Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

PEMETAAN MEDAN LISTRIK

Drianto Darmawan

Teknik Konversi Energi

1215020032

Dosen : Dezzety Monica

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

DEPOK

2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Listrik adalah sesuatu yang biasa digunakan sehari-hari.Medan listrik


adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti
elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang ada di sekitarnya.
Medan listrik memiliki satuan N/C atau dibaca Newton/coulomb. Medan
listrik umumnya dipelajari dalam bidang fisika dan bidang-bidang
terkait, dan secara tak langsung juga di bidang elektronika yang telah
memanfaatkan medan listrik ini dalam kawat konduktor (kabel). Karena
itu, pada percobaan ini, akan dipelajari beberapa konsep mengenai
kelistrikan, dengan mengamati bagaimana bentuk pemetaan medan
listrik, bagaimana hubungannya terhadap jarak dan beda potensial.
Daerah di antara dua konduktor tertentu dengan potensial listrik
masing-masing permukaan diketahui sebagai syarat batas maka akan
diperoleh garis-garis medan atau juga dinamai garis gaya listrik dari
bidang-bidang ekuipotensialnya. Bidang ekuipotensial adalah suatu
bidang yang potensial listriknya sama di setiap titik pada bidang itu.
Garis-garis medan listrik dengan bidang ekuipotensial adalah saling
tegak lurus satu-sama lain. Untuk mendapatkan distribusi potensial di
titik-titik yang tersebar diantara dua permukaan konduktor
menggunakan metode pemetaan. (Rustam Efendi, 2007).

1.2. Tujuan
Kuat medan listrik merupakan suatu pembebanan listrik pada suatu
bahan dielektrik, oleh karena itu penentuan kuat medan listrik merupakan
suatu hal yang penting didalam teknik tegangan tinggi.

Penentuan kuat medan listrik dapat dilakukan dengan cara:

1. Penentuan medan secara grafis


2. Pengukuran pada suatu model dalam medan arus
3. Pengukuran pada tegangan tinggi
4. Perhitungan secara numeris dan analitis
Dalam praktikum berikut ini hanya akan dilakukan pengukuran pada
suatu model dalam medan arus atau disebut pemetaan medan
listrik, yang dilakukan dengan mempergunakan kertas konduktif.

BAB II
DASAR TEORI

2.1. Dasar Teori

Coulomb menyelediki gaya tarik menarik atau tolak menolak antara


dua muatan titik atau partikel bermuatan yaitu gaya antara benda
bermuatan yang ukurannya kecil dibandingkan dengan jarak antara
keduanya. Ia menemukan bahwa gaya tersebut besarnya:

1 q l qt
Ft = a .......... (1)
4 0 R 2

Medan listrik merupakan daerah yang masih dipengaruhi sifat


kelistrikan dari muatan tertentu. Medan listrik dapat juga didefinisikan
sebagai gaya bertumpu pada muatan uji satuan pada titik yang ingin
didapatkan harga medan vektornya. Bila ditulis gaya yang bertumpu
pada satu satuan muatan, maka :

Ft 1 ql
= a .......... (2)
q t 4 0 R 2

Sehingga:

q
E= aR
4 0 R 2 .......... (3)

Medan listrik dapat pula dihitung apabila suatu potensial listrik V


diketahui, melalui perhitungan gradiennya.

V V V
V = a+ a + a .......... (4)
x x y y z z

sehingga

E= V .......... (5)

( Safarul Azmi, 2007)


Medan listrik didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan, dan
potensial listrik didefinisikan sebagai energi potensial per satuan
muatan.

F
E= .......... (6)
q

dan

U
V= .......... (7)
q

Dimana

U =F s .......... (8)

maka,

V
E= .......... (9)
s

yang menunjukkan bahwa medan listrik secara langsung berhubungan


dengan laju perubahan potensial listrik dari suatu titik ke titik yang lain
dalam ruang. Semakin drastis perubahan potensial listrik dari satu titik
ke titik lain, maka semakin besar nilai dari medan listrik pointing
sepanjang perpindahan tersebut. Sebaliknya, jika potensial listrik tidak
berubah sama sekali dari satu titik ke titik lain (potensial listrik
konstan) maka medan listrik tidak dapat menunjuk ke arah
perpindahan tersebut. Ini merupakan gagsan garis ekuipotensial yang
akan dipelajari. (Tim Eksperimen Fisika I, 2012). Pengertian kekuatan
listrik suatu bahan isolasi ialah besar kuat medan listrik yang masih
diperkenankan pada keadaan tertentu, keadaan yang dimaksud adalah
jenis tegangan, lamanya pembebenan, temperatur dan bentuk
elektroda.Batas-batas kekuatan listrik suatu isolasi akan tercapai bila
pada suatu tempat sembarang kuat medan tembusnya dilewati. Oleh
karena itu penentuan kuat medan maksimum mempunyai arti praktis
yang besar.Pengertian kekuatan listrik suatu bahan isolasi, ialah kuat
medan listrik yang masih diperkenankan pada keadaan tertentu,
keadaan yang dimaksud adalah jenis tegangan, lamanya pebebanan,
temperatur, dan bentuk elektroda. Batas batas kekuatan listrik suatu
isssolasi akan tercapai bila pada suatu tempat sembarang kuat medan
tembusnya dilewati.

a. Penetuan medan secara grafis


Jalannya garis medan listrik ditentukan oleh arah kuat medan
listrik E. Pada setiap tempat garis ini berjalan tegak lurus garis
ekiponential, jadi tegak lurus pada permukaan elektroda. Dengan
asumsi tidak ada muatan permukaan pada bidang batas dielektrik,
maka komponen normal dari kuat medan listrik akan berbanding
terbalik dengan konstanta dielektrika bahan isolasi.Sedangkan
komponen tangensial dari kuat medan dari umumnya pada medan
dua dimensi pemetaan medan medan secara grafis mencapai
kketelitian yang cukup. Pada cara ini mula mula digambarkan
garis garis ekiponential dan garis garis medan menurut
penafsiran, kemudia gambar medan dikoreksi selangkah dengan
bantuan hukum hukum dasar elektrostratis.
Jarum 90 % 80 %

70 %

60 %

50 %

40 %

30 %

Jarum 10 % 20 %

Gambar 2.1 Contoh garis garis medan dan ekiponential untuk medan
dua dimensi

b. Pemetaan Medan Listrik dengan kertas konduktif.


Medan listrik dua dimensi dapat diukur dengan sederhana dan
cukup teliti dengan menggunakan ketas konduktif, dimana
konstanta dielektrik sebanding dengan jumlah lapisan kertas
konduktif. Sebagai kertas konduktif dikenal kertas grafik dengan
suatu tahanan permukaan sebesar 10, seperti kertas digunakan
sebagai lapisan konduktif dari kabel tegangan tinggi.
Permukaan elektroda disimulasi dengan lapisan cak perak
konduktif, dengan pengokoh fuli logam, dengan paku atau jarum
yang dihubungkan satu sama lain yang dipkukan pada selembar
papan kayu atau bahan logam yang ditekan. Pada bidang batas
antara elektroda dan dialektrik, antara dua dielektrik yang
berlainan kertas konduktif itu harus dihubungkan konduktif satu
sama lain dengan baik, untuk ini cocok digunakan jarum yang
dipakukan pada papan dasar.

2.1.1. Meniru Medan Listrik dengan Kertas Konduktif

Medan dua dimensi dapat diukur dengan sederhana dan


cukup teliti dengan menggunakan kertas konduktif, dimana
konstanta dieektrik sebanding dengan jumlah lapisan kertas
konduktif. Sebagai kertas konduktif dikenal kertas grafik dengan
suatu tahanan permukaan (tahanan dari dua sisi yang berhadapan /
junction) sebesar kira-kira 10k Ohm, seperti kertas yang digunakan
sebagai lapisan konduktif dari kabel tegangan tinggi.

Permukaan elektroda disimulasi dengan lapisan cat perak


konduktif, dengan pengokoh foli logam, dengan paku atau jarum
yang dihubungkan satu sama lain tang dipakukan pada selembar
papan kayu atau dengan bahan logam yang ditekan. Pada batas
antara elektroda dan dielektrik, antara dua dielektrik yang berlainan
kertas konduktif itu harus dihubungkan konduktif satu sama lain
dengan baik. Untuk ini cocok digunakan jarum yang dipakukan pada
papan dasar.

Keuntungan dari cara ini adalah bahwa penggambaran medan


dapat langsung ditunjukan pada kertas konduktif.
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1. Alat-Alat yang Digunakan

Alat alat yang diperlukan untuk menujang pelaksanaan praktik adalah


sebagai berikut:

1. Sumber tegangan DC
2. Tahanan (R)
3. Galvanometer (G)
4. Voltmeter (V)
5. Kertas konduktif
6. Jarum Pelacak
7. Jarum Pin
8. Cat Perak
9. Pensil
10. Penggaris
11. Papan
12. Kuas
13. Kabel penghubung

3.2. Rangkaian Percobaan


Keterangan

1. Simulasi elektroda
2. Kertas konduktif
3. Simulasi isolator / dielektrik
4. Jarum pelacak
5. Skala

3.3. Langkah Kerja

Untuk melakukan prosedur percobaan pemetaan medan listrik adalah


sebagai berikut :

1. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan.


2. Buat rangkaian percobaan seperti gambardi atas
3. Hidupkan sumber tegangan DC, dan atur tegangannya pada 10 volt
4. Mengkalibrasi galvanometer pada 100% dari tegangan pada
galvanometer.
5. Membuat model elektroda pada kertas konduktif dengan cat
perak yang telah tersedia.
6. Meletakkan jarum pelacak yang diberi sumber dari galvanometer
kebentuk elektroda yang akan diuji.
7. Melakukan pelacakan dengan tegangan dari galvanometer 0 % +
100 % dari tegangan galvanometer.
8. Melakukan percobaan dengan model elektroda : segitiga-segitiga
9. Cari tempat kedudukan : titik-titik sedemikian sehingga galvanometer
(G) menunjukan harga 10%,20%,30%,40%,50%,60%,70%,80%,90%
catat koordinatnya

BAB IV
ANALISA DATA

4.1 Data Hasil Pengamatan


Data Pengukuran yang didapat pada praktikum pemetaan medan listrik
sebagai berikut :

4.1.1 Kelompok 1

No V (Volt) I r (Meter) E R ()
1 1 10 0,075 13,33 100.000
2 2 20 0,07 28,57 100.000
3 3 30 0,06 50 100.000
4 4 40 0,048 83,33 100.000
5 5 50 0,032 156,25 100.000
6 6 60 0,025 240 100.000
7 7 70 0,014 500 100.000
8 8 80 0,008 1000 100.000
9 9 90 0,002 4500 100.000

4.1.2 Kelompok 2

No V (Volt) I r (Meter) E R ()
1 1 10 0,08 12,5 100.000
2 2 20 0,075 26,6 100.000
3 3 30 0,065 46,2 100.000
4 4 40 0,051 78,4 100.000
5 5 50 0,039 128,21 100.000
6 6 60 0,025 240 100.000
7 7 70 0,014 500 100.000
8 8 80 0,006 1333,3 100.000
9 9 90 0,0015 6000 100.000

4.1.3 Kelompok 3

No V (Volt) I r (Meter) E R ()
1 1 10 0,083 12,048 100.000
2 2 20 0,077 25,87 100.000
3 3 30 0,0685 43,725 100.000
4 4 40 0,058 68,965 100.000
5 5 50 0,0435 114,945 100.000
6 6 60 0,029 206,8965 100.000
7 7 70 0,0145 482,7584 100.000
8 8 80 0,0065 1230,768 100.000
9 9 90 0,002 4500 100.000

4.1.4 Kelompok 4

No V (Volt) I r (Meter) E R ()
1 1 10 0,0765 13,1 100.000
2 2 20 0,071 28,2 100.000
3 3 30 0,0625 48 100.000
4 4 40 0,05 80 100.000
5 5 50 0,0375 133,3 100.000
6 6 60 0,0275 218,18 100.000
7 7 70 0,017 411,2 100.000
8 8 80 0,085 941,2 100.000
9 9 90 0,035 2571,43 100.000
4.2.1 Grafik

4.2.1 Grafik Tegangan Terhadap Jarak

Hubungan antara V dan r2


10
9
8 Kelompok 1
7 Power (Kelompok 1)
6 Kelompok 2
Power (Kelompok 2)
Tegangan 5
Kelompok 3
4
Power (Kelompok 3)
3
Kelompok 4
2 Power (Kelompok 4)
1
0
0 0 0 0.01 0.01

Jarak

Grafik di atas menunjukan adanya hubungan antara tegangan dan


jarak. Semakin besar tegangan, jaraknya semakin dekat, dan bila jarak
bertambah tegangan akan berkurang. Powernya sendiri juga mengalami
penurunan sampai menjadi konstan pada jarak tertentu.

4.2.2 Grafik Arus Terhadap Jarak


Hubungan antara I dan r2
100
90
80 Kelompok 1
70 Power (Kelompok 1)

60 Kelompok 2
Power (Kelompok 2)
Arus 50
Kelompok 3
40
Power (Kelompok 3)
30
Kelompok 4
20
Power (Kelompok 4)
10
0
0 0 0 0.01 0.01

Jarak

Grafik di atas menunjukan hubungan antara arus dan jarak tidak


berbeda jauh dengan hubungan tengangan dengan jarak. Semakin besar
arus, jaraknya semakin dekat, dan bila jarak bertambah arus akan
berkurang. Powernya sendiri juga mengalami penurunan sampai menjadi
konstan pada jarak tertentu. Yang membedakan hanyalah kekuatan arus
yang mengalir jauh lebih kecil dari tegangannya.

4.2.3 Grafik Medan Terhadap Jarak

Hubungan antara E dan r2


7000

6000 Kelompok 1
5000 Power (Kelompok 1)
Kelompok 2
4000
Power (Kelompok 2)
Medan
3000 Kelompok 3
Power (Kelompok 3)
2000
Kelompok 4
1000 Power (Kelompok 4)

0
0 0 0 0.01 0.01

Jarak

Grafik di atas menunjukan hubungan medan dan jarak, sama


dengan hubungan power di sini dengan jaraknya. Keduanya mengalami
penurunan tajam ketika jarak bertambah, sehingga pada suatu titik,
kekuatan medan dan power sudah turun dengan perlahan.

4.2.4 Grafik Hambatan Terhadap Jarak

Hubungan antara R dan r2


120000

100000 Kelompok 1
Power (Kelompok 1)
80000
Kelompok 2
Power (Kelompok 2)
Hambatan 60000
Kelompok 3
40000 Power (Kelompok 3)
Kelompok 4
20000 Power (Kelompok 4)

0
0 0 0 0.010.01

Jarak

Tidak seperti yang lain, hambatan cenderung konstan walaupun


jarak bertambah, hal ini terjadi karena kami hanya menggunakan 1
hambatan, yakni hambatan yang ada pada kertas konduktor. Powernya
sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni terjadi penurunan cukup tajam
hingga mencapai suatu tiitik dan power akan turun dengan perlahan.
4.2.5 Medan Quickfield
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Tegangan dan arus berbanding lurus dengan medan, jika


tegangan atau arus dinaikan, medan listrik juga akan
meningkat. Power dan medan memiliki hubungan yang sama
terhadap jarak dan hambatan akan selalu konstan terhadap
jarak. Model elektroda memengaruhi besarnya medan yang
dihasilkan ketika tegangan dinaikan.

5.2 Saran

1. Pastikan telah mengkalibrasi alat dengan benar


2. Selalu bekerja sesuai SOP
3. Bagilah tugas dengan teman-teman sekelompok untuk
meringankan pekerjaan
4. Tanyakan pada dosen yang bersangkutan jika mengalami
masalah

Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Medan_listrik
https://www.scribd.com/doc/145769229/PEMETAAN-MEDAN-LISTRIK

khodijahamini.blog.uns.ac.id%2Ffiles%2F2012%2F12%2FEks-8_Pemetaan-
Potensial-dan-Medan-Listrik_Make-a-
Journal_Rev.docx&usg=AFQjCNHd4bNLsRKYXstoSlrdJJvb7zqxtA&sig2=Khrp6qyICf
Keuyi-XWiMZw