pendekatan yang disebut dengan Integrasi
Numerik. Terdapat beberapa cara untuk melakukan Integrasi Numerik, dengan kesulitan dan
ketepatan yang berbeda-beda pula. Karena itu kali ini akan di bahas berbagai metode
integrasi numerik, berikut dengan cara mengerjakan dan nilai ketepatannya.

B. Metode Trapesium

Pada metode ini, apabila terdapat sebuah kurva, maka setelah ditentukan batas-
batasnya (a dan b), ditarik garis lurus hingga menyentuh kurva tersebut, lalu lengkungan
diantara dua garis batas tersebut dianggap sebuah garis lurus, sehingga terbentuk sebuah
trapesium

Luasan yang didapatkan dari perhitungan ini adalah luasan dari sebuah trapesium dari
f(x) hingga sumbu x, dengan batas a dan b, sehingga rumusannya hampir mirip seperti
rumusan menghitung luasan trapesium. Integrasi Numeriknya adalah :

Untuk Mengetahui besar kesalahan dari metode ini, akan dilakukan perhitungan
sederhana integrasi sebuah persamaan menggunakan metode trapesium dan integral analitik,
dan dibandingkan hasilnya.
y
Hitunglah Luasan dari persamaan f(x) =2x3 dengan batasan x=0 hinggaF(b)
x=4!
F(a)

x
0 a b
Bila dilakukan dengan Metode Analitik :

Bila dilakukan dengan Metode Trapesium :

a=0 f(a) = f(0) = 0

b=4 f(b) = f(4) = 64

Bisa kita lihat disini, kesalahannya hampir dua kali lipat, karena kita hanya menggunakan
satu bagian, yaitu batas dari 0 hingga 4. Apabila kita menggunakan bagian yang lebih kecil
lalu dijumlahkan, maka hasil yang didapatkan bisa lebih akurat. Untuk itu, digunakan metode
trapesium dengan banyak pias, atau yang disebut dengan metode trapezoidal. Untuk itu, harus
dibagi batasannya atau yang disebut dengan h, dimana h=(x2-x1)/N, dan N adalah jumlah
titik yang digunakan. Contoh, batasan 0 hingga 4, dibagi menjadi 4 bagian dengan h bernilai
1. Lalu setiap bagian ini dihitung luasannya, dan dijumlahkan menjadi luasan utuh. Rumusan
dari metode trapezoidal adalah :

Dimana f0 adalah nilai fungsi pada titik x0, atau bila pada soal diatas adalah titik nol,
lalu f1 adalah titik berikutnya, dan seterusnya. Apabila kita mengerjakan soal diatas dengan
trapezoidal :

H= 1
Terlihat disini, walaupun masih memiliki kesalahan, nilainya lebih sedikit apabila
menggunakan satu bagian.

C. Metode Titik Tengah

Metode Titik Tengah, atau metode retangular, adalah salah satu metode dari Integrasi
Numerik. Caranya hampir sama dengan metode trapesium. Namun bentuk luasan yang
digunakan adalah persegi. Peninjauan dilakukan dengan cara titik kurva yang digunakan
adalah titik tengah dari persegi panjang tersebut, yang menyebabkan metode ini dinamakan
metode titik tengah.

Karena bentuknya yang menggunakan persegi panjang, maka perhitungan luasannya


pun menyerupai perhitungan luasan persegi panjang :

Namun, agar hasil perhitungan lebih teliti, maka dapat menguubah metode ini
menggunakan banyak bagian, yang membagi sebuah luasan tersebut menjadi batasan-batasan
yang lebih kecil, yaitu h, dimana h=(x2-x1)/N, dan N adalah jumlah titik yang digunakan,
sehingga luasan persegi panjang di jumlahkan terlebih dahulu menjadi :

Untuk mengetahui nilai keakuratan dari metode ini, maka kita akan mengerjakan soal
yang telah dikerjakan pada metode trapesium dengan menggunakan metode titik tengah :
H= 1

Terlihat, bahwa keakuratan dari metode titik tengah untuk nilai h yang sama lebih
besar kesalahannya dari metode trapesium. Karena itu, metode titik tengah membutuhkan
lebih banyak bagian agar nilai integrasinya lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Supardi, M. Si. (2013). Integrasi Numerik. Tersedia di :


<https://www.academia.edu/7340332/INTEGRASI_NUMERIK> [Diakses pada : 21
Mei 2015]

Ramadijanti, Nana. (2014). Integrasi Numerik. Tersedia di :


<http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA
&url=http%3A%2F%2Fnana.lecturer.pens.ac.id%2Findex_files%2Fmateri
%2FTeori_Metnum%2FMetNum6-Integrasi
%2520Numerik_baru.ppt&ei=mFxjVaCLH4KfugSZu4Jw&usg=AFQjCNHaMW6Ugi-
cnIo6x1S6CQGvwoDMJg&sig2=REJW4jENZAEC0LY3h20QMw> [Diakses pada : 21
Mei 2015]

Wikipedia. (2015). Rectangular Method. Tersedia di :


<http://en.wikipedia.org/wiki/Rectangle_method> [Diakses pada : 21 Mei 2015]