Anda di halaman 1dari 3

1.

Sebutkan prinsip prinsip dalam negosiasi


a. Pisahkan antara orang dan masalahnya
Orang dan masalahnya seharusnya dipisahkan untuk menghindari
kesalahpahaman dan berakhirnya lingkaran aksi dan reaksi. Posisikan diri anda
dibawah kelompok lain dan pisahkan substansi negosiasi dari keterlibatan
hubungan pribadi yang terlibat. Berikan saran dan ide baik lainnya dan
kembangkan usulan-usulan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka dan adil
untuk kedua belah pihak.
b. Fokus pada kepentingan bersama
Akan lebih efektif bila fokus pada kepentingan bersama dari pada hanya pada
kepentingan salah satu pihak. Pengetahuan mengenai kepentingan kelompok
lain, fleksibel dalam menawarkan suatu ide sebagai solusi, dan bersikap tegas
dalam menangani masalah, namun terbuka dan mendukung kehidupan pada sisi
lainnya. Dengan cara ini, kedua belah pihak menyerang masalah dan tidak
saling menyerang satu sama lain, mengembangkan kerjasama antara mereka dan
meningkatkan kesempatan untuk mencapai kesepatakan yang dingingkan.
c. Buat pilihan yang saling menguntungkan
Hasilkan sejumlah pilihan dan alternative solusi yang mencerminkan
kepentingan bersama dan dapat membantu mendamaikan kepentingan yang
berbeda sebelum negosiasi dimulai. Kemudian pilihan-pilihan ini dapat
dievaluasi sehingga diperoleh satu pilihan terbaik dan ditetapkan menjadi suatu
kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.
d. Hasil berdasarkan kriteria standar

Hasil harus didasarkan terutama pada tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
Bagaimanapun, kriteria lainnya seperti perubahan harga nilai pasar, alokasi
risiko dan analisis keuntungan jangka panjang seharusnya dipertimbangkan
juga. Kriteria- kriteria tersebut seharusnya dikembangkan dan disetujui semua
pihak selama proses negosiasi. Negosiasi tentang ruang lingkup dan tujuan
proyek secara menyeluruh, anggaran dan kendala seharusnya dilakukan dengan
benar di awal proyek untuk menghindari perselisihan dan kesalahpahaman pada
proyek nantinya.
2. Jelaskan 3 metode dalam negosiasi
a. Negosiasi lembut.
Dalam negosiasi lembut, seorang negosiator ramah, dengan tekanan
tertentu yang menghindari konflik perorangan. Sensitivitas pribadi sangat
tinggi. Seorang negosiator yang lembut memberikan kelonggaran-kelonggaran
dalam mencapai hasil dengan ramah tamah. Penekanannya lebih pada hubungan
kedekatan.
b. Negosiasi Keras.
Dalam negosiasi keras, negosiator mempertimbangkan situasi lawan yang mana
kedua kelompok mengambil posisi kuat dan terlihat seperti lawan berat. Pada sisi
dimana memiliki posisi ekstrim dan hasil yang lebih lama dan lebih banyak.
Tujuan negosiator keras adalah menang, meskipun harus dibayar dengan suatu
hubungan baik dari pihak lain.
c. Negosiasi yang berpinsip.
Metode ini dikembangkan pada proyek negosiasi Harvard, tidak lembut maupun
kasar tetapi agak lembut dan agak kasar. Penekanannya pada penyelesaian dan
isu-isu yang didasarkan pada ukuran yang difokuskan pada tawar menawar pada
setiap sisi mana yang akan dan mana yang tidak akan dilakukan. Metode ini
menyarankan untuk pencapaian yang menguntungkan kapanpun juga, dalam
kasus konflik, mendasarkan pada hasil standar yang wajar dari pada

3. Hasil yang dicapai dalam negosiasi adalah menang-menang, menang-kalah dan kalah-
kalah. Berikan contoh dalam kehidupan sehari hari
Ada empat hasil-hasil negosiasi yang mungkin terjadi:

a. MENANG KALAH

Salah satu pihak mencapai seluruh atau sebagian besar hasil dari rencana yang
diharapkan, sementara pihak lainnya tidak mendapatkan hasil apa-apa, atau
mencapai hasil yang sangat kecil.
Contoh:
Suatu serikat pekerja menuntut kenaikan upah sebesar 15 persen. Pihak
pengusaha tidak menawarkan apa-apa. Jika hasil akhirnya adalah serikat
pekerja memperoleh kenaikan 15 persen, maka serikat tersebut telah menang
dan pihak pengusaha telah kalah.

b. KALAH - MENANG
Salah satu pihak tidak mendapatkan hasil apa-apa atau sangat kecil dari rencana
yang diharapkan, sementara pihak lain mencapai seluruh atau sebagian besar.
Contoh:
Suatu serikat pekerja menuntut kenaikan upah sebesar 15 persen. Pihak
pengusaha tidak menawarkan apa-apa, Jika hasil akhirnya adalah tidak ada
kenaikan, maka pihak pengusaha telah menang dan serikat pekerja tersebut
telah kalah.
c. KALAH KALAH
Pihak-pihak yang berunding gagal mencapai kesepakatan. Pertentangan
kepentingan lebih dominan dari persamaan kepentingan, tidak ada atau sangat
sedikit kompromi dan muncul kemungkinan bahwa konflik atau pertentangan
dapat berkembang mencapai tahap mogok atau macet (lockout)
Contoh:
Pihak serikat pekerja menuntut kenaikan upah sebesar 15%. Pihak pengusaha
menawarkan 2%. Masing-masing pihak mempertahankan posisi awalnya
sehingga negosiasi macet dan berakhir dengan mogok kerja. Baik pihak pekerja
dan pengusaha kehilangan penghasilan mereka karena produksi terhenti.
d. MENANG MENANG
Kedua belah pihak mencapai hasil sebagian dari posisi tuntutan dan penawaran
pertama mereka.
Contoh:
Serikat pekerja menuntut kenaikan upah sebesar 15%. Pihak pengusaha
menawarkan 2%. Melalui persuasi dan kompromi, maka akhirnya disepakati
kenaikan sebesar 8%. Target kedua kedua belah pihak telah bergeser dari posisi
awal, namun tidak harus sampai pada hasil dimana kedua-duanya kalah.