0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
274 tayangan37 halaman

Spesifikasi Alat Lengkap

Bab VI menjelaskan spesifikasi alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi markisa, diantaranya mesin pencucian, pengupas sabut, pencuci daging, pemotong, dan juicer markisa. Juga terdapat penjelasan mengenai mesin pencampuran yang digunakan untuk mencampur bahan secara homogen dengan volume 0,733 m3 dan daya pengaduk 0,989HP.

Diunggah oleh

pramudyadhe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
274 tayangan37 halaman

Spesifikasi Alat Lengkap

Bab VI menjelaskan spesifikasi alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi markisa, diantaranya mesin pencucian, pengupas sabut, pencuci daging, pemotong, dan juicer markisa. Juga terdapat penjelasan mengenai mesin pencampuran yang digunakan untuk mencampur bahan secara homogen dengan volume 0,733 m3 dan daya pengaduk 0,989HP.

Diunggah oleh

pramudyadhe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB VI

SPESIFIKASI ALAT DAN MESIN

A. Spesifikasi Alat dan Mesin Proses


1. Mesin Pencucian Markisa

Gambar 6.1 Washing Machine


Tabel 6.1 Spesifikasi Washing Machine

Spesifikasi Washing Machine


Washing Machine berfungsi untuk mencuci buah hingga
Fungsi bersih agar tidak ada kotororan yang menempel dan tidak
mengontaminasi produk jadi
Brush Type Fruit and Vegetables Processing Machine
SLFW 2000. Washing Machine ini cocok digunakan untuk
membersihkan berbagai macam bentuk buah, seperti
Tipe
markisa, nanas, wortel, mangga, dan seterusnya. Mesin ini
mampu memberikan performa terbaik dengan energi yang
lebih irit.
Jumlah 1 buah
Bahan konstruksi Stainless steel
Kapasitas 1000 kg/jam
Kemampuan pompa
75 kW, flow 3 ton/jam
Voltase
220v 60Hz
Certification ISO
Daya 750 watt
Berat mesin 350 kg
Dimensi mesin:
Panjang 6m
Lebar 1m
Tinggi 1,3 m
Harga Rp. 109.800.000,00
Sumber: www.alibaba.com

2. Mesin Pengupas Sabut Siwalan

Gambar 6.2 Mesin Pengupas Sabut Siwalan


Tabel 6. Spesifikasi Mesin Pengupas Sabut Siwalan
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Mengupas sabut buah siwalan
Model QINGDAO/SHENZEN
Power supply AC 220 v, 50 Hz
Daya 0,8 Kw
Ukuran (300 x 420 x 870) mm
Berat 50,5 kg
Kecepatan rotasi 18110 rpm
Kisaran pengupasan 100-160 mm
Kapasitas 1000 kg/jam
Tekanan operasi 70-100 psi
Kebisingan 50 db
Harga Rp 39.000.000,00
Sumber: www.alibaba.com
3. Mesin Pencuci Daging Buah Siwalan

Gambar 6.3 Mesin Pencuci Daging Buah Siwalan

Gambar 6.3 Mesin Pencuci Daging Buah Siwalan


Tabel 6.3 Spesifikasi Mesin Pencuci Daging Buah Siwalan
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Mencuci daging buah siwalan
Model HS800
Power 1.1 Kw/380 V
Ukuran (1350 x 780 x 780) mm
Berat 150 kg
Bahan Food grade 304 stainless steel
Kapasitas 100 kg/jam
Harga Rp 19.500.000,00
Sumber: www.alibaba.com

4. Mesin Pemotong Buah Siwalan

Gambar 6.4 Mesin Pemotong Daging Buah Siwalan


Tabel 6.4 Spesifikasi Mesin Pemotong Buah Siwalan
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memotong daging buah siwalan menjadi
bagian yang lebih kecil berbentuk kubus
Model ZH-QD113
Tegangan 220 V/380 V
Daya 0,75 Kw
Ukuran (800 x 700 x 12600) mm
Berat 100 kg
Kapasitas 100 kg/jam
Ukuran cutting 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 15, 20 mm
Harga Rp 57.850.000,00
Sumber: www.alibaba.com

5. Mesin Juicer Markisa

Gambar 6.5 Mesin Juicer Markisa


Tabel 6.5 Spesifikasi Mesin Juicer Markisa
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Mengambil sari buah markisa
Model GZJ-I
Power 2.2 kW
Kapasitas 1 1,5 ton/jam
Harga Rp 169.000.000,00
Sumber: www.alibaba.com
Perhitungan :
Massa markisa = 8826 kg/hari
= 1000 kg/jam
Rho markisa = 997,51 kg/m3
Rate volumetric = massa markisa / rho markisa
= 1,002496 m3/jam
= 35,37569 ft3/jam
Panjang mulut inlet = 60 cm
Lebar = 60 cm
Tinggi = 15 cm
Faktor keamanan inlet = 20%
Volume inlet = 100/80 x rate volumetric
= 100/80 x 35,37569 ft3/jam
= 44,21961 ft3
Dimensi inlet
Volume balok = 16 t3
Volume conis = (1/3 x 4 x 4) x (4/1)
= 21,3333 t3
T3 = 1,184454 ft3
T = 1,05805 ft
= 0,322578 m
Panjang = 4 x 0,322578 m
= 1,290313 m
Lebar = 1,290313 m

Dimensi balok
Tinggi : lebar : panjang = 0,5 p : 0,5 p : 1 p
Faktor keamanan = 20%
Volume balok =pxlxt
= 0,25 p3
P3 = 176,8784 ft3
P = 5,613387 ft
= 1,7114099 m
Silinder
Diameter = 25 cm
Kecepatan = 100 rpm
Panjang = 50 cm
Jarak tengah antar dua silinder = 3 cm
Daya motor = 2,2 kW

6. Mesin Pencampuran (Mixing)

Gambar 6.6 Mixer


Tabel 6.6 Spesifikasi mesin mixing
Spesifikasi Keterangan
Fungsi mengaduk dan mencampur bahan sehingga
homogen
Jumlah 1 unit
Tipe mixer mixed flow
Volume mixer 0,733m3
Diameter 0,854meter
Tinggi 1,280meter
ID 33,603inchi
Tebal shell 0,146inchi
OD 33,895inchi
Bahan stainless steel
Pengaduk
Tipe propeller dengan 4 blade paddle
Jumlah 1 buah
Diameter 0,284 meter
Power pengaduk 0,989HP
Sumber :Perhitungan Spesifikasi Mesin Pencampur dan alibaba.com
(2014)

Kondisi operasi :
Proses : batch
Suhu : 250C2
P : 1 atm
Waktu proses : 15 menit (0,25 jam)

d1

hd th

ts
Keterangan :
Ds : Diameter shell
Hs : Tinggi shell
hd : Tinggi dish
th : Tebal dish
d1 : Diameter inlet air
d2 : Diameter outlet
Hs Da : Diameter impeler
pb : panjang blade
pb lb : lebar blade
lb
Da
Ds

hd
th

d2

Gambar 6.6 Mesin Mixing


Perhitungan :
1. Densitas
sari buah = 1007 kg/m3(perhitungan neraca energi BAB V)
2. Volume total
Massa dalam satu hari = 8859,2 kg
Massa dalam satu shift = 8859,2 kgx 1/3 = 2953,067 kg
Dalam satu shift 5 x mixing =2953,067 kg x 1/5 = 590,613 kg
massa
Volume setiap mixing =
590,613 kg
= 1007 kg/m3
= 0,5865 m3
= 586,5 liter
a. Volume Mixer:
Volume mixer dengan 20% faktorkeamanan, maka
100 x volume total
Volume mixer = (10020)

= 100/80 x 0,5865
= 0,733125m3
= 25,879 ft3
b. Dimensi Tangki
Direncanakan H = 3/2D
Volume flange dan dished head = 0,000049D3(Brownell, hal 88)
x D2 x H
Volume sheel = (Brownell ,hal 41)
4

Volume mixer = volume shell+ volume flange&dished head


3D 2 D
8
0,733125m3 = + 2 x 0,000049D3
D3 = 0,62205
D = 0,854meter
H = 3/2 D
= 1,280meter
c. Menentukan tinggi liquid
Karena reaktor dilengkapi pengaduk, maka direncanakan volume liquid
menempatimixer 80% dari volume mixer, sehingga :
Volume liquid = 80% x volume mixer
= 0.8 x 25,879 ft3
= 20.703 ft3
Volume liquida = volume shell + volume flange&dished head
x D2 x HL
3
20.703 ft = 4 + 0,000049D3
20.703 ft3 = 5,155 HL + 0.001076
HL = 3,363 ft = 1,025 meter
d. Tekanan (P) Design
Poperasi = 1 atm = 14,7 psi
( HL1)
P hidrostatik = 144 = 1,032lb.ft/in2

= 1,032 psi
P design = 1,05 ((P operasi + P hidrostatik)
= 1,05 (14,7 + 1,032psi)
= 16,518 psi

e. Tebal Shell
PR
ts C
fE 0.6 P
(Brownell, 254)
Dimana ; ts = tebal shell
P = tekanan design
R = jari-jari shell
f = tegangan maksimum yang diijinkan
E = faktor pengelasan
C = faktor korosi
Untuk menentukan tebal shell, dibutuhkan data-data sebagai berikut:
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA 212 grade A (Brownell, hal
251)
Tegangan maximum (f) : 16250 (Brownell, hal 251)
Pengelasan : Double welded butt joint
Faktor pengelasan (E) : 0,8 (Brownell,254)
Faktor korosi (C) : 0,125
Sehingga:
PR
ts C
fE 0.6 P
= 0,146inchi
ID = D = 33,603inchi
OD = ID + 2(ts) = 33,603+ 2 (0,146) = 33,895inchi
ID = OD- 2 (ts) = 33,895 2 (0,146) = 33,603inchi
f. TebalFangedanDished Head
rc = radius crown = ID = 33,603inchi
inside radiuspada shell(ri) = 6% rc= 2,016inchi
Menentukanstress-intensification faktor untuktorispherical dish head:
rc 33,603
ri 2,016
W = 1/4 (3 + ) = 1/4 (3 + )
= 1,7706inchi
Prc W
C
2 fE - 0,2 P
th
=0,163 inchi
OD = ID + 2th
= 33,603+ 2 (0,163) inchi
= 33,930inchi
g. Tenaga Pengaduk (N)
Direncanakan menggunakan pengaduk jenis propeller dengan 4 buah baffle
( larutan 0,0102, karena larutan< 3 kg/m.s)
Da = 1/3 Dt (Geankoplis, 144)
C/Dt = 1/3 (Geankoplis, 144)
W/Da = 1/5 (Geankoplis, 144)
J/Dt = 1/12 (Geankoplis, 144)
L/Da = (Geankoplis, 144)
Dimana : Da = Diameter pengaduk
Dt = Diameter tangki
C = Jarak pengaduk ke dasar tangki
W = Lebar pengaduk
J = Lebar baffle
L = Panjang pengaduk
Sehingga:
Dt = 0,854meter
Da = 1/3 Dt
= 1/3 x 0,854meter
= 0,284 meter
C = Da x 1
= 0,284x 1
= 0,284 meter
Nref = 400 rpm
= 400 / 60 = 6,667 rps
400
x Da
N alat =
400
447 rpm
3,14 x 0,284
=
.N .Da 2

=7,455 rps
Nre =

= 52879,85( karena Nre > 104, maka termasuk turbulen)

Np = 0,9 (Figure 3.4-4 Geankoplis, hal 145)


P

N 3 Da
5

Np
P = 700,375 W
= 0,939 HP
motor = 95% (Peter, hal 521)
Power pengaduk = P/ motor x 100%
= 0,989HP

h. DesainTutup
Dari gambar 5.8 Brownell & Younghalaman 87
Diketahui : icr = 3,625
Sf = 1,5
Ditentukan:
A = ID = 33,603/2 = 16.803in
AB = A icr
= 16,803 3,625 = 13,179in
BC = ID icr
=33,603 3,625 = 29.983 in
BC 2 AB 2
AC = = 26.931in
b = ID AC = 6,67in
OA = ts + b + sf
= 0,144 + 6,67 + 1,5
= 8,322 in

7. Mesin Filling
Gambar
6.7 Mesin Pengemas Primer
Tabel 6.7 Spesifikasi Mesin Pengemas Primer
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Untuk memasukkan sari buah ke dalam botol
kemasan
Jumlah 1 unit
Bahan Stainless steel
Tipe Filling machine
Ukuran (2,75 x 2,18 x 2,) m
Berat 5500 kg
Kapasitas 5000 kg/jam
Daya 6,6 kW
Bahan kemasan Plastic
Harga Rp 171.600.000
Sumber: alibaba.com (2014)

8. Mesin Labelling
Gambar 6.8 Mesin Labelling
Tabel 6.8 Spesifikasi Mesin Labelling
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Untuk melapisi botol pengemas
menggunakan plastic label
Jumlah 1 unit
Bahan Stainless steel
Tipe Labeling
Ukuran (2 x 1,2 x 1,35) m
Berat 250 kg
Kapasitas 30 botol/menit
Daya 1,5 kW
Bahan kemasan Plastik
Harga Rp 57.200.000
Sumber: alibaba.com (2014)

9. Pasteurisasi

Gambar 6.9 Mesin Pasteurisasi

Tabel 6.9 Spesifikasi Mesin Pasteurisasi


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Mempasteurisasi produk sari buah
Jumlah 1 unit
Bahan Stainless steel
Tipe BWPS
Kapasitas 100-400 botol/menit
Daya 3,55 kW
Harga Rp 390.000.000

Sumber: alibaba.com (2014)


10. Metal Detector

Gambar 6.10 Metal detector


Tabel 6.10 Spesifikasi Metal Detector

Spesifikasi Metal Detector


Fungsi Metal detector mendeteksi logam, produk kimia hingga produk
yang terbuat dari karet dalam kemasan makanan atau bahan
makanan yang belum dikemas
Tipe Metal detector and Check Weigher for Food Industry. Metal
detector ini dikombinasikan dengan alat pengecek berat
makanan sehingga dapat meminimalisir produk yang beratnya
tidak sesuai. Metal detector ini dilengkapi dengan alarm dan
lampu sebagai penanda apabila ada produk reject. Panel untuk
pengatur kecepatan serta mengatur sistem penolakan produk
reject, dapat dipilih air blast/air pusher/swing arm.
Jumlah 1 buah
Bahan konstruksi Stainless steel
Kecepatan belt 20-35 m/s
Kecepatan sortir 5000 pcs/jam
Lebar belt 600 mm
Daya 300 W
Berat mesin 260 kg
Dimensi mesin:
Panjang 1630 mm
Lebar 880 mm
Tinggi 750 20 mm
Harga Rp 70.000.000,00
Sumber: www.alibaba.com

B. Spesifikasi Alat dan Mesin Material Handling

Ga
mbar 6.11 Belt conveyor
Tabel 6.11 Spesifikasi Belt conveyor
Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memindahkan botol dari mesin pengemas
primer menuju pengemas sekuder
Jumlah 1 unit
Bahan Stainless steel
Tipe Belt conveyor
Sudut maksimal belt 18
Panjang belt 3,654 m
Kecepatan 100 ft /menit
Power 0,0297 HP
Harga Rp 24.000.000,00
Sumber: alibaba.com (2014)
Bahan yang diangkut = 9911,33kg/24 jam
= 412,972 kg/jam
= 0,413 ton/jam
Densitas = 974 kg/m3
9911,33 kg /hr
Volume = 974 kg/m3 = 10,175 m3/hari

Sudut maksimal belt = 30, diambil sudut belt 18


Tinggi = 1,25 m
= 4,1ft
1,25
H (panjang belt) = sin18

= 3,654 m
= 11,988 ft

HP = TPH x H x 0,002 x C (Perry, fig.13, hal 1355)


Faktor keamanan = 20%
TPH = ((100+20)/20) x 0,413 ton/jam
= 0,496 ton/jam
HP = 0,496 ton/jam x 11,988 ft x 0,002 x 2,5
= 0,0297 Hp
Lebar belt = 14 in = 0,36 m (Tabel 21-7, Perry ed 7, hal 1677)
Kecepatan belt = 100 ft/menit (Tabel 21-7, Perry ed 7, hal1677)
Kapasitas maksimum = 32 ton/jam (Tabel 21-7, Perry ed 7, hal 1677)

C. Spesifikasi Alat dan Mesin Utilitas

Gambar 6.12 Mesin Water Treatment


Tabel 6.12 Spesifikasi Water Treatment
Spesifikasi Keterangan
Fungsi mengolah air untuk proses pencampuran agar
memiliki kualitas yang lebih baik
Jumlah 1 unit lengkap
Bahan 304 Stainless steel
Sistem operasi Otomatis
Harga Rp 65.000.000,00
Sumber: alibaba.com (2014)
Perhitungan :
A. Tangki
1. Tangki 1
Menentukan volume tangki
Massa : 5300,8969 kg
Densitas : 1000 kg/m3
Volume : 5,3008 m3 = 5300,8969 L
Faktor keamanan : 20%
Volume tangki : 100/80 x 5,3008 = 6,626 m3 = 233,819 ft3
Menentukan dimensi tangki
Direncanakan tinggi silo (H) = 3D silo
Volume flange dan dished head = 0,000049D3 (Brownell, hal 88)
x D2 x H
Volume sheel = 4 (Brownell, hal 41)

22 /7 x D2 x 2 D
= 4 = 2,357 D3

Volume tangki = volume sheel + Volume flange dan dished head


x D2 x 2 D
233,819 ft3 = 4 + 2 x 0,000049D3

D3 = 99,1922 ft3
D = 4,6291 ft
= 1,4113 m
= 55,5487 inch
H = 3 x 1,4113 m
= 4,2339 m = 13,8872 ft
Menentukan dimensi tutup silo
D tutup = D silo = 1,4113 m = 55,5487 inch
Direncanakan H tutup silo = D tutup silo
H tutup = x 1,4113 m
= 0,3528 m

Menentukan tekanan desain


Poperasi = P luar = 1 atm = 14,7 psi
P design = 1,05 (P operasi)
= 1,05 (14,7 psi)
= 15.435 psi
Menentukan tebal bagian silinder
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)

Untuk menentukan tebal silinder, dibutuhkan data-data :


Ts = tebal silinder
ID = inside diameter
f = allowable stress = 16250 psi (Brownell, hal 251)
E = pengelasan double welded butt joint = 0,8 (Brownell, hal 254)
C = faktor korosi = 0,125 inch
P = tekanan design
Bahan yang digunakan: Carbon steel SA 212 grade A (Brownell,
hal 251)
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)

15,435 x 55,5486
+0,125
ts = 2 x (16250 x 0,8+0,6 x 15,435)

= 0,158 inch
OD (Diameter luar) = Diameter dalam(ID) + 2 x tebal silinder (ts)
= 55,5486 + (2x 0,158)
= 55,8647 inch
2. Tangki 2
Menentukan volume tangki
Massa : 5298,2478 kg
Densitas : 1000 kg/m3
Volume : 5,2982 m3 = 5298,2478 L
Faktor keamanan : 20%
Volume tanki : 100/80 x 5,2982 = 6,6228 m3 = 233,7031 ft3
Menentukan dimensi tangki
Direncanakan tinggi silo (H) = 3D silo
Volume flange dan dished head = 0,000049D3 (Brownell, hal 88)
x D2 x H
Volume sheel = 4 (Brownell, hal 41)

22 /7 x D2 x 2 D
= 4 = 2,3571 D3

Volume tangki = volume sheel + Volume flange dan dished head


x D2 x 2 D
233,7031 ft3 = 4 + 2 x 0,000049D3

D3 = 99,1426 ft3
D = 4,6283 ft
= 1,4111 m
= 55,5394 inch
H = 3 x 1,4111 m
= 4,2332 m = 10,9095 ft
Menentukan dimensi tutup silo
D tutup = D silo = 1,4111 m = 55,5394 inch
Direncanakan H tutup silo = D tutup silo
H tutup = x 1,4111 m
= 0,3528 m
Menentukan tekanan desain
Poperasi = P luar = 1 atm = 14,7 psi
P design = 1,05 (P operasi)
= 1,05 (14,7 psi)
= 15.435 psi
Menentukan tebal bagian silinder
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)

Untuk menentukan tebal silinder, dibutuhkan data data :


Ts = tebal silinder
ID = inside diameter
f = allowable stress = 16250 psi (Brownell, hal 251)
E = pengelasan double welded butt joint = 0,8 (Brownell, hal 254)
C = faktor korosi = 0,125 inch
P = tekanan design
Bahan yang digunakan: Carbon steel SA 212 grade A (Brownell, hal 251)
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)
15,435 x 12,4961
+0,125
ts = 2 x 16250 0,8

15,435 x 55,5394
+0,125
2 x (16250 x 0,8+0,6 x 15,435)

= 0,15799 in
OD (Diameter luar) = Diameter dalam(ID) + 2 x tebal silinder (ts)
= 55,5394 inch + (2x 0,1799)
= 55,8554 inch
3. Tangki 3
Menentukan volume tangki
Massa : 5295,6 kg
Densitas : 1000 kg/m3
Volume : 5,2956 m3 = 5295,6 L
Faktor keamanan : 20%
Volume tangki : 100/80 x 5,2956 = 6,6195 m3 = 233,5863 ft3
Menentukan dimensi tangki
Direncanakan tinggi silo (H) = 3D silo
Volume flange dan dished head = 0,000049D3 (Brownell, hal 88)
2
xD xH
Volume sheel = 4 (Brownell, hal 41)
2
22 /7 x D x 2 D
= 4 = 2,3571 D3

Volume tangki = volume sheel + Volume flange dan dished head


2
x D x2 D
233,5863 ft3 = 4 + 2 x 0,000049D3

D3
= 99,0931 ft3
D
= 4,6275 ft
= 1,4108 m
= 55,5311 inch
H = 3 x 1,4108 m
= 4,2325 m = 13,8825 ft
Menentukan dimensi tutup silo
D tutup = D silo = 1,4108 m = 55,5311 inch
Direncanakan H tutup silo = D tutup silo
H tutup = x 1,4108 m
= 0,3527 m
Menentukan tekanan desain
Poperasi = P luar = 1 atm = 14,7 psi
P design = 1,05 (P operasi)
= 1,05 (14,7 psi)
= 15.435 psi
Menentukan tebal bagian silinder
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)

Untuk menentukan tebal silinder, dibutuhkan data data :


Ts = tebal silinder
ID = inside diameter
f = allowable stress = 16250 psi (Brownell, hal 251)
E = pengelasan double welded butt joint = 0,8 (Brownell, hal 254)
C = faktor korosi = 0,125 inch
P = tekanan design
Bahan yang digunakan: Carbon steel SA 212 grade A (Brownell, hal 251)
Pdesign x D
ts = 2 x (fE +0,6 x P design ) +C (Brownell, hal 45)

15,435 x 12,4961
+0,125
ts = 2 x 16250 0,8

15,435 x 55,5302
+0,125
2 x (16250 x 0,8+0,6 x 15,435)

= 0,1579 inchi
OD (Diameter luar) = Diameter dalam(ID) + 2 x tebal silinder (ts)
= 55,5302 inch + (2x 0,1579)
= 155,8462 inch

B. Pompa
1. Pompa 1
Menghitung rate volumetric
Massa dalam tangki : 5298,2478 kg
Densitas : 1000 kg/m3 =62,4865 lb/ft3
Volume dalam tangki : 5,2982 m3
= 0,324 x ()0.5
= 0,324 x 10000,5
= 10,2458 cp
= 0,0103 kg/m.s
= 0,0069lb/ft.s
volume larutan 5,2982m3
Rate volumetric (Qf) = = 3
waktu 60 menit = 0,0883 m /menit

= 0,0519 ft3/detik
Menghitung diameter pipa
Menghitung diameter inside optimum (IDoptimum), diasumsikan aliran yang
mengalir adalah turbulen
IDopt = 3,9 x Qf0,46 x 0,13
= 3,9 x (0,0519 ft3/detik)0,46 x (62,4865 lb/ft3)0,13
= 1,7125 in
= 0,1427 ft
Dari Appendix A.5 Geankoplis hal 892 didapatkan :
Inside
Nominal Outside Sch wall Cross-
pipe size diameter numbe ID thickness Sectional
(in) (in) r (in) (in) Area (ft2)
2 2,375 40 2,067 0,154 0,02330
80 1,939 0,218 0,02050
Ditetapkan diameter nominal 2 sch 80 :
ID = 1,939 in
OD= 2,375 in
A = 0,02050 ft2
Menghitung kecepatan volumetric
rate volumetrik
v = luas area
0,0519 ft 3 /detik
= 0,02050 ft 2

= 2,533 ft/s
Menghitung N re
x ID x v
Nre =

62,4965 lb/ft 3 x 00,1615 ft x 2,533 ft /s


= 0,0069lb/ft . s

= 3713,653
Asumsi aliran turbulen salah, karena Nre < 4100 sehingga alirannya
laminar
Menghitung total frictional losses
1. Sudden Contraction
A
kc 0,55(1 2 )
A1
(Geankoplis, pers 2-10-16, hal 93)
Karena A2 >>> A1, maka A2/A1 dianggap 0, dimana = (aliran
laminar), maka:
kc = 0,55 ( -0)
kc = 0,275
2
v
hc=kc
2gc

Dimana :
gc = 32,174 ft.lb/s2.lbf
v2
hc=kc
2gc = 14,1962 ft.lb/lbf

2. Panjang Pipa dan Friction Loss


a. Panjang pipa
Panjang pipa dari tangki 1 ke elbow 1 = 0,5 m
Panjang pipa dari elbow 1 ke pompa = 0.5 m
Panjang pipa dari pompa ke elbow 2 = 0.5 m
Panjang pipa dari elbow 2 ke tangki 2 = 0,5 m
Panjang pipa lurus total (L) = 2 m (6,56 ft)
Digunakan :
Tipe fitting atau valve Kf Le/D
2 buah elbow 90 0.75 35
1 buah globe valve (wide
6 300
open)
(Geankoplis, hal 93)
Sehingga :
2 elbow = n x Le/D x ID optimum
= 2 x 35 x 0,1616 ft
= 11,3108 ft
1 globe valve = n x Le/D x ID optimum
= 1 x 300 x 0,1616 ft
= 48,475 ft
Panjang ekivalen = 59,7858 ft
b. Friction Loss
Bahan pipa : commercial steel
Untuk pipa commercial steel = 0,00045 m (Geankoplis, fig 2-10-3, hal
88)
= 0,00045 m = 0,0015 ft
0,0015 ft
Nilai /D = 0,1616 ft = 0,0091

Faktor gesekan
16 16
=
f = Nre 3713,6528 = 0,0043

4 f L v 2
Ff = D x 2 x gc
2
0 , 0043 x 6,56 ft x (2,533 ft / s)

= 4

= 0,0698 ft.lbf/lbm
c. Friksi pada elbow dan valves
hf untuk 2 buah elbow 90
2 x kf x v 2
hf = 2 x x gc

2 x o , 75 x(2,533 ft /s)2
= 2 x 0,5 x 32,174 ft . lb/s2 . lbf

= 0,2992 ft.lbf/lbm
hf untuk 1 buah globe valve
2 x kf x v 2
hf = 2 x gc

2 x 6 x (2,533 ft /s)2
= 2 x 3 2,174 ft .lb/s 2 .lb f

= 1,1969 ft lbf/lbm
hf= 0,2992 + 1,1969 = 1,4961 ft.lbf/lbm
Dimana :
kf = 0.75 (2 buah elbow) (Geankoplis, hal 93)
kf = 6 (1 buah globe valve) (Geankoplis, hal 93)
= (aliran laminar)
gc = 32.174 ft.lb/s2.lbf
d. Sudden expansion :
A1
Kex ( )
= 1- A 2

Karena A2 > A1, maka A1/A2 = 0


Kex =1
kex v
2

hex = 2 gc

1 x (2,533 ft /s)2
= 2 x 3 2,174 ft .lb/s 2 .lb f

= 0,0997 ft lbf/lbm
e. Total friksi
f = Ff + hex + hc
= 0,0698 +0,0997 + 14,1963
= 14,3658 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
2 2
v 2 v1 g P P
( Z 2 Z 1 ) 2 1 f Ws 0
2 gc gc

P =0
Z2 = 0,5 m
Z1 =0
Z2-Z1 = 0,5 0 m = 0,5 m = 1,64 ft
v2 = 2,533 ft/s
v1 = 0 ft/s
f = 14,3658 ft.lbf/lbm
g = 32,174 ft/s2
gc = 32,174 ft/s2
= (aliran laminar)
= 62,4865 lb/ft3
Sehingga :
2
g g v1 v 22 P 1P2
Ws = Z 1 Z 2 + + F (Geankoplis 2.4-28, hal
gc gc 2 g c 2 g c

66)
= -14,9655
Diperoleh pompa = 0.75
Ws = - ( x Wp) (Geankoplis 2.7-30, hal 66)
-14,9655 ft.lbf/lb = - (0,75 x Wp)
Wp = 19,954 ft.lbf/lb
W s x Qf x
WHP = 550

(14,9655 ft . lbf /lb ) 0,05193 ft 3/s 62,4865 lb/ ft 3


= 550

= 0,0883 HP
WHP
BHP =

0,0883 HP
= 0,75

= 0,1177 HP

2. Pompa 2
Menghitung rate volumetric
Massa dalam tangki : 5295,6 kg
Densitas : 1000 kg/m3 =62,4865 lb/ft3
Volume dalam tangki : 5,2956 m3
= 0,324 x ()0.5
= 0,324 x 10000,5
= 10,2458 cp
= 0,0103 kg/m.s
= 0,0069lb/ft.s
volume larutan 5,2956 m3
Rate volumetric (Qf) = = 3
waktu 60 menit = 0,08826 m /menit

= 0,05191 ft3/detik
Menghitung diameter pipa
Menghitung diameter inside optimum (IDoptimum), diasumsikan aliran yang
mengalir adalah turbulen
IDopt = 3,9 x Qf0,46 x 0,13
= 3,9 x (0,05191 ft3/detik)0,46 x (62,4865 lb/ft3)0,13
= 1,7121 in
= 0,1427 ft
Dari Appendix A.5 Geankoplis hal 892 didapatkan :
Inside
Nominal Outside Sch wall Cross-
pipe size diameter numbe ID thickness Sectional
(in) (in) r (in) (in) Area (ft2)
2 2,375 40 2,067 0,154 0,02330
80 1,939 0,218 0,02050
Ditetapkan diameter nominal 2 sch 80 :
ID = 1,939 in
OD= 2,375 in
A = 0,02050 ft2
Menghitung kecepatan volumetric
rate volumetrik
v = luas area
0,0519 ft 3 /detik
= 0,02050 ft 2

= 2,5321 ft/s
Menghitung N re
x ID x v
Nre =

62,4965 lb /ft 3 x 0,1616 ft x 2,5321 ft /s


= 0,0069lb /ft . s

= 3711,7969
Asumsi aliran turbulen salah, karena Nre < 4100 sehingga alirannya
laminar
Menghitung total frictional losses
3. Sudden Contraction
A2
kc 0,55(1 )
A1
(Geankoplis, pers 2-10-16, hal 93)
Karena A2 >>> A1, maka A2/A1 dianggap 0, dimana = (aliran
laminar), maka:
kc = 0,55 ( -0)
kc = 0,275
v2
hc=kc
2gc

Dimana :
gc = 32,174 ft.lb/s2.lbf
2
v
hc=kc
2gc = 14,1821 ft.lb/lbf

4. Panjang Pipa dan Friction Loss


f. Panjang pipa
Panjang pipa dari tangki 1 ke elbow 1 = 0,5 m
Panjang pipa dari elbow 1 ke pompa = 0.5 m
Panjang pipa dari pompa ke elbow 2 = 0.5 m
Panjang pipa dari elbow 2 ke tangki 2 = 0,5 m
Panjang pipa lurus total (L) = 2 m (6,56 ft)
Digunakan :
Tipe fitting atau valve Kf Le/D
2 buah elbow 90 0.75 35
1 buah globe valve (wide
6 300
open)
(Geankoplis, hal 93)
Sehingga :
2 elbow = n x Le/D x ID optimum
= 2 x 35 x 0,1616 ft
= 11,3108 ft
1 globe valve = n x Le/D x ID optimum
= 1 x 300 x 0,1616 ft
= 48,475 ft
Panjang ekivalen = 59,7858 ft
g. Friction Loss
Bahan pipa : commercial steel
Untuk pipa commercial steel = 0,00045 m (Geankoplis, fig 2-10-3, hal
88)
= 0,00045 m = 0,0015 ft
0,0015 ft
Nilai /D = 0,1616 ft = 0,0091

Faktor gesekan
16 16
=
f = Nre 3713,6528 = 0,0043

4 f L v 2
Ff = D x 2 x gc
2
0 , 0043 x 6,56 ft x (2,5321 ft / s)

= 4

= 0,0697 ft.lbf/lbm
h. Friksi pada elbow dan valves
hf untuk 2 buah elbow 90
2 x kf x v 2
hf = 2 x x gc

2 x o , 75 x(2,5321 ft /s)2
= 2 x 0,5 x 32,174 ft . lb/s2 . lbf

= 0,2989 ft.lbf/lbm
hf untuk 1 buah globe valve
2
2 x kf x v
hf = 2 x gc

2 x 6 x(2,5321 ft /s)2
= 2 x 3 2,174 ft .lb/s 2 .lb f

= 1,1957 ft lbf/lbm
hf= 0,2989 + 1,1957 = 1,4946 ft.lbf/lbm
Dimana :
kf = 0.75 (2 buah elbow) (Geankoplis, hal 93)
kf = 6 (1 buah globe valve) (Geankoplis, hal 93)
= (aliran laminar)
gc = 32.174 ft.lb/s2.lbf
i. Sudden expansion :
A1
Kex ( )
= 1- A 2

Karena A2 > A1, maka A1/A2 = 0


Kex =1
kex v2
hex = 2 gc

1 x (2,5321 ft /s)2
= 2 x 3 2,174 ft .lb/s 2 .lb f

= 0,0996 ft lbf/lbm
j. Total friksi
f = Ff + hex + hc
= 0,0697 +0,0996 + 14,1821
= 14,3515 ft.lbf/lbm
Persamaan Bernoulli :
2 2
v 2 v1 g P P
( Z 2 Z 1 ) 2 1 f Ws 0
2 gc gc

P =0
Z2 = 0,5 m
Z1 =0
Z2-Z1 = 0,5 0 m = 0,5 m = 1,64 ft
v2 = 2,532 ft/s
v1 = 0 ft/s
f = 14,3515 ft.lbf/lbm
g = 32,174 ft/s2
gc = 32,174 ft/s2
= (aliran laminar)
= 62,4865 lb/ft3
Sehingga :
2
g g v1 v 22 P 1P2
Ws = Z 1 Z 2 + + F (Geankoplis 2.4-28, hal
gc gc 2 g c 2 g c

66)
= -14,9511
Diperoleh pompa = 0.75
Ws = - ( x Wp) (Geankoplis 2.7-30, hal 66)
-14,9511 ft.lbf/lb = - (0,75 x Wp)
Wp = 19,9348 ft.lbf/lb
W s x Qf x
WHP = 550

(14,9655 ft . lbf /lb ) 0,05193 ft 3/s 62,4865 lb/ ft 3


= 550

= 0,0882 HP
WHP
BHP =

0,0883 HP
= 0,75

= 0,1176 HP

D. Kapasitas ekuivalen
1. Mesin pengupas sabut buah siwalan
Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat sebesar
1000 kg/jam. Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 1000 kg/jam x 3 jam
x 3 shift = 9.000 kg/hari.
100 x
=
Kapasitas ekuivalen : 13,499 9.000

x = 66.671,61 kg/hari
2. Pencucian buah markisa dan siwalan
a Markisa
Tahapan ini dilakukan oleh 1 unit alat, dengan kapasitas alat sebesar
1000kg/jam.
Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 1000kg/jam x 9 jam/hari =
9000 kg/hari
100 x
Kapasitas ekuivalen : 100 = 9000

x = 9000 kg/hari
b Siwalan
Tahapan ini dilakukan oleh 1 unit alat, dengan kapasitas alat sebesar
100kg/jam.
Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 100kg/jam x 10 jam/hari =
1000 kg/hari
100 x
Kapasitas ekuivalen : 30 = 1000

x = 3333.33 kg/hari

3. Pemotongan buah siwalan


Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat sebesar
1000 kg/jam. Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 1000 kg/jam x 0,5
jam x 3 shift = 1500 kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen : 99,98 1500

x = 1500,3 kg/hari
4. Pengambilan Sari Buah
Tahapan ini dilakukan oleh 1 unit alat, dengan kapasitas alat sebesar 1000 kg/jam.
Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 1000 kg/jam x 9 jam/hari = 9000
kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen : 30 9000

x = 30.000 kg/hari
5. Pencampuran
Tahapan ini dilakukan oleh 1 unit alat, dengan kapasitas alat sebesar 555
kg/batch. Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 555 kg/batch x 15 batch
x 1 hari = 8325 kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen : 334,587 8325

x = 2.488,142 kg/hari
6. Filling
Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat 5000 botol/jam.
Kapasitas total tiap tahapan proses per hari sebesar 5000 botol/jam x 4 jam/shift x
3shift/ hari = 60.000 botol/hari x 0,250 ml/ botol = 13.125 l/hari = 14.610 kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen = 100 14.610

x = 14.610 kg/hari
7. Pasteurisasi
Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat 100
botol/menit. Kapasitas total tahapan proses per hari sebesar 250 botol/menit x 60
menit/jam x 1 jam x 3 shift = 45.000 botol/hari.
100 x
=
Kapasitas ekuivalen : 80 45000

x = 56.250 botol/hari
x = 13.696,875 kg/hari

8. Labeling
Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat 5000 botol/jam.
Kapasitas total tiap tahapan proses per hari sebesar 5000 botol/jam x 4 jam/shift x
3 shift/ hari = 60.000 botol/hari x 0,250 ml/ botol = 13.125 l/hari = 14.610 kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen = 100 14.610

x = 14.610 kg/hari
9. Metal detector
Tahapan proses ini dilakukan oleh satu alat, dengan kapasitas alat 5000 botol/jam.
Kapasitas total tiap tahapan proses per hari sebesar 5000 botol/jam x 4 jam/shift x
3 shift/ hari = 60.000 botol/hari x 0,250 l/ botol = 13.125 l/hari = 14.610 kg/hari
100 x
=
Kapasitas ekuivalen = 100 14.610

x = 14.610 kg/hari
Tabel 6.13 Kapasitas Ekuivalen Alat Proses Produksi SIKISA
No Proses Kapasitas ekuivalen (kg/hari)
1 Pengupasan sabut buah siwalan 66.671,61
2 Pencucian buah markisa 9.000
3 Pencucian buah siwalan 3.333,33
4 Pemotongan buah siwalan 1.500,3
5 Pengambilan sari buah markisa 30.000
6 Pencampuran 2.488,142
7 Filling 14.610
8 Pasteurisasi 13.696,875
9 Labelling 14.610
10 Metal detector 14.610

Berdasarkan perhitungan kapasitas ekuivalen, proses yang memiliki kapasitas


ekuivalen terkecil adalah proses pemotongan buah siwalan. Oleh karena itu
bottleneck proses produksi minuman sari buah markisa dengan siwalan ada pada alat
pemotong buah siwalan dengan kapsitas 1.500,3 kg/hari.

Anda mungkin juga menyukai