Anda di halaman 1dari 7

45

BAB IV

DISKUSI

Berikut akan dilaporkan kasus Ny. M 20 tahun dengan diagnosis G1P0A0

H3 32-33 minggu + JTIU + preskep + PEB + IUFD + TBJ 1200 gram +

obesitas grade II. Pasien rujukan dari RS Banjarbaru tanggal 16 Mei 2017.

Pasien dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.

Pasien merupakan rujukan dari RS Banjarbaru dengan diagnosis G1P0A0

H 31-32 minggu dengan PEB. Pasien mengeluhkan bengkak sejak 10 hari yang

lalu. Bengkak di seluruh tubuh terutama kaki. Pasien juga mengeluhkan pusing,

nyeri kepala hebat (-), mual (-) dan muntah (-), pandangan kabur (-).

Pada preeklampsia, adanya daerah pada arteri spiralis yang memiliki

resistensi vaskuler disebabkan oleh karena kegagalan invasi trofoblas ke arteri

spiralis pada tahap kedua. Akibatnya, terjadi gangguan aliran darah di daerah

intervilli yang menyebabkan penurunan perfusi darah ke plasenta.21-22 Hal ini

dapat menimbulkan iskemi dan hipoksia di plasenta yang berakibat terganggunya

pertumbuhan bayi intra uterin (IUGR) hingga kematian bayi.

Pada pemeriksaan fisik, ditemukan kesadaran compos mentis ketika

datang, tekanan darah tinggi, perawakan sangat gemuk, kaki dan tangan bengkak.

Pada pemeriksaan status obstetri didapatkan pada inspeksi perut cembung, Pada

palpasi tinggi fundus uteri setinggi 1 jari di atas umbilikus. DJJ (-) dan HIS (-).

Pada vaginal toucher didapatkan letak masih tinggi dan belum ada pembukaan.

Secara epidemiologi, angka insidensi kematian janin di seluruh dunia

diperkirakan mencapai rentang 2,14 – 3,82 juta jiwa. Angka ini mengalami

2006) mengenai kegagalan yang terjadi selama masa kehamilan. sesuai dengan tingkat keparahan. dan eklampsia. tetapi belum mengalami proteinuria. data dari Laporan Statistik Vital Nasional menunjukkan tingkat nasional AS kelahiran mati rata-rata 6. didapatkan data mortalitas perinatal di Indonesia berkisar 24 dari 1000 kehamilan.9 lahir mati per 1000 kelahiran.64 juta (berkisar ketidakpastian. Hipertensi gestasional yang memberat akan menyebabkan terjadinya pre-eklampsia. Ketiga jenis hipertensi kehamilan ini merupakan bagian yang berurutan. Pada tahun 2009.30. Bila pre-eklampsia tidak segera ditangani dengan baik. Pre-eklampsia adalah sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel disertai dengan adanya kombinasi antara hipertensi dan proteinuria yang nyata selama kehamilan. Kisaran angka tersebut adalah 18.5% dari 22. Eklampsia adalah terjadinya kejang grand mal pada seorang wanita dengan preeklampsia yang tidak dapat disebabkan oleh hal lain. yaitu sejumlah 14. jumlah global diperkirakan saat dilahirkan adalah 2.5%.31 Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Depkes RI tahun 2003 (POGI.1 bayi lahir mati per 1000 kelahiran pada tahun 1995-18. Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih untuk pertama kali selama kehamilan.33 .14-3820000). pre-eklampsia.9 lahir mati per 1000 kelahiran pada tahun 2009.32 Beberapa penyakit dari ibu yang mempunyai kausa tersering berupa hipertensi dan diabetes pada kehamilan. 46 penurunan pada tahun 2009. akan menimbulkan stadium pre-eklampsia berat yang akhirnya mengakibatkan eklampsia. Tingkat kelahiran mati di seluruh dunia menurun 14.2 per 1000 kelahiran. Pada tahun 2005. 2. Hipertensi dalam kehamilan terbagi menjadi tiga jenis yaitu hipertensi gestasional.

Obesitas sangat berhubungan dengan resistensi insulin. ketuban cukup.24 Obesitas meningkatkan rsisiko preeclampsia sebanyak 2. Disarankan USG fetomaterna. Dari hasil urinalisa ditemukan darah samar dan proteinuria. Penyakit digolongkan berat bila ada satu atau lebih tanda dibawah ini :9 1. Preeklampsia dibagi menjadi ringan dan berat.34 IUFD ditandai dengan tidak adanya DJJ dan pergerakan janin (-). hipoalbumin. Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih. Hal ini akan berakibat pada kematian janin. peningkatan ureum. dan hiperuresemia. Hasil NST non reaktif.Obesitas merupakan faktor risiko preeklampsia dan risiko semakin besar dengan semakin besarnya IMT. atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih .47 kali lipat. peningkatan faal jantung (LDH). yang juga merupakan faktor risiko preeklampsia. 47 Hipertensi kehamilan sejatinya mengakibatkan vasospasme dan iskemia dalam pembuluh darah ibu. USG ditemukan fetus intrauterin. maka akan mengganggu perfusi utero-plasenta dan mengakibatkan hipoksia janin. presentasi kepala. Hal ini mengakibatkan adanya peningkatan afterload jantung. Bila keadaan ini terus dibiarkan. Pada hipertensi gestasional. terjadi peningkatan curah jantung yang bermakna. sedangkan wanita dengan IMT sebelum hamil >35 dibandingkan dengan IMT 19-27 memiliki risiko preeklampsia empat kali lipat.23 Dari hasil pemeriksaan laboratorium saat pasien pertama datang tanggal 16 Mei 2017 didapatkan pasien leukositosis. Hal ini akan semakin parah bila mencapai tahap pre-eklampsia. dimana terjadi peningkatan resistensi perifer akibat vasospasme yang berlebihan dan berakibat pada penurunan mencolok curah jantung.

retriksi cairan minum maksimal 1000 cc per hari. Dosis 10-20 mg/oral. Setelah persalinan urin output akan meningkat dan ini merupakan tanda awal perbaikan kondisi penderita. diulangi setelah 30 menit. gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium 5. Keluhan serebral. Antihipertensi lini pertama . balance cairan. 3+ atau 4+ pada pemetiksaan kualitatif 3. bahkan kadang – kadang sampai anuria dan pada umumnya terdapat hemoglobinuria. 48 2. Po. Nifedipine 3x10 mg. Oliguria. maksimum 120 mg dalam 24 jam Pemberian magnesium sulfat sebagai antikejang lebih efektif dibanding fenitoin. IVFD D5% 500 cc dalam 24 jam.5 Selama dirawat pasien diterapi dengan bed rest. . Proteinuria dan edema menghilang dalam waktu beberapa hari sampai dua minggu setelah persalinan apabila keadaan hipertensi menetap setelah persalinan maka hal ini merupakan akibat penyakit vaskuler kronis. dan SF. produksi urin berkurang. Magnesium sulfat menghambat atau menurunkan kadar asetilkolin pada rangsangan serat saraf dengan menghambat transmisi neuromuskular. metyldopa 3x250 mg. Proteinuria 5 gr atau lebih dalam24 jam. berdasar Cochrane review terhadap enam uji klinik yang melibatkan 897 penderita eklampsia. Pasien kemudian melahirkan spontan belakang kepala dengan terminasi misoprostol setelah didiagnosis IUFD dan preeklampsia. injeksi MgSO4.Nifedipin. Setelah melahirkan. pasien diterapi dengan medikamentosa analgetik. diuresis 400 ml atau kurang dalam 24 jam 4. Proteinuria hampir selalu didapatkan. Edema paru atau sianosis.

Cara pemberian MgSO4 .Hilangnya reflex tendon 10 mEq/liter atau 12 mg/dl . magnesium akan menggeser kalsium. (40 % dalam 10 cc) selama 15 menit . Selanjutnya maintenance dose diberikan 4 gram im tiap 4-6 jam Syarat-syarat pemberian MgSO4 .Refleks patella (+) kuat . atau diberikan 4 atau 5 gram i. .Dosis terapeutik : 4-7 mEq/liter atau 4. tidak ada tanda tanda distress nafas Dosis terapeutik dan toksis MgSO4 . sehingga aliran rangsangan tidak terjadi (terjadi kompetitif inhibition antara ion kalsium dan ion magnesium). Kadar kalsium yang tinggi dalam darah dapat menghambat kerja magnesium sulfat.Harus tersedia antidotum MgSO4.Maintenance dose : Diberikan infuse 6 gram dalam larutan ringer/6 jam.Frekuensi pernafasan > 16x/menit. Magnesium sulfat sampai saat ini tetap menjadi pilihan pertama untuk antikejang pada preeklampsia atau eklampsia.Terhentinya pernafasan 15 mEq/liter atau 18 mg/dl .Loading dose : initial dose 4 gram MgSO 4: intravena.8-8.4 mg/dl .m.Terhentinya jantung >30 mEq/liter atau > 36 mg/dl Indikasi perawatan konservatif ialah bila kehamilan preterm ≤ 37 minggu tanpa disertai tanda –tanda impending eklampsia dengan keadaan janin baik. Pada pemberian magnesium sulfat. bila terjadi intoksikasi yaitu kalsium glukonas 10% = 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan iv 3 menit . 49 Transmisi neuromuskular membutuhkan kalsium pada sinaps.

Timbul onset persalinan. Indikasi perawatan aktif bila didapatkan satu atau lebih keadaan di bawah ini. Adanya tanda-tanda fetal distress 2. yaitu: keadaan klinik dan laboratorik memburuk 4. Terjadinya oligohidramnion Laboratorik . Adanya tanda-tanda/gejala-gejala impending eklampsia 3. Magnesium sulfat dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda-tanda preeclampsia ringan. Selama perawatan konservatif. Kegagalan terapi pada perawatan konservatif. kehamilan tidak diakhiri. yaitu: Ibu 1. ketuban pecah atau perdarahan Janin 1. sikap terhadap kehamilannya ialah hanya observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif. Umur kehamilan ≥ 37 minggu 2. selambat-lambatnya dalam waktu 24 jam. Penderita boleh dipulangkan bila penderita kembali ke gejala-gejala atau tanda tanda preeklampsia ringan. Diduga terjadi solusio plasenta 5. Adanya tanda-tanda intra uterine growth restriction 3. NST nonreaktif dengan profil biofisik abnormal 4. Bila setelaah 24 jam tidak ada perbaikan keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan medikamentosa dan harus diterminasi. 50 Diberi pengobatan yang sama dengan pengobatan medikamentosa pada pengelolaan secara aktif.

Jika serviks belum matang. jika servik matang. lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley. Penatalaksanaan IUFD sebagai berikut. Adanya tanda-tanda “sindroma HELLP” khususnya menurunnya trombosit dengan cepat Pada pasien ini mengalami tanda0tanda distress janin seperti NST nonrektif dan tanda-tanda IUFD. dengan catatan jangan lakukan amniotomi karena berisiko infeksi. Pada pasien ini dilakukan terminasi dengan misoprostol 50 mcg/6 jam. 51 1. lakukan induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin. . Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternatif terakhir.