Anda di halaman 1dari 22

PREPOSISI DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA

INGGRIS

MAKALAH

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi Linguistik Umum

Dosen Pembina

Dr. H. Agus Nero Sofyan, M.Hum.

Oleh

Intan Dwi Persada

180920160015

PROGRAM PASCASARJANA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas


selesainya makalah yang berjudul Kata Depan (Preposisi)". Atas
dukungan moral dan materil yang diberikan dalam penyusunan makalah
ini, maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr. H. Agus
Nero Sofyan, M.Hum sebagai dosen pengamu mata kuliah Morfologi.

Dengan adanya makalah ini, saya berharap makalah ini dapat


bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khususnya bagi para
mahasiswa jurusan linguistik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belum dapat dikatakan


sempurna, oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-
rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Jatinangor, Oktober 2016

Penulis

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................
i

KATA PENGANTAR ......................................................................................


ii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................
1

1.1 Latar Belakang.........................................................................................


1
1.2 Identifikasi Masalah..................................................................................
2
1.3 Tujuan Makalah.........................................................................................
2
1.4 Batasan Makalah......................................................................................
2
1.5 Manfaat Makalah......................................................................................
3

BAB II TEORI KAJIAN..................................................................................


4

2.1 Pengertian Kata Depan (Preposisi) .......................................................


4

2.2 Fungsi dan Jenis Kata Depan dalam Bahasa Indonesia.........................


12

2.3 Fungsi dan Jenis Kata Depan dalam Bahasa Inggris..............................


13

2
BAB III PENUTUP.........................................................................................
16

3.1 Simpulan ..................................................................................................


16

DAFTAR PUSTAKA 17

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di dalam dunia keilmuan, ilmu yang mempelajari sebuah bahasa
adalah linguistik. Salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari
pembentukan kata, perubahan kata adalah morfologi. Menurut Ramlan
(1978:21); morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan
atau mempelajari seluk-beluk kata serta pengaruh perubahan-perubahan
bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.

Kridalaksana (2008) mendefinisikan kata sebagai (1) morfem atau


kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan
terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas, (2) kata
merupakan satuan bahasa yang berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal
(mis. batu , rumah, datang dan sebagainya) atau gabungan morfem (mis.
pejuang, menngikuti, pancasila dan sebagainya), (3) satuan terkecil dalam
sintaksis yang berasal dari leksem yang telah mengalami proses
morfologis.
Menurut pandangan penulis, kata adalah kesatuan bahasa yang
terkecil yang dapat berdiri sendiri dan melambangkan suatu pengertian.
Suatu kata yang sudah diterapkan dalam suatu kalimat maka kata
tersebut tidak mempunyai arti yang lepas lagi, tetapi sudah merupakan
kesatuan yang saling berhubungan mendukung arti atau makna kalimat.
Ramlan (1985:48-77) menyatakan bahwa penggolongan kata yang
dibuatnya didasarkan hasil penelitian yang dilakukannya pada tahun 1982
sampai dengan tahun 1983. Berdasarkan struktur sintaktik, kata bahasa
Indonesia dapat dibedakan menjadi dua belas yaitu: (1) kata verbal; (2)
kata nominal; (3) kata keterangan; (4) kata tamha; (5) kata bilangan; (6)
kata penyukat; (7) kata sandang; (8) kata tanya; (9) kata suruh; (10) kata
penghubung; (11) kata depan; dan (12) kata seruan.

1
2

Kata depan menurut definisi tradisional adalah kata yang


merangkaikan kata-kata atau bagian-bagian kalimat, (Keraf, 1984: 80).

Seiring dengan pendapat diatas preposisi (kata depan) adalah kata


yang dapat menghubungkan kata-kata atau kalimat. Namun sebagian
orang banyak tidak tahu mana sebagai kata depan dan mana sebagai
awalan. Hal ini menarik bagi penulis, yang pada makalah kali ini akan
membahas tentang kata depan (preposisi).

1.2 Identifikasi Masalah


Pada makalah ini, penulis mengidentifikasi masalah sebagai
berikut:

1. Apa pengertian kata depan (preposisi) menurut para ahli?


2. Bagamaimana contoh pengaplikasian data kata depan (preposisi)?

1.3 Tujuan Makalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, tujuan makalah ini


adalah untuk:

1. Mengetahui pengertian kata depan (preposisi) menurut para ahli.


2. Mengetahui bagaimana contoh pengaplikasian data kata depan
(preposisi).

1.4 Batasan Masalah

Pada penyusunan makalah ini, penulis membatasi pembahasan


yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu hanya menjelaskan kata
depan (preposisi) menurut Baddu (1993), dan Sargeant (2007).
3

1.5 Manfaat Makalah

Adapun manfaat pada makalah ini adalah:


1. Untuk penulis, makalah ini menjadikan lebih jauh memahami kata
depan (preposisi).
2. Untuk pembaca, makalah ini menjadikan bahan informasi atau
referensi dalam kajian linguistik.
3. Untuk lembaga, hasil makalah ini dapat memperkaya ilmu
pengetahuan kususnya di perpustakaan dalam kajian lingustik.
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Kata Depan (Preposisi)

Preposisi adalah kategori yang terletak di depan kategori lain


(terutama nomina) sehingga terbentuk frase eksosentris direktif,
(Kridalaksana, 2005: 95). Berbeda dengan Kridalaksana, Alwi (2003 : 230)
mengemukakan bahwa kata depan adalah kata tugas yang bertugas
sebagai unsur pembentuk frase preposisional. Kata depan menurut
definisi tradisional adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian-
bagian kalimat, (Keraf, 1984: 80).

Sargeant (2007 : 101) Prepositions are words that show a connection between
other words. Most prepositions are little words like at, in and on.

Preposisi adalah kata-kata yang menunjukkan hubungan antara kata.


Kebanyakan preposisi adalah kata-kata kecil seperti at, in dan on.

Dari beberapa pendapat di atas maka penulis berkesimpulan


bahwa kata depan adalah kata yang merangkaikan kata benda dan
bertugas sebagai unsur frase preposisi. Kata depan pada umumnya tidak
dapat diberi imbuhan atau tida mengalami perubahan bentuk. Dalam
pemakaiannya biasanya kata depan juga tidak dapat menduduki subjek
atau predikat.

2.2 Fungsi dan Jenis Kata Depan dalam Bahasa Indonesia

Menurut Badudu (1993:149), kata depan atau preposisi dalam


bahasa Indonesia agak terbatas jumlahnya. kata depan itu dapat
digolongkan sebagai berikut:

4
5

1. Kata depan sejati, yaitu: di, ke, dari.


2. Kata depan majemuk, yaitu gabungan kata depan sejati dengan
kata lain, misalnya: di dalam, di luar, di atas, di bawah, ke muka, ke
belakang, dari samping, dari depan, kepada, daripada.
3. Kata depan yang tak tergolong pada 1 dan 2, seperti tentang,
perihal, akan, dengan, oleh, antara, bagi, untuk.

2.2.1 Kata Depan di, ke, dari

Fungsi ketiga buah kata depan ini ialah untuk merangkaikan kata
satu dengan kata lain yang menyatakan tempat, misalnya:

di toko, di rumah, di sawah, dipasar

ke kantor, ke kebun, ke kota, ke stasiun

dari sekolah, dari mesjid, dari desa

Contoh 1 : Ada bungker di rumah mewah Dimas Kanjeng, ini fungsinya.

Contoh 2 : Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Contoh 3 : Tujuan dari sekolah adalah mengajar tentang mengajarkan


anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa.

Kata depan di dan ke walau terdiri atas satu suku kata saja,
dituliskan terpisah dari kata yang diikutinya. Dengan demikian dapat kita
bedakan, mana kata depan dan mana kata awalan yang dituliskan
serangkai dengan kata yang dilekatinya, misalnya:

dipukul, diambilnya, dikatakan

ketua, kekasih, kehendak

Contoh 4 : Gambang adalah alat musik tradisional yang terdiri dari 18


bilah bambu yang dimainkan dengan cara dipukul.

Contoh 5 : Kekasih Bayangan, album musik karya Trie Utami tahun 2007.
6

Kata kepada dan daripada kata itu diserangkaikan karena sudah


dianggap sudah senyawa. Kata Keluar sebagai lawan kata masuk
dituliskan serangkai sedangkan ke luar lawan ke dalam dituliskan terpisah.

Contoh 6: Air tersebut pada akhirnya akan menyembur keluar dari bawah
tanah menuju permukaan dalam bentuk mata air.

Contoh 7: Lebih dari 32 negara sudah pernah mengirimkan


antariksawannya ke luar angkasa.

2.2.1.1 Bilamana Kata depan pada menggantikan di?


1) Kata benda abstrak (tanpa wujud)
Misalnya: pada pendapat saya, pada pengertianku, dan lain-
lain

Di sini, pada dapat diganti dengan menurut, sehingga menurut


pendapat saya, menurut pengertianku, dan lain-lain.

2) Kata ganti orang


Contoh: Anaknya dititipkan pada kami ketika dia bekerja.

3) Kata bilangan
Misalnya: pada seorang murid, pada suatu tempat, pada
sebuah rumah, dan lain-lain.

4) Kata keterangan yang menyatakan waktu


Misalnya: pada bulan puasa, pada hari itu, pada malam ini,
dan lain-lain.

Dalam bahasa Indonesia kini, aturan-aturan tersebut sering


diabaikan. Penggunaan kata depan pada diganti dengan di,
terutama di daerah Jawa Barat.

Kata depan pada digunakan dengan empat aturan berdasarkan


makna preposisi itu:
7

1) Menyatakan tempat berada, digunakan di depan kata benda


yang menyatakan orang
Contoh: Bukunya dititipkan teman pada sekelasnya

2) Menyatakan tempat, digunakan di depan kata benda atau


frase benda, sekaligus sebagai varian dari kata depan di
Contoh: Pedrosa bekerja pada Repsol Honda

3) Menyatakan waktu tertentu atau saat, dipakai di depan kata


benda waktu yang menyatakan saat atau masanya sangat
terbatas
Contoh: Jembatan itu boleh digunakan pada bulan Maret

4) Preposisi pada tidak digunakan di depan obyek untuk kalimat


yang predikatnya mengandung pengertian tertuju terhadap
sesuatu yang bercorak human (manusia), pada harus diganti
dengan kepada
Contoh: Ia mengembalikan barang pinjaman itu pada
pemiliknya

2.2.1.2 Kata Depan kepada

Seperti juga kata depan di maka kata depan kepada dipakai bila
menghadapi kata ganti orang (obyek yang berkepentingan).

Misalnya :
1. Hal itu sudah dikatakannya kepada saya.
2. Ia telah mengirimkan surat kepada orang tuanya mengabarkan hal
itu.
3. Guru memperhatikan gambar itu kepada murid-muridnya.

Pada kata-kata kepadaku, kepadamu, kepadanya, sering juga kata depan


dihilangkan saja menjadi: padaku, padamu, padanya, seperti juga kata-
kata: di dalam, di antara, menjadi dalam, atau antara saja.
8

2.2.1.3 Kata Depan dari


1. Menghadapi akhiran kata ganti ku, -mu, dan nya, dipakai kata
depan daripada misalnya : daripadaku, daripadamu, daripadanya.
Jadi bukan : dariku, darimu, darinya.
2. Selain daripada berfungsi merangkaikan tempat, kata dai juga
dipakai dalam pengertian seperti di bawah ini:
a. Menyatakan asal/bahan : Cincin itu terbuat dari emas.
b. Menyebabkan sebab : Dari takutnya dia pun menangislah.
c. Menyatakan pengertian sejak : Dari bogor perutku sudah sakit.
d. Mengatakan arti di antara : Seorang dari penjahat itu tertembak.
e. Menyatakan arti mewatasi (=tentang) : Dia menulis karangan dari
hal bercocok tanam.
f. Mengatakan perbandingan (+pada) : Daripada hidup bercermin
bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.
3. Pemakaian dari pengaruh bahasa Belanda seperti sudah pernah
disinggung di depan ialah dalam hubungan posesif. Bahasa
Belanda het huis van mijn oom jangan diterjemahkan ke bahasa
Indonesia dengan rumah dari paman saya sebab tidak menurut
struktur bahasa Indonesia. Cukup bila diterjemahkan (dikatakan)
rumah paman saya. Hubungan posesif dalam bahasa Indonesia
tidak dinyatakan dengan kata dari.
Sepeda adik, bukan : sepeda dari adik.

2.2.2 Kata Depan Majemuk


Yang dimaksud dengan kata depan majemuk ialah kata depan
sejati di, ke, dari yang dirangkaikan dengan kata-kata lain yaitu kata
benda yang berfungsi penghubung terutama kata: atas, bawah, depan,
hadapan , muka, belakang, dalam, samping, tengah.
Contohnya :
1. Buku itu terletak di atas meja.
2. Pakaian itu disimpannya di dalam lemari.
3. Ayahku kemarin pergi ke luar kota.
4. Tampak seseorang keluar dari dalam rumah itu
Kata depan di pada kata depan majemuk seperti itu biasanya
dihilangkan saja, seperti ke yang sudah diterangkan di depan.
9

Contohnya:
1. Pakaian itu disimpannya dalam lemari. (=di dalam)
2. Dia duduk dekat ibunya. (=di dekat)
3. Ombak membubung atas segera. (=di atas)
Apabila kata depan majemuk ini didahului oleh kata sandang yang,
maka gabungan kedua kata itu, misalnya dalam kedudukannya sebagai
subyek atau obyek, berfungsi sebagai kata benda.
Contohnya:
1. Yang di dalam sedang diperiksa.
2. Yang di luar menunggu giliran dipanggil.
3. Yang di tengah itu perahu Bugis.
Contoh 8 : Kalau yang di luar negeri kan itu mereka belum wajib masuk
data rekam yang sekarang.

2.2.3 Kata Depan Golongan ketiga


Selain daripada kata depan sejati dan kata depan majemuk
sebagai sudah dikatakan di depan pasal kata depan ini, ada lagi kata
depan lain seperti: tentang, hal, perihal, perkara, akan, dengan, untuk,
bagi buat, guna, oleh.

2.2.3.1 Kata Depan: tentang, hal, perkara, akan


Kata-kata di atas ini biasanya dipakai sebagai pengantar obyek.
Dalam kalimat pasif sebagai pengantar subyek.
Contohnya :
1. Saya akan menceritakan kepadamu tentang peristiwa itu.
2. Aku mengerti akan maksudmu itu, tetapi berilah aku waktu
untuk mempertimbangkannya.
3. Cobalah kujelaskan kepadaku perkara pembunuhan itu.
4. Perihal pemerasan itu polisi sedang menggadakan pengusutan.

2.2.3.2 Kata Depan dengan


Kata dengan dipakai dalam kalimat:

1) Di depan obyek penyerta dan arti lawan atau kawan:


10

Contoh: Dua ja saya berdebat dengan dia.

2) Menyatakan alat
Contoh: Adik sudah dapat menulis dengan pena

3) Untuk menyatakan keadaan:


Contoh: Ia menyambut hadiah itu dengan tersenyum.

2.2.3.3 Kata Depan oleh


a. Oleh
Kata oleh berfungsi menghubungkan kata kerja dengan
obyek pelaku secara eksplisit. Pemakaian kata depan oleh dalam
kalimat, tidak merupakan suatu keharusan bersifat fakultatif. Kata
oleh yang terletak sesudah kata kerja berawalan di- dalam kalimat
dan langsung diikuti gatra yang berperan sebagai pelaku (agentif),
boleh dipakai, boleh tidak.

Contoh:

1. Buku itu dibeli (oleh) Amir


2. Pakaian itu dimasukkan (oleh) Yusro ke dalam lemari

Namun, ada juga kata oleh yang tidak boleh dihilangkan.


Harus ada dalam kalimat. Karena apabila dihilangkan, maksudnya
akan berbeda dengan maksud yang sebenarnya. Kata depan oleh
yang tidak dapat dihilangkan, yaitu:

1) Sebagai penunjuk pelaku


Contoh: Ikan yang di situ telah dimasak oleh ibu

2) Sama artinya dengan sebab atau karena


Contoh: Oleh gemasnya, dicubitlah anak itu

3) Menyatakan hubungan kekerabatan


Contoh: Apakah olehmu anak itu?
11

Pemakaian dengan bentuk seperti ini sudah jarang kita jumpai


dalam bahasa Indonesia dewasa ini.

4) Bersinonim dengan pada, kepada


Contoh: Tak tampak oleh dia burung Kutilang itu

5) Bersinonim dengan kata dengan


Contoh: Pohon itu sarat oleh buah

Selain itu, ada beberaopa bentuk kalimat tertentu yang


mengharuskan hadirnya kata oleh, yakni:

1) Apabila kata kerja dan obyek pelaku diantarai oleh kata lain
Contoh: Surat itu telah dikirimkan dengan pos oleh adik

2) Apabila kata oleh dipakai memulai kalimat


Contoh: Oleh adik dikirimkannya surat itu dengan pos

3) Apabila kata oleh menghubungkan kata kerja berawalan ter-


dengan pelengkap pelaku
Contoh: Bukunya terbawa oleh saya

4) Apabila kata oleh mengikuti kata kerja aus


Contoh: Tampak oleh kami kapal terbang itu terbakar, lalu jatuh

5) Apabila kata oleh mengikuti kata kerja bersimulfiks ke-an


Contoh: Dustanya ketahuan oleh guru

2.2.3.4 Kata Kerja dengan Fungsi Kata Depan

Beberapa kata kerja tertentu dipakai orang juga sebagai kata


depan sebagai terlihat dalam contoh-contoh di bawah ini.

1. Setelah dua jam berunding mengenai perkara itu didapatlah


kata sepakat (=tentang perihal).

2. Kapal itu memutar haluan menuju pulau itu. (=ke)


12

3. Menjelang Ayahanda Ramli Rasyid, Jalan Supratman no. 19 .


(alamat surat =kepada; kata-kata lain yang bisa dipakai juga
ialah: mendapatkan,menemuai,menghadap).

2.3 Fungsi dan Jenis Kata Depan dalam Bahasa Inggris

Menurut Sargeant (2007 : 101) kata depat (preposisi) dibagi


preposisi menunjukan lima yaitu, menunjukan tempat, waktu, arah,
preposisi khusus, preposisi adjective, noun dan verb.

2.3.1 Prepositions of Place (Preposisi Menunjukan Tempat)

Some prepositions show where something happens. They are


called prepositions of place.

Beberapa preposisi menunjukkan di mana sesuatu terjadi. Semua


itu sebut preposisi tempat.

Preposisi yang biasanya menunjukan tempat adalah: under,


underneath,over, inside, beside, in front of, on top of, in the middle of,
behind, dan lain-lain.

1. Sally was sitting under a tree.

2. John and Sarah were hiding inside the wardrobe.

2.3.2 Prepositions of Time (Preposisi Menunjukan Waktu)

Some prepositions show when something happens. They are called


prepositions of time.

Beberapa preposisi menunjukkan ketika sesuatu terjadi. Semua itu


disebut preposisi waktu.

Preposisi yang biasanya menunjukan tempat adalah: in, on, at,


past, during, by, before , until, dan lain-lain.

1. School starts at nine oclock.


13

2. I brush my teeth in the morning and at night.

2.3.3 Prepositions of Direction

Some prepositions show where something is going. They are called


prepositions of direction.

Beberapa preposisi menunjukkan di mana ada sesuatu yang


terjadi. Semua itu disebut preposisi arah.

Preposisi yang biasanya menunjukan arah adalah: after, down,


along, through, towards, past, away from, out of, dan lain-lain.

1. The boys chased after each other.

2. The football rolled down the hill.

2.3.4 Prepositions with Special Uses (Preposisi Khusus)

Many prepositions are used in other ways. Here are some of them.

Banyak preposisi yang digunakan dengan cara lain. Berikut adalah


beberapa dari preposisi khusus.

of

1. I bought a bag of rice and a quart of milk.

2. Would you like a glass of orange juice?

for

1. I made this bookmark for Mom.


2. Is there room for me on this seat?

with

1. He pounds nails in with a hammer.


2. Mix the flour with water.
14

except and instead of

1. I like all kinds of food except pasta.


2. We could watch TV instead of reading our books.

like, as and than

The words like, as and than are used to compare things.

1. Kathleen looks like her dad.


2. Sue is nearly as tall as the teacher.
3. My backpack is bigger than Johns.

2.3.5 Prepositions with Adjectives, Verbs or Nouns

(preposisi dengan ajektiva, verba dan nomina)

a. Prepositions are used with some adjectives. The adjectives in


these examples :

1. Dad was angry with us.


2. We were afraid of the big dog.

b. Prepositions are used with some verbs. The verbs in these


example:
1. Im looking for my pencil. Have you seen it?
2. Can you think of another word for pleased?
c. Prepositions are used with some nouns. The nouns in these
example:
1. Congratulations on winning the competition!
2. Traffic can cause damage to the environment.
15
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Dari beberapa pendapat di atas maka penulis berkesimpulan bahwa


kata depan adalah kata yang merangkaikan kata benda dan bertugas
sebagai unsur frase preposisi. Kata depan pada umumnya tidak dapat
diberi imbuhan atau tida mengalami perubahan bentuk. Dalam
pemakaiannya biasanya kata depan juga tidak dapat menduduki subjek
atau predikat.

Semua contoh-contoh di atas, cukup dimengerti dan cukup jelas


untuk membedakan kata depan dan kata awalan. Pada dasarnya memang
kita harus memahami konteks kalimat dan menghafalkan beberapa bentuk
kata depan yang sesuai dengan EYD. Hal tersebut sangat bermanfaat,
agar kita bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penulis beranggapan bahwa makalah ini belum cukup sempurna


perlu penambahan contoh-contoh dan referensi pendapat para ahli dari
dalam negeri maupun dari luar negeri.

16
DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.

Badudu, JS. 1985. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung: CV Pustaka


Prima.

Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia.


Jakarta: Gramedia.

Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Nusa Indah.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik Indonesia. Jakarta:


Gramedia.

Ramlan.M,1983, Morfologi Suatu Tinjauan deskriptif, Yogyakarta:

Karyono.

Sargeant, Howard. 2007. Basic English Grammar book 2. United States:


Saddleback Educational Publishing.

17
KORPUS

No. Data Sumber


1. Ada bungker di rumah mewah Dimas https://m.tempo.co/read/news/2016/09
Kanjeng, ini fungsinya. /28/058808090/ada-bungker-di-rumah-
mewah-dimas-kanjeng-ini-fungsinya
diakes pada tanggal 29 Oktober 2016
pukul 13.02 (GMT+7)
2. Urbanisasi adalah perpindahan https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
penduduk dari desa ke kota. diakes pada tanggal 29 Oktober 2016
pukul 13.18 (GMT+7)
3. Tujuan dari sekolah adalah mengajar https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah
tentang mengajarkan anak untuk diakes pada tanggal 29 Oktober 2016
menjadi anak yang mampu pukul 13.21 (GMT+7)

memajukan bangsa.
4. Gambang adalah alat musik https://id.wikipedia.org/wiki/dipukul
tradisional yang terdiri dari 18 bilah diakes pada tanggal 29 Oktober 2016
bambu yang dimainkan dengan cara
pukul 13.46 (GMT+7)
dipukul.
5. Kekasih Bayangan, album musik https://id.wikipedia.org/wiki/kekasih
karya Trie Utami tahun 2007 . diakes pada tanggal 29 Oktober 2016
pukul 13.48 (GMT+7)
6. Air tersebut pada akhirnya akan https://id.wikipedia.org/wiki/Mata_air
menyembur keluar dari bawah tanah diakes pada tanggal 29 Oktober 2016

menuju permukaan dalam bentuk pukul 14.03 (GMT+7)

mata air.
7. Lebih dari 32 negara sudah pernah https://id.wikipedia.org/wiki/Antariksaw
mengirimkan antariksawannya ke an

luar angkasa. diakes pada tanggal 29 Oktober 2016


pukul 14.08 (GMT+7)
8. Kalau yang di luar negeri kan itu https://kopisruput.net/2016/08/26/wni-
mereka belum wajib masuk data di-luar-negeri-ngurus-e-ktp-nya-saat-
rekam yang sekarang. pulang-ke-tanah-air/ diakes pada
tanggal 29 Oktober 2016 pukul 16.11
(GMT+7)

18