Anda di halaman 1dari 8

10 TANYA JAWAB BEKERJA AMAN

DI RUANG TERBATAS
Safety Oldschool 11/15/2016 Add Comment Artikel Edit

processingblogs.org

Bekerja di ruang terbatas mengandung potensi bahaya lebih besar dibanding jenis
pekerjaan lainnya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Occupational Safety and Health
Service (OSHS), New Zealand menyatakan, bekerja di ruang terbatas 150 kali lebih
bahaya daripada melakukan jenis pekerjaan yang sama di lokasi berbeda.

Seperti kita ketahui, ruang terbatas (confined space) mengandung beberapa potensi
bahaya, baik berasal dari bahan kimia, defisiensi oksigen atau sebaliknya kadar
oksigen berlebih, suhu ekstrem, maupun risiko fisik seperti kebisingan atau
kejatuhan benda dari atas. Bahaya-bahaya tersebut dapat berpotensi mengakibatkan
kecelakaan kerja yang bisa berujung pada cedera serius dan kematian.

Selama bertahun-tahun, banyak pekerja di berbagai bidang pekerjaan harus


kehilangan nyawa mereka atau menderita cedera serius saat bekerja di tangki
penyimpanan, bejana transport, boiler, jaringan perpipaan, dan lokasi ruang terbatas
lainnya. Oleh karenanya, diperlukan prosedur keselamatan saat melakukan
pekerjaan di ruang terbatas untuk mencegah kerugian nyawa.

Panduan Bekerja Aman di Ruang Terbatas

1. Apa itu ruang terbatas?

Ruang terbatas adalah area yang memiliki keterbatasan dalam jalur masuk maupun
keluar, tidak dirancang untuk tempat tinggal dan juga mengandung satu atau lebih
bahaya. Ruang terbatas berarti ruang yang:

Cukup luas dan mempunyai struktur sedemikian rupa sehingga


pekerja dapat masuk dan melakukan pekerjaan di dalamnya

Memiliki jalur masuk dan keluar yang terbatas

Mengandung atmosfer udara/ gas berbahaya, misalnya berasal dari


bahan kimia, endapan material, dan kotoran

Dirancang sedemikian rupa sehingga membuat pekerja di dalamnya


dapat terperangkap atau mengalami sesak napas akibat dinding yang
melengkung ke dalam atau lantai yang curam dan mengarah ke lorong atau
ruangan yang lebih kecil.

2. Area apa saja yang termasuk kategori ruang terbatas?

Contoh-contoh ruang terbatas:

Tangki Tungku pembakaran (furnaces)

Bejana transport Jaringan pipa

Ketel pemanas (boiler) Terowongan bawah tanah

Saluran air kotor bawah tanah Saluran udara


(sewer)
Galian yang dalamnya lebih dari 1,5
Bak (Bins/ corong penuang hoppers) meter

3. Potensi bahaya apa saja yang ada di ruang terbatas?

Bahaya-bahaya yang terdapat di ruang terbatas antara lain:


Kekurangan oksigen (Oxygen Bahaya listrik
Deficiency) atau kelebihan oksigen di udara.
Konsentrasi oksigen di udara di bawah Bahaya permukaan licin
19,5% atau melebihi 23,5%
Bahaya ergonomis
Kebakaran atau ledakan yang
diakibatkan gas dan cairan mudah terbakar Kebisingan

Keracunan cairan, gas, dan uap Tersandung, terpeleset, dan terjatuh


beracun
Suhu ekstrem
Iritasi atau luka bakar pada kulit
akibat kontak langsung dengan bahan kimia Tertutupnya jalur masuk/ keluar

Ledakan yang diakibatkan partikel Masuknya bahan berbahaya dari luar


mudah terbakar ruang terbatas

Bahaya energi mekanis Jatuhan benda dari atas

4. Apakah semua pekerjaan di ruang terbatas memerlukan izin masuk?

Pada dasarnya, pekerja yang terlibat wajib membuat izin masuk, jika ruang terbatas
memiliki sifat berisi udara berbahaya, cairan atau gas berbahaya, peralatan mekanik
dan listrik, berisi bahan yang berpotensi menghambat jalur masuk/ keluar, dan
memiliki bentuk tertentu yang dapat membuat pekerja terperangkap di dalamnya.

totalaccess.co.uk
Namun, ada juga pekerjaan di ruang terbatas yang pekerjanya tidak diharuskan
membuat izin masuk, yakni ruang terbatas yang memiliki sifat tidak mengandung zat-
zat berbahaya namun terdapat benda-benda yang dapat menyebabkan kematian
atau cedera berat, seperti kejatuhan plafon atau benda bergerak.

5. Siapa saja personel yang terlibat dalam pekerjaan di ruang terbatas?

Personel yang terlibat kerja di ruang terbatas antara lain:

Pengawas pekerjaan ruang terbatas (Entry Supervisor)

Petugas utama (entrant)/ pekerja yang secara fisik masuk ke dalam


ruang terbatas untuk melaksanakan pekerjaannya.

Petugas madya/ pendamping (attendant). Pekerja yang berjaga di luar


satu atau lebih ruang terbatas dan bertugas mengawasi petugas utama.

Petugas penyelamat dan tanggap darurat

Semua pekerja yang terlibat dalam pekerjaan di ruang terbatas harus terlatih untuk
memastikan semua pekerjaan terlaksana sesuai prosedur bekerja aman.

6. Seberapa penting pelatihan personel untuk pekerjaan di ruang terbatas?

Sangat penting. Supervisor, petugas madya (attendant), pekerja yang memasuki


ruang terbatas dan personel penyelamatan perlu mendapatkan pelatihan mengenai
bekerja aman di ruang terbatas. Adalah penting bagi setiap orang yang terlibat dalam
pekerjaan di ruang terbatas benar-benar dilatih orang yang kompeten.

Program pelatihan untuk ruang terbatas mencakup:

Prosedur bekerja aman di ruang terbatas

Bahaya bekerja di ruang terbatas

Tindakan pengendalian

Prosedur darurat

Pemilihan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan keselamatan

7. Alat pelindung diri (APD) apa yang diperlukan untuk pekerjaan di ruang
terbatas?

Alat pelindung diri (APD) yang diperlukan saat bekerja di ruang terbatas
meliputi safety helmet, earmuff atau earplug, safety belt, goggles atau face
shield, safety boots, respirator, dan safety coverall. APD tersebut wajib digunakan
pekerja saat memasuki ruang terbatas.

Sifat APD memang bukan menghilangkan bahaya, namun untuk meminimalkan atau
mengurangi akibat dari bahaya yang bisa menimpa pekerja. Untuk bekerja di ruang
terbatas, pelindung pernapasan, seperti pasokan udara bersih melalui selang (hose)
dan SCBA diperlukan apabila udara di dalam ruangan tersebut berbahaya atau
beracun.

8. Peralatan keselamatan apa saja yang harus tersedia saat bekerja di ruang
terbatas?

trr.ca

Peralatan pengujian dan pemantauan di ruang terbatas untuk


mengecek udara berbahaya mencakup konsentrasi oksigen hingga
konsentrasi uap dan gas berbahaya.

Peralatan pengaliran udara (sistem ventilasi)

Peralatan komunikasi yang diperlukan untuk memonitor pekerja yang


masuk ke dalam ruang terbatas dan memberitahu pekerja tersebut bila terjadi
keadaan darurat dan perlu dilakukan evakuasi

Peralatan untuk penerangan tambahan agar pekerja dapat melihat


dengan jelas dalam bekerja dan keluar secepatnya dari ruangan dalam
keadaan darurat

Peralatan lain, seperti tangga, tripod dan fall arrestor, full body
harness, dll.

Peralatan untuk penyelamatan dan kondisi darurat


9. Bagaimana penyelamatan dan tanggap darurat di ruang terbatas?

Pengurus (pihak manajemen) wajib memilih tim penyelamat dan tanggap darurat,
memberi pelatihan, dan mengevaluasi kemampuan mereka secara berkala. Juga
menginformasikan tim penyelamat dan tanggap darurat mengenai bahaya yang ada
di ruang terbatas yang menjadi lokasi penyelamatan.

Peraturan penyelamatan dan tanggap darurat harus mencakup:

Prosedur penyelamatan dan peralatan yang digunakan

Keselamatan kebakaran

Pengendalian sekitar lokasi

Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan Cardiopulmonary


Resuscitation (CPR)

Pelayanan gawat darurat

Pelatihan

Selain melakukan penyelamatan dengan memanggil tim penyelamat untuk masuk ke


ruang terbatas, penyelamatan tanpa harus memasuki ruangan juga dapat dilakukan,
kecuali bila peralatan untuk menyelamatkan pekerja tersebut bisa meningkatkan
risiko atau tidak dapat menyelamatkan petugas utama.

Dalam penyelamatan ini, personel dapat menggunakan sistem retrieval atau


penarikan kembali. Dalam sistem retrieval ini, semua petugas utama dan petugas
madya harus menggunakan full body harness. Tali penarik akan dipasang di bagian
belakang bahu, sedangkan ujung tali penarik lainnya dipasangkan ke alat mekanis
penarik.

10. Tahapan apa saja yang harus diperhatikan saat bekerja di ruang terbatas?

Persiapan:

Memastikan kondisi dan keamanan di area kerja ruang


terbatas sebelum pekerjaan dimulai.

Melakukan risk assessment. Penilaian risiko harus dilakukan untuk


mengidentifikasi bahaya, menilai risikonya, dan menentukan tindakan
pengendalian yang harus dilakukan, sehingga segala risiko yang ada di ruang
terbatas dapat diminimalkan. Semua hasil penilaian risiko harus
didokumentasikan dengan baik.
Membuat izin kerja untuk memasuki ruang terbatas yang
mengharuskan izin masuk. Izin kerja ini sangat penting untuk memastikan
pekerja yang terlibat memang kompeten dan memahami serta mengikuti
prosedur keselamatan bekerja di ruang terbatas.

Melakukan pengujian udara atau mengecek kandungan


gas. Pengujian atmosfer di dalam ruang terbatas dilakukan oleh orang yang
kompeten untuk memastikan atmosfer bebas dari uap atau gas beracun dan
mudah terbakar dan konsentrasi oksigen di dalam ruangan memadai.

Mempersiapkan APD dan peralatan pendukung yang


diperlukan. Semua peralatan yang digunakan harus mempertimbangkan
kemungkinan atmosfer yang mudah terbakar, emisi dari asap/ gas, risiko
listrik, dan bahaya teknik (terperangkap, terjatuh, dll.).

Melakukan isolasi gas, cairan, dan material lainnya. Ruang


terbatas perlu diisolasi dari kemungkinan masuknya material yang bisa
membahayakan pekerja yang berada di dalam ruangan. Isolasi mencakup
penutupan pipa atau saluran, menyelipkan bahan penyekat yang sesuai di
bagian pipa proses yang diisolasi, dan menggunakan dua lapis katup isolasi.

Melakukan isolasi peralatan mekanik dan listrik. Penguncian dan


pelabelan diperlukan untuk mengisolasi peralatan mekanik dan listrik. Hal ini
bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja yang diakibatkan paparan
langsung dari peralatan mekanik dan listrik.

Melakukan pembersihan dan pembuangan gas dan cairan di


ruang terbatas. Tekanan dalam ruang terbatas harus diturunkan dan sisa
cairan harus dibuang melalui saluran pembuangan. Lakukan pembersihan
gas hingga mencapai titik di bawah sifat mudah terbakar, lalu udara boleh
dihembuskan menggunakan sistem ventilasi.

Menggunakan sistem ventilasi yang diperlukan. Penggunaan


ventilasi tambahan juga diperlukan untuk memastikan pasokan udara segar di
ruang terbatas sudah cukup. Pemantauan ventilasi harus tetap dilakukan
selama pekerjaan berlangsung.

Memastikan sistem komunikasi yang diperlukan sudah


memadai. Sistem komunikasi mencakup berbicara, isyarat tangan, telepon,
radio, atau sistem lainnya. Intinya, pastikan komunikasi antara pekerja yang
ada di dalam dengan pekerja yang ada di luar ruang terbatas terjalin dengan
mudah, cepat, dan jelas.

Ketika bekerja:

Sedikitnya satu orang harus berada di luar ruangan selama kegiatan


berlangsung.

Selalu patuhi rambu K3 ruang terbatas yang terdapat di area kerja.


Selalu cek kandungan gas dan temperatur dalam ruang terbatas.

Jika Anda menggunakan alat bantu pernapasan dengan pasokan


oksigen, selalu cek kondisi tabung dan kandungan oksigennya.

Pastikan pada saat pelaksanaan kerja semua tata cara diikuti dan setiap pekerja
yang terlibat melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing serta menggunakan
pelindung diri yang direkomendasikan dan tertera pada izin kerja.

Lakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada peralatan dan material yang
tertinggal, semua pekerja sudah keluar dari ruang terbatas, semua isolasi sudah
dibuka dan posisinya benar, dan semua izin sudah dikembalikan dan ruangan telah
ditutup.