Anda di halaman 1dari 9

DCS Honeywell Experion PKS C200

1. Field Instrument
Instrument adalah suatu alat yang mempunyai fungsi khusus dan tertentu. Ada
beberapa macam Instrument di dalam plant proses dan industri di PT. Pupuk Kujang,
antara lain :
- Alat ukur Sebagai Sensor / Tranduser : Perangkat yang digunakan untuk merasakan
besaran proses yang akan diukur dan mengubahnya dari suatu besaran ( misal :
temperatur ) ke bentuk besaran lainnya ( misal : besaran listrik )
- Instrument pengendali (Controller) : adalah alat yang digunakan untuk melakukan
perhitungan-perhitungan pengontrol berdasarkan perbandingan sinyal umpan balik
( process variable ) dan sinyal referens ( set point ).
- Control Valve ( Elemen Kontrol Akhir ) : Perangkat yang digunakan untuk
melakukan aksi pengontrol berdasarkan sinyal control. Pada topik ini ditekankan
tentang pengenalan alat ukur yang ada dalam proses industri, konsep pengukuran ,
alat ukur apa saja yang dipergunakan sampai , pengendalian proses dan hal-hal yang
berhubungan dengan cara kalibrasi maupun sistem proteksi
2. Junction Box
Junction box merupakan kotak box yang berisikan kumpulan kabel dari field
instrument yang menghubungkan field instrumen ke kabinet marshalling yang terlihat
pada gambar dibawah ini :

3. Kabinet Marshalling

Kabinet
Marshalling
merupakan
lemari perkabelan
dari semua Juntion box yang ada di lapangan.Salah Fungsi dari dari kabinet marshalling
untuk mengelompokan input dan output dari lapangan. Pada cabinet marshalling terdapat
dua bagian yaitu front dan rear.
Kabel dari lapangan masuk ke bagian bawah rear dan masuk ke terminal sesuai dengan
pengelompokannya, kelompok terminal pada bagian rear berdasarkan loop proses atau satu
unit, misalnya unit CO2 removal pada LT 1041 akan masuk terminal sesuai dengan loop
instrument diagram. (Gambar Terlampir). Setelah ke terminal blok di rear, kabel akan
masuk ke FTA (Field Terminal Assembly) yang ada di bagian front. Pada FTA
pengelompokan kabel bukan berdasarkan loop atau unit tapi berdasarkan sinyal atau analog
atau sinyal. Dengan memnafaatkan multiplexer maka kabel input dari bagian rear setelah
masuk ke FTa outputnya menjadi 2 kabel yang akan menuju ke PM I/O.
4. PM I/O (Process Manager Input/Output)
Process Manager I/O atau PMI/O merupakan sebuah modul dimana modul tersebut
berperan menerima data input yang berasal dari sensor yang berada di lapangan dan
dikirimkan ke Control Processor Module. Selain itu juga menerima output yang dikirim
oleh Control Processor Module yang nantinya akan digunakan untuk kendali sistem yang
berada di lapangan. PMI/O terdiri dari beberapa bagian yaitu :
a. High and Low Level Analog Input Points

Dalam hal ini input analog mengubah sinyal analog PV (Process Variable) yang diterima
dari sensor yang berasal di lapangan untuk unit engineering dan digunakan oleh data
yang lain dalam perancangan kontrol. Untuk mencapai fungsi ini, analog input
melakukan fungsi sebagai berikut :

- Analog to Digital Conversion


- PV Characterization
- Range Checking and PV Filtering
- Pendeteksian Alarm
High-level point berada di High Level Analog Input (HLAI dan HLAIHART) IOP. Salah
satu jenis titik low level point terletak di Low Level Analog Input (LLAI) IOP. Jenis ini
umumnya digunakan untuk titik kontrol. Jenis lainnya terletak di salah satu Low Level
Multiplexer (LLMUX) atau Remote Hardened Multiplexer (RHMUX) IOP. Jenis ini
umumnya digunakan untuk akuisisi data. Sinyal PV yang diterima dari lapangan ditandai
berdasarkan masukan untuk parameter SENSRTYP, PVCHAR, PVTEMP, INPTDIR, dan
TCRNGOPT seperti yang ditunjukkan pada gambar. Input sinyal PV yang pertama
dikonversi ke raw Pvsignal (PVRAW) berupa persen, rasio, milivolt, microvolt, atau
miliohm tergantung pada masukan yang dibuat untuk parameter SENSRTYP.
2. Smart Transmitter Interface Point
Smart Transmitter Interface ini dapat support beberapa jenis Smart Transmitter berikut:
ST3000 Smart Pressure Transmitter
Untuk mengukur dan pengukuran tekanan absolut.
STT3000 Smart Temperature Transmitter
Untuk suhu, milivolt dan pengukuran ohm.
MagneW 3000 Smart Magnetic Flow Transmitter

Untuk pengukuran arus.

Setiap STI IOP memiliki maksimal 16 input dan dapat berkomunikasi dua arah sampai dengan
16 Smart Transmitter.
3. Analog Output Point
Titik output analog berfungsi mengubah output value (OP) ke sinyal 4-20 mA untuk keluaran
operasi elemen kontrol seperti actuator dan valve di lapangan. Nilai parameter OP dapat
dikendalikan dari function block yang berada di kontrol modul

4. Digital Input Point


Titik input digital adalah titik-masukan yang dapat dikonfigurasi sebagai masukan status..
BADPVFL Parameter diatur ON ketika:

- Sumber PV telah beralih ke Pengganti dan status modul tidak jalan. Sumber PV
adalah
- AUTO dan PV tidak sedang diperbarui, karena baik intinya adalah tidak aktif,
modul
- tidak jalan, ada kegagalan slot, atau FTA tidak ada.

5. Digital Output Point


Titik output digital menyediakan output digital ke lapangan berdasarkan asal-usul input dan
parameter yang telah dikonfigurasi. Sebuah diagram fungsional dari titik keluaran digital
ditunjukkan pada gambar berikut. Titik output digital tidak memiliki mode

CPM (Control Procces Module)

Data-data dari PM I/O akan diproses pada CPM C200 akan diproses oleh I/O link agar terabaca
oleh sistem di CPM C200

Bagian-bagian dari CPM C200 adalah

1. Secara umum konfigurasi CPM berisi 10 slot


2. Power Supply
3. ControlNet Interface (CNI)
4. Control Procces module
5. Redudancy module
6. Battery extention module
7. I/O Link interface Module 1
8. I/O Link interface Module 2
9. CNI ke CPU lain

Secara garis besar komunikasi data dari PM I/O adalah I/O Link. Data dari PM I/O akan di
kirim ke CPM yang kemudian akan diproses oleh CPM. Hasil pengolahan akan dikirm ke
server dan akan mengeksekusi program menggunakan ControlNet Interface (CNI). Pada
CPM C200 terdapat modul redundant yang berfungsi untuk membackup jika CPM C200
primer terjadi gangguan.

Human Inferface Stattion (HIS) Consule Operation

Pada ruang control terdapat suatu alat yangmemvisualisasikan system control dari DCS terhadap
instrument pengendalian di lapangan. Hal ini memudahkan user atau operator mudah melihat dan
mengawasi kerja dari seluruh system pabrik.Selain itu fungsi operator PC adalah sebagai pencatat
data variable pada saat real time ataupun data sebelumnya dan juga sebagai fungsi operasional harian
sekaligus kontrol seperti: process alarm ,indikator level, dll.
Engineering PC /Engineering Work Station (EWS).
PC ini digunakan untuk melakukan modifikasi dari sistem yang sudah ada, juga untuk
melakukan kegiatan maintenance dari sistem DCS Centum VP. Bentuk fisiknya sama seperti
HIS, yang membedakan dengan HIS adalah software didalamnya. EWS dilengkapi dengan
BUILDER sebagai window untuk modifikasi. Selama pekerjaan engineering tidak dilakukan,
EWS dapat berfungsi sebagai HIS dan EWS juga dapat melakukan emulasi/ tes fungsi secara
virtual.
Server DELL POWER EDGE 2900 K1B
Server berfungsi sebagai pusat pengendalian, dimana PC yang dijadikan server ini bisa
digunakan sebagai EWS ataupun operator. Server kompuer ini tidak boleh mati karena server ini
berfungsi sebgai master, pusat data dan history dari seluruh sistem pengendalian