Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

SIMULASI KOMPUTER

Diajukan sebagai syarat untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Praktikum


Simulasi Komputer Tahun Akademik 2016/2017

Nama : Ryry Rizki Asri


NRP : 14.10188
Group : SKM - 11
Hari / Jam : Kamis / 10.00 12.00
Asisten : Sandi Rahayu

LABORATORIUM SISTEM INFORMASI DAN KEPUTUSAN


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2017

I-1
Ryry Rizki Asri (14.10188) II-2

LABORATORIUM SISTEM INFORMASI DAN KEPUTUSAN


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2017

LEMBAR PENGESAHAN

Setelah diperiksa dengan teliti dan seksama, maka laporan ini telah
memenuhi syarat sebagai Laporan Akhir Praktikum Simulasi Komputer Tahun
Akademik 2016-2017. Pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik
Universitas Pasundan Bandung.

Bandung, Mei 2017


Asisten Pembimbing

Sandi Rahayu

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-3

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Simulasi
Komputer yaitu mengenai pemodelan sistem dengan menggunakan software Arena.
Studi kasus yang diamati adalah Tatau Usaha Program Studi Teknik Industri
Universitas Pasundan. Laporan ini diajukan untuk memenuhi tahapan akhir
praktikum dari simulasi komputer ini.
Praktikum simulasi komputer merupakan salah satu kegiatan akademik
yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri
Universitas Pasundan. Laporan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan,
pembuatan model simulasi yang diharapkan dapat mewakili sistem nyata pada studi
kasus yang diamati.
Penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini tidak lepas dari adanya
dorongan, motivasi dan bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, penulis ingin
menyampaikan rasa terima kasih kepada:
Keluarga yaitu Mamah, Papah, Uda, Uni Ayang dan Abang Daffa karena
telah mendukung dan selalu memotivasi untuk mengerjakan segala kegiatan di
bidang akademik dengan baik agar ilmu yang diperoleh dapat diserap dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ir. Bram Adyanto, M.T., selaku penanggung jawab Laboratorium Sistem
Informasi dan Keputusan Teknik Industri Universitas Pasundan.
Bapak Sidik Nurjaman, S.T., selaku dosen mata kuliah simulasi komputer
karena telah membantu dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang
dihadapi selama pembelajaran simulasi komputer menggunakan software Arena.
Seluruh assisten Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan yang telah
memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar software Arena ataupun
membantu penulis menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar penggunaan software
Arena.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-4

Kang Sandi Rahayu, selaku assisten praktikum simulasi komputer sehingga


mempermudah penulis dalam mengerjakan laporan ini. Memberikan masukan dan
pencerahan dalam pengerjaan laporan praktikum simulasi komputer, meskipun
terkadang susah untuk ditemui.
Teman-teman sejurusan Teknik Industri terutama angkatan 2014 karena
telah bersama-sama berjuang menyelesaikan laporan praktikum simulasi komputer
ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Laporan Simulasi Komputer ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Memberikan
wawasan mengenai simulasi komputer terutama penggunaan software Arena.
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan.

Bandung, Mei 2017

Penulis

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-5

ABSTRAK

Simulasi diperlukan untuk menggambarkan pemodelan dari sistem nyata.


Sistem yang diamati merupakan Tata Usaha Program Studi Teknik Industri
Universitas Pasundan. Pengamatan dilakukan pada waktu kedatangan mahasiswa
yang mendatangi ruang Tata Usaha. Proses pelayanan yang diamati adalah
pembuatan surat pengantar, perbaikan nilai, dan pendaftaran untuk pengajuan
tugas akhir.
Untuk membantu membuat model system yang telah dirancang maka dapat
menggunakan software simulasi yaitu software Arena yang dikembangkan oleh
Rockwell Automation. Data yang menjadi input adalah waktu antar kedatangan
mahasiswa, waktu proses pelayanan pembuatan surat, waktu proses pelayanan
perbaikan nilai serta waktu proses pelayanan untuk pendaftaran tugas akhir.
Simulasi yang dibuat menggunakan modul create, decide, assign, separate,
match, batch, dan dispose. Serta penambahan modul station dan route untuk
memperlihatkan gerakan yang terjadi oleh mahasiswa terhadap lokasi yang dituju.
Antrian yang terjadi pada model simulasi ini sangat sedikit. Hanya berkisar antara
dua sampai tiga orang pada modul match. Hal ini disebabkan entity picture
(report) harus diproses terlebih dahulu, berbeda dengan entity person atau
mahasiswa yang langsung berpindah saja ke modul match.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak terjadi antrian yang signifikan
pada system disebabkan oleh waktu antar kedatangan mahasiswa yang berjauhan
sehingga mahasiswa dapat langsung dilayani ketika masuk kedalam sistem atau
ruang tata usaha. Selain itu waktu pelayan untuk proses pembuatan surat, proses
perbaikan nilai serta pendaftaran tugas akhir yang tidak membutuhkan waktu lama
dapat mengurangi waktu tunggu jika ada mahasiswa lain yang menuju ke
pelayanan yang sama.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-6

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .......................................... Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR ................................................. Error! Bookmark not defined.
ABSTRAK ............................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ....................................................................................................... 6
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. 7
BAB I LATAR BELAKANG ................................................................................. 10
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................. 10
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................... 12
1.3 Tujuan Pemecahan Masalah ...................................................................... 12
1.4 Asumsi dan Batasan Masalah ..................................................................... 12
1.4.1 Asumsi ........................................................................................................ 12
1.4.2 Batasan Masalah ......................................................................................... 13
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................................ 13
BAB II DESKRIPSI SISTEM ................................................................................ 14
2.1 Deskripsi Sistem ......................................................................................... 14
2.2 Flow Process .............................................................................................. 16
BAB III PEMODELAN SISTEM ............................................................................. 2
2.3 Modul Logika .............................................................................................. 2
3.1.1 Modul Create ............................................................................................... 2
3.1.2 Modul Assign ................................................................................................ 3
3.1.3 Modul Decide ............................................................................................... 7
3.1.4 Modul Process .............................................................................................. 8
3.1.5 Modul Match .............................................................................................. 10
3.1.6 Modul Batch ............................................................................................... 12
3.1.7 Modul Seperate .......................................................................................... 15
3.1.8 Modul Station ............................................................................................ 17
3.1.9 Modul Route .............................................................................................. 23
3.1.10 Modul Dispose ....................................................................................... 28
2.4 Modul Data ................................................................................................ 29
3.2.1 Modul Data Entity ...................................................................................... 29
3.2.2 Modul Data Queue ..................................................................................... 29
3.2.3 Modul Data Resource ................................................................................. 30
2.5 Tampilan Model ......................................................................................... 30
3.3.1 Tampilan Model Sebelum Running ........................................................... 30
3.3.2 Tampilan Model Setelah Running ............................................................. 32
3.4 Tampilan Animasi ...................................................................................... 33
3.4.1 Tampilan Animasi Sebelum Running ......................................................... 33
3.4.2 Tampilan Animasi Ketika Running ............................................................. 34
3.4.3 Tampilan Animasi Setalah Running ........................................................... 34
BAB IV ANALISA .............................................................................................. 35
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 38
5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 38

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-7

5.2 Saran ......................................................................................................... 39


5.2.1 Saran untuk Laboratorium ......................................................................... 39
5.2.2 Saran untuk Materi .................................................................................... 39
5.2.3 Saran untuk Assisten .................................................................................. 40
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 41
LAMPIRAN ...................................................................................................... 42

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Flow Process Pelayanan Tata Usaha .................................................16


Gambar 3.2 Modul Create .......................................................................................2
Gambar 3.3 Menu Create ........................................................................................2
Gambar 3.4 Modul Assign 1 ....................................................................................3
Gambar 3.5 Menu pada Modul Assign ....................................................................3
Gambar 3.6 Modul Assign 2 ....................................................................................3
Gambar 3.7 Menu pada Modul Assign ....................................................................4
Gambar 3.8 Modul Assign 3 ....................................................................................4
Gambar 3.9 Menu pada Modul Assign ....................................................................4
Gambar 3.10 Modul Assign 4 ..................................................................................5
Gambar 3.11 Menu pada Modul Assign ..................................................................5
Gambar 3.12 Modul Assign 5 ..................................................................................5
Gambar 3.13 Menu pada Modul Assign ..................................................................6
Gambar 3.14 Modul Assign 6 ..................................................................................6
Gambar 3.15 Menu pada Modul Assign ..................................................................6
Gambar 3.16 Modul decide......................................................................................7
Gambar 3.17 Menu pada Modul Decide ..................................................................7
Gambar 3.18 Modul Process 1 ................................................................................8
Gambar 3.19 Menu pada Modul Process ................................................................8
Gambar 3.20 Modul Process 2 ................................................................................9
Gambar 3.21 Menu pada Modul Process ................................................................9
Gambar 3.22 Modul Process 3 ................................................................................9
Gambar 3.23 Menu pada Modul Process ..............................................................10
Gambar 3.24 Modul Match 1 .................................................................................10
Gambar 3.25 Menu pada Modul Match .................................................................11
Gambar 3.26 Modul Match 2 .................................................................................11
Gambar 3.27 Menu pada Modul Match .................................................................11
Gambar 3.28 Modul Match 3 .................................................................................12
Gambar 3.29 Menu pada Modul Match .................................................................12
Gambar 3.30 Modul Batch 1..................................................................................12
Gambar 3.31 Menu pada Modul Batch ..................................................................13
Gambar 3.32 Modul Batch 2..................................................................................13
Gambar 3.33 Menu pada Modul Batch ..................................................................14
Gambar 3.34 Modul Batch 3..................................................................................14
Gambar 3.35 Menu pada Modul Batch ..................................................................15
Gambar 3.36 Modul Separate 1 .............................................................................15

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-8

Gambar 3.37 Menu pada Modul Separate .............................................................16


Gambar 3.38 Modul Separate 2 .............................................................................16
Gambar 3.39 Menu pada Modul Separate .............................................................16
Gambar 3.40 Modul Separete 3 .............................................................................17
Gambar 3.41 Menu pada Modul Separate .............................................................17
Gambar 3.42 Modul Station 1................................................................................17
Gambar 3.43 Menu pada Modul Station ................................................................18
Gambar 3.44 Modul Station 2................................................................................18
Gambar 3.45 Menu pada Modul Station ................................................................18
Gambar 3.46 Modul Station 3................................................................................19
Gambar 3.47 Menu pada Modul Station ................................................................19
Gambar 3.48 Modul Station 4................................................................................19
Gambar 3.49 Menu pada Modul Station ................................................................20
Gambar 3.50 Modul Station 5................................................................................20
Gambar 3.51 Menu pada Modul Station ................................................................20
Gambar 3.52 Modul Station 6................................................................................21
Gambar 3.53 Menu pada Modul Station ................................................................21
Gambar 3.54 Modul Station 7................................................................................21
Gambar 3.55 Menu pada Modul Station ................................................................22
Gambar 3.56 Modul Station 8................................................................................22
Gambar 3.57 Menu pada Modul Station ................................................................22
Gambar 3.58 Modul Station 9................................................................................23
Gambar 3.59 Menu pada Modul Station ................................................................23
Gambar 3.60 Modul Route 1.................................................................................23
Gambar 3.61 Menu pada Modul Route ..................................................................24
Gambar 3.62 Modul Route 2..................................................................................24
Gambar 3.63 Menu pada Modul Route ..................................................................24
Gambar 3.64 Modul Route 3..................................................................................25
Gambar 3.65 Menu pada Modul Route ..................................................................25
Gambar 3.66 Modul Route 4..................................................................................25
Gambar 3.67 Menu pada Modul Route ..................................................................26
Gambar 3.68 Modul Route 5..................................................................................26
Gambar 3.69 Menu pada Modul Route ..................................................................26
Gambar 3.70 Modul Route 6..................................................................................27
Gambar 3.71 Menu pada Modul Route ..................................................................27
Gambar 3.72 Modul Route 7..................................................................................27
Gambar 3.73 Menu pada Modul Route ..................................................................28
Gambar 3.74 Modul Dispose .................................................................................28
Gambar 3.75 Menu pada Modul Dispose ..............................................................29
Gambar 3.76 Modul Data Entity ............................................................................29
Gambar 3.77 Modul Data Queue ...........................................................................29
Gambar 3.79 Modul Data Resource.......................................................................30
Gambar 3.80 Tampilan Model Kedatangan Mahasiswa ........................................30
Gambar 3.81 Tampilan Tampilan Model Pilihan Tujuan dan Proses ....................31
Gambar 3.82 Tampilan Model Penggabungan dan Mahasiswa Keluar .................31
Gambar 3.83 Tampilan Model Kedatangan Mahasiswa Setelah Running ............32
Gambar 3.84 Tampilan Model Pilihan Tujuan dan Proses Setelah Running .........32
Gambar 3.85 Tampilan Model Mahasiswa Keluar Setelah Running .....................32

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-9

Gambar 3.86 Tampilan Animasi Sebelum Running ..............................................33


Gambar 3.87 Tampilan Animasi Ketika Running..................................................34
Gambar 3.88 Tampilan Animasi Setelah Running ................................................34

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-10

BAB I
LATAR BELAKANG

1.1 Latar Belakang Masalah


Sistem merupakan hal yang kompleks yang terdiri atas kumpulan elemen-
elemen yang saling berinteraksi dan memiliki tujuan yang sama. Pada kehidupan
nyata semua sistem sudah memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Karena sudah
merupakan complexcity system maka harus dengan pendekatan simulasi.
Simulasi merupakan imitasi dari cara kerja atau proses dengan bantuan
simulator, pada simulasi harus terdapat replikasi dan kepercayaan. simulasi ini
secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem
fisik atau sistem abstrak tertentu. Simulasi dilakukan untuk memperbaiki suatu
sistem yang telah ada dan output yang akan dihasilkan adalah kebijakan tertentu
dnegan improvement. Oleh karena itu simulasi yang dibuat harus semirip mungkin
dengan sistem nyata dan seminim mungkin penggunaan asumsi. Penggunaan
asumsi yang terlalu banyak dapat menyebabkan data yang bias.
Software Arena merupakan salah satu alat yang mempermudah user dalam
merancang simulasi suatu sistem. Kelebihan penggunaan simulator Arena adalah
dapat digunakan untuk sistem yang telah kompleks, alternatif yang dihasilkan
mudah untuk dibandingkan, pengendalian kondisi eksperimental dan dapat
mempelajari dengan frame waktu yang lama. Kelebihan dari sisi pengguna adalah
meminimasi biaya dan waktu dalam pembuatan simulasi karena software Arena
memiliki versi free untuk student dan cukup mudah untuk dipelajari.
Tata usaha merupakan suatu bagian yang bertugas sebagai penyelenggaraan
segala bentuk kegiatan administrasi seperti tulis-menulis surat, pencatatan,
penyusunan keterangan-keterangan yang berisi informasi bagi pihak yang
berkepentingan. Tata usaha merupakan bagian penting pada sebuah instansi guna
menunjang kelancaran pekerjaan pokok yang didalamnya terdapat proses kerja
sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
Tata usaha di program studi Teknik Industri juga merupakan bagian penting
dari program studi Teknik Industri. Memiliki tugas menyediakan serta menyusun

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-11

penting yang dibutuhkan oleh suatu bagian dalam melaksanakan pekerjaannya.


Agar tata usaha program studi Teknik Industri dapat berjalan dengan baik serta
optimal maka diperlukan suatu sistem tata usaha yang baik dimana urutan pekerjaan
tata usaha harus disusun dan dijalankan dengan teratur.
Tata usaha program studi Teknik Industri saat ini memiliki beberapa kendala
seperti pengurusan surat yang masih sulit yaitu permohonan untuk dibuatkan surat
masih menunggu beberapa hari kerja baru surat dikeluarkan. Hal itu disebabkan
oleh sistem informasi manajemen yang belum terintegrasi sehingga memperbesar
probabilitas miscommunication antar petugas tata usaha dengan pihak yang
bersangkutan dalam pengurusan surat. Akibat dari pengurusan surat yang tidak
mudah maka waktu pelayanan menjadi lama karena terdapat delay, juga pelayanan
yang kurang ramah membuat pihak bersangkutan terutama mahasiswa tidak puas
seperti jika ingin bertanya mengenai informasi yang kurang jelas. Proses data
masukan kedalam server seperti SITU Unpas masih belum optimal karena
dilakukan dengan manual oleh petugas tata usaha dan tidak dapat dilakukan
langsung oleh dosen yang bersangkutan meskipun dosen tersebut telah
mengeluarkan nilai hasil ujian mahasiswa namun nilai tersebut belum ada pada
SITU Unpas, sehingga permasalahan yang kerap terjadi adalah telah lebih dari 2
bulan bahkan lebih nilai tersebut belum terpampang dalam SITU Unpas. Akibatnya
jika terdapat permasalahan lebih lanjut mengenai nilai-nilai ujian mahasiswa tidak
dapat langsung mengurus seperti bertanya kepada dosen yang bersangkutan.
Dalam segi layout tata usaha sendiri masih memiliki kekurangan yaitu
ruangan yang sempit dan juga banyakanya tumpukan kertas dimana-mana (berkas)
yang disebabkan oleh pengolahan data yang masih manual menggunakan kertas.
Tumpukan kertas tersebut jarang dieliminasi berdasarkan waktu sehingga berkas
yang sudah usang pun masih ada dimeja utama tata usaha.
Berdasarkan permasalahan diatas penulis tertarik untuk melakukan
perancangan proses bisnis pada tata usaha program studi Teknik Industri
Universitas Pasundan dengan membuat simulasi menggunakan software Arena.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-12

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan permasalahan diatas, dapat dirumuskan permasalahan untuk
perancangan proses bisnis sebagai berikut:
1. Apakah yang menyebabkan proses pelayanan di tata usaha program studi
menjadi lama?
2. Bagaimanakah merancang proses bisnis pada tata usaha program studi
Teknik Industri Universitas Pasundan agar menjadi efektif dan efisien
dan membuat sistem informasinya terintegrasi dengan membuat simulasi
dengan software Arena.

1.3 Tujuan Pemecahan Masalah


Dari permasalahan diatas, maka tujuan dari pemecahan masalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Dapat membuat simulasi proses pelayanan di tata usaha program studi
Teknik Industri Universitas Pasundan.
2. Memberikan usulan rancangan proses bisnis baru dengan perubahan
yang radikal.
3. Menghasilkan simulasi mengenai sistem nyata dan nantinya dapat
dihasilkan kebijakan atau keputusan.

1.4 Asumsi dan Batasan Masalah


Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu luas, maka dibuat beberapa
asumsi dan batasan masalah sebagai berikut:

1.4.1 Asumsi
1. Waktu pelaksanaan diasumsikan dalam satu hari dengan data yang
cukup.
2. Proses yang diamati berorientasi kepada mahasiswa.
3. Proses pelayanan yang ada yaitu pelayanan pembuatan surat pengantar
kerja praktek, pengurusan nilai yaitu perbaikan nilai, dan pengajuan
untuk tugas akhir.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-13

1.4.2 Batasan Masalah


1. Tata usaha yang menjadi objek hanya tata usaha Teknik Industri
Universitas Pasundan.

1.5 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan pemecahan
masalah ini adalah sebagai berikut:
BAB I LATAR BELAKANG
Pada bab ini menjelaskan mengenai permasalahan apa saja yang ada pada tata
usaha program studi serta akibat dari permasalah tersebut.
BAB II DESKRIPSI SISTEM
Pada bab ini menguraikan mengenai rancangan mengenai sistem pelayanan
pada tata usaha yang disajikan dengan tools yang mempermudah dalam
pemahaman data mengenai real system.
BAB III PEMODELAN SISTEM
Pada bab ini menjelaskan mengenai pemodelan sistem tata usaha program
studi dengan menggunakan software Arena.
BAB IV ANALISA
Pada bab ini menguraikan pembahasan mengenai simulasi yang telah dibuat
menggunakan software Arena dan hasil simulasi yang diperoleh.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisikan kesimpulan dan saran tentang permasalahan yang ada
pada tata usaha program studi berdasarkan analisa yang dilakukan dan menjawab
identifikasi masalah.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-14

BAB II
DESKRIPSI SISTEM

2.1 Deskripsi Sistem


Tata usaha program studi Teknik Industri merupakan bagian penting pada
program studi Teknik Industri. Didalamnya terdapat berbagai macam proses
pelayanan baik untuk mahasiswa, dosen ataupun pihak yang berkepentingan. Suatu
sistem berarti terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi dan memiliki
tujuan yang sama. Dalam hal ini berarti tata usaha dari program studi Teknik
Industri memiliki tujuan yaitu melayani baik mahasiswa, dosen ataupun pihak yang
berkepentingan.
Indikator sebuah sistem berjalan baik dapat dilihat dari waktu proses
pelayanan, apakah pelayanan dari para karwayan membutuhkan waktu yang lama
atau tidak. Selain itu kemudahan dalam mengurus segala keperluan dalam proses
juga dapat menjadi indikator baik buruknya suatu sistem.
Tata usaha program studi Teknik Industri memiliki satu pintu masuk dan
disebelah kanan terdapat meja yang berfungsi sebagai perantara antara staff dan
mahasiswa. Meja tersebut dibagi kedalam tiga bagian. Bagian paling kanan yang
dekat dengan pintu adalah bagian pengurusan tugas akhir. Bagian kedua yang
berada ditengah adalah pengurusan surat dan bagian ketiga dekat dengan pintu
menuju ruang dosen utama adalah bagian pengurusan nilai.
Sistem pelayanan pada tata usaha program studi Teknik Industri terdiri atas
tiga bagian utama yaitu pengurusan surat, perbaikan nilai dan pengajuan tugas
akhir. Ketiga pelayan tersebut berorientasi untuk mahasiswa. Resource yang
tersedia ada tiga staff yaitu pada bagian pengurusan surat ada Ibu Susi Gustini.
Bagian pengurusan nilai dipegang oleh Ibu Eni Sulanjari sedangkan bagian
pengurusan tugas akhir dipegang oleh Bapak Mukali Marsih.
Proses pelayanan pada bagian pengurusan surat dimulai ketika mahasiswa
memasuki ruang tata usaha kemudian mengarah kepada meja bagian tengah yaitu
untuk mengambil form pembuatan surat pengantar untuk kerja praktek. Setelah
mengisi secara manual form dikembalikan kepada staff agar dapat dimasukan
kedalam sistem dan disimpan didalam database. Proses pembuatan surat secara

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-15

offline membutuhkan waktu sekitar dua hari kerja. Setelah surat pengantar dibuat
maka mahasiswa dapat mengambilnya dengan menunjukkan KRS semester aktif.
Pihak staff akan mencocokan apakah mahasiswa tersebut memang mengambil kerja
praktek pada semester sekarang. Salah satu syarat pembuatan surat pengantar kerja
praktek adalah mahasiswa yang bersangkutan telah mengontrak kerja praktek.
Proses pelayanan pada pengurusan nilai difokuskan pada perabaikan nilai
seperti salah meng-input data atau kesalahan mengoreksi dari dosen yang
bersangkutan. Proses pelayanan dimulai dengan mahasiswa menghadap dosen yang
bersangkutan kemudian jika memang terdapat kesalahan maka mahasiswa dapat
menuju bagian pengurusan nilai untuk mengambil form perbaikan nilai. Mahasiswa
mengisi form dan meminta keterangan serta tanda tangan dari dosen yang
bersangkutan kemudian mengembalikan form tersebut kepada staff pengurus nilai.
Staff akan mengecek apakah kesesuaian data form dengan yang ada disistem, jika
sesuai maka akan dimasukan data yang baru sesuai dengan form.
Proses pelayanan pada pengajuan tugas akhir dimulai dengan mahasiswa
mengambil form pendaftaran ulang dan mengisinya kemudian memasukkan form,
KRS, dan bukti pembayaran kedalam map berwarna merah. Setelah itu map merah
tersebut diserahkan kepada staff pengajuan tugas akhir yang nantinya akan di cek
kelengkapan berkas. Apabila berkas sudah lengkap maka berkas yang memuat data
mahasiswa akan dimasukkan kedalam sistem. Pada pelayanan ini hanya pada
bagian pendaftaran ulang mengenai tugas akhir saja. Tahapan selanjutnya akan
dimulai ketika rekapan data diberikan kepada koordinator KP/TA dan menyusun
pembimbing.
Berdasarkan proses diatas, sumber daya yang ada hanyalah para staff yang
berjumlah tiga orang dan proses pelayanan hanya berada pada satu ruangan saja
yaitu ruangan resepsionis dengan satu meja diantara staff dan mahasiswa.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-16

2.2 Flow Process

Gambar 2.1 Flow Process Pelayanan Tata Usaha

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-2

BAB III
PEMODELAN SISTEM
2.3 Modul Logika
3.1.1 Modul Create

Gambar 3.2 Modul Create

Gambar 3.3 Menu Create

Modul create digunakan sebagai data masukan pada model simulasi Tata
Usaha ini. Data masukan (entity) ini yang akan diproses. Create dengan nama
Mahasiswa Datang membawa Form berarti setiap mahasiswa yang datang
diasumsikan sudah mengisi form . Form yang dimaksud adalah form pengajuan
untuk pembuatan suarat pengantar, form untuk perbaikan nilai serta form
pendaftaran untuk tugas akhir.
Menu yang tersedia pada modul create adalah entity type untuk menentukan
jenis dari entity yang menjadi data masukan pada sistem. Pada kolom time between
arrivals terdapat type, untuk menentukan kedatangan dari setiap entity atau
distribusi dari kedatangan entity. Type yang digunakan adalah expression karena
keterbatasan pada pilihan. Dari data kedatangan mahasiswa diketahui bahwa data
berdistribusi Beta dengan parameter dan . Value untuk expression didapat dari
hasil input analyzer. Unit merupakan satuan waktu yang digunakan untuk
kedatangan mahasiswa, yaitu menit.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-3

3.1.2 Modul Assign

Gambar 3.4 Modul Assign 1

Gambar 3.5 Menu pada Modul Assign

Modul assign digunakan untuk mendefiniskan nilai baru kedalam variabel,


entity picture, entity attributes, entity type, ataupun variabel-variabel lainnya.
Assignment merupakan penugasan yang akan dilakukan oleh modul assign tersebut.
Dalam satu modul assign dapat dilakukan beberapa assigenment sekaligus namun
pada pemodelan simulasi ini hanya digunakan satu assignment yaitu entity type
untuk mengubah gambar dari entitas.
Modul assign 1 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada awalnya
entitas yang digunakan adalah orang (person) untuk mewakili mahasiswa yang
datang kedalam ruang tata usaha untuk mengurus pembuatan surat dan kemudian
diganti menjadi gambar kertas (report) setelah dilakukan seperate antara
mahasiswa dengan form yang dibawa agar dapat memudahkan untuk dibedakan
proses yang akan dialami oleh masing-masing entitas.

Gambar 3.6 Modul Assign 2

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-4

Gambar 3.7 Menu pada Modul Assign

Modul assign 2 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada


awalnya entitas yang digunakan adalah orang (person) untuk mewakili
mahasiswa yang datang kedalam ruang tata usaha untuk mengurus perbaikan
nilai dan kemudian diganti menjadi gambar kertas (report) setelah dilakukan
seperate antara mahasiswa dengan form yang dibawa agar dapat
memudahkan untuk dibedakan proses yang akan dialami oleh masing-masing
entitas.

Gambar 3.8 Modul Assign 3

Gambar 3.9 Menu pada Modul Assign

Modul assign 3 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada awalnya
entitas yang digunakan adalah orang (person) untuk mewakili mahasiswa yang
datang kedalam ruang tata usaha untuk mengurus pendaftaran tugas akhir dan

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-5

kemudian diganti menjadi gambar kertas (report) setelah dilakukan seperate antara
mahasiswa dengan form yang dibawa agar dapat memudahkan untuk dibedakan
proses yang akan dialami oleh masing-masing entitas.

Gambar 3.10 Modul Assign 4

Gambar 3.11 Menu pada Modul Assign

Modul assign 4 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada awalnya
entitas yang digunakan adalah kertas (report) untuk mewakili proses yang telah
dilakukan oleh staff dan kemudian diganti menjadi gambar orang (person) setelah
dilakukan penggabungan (batch) antara report dan person pada proses pembuatan
surat pengantar. Assign berguna agar dapat menampilkan simulasi menjadi lebih
nyata dan mudah untuk dibedakan antara masing-masing entitas.

Gambar 3.12 Modul Assign 5

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-6

Gambar 3.13 Menu pada Modul Assign

Modul assign 5 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada awalnya
entitas yang digunakan adalah kertas (report) untuk mewakili proses yang telah
dilakukan oleh staff dan kemudian diganti menjadi gambar orang (person) setelah
dilakukan penggabungan (batch) antara report dan person pada proses pengurusan
nilai. Assign berguna agar dapat menampilkan simulasi menjadi lebih nyata dan
mudah untuk dibedakan antara masing-masing entitas.

Gambar 3.14 Modul Assign 6

Gambar 3.15 Menu pada Modul Assign

Modul assign 6 berguna untuk mengubah gambar dari entitas. Pada


awalnya entitas yang digunakan adalah kertas (report) untuk mewakili proses yang
telah dilakukan oleh staff dan kemudian diganti menjadi gambar orang (person)
setelah dilakukan penggabungan (batch) antara report dan person pada proses

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-7

pendaftaran tugas akhir. Assign berguna agar dapat menampilkan simulasi menjadi
lebih nyata dan mudah untuk dibedakan antara masing-masing entitas.

3.1.3 Modul Decide


Modul decide berguna untuk pengambilan keputusan dalam suatu sistem.
Modul decide digunakan untuk menetukan tujuan yang akan dipilih oleh entity.
Terdapat dua tipe pada modul decide ini yaitu by chance dan by condotion.

Gambar 3.16 Modul decide

Gambar 3.17 Menu pada Modul Decide

Modul decide 1 adalah penentuan tujuan yang akan dipilih oleh mahasiswa.
Type merupakan tipe dari pemilihan keputusan. Tipe N-way by chance merupakan
alternatif pilihan lebih dari dua, dalam kasus ini terdapat 3 pilihan yaitu (1)
pembuatan surat, (2) perbaikan nilai, (3) pendaftaran untuk tugas akhir. Proporsi
kejadian dimasukan pada kolom percentage dan hanya kejadian true saja yang
dimasukan nilai proporsinya. Sebesar 30% mahasiswa memilih untuk mengurus
pembuatan surat pengantar. 30% mahasiswa memilih untuk melakukan perbaikan
nilai dan lainnya sebesar 40% memilih untuk melakukan pendaftaran tugas akhir.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-8

3.1.4 Modul Process


Modul proses merupakan modul yang akan mendefinisikan proses kerja
yang dilakukan oleh resource dan dialami oleh entitas. Modul process merupakan
proses utama pada model simulasi.

Gambar 3.18 Modul Process 1

Gambar 3.19 Menu pada Modul Process

Modul process 1 adalah proses kerja pembuatan surat. Logic action berguna
untuk menentukan proses yang dialami oleh entitas, dalam modul ini logic action-
nya adalah seize-delay-release. Resource nya adalah Bu Susi dengan proses
pengerjaan tiap entitas adalah satu kali pengerjaan. Delay type menggunakan
expression (3.08+4.37*BETA(1.82, 2.33) dengan satuan waktu menit. Alokasinya
merupakan value added yang berarti proses ini memberikan nilai tambah pada
entitas.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-9

Gambar 3.20 Modul Process 2

Gambar 3.21 Menu pada Modul Process

Modul process 2 adalah proses kerja perbaikan nilai. Logic action berguna untuk
menentukan proses yang dialami oleh entitas, dalam modul ini logic action-nya adalah
seize-delay-release. Resource nya adalah Bu Eni dengan proses pengerjaan tiap entitas
adalah satu kali pengerjaan. Delay type menggunakan expression (2.68+3.32*BETA(1.67,
1.06) dengan satuan waktu menit. Alokasinya merupakan value added yang berarti proses
ini memberikan nilai tambah pada entitas.

Gambar 3.22 Modul Process 3

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-10

Gambar 3.23 Menu pada Modul Process

Modul process 3 adalah proses kerja pendaftaran tugas akhir. Logic action
berguna untuk menentukan proses yang dialami oleh entitas, dalam modul ini logic
action-nya adalah seize-delay-release. Resource nya adalah Pak Mukali dengan
proses pengerjaan tiap entitas adalah satu kali pengerjaan. Delay type menggunakan
expression (3+6*BETA(1.45, 2.06) dengan satuan waktu menit. Alokasinya
merupakan value added yang berarti proses ini memberikan nilai tambah pada
entitas.

3.1.5 Modul Match


Modul match digunakan untuk membuat mencocokan dua atau lebih entity
yang berbeda jenis. Kedua entity yang dicocokan hanya menggabungkan logikanya
saja. Modul match ini dapat mempermudah dalam pencocokan antara entitas dan
nantinya akan digabungkan menjadi satu entitas.

Gambar 3.24 Modul Match 1

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-11

Gambar 3.25 Menu pada Modul Match

Modul match 1 merupakan pencocokan antara mahasiswa yang mengajukan


pembuatan surat pengantar dengan surat pengantar. Number to match adalah 2
artinya pencocokan yang dilakukan adalah terhadap dua entitas yang berbeda untuk
menjadi 1 entitas. Tipe entitas yang dicocokan adalah any entities.

Gambar 3.26 Modul Match 2

Gambar 3.27 Menu pada Modul Match

Modul match 2 merupakan pencocokan antara mahasiswa yang mengajukan


perbaikan nilai dengan form yang diajukan. Number to match adalah 2 artinya
pencocokan yang dilakukan adalah terhadap dua entitas yang berbeda untuk
menjadi 1 entitas. Tipe entitas yang dicocokan adalah any entities.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-12

Gambar 3.28 Modul Match 3

Gambar 3.29 Menu pada Modul Match

Modul match 3 merupakan pencocokan antara mahasiswa yang melakukan


pendaftaran unutk tugas akhir dengan form yang diajukan. Number to match adalah
2 artinya pencocokan yang dilakukan adalah terhadap dua entitas yang berbeda
untuk menjadi 1 entitas. Tipe entitas yang dicocokan adalah any entities.

3.1.6 Modul Batch


Modul batch digunakan untuk menggabungkan beberapa entity atau
assembly. Tipe penggabungan dari batch ada dua macam yaitu permanen dan
temporary. Modul batch ini merupakan tindak lanjut dari modul match. Jika pada
modul match hanya dilakukan penggabungan logika, maka pada modul batch
dilakukan penggabungan dua entitas yang berbeda menjadi satu entitas.

Gambar 3.30 Modul Batch 1

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-13

Gambar 3.31 Menu pada Modul Batch

Batch 1 merupakan penggabungan antara mahasiswa yang mengajukan


pembuatan surat penganatar dengan surat pengantar yang diajukan. Mahasiswa dan
surat merupakan dua entitas yang berbeda, setelah melewati modul batch ini kedua
entitas akan digabungkan dan menjadi satu entitas baru. Tipe dari penggabungan
ini adalah permanen dengan artian sifat dari penggabungan ini tidak dapat
dipisahkan, berbeda dengan tipe temporary yang nantinya dapat dipisahkan. Batch
size dari batch ini adalah dua yaitu menggabungkan dua entity menjadi satu. Save
criterion atau patokan penggabungan adalah last.

Gambar 3.32 Modul Batch 2

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-14

Gambar 3.33 Menu pada Modul Batch

Batch 2 merupakan penggabungan antara mahasiswa yang mengajukan


perbaikan nilai dengan form. Mahasiswa dan surat merupakan dua entitas yang
berbeda, setelah melewati modul batch ini kedua entitas akan digabungkan dan
menjadi satu entitas baru. Tipe dari penggabungan ini adalah permanen dengan
artian sifat dari penggabungan ini tidak dapat dipisahkan, berbeda dengan tipe
temporary yang nantinya dapat dipisahkan. Batch size dari batch ini adalah dua
yaitu menggabungkan dua entity menjadi satu. Save criterion atau patokan
penggabungan adalah last.

Gambar 3.34 Modul Batch 3

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-15

Gambar 3.35 Menu pada Modul Batch

Batch 3 merupakan penggabungan antara mahasiswa yang melakukan


pendaftaran tugas akhir dengan form. Mahasiswa dan surat merupakan dua entitas
yang berbeda, setelah melewati modul batch ini kedua entitas akan digabungkan
dan menjadi satu entitas baru. Tipe dari penggabungan ini adalah permanen dengan
artian sifat dari penggabungan ini tidak dapat dipisahkan, berbeda dengan tipe
temporary yang nantinya dapat dipisahkan. Batch size dari batch ini adalah dua
yaitu menggabungkan dua entity menjadi satu. Save criterion atau patokan
penggabungan adalah last.

3.1.7 Modul Seperate


Modul separate merupakan kebalikan dari modul batch, oleh karena itu
modul separete memisahkan satu entitas menjadi dua, original dan duplicte.
Terdapat dua jenis duplikasi yang dilakukan yaitu duplicate original dan split
exsisting batch.

Gambar 3.36 Modul Separate 1

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-16

Gambar 3.37 Menu pada Modul Separate

Separete 1 yaitu pemisahan antara mahasiswa yang mengajukan pembuatan


surat pengantar dengan formulir yang dibawa. Jenis pemisahannya adalah duplikasi
dari original dan jumlah duplikasi yang dilakukan sebanyak satu. Persentasi ongkos
duplikasi sebesar 50%.

Gambar 3.38 Modul Separate 2

Gambar 3.39 Menu pada Modul Separate

Separete 2 yaitu pemisahan antara mahasiswa yang mengajukan perbaikan


nilai dengan formulir yang dibawa. Jenis pemisahannya adalah duplikasi dari

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-17

original dan jumlah duplikasi yang dilakukan sebanyak satu. Persentasi ongkos
duplikasi sebesar 50%.

Gambar 3.40 Modul Separete 3

Gambar 3.41 Menu pada Modul Separate

3.1.8 Modul Station


Modul station digunakan untuk memodelkan titik asal dan titik tujuan suatu
entity. Modul station berada pada panel advance transfer.

Gambar 3.42 Modul Station 1

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-18

Gambar 3.43 Menu pada Modul Station

Station 1 adalah pintu masuk yang akan dilalui oleh entity sebelum
masuk kedalam ruang Tata Usaha. Station name yang digunakan adalah pintu
masuk.

Gambar 3.44 Modul Station 2

Gambar 3.45 Menu pada Modul Station

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-19

Station 2 adalah ruang TU (tata usaha) yang menjadi titik asal dari
entity sebelum menuju ke meja resepsionis. Station name yang digunakan
adalah ruang tu.

Gambar 3.46 Modul Station 3

Gambar 3.47 Menu pada Modul Station

Station 3 adalah Meja Surat, yang menjadi titik asal dari entity. Station
name yang digunakan adalah meja surat.

Gambar 3.48 Modul Station 4

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-20

Gambar 3.49 Menu pada Modul Station

Station 4 adalah Meja Nilai, yang menjadi titik asal dari entity. Station
name yang digunakan adalah meja nilai.

Gambar 3.50 Modul Station 5

Gambar 3.51 Menu pada Modul Station

Station 5 adalah Meja Tugas Akhir, yang menjadi titik asal dari entity.
Station name yang digunakan adalah meja ta.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-21

Gambar 3.52 Modul Station 6

Gambar 3.53 Menu pada Modul Station

Station 6 adalah Selesai yang menjadi titik asal dari entity. Selesai
berarti mahasiswa telah selesai melakukan kegiatan pada meja resepsionis.
Station name yang digunakan adalah out surat.

Gambar 3.54 Modul Station 7

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-22

Gambar 3.55 Menu pada Modul Station

Station 7 adalah Selesai yang menjadi titik asal dari entity. Selesai
berarti mahasiswa telah selesai melakukan kegiatan pada meja resepsionis.
Station name yang digunakan adalah out nilai.

Gambar 3.56 Modul Station 8

Gambar 3.57 Menu pada Modul Station

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-23

Station 8 adalah Selesai yang menjadi titik asal dari entity. Selesai
berarti mahasiswa telah selesai melakukan kegiatan pada meja resepsionis.
Station name yang digunakan adalah out ta.

Gambar 3.58 Modul Station 9

Gambar 3.59 Menu pada Modul Station

Station 9 adalah Pintu Keluar yang menjadi titik asal dari entity.
Station name yang digunakan adalah pintu keluar.

3.1.9 Modul Route


Modul route merupakan rute ataupun jalur yang akan dilewati oleh entity.
Station name atau nama stasiun harus sama dengan station yang menjadi titik tujuan
agar logika sejalan dan simulasi dapat dirunning.

Gambar 3.60 Modul Route 1

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-24

Gambar 3.61 Menu pada Modul Route

Route 1 Pintu Masuk merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa
dari pintu masuk menuju ruang tata usaha. Station name yang digunakan adalah
ruang tu. Route time adalah waktu yang diperlukan mahasiswa untuk melewati jalur
dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time valuenya adalah 5 menit.

Gambar 3.62 Modul Route 2

Gambar 3.63 Menu pada Modul Route


Route 2 Meja Surat merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa dari
ruang tata usaha menuju meja resepsionis yang mengurus persuratan. Station name
yang digunakan adalah meja surat. Route time adalah waktu yang diperlukan

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-25

mahasiswa untuk melewati jalur dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time
valuenya adalah 5 menit.

Gambar 3.64 Modul Route 3

Gambar 3.65 Menu pada Modul Route


Route 3 Meja Nilai merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa dari
ruang tata usaha menuju meja resepsionis yang mengurus perbaikan nilai. Station
name yang digunakan adalah meja nilai. Route time adalah waktu yang diperlukan
mahasiswa untuk melewati jalur dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time
valuenya adalah 10 menit.

Gambar 3.66 Modul Route 4

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-26

Gambar 3.67 Menu pada Modul Route


Route 4 Meja Tugas Akhir merupakan rute yang akan dijalani oleh
mahasiswa dari ruang tata usaha menuju meja resepsionis yang mengurus
pendaftaran nilai. Station name yang digunakan adalah meja ta. Route time adalah
waktu yang diperlukan mahasiswa untuk melewati jalur dari pintu masuk ke ruang
tata usaha. Route time valuenya adalah 3 menit karena jarak yang ditempuh lebih
pendek dari rute ke meja lainnya.

Gambar 3.68 Modul Route 5

Gambar 3.69 Menu pada Modul Route

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-27

Route 5 Pintu Keluar merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa
dari meja pengurusan surat menuju pintu keluar. Station name yang digunakan
adalah pintu keluar. Route time adalah waktu yang diperlukan mahasiswa untuk
melewati jalur dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time valuenya adalah 10
menit.

Gambar 3.70 Modul Route 6

Gambar 3.71 Menu pada Modul Route


Route 6 Pintu Keluar merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa
dari meja resepsionis perbaikan nilai menuju pintu keluar. Station name yang
digunakan adalah pintu keluar. Route time adalah waktu yang diperlukan
mahasiswa untuk melewati jalur dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time
valuenya adalah 10 menit.

Gambar 3.72 Modul Route 7

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-28

Gambar 3.73 Menu pada Modul Route


Route 7 Pintu Keluar merupakan rute yang akan dijalani oleh mahasiswa
dari meja resepsionis pendaftaran tugas akhir menuju pintu keluar. Station name
yang digunakan adalah pintu keluar. Route time adalah waktu yang diperlukan
mahasiswa untuk melewati jalur dari pintu masuk ke ruang tata usaha. Route time
valuenya adalah 5 menit karena jarak yang lebih dekat dengan pintu keluar.

3.1.10 Modul Dispose


Modul dispose merupakan modul untuk mengakhiri simulasi dan bertindak
sebagai output dari sebuah proses. Dapat diartikan juga sebagai titik akhir dari suatu
simulasi.

Gambar 3.74 Modul Dispose

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-29

Gambar 3.75 Menu pada Modul Dispose


Dispose 1 done merupakan titik akhir dari semua entitas yang diproses. Done
berarti semua proses yang dialami setiap entitas telah mencapai titik akhir.

2.4 Modul Data


3.2.1 Modul Data Entity

Gambar 3.76 Modul Data Entity

Modul data entity berisi entity 1 sebagai jenis entitas. Picture person sebagai
initial picture. Entitas yang masuk berasal dari modul create akan diwakilkan
dengan gambar orang (person).

3.2.2 Modul Data Queue

Gambar 3.77 Modul Data Queue

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-30

Modul data queue merupakan modul data yang menggambarkan antrian


yang terjadi pada simulasi. Pada model simulasi ini terdapat 12 antrian yang yaitu
berada pada modul process, match, batch, dan match. Type dari modul queue ini
semuanya sama yaitu first in first out, jika suatu entitas datang pertama maka akan
duluan dilayani sehingga keluar duluan juga.

3.2.3 Modul Data Resource

Gambar 3.78 Modul Data Resource

Modul data resource ini merupakan tabel yang menggambarkan resource


apa saja yang ada pada model simulasi. Terdapat tiga resource yaitu (1) Bu Susi
sebagai resource untuk melayani pembuatan surat, (2) Bu Eni sebagai resource
untuk melayani perbaikan nilai dan (3) Pak Mukali sebagai resource untuk
melayani proses pendaftaran tugas akhir. Masing-masing kapasitas yang tersedia
adalah 1.

2.5 Tampilan Model


3.3.1 Tampilan Model Sebelum Running

Gambar 3.79 Tampilan Model Kedatangan Mahasiswa

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-31

Gambar 3.80 Tampilan Tampilan Model Pilihan Tujuan dan Proses

Gambar 3.81 Tampilan Model Penggabungan dan Mahasiswa Keluar

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-32

3.3.2 Tampilan Model Setelah Running

Gambar 3.82 Tampilan Model Kedatangan Mahasiswa Setelah Running

Gambar 3.83 Tampilan Model Pilihan Tujuan dan Proses Setelah Running

Gambar 3.84 Tampilan Model Mahasiswa Keluar Setelah Running

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-33

3.4 Tampilan Animasi


3.4.1 Tampilan Animasi Sebelum Running

Gambar 3.85 Tampilan Animasi Sebelum Running

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-34

3.4.2 Tampilan Animasi Ketika Running

Gambar 3.86 Tampilan Animasi Ketika Running

3.4.3 Tampilan Animasi Setalah Running

Gambar 3.87 Tampilan Animasi Setelah Running

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-35

BAB IV
ANALISA

Pengamatan dilakukan pada tata usaha program studi teknik industri. Data
diambil sebanyak lima puluh untuk menjadi sampel pada pemodelan sistem ini.
Telah diamati waktu kedatangan mahasiswa pada tata usaha program studi teknik
industri. Dari data yang diperoleh dapat diketahui distribusi dari data kedatangan
mahasiswa, dengan cara memasukkan data yang diperoleh kedalam tools Arena,
sehingga diketahui bahwa data kedatangan mahasiswa itu berdistribusi Beta dengan
parameter dan . Pegamatan juga dilakukan pada proses pelayanan tata usaha.
Proses yang diamati adalah (1) proses pembuatan surat pengantar untuk kerja
praktek, (2) proses perbaikan nilai, (3) proses pendaftaran untuk tugas akhir.
Pada proses pelayanan pembuatan surat dihitung lamanya waktu pelayanan,
dimulai dari mahasiswa memasuki ruangan tata usaha kemudian memberikan
formulir pengajuan pembuatan surat dan keluar dari ruangan tata usaha. Kemudian
data yang didapat dimasukkan kedalam tools Arena, sehingga diketahui bahwa data
pelayanan pembuatan surat itu berdistribusi Beta dengan parameter dan .
Proses pelayanan untuk memperbaiki nilai juga diamati untuk mengetahui
distribusi dari pelayanan tersebut. Setelah data didapat maka dimasukkan kedalam
tools Arena, sehingga diketahui bahwa data pelayanan perbaikan nilai itu
berdistribusi Beta dengan parameter dan .
Proses pelayanan untuk pendaftaran tugas akhir diamati waktu
pelayanannya mulai dari mahasiswa mendatangi meja pendaftaran hingga
mahasiswa keluar dari ruangan tata usaha. Data dimasukkan kedalam tools Arena,
sehingga diketahui bahwa data pelayanan perbaikan nilai itu berdistribusi Beta
dengan parameter dan .
Setiap proses pelayanan terdapat reource masing-masing sebanyak satu
staff. Pelayanan pembuatan surat dilayani oleh Bu Susi yang berada di tengah meja
resepsionis, disebelah kanan adalah proses pelayanan untuk pendaftaran tugas akhir
yang dilayani oleh Pak Mukali. Sedangkan di bagian kiri meja resepsionis terdapat
proses untuk mengajukan perbaikan nilai yang akan dilayani oleh Bu Eni.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-36

Diasumsikan mahasiswa yang mendatangi tata usaha jurusan telah mengisi dan
membawa formulir untuk tiap pelayanan yang dituju.
Pada kasus nyatanya jarang terjadi antrian pada sistem meskipun resource
yang tersedia hanyalah satu untuk tiap layanan. Antrian hanya terjadi pada saat
tertentu misalnya pada awal semester untuk pengurusan surat pengantar kerja
praktek. Untuk pengurusan nilai puncaknya ketika telah dilaksanakan ujian tengah
semester ataupun ujian akhir semester dan nilai mata kuliah sudah di input ke dalam
SITU Unpas. Sedangkan untuk pendaftaran tugas akhir biasanya pada awal
dilaksanakannya semster.
Model simulasi ini menggunakan satu modul decide dan terdapat dua lengan
kejadian true dan satu lengan else. Pengambilan keputusan berdasarkan chance atau
proporsi peluang terjadi event true. Hal ini berdasarkan keadaan pada real system
yaitu tidak dapat diketahui mahasiswa yang datang akan memilih tujuan yang mana.
Berbeda dengan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi. Kondisi dari
entitaslah yang menentukan pengambilan keputusan ini. Perbedaan kondisi dari
entitas akan membedakan proses yang dialami entitas tersebut. Proporsi untuk
proses pembuatan surat sebesar 30%, proses perbaikan nilai 30% dan pendaftaran
tugas akhir sisa dari proporsi true.
Modul proses untuk mengetahui proses yang dialami entitas, di simulasi ini
terdapat tiga proses yang dimodelkan yaitu pembuatan surat, perbaikan nilai dan
pendaftaran tugas akhir. Entitas yang masuk akan dilayani dan membuat resource
yang ada tidak available atau busy. Ketiga waktu pelayanan tersebut berdistribusi
Beta.
Modul separate berguna untuk menduplikasi satu entity menjadi dua entity
kemudian digunakan modul assign untuk merubah entity picture pada simulasi.
Entitas bergambar orang mewakili mahasiswa, jika telah memberikan formulir
maka mahasiswa hanya menunggu formulir tersebut diproses. Setelah kedua entity
dicocokkan maka kedua entity tersebut akan digabungkan menggunakan modul
batch sehingga entity yang keluar menjadi satu entity saja. Modul assign diperlukan
kembali guna merubah gambar dari entitas. Jika semua proses selesai maka
mahasiswa telah dapat meninggalkan ruang tata usaha.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-37

Penggunaan modul station dan route untuk membuat animasi pada simulasi.
Tujuannya agar model simulasi yang telah dibuat lebih realistis dan mudah untuk
dilihat proses bisinisnya. Setiap tempat yang menjadi titik asal dan titik tujuan harus
menggunakan modul station dan disambungkan dengan modul route untuk menjadi
rute yang akan dilewati mahasiswa. Pada modul route terdapat route time yang
nilainya disesuaikan dengan jarak yang ditempuh. Jika lokasi berdekatan maka
waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan lebih cepat daripada jarak yang lebih
jauh.
Antrian yang terjadi pada model simulasi ini sangat sedikit. Hanya berkisar
antara 2-3 orang pada modul match. Hal ini disebabkan entity picture (report) harus
diproses terlebih dahulu, berbeda dengan entity person atau mahasiswa yang
langsung berpindah saja ke modul match.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-38

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pemodelan sistem pada software Arena mengenai studi
kasus Tata Usaha Program Studi Teknik Industri dapat disimpulkan bahwa entitas
yang masuk sebanyak 150 enitity kemudian dibagi kedalam tiga pilihan yaitu pada
modul seperate diketahui yang menuju pembuatan surat sebanyak 39 entity, modul
seperate perbaikan nilai sebanyak 47 entity dan modul separate tugas akhir
sebanyak 64 entity. Jumlah entitas yang keluar sama dengan jumlah entitas yang
masuk yaitu 150 entitas.
Dapat diketahui dari jumlah entitas yang masuk dan keluar bahwasanya
semua mahasiswa dapat dilayani dengan baik dan tidak terjadi antrian yang cukup
signifikan pada sistem. Tidak terjadi antrian disebabkan oleh waktu antar
kedatangan mahasiswa yang berjauhan sehingga mahasiswa dapat langsung
dilayani ketika masuk kedalam sistem atau ruang tata usaha. Selain itu waktu
pelayan untuk proses pembuatan surat, proses perbaikan nilai serta pendaftaran
tugas akhir yang tidak membutuhkan waktu lama dapat mengurangi waktu tunggu
jika ada mahasiswa lain yang menuju ke pelayanan yang sama.
Menurut Taha (1996) teori antrian adalah teori yang menyangkut studi
matematis dari antrian-antrian atau baris-baris penungguan. Formasi baris-baris
penungguan merupakan sesuatu yang biasa terjadi apabila kebutuhan akan suatu
pelayanan melebihi kapasitas yang tersedua untuk menyelenggarakan pelayan
tersebut. Sehingga berdasarkan hasil simulasi yang didapat antrian yang muncul
tidak signifikan sehingga dapat dinyatakan proses pelayanan yang dilakukan tata
usaha program studi teknik industri telah baik. Kapasitas pelayanan yang cukup
meniadakan terjadinya antrian pada entity yang masuk yaitu mahasiswa.
Apabila pelayanan yang saat ini dikembangkan lagi mungkin hanya pada
proses memasukkan data kedalam sistem yaitu menggunakan sistem informasi
yang terintegrasi sehingga dapat mengurangi kegiatan yang tidak efisien seperti
mengisi formulir secara manual. Jika sistem informasi sudah tersedia sebaiknya
staff menjalankan sistem tersebut agar meningkatkan produktivitas.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-39

5.2 Saran
5.2.1 Saran untuk Laboratorium
Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan Program Studi Teknik
Industri Universitas Pasundan merupakan salah satu laboratorium yang dimiliki
universitas pasundan. Untuk meningkatkan pelayanan yang diperolah mahasiswa
sebaiknya Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan menjalankan continous
improvement agar selalu menjadi lebih baik mengikuti dengan perkembangan
lingkungan. Saat ini fasilitas yang diperoleh mahasiswa sudah cukup baik.
Komputer yang tersedia di dalam lab sudah mencukupi namun tetap harus selalu
diperhatikan kondisinya dengan menjaga (maintenance) komputer yang sudah ada.
Sedangkan kondisi lingkungan sudah nyaman karena pendingin ruangan (air
conditioner) yang telah diperbaiki.
Untuk ruangan assistensi antara assisten laboratorium dengan mahasiswa
sebaiknya ditingkatkan, seperti lokasi yang lebih luas agar dapat meningkatkan
kapasistas untuk tiap assistensi. Saat ini kebijakan yang berlaku adalah maksimum
dua mahasiswa per assisten untuk melaksanakan assistensi. Jika lokasi yang
menjadi tempat assistensi ditingkatkan maka kapasitas pelayanan juga akan
meningkat akibatnya antrian yang terjadi di luar laboratorium akan berkurang.
Selain itu ruang tunggu untuk mahasiswa yang menunggu antrian assistensi belum
terfasilitasi dengan baik. Kebanyakan mahasiswa yang menunggu duduk atau
berdiri dan memenuhi koridor di basement, sebaiknya diberikan tempat duduk
mungkin didepan cafein dengan jumlah yang lebih banyak karena masih tersedia
tempat yang kosong disana dan mahasiswa dapat menunggu antrian di kursi
tersebut agar tidak memenuhi koridor basement.
5.2.2 Saran untuk Materi
Materi yang disampaikan selama ini cukup karena sudah dapat memberikan
konsep pemahaman dasar untuk mahasiswa sebagai pemula dalam bidang
pemodelan sistem terutama menggunakan software Arena. Saran untuk
memaksimalkan waktu praktikum yang ada yaitu sebanyak dua jam setiap
pertemuan, agar tidak ada waktu senggang pada saat praktikum dapat diisi dengan
penjelasan berikut bagaimana penggunaan tools lainnya dalam Arena guna
menambah wawasan mahasiswa mengenai software Arena itu sendiri.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-40

5.2.3 Saran untuk Assisten


Saran untuk assisten dalam proses pembelajaran pada saat praktikum
berlangsung sudah baik, namun dikarenakan assisten yang mengajar pada saat
praktikum tidak adanya rolling pengajar maka yang dapat diketahui hanyalah cara
pengajaran beberapa assisten saja. Sebaiknya ditingkatkan cara penyampaian
materi dengan seperti suara yang kurang jelas, agar materi yang disampaikan
langsung dapat didengar oleh semua praktikan. Pada saat penggunaan software
Arena sebaiknya lebih pelan lagi penyampaiannya karena praktikan sebagai orang
awam mengenai software Arena sedikit kesusahan mengikuti ritme penyampaian
yang cepat namun hal ini hanya terjadi pada awal-awal dilaksanakannya praktikum
saja.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-41

DAFTAR PUSTAKA

Pancabhakti, Tri, Pengertian Tata Usaha Kegiatan dan Ciri Ciri Pelaksanaannya,
http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-tata-usaha-kegiatan-dan-
ciri.html, 21 maret 2017, jam 1:09 am.
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2008-2-00487-TI%20Bab%202.pdf
Siagian, P. 1987. Penelitian Operasional: Teori dan Praktek. Universitas Indonesia
Press: Jakarta.
Supranto.2001. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 5. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Taha, Hamdy A.1996. Riset Operasi Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Binarupa
Aksara.
Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan. 2017. Panduan Praktikum
Simulasi Komputer. Bandung: Tim Dosen.

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-42

LAMPIRAN

Gambar 88 Hasil Input Analyzer Waktu Antar Kedatangan

Gambar 89 Hasil Input Analyzer Waktu Proses Pelayanan Pembuatan Surat

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS


Ryry Rizki Asri (14.10188) II-43

Gambar 90 Hasil Input Analyzer Waktu Proses Pelayanan Perbaikan Nilai

Gambar 91 Hasil Input Analyzer Waktu Proses Pelayanan Pendaftaran Tugas Akhir

Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan TI UNPAS