Anda di halaman 1dari 44

PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

Oleh
Kelompok 8

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp.S.T., M.Kes


Muhammad Firmansyah, S.T., M.T

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2017
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

Oleh
Kelompok 8

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp.S.T., M.Kes


Muhammad Firmansyah, S.T., M.T

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dengan judul Pengelolaan Limbah Cair.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pengelolaan Limbah Cair ini
dapat memberikan manfaat terhadap pembaca.

Banjarbaru, April 2017

Penyusun
Prof. Dr. H Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc
19660331 199102 1 001
Rektor Universitas Lambung Mangkurat
Dr-Ing. Yulian Firmana Arifin,S.T., M.T
19750719 200003 1 001
Dekan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
Rony Riduan, S.T., M.T
19761017 199903 1 003
Ketua Program Studi Teknik Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat
Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah,Amd.hyp. S.T., M.Kes
19780420 200501 2 002
Dosen Pengajar Kesehatan Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat
Muhammad Firmansyah,S.T., M.T
19890911 201504 1 002
Dosen Pengajar Kesehatan Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat
Siti Nafilah
1610815120018
Kotabaru,13 Mei 1998
Perumnas Semayap Jl.Pembangunan II no.78, Pulau Laut Utara, Kotabaru
snafilah13@yahoo.com
Siapapun bisa menjadi apapun
Sri Adella
1610815320015
Amuntai, 13 Desember 1996
Jl.Gusti Anwar No.18 Kebun Sari, Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara
adellasri7@gmail.com
Do The Righting
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..........................................................................................i
Daftar Isi ...................................................................................................ii
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...........................................................................1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................................2
1.3 Tujuan .......................................................................................2
II. TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................3
2.1 PENGERTIAN AIR LIMBAH...........................................................3
2.2 LIMBAH CAIR DOMESTIK ............................................................4
2.3 LIMBAH CAIR INDUSTRI ..............................................................5
2.4 AIR BUANGAN KOTAPRAJA ........................................................5
2.5 KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR.....................................................5
2.6 PENGOLAHAN LIMBAH CAIR.......................................................7
2.7 SUMBER AIR LIMBAH .................................................................9
2.8 KUALITAS LIMBAH......................................................................9
2.9 DAMPAK LIMBAH CAIR TERHADAP KESEHATAAN DAN LINGKUNGAN
..................................................................................................10
2.10 TAHAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR .......................................12
III. PEMBAHASAN ....................................................................................13
IV. PENUTUP ............................................................................................29
Daftar Pustaka...........................................................................................30
Indeks
Daftar Lampiran
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Limbah adalah benda yang tidak diperlukan diperlukan lagi dan benda yang
harus dibuang, limbah pada umumnya banyak mengandung bahan pencemar
dengan konsentrasi dan jumlah yang bermacam-macam. Apabila limbah
dikembalikan ke alam dalam jumlah besar, limbah tersebut akan terakumulasi di
alam sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alam. Limbah yang
mengandung bahan pencemar akan mengubah kualitas lingkungan yang ada
disekitar, apbila lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan kondisinya sesuai
dengan daya dukung yang ada padanya. Oleh karena itu sangat perlu diketahui
bahwa sifat limbah dan komponen bahan pencemar yang terkandung di dalam
limbah tersebut.
Berdasarkan pendekatan konsep kesetimbangan massa, air limbah domestik
dari hasil kegiatan rumah tangga berkontribusi positif untuk meningkatkan beban
pencemaran pada badan air yang menerimanya. Selain itu untuk peningkatan
kebutuhan air apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber air baku yang
cukup, maka akan menimbulkan kelangkaan air. Air baku cadangan akan dihasilkan
dan dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tangga bila air limbah
tersebut dapat diolah.
Limbah cair atau air limbah merupakan air yang sudah tidak terpakai lagi, air
limbah merupakan hasil dari berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Berbagai
macam kasus pencemaran lingkungan dan memburuknya kesehatan masyarakat
yang banyak terjadi ini di sekarang ini diabatkan oleh limbah cair dari berbagai
macam kegiatan industri, pasar, rumah sakit , restoran hingga rumah tangga. Hal
ini disebabkan akibat penanganan dan pengolahan limbah tersebut belum
mendapatkan perhatian yang sangat serius. Sebenarnya, keberadaan limbah cair
tersebut dapat memberikan nilai negatif untuk suatu kegiatan industri. Tetapi,
penanganan dan pengolahannya tersebut membutuhkan biaya yang cukup tinggi
sehingga kurang mendapatkan perhatian yang khusus dari kalangan pelaku
industri, terutama kalangan industri kecil dan menengah. Penumpukan limbah di
alam menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem yang dikelola dengan baik.
Pengelolahan limbah ini merupakan upaya untuk merencanakan melaksanakan,
memantau, dan mengevaluasi pendaya gunaan limbah, serta untuk pengendalian
dampak yang ditimbulkannya.
Upaya pengelolahan limbah tidak mudah dan sangat memerlukan pengetahuan
tentang limbah unsur-unsur yang terkandung serta penanganan limbah agar tidak
mencemari lingkungan selain itu juga perlu keterampilan mengelola limbah
menjadi menjadi ekonomis dan mengurang jumlah limbah yang terbuang ke alam.
Makalah ini akan membahas tentang pengelolahan/ pengelolaan limbah
dengan tata cara yang baik dan benar. Diharapkan dengan dilaksanakan
pembelajaran ini akan dapat dikembangkan manajemen limbah, khususnya limbah
cair.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Atas dasar penentuan latar belakang, maka kami dapat mengambil perumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apa itu limbah ?
2. Apa itu limbah cair ?
3. Bagaimana cara pengelolaan limbah cair yang benar ?
4. Bagaimana metode-metode pengelolaan limbah ?
1.3 TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah tentang manajemen pengelolaan air limbah dan
tinja ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian air limbah
2. Untuk mengetahui sumber dan karakteristik air limbah
3. Untuk mengetahui tujuan pengolahan air limbah
4. Untuk mengetahui dampak limbah cair terhadap kesehatan lingkungan dan
masyarakat
5. Untuk mengetahui dasar dasar dan metode pengolahan air limbah dan
diharapkan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari
6. Mengetahui sistem pengelolaan air limbah

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN AIR LIMBAH
Limbah cair adalah limbah yang mengandung bahan-bahan yang berbahaya
apabila dibuang ke lingkungan, terutama untuk daerah perairan. Sebagian besar
bahan yang terdapat didalam limbah cair yaitu bahan-bahan yang mengandung zat
kimia. Limbah cair yang netralisir yaitu air limbah yang tidak barbau dan tidak
menyebabkan penyakit untuk masyarakat, dengan adanya zat-zat yang paling
alamiah ataupun buatan manusia sampai tingkat tertentu terlarut di dalamnya. Air
limbah juga mengandung mikroba lainnya, dan apabila kandungan tersebut terlalu
tinggi dapat menyebabkan ikan-ikan menjadi mati. Limbah cair mempunyai
beberapa ciri, ciri tersebut dari segi fisik, kimia, dan biologi, yang dapat mengukur
tingkat mutu air limbah tersebut. Ciri-ciri fisik yang utama dari air limbah yaitu bau
dan suhu, ciri kimiawi limbah cair dapat diketahui melalui uji tingkat keasaman. Dan
untuk ciri-ciri biologi air yaitu dimana keberadaan mikro organisme yang terdapat
dalam air limbah tersebut. Limbah cair merupakan semua jenis bahan atau sisa yang
dibuang dalam bentuk larutan, cairan atau berupa zat cair. Limbah cair dapat
berupa air bekas pencucian dalam bentuk apapun, busa detergen dan lain-lain.
(Palar,2008).
Air limbah merupakan larutan atau cairan yang dibawa melalui air yang
berasal dari rumah tangga, komersial, atau proses industri bersama dengan air
permukaan, air hujan, atau infiltrasi air tanah. Hampir setiap aktivitas yang
dilakukan oleh manusia menghasilkan limbah mulai dari proses metabolisme
didalam tubuh hingga proses-proses industri yang berbentuk teknologi tinggi. Air
limbah atau yang lebih dikenal dengan air buangan ini merupakan :
Limbah cair atau air buangan (waste water) yaitu cairan buangan yang berasal
dari rumah tangga, perdagangan, perkantoran, industri maupun tempat-tempat
umum lainnya yang biasanya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat
membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian
lingkungan hidup.
a. Kombinasi dari cairan atau air yang membawa buangan dari perumahan,
institusi, komersial, dan industri bersama dengan air tanah, air permukaan,
dan air hujan.
b. Kotoran yang berasal dari masyarakat dan rumah tangga, industri, air
tanah/permukaan serta buangan lainnya (kotoran umum).
c. Cairan buangan yang berasal dari perdagangan, industri, rumah tangga,
perkantoran maupun tempat-tempat umum lainnya, dan biasanya
mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
kesehatan/kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan
hidup.
d. Semua zat cair yang tidak lagi digunakan, sekalipun kualitasnya itu masih baik
(Azwar, 1989).
2..2 LIMBAH CAIR DOMESTIK
Limbah cair domestik yaitu limbah hasil buangan dari perumahan, bangunan
perdagangan, perkantoran, dan sarana sejenisnya. Volume limbah cair dari daerah
perumahan bermacam-macam, dari 200 hingga 400 liter per orang setiap harinya,
tergantung pada tipe rumah yang dihuni masyarakat tersebut. Aliran terbesar yitu
berasal dari rumah keluarga tunggal yang mempunyai beberapa kamar mandi,
mesin cuci otomatis, dan peralatan lain yang menggunakan air. Angka volume
limbah cair sebesar 400 liter/orang/hari digunakan untuk limbah cair dari
perumahan dan perdagangan,dan ditambah dengan rembesan air tanah (
infiltration ) (Sugiharto, 1987).
2.3 LIMBAH CAIR INDUSTRI
Limbah cair industri merupakan limbah hasil buangan dari proses/sisa dari
suatu kegiatan/usaha yang berwujud cair dimana kehadirannya tersebut pada suatu
saat dan tempat tidak diinginkan lingkungannya karena limbah tersebut tidak
mempunyai nilai ekonomis sehingga masyarakat lebih cenderung membuang
limbah tersebut. (Sugiharto, 1987).
2.4 AIR BUANGAN KOTAPRAJA
Air buangan kotapraja (municipal wastes water), merupakan air buangan yang
berasal dari daerah : hotel, perkantoran, tempat ibadah, restoran, perdagangan,
dan lain-lain. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini
sama dengan air limbah rumah tangga (Sugiharto, 1987).
2.5 KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR
Secara umum karakteristik air buangan dapat digolongkan atas sifat fisika,
kimia dan biologinya. Namun, air buangan industri biasanya hanya terdiri dari
karakteristik kimia dan fisika saja. Parameter yang digunakan agar dapat
menunjukkan karakter air buangan industri pangan yaitu :
1. Parameter fisika, seperti suhu, kekeruhan, bau , zat padat ,dan sebagainya.
2. Parameter Kimia
Parameter kimia dibedakan atas :
a. Kimia Organik : kandungan organik (BOD, COD, TOC), oksigen terlarut (DO),
minyak/lemak, Nitrogen-Total (N-Total), dan lain-lain.
b. Kimia anorganik: Ca, Ph, Fe,Pb,Na, Cu, sulfur, H2S , dan sebagainya.
Ada beberapa karakteristik limbah cair industri tahu yang penting dan harus kita
ketahui antara lain:
1. Padatan tersuspensi, merupakan bahan-bahan yang melayang dan tidak
terlarut dalam air. Padatan tersuspensi sangat berhubungan erat dengan
tingkat kekeruhan air, apabila semakin tinggi kandungan bahan tersuspensi
tersebut, maka air akan semakin keruh.
2. Biochemical Oxygen Demand (BOD), adalah parameter untuk menilai jumlah
zat organik yang terlarut didalam air dan juga menunjukkan jumlah oksigen
yang diperlukan oleh aktivitas mikroorganime dalam penguraian zat organik
secara biologis di dalam limbah cair. Limbah cair industri tahu mengandung
dan mempunyai bahan-bahan organik terlarut yang tinggi.
3. Chemical Oxygen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen secara kimiawi
adalahjumlah oksigen yang dibutuhkan oleh oksidator untuk mengoksidasi
semua material baik material organik maupun anorganik yang terkandung
dalam air. Jika kandungan senyawa organik dan anorganik cukup besar, maka
oksigen terlarut di dalam air dapat mencapai nol sehingga air, ikan-ikan,
tumbuhan dan hewan air lainnya yang membutuhkan oksigen akan mati.
4. Nitrogen-Total (N-Total) merupakan fraksi dari bahan-bahan organik yang
tercampur oleh senyawa kompleks antara lain protein dan asam-asam amino
(polimer asam amino). Dalam analisa limbah cair, N-Total terdiri dari
percampuran N-amonia, N-organik, nitrat dan nitrit. Nitrogen amonia dan
nitrogen organik bisa ditentukan secara analitik dengan menggunakan
metode Kjeldahl, sehingga kedepannya konsentrasi total keduanya dapat
dinyatakan sebagai Total Kjeldahl Nitrogen (TKN). Senyawa-senyawa N-Total
merupakan senyawa-senyawa yang mudah terkonversi menjadi amonium
(NH4+) melalui aksi mikroorganisme yang terkandung didalam lingkungan air
atau tanah. Menurut Kuswardani (1985) limbah cair industri tahu
mengandung N-Total sebesar 434,78 mg/l.
5. Tingkat Keasaman (pH). Air limbah industri tahu sifatnya asam, pada keadaan
asam ini zat-zat yang mudah menguap akan terlepas. Akibatnya limbah cair
industri tahu mengeluarkan bau yang tidak sedap. (Sugiharto, 1987).
2.6 PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
Berbagai proses pengolahan limbah cair telah banyak dikembangkan untuk
memisahkan suatu kontaminan dari air limbah sampai batas yang diinginkan.
Karena limbah yang akan dibuang ke suatu lingkungan hendaknya harus memenuhi
syarat/standar baku mutu air limbah. Banyaknya dampak negatif yang bisa
ditimbulkan oleh limbah cair, berbagai metode pengolahan limbah cair telah
dikembangkan dan secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi metode kimia,
metode biologis dan metode fisika. Setiap metode tersebut mempunyai keunggulan
dan kelemahan masing-masing, karena dari setiap metode tersebut sangat
dipengaruhi oleh karakteristik limbah cair yang akan diolah.
1. Pengolahan Limbah Cair secara Biologis
Pengolahan limbah secara biologis yaitu dimana limbah cair yang akan diolah,
diuraikan dengan mikroorganisme yang dapat menguraikan senyawa organik.
Proses biologis ini mampu membusukkan zat-zat organik dan dapat menstabilkan
secara efektif sehingga setelah proses tersebut, zat-zat organik tidak mampu
menyerap oksigen di dalam limbah secara cepat dan kandungan oksigennya
semakin menipis. Tetapi metode pengolahan limbah secara biologis ini mempunyai
kelemahan dimana prosesnya berlangsung relatif lambat karena sangat bergantung
terhadap populasi mikroorganisme yang ada dalam limbah yang berperan dalam
penguraian senyawa-senyawa organic tersebut. Untuk limbah yang mempunyai
COD antara 500-2000mg/L metode ini efektif digunakan dan keefektifan itu hanya
untuk limbah denganvolume tersebut, sedangkan untuk limbah dengan COD lebih
kecil, metode pengolahan yang paling efektif adalah secara metode dengan cara
koagulasi. (Tjokrokusumo, 1995).
2. Pengolahan Limbah Cair secara Fisika
Pengolahan limbah secara fisika dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara
filtrasi dan secara sedimentasi (pengendapan). Kedua metode ini merupakan proses
yang paling umum dilakukan agar padatan yang terendap dapat dipisahkan dari
limbah industri atau limbah rumah tangga/domestik. Menurut Kagaya et al. (1999),
pengolahan limbah secara sedimentasi adalah senyawa organic diproses menjadi
endapan dalam limbah tanpa adanya bantuan. Tetapi, pengolahan secara
sedimentasi tidak efisien untuk digunakan, karena prosesnya berlangsung sangat
lambat, apalagi jika limbah tersebut berada dalam volume yang cukup besar
meskipun biayanya relatif murah. Pengolahan secara filtrasi yaitu pengolahan
limbah dengan cara menggunakan membran untuk menghilangkan warna yang
disebabkan oleh kandungan senyawa-senyawa organik serta menghilangkan
sebagian mikroba yang bersifat patogen. Dibandingkan dengan pengolahan secara
sedimentasi, pengolahan secara filtrasi memerlukan biaya yang relatif sangat mahal.
Selain itu juga efektivitas dari membrane lebih cepat menurun karena pori-porinya
akan tertutup oleh partikulat-partikulat senyawa organik. (Tjokrokusumo, 1995).
3. Pengolahan Limbah Cair secara Kimia
Pengolahan limbah secara kimia adalah metode yang paling banyak
dimanfaatkan terutama karena prosesnya yang relatif cepat dan efektifitasnya bisa
dipertahankan. Pada umumnya metode pengolahan limbah cair secara kimia yang
digunakan dalam pengolahan limbah cair yaitu oksidasi, netralisasi, koagulasi,
adsorpsi, reduksi serta pertukaran ion. Dua metode utama yang sering digunakan
dalam pengolahan limbah secara kimia yaitu metode secara adsorpsi (Heijman et
al.,1999) dan juga metode secara koagulasi (Chow et al., 1999). Selain itu,
pengolahan limbah cair secara oksidasi juga metode yang umum digunakan.
Dibandingkan dengan metode pengolahan limbah secara biologis dan fisika, metode
secara kimia sering diterapkan karena prosesnya berlangsung secara cepat serta
bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan. (Tjokrokusumo, 1995).
2.7 SUMBER AIR LIMBAH
Air limbah bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain :
a. Rumah Tangga
Contoh : air bekas memasak, air bekas mandi, air bekas cucian, dan sebagainya.
b. Perkotaan
Contoh : air limbah dari tempat-tempat ibadah, perkantoran, dan dari tempat
perkantoran.
c. Industri
Contoh : air limbah dari pabrikkaret, pabrik cat, pabrik tinta, dan dari pabrik baja.
Air limbah rumah tangga mengandung bahan organik sehingga memudahkan
pengelolaannya. Sebaliknya, untuk limbah industry justru lebih sulit pengolahannya
karena mengandung banyak pelarut logam berat, mineral, dan zat-zat organik lain
yang mwmpunyai sifat toksik. (Chandra, 2007).
2.8 KUALITAS LIMBAH
Jumlah kandungan bahan pencemar di dalam limbah ditunjukkan oleh kualitas
limbah yang diukur. Berbagai parameter pencemar air terkandung didalam limbah.
Semakin kecil konsentrasi dan jumlah parameternya, maka semakin kecil juga
peluang terjadinya pencemaran lingkungan. Beberapa peluang yang akan terjadi
akibat masuknya limbah kedalam lingkungan yaitu :
a. Lingkungan tidak akan mendapatkan pengaruh yang penting. Hal ini
disebabkan oleh volume limbah relatif kecil, parameter pencemar yang
terdapat didalam limbah sedikit dan juga konsentrasinya kecil.
b. Adanya pengaruh dan perubahan, namun tidak mengakibatkan pencemaran.
c. Memberikan perubahan pada lingkungan dan menimbulkan pencemaran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:
1. Kandungan bahan pencemar.
2. Frekuensi pembuangan limbah.
3. Volume limbah.
2.9 DAMPAK LIMBAH CAIR TERHADAP KESEHATAAN DAN LINGKUNGAN
Limbah cair akan dapat menimbulkan dampak buruk apabila tidak
memperhatikan tempat pembuangan serta adanya pengolahan dan pengelolaan
limbah cair. Limbah cair yang berasal dari kegiatan industri dapat mengandung
bahan pencemar kimiawi berupa senyawa-senyawa dan unsur logam berat tertentu
misal (Ni, Hg, Cd, Cr, Mr, Pb, Fe, Cu, Zn) yang dapat terkontaminasi ke dalam tubuh
manusia dan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Adapun pengaruh
oleh beberapa unsur atau senyawa kimia pada kesehatan manusia antara lain :
1. Cadmium (Cd), dapat merusak ginjal apabila konsentrasi Cd pada kulit ginjal
mencapai 200 gram/gram berat badan.
2. Timah hitam (Pb), dapat menyebabkan gangguan pada saraf. Pada anak-anak
akan merusak jaringan saraf otak, anemia, dan bisa menyebabkan
kelumpuhan. Jika kandungan Pb dalam air minum lebih besar dari 0,1 mg/l.
3. Mercury (Hg), dapat menyebabkan penyakit minamata abila kandungan Hg
yang terdapat dalam air lebih dari 0,0001 mg/l. Dalam bentuk metil sel-sel
tubuh akan diracuni oleh merkuri, dapat merusak ginjal, hati, dan saraf, juga
dapat mengakibatkan keterbelakangan mental dan cerebral palcy pada bayi
atau anak-anak.
4. Chrom (Cr), dapat mengakibatkan kanker pada kulit dan mengganggu alat
pernapasan apabila kandungan Cr yang terdapat di dalam air lebih dari 0,0005
m/l.
5. Cobalt (Co), dapat mengkibatkan rusaknya sel-sel tubuh.
6. Cyanida (CN), dapat menyebabkan terganggunya jaringan tubuh sehingga
mampu mengubah oksigen.
7. Nitrit (NO2), dapat mengakibatkan hambatan pada perjalanan oksigen yang
ada didalam dalam tubuh (methaemoglobinemia) dan efek racun apabila NO2
dalam air lebih besar dari 0 (nol) mg/l.
Pengolahan limbah cair yang kurang baik dapat memberikan pengaruh negatif
bagi kesehatan dan bagi kondisi lingkungan. Adapun pengaruh terhadap kesehatan
dan kondisi lingkungan yaitu :
Timbulnya berbgai macam pentakit seperti penyakit tifus, diare, dan kolera
yang mudah menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari
pengelolaan limbah tersebut tidak tepat dan tidak dapat dicampur dengan air.
Menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang juga dapat
meningkat pesat akibat adanya pengelolahan limbah yang tidak memadai.
Timbulnya penyakit yang juga dapat menyebar dengan cepat (misalnya jamur
kulit).
Bahan toksik yang juga dapat dihsilkan oleh limbh industri terhadap
lingkungannya yang akan berdampak negatif terhadap manusia dan
komponen lingkungan lainnya. Masalah lingkungan yang ering atau biasanya
ditimbulkan oleh limbah cair industri seperti kematian pada ikan, keracunan
pada manusia dan ternak, akumulasi dalam dagingmoluska dan ikan, terutama
apabila limbah cair tersebut mengandung racun yang berbahaya.
Kerusakan pada sungai juga dapat disebabkan oleh limbah cair, kotornya
sungai dan terganggunya ekosistem air akan berdampak pada kemtian.
Dalam penerapan metode penanganan atau pembuangan limbah yang efektif
dapat dibantu oleh pengetahuan tentang sifat-sifat metode pengolahan limbah cair.
Misalnya dalam penanganan secara biologis , tepat untuk dilakukan pada
pengolahan limbah cair yang mengandung padatan senyawa organik terlarut.
Komponen limbah cair yang berasal dari industri pangan sebagian besar
adalah bahan yang mengandung senyawa organik. Seperti yang kita ketahui
pembuangan limbah cair secara langsung pada sungai dapat menimbulkan masalah
kesehatan dan terganggunya ekosistem air yang ada disungai tersebut, oleh karena
itu saat ini industry sangat diwajibkan untuk membangun Instalasi Pengolahan
Limbah (IPAL) (Chandra, 2007).
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 LIMBAH CAIR

Limbah cair atau air limbah merupakan air yang tidak terpakai lagi, air tersebut
merupakan hasil dari berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Limbah cair atau air
buangan (wastewater) merupakan cairan buangan yang berasal dari rumah tangga,
industri, perkantoran, perdagangan atau tempat-tempat umum lainnya yang sebagian
besar mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang bisa membahayakan kesehatan dan
kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan hidup. (Djatmiko, 2008).

Limbah cair adalah bahan cair yang meskipun sifatnya sedikit berbahaya tetapi
apabila meresap kedalam permukaan tanah, limbah cair tersebut dapat merusak
struktur tanah terutama untuk kesuburan tanah dan juga sumber air yang terdapat di
dalamnya. Apabila kita hidup pada tanah yang telah tercemar akibah limbah cair dan
mengkonsumsi segala sesuatu darinya dapat membahayakan kesehatan tubuh dan
berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan seperti disentri dan diare yang dapat timbul
di sekitar kita. Limbah cair harus dikelola dengan baik dan benar agar nantinya tidak
mengganggu kesehatan lingkungan karena limbah cair mengandung bahan-bahan atau
zat-zat yang dapat membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan. (Djatmiko, 2008).

Teknologi pengolahan air limbah merupakan kunci untuk memelihara


kelestarian lingkungan. Apapun jenis teknologi pengolahan air limbah domestik
maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan, dikelola dan dipelihara oleh
masyarakat setempat dengan baik. Jadi teknologi pengolahan yang akan dipilih harus
sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. Beberapa teknik
pengolahan air buangan untuk memisahkan bahan polutannya telah dicoba dan
dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah digunakan
tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan, yaitu :

1. Pengolahan secara kimia


2. Pengolahan secara bilogi

3. Pengolahan secara fisika

Untuk suatu jenis air buangan tertentu, teknik pengolahan limbah cair dengan
ketiga metode pengolahan tersebut dapat digunakan secara sendiri-sendiri ataupun
bisa digunakan secara kombinasi. Penanganan limbah bisanya masih dilakukan secara
konvensional dan belum dapat mengendalikan limbah yang ada. Limbah yang tidak
ditangani dengan baik bisa mengakibatkan berbagai permasalahan kesehatan. Limbah
jika tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan berbagai macam bencana, yaitu :

1. Pencemaran Lingkungan
2. Kematian
3. Sumber Penyakit
Tempat atau lokasi untuk pengolahan limbah yang kurang memadai
(pembuangan limbah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok untuk
beberapa organisme yang membawa patogen seperti tikus dan lalat yang dapat
menyebabkan penyakit, misalnya bisa membahayakan kesehatan pada manusia
seperti : Penyakit tifus, diare, bahkan demam berdarah akibat virus yang berasal dari
sampah dengan pengelolahan tidak tepat yang bercampur dengan air minum.
(Djatmiko, 2008).

Selain membahayakan kesehatan, limbah ini juga sangat berpengaruh terhadap


kelestarian lingkungan yang ada di sekitar kita. Contoh limbah rumah tangga yang
dapat merusak lingkungan yaitu misalnya penggunaan sabun detergen untuk mencuci,
air cucian itu kemudian dibuang keselokan dan merembes ke air tanah, air selokan
mengalir ke sungai dan seterusnya kelaut. Akibat adanya limbah-limbah rumah tangga
itu akan sangat membahayangkan kelestarian lingkungan yang ada disekitar kita.
Penguraian pada limbah cair akan menghasilkan asam organik.

Sistem pengolahan limbah terpadu dinilai sangat tepat dan dapat diterapkan
untuk memecahkan permasalahan tentang limbah, jika penanganan limbah dari segi
teknologi saja tidak akan tuntas apabila hanya menerapkan satu metode saja namun
harus dikombinasi dengan metode dari berbagai metode yang selanjutnya dikenal
dengan Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu. Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu
tersebut setidaknya dapat mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber
sampah, guna ulang dan daur ulang, pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir
(landfilling).

Pengurangan sumber limbah industri berarti sangat diperlukannya teknologi


proses yang nirlimbah serta pengemasan produk yang ringkas/ cepat serta ramah
lingkungan. Sedangkan untuk rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan agar tidak
boros dalam penggunaan barang-barang dalam keseharian. Untuk pendekatan
terhadap daur ulang dan guna ulang perlu diterapkan khususnya pada limbah non
organik seperti logam, gelas, aluminium, plastik, kertas, dan lain-lain. Sementara itu,
untuk limbah organik seperti daun kering dapat didaur ulang, salah satunya dengan
cara pengkomposan. (Djatmiko, 2008).

Untuk peningkatan taraf hidup bangsa Indonesia diperlukannya pertumbuhan


ekonomi yang cepat dengan cara memajukan pembangunan. Salah satu unsur penting
dalam pembangunan tersebut yaitu seperti pembangunan di bidang industri. Tetapi
dalam kegiatan industry tersebut akan diikuti dengan dampak negative dari limbah
industry terutama terhadap lingkungan hidup manusia. Limbah industri yang
mengandung bahan beracun akan memperburuk kondisi lingkungan dan akan
menyebabkan penyakit pada manusia dan kerusakan pada komponen lingkungan
lainnya.

Karakteristik pada air limbah perlu diketahui sebab hal ini akan menentukan
bagaimana cara pengolahan yang tepat dan benar sehingga tidak mencemari
lingkungan hidup. Pengolahan pada air limbah dapat digolongkan menjadi tiga yaitu
pengolahan secarabilogi, kimia, dan fisika. Ketiga prosesini tidak selalu berjalan sendiri-
sendiri namun kadang-kadang juga harus dilaksanakan secara kombinasi antara satu
dengan yang lainnya. (Tjokrokusumo, 1995).
Air limbah yang akan diolah sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus diolah
terlebih dahulu. Agar bisa melaksanakan pengolahan air limbah yang efektif diperlukan
rencana pengelolaan yang baik terlebih dahulu. Pengelolaan dan pengolahan air
limbah dapat dilakukan secara alamiah dan bisa juga dilakukan dengan bantuan
peralatan. Pengolahan air limbah secara alamiah biasanya dilaksanakan dengan
bantuan kolam stabilisasi sedangkan pengolahan air dengan bantuan peralatan
biasanya dilakukan pada Instalasi PengolahanAir Limbah/ IPAL (Waste Water
Treatment Plant / WWTP).

Dalam teknik pengolahan air limbah yang bertujuan untuk mencegah


pencemaran pada sumber air rumah tangga, melindungi tumbuhan dan hewan yang
hidup didalam air, menghindari pencemaran tanah yang ada dipermukaan dan
menghilangkan tempat berkembangbiaknya bibit penyakit serta vektor penyakit.
Sedangkan syarat Sistem Pengelolaan Air Limbah yaitu pengelolaan yang tidak akan
mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber-sumber air minum, tidak
mengakibatkan pencemaran air yang ada di permukaan, tidak menimbulkan
pencemaran terhadap kehidupan flora dan fauna yang hidup didalam air pada
penggunaannya sehari-hari, tidak dihinggapi oleh vector penyakit atau serangga yang
mengakibatkan penyakit, tidak terbuka dan harus tertutup, tidak menimbulkan bau
busuk atau aroma yang tidak sedap.

Pengolahan limbah rumah tangga yang paling sederhana yaitu pengelolaan


yang menggunakan pasir dan benda-benda yang mengapung melalui bak penangkap
pasir dan saringan. Benda yang melayang atau mengapung dapat dihilangkan oleh bak
pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari
bak pengendap pertama dibuat dengan stabil dalam bak pembusukan lumpur, di
mana lumpur tersebut akan menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan
lalu dibuang.

Pengelolaan sekunder dibuat agar dapatmenghilangkan zat organik melalui


proses oksidasi dengan menggunakan saringan yang khusus. Pengelolaan tau
pengolahan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang
dilakukan akan tergantung dengan keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu
yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan. (Ismuyanto, 2009).
3.2 KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR
Karakteristik air limbah perlu diketahui sebab hal ini akan menentukan
bagaimana cara pengolahan yang tepat dan baik sehingga tidak akan mencemari
lingkungan hidup. Pengolahan air limbah dapat digolongkan menjadi tiga yaitu
pengolahan secarabiologi, fisika dan kimia. Ketiga proses tersebut tidak selalu berjalan
sendirisendiri namun kadang-kadang harus dilakukan secara kombinasi antara satu
metode dengan metode yang lainnya. Ketiga proses tersebut yaitu (Daryanto, 1995):
1. Karakteristik fisik
Karakteristik limbah cair sangat mudah dilihat dengan mata
telanjang,selain itu uga untuk penentuan derajat pencemaran air limbah juga
sangat mudah terlihat dari karakteristik fisiknya. Salah satu hal yang dapat
mempengaruhi karakteristik fisik ini yaitu aktivitas penguraian bahan-bahan
yang mengandung senyawa organik pada air buangan oleh mikroorganisme.
Penguraian ini akan menyebakan kekeruhan pada air. Selain itu kekeruhan juga
dapat terjadi akibat zat koloid, tanah liat. lumpur dan benda-benda terapung
yang tidak cepat mengendap.
Pada air limbah terbentuknya warna yang disebabkan oleh penguraian
bahan-bahan senyawa organik. Selain itu timbulnya bau yang tidak sedap yang
di akibatkan oleh penguraian bahan-bahan organik yang tidak sempurna. Dapat
disimpulkan bahwa karakteristik fisik yang dimiliki oleh limbah cair dapat
dilihat dan diketahui memalui bau,warna dan adanya endapan atau zat
tersuspensi dari lumpur limbah serta temperature air limbah tersebut.
Pengolahan atau pengelolaan ini terutama ditujukan untuk air limbah yang
tidak terlarut (yang sifatnya tersuspensi), atau dengan kata lain air buangan
yang mengandung padatan, sehingga digunakannya metode ini untuk proes
pemisahan. Pada umumnya, sebelum dilakukannya pengolahan lanjutan
terhadap air buangan yang diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi yang
berukuran besar dan mudah mengendap ataupun bahan-bahan yang
mengapung agar mudah disisihkan terlebih dahulu. Proses flotasi banyak
diterapkan untuk penyisihan bahanbahan yang mengapung seperti lemak dan
minyak agar tidak mengganggu proses pengolahan berikutnya. (Tjokrokusumo,
1995).
2. Karakteristik kimiawi
Karakteristik kimia limbah cair dipengaruhi oleh kandungan zat kimia yang
terdapat dalam limbah cair. Kandungan bahan kimia ini pada umumnya bisa
merugikan lingkungan melalui berbagai cara. Bakan bahan kimia yang
umumnya terkandung dan terdat didalam limbah cair diantaranya adalah bahan
protein, organik, fenol, minyak dan lemak, karbohidrat, sulfur, klorida, pH,
logam berat, zat yang mengandung racun,gas, metana, posfor, dan nitrogen.
Kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam air bisa memberkan dampak
positif maupun negatiif didalam limbah cair. Salah satu contohnya yaitu, bahan
organik terlarut yang dapat menghasilkan oksigen terlarut atau bisa disebut
dengan DO, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap akibat penguraian
yang tidak tepat dan tidak sempurna. Penyebab bau ini merupakan struktur
protein yang sangat kompleks dan tidak stabil juga mudah terurai menjadi
bahan kimia lain karena proses dekomposisi. Di dalam air buangan domestik
dapat ditemukan karbohidrat dalam jumlah yang cukup banyak, baik itu dalam
bentuk selulosa, kanji dan juga gula. Kanji dan selulosa bersifat stabil dan tahan
terhadap pembusukan sedangkan gula sifatnya mudah untuk terurai.
Pengolahan secara kimia merupakan proses pengolahan atau pengelolaan
yang metodenya menggunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zat
pencemar yang terdapat di dalam air limbah. Proses ini biasanya menggunakan
reaksi kimia untuk mengubah air limbah yang berbahaya agar menjadi air
limbah yang kurang berbahaya. Proses yang termasuk dalam pengolahan secara
kimia adalah netralisasi, presipitasi, khlorinasi, koagulasi dan flokulasi.
Pengolahan atau pengelolaan air buangan atau limbah secara kimia biasanya
digunakan agar bisa menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah
mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik
beracun, dengan cara membubuhkan bahan kimia tertentu yang jumlahnya
sesuai dengan yang diperlukan. Pengolahan atau pengelolaan secara kimia bisa
memperoleh kefektifan yang tinggi namun biaya menjadi relatif. mahal karena
memerlukan bahan kimia (Tjokrokusumo, 1995).
3. Karakteristik bakteriologis
Kandungan mikroorganisme yang terdapat didalam limbah cair juga dapat
mempengaruhi karakteristik biologis limbah cair. Karakteristik biologis terdiri
dari mikroorganisme yang terdapat di dalam air limbah, seperti crustacea,
porifera, ganggang, protozoa, virus, baketri, dan jamur. Karakteristik biologis ini
penting dilakukan untuk pengolahan terutama dalam hubungannya dengan air
minum serta untuk keperluan kolam renang.
Mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian bahan-bahan
organik di dalam limbah cair domestik antara lain alga, protozo, bakteri dan
jamur. Bakteri merupakan mikroorganisme ber sel satu yang dimana ia
menggunakan bahan organik dan anorganik sebagaibahan makanannya. Bakteri
yang membutuhkan oksigen untuk mengoksidasi bahan organik disebut bakteri
aerob sedangkan yang tidak membutuhkan oksigen disebut bakteri anaerob.
Jamur juga termasuk dalam pengurai pada limbah cair selain bakteri.
Jamur merupakan mikroorganisme yang nonfotosintesis(tidak berfotosintesis),
mempunyai sel yang banyak, bercabang atau berfilamen yang berfungsi untuk
metabolisme makanan dan bersifat aerob. Peranan protozoa sangat penting
untuk penanganan limbah organik karena protozoa bisa menekan jumlah
bakteri yang umumnya sangat berlebihan. Protozoa merupakan kelompok
mikroorganisme yang tidak berdinding sel, sel tunggal dan motil. Selain itu juga
protozoa bisa mengurangi bahan organik yang tidak dapat dimetabolisme oleh
jamur ataupun bakteri dan juga bisa membantu untuk menghasilkan effluent
atau kadar maksimum limbah yang diperbolehkan untuk dibuang ke lingkungan.
Untuk alga dalam penanganan limbah ini mengambil peranan agar proses
pengolahan limbah dapat berjalan secara alami seperti prinsip ekosistem alam
sehingga tidak menghasilkan limbah sekunder serta pada proses ini daur ulang
nutrien berjalan dengan sangat efektif juga dapat menghasilkan biomasa yang
dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan juga sangat ramah
lingkungan. Mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian bahan-
bahan organic yang terdapat di dalam limbah cari domestik antara lain jamur,
protozoa, bakteri, dan alga. Semua polutan air yang sifatnya biodegradable
dapat diolah secara biologis dan sebagai pengolahan sekunder, pengolahan
secara biologis dilihat sebagai pengolahan yang paling murah dan paling efektif.
Dalam beberapa tahun telah dikembangkan berbagai metode pengolahan
biologis dengan segala macam modifikasinya. (Tjokrokusumo, 1995).
Tujuan pengolahan atau pengelolaan air limbah secara biologis adalah untuk
menghilangkan bahan organik, anorganik, amoniak, dan posfat dengan
memerlukan bantuan mikroorganisme. Penggunaan filter atau saringan telah
banyak digunakan untuk menangani air untuk keperluan rumah tangga dan
industri, cara ini juga dapat diterapkan untuk pengolahan atau pengelolaan air
limbah yaitu dengan memakai berbagai jenis media filter seperti pasir dan
antrasit. Pada penggunaan sistem saringan atau filter secara anaerobik, media
filter ditempatkan dalam suatu bak atau tangki dan air limbah yang akan
disaring akan dilalukan dari arah bawah ke arah atas. (Laksmi dan Rahayu,
1993).
3.3 DAMPAK YANG DITIMBULKAN LIMBAH CAIR
3.3.1 GANGGUAN TERHADAP KESEHATAN
Air limbah merupakan cairan yang sangat berbahaya terhadap kesehatan
manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah.
Air limbah ada yang hanya berfungsi sebagai media pembawa saja seperti penyakit
schitosomiasis, kolera, hepatitis infektiosa, serta radang usus. Selain sebagai pembawa
penyakit didalam air limbah itu sendiri banyak terdapat bakteri yang berbahaya
penyebab penyakit seperti :
a. Virus
Virus bisa menyebabkan penyakit hepatitis dan polio myelitis. Secara umum
carapenularannya masih belum diketahui pasti dan virus banyak terdapat
pada air hasil pengolahan. (effluent) pengolahan air.
b. Vibrio Kolera
Vibrio kolera bisa menyebabkan penyakit kolera asiatika dengan penyebaran
yang sangat cepat dan terutama melalui air limbah yang telah tercemar oleh
kotoran manusia yang mengandung bakteri vibrio cholera.
c. Salmonella Typhosa A dan Salmonella Typhosa B
Baketri ini merupakan bakteri yang menjadi penyebab penyakit typus
abdominalis dan para typus yang banyak terdapat didalam air limbah bila
terjadi wabah. Cara penularannya yaitu melalui air dan makanan yang telah
tercemar oleh kotoran manusia yang telah mengandung bakteri tersebut.
d. Salmonella Sp
Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit keracunan makanan dan jenis
bakteri ini banyak terdapat didalam air hasil pengolahan.
e. Shigella Sp
Shigella Sp merupakan bakteri penyebab disentri bacsillair dan banyak
terdapat didalam air yang telah tercemar. Cara penularannya yaitu melalui
kontak langsung dengan kotoran manusia maupun perantara makanan,tanah
ataupun lalat.
f. Basillus Antraksis
Basillus Antraksis merupakan bakteri penyebab penyakit antrhak, bakteri ini
banyak terdapat pada air limbah dan sporanya tahan terhadap pengolahan.
g. Brusella Spp
Brusella spp adalah bakteri penyebab penyakit brusellosis, demam malta
serta dapat menyebabkan keguguran (aborsi) pada domba.
h. Mycobakterium Tuberculosa
Mycobacterium Tuberculosa adalah bakteri penyebab penyakit tuberculosis
dan terutama terdapat didalam air limbah yang berasal dari sanatorium.
i. Leptospira
Leptospira merupakan bakteri penyebab penyakit weii dengan cara
penularan utama yaitu berasal dari tikus selokan.
j. Entamuba Histolitika
Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit amuba disentri dengan penyebaran
utamanya melalui lumpur yang mengandung kista.
k. Schistosoma Sp
Bakteri ini merupakan bakteri penyebab penyakit schistosomiasis, akan tetapi
dapat dimatikan pada saat melewati pengolahan atau pengelolaan air
limbah.
l. Taenia Sp
Taenia Sp merupakan bakteri penyebab penyakit cacing pita, dengan kondisi
yang sangat tahan terhadap cuaca.
m. Ascaris Spp.Enterobius sp
Bakteri ini akan menyebabkan penyakit cacingan dan banyak terdapat pada
air hasil pengolahan lumpur serta sangat berbahaya terhadap kesehatan
manusia. (Ismuyanto, 2009).
3.3.2. GANGGUAN TERHADAP KEHIDUPAN BIOTIK
Penyebab menurunnya kadar oksigen yang terlarut didalam air limbah
disebabkan oleh banyaknya zat pencemar yang ada didalam air limbah.Karena hal
tersebut dengan demikian akan menyebabkan kehidupan didalam air yang
membutuhkan oksigen akan sangat terganggu, dalam hal ini juga akan mengurangi
perkembangannya. Selain kematian yang akan terjadi didalam kehidupan air
disebabkan karena kurangnya oksigen limbah tersebut.
Selain matinya ikan dan matinya bakteri-bakteri didalam air juga dapat
menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau tanaman air. Karena akibat matinya
bakteri-bakteri, maka proses penjernihan sendiri yang seharusnya terjadi pada air
limbah akan terhambat. Akibat selanjutnya yaitu air limbah akan sulit untuk diuraikan.
Selain bahan-bahan kimia yang dapat mengganggu kehidupan ekosistem yang ada
didalam air juga terganggu dengan adanya pengaruh fisik seperti adanya temperature
yang tinggi yang akan dikeluarkan oleh industri yang sangat memerlukan proses
pendinginan. Panasnya air limbah dapat menyebabkan matinya semua organisme yang
ada dilingkungan apabila tidak dilakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum dibuang
kedalam saluran air limbah.
3.3.3 GANGGUAN PADA LINGKUNGAN
A. Pencemaran Pada Badan Air
Adanya limbah cair domestik/ rumah tangga akan terus meningkat sesuai dengan
perkembangan dari jumlah penduduk, begitu juga dengan limbah industri termasuk
industri rumah tangga yang mempunyai kontribusi yang cukup signifikan terhadap zat
pencemar organik yang terdapat pada badan air.
Parameter BOD (Biochemical Oxigen Demand) merupakan parameter yang
digunakan untuk mengetahui tolak ukur kandungan senyawa organik yang dapat
dirombak oleh mikroorganisme. Tolak ukur ini dipilih karena kebutuhan oksigen untuk
reaksi yang dilakukan oleh masyarakat setara dengan konsentrasi senyawa organik
yang dirombak. Perombakan ini akan terus berlangsung terus menerus selama oksigen
didalam air masih ada. Hasil perombakan ini akan menghasilkan sel-sel yang baru.
Jika air mengandung senyawa-senyawa organik yang dapat dirombak oleh
mikroorganisme, maka peningkatan pasti akan terjadi didalam air itu selama
kandungan oksigen terlarut dapat dapat memenuhi kebutuhan untuk reaksi
biokimiawi. Jadi nilai BOD yang tinggi dari suatu limbah cair yang dibuang keperairan
alami akan mengalami penyusutan kandungan oksigen terlarut pada perairan itu
sendiri. (Ismuyanto, 2009).
B. Pencemaran Pada Tanah
Air limbah yang telah mencemari tanah dalam perjalanannya akan mengalami
peristiwa fisikbiologis, kimia dan mekanik. Peristiwa fisik mekanik terjadi karena
adanya distribusi larutan yang telah mengalir melalui pori-pori tanah yang tidak sama,
sehingga terjadilah efek penahanan oleh zat-zat padat dan terjadi pengendapan
partikel-partikel padat karena adanya gaya berat. Peristiwa kimia terjadi akibat adanya
penyebaran molekuler yang dihasilkan dari potensi kimia, sedangkan pada proses
biologis terjadi pada bahan pencemar organik yang diuraikan oleh bakteri pembusuk.
Pada tanah yang kering akan terjadi gerakan bakteri horizontal 1 meter dan
vertikal kebawah 3 meter. Pada tanah yang basah dengan kecepatan aliran tanah 1-3
meter perhari maka akan terjadi gerakan atau perjalanan bakteri bersama aliran air
secara horizontal mencapai maksimum 11 meter dimana pada jarak 5 meter akan
melebar maksimum 2 meter dan kemudian akan menyempit kembali sampai jarak 11
meter. Adapun gerakan kebawah tergantung dari kedalaman air limbah itu yang akan
menembus kedalam tanah.
Gerakan bahan kimia dalam tanah secara horizontal akan mengikuti aliran air
yang akan melebar 9 meter pada jarak 25 meter dan kemudian menyempit lagi sampai
jaraknya mencapai 95 meter. Mengingat adanya limbah cair rumah tangga kaya akan
zat organik, maka jika debitnya relatif besar, maka tingkat penetrasi didalam tanah
akan mencapai jarak yang relatif jauh juga, sehingga terjadi potensi untuk mencemari
air tanah/air sumur (Suswati, 2010).
C. Air Limbah dan Kehidupan Vektor
Air limbah yang telah dibuang kelingkungan baik kelingkungan tanah atau pada
badan air banyak telah menimbulkan banyak masalah vektor yaitu cocok untuk
bersarang dan berkembang baiknya lalat dan nyamuk. Tikus juga sangat senang jika
berada di tempat-tempat tersebut. Jadi akibat yang ditimbulkan oleh ar limbah selain
mengganggu kenyamanan juga berpotensi terjadinya penularan penyakit seperti
penyakit cacingan, malaria, penyakit perut dan lain-lain (Suswati, 2010).
3.4 UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
3.4.1 PENGELOLAAN LIMBAH DOMESTIK
Pengolahan atau pengelolaan air limbah tergantung dengan jenis air limbah yang
akan diolah. Untuk pengolahan atau pengelolaan air limbah hasil dari kegiatan rumah
tangga cukup mudah karena zat yang terkandung didalam limbah tersebut tidak terlalu
bermacam-macam dan dapat membahayakan lingkungan. Bahkan mayoritas air limbah
rumah tangga ini mempunyai sifat organik yang bisa dilakukan untuk irigasi. Berikut ini
ada beberapa cara untuk mengolah air limbah. Limbah domestik atau rumah tangga
adalah limbah buangan atau bekas yang berbentuk cair, gas, dapat dhilangkan tetapi
juga berbahaya. Jadi limbah rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan atau
dikeluarkan oleh satu rumah atau beberapa rumah lainnya yang ada dilingkungan
sekitar.
Ada beberapa cara untuk pengolahan atau pengelolaan air limbah domestik
yaitu:
a. Cara pertama yaitu dengan cara diencerkan. Air limbah akan diencerkan
sampai memiliki konsentrasi yang cukup rendah dan setelah itu akan dibuang
ke badan air.
b. Cara kedua yaitu dengan cara menggunakan kolam oksidasi. Pengolahan ini
menggunakan manfaat dari ganggang, bakteri dan oksigen dan juga dengan
bantuan sinar matahari.
c. Cara terakhir yaitu dengan cara dialirkan keparit terbuka yang sudah digali
sehingga air akan disaring secara alami oleh tanah. Air yang mengalir ke
tanah melalui dasar dinding parit tersebut akan mengalami proses
penyaringan alami oleh tanah.
Hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan sebagai
berikut :
a. Tidak akan mencemari sumber air minum yang ada didaerah sekitarnya baik
itu air dipermukaan tanah maupun air yang ada dibawah permukaan tanah.
b. Tidak akan mengotori permukaan tanah.
c. Menghindari tersebarnya cacing tambang yang berbahaya pada permukaan
tanah.
d. Mencegah berkembang biaknya nyamuk, lalat dan serangga lainnya.
e. Tidak menyebabkan bau yang akan menggangu lingkungan.
f. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat
dan murah.
g. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m (Bahdir, 2011).
3.4.2 CENTRALIZED SYSTEM/ SISTEM PENGOLAHAN TERPUSAT/ OFF SITE SYSTEM
Sistem pengolahan terpusat adalah sistem pengolahan air limbah dari seluruh
daerah pelayanan dikumpulkan melalui suatu roil pengumpul, kemudian dialirkan
kedalam roil kota menuju ketempat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau dengan
pengenceran tertentu (intersepting sewer), yang selanjutnya bila telah memenuhi
standar baku mutu dapat dibuang kebadan air penerima (Daryanto, 1995).
3.4.4 DECENTRALIZED SYSTEM/ SISTEM PENGOLAHAN SETEMPAT/ ON SITE SISTEM
Sistem pengolahan setempat adalah sistem pembuangan air limbah yang dimana
air limbah dibuang serta diolah secara langsung ditempat atau tanpa melalui
penyaluran terlebih dahulu. Sistem ini akan digunakan jika syarat-syarat teknik lokasi
atau tempat dapat dipenuhi dan menggunakan biaya yang relatif rendah. Sistem ini
digunakan dimana pada daerah itu tidak ada sistem roil kota atau untuk lingkungan
kecil yang masih tersedia lahan pekarangannya. (Daryanto, 1995).
3.4.5 PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI
Pengelolaan air limbah bisa digolongkan menjadi tiga yaitu pengolahan secara
biologi, kimia dan fisika. Ketiga proses tersebut tidak selalu berjalan sendiri-sendiri
tetapi kadang-kadang harus dilakukan secara kombinasi antara satu metode dengan
metode yang lainnya. Ketiga proses tersebut yaitu (Daryanto, 1995) :
a. Pengolahan Secara Fisika
Pengolahan ini dilakukan terutama ditujukan untuk air limbah yang tidak
larut (yang sifatnya tersuspensi), atau dengan kata lain air buangan yang
mengandung padatan, sehingga digunakan metode ini untuk pemisahan.
Pada umumnya sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut terhadap air
buangan yang diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan
mudah mengendap atau bahan-bahan yang mengapung agar mudah disisihkan
terlebih dahulu. Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-
bahan yang mengapung seperti lemak dan minyak agar tidak mengganggu
proses selanjutnya. (Tjikrokusumo, 1995).
b. Pengolahan secara kimia
Pengolahan secara kimia merupakan proses pengolahan yang
menggunakan bahan kimia untuk mengurangi jumlah konsentrasi zat pencemar
yang terdapat didalam air limbah. Proses ini menggunakan reaksi kimia untuk
mengubah air limbah yang berbahaya menjadi air limbah yang kurang
berbahaya. Proses yang termasuk dalam pengolahan secara kimia yaitu
flokulasi, koagulasi, khlorinasi, netralisasi dan presipitasi.
Pengolahan air buangan secara kimia ini biasanya digunakan untuk
menghilangkan zat- zat atau partikel-partikel yang tidak mudah mengendap
(koloid), logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik yang
mengandung racun, dengan membubuhkan bahan kimia tertentu sebanyak
yang diperukan. Pengolahan secara kimia ini dapat memperoleh keefektifan
yang tinggi namun biaya menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia
(Tjokrokusumo, 1995).
c. Pengolahan Secara Biologis
Semua polutan air yang bersifat biodegradable dapat diolah secara
biologis, sebagai pengolahan sekunder pengolahan secara biologis dipandang
sebagai pengolahan yang relatif murah dan sangat efektif. Dalam beberapa
tahun telah dikembangkan sebagai metode pengolahan biologis dengan segala
modifikasi dan macamnya. (Tjokrokusumo, 1995).
Pengolahan secara biologis merupakan pengolahan air limbah dengan
menggunakan mikroorganisme seperti protozoa, ganggang dan bakteri untuk
menguraikan senyawa organic yang terdapat di dalam air limbah menjadi
senyawa yang sangat sederhana. Pengolahan tersebut mempunyai tahapan
seperti pengolahan secara aerob, secara anaerob dan secara fakultatif.
Misalnya didalam reaktor pertumbuhan lekat (Attached growth reactor),
mikroba tumbuh diatas media pendukung seperti batu kerikil, dengan
membentuk lapisan film agar dapat melekatkan dirinya, oleh karena itu
reaktorini disebut juga dengan bioreaktor film tetap. Berbagai macam
modifikasi telah banyak digunakan selama ini antara lain trickling filter, cakram
bilogi, filter terendam dan reaktor fludisasi. Seluruh modifikasi ini bisa
menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar 80% hingga 90%. Namun apabila
BOD air buangan tidak melebihi 4000 mg/l, proses aerob masih dapat dianggap
lebih ekonomis dari proses anaerob (Tjokrokusumo, 1995).
Pengolahan air limbah secara biologis, mempunyai tujuan untuk
menghilangkan bahan organik, anorganik, amoniak, dan posfat dengan bantuan
beberapa mikroorganisme. Penggunaan filter atau saringan telah dikenal luas
agar bisa menangani air untuk keperluan rumah tangga dan industri, cara ini
juga dapat diterapkan untuk pengolahan air limbah yaitu dengan cara memakai
berbagai jenis media filter seperti pasir dan antrasit. Pada penggunaan sistem
saringan anaerobic ini, media filter ditempatkan dalam suatu bak atau tangki
dan air limbah yang akan disaring dan akan dilakukan dari arah bawah ke atas
(Laksmi dan Rahayu, 1993).
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Limbah cair merupakan sisa dari suatu hasil usaha dan kegiatan berwujud cair
yang telah dibuang kelingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas air. Air limbah
berasal dari dua macam, yaitu air limbah domestik (air limbah yang berasal dari
kegiatan rumah tangga) dan air limbah industri. Secara umum didalam limbah
domestik/ limbah rumah tangga tidak terkandung zat-zat yang berbahaya, sedangkan
didalam limbah industri harus dibedakan antara limbah yang mengandung zat-zat yang
berbahaya dan harus dilakukan penanganan khusus untuk setiap tahap awal sehingga
kandungannya dapat diminimalisasi terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sewage
plant, karena zat-zat berbahaya itu dapat mematikan fungsi mikroorganisme yang
berfungsi bisa menguraikan senyawa-senyawa yang ada didalam air limbah.

Teknik pengolahan/ pengelolaan air limbah merupakan kunci dalam


memelihara kelestarian lingkungan. Agar bisa memilih teknik yang tepat, seseorang
harus mengetahui bagaimana gambaran umum tentang metode-metode pengolahan
air limbah yang ada, baik tentang prinsip kerja, tentang penerapan metode-metode
tersebut, keuntungan dan kerugian, dan juga faktor biayanya.

4.2 SARAN

Saran yang dapat kami berikan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Air limbah sebelum dibuang ke lingkungan sebaiknya diolah terlebih dahulu agar
tidak mempunyai sifat yang berbahaya.

2. Metode pengolahan air limbah sebaiknya harus didasarkan pada peraturan dan
perundangan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan pelestarian
lingkungan sekitar.
3. Dilaksanakannya pembangunan dan infrastruktur pengolahan air limbah agar
menjalankan sistem pengolahan air limbah.

4. Digunakannya sistem pengolahan air limbah yang sederhana agar bisa diterapkan
oleh seluruh lapisan masyarakat.

5. Mematuhi peraturan undang-undangan tentang bagaimana Sistem Pengelolaan Air


Limbah.

6. Adanya bak resapan (septic tank) dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang
sudah memenuhi syarat.
SOAL LATIHAN

1. Apa yang dimaksud dengan limbah cair ?


2. Apa saja jenis-jenis limbah cair ?
3. Apa saja yang menjadi sumber dari limbah cair ?

JAWABAN

1. Limbah cair adalah air yang tidak terpakai lagi, yang merupakan hasil dari
berbagai kegiatan manusia sehari-hari yang dapat menurunkn kualitas
lingkungan.
2. Ada 2 jenis limbah cair, yaitu limbah cair rumah tangga dan limbah cair industri.
3. Ada 3 jenis sumber limbah cair yaitu, air buangan yang bersumber dari rumah
tangga, air buangan industri, air buangan kotapraja.
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, S, 1989. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Edisi ke-l. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.

Chandra, Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC. Hal 124.
ISBN 979-448-796-1.

Daryanto 1995. Ekologi dan Sumber Daya alam. Bandung: Tarsito

Djatmiko. 2008. Pendayagunaan Industri Management. Bandung.

Ismuyanto, B. 2009. Pencemaran karena Pembangunan. Jakarta.

Johar, Bahdir. 2011. Pengelolaan Limbah Cair Dengan Proses Evaporasi. Jurnal Ilmiah
5(2) . Serpong.

Laksmi, J. dan Rahayu,W., 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Kanisius:


Jakarta.

Notoatmodjo, S,. 2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Palar. H. 2008. Pencemaran dan Teknologi Logam Berat. Jakarta.

Sugiharto. 1987. Dasar- dasar Pengelolaan Air Limbah, Cetakan Pertama.


Jakarta: UI Press

Suswati, A.C.S.P. 2010. Studi Kemampuan Untuk Mengolah Limbah Cair Rumah
Tangga. Jakarta.

Tjokrokusumo, KRT. 1995. Pengantar Teknologi Bersih, Khusus Pengelolaan dan


Pengolahan Air. Yogyakarta: STTL-YLH

Wibisono, Gunawan. 2011. Pengelolaan Limbah Domestik Dengan Teknologi Tanaman


Air. Jurnal Penelitian 2(2). ITB : Bandung.
Riwayat Penulis
Siti Nafilah dilahirkan di Kotabaru, 13 Mei 1998, merupakan anak
kedua dari dua bersaudara. Penulis ini telah menempuh
pendidikan formal yaitu di TK Pembina Kotabaru, SDN 2 Semayap
Kotabaru, SMPN 1 Kotabaru, dan SMAN 2 Kotabaru. Setelah lulus
dari SMAN 2 Kotabaru tahun 2016 penulis mengikuti SNMPTN
dan diterima di Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas
Teknik, Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2016 dan terdaftar dengan NIM.
1610815120018.

Sri Adella dilahirkan di Amuntai, 13 Desember 1996, merupakan


anak ketiga dari tiga bersaudara. Penulis ini telah menempuh
pendidikan formal yaitu di TK Pertiwi Cabang Amuntai, SDN
Murung Sari Amuntai, MTSN Model Amuntai, dan SMAN 1
Amuntai. Setelah lulus dari SMAN 1 Amuntai tahun 2015 penulis
mengikuti jalur Mandiri dan diterima di Program Studi Teknik
Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2016 dan
terdaftar dengan NIM. 1610815320015.