Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

LOKASI DAERAH DAN RUANG LINGKUP VULKANOLOGI

1. Lokasi Daerah dan ruang lingkup Vulkanologi

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung yang berada di


provinsi Jawa Tengah. Secara administratif gunung ini berada di wilayah
Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di
lereng sebelah timur dan selatan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang
di lereng sebelah utara. Berdasarkan data yang berasal dari situs web di i
ternetdapat diketahui bahwa tahun gunungapi Merbabu ini mengalami
hanya satu kali erupsi sejak Tahun 1600, yakni pada 1797. Gunung
Merbabu termasuk dalam tipe B namun sewaktu-waktu dapat menjadi tipe
A. Maka diperlukan pengetahuan tentang daerah bahaya di Gunung
Merbabu guna mengurangi resiko yang kemungkinan terjadi. Daerah
bahaya Gunung Sinabung dibagi menjadi tiga, yaitu Daerah Bahaya
Primer, Daerah Bahaya Lontaran, dan Daerah Bahaya Sekunder.

Gunung Merbabu

Gunung api Merbabu (3.145 m) adalah salah satu gunung api aktif
yang terletak di Jawa Tengah (Gambar 1). Gunung api ini tetangga

1
terdekat dari Gunung api Merapi yang terletak persis di selatannya, fasies
medial atas hingga proksimal bawah kedua gunung api tersebut pun saling
bertampalan. Gunung api Merapi diketahui secara luas sebagai salah satu
gunung api teraktif di dunia. Aktivitasnya diketahui berlangsung sekali
dalam 1-5 tahun, erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 2014. Aktivitas
Gunung api Merbabu kebalikan dari Gunung api Merapi. Hingga kini
fenomena magmatik Gunung api Merbabu dapat diamati dengan baik,
berupa mata air panas, fumarol dan sulfatara di daerah puncak, serta
batuan alterasi argilik seperti yang dijumpai di puncak Pregadalem.
Namun, aktivitasnya tidak pernah diketahui dengan baik sejak erupsi
terakhirnya pada tahun 1600-1797 M.

2. Geologi Regional

Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato yang terletak
secara geografis pada 7,5 LS dan 110,4 BT. Secara administratif gunung
ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan
Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kota Salatiga dan
Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa
Tengah.Gunung Merbabu mempunyai ketinggian 3142 meter diatas
permukaan laut(dpl) serta terdapat tiga buah puncak yakni puncak Antena
(2800m dpl), puncak Syarif(3119m dpl) dan puncak Kenteng Solo(3142m
dpl).Gunung Merbabu berbentuk dataran tinggi yang lebar, berbukit-bukit
dan terpisah puncaknya akibat erosi bila dibandingkan Gunung Merapi,
Gunung Merbabu bentuknya besar sekali dibanding gunungapi yang
sangat ramping.Bagian puncaknya dapat dibagi menjadi tiga satuan yang
merupakan sektor Graben Gunungapi, yakni: Graben Sari dengan arah
timur tenggara-barat barat laut. Graben Guyangan dengan arah selatan
baratdaya- utar timur. Graben Sipendok dengan arah barat laut-timur
tenggara.

2
BAB II

GEOLOGI

1. Seting Tektonik

2. Sejarah Gunung Merbabu

Asal usul nama Merbabu, terdapat versi yang beredar di kalangan


Keraton Mataram. Konon, di bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang
saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan
kerajaan pemenangnya. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja
Kusumawicitra.

Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau
umum menyebutnya Ajisaka telah memberikan nama-nama gunung di
seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang
bertahta di Kerajaan Sumatri. Karena kemenangan Maharaja
Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah
kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan
Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka,

3
lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula
dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi Gunung Merbabu.
Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu.

Dalam naskah-naskah masa pra-Islam ada seorang sakti dari tataran


Sunda bernama Bujangga Manik yang seorang pengelana yang hidup pada
tahun 1500-an dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng
Merbabu. Bujangga Manik menyebut Gunung Merbabu sebagai Gunung
Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Perjalanan Bujangga Manik di
lereng G. Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu
dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut (Rsi Hindu-Sunda karya
KRT. Kusumotanoyo yang dimuat dalam buku Gema Yubileum HIK,
Yogyakarta, 1987).

Gunung Merbabu merupakan sebuah gunung yang terletak di Jawa


di negara Indonesia.Gunung Merbabu mempunyai ketinggian setinggi
3,145 meter daripada aras laut.Gunung Merbabu (juga disebut Damalung)
adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak
secara geografis pada 7.5oLS,110.4oBT. Secara administratif gunung ini
berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah Timur dan Kab.
Boyolali di lereng sebelah Barat, Propinsi Jawa Tengah.Gunung ini pernah
meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570
pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian
lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 10.315 kaki
(3.145 m).Gunung Merbabu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp
Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau
hutan gunung.

Jenis hutan
Hutan Dipterokarp Bukit adalah kawasan hutan yang terdapat di
ketinggian antara 300 750 meter.
Hutan Dipterokarp Bukit 300 750 meter
Hutan Dipterokarp Atas ketinggian 750 1,200 meter
Hutan Montane 1,200 1,500 meter

4
Hutan Ericaceous > 1,500 meter
Gunung Merbabu (3.142 m dpl), merupakan gunung yang tergolong dalam
gunung api tua yang terletak bersebelahan dengan Gunung Merapi yang
merupakan salah satu gunung api aktif. Gunung Merbabu mempunyai
banyak puncak-puncak bayangan (bukan puncak asli). Karena banyaknya
puncak ini seringkali para pendaki mengeluh dan jenuh tapi justru hal
inilah yang menjadikan gunung ini menantang untuk di daki.
Puncak Gunung Merbabu terdiri atas dua puncak yaitu Puncak Sarip yang
terletak pada ketinggian 3.120 m dpl dan Puncak Kenteng Songo dengan
ketinggian 3.142 m dpl. Kedua puncak ini mempunyai panorama alam
yang berbeda.

3. Periode Letusan Gunung Merbabu

Gunung merbabu merupakan sebuah gunung yang sudah lama mati


dalam arti tidak ada kegiatan vulkanis di puncak merbabu. Gunung secara
geografis terletak secara geografis pada 7,5 LS dan 110,4 BT. Puncak
gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan
air laut.

Gunung merbabu dengan puncak tinggi ini memiliki kaki gunung


yang lebar tentunya merupakan sebuah gunung tua dengan banyak letusan
di masa lalu. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797.
Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum
dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut.

5
Dari gambar terlihat jelas posisi Magma yang terletak di tengah
gunung, ini gambaran secara umum Nah bagi gunung Merbabu mungkin
bisa sama seperti ini pada waktu gunung ini masih aktif, Sekarang kondisi
gunung sudah tidak aktif lagi, sehingga magma yang ada di dalam gunung
menjadi dingin membentuk bebatuan yang besar dan tentunya perubahan
dari magma menjadi batu terjadi penyusutan volume. Penyusutan volume
ini akan membentuk gua gua yang besar di bawah gunung.

Ada sebuah kabar berita yang tidak sempat di publikasikan yaitu


pernah penduduk setempat (di kaki gunung Merbabu (Kec. Ampel)
membuat sumur untuk mendapatkan air. Dari penggalian kurang lebih
dengan kedalaman 20 m tidak mendapatkan air tetapi lapisan batu yang
lebar. Nah uniknya begitu lapisan batu itu terkikis tiba-tiba lapisan batu
yang tersisa tadi ambrol. Ambrolnya lapisa batu ini tentunya diakibatkan
adanya ruang di bawah batu. Ternyata benar ada ruang di bawah lapisan
batu sampai-sampai penggali sumur hampir jatuh ke dalam ruang dibawah
lapisan batu tadi. Dengan kecurigaan yang besar diambil senter untuk
menerangi ruangan itu. Dari sinar lampu senter ini tidak menabrak dinding
dalam arti terdapat gua yang besar dibawah kaki gunung Merbabu.

Identifikasi karakteristik Erupsi Gunung Merbabu Berdasarkan


Stratigrafi dan MineralogBatuan Gunung Api

Gunung api Merbabu di Jawa Tengah adalah berumur Kuarter


dengan erupsi terakhirnya berlangsung pada tahun 1797 M. Gunung
api Merapi adalah gunung api teraktif di Indonesia, yang terletak di
selatan Gunung api Merbabu, dengan dipisahkan oleh morfologi
pelana kuda berarah utara selatan. Studi ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik material gunung api dan bermaksud untuk
menginterpretasi probabilitas erupsinya di masa yang akan datang.
Studi vulkanostratigrafi menjumpai tiga geomorfologi tapal-kuda
dengan litologi dan susunan stratigrafi yang berbeda, yaitu tapal kuda
tenggara, tapal kuda baratlaut dan tapal kuda timurlaut. Tapal kuda
tenggara tersusun atas 8 sekuen basalt olivin masing-masing setebal 2-

6
5 m. Tapal kuda baratlaut tersusun atas perselingan breksi dan lava
basalt (andesit piroksen), secara lokal juga dijumpai lava basalt olivin,
tuf abu-abu dan tuf orange, dalam 5 sekuen, masing-masing setebal 5-
6 m. Tapal kuda timurlaut tersingkap 8 sekuen material andesitik;
terdiri atas breksi dan lava andesit, serta 4-5 lapisan tuf tipis berwarna
abu-abu, kuning dan orange. Aktivitas Gunung api Merbabu telah
berlangsung di ketiga morfologi tapal kuda tersebut. Di masing-
masing morfologi tapal kuda telah berlangsung erupsi gunung api
dengan tipe erupsi, tipe magma dan susunan material gunung api yang
berbeda. Pada morfologi tapal kuda tenggara didominasi oleh erupsi-
erupsi efusif dengan periode yang pendek, dan tipe magma Ca-alkalin
yang encer. Pada morfologi tapal kuda baratlaut berlangsung
perulangan erupsi efusif dan eksplosif, dengan magma Ca alkalin yang
telah terdifferensiasi. Pada morfologi tapal kuda timurlaut berlangsung
erupsi-erupsi efusif dan eksplosif secara berselingan,dengan magma
yang lebih kental. Secara umum, baik yang berlangsung di tapal kuda
tenggara, baratlaut dan timurlaut aktivitasnya berfasa konstruktuf
(membangun).

Sumber

https://yulindacahyadewanti.wordpress.com/category/sejarah-gunung-merbabu/

http://merbabuismujoko.blogspot.co.id/2013/03/gua-tersembunyi-di-bawah-gunung-
merbabu.html

http://journal.akprind.ac.id/index.php/snast/article/view/757

: http://www.catatanhariankeong.com/2013/08/asal-mula-gunung-
merbabu.html#ixzz4hnGmzuOZ

7
BAB III

PRODUK LETUSAN

1. Produk letusan
Erupsi samping gunungapi Merbabu banyak menghasilkan aliran
lava dan aliran piroklastik, aliran lava tersebut mengalir melalui titik
erupsi yang diselimuti oleh endapan piroklastika baik aliran maupun
jatuhan. Titik-titik erupsi tersebut diperkirakan melalui jalur sesar dengan
arah utara baratlaut selatan tenggara serta melalui daerah puncak.
Dalam catatan Global Volcanism Program Simthsonian Institution,
aktivitas terakhir Gunung Merbabu terjadi lebih dari dua abad silam,
tepatnya pada tahun 1797. Saat itu Gunung Merbabu meletus dengan skala
2 VEI (Volcanic Explosivity Index), dengan memuntahkan rempah letusan
sebanyak kurang dari 1 juta meter kubik. Magmanya menyeruak sebagai
lava yang kemudian mengalir menyusuri rekahan besar menuju utara-timur
laut sebagai aliran lava Kopeng dan ke selatan-tenggara sebagai aliran lava
Kajor. Letusan sebelumnya terjadi pada tahun 1560 namun dengan skala
letusan yang tak diketahui. Untuk ukuran sebuah gunung berapi, Letusan
Merbabu 1797 tergolong kecil. Bandingkan misalnya dengan Gunung
Merapi, yang dalam letusan-letusannya di abad ke-20 dan 21 (kecuali
letusan 1930 dan letusan 2010) biasa mengeluarkan lebih dari 5 juta meter
kubik rempah letusan. Apalagi jika dibandingkan Letusan Merapi 2010
yang volume rempah letusannya sampai sebesar 150 juta meter kubik
Material hasil aktivitas Gunungapi Merbabu terbagi menjadi 2
kelompok material yaitu material piroklastika dan material leleran lava.
Material piroklastika terdistribusi dari radius 5,5 hingga 23,7 km. Endapan
piroklasitika tebal hasil erupsi Gunungapi Merbabu ditemukan di Jrakah
dimana terdapat 12 lapis endapan piroklastika dengan tanah hasil lapukan
yang sangat tebal. Leleren lava (lava flow) muda terdapat pada 3 sektor
yaitu sektor utara, selatan, dan timur laut. Leleran lava sektor utara
terdapat di daerah Kopeng sedangkan leleran lava sektor selatan terdapat

8
di daerah Kajor. Leleran lava di sektor timur laut membentuk morfologi
bukit yang disebut Gunung Macanan. Leleran lava di Kopeng membentuk
pematang besar lidah lava. Leleran lava tua ditemukan di daerah Selo
dimana leleran lava tersebut telah mengalami pelapukan tingkat lanjut.

Batuan penyusun Gunungapi Merbabu secara umum terdiri atas


endapan piroklastika dan leleran lava. Pada lereng-lereng Gunungapi
Merbabu ditemukan leleran lava andesitis dan basaltis, terdapat juga
endapan pasir yang masih segar dan mudah lepas. Verbeek (1986)
menemukan aliran lava basaltis pada sungai-sungai kecil di Gunungapi
Merbabu. Berdasarkan penelitian Neuman Van Padang (1951) batuan
penyusun Merbabu terdiri atas basalt (tersusun dari mineral olivin-augit),
andesit dengan mineral augit, serta andesit dengan mineral hornblen-
hipersten-augit

2. Dampak Negatif dan Dampak Positif Letusan


Gunung merbabu pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797.
Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum
dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut.
Mengenai paska meletusnya gunung merbabu, maka kita dapat mengetahui
dampak positif dan negatifnya sebagai beriukt:
Dampak Negatif

9
- Dampak dari abu gunung merapi yaitu berbagai jenis gas seperti Sulfur
Dioksida (SO2), gas Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Dioksida (NO2),
serta debu dalam bentuk partikel debu (Total Suspended Particulate atau
Particulate Matter).
- Banyak dari penduduk, terutama sekitar Gunung Merbabu yang
kehilangan pekerjaan rutin kesehariannya pada masa itu.
- Hujan debu dari Merapi juga meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu
lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu.
- Awan panas yang di keluarkan gunung merbabu menewaskan banyak
makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan
- Lahar dingin dan panas dapat merusak daerah yang dilalui nya menjadi
rata dengan tanah

Dampak Positif
- Hasil muntahan vulkanik bagi lahan pertanian dapat menyuburkan tanah,
namun dampak ini hanya dirasakan oleh penduduk sekitar gunung
- Bahan material vulkanik berupa pasir dan batu dapat digunakan sebagai
bahan material yang berfungsi untuk bahan bangunan, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kompasiana.com/marufinsudibyo/getaran-di-gunung-merbabu-
adalah-gempa-tektonik_54f857baa33311275e8b4c45
https://www.academia.edu/7757088/Studi_Karakteristik_Aktivitas_Gunungapi
_Merbabu

10