Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH MEDIA DAN REAGENSIA

Nama : EKA BASANI HUTAURUK

Nim : 7.14.0008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah Media Perbenihan Padat Dan Cair.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Media dan Reagensia di Analis Putra Jaya Batam.

Dalam penulisan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak khususnya para teman yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini
sehingga selesai tepat waktu dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Media dan Reagensia

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada
pembaca umumnya.

Penulis
Batam, 23 Oktober 2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bakteri merupakan makhluk hidup bersel satu tanpa klorofil,kebanyakan berukuran 1-5
mikron. Menurut cara hidupnya,bakteri dibedakan menjadi bakteri autotrof danbakteri
heterotrof. Bakteri autotrof yaitu bakteri yang hidupnya tidak bergantung pada makhluk
lain, karena dapat mensintesa makanannya sendiri.sedangkan Bakteri heterotrof adalah
bakteri yang hidupnya tergantung pada makhluk lain, karena tidak dapat mensintesa
makanannya sendiri.
-Dapat bersifat saprofit yaitu bila hidupnya pada sisa-sisa organisma lain (yang telah
mati)
-Dapat bersifat parasit yaitu bila hidupnya langsung tergantung dari organisma lain
yang masih hidup dan merugikan.
Prinsip pertumbuhan bakteri bahwa laju pertumbuhan bakteri istilah pertumbuhan
bakteri lebih mengacu kepada pertambahan jumlah sel bukan mengacu kepada
perkembangan individu organisme sel. Bakteri memiliki kemampuan untuk
menggandakan diri secara eksponensil dikarenakan system reproduksinya adalah
pembelahan biner melintang,dimana tiyap sel membelah diri menjadi dua sel.
Dalam suatu penelitian tertentu, pebanyakan bakteri sangat diperlukan untuk
mendukung suatu analisa. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan bakteri diperlukan
suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan
mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media
berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan
media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan
juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya.

1.2 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah praktikum, Media dan Reagensia.
BAB II
PEMBAHASAN

Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran
zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-molekul kecil yang
dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan
isolasi mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media
pertumbuhannya sesuai kebutuhan bakteri. Oleh karena bakteri yang berbeda
memerlukan kebutuhan akan nutrisi yang berbeda pula , sehingga dikembangkan
berbagai macam media pertumbuhan untuk digunakan dalam diagnosa mikrobiologi.
Media biakan yang mampu mendukung optimalisasi pertumbuhan milroorganisme
harus dapat memenuhi persyaratan nutrisi bagi mikroorganisme. Unsur tersebut berupa
garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT).
Selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa
kompleks lainnya

2.1 Syarat-syarat media


a. Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroba
b. Media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai
dengan pertumbuhannya
c. Media tidak mengandung zat penghambat kecuali yang sengaja ditambahkan pada
media selektif atau one-purpose media
d. Media harus steril

2.2 Secara umum, fungsi dari suatu media perbenihan diantaranya:


a. Isolasi
b. Memperbanyak
c. Pengujian sifat-sifat fisiologis atau biokimia
d. Perhitungan jumlah mikroba
e. Menyimpan mikroba

2.3 Bahan-bahan media pertumbuhan


a. Bahan dasar
1. Air (H2O) sebagai pelarut
2. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi untuk pemadat media. Agar sulit
didegradasi oleh mikroorganisme pada umumnya dan mencair pada suhu 45C.
3. Gelatin adalah polimer asam amino yang diproduksi dari kolagen.
Kekurangannnya adalah lebih banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya
dibanding agar.
4. Silica gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga sebagai
pemadat media. Silica gel khusus digunakan untuk memadatkan media bagi
mikroorganisme autotrof obligat.
5. Nutrisi atau zat makanan
6. Nikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Media harus
mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa
unsur makro seperti C, H, O, N, P; unsur mikro seperti Fe, Mg
7. Sumber karbon dan energi yang dapat diperoleh berupa senyawa organik atau
anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. Jasad heterotrof memerlukan sumber
karbon organik antara lain dari karbohidrat, lemak, protein dan asam organik.
8. Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain dan
sejumlah vitamin.

b. Bahan tambahan
Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan tujuan
tertentu, misalnya phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk indikator
perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme. Antibiotik
ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba nontarget/kontaminan.
c. Bahan lain yang sering digunakan dalam pembuatan media
1. Peptone, peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti otot,
liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai.Komposisinya
tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya.
2. Meat extract. Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak,limpa,
plasenta dan daging sapi.
3. Yeast extract. Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat
alcohol. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap & vitamin
(Bcomplex).
4. Karbohidrat. Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam
amino dan gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan dalam
amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dll.Konsentrasi yang
ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%.

2.4 JENIS MEDIA PERBENIHAN


Oleh karena bakteri yang berbeda memerlukan kebutuhan akan nutrisi yang berbeda
pula , sehingga dikembangkan berbagai macam media pertumbuhan untuk digunakan
dalam diagnosa mikrobiologi.

Media perbenihan terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk cair dan padat (agar).

a. Media Perbenihan Padat


Media padat dibuat dengan penambahan bahan pengeras pada campuran bahan gizi
dan air. Biasanya digunakan agarosa yang memiliki sifat cair pada suhu 95C
tetapi berbentuk padat pada suhu dibawah 50C. Dengan kondisi inkubasi yang
sesuai bakteri dapat tumbuh dan berkembang dalam jumlah yang banyak sehingga
dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop. Pertumbuhan bakteri membentuk
kelompok yang terdiri dari satu jenis bakteri yang disebut koloni, dengan kata lain
dalam satu koloni adalah bakteri yang sama genus dan spesiesnya memiliki
karakteristik gen dan fenotip yang sama. Pembiakan bakteri yang terdiri dari satu
macam koloni yang seragam disebut dengan pembiakan murni. Pembiakan yang
murni diperlukan untuk identifikasi bakteri, untuk memudahkan pengambilan
koloni yang sama ketika ditanam pada media identifikasi.
Salah satu contoh media padat, yaitu;

Plate Count Agar (PCA)


PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas
permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic
hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L
kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121C). Media PCA ini
baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya
mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino
dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B
kompleks.
Medium padat memiliki struktur fisik ( kaldu tidak memiliki struktur) dan ini
memungkinkan bakteri tumbuh di informatif atau berguna cara fisik (misalnya,
sebagai koloni atau dalam garis). Solid media biasanya digunakan sebagai:
miring, menusuk, piring petri, Ilustrasi, medium padat

(medium padat agar darah plat)

(medium agar miring (paling kiri))

b. Media Perbenihan Cair


Pada media cair, bahan-bahan gizi dilarutkan dalam air sehingga pertumbuhan
bakteri ditandai dengan perubahan warna madia menjadi keruh, semakin banyak
bakteri tumbuh akan semakin keruh larutan.
Salah satu contoh media cair yaitu;

Trypticase Soy Broth (TSB)


TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan
penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk
isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan
mayoritas bakteri patogen.
Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam
amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi
untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium
klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan
sebagai buffer untuk mempertahankan pH.
medium cair pada aplikasi uji
biokimia bakteri
c. Solid vs media pertumbuhan cair
Escherichia coli atau sel-sel E.coli dapat tumbuh pada padat atau dalam medium
pertumbuhan cair di bawah kondisi laboratorium. Padat dan media cair mungkin
memiliki komposisi yang sama persis kecuali bahwa media padat berisi agar-agar
1,5% ekstra. Klon E.coli yang berbeda mungkin memiliki sifat yang berbeda.
Koloni yang tumbuh pada media padat merupakan klon yang berbeda. Koloni ini
digunakan untuk seleksi klon di kloning DNA dan ekspresi protein dalam studi
biologi molekuler. Sebuah klon E.coli yang dipilih dapat ditanam dalam jumlah
besar dalam media cair. Sebuah media cair sering digunakan untuk DNA plasmid
dan produksi protein rekombinan. E.coli sel memiliki sifat pertumbuhan yang
berbeda di dalam media padat atau cair meskipun mereka memiliki komposisi yang
sama kecuali agar. Sebagai contoh, sel-sel E.coli dapat tumbuh di piring medium
padat pada pH 11, tetapi mereka tidak dapat tumbuh dalam media cair dengan pH 9
atau lebih tinggi. Semua kondisi pertumbuhan dibahas dibawah ini hanya
berkaitan dengan media cair kecuali jika dinyatakan lain.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

sumber gambar : dokumentasi pribadi

Anonim, 2003, Growth Media.


http://www.exptec.com/Expression%20Technologies/Bacteria%20growth%20media.htm
diakses tanggal 20/05/2011

Anonim, 2009, Media dan Sterilisasi.


http://perdetik.blogspot.com/2009/12/media-dan-sterilisasi.html
diakses tanggal 19/05/2011

Anonim, 2009, Mikrobiologi Dasar Media Pertumbuhan.


http://ekmon-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-2-media-pertumbuhan.html
diakses tanggal 19/05/2011

Anonim, 2011, Media Perbenihan.


http://rockapolka.blogspot.com/2011/04/media-perbenihan.html
di akses tanggal 20/05/2011

Stephen, 1998, Culturing Microbes.


http://mansfield.osu.edu/~sabedon/biol4035.htm
di akses tanggal 20/05/2011