Anda di halaman 1dari 20

PROSEDUR PENARIKAN KAWAT

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI


DAN
SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI

Semarang, 1 September 2016


Sahlan

1 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI
DAN
SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
1. Pendahuluan.
1.1. Prosedur ini merupakan petunjuk dalam pengaturan peralatan stringging dan
alat-alat kerja serta prosedur untuk penarikan konduktor dan ground wire (kawat
tanah) suatu Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan
Extra Tinggi (SUTET).
1.2. Prosedur penarikan kawat ini merupakan prosedur standard untuk Saluran Udara
Tegangan Tinggi 70 kV, 150 kV dan 500 kV yang menggunakan konduktor ACSR
dan Compression Type Joints serta Tension Clamps.

2. Persiapan Pelaksanaan.
Sebelum penarikan konduktor kawat tanah, maka jadual pelaksanaan detail untuk
keseluruhan section harus disiapkan dengan sebaik-baiknya.
2.1 Persiapan
2.1.1 Pemeriksaan Spesifikasi Teknik dan Gambar.
Spesifikasi teknik dan gambar untuk pelaksanaan, profile dan route map
harus diteliti dengan hati-hati. Demikian juga peralatan stringing maupun
alat kerja lainnya harus diperiksa dan dicoba untuk mengetahui kondisi
operasinya.
2.1.2. Pemerikasan ROW (right of way) dan Jalan Masuk ke Lokasi Pekerjaan.
Sebelum pelaksanaan stringing dilaksanakan maka kondisi setempat seperti
dibawah ini harus diperiksa :
a. Kondisi tanah disepanjang route SUTT / SUTET.
b. Tanaman dan tumbuh-tumbuhan disamping ROW.
c. Halangan-halangan yang harus dipindahkan atau dilewati.
d. Jalan tol, jalan biasa, saluran tenaga (SUTM, SUTT, SUTET) dan
saluran telepon yang harus dilewati.
e. Ketersediaan, lokasi untuk penempatan Puller (Puller Site) dan Drum
(Drum Site)
f. Kesiapan tower untuk memulai pekerjaan stringing.
2.2 Pembuatan Jadual.
2.2.1. Basic Plan.
Basic plan harus disiapkan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pembagian keseluruhan panjang SUTT dan SUTET menjadi beberapa
Stringing section dan Tension section.
b. Lokasi puller site dan drum site.
c. Pemilihan metode sagging (sagging method).
d. Temporary back staying tower dan penguatan cross-arm.
e. Pemasangan guard structures (scaffolding).
f. Pengaturan peralatan stringing dan alat kerja lainnya.

2 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
3. Pekerjaan Persiapan.
3.1. Pemeriksaan Tower.
Sebelum pekerjaan stringing dimulai, maka seluruh menara transmisi harus
diperiksa dengan teliti terutama pengerasan baut dan plat untuk penempatan
cross-arm.

3.2. Back Staying Tower.


3.2.1. Section Tower pada kedua ujung stringing section harus diperkuat dengan
Back Stay Guys sementara (temporary back stay guys) untuk
menyeimbangkan tarikan konduktor selama pelaksanaan stringing.
Demikian juga pada mid-span tower dimana beban yang timbul selama
pekerjaan stringing dapat lebih besar dari pada beban pada kondisi design,
maka harus diperkuat dengan back stay guys sementara.
3.2.2. Back stay guys harus ditempatkan/ diikatkan pada main post tower pada
level setiap cross arm atau pada sisi yang berlawanan dari titik pendukung
konduktor. Secara prinsip back stay guys harus dipasang pada arah
center-line tower.
3.2.3. Selain itu cross arm yang akan dibebani berlebihan juga harus diperkuat
dengan temporary member (member sementara) atau penompang.
3.2.4. Tower yang telah di design mampu untuk menahan tarikan konduktor yang
tidak seimbang tidak perlu diperkuat dengan back stay guys sementara
maupun penguat lainnya.

3.3. Pengaturan Fasilitas Komunikasi.


Komunikasi antara petugas-petugas pada drum site, puller site, main guard structure
dan lokasi-lokasi lain yang diperlukan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknnya.
1 (satu) set alat komunikasi juga diperlukan oleh petugas yang mengikuti stringing
yoke selama masa paying-out konduktor.

3.4. Instalasi Guard Structure.


3.4.1. Sebelum pekerjaan stringing dilaksanakan maka guard structure
(scaffolding) harus dipasang pada setiap route saluran yang melewati
SUTM, SUTT, saluran komunikasi, rel kereta api, jalan umum, jalan tol dan
benda-benda yang merupakan fasilitas umum dimana dengan adanya
pekerjaan stringing tersebut akan membahayakan makhluk hidup
dibawahnya.
Bilamana konduktor secara terus-menerus menyentuh guard structure, maka
stringing sheaves atau roller harus dipasang untuk menopang konduktor
selama stringing berlangsung.

3.4.2. Jarak Bebas Standard


Jarak bebas standard dari guard structure terhadap saluran tenaga listrik
sebagai berikut :
3 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Jarak
Tegangan Bebas
(m)

Low Voltage Line 220/117 V 1,2


380/220 V 1,2

Medium Voltage Line 6,6 kV 1,8


20 kV 1,8

High Voltage Line 60 kV 2,1


61 70 kV 2,2
150 kV 3,2
500 kV 8,5

4. Susunan Peralatan dan Material.


4.1. Pekerjaan Pada Leading End (Puller Site).
4.1.1. Persiapan Area Puller Site.
Persipan Leading End Conductor (disini disebut Puller Site), stringing car
(Conductor Pullers), reel rinders dan reel untuk mesanger wire harus
disusun sesuai gambar 4.1 selain itu diperlukan juga cadangan tempat untuk
gudang penyimpanan alat-alat kerja selama masa pelaksanaan pekerjaan
stringing. Puller site harus rata dan kondisi tanahnya cukup keras serta
mempunyai jalan masuk yang mudah. Luas area yang diperlukan + 150 m2
300 m2.

4.1.2. Instalasi Peralatan


a. Stringing Car
Penempatan
Stringing car harus diletakkan dalam posisi dimana shaft dari
capstan tegak lurus terhadap arah penarikan konduktor. Juga
diperlukan pemasangan snatch block antara tower dan stringing car
agar messanger wire masuk ke capstan secara horisontal
sedemikian rupa sehingga daya angkat (lifting force) menjadi
minimum.
Stringing car harus dijangkar ke bumi dengan sling yang mempunyai
safety factor > 4
Bila pekerjaan berdekatan dengan saluran tenaga listrik yang
bertegangan maka Stringing car harus diketanahkan.
4 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
b. Reel Winder
Umum
Rell winder harus dipasang horisontal dibelakang stringing car dan
dijangkar ke bumi dengan sling yang mempunyai factor
keamanan > 4. Reel winder ditempatkan pada lokasi stringing car
dan didesign untuk mengukur secara otomatis dan terus-menerus
panjang konduktor yang telah digulung oleh puller kedalam rel.
Bila rel talah penuh dengan kawat, maka rel tersebut dapat
digantikan dengan rel yang masih kosong sehingga pekerjaan
stringing tidak terhenti.
4.2. Pekerjaan Pada Sisi Trailing End (Drum Site)
4.2.1. Persiapan Pada Area Drum Site.
Pada Trailing End Conductor (disini disebut Drum Site), tensioner, drum
stand dan sejumlah drum conductor diatur sesuai gambar 4.2 selain itu
diperlukan juga cadangan lahan untuk tempat penumpukan wire rope dan
alat kerja selama pekerjaan stringing berlangsung. Lahan yang dibutuhkan
berkisar 500 1000 m2.

4.2.2. Pemasangan Peralatan.


a. Tensioner
Tensioner ini digunakan untuk memperoleh hasil penarikan kawat
yang aman dengan memberikan tension yang konstan terhadap
power line sedemikian rupa sehingga konduktor tidak menyentuh
permukaan tanah.
Tensioner harus ditempatkan pada posisi sedemikian rupa sehingga
lifting force konduktor pada tensioner dapat diminimumkan.
Bila konduktor akan ditarik dari tensioner dengan sudut > 5 derajat
terhadap horisontal maka didepan tensioner harus dipasang snatch
block yang berguna untuk menurunkan konduktor / memperkecil
sudut atau dengan memasang stringing sheaves.
Tensioner harus dipasang segaris dengan arah penarikan konduktor.

b. Drum Stand.

5 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Drum stand harus ditempatkan dalam posisi tetap dan dijangkar ke
tanah + 10 m dibelakang tensioner dan drum stand ditempatkan
segaris dengan tensioner.
Drum stand ini digunakan untuk menyangga drum konduktor yang
dipakai untuk pekerjaan stringing.

5. Susunan Stringing Sheaves.


5.1. Pemasangan Stringing Sheaves.
Stringing sheaves terbuat dari aluminium alloy sedangkan alurnya dilapisi
dengan polyurethane rubber sehingga dapat digunakan untuk messenger wire
dan konduktor secara bersamaan untuk pekerjaan stringing tanpa harus
memasang block.
Pada tower suspension, stringing sheaves disambung ke suspension insulator
string set. Bila jumlah stringing sheaves memenuhi maka pemasangannya dapat
bersama-sama dengan pemasangan insulator set.
Pada tension tower, stringing sheaves disambung langsung ke tower.
5.2. Pengetanahan Stringing Sheaves.
Paling tidak stringing sheaves pada lokasi tower awal dan akhir diantara tensioner
dan stringing car harus diketanahkan, terlebih-lebih bila berdekatan dengan saluran
tenaga listrik.

6. Pelaksanaan Penarikan Kawat.


6.1. Penarikan Messenger Kawat.
a. Susunan Pilot Ropes.
Untuk menarik messenger wire (anti twist wire rope 12 mm 14 mm)
maka diperlukan pilot wire (steel wire rope 8 mm) digelar / ditarik secara
manual dari tower ke tower di sepanjang route saluran transmisi diantara
drum site dan puller site (stringing section). Untuk menyambung pilot wire
dengan messenger wire digunakan ware shackle. Pilot ware harus
diletakkan pada stringing sheaves pada tiap tower dan diangkat dengan
menggunakan stringging car.
Untuk menggelar pilot wire yang melewati sungai, rawa-rawa lembah, dan
lokasi-lokasi yang tidak terlewati maka sering digunakan messenger wire
gun yang dapat membawa pilot wire dalam jarak + 300 m (dalam hal ini
pilot wire menggunakan nylon rope yang akan diganti dengan steel pilot
wire sesudahnya).
b. Penarikan Messenger Wire.
Pilot Wire yang digelar melalui stringing section diganti dengan messenger
wire. Ujung pilot wire disambung dengan ujung messenger wire yang telah
digulung pada reel pada posisi drum site. Pilot wire kemudian ditarik
dengan stringing car melalui capstan. Pilot wire harus digulung melingkar
dan sambungannya dengan messenger wire harus dilepas bila pilot rope
tersebut sudah melewati capstan.
Messenger wire disambung dengan menggunakan wire connector bila
diperkirakan kurang panjang dan proses ini dilaksanakan pada drum site.
Messenger wire kemudian ditarik untuk meyakinkan bahwa messenger
wire tidak tersangkut pohon maupun scaffolding.
6 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
6.2. Penarikan Konduktor dan Ground Wire.
a. Persiapan.
Pada Drum Site, konduktor dan ground wire ditarik dari drum yang telah
ditempatkan pada drum stand dan diulur melalui tensioner ke arah tower.
Masing-masing konduktor masuk ke tensioner dari sisi kiri melalui guide
rolle dan keluar melalui sisi kanan dan menghadap ke arah penarikan.
Ujung konduktor disambung dengan messenger wire dengan menggunakan
stringging yoke, clamp grip dan swivel (lihat gambar 6.1) untuk mencegah
berotasinya yoke akibat puntiran messenger wire, agar counter weight
dipasang pada stringing yoke.

Jumlah konduktor dan ground wire yang dapat ditarik oleh stringing yoke
dalam satu tarikan tergantung pada jadual stringing. Messenger wire yang
akan digunakan untuk stringing konduktor lainnya juga harus dipasangi
stringing yoke.
Pada Puller site, messenger wire dilewatkan melalui capstan stringing car
dan digulung pada reel yang dipasang pada reel winder menurut arah
penarikan (lihat gambar 6.2).

7 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Tension meter dipasang pada konduktor didepan stringing car.
Lapisan dari stringing sheaves dan tensioner sheaves terbuat dari material
isolasi (polyrethane rubber), sedangkan messenger wire dan konduktor
yang ditarik diatas stringing sheaves akan terinduksi oleh muatan listrik
terutama bila pekerjaan stringing berdekatan dengan saluran tenaga listrik,
maka muatan listrik tersebut harus dibuang dengan menggunakan
peralatan pengetanahan.
Sebelum penarikan dimulai maka peralatan pengetanahan harus dipasang
diantara reel stand atau tensioner atau stringing car dan tower ujung (lihat
gambar 6.3).

b. Penarikan Konduktor.
Setelah semua persiapan yang diperlukan siap maka konduktor ditarik
dengan stringing car. Agar diperoleh koordinasi yang baik maka
komunikasi yang baik juga harus diperoleh diantara operator pada
stringing car operator tensioner petugas yang mengikuti stringing yoke
petugas yang ditempatkan pada lokasi crossing utama.
Kecepatan penarikan konduktor tergantung pada tenaga tarikan stringing
car dan fungsi sistem pengereman pada tensioner. Secara normal
kecepatan penarikan dijaga pada kecepatan 30 m/ menit untuk penarikan
konduktor tunggal dan 20 m/ menit untuk konduktor twin atau lebih.
Tegangan tarik maksimum yang diberikan pada konduktor selama operasi
stringing berlangsung cukup sebesar tegangan tarik yang diperlukan agar
konduktor tetap terjaga diatas semua halangan-halangan yang terdapat ditanah.
Pada umumnya tegangan tarik dijaga agar < 1/3 tegangan sagging maksimum
oleh konduktor tersebut.

8 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
c. Pemindahan Stringing Yoke yang Melewati Stringing Sheaves.
Bilamana stringing yoke mendekati stringing sheaves pada tower,
kecepatan operasi stringing car harus diturunkan atas instruksi petugas
yang mengikuti stringing yoke. Kemudian penarikan konduktor harus
dihentikan ketika stringing yoke tiba pada sheaves.
Stringing yoke dipindah melewati stringing sheaves dengan prosedur
seperti dibawah ini (lihat gambar 6.4).

1. Stringing yoke dinaikkan dengan bantuan winding machine (level


block) yang telah disiapkan terlebih dahulu pada cross-arm tower, di
hooked pada sambungan messenger wire sedemikian rupa sehingga
beban stringing yoke dipindahkan dari sheaves pada insulator string ke
seling level block.
2. Gate dari sheaves dibuka dan stringing sheaves dilepas/ dikeluarkan
dari messenger wire.
3. Stringing sheaves ditarik mundur ke arah sisi tensioner dari yoke
sedemikian rupa sehingga konduktor dapat dimasukan ke dalam
sheaves, kemudian pintu sheaves ditutup kembali.
4. Yoke diturunkan dengan menggulung lever block ke stringing
sheaves.
5. Pindahkan sling lever block dari yoke.
6. Setelah pelepasan yoke selesai, tarik messenger wire dengan
perlahan-lahan ke posisi dimana konduktor kedua dan atau messenger
wire, yang telah disiapkan untuk penarikan berikutnya.
7. Setelah transfer pada tower tersebut selesai dilaksanakan maka
penarikan konduktor dapat dimulai lagi sampai tower berikutnya.
6.3. Penyambungan Konduktor dan Ground Wire.
a. Penyambungan Permanen Pada Drum Site.
Bila seluruh konduktor telah ditarik habis dari satu drum, maka ujung
drum harus disambungkan ke ujung konduktor teratas pada drum
berikutnya. Biasanya konduktor-konduktor disambung pertama kali secara
temporer dibelakang tensioner, setelah sambungan sementara melewati
9 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
tensioner maka sambungan tersebut diganti dengan compression joint
permanen.
Penyambungan permanen pada drum site dilaksanakan dengan cara
sebagai berikut : (lihat gambar 6.5)

1. Bila hampir seluruh panjang konduktor ditarik keluar dari drum maka
operasi penarikan kawat dihentikan
2. Dengan menggunakan sebuah come-along maka konduktor yang
terdapat diantara ujung tower dengan tensioner diikat dengan jangkar
pada base dari tensioner. Tegangan tarik konduktor dipindahkan ke
sling come-along dengan menggulungnya dengan winch atau lever
hoist yang telah dipasang untuk mengontrol tegangan tarik
come-along.
3. Konduktor diturunkan ke tanah pada span dimana sambungan
permanen akan ditempatkan.
4. Come-along dipasang pada konduktor pada kedua sisi sambungan.
5. Masing-masing come-along ditarik ke tengah dengan menggunakan
lever block yang dijangkar ke tanah.
6. Sambungan sementara diganti, dipindahkah dan konduktor disambung
permanen dengan joint sleeve yang dipress dengan hidraulyc
compressor.
7. Rope yang mengikat konduktor dan come-along dikendorkan dan
konduktor secara otomatis akan terangkat.

10 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
6.4. Penegangan Sementara.
Segera setelah konduktor habis ditarik untuk kekseluruhan stringing section maka
konduktor ditegangkan sementara dengan tegangan 80 % s/d 90 % dari tegangan
sagging yang telah direncanakan.
a. Konduktor ditegangkan pada 1 (satu) Stringing Section (lihat gambar 6.7)

1. Penegangan sementara dari Puller Site.


Pada tower section di drum site, tension clamp dipasang ke ujung
konduktor yang telah dipotong dan dirangkai ke tension insulator
string yang telah dipasang pada cross-arm tower.
Pada puller site, konduktor ditarik dengan stringing car sampai pada
tegangan yang diinginkan. Kemudian konduktor dijangkar sementara
ke tanah dengan menggunakan come-along.
2. Penegangan sementara dari Drum Site.
Pada tower section puller site, tension clamp dipasang ke ujung
konduktor yang telah dipotong dan dirangkai ke tension insulator
string yang telah dipasang pada cross-arm tower.
Pada drum site, come-along yang pertama dipasang pada konduktor
pada puller site dan secara bergiliran dilewatkan ke hand-winch di
tanah. Kemudian konduktor ditarik dengan seling come-along melalui
snatch block yang telah diikat pada cross-arm dan tower leg.

b. Konduktor ditegangkan ke section yang telah ditegangkan sementara


(lihat gambar 6.8)

11 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Pada drum site, konduktor yang telah ditegangkan sementara (kasus-a)
dijangkar ke tanah dengan seling come-along, maka konduktor yang
akan ditegangkan saat ini sambung ke konduktor yang telah dijangkar
tadi.
Konduktor ditarik dari puller site, sementara itu come-along pada
drum site dilepas dari konduktornya dengan maksud memindahkan
tegangan konduktor pada stringing section sebelumnya ke konduktor
pada stringing section saat ini.

7. Sagging dan Clipping In


7.1. Umum.
Konduktor dan ground wire yang ditarik dalam suatu stringing section harus
disagging sesuai chart-nya masing-masing. Konduktor diklem ke tension tower
pada ujung stringing section. Setelah konduktor diklem pada kedua ujung
sagging section maka konduktor tersebut di clipping ke suspension insulator
string set pada intermediate tower.
Sebelum operasi sagging dilaksanakan maka persiapan-persiapan seperti
pengaturan thermometer, pemasangan transit & target pada sagging span,
fasilitas komunikasi antara sagging winch site dan sag sighting site harus
disiapkan terlebih dahulu.
Sagging konduktor tidak boleh dilaksanakan pada kondisi berangin kencang
karena dapat mengakibatkan terangkatnya konduktor akibat besarnya tekanan
angin pada konduktor.

7.2. Metode Sagging.


Pada umumnya sagging dilaksanakan dengan 2 (dua) metode yaitu :
a. Metode Sending Out.
Pada metode ini, konduktor yang ditegangkan sementara ditarik kedepan
sedemikian rupa sehingga konduktor disagging dari arah dimana sagging
telah selesai.

12 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Seperti pada gambar 7.1 diatas tower yang berada pada pulling side.
Konduktor yang berada pada posisi yang berlawanan dengan sagging
section harus diikat ke cross-arm dengan menggunakan come-along untuk
meminimumkan tegangan tarik yang tidak seimbang pada tower.
Come-along yang berada pada sagging section ditarik dengan wire rope
dari winch yang dipasang di tanah melalui snatch block yang telah
dipasang/ dirangkai pada cross-arm dan tower leg.
Setelah panjang konduktor yang terdapat pada sagging section diatur dan
konduktor diklem pada sagging side dari tower. Ujung konduktor yang
berlawanan dengan tower dipasang pada tension insulator string dengan
menggunakan tension clamp (lihat gambar 7.2)

13 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Kemudian konduktor untuk span berikutnya di-ulur dengan me-re-winding
winch dan mengendurkan tegangan sling (kawat) dari come-along.
Konduktor harus ditarik bersamaan oleh winch yang ditempatkan pada
ujung dari sagging section berikutnya agar tegangan konduktor tidak
mengakibatkan terjadinya ketidak-seimbangan beban pada tower.
Come-along kemudian dibuka setelah beban tarikan dipindahkan
keseluruhannya ke tension insulator string.
b. Metode Seimbang.
Metode ini digunakan untuk sagging 2 (dua) section pada saat yang
bersamaan untuk mempercepat jadual penyelesaian pekerjaan.
Seperti ditunjukkan pada gambar 7.3, pertama kali konduktor diklem ke
tension insulator string pada tower di-kedua ujung dari 2 (dua) sagging
section berdekatan yang mempunyai tegangan sedikit lebih kecil dari
tegangan sagging.

Kemudian konduktor pada kedua section ditegangkan dan diklem serentak


pada section tower untuk menjaga keseimbangan tegangan pada tower.
Dengan metode ini konduktor sisa yang tidak terpakai lebih banyak.
7.3. Susunan Sagging Winch.
Pengaturan tegangan konduktor dengan ukuran besar biasanya dilaksanakan dengan
menggunakan sagging winch yang dipasang di kaki section tower (tower).
Konduktor ditegangkan dengan come-along yang dihubungkan kebagian atas
tension insulator string dengan wire rope langsung atau melalui kombinasi pulling
block yang disusun diantara come-along dan insulator string. Wire rope diarahkan
ke winch melalui snatch block yang ditempatkan di tower. (Untuk sagging
konduktor yang berukuran kecil, maka konduktor dapat langsung ditarik dengan
lever block atau host yang disiapkan diantara come-along dan insulator.
a. Pemasangan Come Along.
Come-along harus dipasang pada konduktor pada posisi + 3 meter didepan
tension clamp ketika konduktor ditegangkan pada sagging yang benar. Setelah
come-along dipasang, maka pulling block duhubungkan ke come-along.
(Untuk ukuran konduktor yang lebih besar lebih baik menggunakan
counter-weight untuk mencegah rotasi come-along akibat gaya puntir yang
timbul dari operasi penarikan kawat).
14 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
b. Sambungan Wire Rope.
Wire rope dikencangkan ke bagian atas tension insulator string yang telah
dipasang di tower, dilewatkan melalui block yang telah dipasang di tower,
dilewatkan melalui block yang dipasang pada come-along dan ditarik ke
cross-arm dan diarahkan ke winch melalui block yang dipasang di tower.
Catatan :
1. Untuk single insulator string maka clamp insulator replacer dapat
digunakan untuk mengencangkan wire rope ke insulator string (lihat
gambar 7.6).

2. Untuk double insulator string maka wire rope dikencangkan ke yoke dari
double insulator string.
Snact block harus diikatkan pada bagian atas dan bagian bawah
cross-arm sedemikian rupa sehingga wire rope dapat lewat melalui
main member cross-arm dan tower body (lihat gambar 7.4). Snatch
block harus ditempatkan pada posisi sedemikian rupa sehingga tower
member tidak mengalami kelebihan beban akibat penarikan wire rope.

15 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
c. Pemasangan Sagging Winch.
Untuk pengaturan sagging tension konduktor, maka portable hand winch
atau engine-driver winch dapat digunakan.
Winch harus memiliki kapasitas gulungan dan kekuatan yang cukup untuk
operasi sagging.
Winch harus dipasang pada lokasi sedemikian rupa sehingga aman buat
orang bekerja di tower maupun di tanah.
Portable hand winch yang dipasang pada main post harus dilapisi dengan
material pengaman sehingga tidak merusak member tower.
7.4. Pemasangan Tension Clamp.
Tension clamp (compressor type) dipasang pada ujung konduktor dan dipasang
pada tension insulator string dengan cara sebagai berikut :
1. Konduktor antara come-along dan insulator set ditandai pada titik yang akan
menjadi bagian atas insulator hardware.
2. Konduktor dipotong persis pada posisi yang telah ditandai untuk tension
clamp.
3. Tension clamp dipasang pada ujung konduktor dengan menggunakan
hydraulyc compressor.
4. Konduktor ditarik ke arah tower dengan winch sedemikian rupa sehingga
tension clamp dapat dipasangkan pada insulator string.
5. Setelah tension clamp dipasang pada insulator string, konduktor digulung
ulang dengan winch.
6. Come-along kemudian dibuka setelah seluruh tegangan konduktor
dipindahkan ke tension insulator.

16 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
7.5. Pengukuran Sag.
a. Pemilihan Sighting Span.
Sag diukur dengan transit dan target yang dipasang pada tower yang
dianggap sebagai sighting span. Sighting span pada suatu section dipilih
bergantung pada jalan span dalam 1 (satu) sagging section seperti dibawah
ini :

Jumlah Span Jumlah


Per Sighting Pemilihan Sighting Span
Sagging Section Span

3 Span atau kurang 1 Span panjang


6 Span atau kurang 2 atau lebih Span terpanjang atau span akhir
7 Span atau kurang 3 atau lebih Span panjang diikat pusat section
dan span dekat dengan kedua
ujung section

Jika terdapat beberapa span dengan perbedaan level yang cukup besar
diantara tower-tower pada keseluruhan section, maka sighting span harus
dipilih span yang berdekatan dengan kedua ujung.
b. Penyusunan Transit dan Target.
Target (sagging board) dan transit (pocket copmpass) dipasang pada tower
yang berada pada kedua sisi sighting span dibawah titik penompang
konduktor, perhitungan sag yang diinginkan.
c. Pengukuran Temperatur.
Alat ukur yang digunakan adalah glass thermometer.
Untuk memperoleh temperatur dalam dari konduktor, maka harus
disiapkan konduktor dengan panjang 1 m, core wire harus diambil untuk
memasukan thermometer kedalamnya.
Untuk menghindari efek radiasi panas maka contoh konduktor harus
ditempatkan + 3 meter diatas tanah.
Temperatur sagging ditentukan dari pembacaan thermometer.
7.6. Operasi Sagging.
a. Penentuan Sag.
Setelah semua persiapan dibuat/ dilaksanakan dan seluruh petugas yang
berhubungan dengan operasi sagging berada ditempatnya, konduktor
ditarik dengan mengoperasikan sagging winch atas komando komunikasi
antara winch operator dan setiap transit observer sehingga sag memenuhi/
mendekati target.
Bila panjang konduktor yang ditarik melebihi beberapa span, maka
tegangan pada pulling end menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan
ujung yang lain akibat gesekan dengan sheaves. Untuk mengatur
konduktor pada sag yang dikehendaki pada tegangan tertentu pada seluruh

17 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
span, maka konduktor ditarik dengan ekstra hati-hati, dengan tegangan
sedikit lebih tinggi dari pada tegangan pada sag yang dikehendaki,
kemudian sag diatur sesuai target.
Konduktor tidak boleh di-sagging dengan level yang sama dengan span
sebelumnya. Sagging setiap span tergantung pada jarak antar tower,
ketinggian dan lain sebagainya.
b. Clamping.
Sekali konduktor telah ditarik dan diatur sesuai target, maka konduktor
harus di-klem ke tension insulator string pada section tower sesuai
butir 7.4.
Untuk clamping SUTT dengan twin konduktor dan SUTET Quaddruple
untuk meminimalkan perbedaan diantara sag 2 (dua) sub-konduktor, maka
come-along salah satu sub-konduktor dilengkapi dengan tambahan lever
block ditarik dan diatur untuk menentukan posisi pemotongan konduktor
untuk clamping.
Sag untuk konduktor twin dan konduktor Quaddruple dapat diatur dengan
sag adjuster.
7.7. Pemasangan Armour Rod dan Clipping In.
Dalam waktu 48 jam setelah semua konduktor pada 1 (satu) stringing selesai
di-sagging, stringing sheaves harus dibuka dari intermediate suspension tower dan
konduktor harus di clip-in ke suspension insulator clamp secara permanen,
bersama-sama dengan armour-rod.
Pemasangan armour-rod dan clipping-in dilaksanakan dengan prosedur sebagai
berikut :
1. Konduktor ditandai langsung dibawah titik insulator attachmen pada cross-arm.
2. Konduktor di topang oleh sebuah lever block yang telah disiapkan pada
cross-arm dengan menggunakan sebuah conduktor hook untuk memindahkan
berat konduktor dari stringing sheaves dan running both Quaddruple bisa
melewati roll block.
3. Stringing sheaves dilepas dari insulator string.
4. Armour-rod dipasang pada koduktor, tepat ditanah tanda pada konduktor dan
merupakan titik tengah suspension clamp.
5. Suspension clamp dipasang pada insulator konduktor di clipping-in bersama-
sama dengan armour-rod.
7.8. Jumpering.
Sebagai tindak lanjut proses clamping dan clipping in pada kedua sisi tension
tower, maka jumper dipasang diantara tension clamp pada kedua sisi tower.
Jumper dipasang dengan maksud untuk mendapatkan jarak bebas yang cukup
antar tower member dengan konduktor.
Panjang jumping pada setiap tower ditentukan dengan pengukuran langsung
menggunakan jumper buatan dalam bentuk busur.
Jumper socket dari tension clamp dipasang pada kedua ujung dari jumper
konduktor dengan menggunakan hydraulyc compressor sesuai instruksi
pabrikan.
Jumper disambung ke tension clamp pada kedua sisi, ketatkan socket dengan
baut.
Jumper pada setiap phase harus dibentuk sama/ identik.
18 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Jumper dari twin konduktor harus diatur pada level yang sama dan ditempatkan
seragam dengan jumper spacer.

8. Pemasangan Assesoris
8.1. Pemasangan Vibration Dampers.
Vibration damper pada lazimnya dipasang, konduktor segera setelah proses
clipping-in dilaksanakan yakni untuk mencegah kerusakan yang mungkin
terjadi akibat vibarsi angin critical tensionnya.
Lokasi pemasangan vibration damper harus ditentukan terlebih dahulu.
Setiap damper harus dipasang dengan toleransi 5 cm dari lokasi yang telah
ditentukan.
8.2. Pemasangan Spacer.
a. Umum.
Spacer dipasang hanya pada SUTT dan SUTET dengan konduktor twin
setelah konduktor selesai ,di clipping-in.
Spacer dipasang oleh petugas pada konduktor dengan menggunakan
conduktor car yang dijalankan dari tower ke tower.
Lokasi spacer pada setiap span ditentukan berdasarkan jarak maksimum
dari clamp dan spacer yang berdekatan.
b. Penggunaan Conduktor Car.
Conduktor car dipasang pada tower site dan ke 4 (empat) rodanya
ditempatkan dengan sebaik-baiknya pada kedua sub-konduktor. Rem
tangan dan pengukur jarak (distance counter) harus dipasang dengan benar
pada konduktor. Pengukur jarak harus diatur 0 (nol) sebelum dijalankan.
3 (tiga) Conduktor car harus digunakan pada saat yang bersamaan
masing-masing pada konduktor atas, tengah dan bawah.
Kosentrasi beban yakni berupa orang, car dan alat kerja harus dijaga agar
tidak menambah sag sehingga dapat merusak konduktor pada saat
conduktor car lewat.
Beban orang, car dan alat kerja harus didistribusikan merata pada seluruh
sub-konduktor pada masing-masing phase.
Conduktor car sebaiknya digerakkan sendiri oleh petugas yang
bersangkutan ke lokasi spacer yang telah ditentukan atau ditarik dari tanah
oleh petugas yang lain.
Supaya Conduktor car tidak merusak stands dari konduktor maka
conduktor car harus dimaju-mundurkan didekat posisi pemasangan spacer.
c. Pemasangan Spacer.
Spacer harus ditepatkan dalam range + 60 cm dari posisi yang telah
ditentukan
Spacer untuk konduktor 3 (tiga) phase harus ditempatkan tegak lurus
dengan cara sebagai berikut :
1. Posisi spacer pada konduktor teratas ditentukan berdasarkan
pembacaan dengsn pengukur jarak (distance couter).
2. Posisi spacer untuk konduktor tengah dan bawah ditentukan
berdasarkam posisi spacer pada konduktor paling atas.
3. Spacer pada setiap phase agar dipasang secara serentak.

19 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI
Dalam Pelaksanaan pemasangan konduktor transmisi SUTT/SUTET harus tetap
dilaksanakan pengawasan K3 antara lain :

1. Dibuat check list untuk semua kegiatan pekerjaan dan pengamanan yang dilakukan oleh
pelaksana.
2. Dibuat laporan tertulis tentang pelaksanaan pengawasan K3 dan membuat daftar
peralatan Pengamanan dan Pelindungan diri, yang sudah tidak laik digunakan untuk
mendapat penggantian yang baru dari pihak manajemen.

Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman didalam melaksanakan pekerjaan pemasangan


konduktor/ Stringing SUTT/ SUTET.

Pada saat yang berbahagia ini kami selaku rekan dalam pekerjaan pemasangan konduktor/
Stringing/ SUTET menyusun Pembuatan Buku Prosedur Stringing ini, sebagai sumbang buah
pikiran dan pengalaman kepada generasi penerus baik di PT. PLN (Persero) diseluruh
Nusantara maupun di Swasta. Semoga buku ini dapat mendukung Program Kelistrikan
75/100 tahun 2020 yang dicita-citakan seluruh Rakyat Indonesia.

Terima kasih kami sampaikan kepada semuanya yang mendukung Program Kelistrikan
diseluruh Indonesia.

Wassalam, Salam Sejahtera !, bagi kita semua.

Semarang, 1 September 2016


Sahlan

20 PROSEDUR PENARIKAN KAWAT


SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI