Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH TEKNOLOGI PENGEMASAN

KEMASAN KERTAS

PENYUSUN :

BELINDA PUTRI ARDIANTI 145080301111036

T01

TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

0
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah Teknologi Pengemasan mengenai Kemasan Kertas dengan baik hingga
selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Malang, 20 Oktober 2016

Belinda Putri Ardianti

(145080301111036)

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................... 1

Daftar Isi ............................................................................................................................... 2

BAB 1. Pendahuluan

1.1........................................................................................................................................... Latar
Belakang ......................................................................................................................... 3
1.2...........................................................................................................................................
Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4
1.3...........................................................................................................................................
Tujuan ............................................................................................................................. 4

BAB 2. Pembahasan

2.1. Pengertian Kemasan dan Pengemasan............................................................................ 5

2.2. Sejarah Kemasan Kertas................................................................................................. 6

2.3. Proses Pembuatan Kertas................................................................................................ 8

2.4........................................................................................................................................... Jenis-
jenis Kemasan Kertas....................................................................................................... 11
2.5........................................................................................................................................... Kelebi
han dan Kekurangan Kemasan Kertas............................................................................. 18

BAB 3. Penutup

3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 20

3.2. Saran .............................................................................................................................. 20

Daftar Pustaka ....................................................................................................................... 21

2
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia, sehingga ketersediaan
pangan perlu mendapat perhatian yang serius baik kuantitas maupun kualitasnya. Bahan pangan
merupakan bahan yang digunakan oleh setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Nutrisi-nutrisi tersebut sangat dibutuhkan oleh manusia kehidupannya seperti untuk beraktifitas,
berfikit, dan lain-lain. Tetapi bahan pangan juga dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme untuk
hidup.
Ada beberapa jenis mikroorganisme yang memanfaatkan nutrisi yang terdapat pada
bahan pangan untuk berkembang biak. Mikroorganisme tersebut ada yang bersifat pathogen
maupun tidak. Contoh mikroorganisme patogen yang dapat tumbuh pada bahan pangan yaitu
Clostridium botulinum, S.aureus, E.coli, Salmonella, dan lain-lain. Oleh karena itu dibutuhkan
bahan pengemas yang mana dapat memperkecil kemungkinan mikroorganisme-mikroorganisme
tumbuh pada bahan pangan.

Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap makanan atau
bahan pangan, agar makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah maupun yang telah
mengalami pengolahan, dapat sampai ke tangan konsumen dengan selamat, secara kuantitas
maupun kualitas.
Pengemasan disebut juga pembungkusan, pewadahan atau pengepakan. Pengemasan
memegang peranan penting dalam pengawetan dan mempertahankan mutu bahan hasil pertanian.
Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi
kerusakan,melindungi bahan pangan yang ada di dalamnya,melindungi dari bahaya pencemaran
serta gangguan fisik (gesekan,benturan,getaran). Disamping itu pengemasan berfungsi untuk
menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang

3
memudahkan dalam penyimpanan,pengangkutan dan distribusi.Dari segi promosi wadah atau
pembungkusan berfungsi sebagtai perangsang atau daya tarik bagi konsumen. Ada beberapa jenis
kemasan yang digunakan, pada makalah ini akan dibahas mengenai kemasan kertas.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari kemasan dan pengemasan?
2. Bagaimana sejarah kemasan kertas?
3. Bagaimana cara pembuatan kertas?
4. Apa saja jenis-jenis kemasan kertas?
5. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari kemasan kertas?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui beberapa hal sebagai
berikut:
1. Pengertian kemasan dan pengemasan
2. Sejaran kemasan kertas
3. Cara pembuatan kertas
4. Jenis-jenis kemasan kertas
5. Kelebihan dan kekurangan kemasan kertas

4
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kemasan dan Pengemasan

Pengertian kemasan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Menurut Kotler (1995 : 200) pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus sebagai sebuahproduk.
Swatha mengartikan (1980 : 139) pembungkusan (packaging) adalah kegiatan-kegiatan
umum dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain pembuatan bungkus
atau kemasan suatu barang.
Menurut Saladin (1996 : 28) kemasan adalah wadah atau bungkus. Jadi beberapa
pendapat para ahli tersebut dapat di simpulkan kemasanadalah suatu kegiatan
merancang dan memproduksi bungkus suatu barang yang meliputi desain bungkus dan
pembuatan bungkus produk tersebut.

Sedangkan pengertian pengemasan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dinyatakan bahwa kemasan
pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan, baik yang
bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. Pada Bab VII bagian keenam Standar
Kemasan Pangan pasal 83, dinyatakan bahwa setiap orang yang melakukan produksi pangan
untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apapun sebagai kemasan pangan yang dinyatakan
terlarang dan atau yang dapat melepaskan cemaran yang merugikan atau membahayakan
kesehatan manusia, dan wajib melakukan pengemasan pangan secara benar untuk menghindari
terjadinya pencemaran terhadap pangan.

Menurut Agustina (2011), pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau
pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada
didalamnya bisa terlindungi, sedangkan kemasan produk adalah bagian pembungkus dari suatu
produk yang ada didalamnya.

5
Menurut BPOM, pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap
makanan atau bahan pangan, agar makanan atau bahan pangan yang belum diolah maupun yang
telah mengalami pengolahan dapat sampai ke tangan konsumen dengan selamat secara kuantitas
maupun kualitas.

2.2. Sejarah Kemasan Kertas

Penggunaan bahan baku yang memiliki sifat lunak (flexible) sebagai bahan kemasan
dimulai oleh bangsa Cina pada sekitar 2 abad sebelum masehi, dengan menggunakan kulit
batang pohon mulberry yang diolah. Bangsa Cina juga mengembangkan teknik pembuatan
kertas, Pengetahuan teknik yang pada akhirnya menyebar ke Eropa melalui Asia, dan baru
kemudian diperkenalkan di Inggris sekitar tahun 1310. Teknik pembuatan kertas sendiri baru
sampai di Amerika sekitar tahun 1690, yang dikembangkan di Germantown, Pennsylvania.

Material kertas sendiri pada dasarnya merupakan lembaran tipis cellulose (material serat
fiber yang didapat, dan diolah dari tanaman). Pada masa awal perkembangan teknologi
pembuatan kertas, bahan fiber yang digunakan didapat dari sejenis tanaman Flax (Linum
usitatissimum), yang umum digunakan untuk membuat kain linen, bahkan seiring meningkatnya
permintaan akan kertas, seringkali kain linen tua diolah kembali untuk dijadikan kertas.

Pada tahun 1867, proses pembuatan kertas mulai berkembang, dan menggunakan bahan
kayu dari pohon yang lebih besar dan padat, karena pada saat itu kayu keras merupakan bahan
baku yang murah dan tersedia sangat banyak, yang kemudian secara cepat menggantikan bahan
fiber yang didapat dari bahan flax.

Langkah penting dalam penggunaan kertas sebagai bahan kemasan terjadi ketika paper
bagsmulai diproduksi dan diperkenalkan secara komersil pada sekitar tahun 1844, di Bristol,
Inggris. Tidak lama kemudian pada tahun 1852, Francis Wolle menciptakan bag-making
machine di Amerika. Lebih jauh lagi pada tahun 1870, lem mulai digunakan dalam pembuatan
kantung kertas, yang memungkinkan terciptanya berbagai macam desain kemasan kertas seperti
yang digunakan saat ini. Pada tahun 1905 diperkenalkan pula mesin-mesin yang secara otomatis
dapat mencetak tulisan atau image pada kantung kertas.

6
Dengan berkembangnya kemasan dari kertas ini maka kemasan kantung berbahan katun
yang mahalpun tergantikan. Namun kemasan besar dari kertas berlapis yang kuat masih bertahan
dan tidak menggantikan kemasan berbahan kain hingga 1925, ketika akhirnya mesin obras
diciptakan.

Manfaat penting lain dari kemasan kertas ini adalah pengembangan paperboard yang
biasa digunakan untuk mengemas sereal. Karton paperboard yang pertamabiasa disebut
kotakcardboarddiproduksi di inggris pada tahun 1817, setelah lebih dari 200 tahun kemasan
ini diciptakan di cina.

Bentuk umum lain dari cardboard yang berbentuk gulungan paralel muncul di tahun
1850an. Pada dasarnya,bentuk cardboard ini dibuat dari helaian paperboard tipis yang dicetak
bergelombang lalu ditumpuk diantara 2 helai paperboard. Material ini sangat berguna untuk
pengiriman dan penyimpanan barang karena kuat,ringan dan murah. Bagaimanapun, mengganti
keranjang kayu dengan alternatif kemasan lunak ini cukup sulit. Namun demikian, sekitar tahun
1910, setelah banyak perseteruan secara hukum antara pabrik dan sistem pemerintah, kemasan
lunak ini mulai menggantikan kotak dan keranjang kayu buatan rumahan yang biasa digunakan
untuk berdagang. Sekarang, kotak cardboardyg lebih sering disebut C-flutesering
digunakan untuk pengiriman barang.

Dengan banyaknya inovasi, secara tidak sengaja kemasan lunak berkembang. Robert Gair
adalah seorang juru cetak dan pembuat paperbag di Brooklyn pada era 1970an. Ketika ia sedang
mencetak pesanan kantung benih, sebuah alat logam yang biasanya untuk menaikkan kantung
berada di posisi yg membuat kantung terpotong. Gair menyimpulkan, dengan memotong dan
membentuk paperboard dalam satu langkah merupakan sebuah keuntungan; untuk
pertamakalinya secara otomatis pembuatan karton yang sekarang biasa disebut kemasan semi
fleksibel diciptakan. Seperti karton gulung atau tubular cartons yang mendominasi jenis
kemasan untuk makanan kering di pasaran.

Perkembangan produksi makanan sereal keping pun menggunakan karton paperboard.


The Kellogs brother adalah yang pertama menggunankan karton sereal. The Kellogs
menjalankan sebuah sanatorium di battle creek, Michigan. Mereka mengembangkan sereal
keping sebagai makanan sehat bagi para pasien,lalu disusul dengan pemasaran produk makanan
ini dalam skala besar. Kemasan sebelumnya berbentuk kotak polos yang dibungkus kantung

7
waxtite. Kantung luar tersebut bertuliskan merk dagang dan salinan iklan. Sekarang, tentu saja
sereal berbungkus kantung plastik di dalam karton bercetakan. Beberapa produsen sereal menjual
produknya dalam kemasan kantung fleksibel, seperti makanan ringan. Bagaimanapun, konsumen
di amerika serikat hanya sebagian yang tertarik pada produk dalam kemasan jenis ini, maka kami
melanjutkan produksi sereal dengan format kemasan kantung di dalam kotak.

Kemasan lunak ini mulai meningkat popularitasnya di sekitar abad 20an. Lalu seiring
dengan munculnya kemasan plastik (akhir 1970an dan awal 1980an), kemasan lunak dari
kertaspun mulai tergantikan. Belakangan muncul persepsi yang direspon oleh para desainer
bahwa plastik tidak ramah lingkungan sehingga mengakibatkan tren kemasan jenis ini menurun.
Faktanya adalah mengurangi jumlah material kemasan biasanya lebih penting daripada
mengurangi komposisi kemasan untuk mendapatkan bentuk kemasan yang paling ramah
lingkungan.

2.3. Proses Pembuatan Kertas

Bahan baku pembuatan kertas adalah selulosa kayu atau merang padi yang diberi
perlakuan kimia, dihancurkan, dipucatkan, dibentuk menjadi lapisan dan dikeringkan. Kayu
terdiri dari 50% selulosa, 30% lignin dan bahan bersifat adhesif di lamela tengah, 20%
karbohidrat berupa xylan, mannan serta resin, tanin dan gum.

Tipe kayu dan lembaran akhir kertas yang diinginkan sangat menentukan cara
pembuatan kertas. Pada pembuatan kertas bahan baku berupa kayu atau merang padi

terlebih dahulu dibuat menjadi pulp.

Gambar 1. Proses pembuatan kertas

8
1. Metode Pembuatan Pulp
Ada tiga metode yang digunakan dalam pembuatan pulp yaitu :

a. Metode pertama yaitu metode pembuatan pulp kayu dasar. Kayu gelondongan dihancurkan
dengan gilingan batu sambil menyemprotkan air ke permukaan gilingan batu untuk
mengeluarkan bahan yang sudah digiling. Metode ini hanya digunakan untuk jenis kayu lunak
yaitu jenis kayu yang berasal dari pohon berdaun jarum dengan panjang serat > 0.625 cm. Pada
metode ini tidak ada bagian kayu yang terbuang.

b. Metode kedua adalah metode pembuatan pulp kimiawi. Pada metode ini kayu dimasukkan ke
dalam bahan kimia untuk mengeluarkan lignin dan karbohidrat. Ada 3 proses kimia yang
digunakan yaitu :

- Proses soda yang ditemukan di Inggris tahun 1851 dan merupakan proses kimia yang tertua.
Pada proses soda, bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan komponen kayu yang tidak
diinginkan adalah soda kaustik (sodium hidroksida) dan soda abu (sodium karbonat). Proses
soda digunakan untuk pembuatan pulp dari kayu keras yaitu kayu yang berasal dari pohon yang
daunnya berjatuhan pada musim tertentu, mempunyai panjang serat < 0.25 cm.

- Proses kraft atau proses sulfat menggunakan bahan kimia berupa sodium sulfat sebagai
pengganti sodium karbonat. Hasil dari proses kraft adalah pulp kraft yang keras tetapi berwarna
coklat dan sulit untuk diputihkan, sedangkan pulp soda berwarna lebih putih dan teksturnya
halus.

- Proses sulfit menggunakan bahan kimia berupa larutan kalsium atau magnesium bisulfit dan
asam sulfit. Metode ini digunakan untuk kayu lunak dan dihasilkan pulp yang berwarna lebih
terang, kekuatannya lebih tinggi dari pulp soda api tidak sekuat pulp kraft.

c. Metode Semikimiawi

Metode ini merupakan kombinasi cara kimia dan alat-alat mekanis dalam pembuatan pulp kayu.
Untuk melunakkan lignin dan karbohidrat yang terikat dengan serat, maka kayu direndam dalam
soda kaustik atau sodium sulfi netral. Kemudian digiling dalam piringan penghalus. Metode
semikimiawi digunakan untuk kayu keras, biaya prosesnya rendah dan pulp yang dihasilkan
masih mengandung sebagian besar lignin. Pulp semikimiawi sukar diputihkan, dan jika terkena

9
sinar matahari akan berwarna kuning. Biasanya digunakan untuk bahan yang membutuhkan
kekuatan dan kekakuan seperti media kardus.

Kayu yang akan dijadikan pulp dipotong menjadi potongan yang ipis dan kecil, dimasak
beberapa jam dengan menggunakan alat penghancur yang dioperasikan pada suhu 150oC dan
tekanan 7 kg/cm2 (100 Psi), kemudian ditutup keras-keras membentuk blow pit dimana bahan ini
dibersihkan. Setelah itu dilakukan pemutihan (bleaching) dengan menggunakan kalsium
hipoklorit, hidrogen peroksida atai kalsium dioksida. Proses pemutihan dapat menurunkan
kekuatan pulp, sehingga perlu diperhatikan hubungan antara kecerahan pulp dan daya rentang
kertas yang dihasilkan.

2. Pembuatan Kertas

Pulp yang mengandung air 96% dan bahan padat 4% dimasukkan ke dalam alat
pengaduk, sehingga terjadi pemisahan antara serat dan fibril yang disebut proses fibrilisasi, yaitu
proses pecahnya lapisan kambium yang mengelilingi serat karena serat-serat membesar dan fibril
membuka. Pengadukan yang sedikit akan menghasilkan kertas dengan daya serap tinggi dan
daya robek tinggi, dan jika pengadukan dilanjutkan maka kertas menjadi lebih padat tapi daya
robek menurun.

Penambahan bahan perekat seperti resin, pati dan tawas ke dalam alat pengaduk
bertujuan untuk meningkatkan daya tahan air dan daya ikat tinta dari kertas sehingga kertas dapat
dicetak, serta mempengaruhi sifat adhesif yang berperan dalam pembuatan kemasan. Bahan-
bahan lain yang ditambahkan adalah pewarna, bahan untuk kecerahan dan kekakuan, seperti
titanium dioksida, sodium silikat, tanah diatom, kasein, lilin dan kapur.

Setelah dari pengaduk, maka campuran pulp dan bahan-bahan tambahan tadi dijernihkan
pada refiner jordan, kemudian dibawa ke silinder penyadap yang terdiri dari seperangkat pisau-
pisau tertutup rapat berputar dengan cepat bersama-saam memecah serat. Campuran ini
kemudian dimasukkan ke dalam headbox untuk dimasukkan pada mesin pembuat kertas.

10
3. Mesin Pembuat Kertas

Gambar 2. Mesin Fourdrinier

Mesin pembuat kertas dapat berukuran sama panjang dengan gedung bertingkat tinggi,
yang akan menghasilkan kertas dengan lebar 9 m pada kecepatan 915 m/detik atau 1290 km/hari,
atau karton dengan lebar 6 m dan kecepatan seengahnya. Mesin yang sering digunakan dalam
pembuatan kertas adalah mesin fourdrinier , mesin silinder dan mesin invertform yang
merupakan kombinasi dari endless wire dari fourdrinier dengan headbox mesin silinder.

Mesin fourdrinier digunakan untuk menghasilkan kertas tipis, sedang meisn silinder
dapat mebuat karton dari bahan limbah yang dilapisi bahan yang bermutu baik pada bagian
luarnya.

2.4. Jenis-Jenis Kertas

Pada dasarnya ada dua jenis kertas utama, yaitu kertas kasar dan kertas lunak. Kertas
yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertas kasar, sedangkan kertas halus digunakan
untuk kertas tulis yaitu untuk buku dan kertas sampul. Kertas kemasan yang paling kuat adalah
kertas kraft dengan warna alami, yang dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat. Berdasarkan
fungsinya jenis kemasan secara umum dibagi menjadi 3, yaitu :

a. Kemasan Dasar (Primer Package) yaitu bungkus langsung dari suatu produk.

b. Kemasan Tambahan (Secondary Package) yaitu bahan yang melindungi kemasan dasar dan
dibuang bila produk tersebut di gunakan.

11
c. Kemasan pengiriman (shipping package) yaitu setiap kemasan yang diperlukan waktu
penyimpanan dan pengangkutan.

Berdasarkan fungsinya ada beberapa macam kertas yang biasa digunakan sebagai kemasan
antara lain :

a. Kertas glasin dan kertas tahan minyak (grease proof)

Gambar 3. Kertas Glasin


Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang waktu
pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas. Penambahan bahan-bahan
lain seperti plastisizer bertujuan untuk menambah kelembutan dan kelenturan kertas,
sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang lengket. Penambahan
antioksidan bertujuan unttuk memperlambat ketengikan dan menghambat pertumbuhan
jamur atau khamir.
Kedua jenis kertas ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, mempunyai
daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli dan minyak, tidak tahan terhadap air walaupun
permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. Kertas glasin digunakan
sebagai bahan dasar laminat.

b. Kertas Perkamen

12
Gambar 4. Kertas Perkamen
Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine,
biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng), daging (segar,
kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, the dan kopi. Sifat-sifat kertas perkamen
adalah :

- mempunyai ketahanan lemak yang baik

- mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih

- permukaannya bebas serat

- tidak berbau dan tidak berasa

- transparan dan translusid, sehingga sering disebut kertas glasin

- tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan
tertentu

c. Chipboard

Gambar 5. Chipboard
Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisa-sisa kertas. Jika kertas ini dijadikan
kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau
bantalan pada barang pecah belah. Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus

13
dengan daya rentang yang rendah. Jika akan dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan-
bahan tambahan tertentu.
d. Kertas Laminasi

Gambar 6. Contoh Kertas Laminasi


Kertas yang permukaannya dilaminasi dengan menggunakan bahan lain. Bahan untuk
melaminasi yang biasanya digunakan adalah plastik, alumunium foil, lilin, dan sebagainya.
Kertas ini mempunyai warna kecoklatan. Pada penggunaannya sebagai kemasan, kertas laminasi
biasanya direkatkan dengan menggunakan panas dan terdapat dalam bentuk kantung ataupun
kotak. Contoh kemasan yang terbuat dari bahan kertas lapis adalah tetra pack yang terdiri dari
lilin, karton, alumunium foil, dan polietilen.
e. Kertas Kraft

Gambar 7. Contoh Kertas Kraft


Berwarna coklat merupakan warna alami hasil dari pembleachingan. Kertas kraft
mempunyai tekstur yang sangat kuat karena proses pembuatannya yang menggunakan sulfat dan
perlakuan bleaching atau pemucatan. Karena teksturnya yang sangat kuat sehingga sering
digunakan sebagai bahan untuk mengemas bahan yang mempunyai berat jenis yang besar. Selain
itu juga biasanya digunakan sebagai kemasan sekunder dalam bentuk kantung, sak, pembungkus,
tabung kaleng komposit, amplop, dan dapat dibuat karung dan sebagai pelapis papan
bergelombang. Kertas ini sering digunakan karena harganya yang murah. Ketebalan dari kertas
kraft ini sekitar 10-180 g/m2 dan juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan.
Untuk pengemasan produk yang bersifat cair kemasan kertas dikombinasikan dengan bahan
kemasan lain misalnya plastic atau alumunium foil.
f. KARTON (PAPERBOARD)

14
Gambar 8. Contoh Karton
Karton adalah kertas tebal yang disebut sebagai paperboard, pembuatannya sama dengan
pembuatan kertas. Perbedaan kertas dengan karton umumnya pada ketebalan, dimana
ketebalan karton 10 kali lebih tebal dari ketebalan kertas dan gramatur karton di atas 224
gr/m2 menurut International Organisation for Standardisation ( Robertson, gordon L.,2005).
Karton dapat di bentuk menjadi satu lapis ( single wall ) atau berlapis (multi-ply ). Karton
yang dibuat menjadi karton lipat dan kaku disebut dengan boxboard. Karton umumnya
dibuat menjadi karton gelombang ( corrugated board ) yang mudah dipotong, dibentuk,
ringan dan kuat yang sering di buat menjadi kemasan ( Patmar supply, 2004 ). Kemasan
paperboard dapat dibagi dalam beberapa kelas dan memiliki karakteristik yang berbeda,
sesuai dengan berbagai kebutuhan dan persyaratan.
1 Solid Bleached Sulfate (SBS)
Solid Bleached Sulfate (SBS) merupakan kelas paperboard mutu tinggi yang dihasilkan
dari 80% bleached pulp kayu asli. Umumnya bleached paperboard dilapis tipis dengan
kaolin untuk meningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis dengan polietilen
(PE) yang berfungsi untuk menambah kekuatan pada keadaan basah yang sering
digunakan untuk kemasan makanan. Segmen pasar utama yang menggunakan Solid
Bleached Sulfate (SBS) adalah kemasan medis (medical packaging), kemasan susu dan
jus, aceptic, minuman kotak, kemasan kosmetik dan parfum serta kemasan makanan
beku (frozen food packaging). (About paper packaging, 2008)
2 Coated Unbleached Kraft Paperboard (CUK)
Coated unbleached kraft paperboard (CUK) adalah jenis karton kelas unggul yang
dihasilkan dari 80% unbleached pulp kayu asli. Paperboard CUK dilapis tipis dengan
kaolin yang berfungsi untuk meningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis
dengan polietilen (PE) untuk menambah kekuatan dalam keadaan basah yang sering
digunakan untuk kemasan makanan. Segmen pasar utama yang menggunakan paperboard

15
CUK adalah kemasan makanan beku, kemasan karton susu, pharmaceutical packaging.
(About paper packaging, 2008).
3 Uncoated Recycled Paperboard
Bahan baku uncoated recycled paperboard adalah bahan kertas bekas, yang daur ulang
kertas bekas dan dipublikasi biasanya diberi lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan
permukaan cetak. Segmen pasar utama yang menggunakan uncoated recyled paperboard
adalah shoeboxes, composite cans dan fiber drums. (About paper packaging, 2008).
4 Coated Recycled Paperboard
Bahan baku coated recylced paperboard adalah paperboard bekas yang diproduksi
kembali dengan mendaur ulang paperboard bekas dan dipublikasi. Biasanya diberi
lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan peremukaan cetak. Segmen pasar utama yang
menggunakan coated recycled paperboard adalah kemasan sabun dan deterjen, kemasan
cookie dan creaker, kemasan cake mix, cereal kotak, kemasan makanan kering. (About
paper packaging, 2008).
g. KARTON GELOMBANG (CORRUGATED BOARD)

Gambar 9. Contoh Karton Gelombang


Karton gelombang (corrugated board) adalah karton yang dibuat dari satu atau beberapa
lapisan kertas medium bergelombang dengan kertas liner sebagai penyekat dan pelapisnya.
Karton bergelombang atau karton beralur terdiri dari dua macam corrugated sheet, yaitu : Kertas
kraft ( kraft liner) untuk lapisan luar dan dalam dan Kertas medium untuk bagian tengah yang
bergelombang. Gramatur kertas kraft adalah : 125 gram/m2 ; 150 gram/m2 ; 200 gram/m2 ;
300 gram/m2, dan gramatur kertas medium adalah : 112 gram/m2 ; 115 gram/m2 ; 125
gram/m2 ; 150 gram/m2 .
Karton gelombang ada beberapa macam, yaitu :
- Single wall : satu lapisan dengan ketebalan 3mm (B/Flute)
- Double wall : 2 lapis dengan ketebalan 7 mm (CB/Flute)
- Triple wall : 3 lapis, dan lain lain
Di Indonesia jenis yang lazim digunakan adalah single wall dan double wall. Penggunaan
corrugated box ditentukan oleh : berat bahan, sifat bahan, menggunakan inner karton atau tidak.

16
Bahan baku untuk pembuatan karton bergelombang adalah kertas kraft, bogus atau karton dari
merang (Rina Masriani, 2007). Berdasarkan jumlah muka, karton gelombang dibagi menjadi :
1. Karton gelombang muka tunggal : terdiri dari 1 kertas liner dan 1 kertas medium
bergelombang
2. Karton gelombang muka ganda atau dinding tunggal (single wall) : terdiri dari 2 kertas liner
dan 1 kertas medium bergelombang
3.Karton gelombang dinding ganda (double wall) : terdiri dari 3 kertas liner dan 2 kertas medium
bergelombang
4. Karton gelombang dinding triple : terdiri dari 4 kertas liner dan 3 kertas medium
bergelombang
5. Duo arch board : terdiri dari 1 kertas liner dan 2 kertas medium
Bergelombang berdasarkan jenis flute
h. KARTON LIPAT ( FOLDING BOARD)

Gambar 10. Contoh Karton Lipat


Karton lipat (folding board) merupakan jenis kertas yang populer karena praktis dan
murah. Dalam perdagangan disebut juga chipboard folding carton, dan digunakan untuk
mengemas bahan hasil pertanian atau jenis - jenis barang lainnya. Bahan yang banyak digunakan
untuk membuat karton lipat adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan, dan bagian
tengahnya terbuat dari kertas - kertas daur ulang, sedangkan kedua sisi lainnya berupa kertas
koran murni dan bahan murni yang dipucatkan. Untuk memperbaiki sifat - sifat karton lipat,
maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan polivinil klorida (PVC) yang diplastisasi. Kasein
yang dicampurkan pada permukaan kertas akan memberikan permukaan cetak yang lebih halus
dan putih. Keuntungan dari karton lipat adalah dapat digunakan untuk transportasi, dan dapat
dihias dengan bentuk yang menarik pada transportasi barang - barang mewah. Tetapi
kelemahannya adalah kecenderungan untuk sobek di bagian tertentu.Pemilihan jenis atau model
karton lipat yang pemilihan jenis atau model karton lipat yang akan digunakan sebagai
pengemas, tergantung pada jenis produk yang akan dikemas dan permintaan pasar. Pengujian
mutu kemasan karton lipat dapat berupa uji jatuh bagi wadah yang sudah diisi, pengujian

17
tonjolan, pengujian kekuatan kompresi dan daya kaku dalam hubungan kelembaban udara (Elisa
J. dkk, 2007).

2.5. Kelebihan dan Kekurangan Kemasan Kertas

Kemasan kertas merupakan salah satu jenis kemasan yang banyak digunakan untuk
mengemas bahan pangan. Baik untuk kemasan primer maupun kemasan sekunder. Kemasan
kertas juga memiliki kelebihan dan kekurangan antara ain:

Kelebihan kemasan kertas :

Ringan

relatif murah

hempat tempat dalam penyimpanan

mudah di daur ulang

Kekurangan kemasan kertas :

mudah robek dan terbakar

tidak dapat mengemas cairan karena sifatnya yang sensitive terhadap air

tidak dapat dipanaskan

mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan

18
BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan makalah ini dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain :

1. Kemasan merupakan bahan yang digunakan untuk melapisi atau membungkus bahan
pangan sehingga dapat terjaga kualitas dan kuantitasnya. Sedangkan pengemasan
merupakan proses membungkus atau melapisi suatu bahan pangan.
2. Sejarah kemasan kertas berawal dari bangsa Cina pada tahun kedua sebelum masehi.
Yang mana kemudian seiring berjalannya waktu kemasan kertas terus berkembang hingga
saat ini.

19
3. Proses pembuatan kertas dibagi menjadi 4 tahap yaitu pulping, belaching, paper machine
dan yang terakhir paper.
4. Jenis-jenis kemasan kertas ada beberapa macam antara lain kertas glasin, kertas laminasi,
kertas kraft, kertas perkamen, karton lipat, karton gelombang dan lain-lain.
5. Kelebihan dari kemasan kertas yaitu ringan murah dan mudah didaur ulang. Sedangkan
kelemahannya yaitu mudah terbakar, mudah menyerap air, dan mudah robek.

3.2. Saran

Untuk masa yang akan datang sebaiknya kemasan kertas ini lebih dimodifikasi lagi
dengan cara digabungkan dengan jenis kemasan yang lain sehingga kemasan kertas dapat terus
digunakan oleh masyarakat mengingat jenis bahannya yang mudah didaur ulang.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina W. Teknologi pengemasan, desain dan pelabelan kemasan produk makanan. Juli 2011
[sitasi: 01 Juli 2014]. Dalam: http://wanwa03.wordpress.com/ 2011 /07/07

Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tanya jawab tentang kemasan pangan. Jakarta:
Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, BPOM 2013.

Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Republik Indonesia
nomor 18 tentang pangan. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, 2012.
Kementrian Kesehatan.2012.Serba Serbi Kemasan Pangan.
http://www.kesmas.kemkes.go.id/serba-serbi-kemasan-pangan/?print=pdf

Khoir, Muhammad.2011.Cara Pembuatan Kertas.Universitas Airlangga.Surabaya

20
Primajaya, O.2012.Jenis-Jenis Kertas. http://osmila-primajaya.blogspot.co.id/2012/03/jenis-
jenis-kertas.html(online). Diakses pada tanggal 21 Oktober 2016 pukul 11.02 WIB

21