Anda di halaman 1dari 474

LAMPIRAN

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Kapasitas Produksi : 30.000 ton/tahun


Operasi : 330 hari/tahun
Basis Perhitungan : 1 jam operasi
Proses : Kontinyu

Kapasitas Produksi :

: 3.787,8788 kg/jam
36,642 kmol/jam
Bahan Baku : Asam Asetat dan Propanol
Produk : Propil Asetat 98%
Komposisi bahan baku pada fresh feed :
Asam Asetat
Tabel A.1. Komposisi Asam Asetat
Komposisi Fraksi Massa (%)
Asam Asetat 99
Air 1

Propanol
Tabel A.2. Komposisi Propanol
Komposisi Fraksi Massa (%)
Propanol 99,8
Air 0,2
Komposisi Katalis
H2SO4 (Asam Sulfat)
Tabel A.3. Komposisi H2SO4
Fraksi Massa
Komposisi
(%)
Asam Sulfat 98
Air 2

Komposisi Produk :
Propil Asetat
Tabel A.4. Komposisi Propil Asetat
Komposisi Fraksi Massa (%)
Propil Asetat 98
Air 2

Sedangkan berat molekul masing-masing komponen yang terlibat pada proses produksi
propyl acetate tertera pada tabel berikut :

Tabel A.5. Berat Molekul Komponen-komponen yang Terlibat


Komponen Rumus Kimia Berat Molekul (kg/kgmol)
Asam Asetat CH3COOH 60
Propanol C3H7OH 60
Asam Sulfat H2SO4 98
Natrium Hidroksida NaOH 40
Dinatrium Sulfat Na2SO4 142
Air H2O 18

Secara umum, persamaan neraca massa adalah sebagai berikut :


{Massa masuk} {Massa keluar} + {Massa tergenerasi} {Massa terkonsumsi} =
{Akumulasi massa} (Himmelblau, 1996 : 144)
Perhitungan neraca massa pada masing-masing alat adalah sebagai berikut :

1. Reaktor I (R-01)
Tugas : Mereaksikan Asam Asetat (CH3COOH) dengan Propanol (C3H7OH)
menjadi Propyl Asetat (CH3COOC3H7).

Aliran 1, 2, 3

R-01

Aliran 12 Aliran 4

Gambar A.1. Aliran Masssa Reaktor (R-201)


Neraca Massa total :
F1 + F2 + F3
Keterangan :
Aliran 1, 2, 3 = aliran dari tangki Asam Asetat, Propanol dan H2SO4
Tabel A.6. Komposisi yang masuk Reaktor
Stoikiometri reaksi : Konversi = 75 %

Asam Asetat yang bereaksi = 40,5197 kmol

= 40,5197 kmol x = 1.231,1796 kg


Asam Asetat yang sisa = 10,1226 kmol

= 10,1226 kmol x = 967,355 kg


Propanol yang bereaksi = 40,5197 kmol

= 40,5197 kmol x = 1.231,1796 kg


Propanol yang sisa = 10,1226 kmol

= 10,1226 kmol x = 967,355 kg

Tabel A.7. Komposisi yang keluar Reaktor

generasi out konsumsi


aliran 5
komponen kg/jam kmol/jam (kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
As. Asetat 0 0 604.954 10.0825 1814.8606 30.2476
Propanol 0 0 604.954 10.0825 1814.8606 30.2476
Propil Asetat 3085.2630 30.2476 3085.263 30.2476 0 0
Air 544.4581 30.2476 573.848 31.8804 0 0
H2SO4 0 0 4.839 0.0493 0 0
Total 3629.7212 60.4953 4873.8585 82.3426 3629.7212 60.4953
overall 8503.5797 142.8380 8503.5797 142.8380
2. Netralizer (N-01)

Fungsi : Menetralkan katalis Asam Sulfat dengan Natrium Hidroksida


Reaksi :

H2SO4 + 2NaOH Na2SO4 + 2H2O

Aliran 4 dan 5
N-01 Aliran 6

Aliran 7

Gambar A.2 Aliran Massa Netralizer (N-301)

Dimana :
F6 : Umpan masuk Netralizer
F4 : NaOH dari tangki NaOH
F7: Larutan keluar dari Netralizer

Netraliser merupakan tempat netralisasi H2SO4 menggunakan NaOH


Reaksi yang terjadi di netraliser : H2SO4 + 2NaOH Na2SO4 + 2H2O
NaOH yang digunakan berasal dari tangki.

Stoikiometri Reaksi :
1 H2SO4 + 2 NaOH Na2SO4 + 2H2O

Mula : 0,04 0,098


Bereaksi : 0,04 0,098 0,04 0,098
Sisa : 0 0 0,04 0,098
Tabel A. 8. Neraca massa total netralizer

4. Decanter ( DE-01)
Fungsi : Memisahkan produk yang keluar dari netralizer dengan prinsip
perbedaan densitas dan kelarutan

Aliran 7
DE-01 Aliran 8

Aliran 9
Gambar A.3. Aliran massa di Dekanter (DE-301)

Keterangan:
F7 = Aliran umpan masuk ke dekanter

F8 = Produk atas

F9 = Produk bawah ke UPL

Neraca massa total


Massa masuk Massa keluar + Generasi Konsumsi = Akumulasi
F10 (F11 + F12) 0 0 = 0
F10 = F11 + F12
Propil Asetat dan propanol merupakan fase ringan dimana akan berada di atas

sedangkan dinatrium sulfat dan asam asetat merupakan fase berat yang akan berada

di bawah dan air merupakan pembatas antara fraksi berat dan ringan

Tabel.A.9. Massa massa total Dekanter DE-01

5. Menara Distilasi (MD -01)


Fungsi : Memisahkan metanol dan air dari komponen beratnya berdasarkan
perbedaan titik didih.

15

CD-301

AC - 301
16 17

13

RB- 301

12

14

Gambar A.4.Aliran Massa Menara Distilasi (MD-301)


Neraca Massa total :
F8 = F10 + F11

Keterangan :
Aliran 8 (F8) = Laju alir bahan masuk menara destilasi (kg/jam)
Aliran 10 (F10) = Laju alir bagian atas menara destilasi (kg/jam)
Aliran 11 (F11) = Laju alir bagian bawah menara destilasi (kg/jam)
Dipilih : Light key = propanol
Heavy key = air
Menentukan kondisi operasi MD-01
Umpan dalam kondisi cair jenuh. Untuk menentukan temperatur umpan maka perlu
ditrial temperatur bubble point feed pada tekanan operasi 1 atm. Tekanan uap tiap
komponen dihitung dengan menggunakan persamaan Riedel:
log10(P) = A + B/T + C LogT + DT + ET2 (Yaws, 1996)
keterangan:
A, B, C,D,E = konstanta
P = tekanan uap komponen i (mmHg)
T = temperatur (K)
Konstanta untuk tiap tiap komponen dapat dilihat pada Tabel A.13 berikut:

Tabel A.10. Konstanta Tekanan uap

A B C D E
Propanol 30.674 -3429.5 -7.2152 0.00E+00 0.00E+00
Propil Asetat 43.055 -3469.2 -12.217 2.47E-10 3.75E-06
Air 29.8050 -3152.2000 -7.3037 0.0000 0.0000
(sumber: Yaws)

Menentukan Temperatur Bubble point feed


Pada keadaan bubble point, yi = (Ki x xi) = 1. Dengan cara trial T pada tekanan
1,01 atm hingga yi = 1 maka akan diperoleh temperatur bubble point feed. Dengan
menggunakan program solver-excel maka diperoleh hasil seperti pada Tabel A.14
berikut:
Tabel A.11. Hasil trial untuk penentuan bubble point feed

Komponen kmol/jam xF Log P Pi (mmHg) Pi (atm) Ki=Pi/p yf = Ki . Zf = Ki/K HK


Propanol 10.0826 0.0991 3.1825 1,522.1520 1.9788 1.9788 0.1961 1.287680898
Propil Asetat 10.0826 0.0991 3.0726 1,182.0879 1.5367 1.5367 0.1523 1
Air 30.2477 0.8018 2.7956 624.5378 0.8119 0.8119 0.6510 0.528334528
Total 50.4128 1.0000 0.9994

P = 1,01 atm
T trial = 116,6501oC (389,8001 K)

Menentukan Temperatur Dew point distilat


Pada keadaan dew point, xi = (yi/Ki) = 1. Dengan cara trial T pada tekanan 1,01
atm hingga xi = 1 maka akan diperoleh temperatur dew point distilat. Dengan
menggunakan program solver-excel maka diperoleh hasil seperti pada Tabel A.15.
berikut.
Tabel A.12. Hasil trial untuk penentuan dew point distilat

Komponen kmol/jam xF Log P Pi (mmHg) Pi (atm) Ki=Pi/p yf = Ki . Zf = Ki/K HK


Propanol 10.0826 1.0000 2.8862 769.4862 1.0003 1.0003 1.0003 0.650955139
Propil Asetat 0.0000 0.0000 3.0726 1,182.0879 1.5367 1.5367 0.0000 1
Air 0.0000 0.0000 2.7956 624.5378 0.8119 0.8119 0.0000 0.528334528
total 10.0826 1.0000 1.0003

P = 1,01 atm
T trial = 97,5275oC (370,6775K)

Menentukan Temperatur Bubble point bottom


Pada keadaan bubble point, yi = (Ki x xi) = 1. Dengan cara trial T pada tekanan
1,01 atm hingga yi = 1 maka akan diperoleh temperatur bubble point bottom. Dengan
menggunakan program solver-excel maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel A.13. Hasil trial untuk penentuan bubble point bottom
Komponen kmol/jam xF Log P Pi (mmHg) Pi (atm) Ki=Pi/p yf = Ki . Zf = Ki/K HK
Propanol 0.0000 0.0000 3.2430 1,749.7462 2.2747 2.2747 0.0000 1.480216673
Propil Asetat 4.0306 0.1100 3.1109 1,290.7911 1.6780 1.6780 0.1846 1.091958635
Air 32.6116 0.8900 2.8480 704.7562 0.9162 0.9162 0.8154 0.596196099
total 36.6422 1.0000 1.0000

P = 1,01 atm
T trial = 120,8722oC (394,0222K)

Volatilitas relatif rata rata ( avg) ditentukan dengan persamaan :


avg top bottom (Geankoplis, 1993)

keterangan :
avg = Volatilitas relatif rata rata
top = Volatilitas relatif pada distilat
bottom = Volatilitas relatif pada bottom

Dengan menggunakan persamaan tersebut diperoleh nilai avg sebagai berikut:


Tabel A.14. Nilai avg tiap komponen
Komponen a top a bottom a avg
Propanol 0.650955139 1.480216673 0.9816
Propil Asetat 1 1.091958635 1.0450
Air 0.528334528 0.596196099 0.5612

Untuk menentukan distribusi komponen maka digunakan metode Shiras (Treybal


pers. 9.164) dengan persamaan sebagai berikut :
x j ,D D ( j 1) x LK , D D LK j x HK , D D
x j ,F F LK 1 x LK , F F LK 1 x HK , F F

Keterangan :
D = total distilat, kmol
F = total umpan, kmol
LK = light key
HK = heavy key
x = fraksi mol
x j,D D
Komponen LK dan HK akan berada diantara nilai -0,01 ( ) 1,01
x j,F F

Tabel A.15. Distribusi Komponen


Komponen Xj D Xj F hasil keterangan
Propanol 1 0.099099099 1,0000 Terdistribusi
Propil Asetat 0 0.099099099 1,0000 Terdistribusi
Air 0 0.801801802 1,0000 Terdistribusi

Berdasarkan perhitungan neraca massa pada masing-masing komponen, maka dapat


disusun tabel neraca massa komponen sebagai berikut :

Tabel A.16. Neraca massa MD-301

Komponen BM Arus masuk MD 1 Arus keluar MD 1


F9 F10 (Distilat) F13 (Bottom)
Kmol/jam Kg/jam Kmol/jam Kg/jam Kmol/jam Kg/jam
Propanol 60 4.1667 250 4.1667 250 4.03065E-07 2.41839E-05
Propil Asetat 102 12.5000 1275 0 0 12.5000 1275
Air 18 16.1311 290.3594 3.26116E-07 5.87009E-06 16.1311 290.359
total 32.7977 1815.3594 4.030647394 241.8388299 28.6311 1565.3594

Neraca Massa Condensor


Fungsi : Mengkondensasikan produk atas DC-301

Menentukan Rasio Refluks Minimum (Rm)


Untuk menentukan Rm digunakan persamaan sebagai berikut :

i xi , D
Rm + 1 (Coulson vol.6, 1989)
i

keterangan :
Rm = rasio refluks minimum
xi,D = fraksi mol komponen i pada distilat
= volatilitas relatif komponen i
mencari nilai
Nilai ditentukan dengan metode trial and error dengan menggunakan persamaan
berikut :

i xi , F
1q (Coulson vol.6, 1989)
i

keterangan :
xi,F = fraksi mol komponen i pada umpan
karena umpan masuk pada keadaan bubble point maka q = 1, sehingga:

i xi , F
0
i

i xi , F
Nilai ditrial hingga 0. Nilai harus berada di antara nilai
i

volatilitas relatif komponen LK dan HK. Dengan menggunakan program solver-


excel maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel A.17. Hasil trial nilai


= 8,493

i xi , F
Komponen avg xi,F avg . xi,F
( i )
Propanol 2,594 0,0499 0,1295 -0,035
Propil Asetat 1,000 0,9494 0,9494 -0,118
H2O 2,292 0,000 0,0013 0,071
TOTAL 1,000 0.0000

Menghitung Rm
Rm dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

i xi , D
Rm + 1
i

Perhitungan Rm ditabulasikan sebagai berikut:


Tabel A.18. Hasil Perhitungan Rm
avg xi,D avg . xi,D i xi , D
Komponen
( i )
Propanol 2,594 0,9699 2,5161 -0,306
Propil Asetat 1,000 0,0185 0,0185 -0,001
H2O 2,292 0,0116 0,0267 0,714
TOTAL 1,0000 1,0210
Maka :

i xi , D
Rm + 1
i

1,0210 = Rm + 1
Rm = 0, 0210
Menentukan R operasi
R operasi berkisar antara 1,2 1,5 Rm (Geankoplis, 1993)
diambil R operasi = 1,5 x Rm
R operasi = 1,5 x 0, 0210
R operasi = 0,0315

Neraca massa pada CD-301 :


V =L+D ,dimana R = L/D, maka:
V = RD + D
V = D(R+1)
= 4,1667 kmol/jam x (0,0315 + 1)
= 4,2979 kmol/jam
L =RxD
= 0,0315 x 4,1667 kmol/jam
= 0,1312 kmol/jam
keterangan :
V = umpan vapor masuk CD-301, kmol/jam
D = Distilat keluar CD-301, kmol/jam
L = liquid refluks, kmol/jam
Tabel A.19. Komposisi liquid refluks

Komponen L (Kmol/jam) L (Kg/jam) xL

Propanol 0,1312 1,8972 0,9699


Propil Asetat 0,0011 0,2190 0,0185
H2O 0,0007 0,0128 0,0116
Total 0,1330 2,1289 1,0000

Tabel A.20. Komposisi Distilat

Komponen D (kmol/jam) D (kg/jam) xD

Propanol 4,1667 60,2279 0,9699


Propil Asetat 0,0370 6,9514 0,0185
H2O 0,0226 0,4063 0,0116
Total 4,2263 67,5855 1,0000

Komposisi umpan vapor CD-301 (V = L + D):


Tabel A.21. Komposisi Vapor umpan kondensor

Komponen V (Kmol/jam) V (Kg/jam) yV

Propanol 4,2979 257,874 0,9699


Propil Asetat 0,0370 7,1704 0,0185
H2O 0,0233 0,4191 0,0116
Total 4,3582 2 1

Maka Neraca Massa CD-301 adalah:


Tabel A.22. Neraca Massa CD-301
Masuk Keluar
Komponen Destilasi Atas Liquid Refluk Kondensor Bawah
Kmol/Jam kg/Jam Kmol/Jam kg/Jam Kmol/Jam kg/Jam
Propanol 4,297 257,874 0,1312 7,872 4,166 250,002
Propil Asetat 0,000 0,000 0,001 0,219 0,000 0,000
H 2O 0,023 4,19E-01 0,001 0,013 0,023 0,406
Jumlah 4,320 257,874 0,133 7,124 4,189 250,838
TOTAL 4,320 257,874 4,320 257,874

Neraca Massa Reboiler


Fungsi : menguapkan sebagian liquid keluaran DC-301
L* = F + L
keterangan :
L* = aliran masuk RB-301
F = aliran feed = 50,4128 kmol/jam
L = aliran refluks = 0,1330 kmol/jam
Maka :
L* = 28,4981 kmol/jam + 0,1330 kmol/jam
= 28,6311 kmol/jam

Liquid keluar dari RB-301 = komposisi bottom DC-301


= 36,6422 kmol/jam.

Uap yang keluar RB-301 = V*, dimana:


V* = L* - B
= 50,4128 kmol/jam 36,6422 kmol/jam = 13,7706 kmol/jam
Komposisi umpan RB-301:

Tabel A.23. Komposisi umpan RB-301

L*
Komponen L* (Kg/jam) xL*
(Kmol/jam)
Propanol 0,0020 0,0637 5,26E-05
Propil Asetat 50,4128 7332,7359 0,99994
H2O 1,2E-04 2,2E-03 3,24E-06
Total 50,4128 7332,8017 1

Komposisi liquid keluar RB-301 = Bottom DC-301:


Tabel A.24. Komposisi Bottom

Komponen B (Kmol/jam) B (Kg/jam) xB

Propanol 0,0019 0,0603 0,0001


Propil Asetat 36,642 6944,437 0,9999
H2O 0,0001 0,0021 3,24E-06
Total 36,6422 6944,499 1,0000

Komposisi uap yang keluar RB-301:


Tabel A.25. Komposisi Vapor

V*
Komponen V* (Kg/jam) yV*
(Kmol/jam)
Propanol 0,0001 0,0034 5,26E-05
Propil Asetat 13,7705 1.404,540 0,99994
H2O 6,48E-06 1,17E-04 3,24E-06
Total 13,7706 1.404,540 1

Neraca Massa RB-301:


Tabel A.26. Neraca Massa RB-301
Masuk Keluar
Komponen Destilasi Bawah Uap RB RB Bawah
Kmol/Jam kg/Jam Kmol/Jam kg/Jam Kmol/Jam kg/Jam
Propanol 0,002 0,012 0,000 0,003 0,002 0,060
Propil Asetat 50,412 5.142,024 13,770 1.404,540 36,642 3.737,484

H 2O 1,22E-04 2,20E-03 0,000 0,000 0,000 0,002


Jumlah 50,412 5.142,024 13,770 1.404,540 36,642 3.737,484
TOTAL 50,412 5.142,024
50,412 5.142,024
LAMPIRAN
PERHITUNGAN NERACA ENERGI

Basis perhitungan : 1 Jam


Satuan : kilo Joule (kJ)
Temperatur referensi (Treff) : 25 oC (298,15 K)
Bahan Baku : Asam Asetat dan Propanol
Produk : Propil Asetat 98%
Neraca Energi:
{(Energi masuk ) (Energi keluar) + (Generasi energi) (Konsumsi energi)} =
{Akumulasi energi}
(Himmelblau,ed.6,1996)

Data yang digunakan


Kapasitas Panas Cairan
Cp A BT CT 2 DT 3
T T
C p dT (A BT CT 2 DT 3 )dT
Tref Tref

T
B 2 2 C 3 3 D 4 4
C p dT A(T Treff ) (T Treff ) (T Treff ) (T Treff )
Tref
2 3 4

Tabel B.1. Data konstanta A, B, C, D untuk Cp cair dalam (KJ/Kmol.K)


Komponen A B C D
Asam Asetat -18,944 1,0971 -2,89E-03 2,93E-06
Propanol 88,081 0,4022 -1,30E-3 1,97E-6
Asam Sulfat 2,60E+01 7,03E-01 -1,39E-03 1,03E-06
Propil Asetat 91,591 7,82E-01 -2,43E-04 3,33E-06
H2O 92,053 4,00E-01 -2,11E-04 5,35E-06

(Carl L. Yaws, 1999)


Kapasitas Panas Cairan

Cp A BT CT 2 DT 3
T T
C p dT (A BT CT 2 DT 3 )dT
Tref Tref

T
B 2 2 C 3 3 D 4 4
C p dT A(T Treff ) (T Treff ) (T Treff ) (T Treff )
Tref
2 3 4

Tabel B.2. Data konstanta A, B, C, D untuk Cp padatan dalam(KJ/Kmol.K)


Komponen A B C D E
NaOH 26,230 3,91E-01 2,13E-04 - -
Na2SO4 32,500 2,10E-01 2,73E-04 - -

(Carl L. Yaws, 1999)

1. Neraca Energi di Heater 01 (HE-101)


Fungsi : Menaikkan temperatur propanol dari Tanki Propanol (T-101) dari
temperatur 30 oC menjadi temperatur 90 oC, agar siap untuk diumpankan
ke dalam Reaktor (R-01) melalui pertukaran panas steam.

Steam in

H5
Steam
H4 Out

Aliran 1 : Propanol fresh dari Tanki Propanol (T-01)


Aliran out : Propanol keluaran Heater (HE-101) yang akan diumpanan ke Reaktor
(R-01)
a. Panas masuk
Aliran 1 (propanol keluaran ST-101)
Tabel B.3. Panas masuk propanol dari ST-101
T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 36.642 723.267 26,502.133
H2O 1.234 377.486 465.722

Total 37.876 1,100.753 26,967.855

b. Panas keluar
Aliran out (propanol keluar HE-101)
T2 = 90 C = 363,15 K
T 363,15
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 363,15 298,15 363,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
363,15 3 298,15 3 363,15 4 298,15 4
3 4

H propanol n propanol CpdT


propanol

36,642 kmol/jam 9.744,418 kJ/kmol


357.057,389 kJ/jam

H H2O nH2O CpdT


H2O

1,234 kmol/jam 4.888,787 kJ/kmol


6.031,521 kJ/jam

Tabel B.4. Panas keluar HE-101

T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 36.642 9,744.418 357,057.389
H2O 1.234 4,888.787 6,031.521
Total 37.876 14,633.205 363,088.910
c. Menghitung Jumlah Steam yang Digunakan
Beban panas heater
H steam = Hout Hin
= (363.088,910 26.967,855) KJ/Jam
= 336.121,055 KJ/Jam
Steam yang digunakan adalah jenis saturated steam pada P = 10.722,0212
kPa dan T = 316,131 C, dengan data sebagai berikut:
Hvap = 2.756,700 kJ/kg (enthalpi saturated vapour)
Hliq = 675,500 kJ/kg (enthalpi saturated liquid)
= 2.081,200 kJ/kg

Jumlah steam yang dibutuhkan:


Qsteam 336.121,055 kJ/jam
ms = 161,503 kg/jam
steam 2.081,200 kJ/kg

Tabel B.5. Neraca Energi Total HE-101


Aliran Energi Masuk Aliran Energi
(kJ/jam) Keluar(kJ/jam)
Hin 26.967,855 Hin 363.088,910
Hsteam 336.121,055
Jumlah 363.088,910 Jumlah 363.088,910
TOTAL 363.088,910 363.088,910

2. Neraca Energi di Heater 02 (HE-102)


Fungsi : Menaikkan temperatur propanol dari Tanki Asam Asetat (ST-102) dari
temperatur 30 oC menjadi temperatur 90 oC, agar siap untuk diumpankan
ke dalam Reaktor (R-201) melalui pertukaran panas steam.

Steam in

H5
Steam
H4 Out

Aliran 2 : Asam Asetat fresh dari Tanki Propanol (ST-101)


Aliran out : Asam Asetat keluaran Heater (HE-102) yang akan diumpanan ke
Reaktor (R-201)

a. Panas masuk
Aliran 2 (Asam asetat keluaran ST-102)
Tabel B.6. Panas masuk asam asetat dari ST-102
T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Asam asetat 36.642 645.189 23,641.184
H2O 0.245 377.486 92.398

Total 36.887 1,022.676 23,733.582

b. Panas keluar
Aliran out (asam asetat keluar HE-02)
T2 = 90 C = 363,15 K
T 363,15
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 363,15 298,15 363,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
363,15 3 298,15 3 363,15 4 298,15 4
3 4

H propanol n propanol CpdT


propanol

36,642 kmol/jam 8.674,453 kJ/kmol


317.851,467 kJ/jam

H H2O nH2O CpdT


H2O

0,245 kmol/jam 4.888,787 kJ/kmol


1.196,634 kJ/jam
Tabel B.7. Panas keluar HE-102

T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 36.642 8,674.453 317,851.467
H2O 0.245 4,888.787 1,196.634

Total 36.887 13,563.240 319,048.102

c. Menghitung Jumlah Steam yang Digunakan


Beban panas heater
H steam = Hout Hin
= (319,048.102 23,733.582) KJ/Jam
= 295.314,520 KJ/Jam
Steam yang digunakan adalah jenis saturated steam pada P = 10.722,0212
kPa dan T = 316,131 C, dengan data sebagai berikut:
Hvap = 2.756,700 kJ/kg (enthalpi saturated vapour)
Hliq = 675,500 kJ/kg (enthalpi saturated liquid)
= 2.081,200 kJ/kg

Jumlah steam yang dibutuhkan:


Qsteam 295.314,520 kJ/jam
ms = 141,896 kg/jam
steam 2.081,200 kJ/kg

Tabel B.8. Neraca Energi Total HE-102


Aliran Energi Masuk Aliran Energi
(kJ/jam) Keluar(kJ/jam)
Hin 23.733,582 Hin 319.048,102
Hsteam 295.314,520
Jumlah 319.048,102 Jumlah 319.048,102
TOTAL 319.048,102 319.048,102
3. Neraca Energi di Heater 03 (HE-301)
Fungsi : Menaikkan temperatur produk dari Decanter (D-01) dari temperatur 50
o
C menjadi temperatur 100 oC, agar siap untuk diumpankan ke dalam
Menara Distilasi (MD-01) melalui pertukaran panas steam.

Steam in

H5
Steam
H4 Out

Aliran 9 : propanol,propil asetat, dan air fresh dari Decanter (D-01)


Aliran out : propanol,propil asetat, dan air keluaran Heater (HE-03) yang akan
diumpanan ke Menara Distilasi (MD-01)

a. Panas masuk
Aliran 9 (propanol,propil asetat,air keluaran MD-301)
Tabel B.9. Panas masuk produk dari MD-301
T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 4.1667 3.656,201 14.736,857
Propil Asetat 12.5000 4.985,025 162.569,641
H2O 16.1311 1.883,020 48.278,056
Total 32.7977 10.524,246 225.584,554

b. Panas keluar
Aliran out (asam asetat keluar HE-02)
T2 = 100 C = 373,15 K
T 363,15
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 363,15 298,15 363,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
363,15 3 298,15 3 363,15 4 298,15 4
3 4

H propanol n propanol CpdT


propanol

4,031 kmol/jam 11.321,039 kJ/kmol


45.631,118 kJ/jam
H propil asetat npropil asetat CpdT
propil asetat

32,6 kmol/jam 15.456,400 kJ/kmol


504.057,969 kJ/jam

H H2O nH2O CpdT


H2O

25,639 kmol/jam 5.643,038 kJ/kmol


144.679,768 kJ/jam

Tabel B.10. Panas keluar HE-301

T
ni, C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 4.1667 11.321,039 45.631,118
Propil Asetat 12.5000 15.456,400 504.057,969
H2O 16.1311 5.643,038 144.679,768
Total 32.7977 32.420,477 694.368,856

c. Menghitung Jumlah Steam yang Digunakan


Beban panas heater
H steam = Hout Hin
= (694.368,856 225.584,554) KJ/Jam
= 468.784,301KJ/Jam

Steam yang digunakan adalah jenis saturated steam pada P = 10.722,0212


kPa dan T = 316,131 C, dengan data sebagai berikut:
Hvap = 2.756,700 kJ/kg (enthalpi saturated vapour)
Hliq = 675,500 kJ/kg (enthalpi saturated liquid)
= 2.081,200 kJ/kg

Jumlah steam yang dibutuhkan:


Qsteam 468.784,301 kJ/jam
ms = 225,247 kg/jam
steam 2.081,200 kJ/kg

Tabel B.11. Neraca Energi Total HE-301


Aliran Energi Masuk Aliran Energi
(kJ/jam) Keluar(kJ/jam)
Hin 225.584,554 Hin 694.368,856
Hsteam 468,784.301
Jumlah 694.368,856 Jumlah 694.368,856
TOTAL 694.368,856 694.368,856

4. Neraca panas di sekitar Reaktor (R-201)

Fungsi : Mereaksikan Asam asetat dengan Propanol sehingga akan terbentuk produk

propil asetat

Fungsi : Mereaksikan Asam Asetat dengan propanol menjadi Propil Asetat


dalam kondisi isothermal dengan menggunakan katalis H2SO4.

H cooling in
H 1
H 2 H 4
H 3 R-201
H 5

H cooling out

Gambar B.3 Aliran panas di sekitar Reaktor

Dimana : H1 = Laju alir panas umpan propanol dari Heater (HE-01) (kJ/jam)

H2 = Laju alir panas umpan asam asetat dari Heater(HE-02 (kJ/jam)

H3 = Laju alir panas umpan H2SO4 yang keluar dari T-03 (kJ/jam)

Hpendingin in = Laju alir panas air pendingin masuk (kJ/jam)

Hpendingin out = Laju alir panas air pendingin keluar (kJ/jam)


a. Menghitung panas reaksi

Reaksi yang terjadi di Reaktor:

Neraca panas umum di Reaktor:

(Pers. 8.2, Fogler., H. Scott, 3rd Ed)

Diasumsikan steady state maka akumulasi = 0 sehingga,

Karena sangat kecil dibandingkan dengan maka dapat diabaikan.

Reaktor dioperasikan secara isotermal maka = 0 sehingga,

dimana:

Panas pembentukan standar (HoRx 298,15 K)

Data HoRx masing-masing komponen pada keadaan standar

(298,15 K):

Hfo CH3COOH(l) = -435.257 kJ/kmol


Hfo C3H7OH (l) = -301.0315 kJ/kmol
Hfo H2SO4 (l) = -811.51 kJ/kmol
Hfo CH3COOC3H7 (l) = -466.257 kJ/kmol
Hfo H2O (l) = -286.944 kJ/kmol
(Perry, 1997)
HoRx 298,15 K = Hfo C3H7OH (l) x mol C3H7OH (l)
= -301.0315 kj/kmol x 42.72 kmol
= -8931.325588 kj
Total HoRx = Hproduk - Hreaktan
= Hfo (CH3COOC3H7 (l) + H2O(l)) - Hfo (CH3COOH(l) +

C3H7OH (l))

Tabel B.12 Perhitungan HoRx 298,15 K


Hfo HoRx 298,15 K
Komponen
(kJ/kmol) (kJ)
-
CH3COOH -435.257 8931.325588
-
C3H7OH -301.0315 6177.063984
H2SO4 -811.51 0
-
CH3COOC3H7 -466.257 9567.435043
-
H2 O -286.944 5887.993276
-
Total
347.0387472

H reaktan

Perubahan entalpi reaktan dari 363.15 K ke 298,15 K dapat ditentukan

dengan menggunakan persamaan berikut :


298
HR =
CpReaktan dT
363.
Hasil perhitungan perubahan entalpi reaktan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel B.13 Perhitungan Horeaktan


n (kmol) H reaktan
Horeaktan
Komponen (kJ/kmol)
(kJ)
CH3COOH 8674.452844 36.64224973 317851.4674
C3H7OH 9744.417759 36.64224973 357057.389
H2SO4 9382.482538 20.51965985 192525.3502
Total 73.28449947 674908.8564

H produk

Perubahan entalpi produk dari 298,15 K ke 363.15 K dapat ditentukan

dengan menggunakan persamaan berikut:


363
HP =
CpProduk dT
298.
Hasil perhitungan perubahan entalpi produk dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel B.14 Perhitungan Hoproduk


n (kmol) H produk
Hoproduk
Komponen (kJ/kmol)
(kJ)
CH3COOC3H7 13300.38955 20.51965985 272919.4694
H2 O 4888.78746 20.51965985 100316.2558
Total 41.0393197 373235.7252

Sehingga :
o
Hreaksi = H Rx 298,15 K + Hoproduk - Horeaktan

= (-347.0387472+ 373235.7252- 674908.8564)


= -302020.17 kj/jam

b. Menghitung Jumlah Cooling Water yang Digunakan


Karena kondisi operasi temperatur harus dijaga tetap pada 90 C sedang reaksi di
reaktor merupakan reaksi eksotermis yang melepas panas, Maka panas berlebih
tersebut harus diserap atau disebut panas serap.
Qserap = Qin + Qreaksi + Qout
Qserap = 4428.17008 + - 4428.17008+ 302020.17
Qserap = 302020.17 kJ/jam

Qserap merupakan beban panas yang diterima pendingin untuk mendinginkan


reaktor agar suhu tetap terjaga pada 90 C adalah 302020.17 kJ/jam
Menghitung jumlah air pendingin
Untuk menjaga agar temperatur di reaktor tetap 90 oC maka dibutuhkan
dibutuhkan pendingin yang harus ditransfer ke sistem. Media pendingin
yang digunakan adalah cooling water, yaitu masuk pada T = 30 oC (303,15
K) dan keluar pada 45 oC (318,15 K) .

Maka jumlah cooling water yang dibutuhkan adalah:


T in = 30 oC (303,15 K)
T out = 45 oC (318,15 K)
maka Cp H2O dT = 1.129,668 kJ/kmol
Maka jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah:
Q
m cooling water =
Cp H 2O dT

21651.76749 kJ/jam
=
5265.5517 kJ/kg
= 1032.439404 kg/jam

Jadi dibutuhkan cooling water sebanyak 1032.439404 kg dalam 1 jam operasi.

Tabel B.15 Neraca Energi Total Reaktor


Aliran Panas Input (kJ/jam) Panas Output (kJ/jam)
Umpan 4428.17008 0
Produk 0 4428.17008
Cooler 21651.76749 323671.9375
Panas generasi 302020.17 0
Total 328100.1076 328100.1076

4. Neraca Energi di Cooler (CO-301)


Fungsi : Untuk mendinginkan keluaran Reaktor dari temperatur 90 oC menjadi
50oC sehingga siap untuk diumpankan di Netralizer.

H 20 CO-301 H 21

Aliran 6 : Aliran keluaran RE-02


Aliran out : Aliran keluaran CL-01 yang akan diumpankan ke Netralizer
a. Panas Masuk
Aliran 6 (Umpan yang berasal dari keluaran RE-02)

Tabel B.16. Panas Masuk Cooler

T H
C p dT
Komponen ni, (kmol/jam) Treff (kJ/jam)
(kJ/kmol)
Asam Asetat 4.031 8,674.453 34,963.683
Propanol 4.03E+00 9,744.418 39,279.748
Asam Sulfat 0.045 9,382.483 420.974
Propil Asetat 27.720 13,300.390 368,684.962
Air 34.095 4,888.787 166,683.720
Total 69.921 45,990.530 610,033.087

b. Panas Keluar
Aliran out (Keluaran CL-01)
Tout = 50 C = 323,15 K
T 323,15
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 323,15 298,15 323,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
323,15 3 298,15 3 323,15 4 298,15 4
3 4

Tabel B.17. Panas Keluar Cooler


ni, T
C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
Asam Asetat 4.031 3,263.173 13,152.710
Propanol 4.03E+00 3,656.201 14,738.146
Asam Sulfat 0.045 3,544.321 159.027
Propil Asetat 27.720 4,985.025 138,184.195
Air 34.095 1,883.020 64,201.767
Total 69.921 8,802.395 92,092.623

c. Menghitung Jumlah Cooling Water yang Digunakan


Beban pendingin
H cooling water = H 21 H 20
= (92,092.623- 610,033.087) kJ/Jam
= -517,940.464 kJ/Jam

Maka dapat diketahui jumlah panas yang harus diserap pendingin sebesar
517,940.464 kJ/Jam
Menghitung jumlah air pendingin
Untuk menjaga agar temperatur di cooler tetap 50 oC maka dibutuhkan
dibutuhkan pendingin yang harus ditransfer ke sistem. Media pendingin
yang digunakan adalah cooling water, yaitu masuk pada T = 30 oC (303,15
K) dan keluar pada 45 oC (318,15 K) Cp air = 4,181 kJ/kg.K

Maka jumlah cooling water yang dibutuhkan adalah:


T in = 30 oC (303,15 K)
T out = 45 oC (318,15 K)
maka Cp H2O dT = 1.129,668 kJ/kmol
Maka jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah:
Q
m cooling water =
Cp H 2O dT

1.226.073,446 kJ/jam
=
1.129,668 kJ/kg
= 8,259.678kg/jam

Jadi dibutuhkan cooling water sebanyak 8,259.678 kg dalam 1 jam operasi.

Tabel B.18. Neraca Energi Total CO-301


Aliran Energi Masuk Aliran Energi Keluar
(kJ/jam) (kJ/jam)
H 6 610,033.087 H 7 92,092.623
H cw 517,940.464
Jumlah 610,033.087 Jumlah 610,033.087
TOTAL 610,033.087 610,033.087

6. Neraca Energi di Netralizer (NE-301)


Fungsi : Untuk menetralkan H2SO4 dengan menggunakan NaOH
H 7
NE-01 H 4

H out

Aliran 7 : Aliran keluaran dari Cooler (CO-301)


Aliran 4 : Aliran keluaran dari Tanki NaOH (ST-301)
Aliran 8 : Aliran keluaran NE-01 yang akan diumpankan ke Dekanter (DE-301)

Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang


dioperasikan secara adiabatis (Q=0).

Dalam menghitung neraca energi di Netralizer digunakan langkah perhitungan


seperti berikut:

Produk
Reaktan
HoR HoF

Ho298,15
H total = H R + H 298 + H F = 0
a. Panas Masuk
Aliran 7 (Keluaran CL-01)
T21 = 90 C = 363,15 K
T 298 ,15
Hi ni Cp dT
T 363,15

Bi
Ai 298,15 363,15 298,15 2 363,15 2
2
ni
Ci Di
298,15 3 363,15 3 298,15 4 363,15 4
3 4

Tabel B.19. Panas masuk NE-301


ni, T
C p dT H
Komponen Treff
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
Asam Asetat 4.031 3,263.173 13,152.710
Propanol 4.03E+00 3,656.201 14,738.146
Asam Sulfat 0.045 3,544.321 159.027
Propil Asetat 27.720 4,985.025 138,184.195
Air 34.095 1,883.020 64,201.767
Total 69.921 8,802.395 92,092.623

Aliran 4 (Keluaran ST-301)


T4 = 30 C = 300 K

T 298 ,15
Hi ni Cp dT
T 300

Bi
Ai 298,15 300 298,15 2 300 2
2
ni
Ci Di
298,15 3 300 3 298,15 4 300 4
3 4

Tabel B.20. Panas masuk NE-301


Treff

Cp dT H
ni, T
Komponen
(kmol/jam)
(kJ/kmol) (kJ/jam)
NaOH 0,228 -6,520 -1,484
H2O 0,759 -5.637,864 -4.279,094
Total 0,986 -5.644,384 -4.279,094

b. Panas Reaksi 298,15


Reaksi :
H2SO4(l) + 2NaOH(l) Na2SO4(l) + H2O(l)
Asam Sulfat Natrium Hidroksida Natrium II Sulfat Air
Data entalpi standar pada 25C
HF H2SO4 : -813.989 kJ/kmol
HF NaOH : -425.609 kJ/kmol
HF Na2SO4 : -1.384.150,88 kJ/kmol
HF H2O : -285.830kJ/kmol

H H2SO4 = HF(298,15) .XA .FAO


= (-813.989) kJ/kmol 1 0,1138 kmol/jam
= -92.639,5302 kJ/Jam
H NaOH = HF(298,15) .XA .FAO
= (-425.609) kJ/kmol 1 0,2276 kmol/jam
= -96.876,5372 kJ/Jam
H Na2SO4 = HF(298,15) .XA .FAO
= (-1.384.150,880) kJ/kmol 1 0,1138 kmol/jam
= -157.529,2630 kJ/Jam
H H2O = HF(298,15) .XA .FAO
= (-285.830) kJ/kmol 1 0,2276 kmol/jam
= -65.060,2328 kJ/Jam
H 298,15 = Qproduk Qreaktan
= (Q H2SO4 + Q NaOH) (Q Na2SO4 + Q H2O)
= -33.073,4284 kJ/Jam
c. Panas keluar
H 25 = - (H in + H reaksi)
= 207.863,563 kJ/Jam
T 25
Hi ni Cp dT
298 ,15

Bi 2
Ai T25 298,15 T25 298,15 2
2
ni
Ci 3 Di 4
T25 298,15 3 T25 298,15 4
3 4

H 25 n19 CpdT
25

207.863,563 kJ/Jam 40,729 kmol/Jam CpdT


25

CpdT 18.783,860 kJ / kmol


25

Dengan trial and error didapat nilai T25= 316,301 K (43,151 OC)
Tabel B.21. Panas keluar NE-301
T H
Komponen ni, (kmol/jam) C p dT
(kJ/kmol)
Treff (kJ/jam)
Asam asetat 1,884 1.465,493 2.760,997
Propanol 1,884 6.484,699 12.217,209
Asam sulfat 35,832 5.338,866 191.301,723
H2O 0,986 1.368,082 1.349,404
Propil asetat 0,028 2.758,637 78,529
Na2SO4 0,114 1.368,082 155,700
Total 40,729 18.783,860 207.863,563

Tabel B.22. Neraca Energi Total NE-301


Aliran Energi Masuk Aliran Energi Keluar
(kJ/jam) (kJ/jam)
H 7 170.511,041 H 298 33.073,428 H 8 207.863,563
H 4 4.279,094
Jumlah 174.790,135 Jumlah 33.073,428 Jumlah 617.863,563
TOTAL 617.863,563 617.863,563

7. Neraca Energi di Decanter (DE-301)


Fungsi : Memisahkan fase ringan dan fase berat yang keluar dari
Reaktor dengan prinsip perbedaan densitas dan kelarutan yang
rendah.

H 8
DE-301 H 9

H 10
Aliran 8 : Umpan masuk dari NE-01
Aliran 9 : Keluaran Decanter (DE-301) Atas
Aliran 10 : Keluaran Decanter (DE-301) Bawah

a. Panas masuk
Aliran 8 (Keluaran NE-01)
T8= 323,15 K (50 OC)

323,15
Hi ni Cp dT
298 ,15 Tabel
Bi B.23.
Ai 323,15 298,15 323,15 2 298,15 2
2
ni Nerac
Ci Di
323,15 3 298,15 3 323,15 4 298,15 4
3 4 a
Panas Masuk DE-301

BM N Cp dT H
Komponen (kg/kmol) Kmol kj/kmol kj/jam
Asam asetat 60 0,0285 2758,6374 0,078528922
Propanol 60 1,8840 1465,4933 2,76099744
Asam Sulfat 98 1,8840 6482,7497 12,21353644
Propil Asetat 102 35,8319 5338,8661 191,3017233
H2O 18 0,9863 2550531,9587 2515,71055
Na2SO4 142 0,1138 4054605,5627 461,4518803
Total 50,6300 6621183,2679 3183,5172

b. Panas Keluar
Aliran 10(Keluaran DE-301)
323,15
Hi ni Cp dT
298 ,15

Bi
Ai 323,15 298,15 323,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
323,15 3 298,15 3 323,15 4 298,15 4
3 4
Tabel B.24. Neraca Panas Keluaran DE-301 Aliran Bawah

BM N Cp dT H
c.
Komponen (kg/kmol) Kmol kj/kmol kj/jam
Asam Asetat 60 0,0285 2758,6374 0,0785 Ali
Propanol 60 0,0000 1465,4933 0,0000 ran
Asam sulfat 98 1,8840 6482,7497 12,2135
Propil Asetat 102 0,0000 5338,8661 0,0000 9
H2O 18 0,9637 2550531,9587 2457,8492 (ke
Na2SO4 142 0,1138 4054605,5627 461,4519 lua
Total 2,9899 6621183,2679 2931,5932
ran
DE-01)

323,15
Hi ni Cp dT
298 ,15

Bi
Ai 323,15 298,15 323,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
323,15 3 298,15 3 323,15 4 298,15 4
3 4

Tabel B.25. Neraca Energi Keluaran DE-01 Aliran Atas


BM
N Cp dT H
Komponen (kg/kmol) Kmol kj/kmol Kj/jam
Propanol 60 4.1667 1465,4933 2,7610
Propil Asetat 102 12.5000 5338,8661 191,3017
H2O 18 16.1311 2550531,9587 57,8613
Total 32.7977 2566577,7052 251,9241

Tabel B.26. Neraca Energi Total DE-301


Panas Masuk (kj) Panas Keluar (kj)
H 7 3183,5172 H 9 2931,5932
H 8 251,9241
Total 3183,5172 3183,5172
8. Neraca Panas di Destilasi
Fungsi : Memisahkan komponen yang keluar dekanter atas dasar perbedaan titik
didih.

CD-301

AC - 301

DC - 301

QSin
RB- 301

QS out

Aliran 9 : aliran masuk ke menara distilasi (MD-01)


Aliran 11 : aliran masuk ke condenser (Cd-301)
Aliran 14 : aliran masuk ke reboiler (Rb-301)

Tabel B.27 Konstanta tekanan uap


Komponen A B C
Propanol 8,09126 1543,89 239,096
Propil Asetat 7,70841 2379,23 209,14
H2O 8,07131 1730,63 233,426

a. Panas masuk
T9 = 100oC = 373 K
T 373
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 373 298,15 373 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
3733 298,15 3 373 4 298,15 4
3 4
Tabel B.28. Panas Masuk

Komponen ni, (kmol/jam) (kJ/kmol) T Q m C p dT


C p dT
Treff (kJ/jam)
Propanol 4.1667 8.442,628 15.905,954
Propil Asetat 12.5000 29.993,454 1.074.722,490
H2O 16.1311 7.451,736 169,050
Total 32.7977 45.887,817 1.090.797,494

b. Panas distilat
T11 = T dew point distilat = 97,40 oC = 370,551 K
T 370 , 551
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 370,551 298,15 370,5512 298,15 2
2
ni
Ci Di
370,5513 298,15 3 370,5514 298,15 4
3 4

Tabel B.29. Perhitungan Panas Distilat

Komponen ni, (kmol/jam) T


C p dT H m C p dT
Treff
(kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 1,882 10.267,377 19.324,448
Propil asetat 3,58E-02 36.147,578 1.295,236
H2O 2,26E-02 8.937,628 201,723
Total 1,941 55.352,583 20.821,408

c. Panas liquid refluks


T12 = T bubble point distilat = 89,24oC = 362,390 K
T 362 , 39
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi 2
Ai 362,39 298,15 362,39 298,15 2
2
ni
Ci 3 Di
362,39 298,15 3 362,39 4
298,15 4
3 4
Tabel B.30. Perhitungan H liquid refluks
T
ni, C p dT
Komponen Treff H m C p dT
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
propanol (LK) 0,059 5.342,737 316,754
Propil Asetat
1,13E-03 19.231,444 21,707
(HK)
H2O 7,1E-04 4.831,549 3,435
Total 0,061 29.405,730 341,896

d. Menghitung beban Condensor (CD-301)


Enthalpi Penguapan ( Hvap) dihitung dengan persamaan:
Hvap = A.(1 - (T/Tc))n
Dimana:
Hvap : enthalpi penguapan, kJ/mol
Tc : temperatur kritis, K
T : suhu operasi, K
A,n : konstanta

Tabel B.31. Data Entalpi Penguapan

Komponen A Tc N
Propanol 52,723 512,58 0,377
Propil asetat 85,511 766 0,34
H2O 52,053 647,13 0,321

Tabel B.32.Panas Penguapan


Hvap
Komponen
(kJ/mol) kJ/kmol Fraksi(kmol/jam) kJ/Jam
propanol (LK) 3,733 3.733,498 1,941 7.248,242
Propil asetat
24,566 24.565,807 3,69E-02 907,967
(HK)
H2O 13,273 13.272,959 2,32E-02 309,009
Total 41,572 41.572,264 2,002 8.465,218
Menghitung jumlah air pendingin
Hvapor = H condenser + H distilat + H refluks
H condenser = H vapor (H distilat + H refluks)
H condenser = 8.465,218 (20.821,408 + 341,896)
H condenser = -12.698,085 kJ/jam

Menghitung jumlah air pendingin


Untuk menjaga agar temperatur di condenser tetap 143,15 oC maka
dibutuhkan dibutuhkan pendingin yang harus ditransfer ke sistem. Media
pendingin yang digunakan adalah cooling water, yaitu masuk pada T = 30
o
C (303,15 K) dan keluar pada 45 oC (318,15 K) Cp air = 4,181 kJ/kg.K
Maka jumlah cooling water yang dibutuhkan adalah:
T in = 30 oC (303,15 K)
T out = 45 oC (318,15 K)
maka Cp H2O dT = 1.129,668 kJ/kmol
Maka jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah:
Q
m cooling water =
Cp H 2O dT

12.698,085 kJ/jam
=
1.129,668 kJ/kg
= 202.329,753 kg/jam
Jadi dibutuhkan cooling water sebanyak 202.329,753 kg dalam 1 jam
operasi.

e. Menghitung panas bottom


T13 = T bubble point bottom = 111 oC = 384 K
T 384
Hi ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 384 298,15 384 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
384 3 298,15 3 384 4 298,15 4
3 4
Tabel B.33. Perhitungan Qbottom
T
ni, C p dT H m C p dT
Komponen Treff
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
propanol 0,002 18.127,261 34,152
Propil asetat 3,58E+01 60.886,845 2.179.509,759
H2O 1,16E-04 14.923,920 1,729
Total 35,798 93.938,026 2.179.545,640

f. Menghitung beban Reboiler (RB-01)


H in = H out
H umpan +H reboiler = H bottom + H distilat H condenser
H reboiler = (H bottom + H distilat H condenser) H umpan
= 1.096.871,468 kJ/jam

Steam yang digunakan adalah jenis saturated steam pada P = 3347,8 kPa dan T
= 240C, dengan data sebagai berikut:
Hvap = 2802,2 kJ/kg (enthalpi saturated vapour)
Hliq = 1037,6 kJ/kg (enthalpi saturated liquid)
= 1764,6 kJ/kg

Jumlah steam yang dibutuhkan:


Qsteam 1.096.871,465 kJ/jam
ms = 621,598 kg/jam
steam 1764,6 kJ/kg

Tabel B.34. Neraca panas total DC-301


Panas Masuk Panas Generasi Panas Konsumsi Panas Keluar
(kJ/jam) (kJ/jam) (kJ/jam) (kJ/jam)
-
1.090.797,49 H 1.096.871,46 H 12.698,08 H
H in 7 reboiler 5 condensor 5 bottom 2.179.545,64
H
destilat 20.821,408
-
1.090.797,49 Jumla 1.096.871,46 Jumla 12.698,08 Jumla 2.200.367,04
Jumlah 7 h 5 h 5 h 8
TOTA 2.187.668,96 2.187.668,96
L 3 3
13. Neraca Panas di Cooler-302 (CO-302)
Fungsi : Untuk mendinginkan keluaran bottom Menara Destilasi dari temperatur
100oC menjadi 35oC sehingga siap untuk disimpan di Storage Tank.

Hr
CO-302 Hp
b

Aliran in : Aliran keluaran bawah Menara Destilasi


Aliran out : Aliran keluaran Cooler yang akan disimpan di tangki penyimpanan.

a. Panas Masuk
Aliran in (Produk keluaran Bawah DC-301)
Suhu dari menara distilasi = 100 oC = 490,542 K
T 490,542
H i ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 490,542 298,15 490,542 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
490,542 3 298,15 3 490,542 4 298,15 4
3 4

Tabel B.35. Panas Masuk Cooler


T
ni, C p dT H m C p dT
Komponen Treff
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 0,002 18.127,261 34,152
Propil Asetat 3,58E+01 60.886,845 2.179.509,759
H2O 1,16E-04 14.923,920 1,729
Total 35,798 93.938,026 2.179.545,640

b. Panas Keluar
Aliran out (Produk Propil Asetat keluaran CO-302)
T35 = 35C = 308,15 K
T 308 ,15
H i ni Cp dT
T 298 ,15

Bi
Ai 308,15 298,15 308,15 2 298,15 2
2
ni
Ci Di
308,15 3 298,15 3 308,15 4 298,15 4
3 4

Tabel B.36. Panas keluar Cooler


T
ni, C p dT H m C p dT
Komponen Treff
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
Propanol 0,002 803,655 1,154
Propil Asetat 3,58E+01 3.632,312 104.965,235
Total 35,798 4.490,427 104.966,836

c. Menghitung Jumlah Cooling Water yang Digunakan


Beban pendingin
H cooling water = H 35 H 34
= -2.074.578,804 KJ/Jam
Maka dapat diketahui jumlah panas yang harus diserap pendingin sebesar
2.074.578,804 kJ.

Menghitung jumlah air pendingin


Untuk menjaga agar temperatur Propil Asetat 35 oC maka dibutuhkan
dibutuhkan pendingin yang harus ditransfer ke sistem. Media pendingin
yang digunakan adalah cooling water, yaitu masuk pada T = 30 oC (303,15
K) dan keluar pada 45 oC (318,15 K) Cp air = 4,181 kJ/kg.K
Maka jumlah cooling water yang dibutuhkan adalah:
T in = 30 oC (303,15 K)
T out = 45 oC (318,15 K)
maka Cp H2O dT = 1.129,668 kJ/kmol

Maka jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah:


Q
m cooling water =
Cp H 2O dT

2.074.578,804 kJ/jam
=
1.129,668 kJ/kg
= 33.083,635 kg/jam
Jadi dibutuhkan cooling water sebanyak 33.083,635 kg dalam 1 jam
operasi.

Tabel B.37. Neraca Energi total CO-302


Panas
Panas Generasi Konsumsi
Panas Masuk (kJ/jam) (kJ/jam) (kJ/jam) Panas Keluar (kJ/jam)
H
reboiler 2.179.545,640 H produk 104.966,836
Hcooling water 2.074.578,804
Jumlah 2.179.545,640 Jumlah Jumlah Jumlah 2.179.545,640
TOTAL 2.179.545,640 2.179.545,640
LAMPIRAN
SPESIFIKASI PERALATAN

Spesifikasi peralatan proses pabrik Propil Asetat dengan kapasitas 30.000 ton/tahun

dapat dilihat sebagai berikut:

1. Storage tank C3H7OH (ST-101)

Fungsi : Menyimpan Bahan Baku Propanol cair.

Tipe Tangki : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk torispherical flanged and dished

head.

Bahan : Carbon Steel SA-203 Grade C


Kondisi Operasi

Temperatur desain = 50 oC

Temperatur fluida = 300C

Tekanan = 1 atm

LI ST-101
Gambar C.1. Tangki penyimpan Propanol C3H7OH

o
Siang hari, diperkirakan temperatur dinding tangki mencapai 50 C.
Perancangan akan dilakukan pada temperatur tersebut dengan tujuan untuk
menjaga temperatur fluida di dalam tangki. Yaitu untuk menghindari adanya
transfer panas dari dinding tangki ke fluida. Oleh karena temperatur dinding
tangki pada siang hari diperkirakan mencapai 50 oC, dan apabila dinding
tangki tidak dirancang sesuai kondisi tersebut, maka akan terjadi transfer
panas dari dinding tangki ke fluida yang menyebabkan tekanan uap fluida
semakin besar. Semakin tinggi tekanan uap, maka perancangan dinding
tangki akan semakin tebal. Dimana semakin tebal dinding tangki, maka
transfer panas dari dinding ke fluida akan semakin kecil, sehingga dapat
diabaikan.
Berikut adalah perhitungan tekanan fluida pada temperatur 50 oC.
Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:

a. Menentukan Temperatur dan Tekanan Penyimpanan

Tabel C.1. Konstanta Tekanan Uap Masing-masing komponen


Komponen A B C D E
C3H7OH 30,6740 -3429,5000 -7,2125 0 0
2,4247E-
H2 O 29,8605 -3.152,2000 -7,3037 1,8090E-06
09
Sumber : Yaws, Carl L.

Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil sebagai

berikut:

Tabel C.2. Hasil perhitungan tekanan fluida di dalam tangki


Kompone Kmol/Ja Log Po Ki=Po/ Y=
Kg/Jam Zi
n m Po (mmHg) P Ki*Xi
C3H7OH 2419,814 40,3322 0,9934 1,962 91,66508 72,393 71,91341
2 4 8 4
1,911 81,53967 64,397 0,427319
H2 O 4,4059 0,2448 0.0066
4 7 1 9
2423,940
Total 36,8870 1 72,3407
9
T = 50 oC
P = 0,0016 atm
Sehingga desain tangki dilakukan pada kondisi:
T = 50 oC
P = 1 atm + 0.0016 atm
= 1,0016 atm
= 14,7202 psi
b. Menghitung densitas campuran

Tabel C.8. Konstanta Densitas Masing-masing Komponen


Komponen A B Tc n
C3H7OH 0,2768 0,2720 536,7100 0,2494
H2 O 0,3471 0,2740 647,1300 0,2857
Sumber : Yaws, Carl L.

Dengan T = 50 oC = 323,15 K

Tabel C.3. Perhitungan Densitas Campuran


Komponen Kg/Jam Kmol/Jam wi (kg/m3) wi/
C3H7OH 2419,814 40,6422 0,9980 792,8065 0,0013
H2 O 4,4059 0,2448 0,0020 1018,2706 0
Total 2423,9409 40,8870 1 0,0013

liquid =

liquid = 792,8065 kg/m3


= 49,5151 lb/ft3
c. Menghitung Kapasitas Tangki

waktu tinggal = 15 hari


Jumlah C3H7OH = 2419,814 kg/jam x 24 jam x 15 hari

= 871.133,0399 kg

= 499.1743 m3

= 233.369,5697 ft3

Over Design = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991,hal. 37)

Vtangki = (100/20) x Vliquid

= (100/20) x 499,1743 m3

= 249.5871 m3

= 88.272,4223 ft3

d. Menentukan Rasio Hs/D

Vtangki = Vshell + Vtutup

= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf

Atangki = Ashell + Atutup

= ( D2 + D H) + 0,842 D2

Keterangan :

D = diameter tangki, in

sf = straight flange, in (dipilih sf = 3 in)

Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :

Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D
Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang paling

kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada Tabel C.10.

berikut.

Tabel C.4. Hasil Trial Hs/D Terhadap Luas Tangki


trial H/D D (ft) H (ft) A (ft2) Vsilinder , ft3 Vhead, ft3 Vsf, ft3 Vtotal (ft3)
1 0.4 60.33371965 24.13348786 10494.57473 68962.0163 18596.02499 714.38095 88272.422
2 0.5 56.84248283 28.42124141 10329.72393 72087.3032 15551.022 634.09707 88272.422
3 0.6 54.04130657 32.42478394 10253.74495 74335.87 13363.41143 573.14083 88272.422
4 0.62 53.54386244 33.19719471 10245.88877 74712.0125 12997.77177 562.638 88272.422
5 0.64 53.06426081 33.96112692 10239.99565 75068.1974 12651.62104 552.60385 88272.422
6 0.66 52.60141054 34.71693096 10235.9009 75405.9755 12323.44096 543.00577 88272.422
7 0.68 52.15431342 35.46493312 10233.45641 75726.741 12011.86702 533.81421 88272.422
8 0.7 51.72205411 36.20543787 10232.52862 76031.7505 11715.66948 525.00229 88272.422
9 0.71 51.51122308 36.57296839 10232.5953 76178.706 11572.98536 520.73095 88272.422
10 0.72 51.30379143 36.93872983 10232.99679 76322.1397 11433.7371 516.54551 88272.422
11 0.73 51.09966434 37.30275497 10233.71979 76462.177 11297.80203 512.44323 88272.422
12 0.74 50.89875073 37.66507554 10234.75157 76598.9375 11165.06324 508.4215 88272.422
13 0.76 50.50621721 38.38472508 10237.69367 76863.0787 10908.73382 500.6098 88272.422
14 0.78 50.12553003 39.09791342 10241.73278 77115.4138 10663.91689 493.09162 88272.422
15 0.8 49.75607713 39.8048617 10246.78659 77356.7189 10429.85367 485.84969 88272.422
16 0.9 48.05878425 43.25290582 10284.85695 78420.6625 9398.491625 453.26817 88272.422
17 1 46.57184401 46.57184401 10339.32103 79293.9329 8552.835527 425.65382 88272.422
18 1.1 45.25348537 49.77883391 10405.2678 80023.666 7846.860271 401.89605 88272.422

Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio Hs/D yang memberikan luas tangki yang

paling kecil yaitu 0,6-0,8.

Sehingga untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 0,7.

D = 51,7221 ft
= 620,6646 in
= 15,7651 m

Dstandar = 60 ft (720 in)

H = 36,2054 ft

= 434,4653 in
= 11,0354 m

Hstandar = 36 ft (432 in)

Cek rasio H/D :

Hs/D = 30/43

= 0,6977 (Memenuhi)

e. Menentukan Jumlah Courses

Lebar plat standar yang digunakan :

L = 6 ft (Appendix E, item 2, Brownwll & Young)

Jumlah courses =

= 3 buah

f. Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki

Vshell = D2 H
= (45 ft)2.30 ft
= 102.453,0840 ft3

Vdh = 0,000049 D3

= 0,000049 (60)3

= 10,5840 ft3

Vsf = D2 sf

= .(720)2.3

= 1.220.832 in3

= 706,5 ft3
Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf

= 101.736 + 10.584 + 706,5

= 102.453,084 ft3

= 15.434,7163 m3

Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid

= 102.453,084 70.617,9387

= 31.835,1462 ft3

Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)


= 31.835,1462 (10.584 + 706,5)
= 31.118,0622 ft3

Hshell kosong =

= 11,0113 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong

= 30 11,0113

= 24,9887 ft

g. Menenetukan Tekanan desain

Ketebalan shell akan berbeda dari dasar tangki sampai puncak. Hal ini karena

tekanan zat cair akan semakin tinggi dengan bertambahnya jarak titik dari

permukaan zat cair tersebut ke dasar tangki. Sehingga tekanan paling besar

adalah tekanan paling bawah. Tekanan desain dihitung dengan persamaan :

Pabs = Poperasi + Phidrostatis


Menentukan tekanan hidrostatis

camp = 999,0738 kg/m3

= 62,3700 lb/ft3

Phidrostatis =

= 8,5925 psi

Pabs = 8,5925 psi + 14,7202 psi

= 23,3127 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja normal/absolut (Coulson, 1988


hal. 637). Tekanan desain yang dipilih 10 % diatasnya. Tekanan desain pada
courses ke-1 (plat paling bawah) adalah:
Pdesain = 1,1 x Pabs

= 1,1 x 23,3172 psi

= 25,6439 psi = 6,205 atm

Berikut ini adalah tabel perhitungan tekanan desain untuk setiap courses :

Tabel C.5. Tekanan Desain Masing-masing Courses


HL Pdesain
Courses
H (ft) (ft) Phid (psi) Pabsolut(psi) (psi)
1 20 24,989 8,592 23,317 25,643
2 14 12,183 5,277 19,830 21,613
3 8 6,183 2,678 15,231 18,755

h. Menentukan Tebal dan Panjang Shell

Tebal Shell

Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :

ts = (Brownell & Young,1959.hal.256)

keterangan :
ts = Tebal shell, in

P = Tekanan dalam tangki, psi

f = Allowable stress, psi

d = Diameter shell, in

E = Efisiensi pengelasan

c = Faktor korosi, in

Dari Tabel Appendix D, item 4 & 13.2 pada 200 oF, Brownell and Young,

1959 diperoleh data :

f = 12.650 psi

E = 75 % (single-welded butt joint without backing strip, no radiographed)

C = 0,125 in/10 tahun (tabel 6, Timmerhaus,1991:542)

Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses ke-1:

ts =

= 1,0996 in (1,7 in)

Tabel C.6. Ketebalan shell masing-masing courses


ts standar
Courses H (ft) Pdesain (psi) ts (in)
(in)
1 36.0000 25.6439 1.0996 0.7000
2 30.0000 23.3745 1.0133 0.6300
3 24.0000 21.1050 0.9269 0.6000

Panjang Shell

Untuk menghitung panjang shell, persamaan yang digunakan adalah :

L = (Brownell and Young,1959)

Keterangan :
L = Panjang shell, in

Do = Diameter luar shell, in

n = Jumlah plat pada keliling shell

weld length = Banyak plat pada keliling shell dikalikan dengan

banyak sambungan pengelasan vertikal yang

diizinkan.
= n x butt welding
Menghitung panjang shell (L) pada courses ke-1 :

ts = 1,7 in

Do = Di + 2.ts

= 516 + (2 x 1,7)

= 519,4 in

n = 3 buah

butt welding = 5/32 in (Brownell and Young,1959,hal. 55)

weld length = 3 x 5/32 in = 0,9375 in

L =

= 31,4480 ft

Tabel C.7. Panjang shell masing-masing courses.


Course ts, (in) do (in) L (ft)
1 0.7000 721.4000 31.4480
2 0.6300 721.2600 31.4419
3 0.6000 721.2000 31.4393

i. Desain Head (Desain Atap)

Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head. Jenis

head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di dalam

tangki, yang akan mengakibatkan tekanan didalam tangki menjadi naik.


Torispherical flanged dan dished head ini, mempunyai rentang allowable pressuse

antara 15 psig (1,0207 atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) sehingga dapat

menyimpan liquid dengan baik (Brownell and Young, 1959).

OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar C.2 Torispherical flanged and dished head.

Dalam menentukan tebal head, persamaan yang digunakan yaitu :

th = (Brownell and Young, 1959,hal. 258):

Keterangan :
th = Tebal head (in)
P = Tekanan desain (psi)
rc = Radius knuckle, in
icr = Inside corner radius ( in)
w = stress-intensitication factor
E = Effisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)

untuk itu diperlukan nilai stress intensification untuk torispherical dished head
dengan menggunakan persamaan :
w = (Brownell and Young,1959.hal.258)

,dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)

Diketahui :
Di = rc = 720 in
icr = 0,06 x 720 in
= 43,2000 in

Maka w =

= 1.7706 in

Sehingga th =

= + 0,125 in

= 1,8484 in (dipakai plat standar 2,5 in)

Untuk th = 2,5 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh:
sf = 1,5 4,5 in (Direkomendasikan nilai sf = 3 in)

menentukan Depth of dish (b)

b = (Brownell and Young,1959.hal.87)

= 121,9231 in
Menentukan Tinggi head (OA)
Hhead (OA) = th + b + sf (Brownell and Young,1959.hal.87)
OA = (2,5 + 121,9231 + 3) in
= 127,4231 in
= 10,6186 ft
j. Menentukan Tinggi Total Tangki
Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:
Htotal = Hshell + Hhead
= 36 ft + 10,6186 ft
= 46,6186 ft
k. Desain Lantai
Untuk memudahkan pengelasan dan memperhitungkan terjadinya korosi, maka
pada lantai (bottom) dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan yang
bekerja pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar diketahui
apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak (Brownell and
Young, 1959).

Tegangan kerja pada bottom :


Compressive stress yang dihasilkan oleh Propanol.

S1 = (Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan :
S1 = Compressive stress (psi)
w = Jumlah Propanol (lbm)
Di = Diameter dalam shell (in)

S1 =

= 8,5928 psi

Compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell.

S2 = (Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan :
S2 = Compressive stress (psi)
X = Tinggi tangki total = 46,6186 ft
s = Densitas shell = 490 lbm/ft3 untuk material steel

S2 =
= 158,6311 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai :


St = S1 + S 2
` = 8,5928 psi + 158,6311 psi
= 167,2239 psi
Batas tegangan lantai yang diizinkan :
St < tegangan bahan plat (f) x efisiensi pengelasan (E)
167,2239 psi < (12.650 psi) x (0,75)
167,2239 psi < 9.487,5 psi (memenuhi)

Tabel. C.8. Spesifikasi Tangki C3H7OH (TP-101)


Alat Tangki Penyimpanan bahan baku C3H7OH
Kode ST-101
Fungsi Menyimpan C3H7OH Cair
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical.
Kapasitas 871.133,0399 Kg
Dimensi Diameter shell (D) = 60 ft
Tinggi shell (Hs) = 30 ft
Tebal shell (ts) = 1,7 in
Tinggi atap = 7,7815 ft
Tebal head = 3 in
Tinggi total = 37,7811 ft = 11,5157 m
Tekanan Desain 14,7202 psi
Bahan Carbon Steel SA-203 Grade C

2. Storage Tank CH3COOH (ST-102)

Fungsi : Menyimpan Bahan Baku Asam Asetat cair.

Kondisi Operasi
Temperatur desain = 50 oC
Temperatur fluida = 35 oC

Tekanan = 1 atm

Tipe Tangki : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk torispherical flanged and dished

head.

Bahan : Carbon Steel SA-203 Grade C

Pertimbangan :
CH3COOH disimpan dalam tangki torispherical flanged and dished
head karena tangki ini merupakan bejana yang mampu menyimpan
fluida cair pada tekanan 15 psig (1 atm) 200 psig (13,6 atm).
Carbon Steel SA-203 Grade C digunakan karena Mempunyai

allowable stress cukup besar (Appendix D, Item 4, B & Y). Selain

itu Carbon Steel merupakan bahan yang tahan terhadap korosi

(Tabel 4-28 Ulrich) dan memiliki Tensile strength nya besar

(Appendix D, Item 4, B & Y)

Gambar C.1. Tangki penyimpan Asam Asetat CH3COOH


l. Menentukan Temperatur dan Tekanan Penyimpanan

Tabel C.9. Konstanta Tekanan Uap Masing-masing komponen


Komponen A B C D E
CH3COOH 64,083 -8981,1000 -16,8450 0 0
2,4247E-
H2 O 29,8605 -3.152,2000 -7,3037 1,8090E-06
09
Sumber : Yaws, Carl L.

Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil sebagai

berikut:

Tabel C.10. Hasil perhitungan tekanan fluida di dalam tangki


Log Po
Komponen Kg/Jam Kmol/Jam Zi Ki=Po/P Y = Ki*Xi
Po (mmHg)
- 4,9984E-
CH3COOH 2419,814 40,6422 0,9674 1,046E-06 5,166E-08
5,9803 08
H2 O 24,2074 1,2337 0.0326 1,9114 81,539677 4,025795 0,1311333
Total 2443,7424 41,8760 1 0,1311

T = 50 oC
P = 0,0236 atm
Sehingga desain tangki dilakukan pada kondisi:
T = 50 oC
P = 1 atm + 0.0236 atm
= 1,0236 atm
= 15,0830 psi
m. Menghitung densitas campuran

Tabel C.11. Konstanta Densitas Masing-masing Komponen


Komponen A B Tc n
CH3COOH 0,3518 0,2695 592,7100 0,2684
H2 O 0,3471 0,2740 647,1300 0,2857
Sumber : Yaws, Carl L.
Dengan T = 50 oC = 323,15 K

Tabel C.12. Perhitungan Densitas Campuran


Komponen Kg/Jam Kmol/Jam wi (kg/m3) wi/
CH3COOH 2419,814 40,6422 0,9900 1032,6259 0,0010
H2 O 22,2074 1,2337 0,0100 1018,2706 0
Total 2441,9409 41,8760 1 0,0010

liquid =

liquid = 1032,4803 kg/m3


= 64,4555 lb/ft3
n. Menghitung Kapasitas Tangki

waktu tinggal = 15 hari

Jumlah CH3COOH = 2419,814 kg/jam x 24 jam x 15 hari

= 871.133,0399 kg

= 499.1743 m3

= 233.369,5697 ft3

Over Design = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991,hal. 37)

Vtangki = (100/80) x Vliquid

= (100/80) x 499.1743 m3

= 451,6850 m3

= 15.950,5244 ft3

o. Menentukan Rasio Hs/D


Vtangki = Vshell + Vtutup

= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf

Atangki = Ashell + Atutup

= ( D2 + D H) + 0,842 D2

Keterangan :

D = diameter tangki, in

sf = straight flange, in (dipilih sf = 3 in)

Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :

Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D

Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang paling

kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada Tabel C.10.

berikut.

Tabel C.13. Hasil Trial Hs/D Terhadap Luas Tangki


trial H/D D (ft) H (ft) A (ft2) Vsilinder , ft3 Vhead, ft3 Vsf, ft3 Vtotal (ft3)
1 0.4 34.03882232 13.61552893 3340.363229 12383.77994 3339.361193 227.38338 15950.525
2 0.5 32.07665005 16.03832502 3289.429996 12954.08311 2794.517517 201.92388 15950.525
3 0.6 30.50133715 18.30080229 3266.394134 13365.26406 2402.682883 182.57757 15950.525
4 0.62 30.2214997 18.73732982 3264.091077 13434.1249 2337.156819 179.24279 15950.525
5 0.64 29.95167528 19.16907218 3262.404231 13499.35402 2275.114059 176.05643 15950.525
6 0.66 29.69125278 19.59622684 3261.281877 13561.23243 2216.283869 173.00821 15950.525
7 0.68 29.43967307 20.01897769 3260.677486 13620.01287 2160.422873 170.08877 15950.525
8 0.7 29.19642335 20.43749634 3260.549097 13675.92321 2107.311684 167.28961 15950.525
9 0.71 29.07777345 20.64521915 3260.651406 13702.86727 2081.724549 165.93269 15950.525
10 0.72 28.96103229 20.85194325 3260.858781 13729.1695 2056.752016 164.603 15950.525
11 0.73 28.84614675 21.05768713 3261.167034 13754.85266 2032.372191 163.29966 15950.525
0.74 28.73306578 21.26246867 3261.572176 13779.93845 2008.564208 162.02185 15950.525
13 0.76 28.51212317 21.66921361 3262.658083 13828.39972 1962.585084 159.5397 15950.525
14 0.78 28.29783405 22.07231056 3264.088124 13874.7078 1918.666109 157.1506 15950.525
15 0.8 28.08985527 22.47188422 3265.836432 13919.00364 1876.671777 154.84909 15950.525
16 0.9 27.13421858 24.42079672 3278.591687 14114.45533 1691.577015 144.49217 15950.525
17 1 26.29679746 26.29679746 3296.483261 14275.06982 1539.743582 135.71111 15950.525
18 1.1 25.55415198 28.10956718 3317.967607 14409.42869 1412.941686 128.15413 15950.525

Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio Hs/D yang memberikan luas tangki yang

paling kecil yaitu 0,6-0,8.

Sehingga untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 0,7.

D = 29,1964 ft
= 350,3571 in
= 8,8992 m

Dstandar = 35 ft (420 in)

H = 20,4375 ft

= 245,2500 in

= 6,2294 m

Hstandar = 24 ft (288 in)

Cek rasio H/D :

Hs/D = 30/43

= 0,6977 (Memenuhi)

p. Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki

Vshell = D2 H
= (35 ft)2.24 ft
= 23.079,0000 ft3

Vdh = 0,000049 D3

= 0,000049 (35)3

= 2,1009 ft3

Vsf = D2 sf

= .(420)2.3

= 415.422 in3
= 240,4063 ft3

Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf

= 23.079 + 2,1009 + 240,4063

= 23.321,5071 ft3

= 15.434,7163 m3

Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid

= 23.321,5071 12.760,4195

= 10.561,0876 ft3

Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)


= 10.561,0876 (2,1009 + 240,4063)
= 10.318,5805 ft3

Hshell kosong =

= 10,7304 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong

= 24 10,7304

= 13,2696 ft

q. Menenetukan Tekanan desain

Ketebalan shell akan berbeda dari dasar tangki sampai puncak. Hal ini karena

tekanan zat cair akan semakin tinggi dengan bertambahnya jarak titik dari

permukaan zat cair tersebut ke dasar tangki. Sehingga tekanan paling besar

adalah tekanan paling bawah. Tekanan desain dihitung dengan persamaan :

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Menentukan tekanan hidrostatis


camp = 999,0738 kg/m3

= 62,3700 lb/ft3

Phidrostatis =

= 5,9396 psi

Pabs = 15,0830 psi + 5,9396 psi

= 21,0225 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja normal/absolut (Coulson, 1988


hal. 637). Tekanan desain yang dipilih 10 % diatasnya. Tekanan desain pada
courses ke-1 (plat paling bawah) adalah:
Pdesain = 1,1 x Pabs

= 1,1 x 21,0225 psi

= 23,1248 psi = 6,205 atm

Berikut ini adalah tabel perhitungan tekanan desain untuk setiap courses :
Tabel C.14. Tekanan Desain Masing-masing Courses
Pdesain
Course H (ft) HL (ft) Phid (psi) Pabsolut(psi)
(psi)
1 24.0000 13.2696 5.9396 21.0225 23.1248
2 18.0000 7.2696 3.2539 18.3369 20.1706
3 12.0000 1.2696 0.5683 15.6513 17.2164
4 6.0000 -4.7304 -2.1173 12.9656 14.2622

r. Menentukan Tebal dan Panjang Shell

Tebal Shell

Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :

ts = (Brownell & Young,1959.hal.256)

keterangan :
ts = Tebal shell, in

P = Tekanan dalam tangki, psi

f = Allowable stress, psi

d = Diameter shell, in

E = Efisiensi pengelasan

c = Faktor korosi, in

Dari Tabel Appendix D, item 4 & 13.2 pada 200 oF, Brownell and Young,

1959 diperoleh data :

f = 12.650 psi

E = 75 % (single-welded butt joint without backing strip, no radiographed)

C = 0,125 in/10 tahun (tabel 6, Timmerhaus,1991:542)

Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses ke-1:

ts =

= 0,6376 in (1,3 in)

Tabel C.15. Ketebalan shell masing-masing courses


ts standar
Courses H (ft) Pdesain (psi) ts (in)
(in)
1 24.0000 23.1248 0.6376 1.3000
2 18.0000 20.1706 0.5720 1.2000
3 12.0000 17.2164 0.5065 1.1000
4 6.0000 14.2622 0.4410 1.0000

Panjang Shell

Untuk menghitung panjang shell, persamaan yang digunakan adalah :


L = (Brownell and Young,1959)

Keterangan :

L = Panjang shell, in

Do = Diameter luar shell, in

n = Jumlah plat pada keliling shell

weld length = Banyak plat pada keliling shell dikalikan dengan

banyak sambungan pengelasan vertikal yang

diizinkan.
= n x butt welding
Menghitung panjang shell (L) pada courses ke-1 :

ts = 1,3 in

Do = Di + 2.ts

= 420 + (2 x 1,3)

= 422,6 in

n = 4 buah

butt welding = 5/32 in (Brownell and Young,1959,hal. 55)

weld length = 4 x 5/32 in = 0,6250 in

L =

= 27,6321 ft

Tabel C.16. Panjang shell masing-masing courses.


Course ts, (in) do (in) L (ft)
1 1.3000 422.6000 27.6321
2 1.2000 422.4000 27.6190
3 1.1000 422.2000 27.6059
4 1.0000 422.0000 27.5928
s. Desain Head (Desain Atap)

Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head. Jenis

head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di dalam

tangki, yang akan mengakibatkan tekanan didalam tangki menjadi naik.

Torispherical flanged dan dished head ini, mempunyai rentang allowable pressuse

antara 15 psig (1,0207 atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) sehingga dapat

menyimpan liquid dengan baik (Brownell and Young, 1959).

OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar C.2 Torispherical flanged and dished head.

Dalam menentukan tebal head, persamaan yang digunakan yaitu :

th = (Brownell and Young, 1959,hal. 258):

Keterangan :
th = Tebal head (in)
P = Tekanan desain (psi)
rc = Radius knuckle, in
icr = Inside corner radius ( in)
w = stress-intensitication factor
E = Effisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)

untuk itu diperlukan nilai stress intensification untuk torispherical dished head
dengan menggunakan persamaan :

w = (Brownell and Young,1959.hal.258)

,dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)

Diketahui :
Di = rc = 420 in
icr = 0,06 x 420 in
= 25,2000 in

Maka w =

= 1.7706 in

Sehingga th =

= + 0,125 in

= 1,0315 in (dipakai plat standar 2,5 in)

Untuk th = 2,5 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh:
sf = 1,5 4,5 in (Direkomendasikan nilai sf = 3 in)

menentukan Depth of dish (b)

b = (Brownell and Young,1959.hal.87)


=

= 71,1218 in
Menentukan Tinggi head (OA)
Hhead (OA) = th + b + sf (Brownell and Young,1959.hal.87)
OA = (2,5 + 71,1218 + 3) in
= 76,6218 in
= 6,3851 ft

t. Menentukan Tinggi Total Tangki


Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:
Htotal = Hshell + Hhead
= 24 ft + 6,3851 ft
= 46,6186 ft
u. Desain Lantai
Untuk memudahkan pengelasan dan memperhitungkan terjadinya korosi, maka
pada lantai (bottom) dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan yang
bekerja pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar diketahui
apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak (Brownell and
Young, 1959).

Tegangan kerja pada bottom :


Compressive stress yang dihasilkan oleh Propanol.

S1 = (Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan :
S1 = Compressive stress (psi)
w = Jumlah Propanol (lbm)
Di = Diameter dalam shell (in)

S1 =

= 5,9399 psi
Compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell.

S2 = (Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan :
S2 = Compressive stress (psi)
X = Tinggi tangki total = 46,6186 ft
s = Densitas shell = 490 lbm/ft3 untuk material steel

S2 =

= 103,3929 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai :


St = S1 + S 2
` = 5,9399 psi + 103,3929 psi
= 109,3327 psi

Batas tegangan lantai yang diizinkan :


St < tegangan bahan plat (f) x efisiensi pengelasan (E)
109,3327 psi < (12.650 psi) x (0,75)
109,3327 psi < 9.487,5 psi (memenuhi)

Tabel. C.17. Spesifikasi Tangki CH3COOH (TP-101)


Alat Tangki Penyimpanan bahan baku CH3COOH
Kode ST-102
Fungsi Menyimpan CH3COOH Cair
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical.
Kapasitas 871.133,0399 kg
Dimensi Diameter shell (D) = 60 ft
Tinggi shell (Hs) = 30 ft
Tebal shell (ts) = 1,7 in
Tinggi atap = 7,7815 ft
Tebal head = 3 in
Tinggi total = 37,7811 ft = 11,5157 m
Tekanan Desain 15,0830 psi
Bahan Carbon Steel SA-203 Grade C
Jumlah 1 (Satu)

3. Storage Tank H2SO4 (ST-103)


Fungsi : Menyimpan Bahan Katalis Asam Sulfat cair.

Kondisi Operasi
Temperatur design = 50 oC
Temperatur fluida = 35 oC

Tekanan = 1 atm

Tipe Tangki : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk torispherical flanged and dished

head.

Bahan : Carbon Steel SA-203 Grade C

Pertimbangan :
H2SO4 disimpan dalam tangki torispherical flanged and dished head
karena tangki ini merupakan bejana yang mampu menyimpan fluida
cair pada tekanan 15 psig (1 atm) 200 psig (13,6 atm).
Carboon steel SA 167 Grade 11 type 316 digunakan karena
Mempunyai allowable stress cukup besar (Appendix D, Item 4, B &
Y). Selain itu Stainless steel merupakan bahan yang tahan terhadap
korosi (Tabel 4-28 Ulrich) dan memiliki Tensile strength nya besar
(Appendix D, Item 4, B & Y)
Gambar C.3. Tangki penyimpan Asam Asetat CH3COOH

v. Menentukan Temperatur dan Tekanan Penyimpanan

Tabel C.18. Konstanta Tekanan Uap Masing-masing komponen


Komponen A B C D E
H2SO4 2,0580 -4192,0000 3,2570 -0,0010 0
2,4247E-
H2 O 29,8605 -3.152,2000 -7,3037 1,8090E-06
09
Sumber : Yaws, Carl L.

Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil sebagai

berikut:

Tabel C.19. Hasil perhitungan tekanan fluida di dalam tangki


Log Po
Komponen Kg/Jam Kmol/Jam Zi Ki=Po/P Y = Ki*Xi
Po (mmHg)
-
H2SO4 4,3971 0,0449 0,9000 0,0008623 0.542504 0,48825
3,0643
H2 O 0,0897 0,0050 0.1000 1,7225 52,779067 33203,887 3320,38872
Total 4,4868 0,0499 1 3320,8770

T = 50 oC
P = 0,0236 atm
Sehingga desain tangki dilakukan pada kondisi:
T = 50 oC
P = 1 atm + 0.0236 atm
= 1 atm
= 14,6960 psi
w. Menghitung densitas campuran

Tabel C.20. Konstanta Densitas Masing-masing Komponen


Komponen A B Tc n
H2SO4 0,4217 0,1936 925,0000 0,2857
H2 O 0,3471 0,2740 647,1300 0,2857
Sumber : Yaws, Carl L.

Dengan T = 50 oC = 323,15 K

Tabel C.21. Perhitungan Densitas Campuran


Komponen Kg/Jam Kmol/Jam wi (kg/m3) wi/
H2SO4 4,3971 0,0449 0,9800 1820,3353 0,0005
H2 O 0,0897 0,0050 0,0200 871,8611 0
Total 4,4868 0,0499 1 0,0006

liquid =

liquid = 1781,5728 kg/m3


= 111,2197 lb/ft3
x. Menghitung Kapasitas Tangki

waktu tinggal = 30 hari

Jumlah CH3COOH = 4,4868 kg/jam x 24 jam x 30 hari

= 19.383,0023 kg

= 10,8797 m3
= 369,5697 ft3

Over Design = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991,hal. 37)

Vtangki = (100/80) x Vliquid

= (100/80) x 10,8797 m3

= 13,5996 m3

= 480,2493 ft3

y. Menentukan Rasio Hs/D

Vtangki = Vshell + Vtutup

= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf

Atangki = Ashell + Atutup

= ( D2 + D H) + 0,842 D2

Keterangan :

D = diameter tangki, in

sf = straight flange, in (dipilih sf = 3 in)

Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :

Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D

Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang paling

kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada Tabel C.10.

berikut.

Tabel C.22. Hasil Trial Hs/D Terhadap Luas Tangki


trial H/D D (ft) H (ft) A (ft2) Vsilinder , ft3 Vhead, ft3 Vsf, ft3 Vtotal (ft3)
1 0.4 13.34002584 5.33601034 513.0479822 745.4176303 201.006375 34.923922 981.34793
2 0.5 12.58131671 6.29065836 506.0516282 781.6601047 168.623502 31.06432 981.34793
3 0.6 11.97086775 7.18252065 503.1321794 807.9747806 145.250192 28.122954 981.34793
4 0.62 11.86230931 7.35463177 502.8850592 812.3984362 141.334293 27.615198 981.34793
5 0.64 11.75760212 7.52486535 502.7279753 816.5934813 137.624608 27.129837 981.34793
6 0.66 11.65651281 7.69329845 502.6533515 820.5773552 134.105242 26.66533 981.34793
7 0.68 11.55882775 7.86000287 502.6543702 824.3657599 130.761891 26.220275 981.34793
8 0.7 11.46435089 8.02504563 502.724881 827.9728717 127.581654 25.793401 981.34793
9 0.71 11.41825864 8.10696363 502.7844369 829.7125009 126.049012 25.586414 981.34793
10 0.72 11.37290196 8.18848941 502.8593227 831.4115227 124.55286 25.383544 981.34793
11 0.73 11.32826053 8.26963019 502.9489242 833.0713568 123.091908 25.184662 981.34793
10 0.74 11.28431481 8.35039296 503.0526562 834.6933569 121.664927 24.989643 981.34793
13 0.76 11.19843604 8.51081139 503.3003053 837.8289645 118.908237 24.610725 981.34793
14 0.78 11.11512374 8.66979652 503.5981064 840.8279993 116.27403 24.245898 981.34793
15 0.8 11.03424641 8.82739713 503.942264 843.6992796 113.754308 23.894339 981.34793
16 0.9 10.66239592 9.59615633 506.2468164 856.3998473 102.637067 22.311012 981.34793
17 1 10.33624247 10.3362425 509.2963095 866.8774836 93.5035036 20.96694 981.34793
18 1.1 10.04677277 11.05145 512.8641641 875.6732454 85.8656688 19.809012 981.34793

Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio Hs/D yang memberikan luas tangki yang

paling kecil yaitu 0,6-0,8.

Sehingga untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 0,66

D = 11,6565 ft
= 139,8782 in
= 3,5529 m

Dstandar = 15 ft (180 in)

H = 8,0250 ft

= 96,3005 in

= 2,4460 m

Hstandar = 12 ft (144 in)

Cek rasio H/D :

Hs/D = 30/43

= 0,6977 (Memenuhi)

z. Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki

Vshell = D2 H
= (15 ft)2.12 ft
= 2.119,5000 ft3

Vdh = 0,000049 D3

= 0,000049 (15)3

= 0,1654 ft3

Vsf = D2 sf

= .(180)2.3

= 76.302,000 in3

= 44,1563 ft3

Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf

= 2.119,5 + 0,1654 + 44,1563

= 2.163,8216 ft3

= 15.434,7163 m3

Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid

= 2.163,8216 384,1995

= 1.779,6222 ft3

Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)


= 1.779,6222 (0,1654 + 44,1563)
= 1.735,3005 ft3

Hshell kosong =

= 9,8248 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong

= 12 9,8248

= 2,1752 ft
. Menenetukan Tekanan desain

Ketebalan shell akan berbeda dari dasar tangki sampai puncak. Hal ini karena

tekanan zat cair akan semakin tinggi dengan bertambahnya jarak titik dari

permukaan zat cair tersebut ke dasar tangki. Sehingga tekanan paling besar

adalah tekanan paling bawah. Tekanan desain dihitung dengan persamaan :

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Menentukan tekanan hidrostatis

camp = 999,0738 kg/m3

= 62,3700 lb/ft3

Phidrostatis =

= 1,6801 psi

Pabs = 14,6960 psi + 1,6801 psi

= 16,3761 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja normal/absolut (Coulson, 1988


hal. 637). Tekanan desain yang dipilih 10 % diatasnya. Tekanan desain pada
courses ke-1 (plat paling bawah) adalah:
Pdesain = 1,1 x Pabs

= 1,1 x 16,3761 psi

= 18,0137 psi = 6,205 atm

Berikut ini adalah tabel perhitungan tekanan desain untuk setiap courses :
Tabel C.23. Tekanan Desain Masing-masing Courses
Pdesain
Course H (ft) HL (ft) Phid (psi) Pabsolut(psi)
(psi)
1 12.0000 2.1752 1.6801 16.3761 18.0137
2 6.0000 -3.8248 -2.9541 11.7419 12.9161
. Menentukan Tebal dan Panjang Shell

Tebal Shell

Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :

ts = (Brownell & Young,1959.hal.256)

keterangan :

ts = Tebal shell, in

P = Tekanan dalam tangki, psi

f = Allowable stress, psi

d = Diameter shell, in

E = Efisiensi pengelasan

c = Faktor korosi, in

Dari Tabel Appendix D, item 4 & 13.2 pada 200 oF, Brownell and Young,

1959 diperoleh data :

f = 12.650 psi

E = 75 % (single-welded butt joint without backing strip, no radiographed)

C = 0,125 in/10 tahun (tabel 6, Timmerhaus,1991:542)

Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses ke-1:

ts =

= 0,2961 in (1,36 in)


Tabel C.24. Ketebalan shell masing-masing courses
ts standar
Courses H (ft) Pdesain (psi) ts (in)
(in)
1 12.0000 18.0137 0.2961 1.3600
2 6.0000 12.9161 0.2476 1.2500

Panjang Shell

Untuk menghitung panjang shell, persamaan yang digunakan adalah :

L = (Brownell and Young,1959)

Keterangan :

L = Panjang shell, in

Do = Diameter luar shell, in

n = Jumlah plat pada keliling shell

weld length = Banyak plat pada keliling shell dikalikan dengan

banyak sambungan pengelasan vertikal yang

diizinkan.
= n x butt welding
Menghitung panjang shell (L) pada courses ke-1 :

ts = 1,36 in

Do = Di + 2.ts

= 180 + (2 x 1,36)

= 182,72 in

n = 2 buah

butt welding = 5/32 in (Brownell and Young,1959,hal. 55)


weld length = 2 x 5/32 in = 0,3125 in

L =

= 23,8928 ft

Tabel C.25. Panjang shell masing-masing courses.


Course ts, (in) do (in) L (ft)
1 1.3600 182.7200 23.8928
2 1.2500 182.5000 23.8641

cc. Desain Head (Desain Atap)

Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head. Jenis

head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di dalam

tangki, yang akan mengakibatkan tekanan didalam tangki menjadi naik.

Torispherical flanged dan dished head ini, mempunyai rentang allowable pressuse

antara 15 psig (1,0207 atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) sehingga dapat

menyimpan liquid dengan baik (Brownell and Young, 1959).

OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar C.2 Torispherical flanged and dished head.


Dalam menentukan tebal head, persamaan yang digunakan yaitu :

th = (Brownell and Young, 1959,hal. 258):

Keterangan :
th = Tebal head (in)
P = Tekanan desain (psi)
rc = Radius knuckle, in
icr = Inside corner radius ( in)
w = stress-intensitication factor
E = Effisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)

untuk itu diperlukan nilai stress intensification untuk torispherical dished head
dengan menggunakan persamaan :

w = (Brownell and Young,1959.hal.258)

,dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)

Diketahui :
Di = rc = 180 in
icr = 0,06 x 180 in
= 10,8000 in

Maka w =

= 1.7706 in

Sehingga th =

= + 0,125 in

= 0,4276 in (dipakai plat standar 2,5 in)


Untuk th = 2,5 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh:
sf = 1,5 4,5 in (Direkomendasikan nilai sf = 3 in)

menentukan Depth of dish (b)

b = (Brownell and Young,1959.hal.87)

= 30,4808 in
Menentukan Tinggi head (OA)
Hhead (OA) = th + b + sf (Brownell and Young,1959.hal.87)
OA = (2,5 + 30,4808 + 3) in
= 35,9808 in
= 2,9984 ft

dd. Menentukan Tinggi Total Tangki


Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:
Htotal = Hshell + Hhead
= 12 ft + 2,9984 ft
= 14,9984 ft
ee. Desain Lantai
Untuk memudahkan pengelasan dan memperhitungkan terjadinya korosi, maka
pada lantai (bottom) dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan yang
bekerja pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar diketahui
apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak (Brownell and
Young, 1959).

Tegangan kerja pada bottom :


Compressive stress yang dihasilkan oleh Propanol.

S1 = (Brownell and Young,1959.hal.156)


Keterangan :
S1 = Compressive stress (psi)
w = Jumlah Propanol (lbm)
Di = Diameter dalam shell (in)

S1 =

= 1,6801 psi

Compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell.

S2 = (Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan :
S2 = Compressive stress (psi)
X = Tinggi tangki total = 14,9982 ft
s = Densitas shell = 490 lbm/ft3 untuk material steel

S2 =

= 51,0357 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai :


St = S1 + S 2
` = 1,6801 psi + 51,0357 psi
= 52,7158 psi

Batas tegangan lantai yang diizinkan :


St < tegangan bahan plat (f) x efisiensi pengelasan (E)
52,7158 psi < (12.650 psi) x (0,75)
52,7158 psi < 9.487,5 psi (memenuhi)

Tabel. C 26. Spesifikasi Tangki H2SO4 (TP-101)


Alat Tangki Penyimpanan bahan baku H2SO4
Kode ST-103
Fungsi Menyimpan H2SO4 Cair
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical.
Kapasitas 19.383,0023 kg
Dimensi Diameter shell (D) = 60 ft
Tinggi shell (Hs) = 30 ft
Tebal shell (ts) = 1,7 in
Tinggi atap = 7,7815 ft
Tebal head = 3 in
Tinggi total = 37,7811 ft = 11,5157 m
Tekanan Desain 14,6960 psi
Bahan Stainless Steel (austenitic) AISI tipe 316
Jumlah 1 (Satu)

C. 3 Storage Tank NaOH (ST-301)

Fungsi : Menyimpan Natrium Hidroksida (NaOH)


Tipe Tangki : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan Atap
(head) berbentuk Torispherical Roof
Bahan : Carbon Steel SA-203 Grade C
Pertimbangan : Mempunyai allowable stress cukup besar
Harganya relatif murah
Tahan terhadap korosi
Kondisi Operasi : Temperatur design : 50 oC
Temperatur fluida : 35 oC
Tekanan : 1 atm

a. Menentukan Temperatur dan Tekanan Penyimpanan


o
Siang hari, diperkirakan temperatur dinding tangki mencapai 50 C.
Perancangan akan dilakukan pada temperatur tersebut dengan tujuan untuk
menjaga temperatur fluida di dalam tangki. Yaitu untuk menghindari adanya
transfer panas dari dinding tangki ke fluida. Oleh karena temperatur dinding
tangki pada siang hari diperkirakan mencapai 50 oC, dan apabila dinding
tangki tidak dirancang sesuai kondisi tersebut, maka akan terjadi transfer
panas dari dinding tangki ke fluida yang menyebabkan tekanan uap fluida
semakin besar. Semakin tinggi tekanan uap, maka perancangan dinding
tangki akan semakin tebal. Dimana semakin tebal dinding tangki, maka
transfer panas dari dinding ke fluida akan semakin kecil, sehingga dapat
diabaikan.

Berikut adalah perhitungan tekanan fluida pada temperatur 50 oC.


Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:

T = 50 oC
P = 0,001 atm

Sehingga desain tangki dilakukan pada kondisi:


T = 50 oC
P = 1 atm + 0,001 atm
= 1,001 atm
= 14,706 psi

b. Menghitung densitas campuran


wi
liquid =
wi

1
=
8,10 x 10 -4
liquid = 1.234,953kg/m3
= 77,095 lb/ft3

c. Menghitung Kapasitas Tangki


Waktu tinggal = 30 hari

Jumlah bahan baku NaOH yang harus disimpan dalam 30 hari sebanyak
16.388,541 kg. (Ulrich: 248)

Jumlah NaOH = 22,762kg/jam x 24 jam x 30 hari


= 16.388,541 kg
m liquid
Volume liquid =
liqud
16.388,541 kg
=
22,762 kg/m 3

= 13,271 m3
= 468,629 ft3
Over Design = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991:37)
Vtangki = 1,2 x Vliquid
= 1,2 x 13,271 m3
= 15,925 m3
= 562,355 ft3

d. Menentukan Rasio Hs/D


Vtangki = Vshell + Vtutup
= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf
Atangki = Ashell + Atutup
= ( D2 + D H) + 0,842 D2

Keterangan :
D = diameter tangki, in
sf = straight flange, in (dipilih sf = 3 in)

Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :


Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D
Terlihat bahwa rasio Hs/D yang memberikan luas tangki yang paling kecil
yaitu 0,69.
Maka untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 0,69
D = 9,544 ft
= 114,527 in
= 2,909 m
Dstandar = 10 ft (120 in)
H = 6,654 ft
= 79,844 in
= 2,028 m
Hstandar = 7 ft (84 in)
Cek rasio H/D :
Hs/D = 7/10
= 0,70

e. Menentukan Jumlah Courses


Lebar plat standar yang digunakan :
L = 72 in (Appendix E, item 1, B & Y)
= 6 ft
7 ft
Jumlah courses =
6 ft
= 1,167 buah = 2 buah

f. Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki


Vshell = D2 H
= (10 ft)2.7ft
= 549,500 ft3

Vdh = 0,000049 D3
= 0,000049 (120)3
= 84,672 ft3
Vsf = D2 sf
= .(120)2.3
= 33.912,00 in3 = 19,625 ft3

Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf


= 549,500 + 84,672 + 19,625
= 653,797 ft3
= 18,514 m3

Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid


= 653,797 468,629
= 185,168 ft3
Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)
= 185,168 (84,672 + 19,625)
= 80,871 ft3

4.Vshell kosong
Hshell kosong =
.D 2
4 80,871
=
10 2
= 1,030 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong


= 7 1,030
= 5,970 ft

g. Menenetukan Tekanan desain


Pabs = Poperasi + Phidrostatis
Densitas yang digunakan adalah densitas campuran:
mix = 1.234,953 kg/m3
= 77,095 lb/ft3
g HL
gc
Phidrostatis =
144
77,095 lb/ft 3 9,81 5,970 ft
9,81
= = 2,586 psi
144

Pabs = 14,706 psi + 2,586 psi


= 17,292 psi

Tekanan desain dipilih 50% (Megyesy: 16)

Pdesain = 1,5 x Pabs


= 1,5 x 17,292 psi
= 19,021 psi

h. Menentukan Tebal dan Panjang Shell


Tebal Shell
Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :
P.d
ts = c (Brownell & Young,1959:256)
2.( f .E 0,6 P)
Keterangan :
ts = ketebalan dinding shell, in
Pd = tekanan desain, psi
D = diameter tangki, in
f = nilai tegangan material, psi
Carbon Steel SA 203 Grade C
18.750 psi (App. D item 4, Brownell & Young, 1959)
E = efisiensi sambungan 0,8
jenis sambungan las (single-welded butt joint without backing
strip, no radiographed)
C = korosi yang diizinkan (corrosion allowance)
0,25 in/2s0 th (Tabel 6, Coulson vol.6:217)

Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses ke-1:


19,021 psi x 120 in
ts = + 0,25 in
2 x((18.750 psi x 0,8 ) - (0,6 19,021))
= 0,201 in (0,210 in)

Do = Di + 2.ts
= 120 + (2 x 0,21) = 120,420 in
i. Desain Head (Desain Atap)
Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head.
Jenis head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di
dalam tangki sehingga mengakibatkan naiknya tekanan dalam tangki, karena
naiknya temperatur lingkungan menjadi lebih dari 1 atm. Untuk torispherical
flanged dan dished head, mempunyai rentang allowable pressuse antara 15
psig (1,0207 atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) (Brownell and
Young, 1959).
OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar C.3.2. Torispherical flanged and dished head.

Menghitung tebal head minimum


Menentukan nilai stress intensification untuk torispherical dished head
dengan menggunakan persamaan (Brownell and Young, 1959):

1 rc
w = 3 (Brownell and Young,1959:258)
4 icr
icr
6% , dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)
rC

Darti tabel 5.7. Brownell and Young hal 90 diketahui:


rc = 120 in
icr = 7,20 in

Maka :

1 120
w = .3
4 7,20

= 1,771 in
Menentukan tebal head dengan menggunakan persamaan (Brownell and
Young, 1959: 258):
P.rc .w
th = C
2fE 0,2P
19,021 120 1,771
= 0,25
(2 18.750 0,8) (0,2 19,021)
= 0,260 in (dipakai plat standar 0,3125 in)

Untuk th = 0,3125 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh:
sf = 1,5 4 in
Direkomendasikan nilai sf = 2 in

Keterangan :
th = Tebal head (in)
P = Tekanan desain (psi)
rc = Radius knuckle, in
icr = Inside corner radius ( in)
w = stress-intensitication factor
E = Effisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)

Depth of dish (b) (Brownell and Young,1959:87)


2
2 ID
b = rc (rc icr ) icr
2
2
2 84
= 84 (84 1,875) 1,875 = 12,502 in
2
Tinggi Head (OA)
OA= th + b + sf (Brownell and Young,1959:87)
OA = 0,3125 + 20,321 + 2
= 23,633 in
= 1,969 ft
j. Menentukan Tinggi Total Tangki
Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:
Htotal = Hshell + Hhead
= 7,00 + 1,969 = 8,969 ft
k. Koreksi Volume Tangki
.ID 2 .H
Vshell =
4
= 945.536,00 in3 = 549,500 ft3
Vhead = 0,000049 D3
= 84,672 ft3
.ID 2 .sf
Vsf =
4
= 33.912,00 in3 = 19,625 ft3
Vtangki,kor = Vshell + Vhead + Vsf
= 549,500 ft3+ 84,672 ft3 + 19,625 ft3
= 653,797 ft3
Tabel. C.3.4. Spesifikasi Tangki Natrium Hidroksida (ST-301)

Alat Tangki Penyimpanan Natrium Hidroksida (NaOH)


Kode ST-301
Menyimpan Natrium Hidroksida dengan kapasitas
Fungsi
16.388,541 kg
Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
Bentuk
bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical.
Kapasitas 18,514 ft3
Dimensi Diameter shell (D) = 10,000 ft
Tinggi shell (Hs) = 7,000 ft
Tebal shell (ts) = 0,210 in
Tinggi total = 8,969 ft
Tekanan Desain 19,021 psi
Bahan Carbon Steel SA 203 Grade C

4 Storage Tank Propil Asetat (ST-302)

Fungsi : Menyimpan produk Propil Asetat 98 %.


Tipe Tangki : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan Atap
(head) berbentuk Torispherical Roof
Bahan : Carbon Steel SA-203 Grade C
Pertimbangan : Mempunyai allowable stress cukup besar
Harganya relatif murah
Tahan terhadap korosi
Kondisi Operasi : Temperatur design : 50 oC
Temperatur fluida : 35 oC
Tekanan : 1 atm

Gambar C..5. Tangki penyimpan Propil Asetat

a. Menentukan Temperatur dan Tekanan Penyimpanan


o
Siang hari, diperkirakan temperatur dinding tangki mencapai 50 C.
Perancangan akan dilakukan pada temperatur tersebut dengan tujuan untuk
menjaga temperatur fluida di dalam tangki. Yaitu untuk menghindari adanya
transfer panas dari dinding tangki ke fluida. Oleh karena temperatur dinding
tangki pada siang hari diperkirakan mencapai 50 oC, dan apabila dinding
tangki tidak dirancang sesuai kondisi tersebut, maka akan terjadi transfer
panas dari dinding tangki ke fluida yang menyebabkan tekanan uap fluida
semakin besar. Semakin tinggi tekanan uap, maka perancangan dinding
tangki akan semakin tebal. Dimana semakin tebal dinding tangki, maka
transfer panas dari dinding ke fluida akan semakin kecil, sehingga dapat
diabaikan.

Berikut adalah perhitungan tekanan fluida pada temperatur 50 oC.


Dengan cara trial tekanan pada temperatur 50 oC, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:

T = 50 oC
P = 2,03x10-5 atm

Sehingga desain tangki dilakukan pada kondisi:


T = 50 oC
P = 1 atm + 2,03x10-5 atm
= 1 atm
= 14,696 psi

b. Menghitung densitas campuran

wi
liquid =
wi

1
=
1,03 x 10 -3
liquid = 971,373 kg/m3
= 60,641 lb/ft3

C. Menghitung Kapasitas Tangki


Waktu tinggal = 7 hari
Jumlah produk Propil Asetat yang harus disimpan dalam 7 hari sebanyak
69069.175 kg
Jumlah Propil Asetat = 3737,484 x 24 jam x 7 hari

= 69069.175 kg
m liquid
Volume liquid =
liqud

69069.175 kg
=
971,373 kg/m 3

= 1.201,059 m3
= 42.413,441 ft3

Over Design = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991: 37)


Vtangki = 1,2 x Vliquid
= 1,2 x 1.201,059 m3
= 1.441,270 m3
= 50.896,130 ft3

c. Menentukan Rasio Hs/D


Vtangki = Vshell + Vtutup
= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf
Atangki = Ashell + Atutup
= ( D2 + D H) + 0,842 D2
Keterangan :
D = diameter tangki, in
sf = straight flange, in (dipilih sf = 3 in)
Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :
Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D
Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki ang paling
kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada Tabel
C.4.3. berikut.
Maka untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 1,01
D = 38,673 ft
= 464,076 in
= 11,788 m
Dstandar = 40 ft (480 in)
H = 38,930 ft
= 467,157 in
= 11,866 m
Hstandar = 40 ft (480 in)
Cek rasio H/D :
Hs/D = 40/40
= 1,00

d. Menentukan Jumlah Courses


Lebar plat standar yang digunakan :
L = 72 in (Appendix E, item 1, B & Y)
= 6 ft
40 ft
Jumlah courses =
6 ft

= 6,67 buah = 7 buah


e. Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki
Vshell = D2 H
= (40 ft)2.40ft
= 50.240,00 ft3

Vdh = 0,000049 D3
= 0,000049 (480)3
= 5.419,008 ft3

Vsf = D2 sf
= .(480)2.3
= 542.592 in3 = 314 ft3
Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf
= 50.240,00 + 5.419,008 + 314,00
= 55.973,008 ft3
= 1.584,988 m3
Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid
= 55.973,008 42.413,441
= 13.559,567 ft3
Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)
= 13.559,567 (5.419,008 + 314)
= 7.826,559 ft3

4.Vshell kosong
Hshell kosong =
.D 2
4 7.826,559
=
40 2
= 6,231 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong


= 40 6,231
= 33,769 ft

f. Menenetukan Tekanan desain


Ketebalan shell akan berbeda dari dasar tangki sampai puncak. Hal ini karena
tekanan zat cair akan semakin tinggi dengan bertambahnya jarak titik dari
permukaan zat cair tersebut ke dasar tangki. Sehingga tekanan paling besar
adalah tekanan paling bawah. Tekanan desain dihitung dengan persamaan :
Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Untuk menentukan tekanan hidrostatis, jika densitas fluida lebih kecil dari
densitas air, maka densitas yang digunakan adalah densitas air (Brownell &
Young,1959:46).

Maka untuk selajutnya digunakan densitas air pada suhu 60 oF:


air = 999,074 kg/m3
= 62,370 lb/ft3
g HL
gc
Phidrostatis =
144

62,370 lb/ft 3 9,81 33,769 ft


9,81
= = 14,626 psi
144
Pabs = 14,696 psi + 14,626 psi
= 29,322 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja normal/absolut (Coulson, 1988


hal. 637). Tekanan desain yang dipilih 10 % diatasnya. Tekanan desain pada
courses ke-1 (plat paling bawah) adalah:
Pdesain = 1,1 x Pabs
= 1,1 x 29,322 psi
= 32,255 psi
g. Menentukan Tebal dan Panjang Shell
Tebal Shell
Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :
P.d
ts = c (Brownell & Young,1959:256)
2.( f .E 0,6 P)
Keterangan :
ts = ketebalan dinding shell, in
Pd = tekanan desain, psi
D = diameter tangki, in
f = nilai tegangan material, psi
Carbon Steel SA-203 Grade C
18.750 psi (Tabel 13.1, Brownell & Young, 1959:251)
E = efisiensi sambungan 0,8
jenis sambungan las (single-welded butt joint without backing
strip, no radiographed)
C = korosi yang diizinkan (corrosion allowance)
0,125 in/10 th (Coulson vol. 6:217)
Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses ke-1:
32,255 psi x 480 in
ts = + 0,125 in
2 x((18.750 psi x 0,8 ) - (0,6 32,255))

= 0,651 (0,69 in)


Panjang Shell
Untuk menghitung panjang shell, persamaan yang digunakan adalah :
.Do - ( weld length)
L = (Brownell and Young,1959)
12.n
Keterangan :
L = Panjang shell, in
Do = Diameter luar shell, in
n = Jumlah plat pada keliling shell
weld length = Banyak plat pada keliling shell dikalikan dengan
banyak sambungan pengelasan vertikal yang
diizinkan.
= n x butt welding

Menghitung panjang shell (L) pada courses ke-1 :


ts = 0,69 in
Do = Di + 2.ts
= 480 + (2 x 0,69)
= 481,380 in
n = 6 buah
butt welding = 5/32 in (Brownell and Young,1959: 55)

(3,14).(481,380 in) - (5/32 in)


L =
12 x 6
= 20,980 ft

h. Desain Head (Desain Atap)


Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head.
Jenis head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di
dalam tangki sehingga mengakibatkan naiknya tekanan dalam tangki, karena
naiknya temperatur lingkungan menjadi lebih dari 1 atm. Untuk torispherical
flanged dan dished head, mempunyai rentang allowable pressuse antara 15
psig (1,0207 atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) (Brownell and
Young, 1959).
OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

C
Gambar C.4.3. Torispherical flanged and dished head.

Menghitung tebal head minimum


Menentukan nilai stress intensification untuk torispherical dished head
dengan menggunakan persamaan (Brownell and Young, 1959):

1 rc
w = 3 (Brownell and Young,1959:258)
4 icr
icr
6% , dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)
rC
Diketahui :
rc = 480 in
icr = 0,06 x 480 in
= 28,8 in
Maka :

1 480
w = . 3
4 28,8

= 1,771 in
Menentukan tebal head dengan menggunakan persamaan (Brownell and
Young, 1959: 258):
P.rc .w
th = C
2fE 0,2P
32,255 480 1,771
= 0,125
(2 18.750 0,8) (0,2 32,255)
= 1,039 in (dipakai plat standar 1 1/8 in)

Untuk th = 1 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh:
sf = 1,5 4 in
Direkomendasikan nilai sf = 3 in
Keterangan :
th = Tebal head (in)
P = Tekanan desain (psi)
rc = Radius knuckle, in
icr = Inside corner radius ( in)
w = stress-intensitication factor
E = Effisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)

Depth of dish (b) (Brownell and Young,1959.hal.87)


2
2 ID
b = rc (rc icr ) icr
2
2
2 480
= 480 (480 28,8) 28,8
2

= 81,282 in
Tinggi Head (OA)
OA= th + b + sf (Brownell and Young,1959:87)
OA= 1 + 81,282 + 3
= 85,407 in
= 7,117 ft

i. Menentukan Tinggi Total Tangki


Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:
Htotal = Hshell + Hhead
= 480 + 85,407
= 565,407 in = 47,117 ft
j. Desain Lantai
Untuk memudahkan pengelasan dan memperhitungkan terjadinya korosi,
maka pada lantai (bottom) dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan
yang bekerja pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar
diketahui apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak
(Brownell and Young, 1959).

Tegangan kerja pada bottom :


Compressive stress yang dihasilkan oleh Propil asetat
w
S1 = (Brownell and Young,1959:156)
1 Di2
4

Keterangan :
S1 = Compressive stress (psi)
w = Jumlah Propil Asetat (lbm)
Di = Diameter dalam shell (in)
= konstanta (= 3,14)

2.572.093,706 lb
S1 =
1 (3,14)(480 in )2
4
= 14,221 psi

Compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell


X s
S2 (Brownell and
144
Young,1959:156)

Keterangan :
S2 = Compressive stress (psi)
X = Tinggi tangki

s = Densitas shell = 490 lbm/ft3 untuk material steel

= konstanta (= 3,14)

47,117 490
S2 =
144
= 160,328 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai :


St = S1 + S 2
= 14,221 psi + 160,328 psi
= 174,549 psi

Batas tegangan lantai yang diizinkan :


St < tegangan bahan plat (f) x efisiensi pengelasan (E)
174,549 psi < (12.650 psi) x (0,75)
174,549 psi < 9.487,5000 psi (memenuhi)
Tabel. C.4.7. Spesifikasi Tangki Propil Asetat (ST-302)

Alat Tangki Penyimpanan Produk Propil Asetat


Kode ST-302
Fungsi Menyimpan PA dengan kapasitas
69069.175 kg
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical.
Kapasitas 1.584,988 m3
Dimensi Diameter shell (D) = 40 ft
Tinggi shell (Hs) = 40 ft
Tebal shell (ts) = 0,69 in
Tinggi atap = 7,117 ft
Tebal head = 1,125 in
Tinggi total = 47,117 ft
Tekanan Desain 32,255 psi
Bahan Carbon Steel SA-203 Grade C
HEATER (HE-01)

Fungsi : Memanaskan C3H7OH yang keluar dari T-01 untuk diumpankan ke

R-201 dari suhu 30C menjadi 90C

Gland Gland Gland


Return
Bend

Tee
Return
Head
Gambar.19.1. Double pipe Exchanger (Kern, hal.102, 1965)
Data data yang diketahui :

1. Data C3H7OH cair

Tin = 30 oC

Tout = 90 oC

= 1,7310 cp (Yaws)

k = 0,1018 BTU/jam ft oF

Cp = 0,61 BTU/lb oF

= 804,6 gr / liter x 1lb / 453,6gr x 28,32liter / ft3

= 50,2343 lb/ft3

2. Data Steam

Tin = 120 oC

Tout = 120 oC

= 0.0134 cp (fig.15 Kern)

= 0.069 lb/ft3 (steam table = 1/vg)

Panas yang harus ditransfer :


Enthalpi umpan masuk HE

Suhu umpan masuk = 30 oC

Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

kg BTU o 1lb
2419,814 0,61 o 86 77 F x
jam lb. F 453,6 gram
BTU 1055,04 Joule
186,7224 x
jam BTU
Joule
197001,711
jam

Enthalpi umpan keluar HE

Suhu umpan keluar = 90 oC

Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

kg BTU o 1lb
2419,814 0,61 o 194 77 F x
jam lb. F 4536kg
Btu 1055,04 Joule
2427,3911 x
jam BTU
Joule
2560994,706
jam

Beban panas HE

Q = H2 H1

= (2427,3911 186,7224) Kj /jam

= 2240,6687 BTU /menit x 60menit/jam

= 134440,122 BTU/jam

Sebagai pemanas digunakan steam jenuh pada suhu 120 oC (248 oF). Dari steam tabel

diperoleh : Hfg = 946.66 Btu/lb.

Kebutuhan Steam :
Q
Ws
H fg

Btu
134440,122
jam
Btu
946.66
lb
lb
142,0152
jam

Menentukan LMTD :

Hot Fluid (oF) Temperature Cold Fluid (oF) T (oF)

248 High 194 54 ( T1)

248 Low 86 162 ( T2)

T2 T1
LMTD
T2
Ln
T1

162 54
162
Ln
54
98,306 o F

dari tabel 8 Kern, untuk cairan Heavy organik mempunyai harga UD antara 6-60

BTU/jam ft2 oF. Diambil UD = 45 BTU/jam ft2 oF

Menentukan Luas Perpindahan Panas :

Q
A
UD LMTD
Btu
134440,122
jam
Btu
45 2 o
98,306 o F
jam. ft . F
30,3904 ft 2

Karena A < 100 ft2 maka digunakan jenis Double Pipe Exchanger.

Rute Fluida :

Inner Pipe : Steam

Outer Pipe :C3H7OH cair

Pemilihan Pipa Standar :

Outer Pipe Inner Pipe

2 in IPS Sch. No. 40 1 in IPS Sch. No. 40

OD : 2.38 in OD : 1.66 in

ID : 2.067 in ID : 1.38 in

at : 3.35 in2 at : 1.5 in2

ao : 0.622 ft2/ft ao : 0.435 ft2/ft

Panjang Pipa :

A
Lp
ao

30,3904 ft 2
ft 2
0.435
ft
69,8629 ft
Digunakan HE jenis Double Pipe Exchanger dengan Lp = 12 ft, 3 Hairpin.

Menentukan Akoreksi dan UDkoreksi :

Akoreksi = Lp x ao x Nt

= (12 ft) (0.435 ft2/ft) x 6

= 31,32 ft2

Q
UDkoreksi
Akoreksi LMTD

Btu
134440,122
jam
31,32 ft 2 98,306 o F
Btu
43,6644 o
jam. ft 2 F

Inner Pipe :

o
248 248 F
Tav 248o F
2

Flow Area :

Dp ID
1ft
1,38in x 0.115 ft
12in
D2 3.14 (0.115 ft) 2
ap 0.0104 ft 2
4 4
lb
142,0152
Wp jam lb
Gp 13655,3077
ap 0.0104 ft 2 jam. ft 2
lb
0.115 ft 13655,3077
Dp Gp jam. ft 2
Rep 48426,0635
2,42lb / ft. jam
0.0134cpx
cp

dari Kern hal. 164, untuk kondensasi steam harga hio = 1500 Btu/jam ft2 oF.

Outer Pipe (Anulus) :


o
194 86 F
Tav 140 o F
2

Flow Area :

2.067 in
D2 0.1722 ft
12 in / ft
1.66 in
D1 0.1383 ft
12 in / ft
2 2
D2 D1
aa 0.0083 ft 2
4

Diameter Ekuivalen :

2 2 2 2
D2 D1 0.1722 0.1383
De 0.0761 ft
D1 0.1383
lb
142,0152
Wa jam lb
Ga 2
17193,1235
aa 0,0083 ft jam. ft 2
lb
0.0761 ft 17193,1235
De Ga jam. ft 2
Rea 3123,3957
2,42lb / ft. jam
1,7310cpx
cp

dari fig. 24 Kern, didapat JH = 15

1/ 3
k J H Cp
ho (Kern, hal 150)
De k
1/ 3
2,42lb / f t. jam
0,61BTU / lb 0 F 1,7310cpx
0,1018 BTU / jam. f t 0 F 15 cp
0.0761 f t 0,1018 BTU / jam. f t 0 F

Btu
58,7515
jam. f t 2 .o F

Menentukan Uc dan Rd :

ho hio
Uc
ho hio
58,7515 x1500
58,7515 1500
Btu
56,5371
jam. ft 2 .o F

1 1
Rd
UD UC

1 1
Rd
UD UC

1 1
43,6644 BTU / jam. ft 2 .0 F 56,5371BTU / jam. ft 2 .0 F
jam. ft 2 .o F
0.00521
BTU

karena Rd > Rd min = 0.00521 > 0.003, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Outer Pipe (Anulus) :

De = D2 D1 = (0.1722 0.1383) in = 0.0339 ft

De ' Ga
Rea '

lb
0.0339 ft 17193,1235
jam. ft 2
2,42lb / ft. jam
1,7310cpx
cp
1391,368

0.264
f 0,0035 0.42
Rea '

0,264
0,0035 0.42
1391,368
0,0161
2
4 f Ga L
Fa 2
2 g De '

2
40,0161 17193,1235 18
2
2 4.18 x 108 (0,0339) 50,2343
0,004791 ft

Ga
V
3600

lb
17193,1235
jam. ft 2
lb det
50,2343 3600
ft 3 jam
ft
0,0951
det

V2
Ft 3
2g

(0,0951 ft / det) 2
3
2 32,2 ft / det 2
0,00042 ft

Fa Ft
Pa
144

lb
0,004791 ft 0,00042 ft 50,2343
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,00182
in 2

karena Pa < 10 psia, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Inner Pipe :

Rep = 48426,0635
0.264
f 0.0035 0.42
Rep

0,264
0,0035 0.42
48426,0635
3
6,3436 x 10

2
4 f Gp L
Fp 2
2g Dp

2
3 lb
4 6,3436 x 10 13655,3077 18 ft
jam. ft 2
2
8 lb
2 4,18 x 10 0,069 3 0,115 ft
ft
186,0668 ft

Fp
Pp
144

lb
186,0668 ft 0,069
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,089
in 2

karena Pp < 2 psia, maka HE memenuhi syarat.

Kesimpulan

1. Fungsi : Memanaskan C3H7OH yang keluar dari T-01 untuk diumpankan ke R-

01 dari suhu 30C menjadi 90C

2. Jenis : Double pipe exchanger

4. Jumlah steam : 1402,0152 lb/jam


5. Luas transfer panas : 30,3904 ft2

6. Panjang pipa : 12ft

7. Jumlah hairpin 3 setiap hairpin terdiri dari 2 pipa

8. Rd : 0,00521

9. Spesifikasi HE

Pipa Anulus

OD = 1,66 in OD = 2,38 in

ID = 1,38 in ID = 2,067 in

at = 1,5 in2 NPS = 2 in

ao = 0,435 ft2/ft Sch = 40

NPS = 1,25 in

Sch = 40

HEATER (HE-02)

Fungsi : Memanaskan CH3COOH yang keluar dari T-02 untuk diumpankan ke R-01

dari suhu 30C menjadi 90C

Gland Gland Gland


Return
Bend

Tee
Return
Head

Gambar.19.2. Double pipe Exchanger (Kern, hal.102, 1965)

Data data yang diketahui :


3. Data CH3COOH cair

Tin = 30 oC

Tout = 90 oC

= 1,1 Cp (Kern)

k = 0.0905 BTU/jam ft oF

Cp = 0,5 BTU/lb oF

= 1380 gr / liter x 1lb / 453,6gr x 28,32liter / ft3

= 86,1587 lb/ft3

Data Steam

Tin = 120 oC

Tout = 120 oC

= 0.0134 Cp (fig.15 Kern)

= 0.069 lb/ft3 (steam table = 1/vg)

Panas yang harus ditransfer :

Enthalpi umpan masuk HE

Suhu umpan masuk = 30 oC

Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

kg BTU o 1lb
2419,8143 0,5 o 86 77 F x
jam lb. F 453,6 gram
BTU 1055,04 Joule
93,1836 x
jam BTU
Joule
98312,4253
jam

Enthalpi umpan keluar HE

Suhu umpan keluar = 90 oC


Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

kg BTU o 1lb
2419,814 0,5 o 194 77 F x
jam lb. F 453,6 gram
BTU 1055,04 Joule
1211,3871 x
jam BTU
Joule
1278061,846
jam

Beban panas HE

Q = H2 H1

= (1211,3871 93,1836) BTU /menit x 60 menit/jam

= 67092,21 BTU /jam

sebagai pemanas digunakan steam jenuh pada suhu 120 oC (248 oF). Dari steam tabel

diperoleh : Hfg = 946.66 Btu/lb.

Kebutuhan Steam :

Q
Ws
H fg

Btu
67092,21
jam
Btu
946.66
lb
lb
70,8726
jam

Menentukan LMTD :

Hot Fluid (oF) Temperatur Cold Fluid (oF) T (oF)

e
248 High 194 54( T1)

248 Low 86 162 ( T2)

T2 T1
LMTD
T2
Ln
T1

162 54
162
Ln
54
98,3058 o F

dari tabel 8 Kern, untuk cairan heavy organik mempunyai harga UD antara 6 60

BTU/jam ft2 oF. Diambil UD = 25 BTU/jam ft2 oF

Menentukan Luas Perpindahan Panas :

Q
A
UD LMTD

Btu
67092,21
jam
Btu
25 98,3058 o F
jam. ft 2 . o F
27,2994 ft 2

Karena A < 100 ft2 maka digunakan jenis Double Pipe Exchanger.

Rute Fluida :

Inner Pipe : Steam

Outer Pipe : CH3COOH cair


Pemilihan Pipa Standar :

Outer Pipe Inner Pipe

2 in IPS Sch. No. 40 1 in IPS Sch. No. 40

OD : 2.38 in OD : 1.66 in

ID : 2.067 in ID : 1.38 in

at : 3.35 in2 at : 1.5 in2

ao : 0.622 ft2/ft ao : 0.435 ft2/ft

Panjang Pipa :

A
Lp
ao

27,2994 ft 2
ft 2
0,435
ft
62,7572 ft

Digunakan HE jenis Double Pipe Exchanger dengan Lp = 15 ft, 2 Hairpin.

Menentukan Akoreksi dan UDkoreksi :

Akoreksi = Lp x ao x Nt

= (15 ft) (0,435 ft2/ft) x 4

= 26,1 ft2

Q
UDkoreksi
Akoreksi LMTD
Btu
67092,21
jam
26,1 ft 2 98,3058 o F
Btu
26,1488 o
jam. ft 2 F

Inner Pipe :

o
248 248 F
Tav 248o F
2

Flow Area :

Dp ID
1ft
1,38in x 0.115 ft
12in
D2 3,14 (0,115 ft) 2
ap 0.0104 ft 2
4 4
lb
70,8726
Wp jam lb
Gp 6814,6731
ap 0,0104 ft 2 jam. ft 2
lb
0,115 ft 6814,6731
Dp Gp jam. ft 2
Rep 24166,9979
2,42lb / ft. jam
0,0134cpx
cp

dari Kern hal. 164, untuk kondensasi steam harga hio = 1500 Btu/jam ft2 oF.

Outer Pipe (Anulus) :

o
194 86 F
Tav 140 o F
2

Flow Area :
2,067 in
D2 0,17225 ft
12 in / ft
1,66 in
D1 0,1383 ft
12 in / ft
2 2
D2 D1
aa 0.0083 ft 2
4

Diameter Ekuivalen :

2 2 2 2
D2 D1 0,1722 0,1383
De 0,0761 ft
D1 0,1383
lb
70,8726
Wa jam lb
Ga 2
8538,8675
aa 0,0083 ft jam. ft 2
lb
0,0761 ft 8538,8675
De Ga jam. ft 2
Rea 2441,0511
2,42lb / ft. jam
1,1cpx
cp

dari fig. 24 Kern, didapat JH = 10

1/ 3
k J H Cp
ho
De k
1/ 3
2,42lb / f t. jam
0,5 BTU / lb 0 F 1,1cpx
0,0905 BTU / jam. f t 0 F 10 cp
0,0761 f t 0,0905 BTU / jam. f t 0 F

Btu
29,1367
jam. f t 2 .o F

Menentukan Uc dan Rd :

ho hio
Uc
ho hio
29,1367 1500
29,1367 1500
Btu
28,5815
jam. ft 2 .o F

1 1
Rd
UD UC

1 1
Rd
UD UC

1 1
26,1488 BTU / jam. ft 2 .0 F 28,5815 BTU / jam. ft 2 .0 F
jam. ft 2 .o F
0.00325
BTU

karena Rd > Rd min = 0,00325 > 0,003, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Outer Pipe (Anulus) :

De = D2 D1 = (0,1722 0,1383) in = 0,0339 ft

De ' Ga
Rea '

lb
0,0339 ft 8538,8675
jam. ft 2
2,42lb / ft. jam
1,1cpx
cp
1087,4065

0.264
f 0.0035 0.42
Rea '

0.264
0.0035 0.42
1087,4065
0,0175

2
4 f Ga L
Fa 2
2 g De '
2
40,0175 8538,8675 15
2
2 4.18 x 10 8 86,1587 0,0339
0,000364 ft

Ga
V
3600

lb
8538,8675
jam. ft 2
lb det
86,1587 3600
ft 3 jam
ft
0,0275
det

V2
Ft 3
2g

0,0275 2
3
2 32,2
5
3,52 x10 ft

Fa Ft
Pa
144

5 lb
0,000364 ft 3,52 x10 ft 86,1587
ft 3
in 2
144
ft 2
4 lb
2,3885 x10
in 2

karena Pa < 10 psia, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Inner Pipe :

Rep = 24166,9979
0.264
f 0.0035 0.42
Rep

0,264
0,0035 0.42
24166,9979
3
7,3076.10

2
4 f Gp L
Fp 2
2g Dp

2
3 lb
4 7,3076.10 6814,6731 15 ft
jam. ft 2
2
8 lb
2 4.18 x 10 0,069 3 0,115 ft
ft
44,4850 ft

Fp
Pp
144

lb
44,4850 ft 0,069
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,0213
in 2

karena Pp < 2 psia, maka HE memenuhi syarat.

Kesimpulan

1. Fungsi : Memanaskan CH3COOH cair yang keluar dari tangki penyimpan

(T 02) sebanyak 9392,9094 gr/menit dari suhu 30 oC menjadi 90 oC.

2. Jenis : Double pipe exchanger


3. Baban panas heater : 67092,21 BTU/jam

4. Jumlah steam : 70,8726lb/jam

5. Luas transfer panas : 27,2994ft2

6. Panjang pipa : 15ft

7. Jumlah hairpin 2 setiap hairpin terdiri dari 2 pipa

8. Rd : 0,00325

9. Spesifikasi HE

Pipa Anulus

OD = 1,66 in OD = 2,38 in

ID = 1,38 in ID = 2,067 in

at = 1,5 in2 NPS = 2 in

ao = 0,435 ft2/ft Sch = 40

NPS = 1,25 in

Sch = 40

HEATER (HE-03)

Fungsi : Memanaskan hasil atas Dekanter dari suhu 50C menjadi 106,3856C untuk

diumpankan ke Menara Distilasi

Data data yang diketahui :


1. Data cold fluid ( Langes Handbook hal. 5.90 dan table 4 Kern )

Komponen Massa Fraksi Cpi K

(kg/jam) massa (gr/l) (cp) (Btu/lb oF) (BTU/jam ft


o
Xi F)

C3H7OH 604,954 0,5843 804,6 1,25 0,655 0,0954

CH3COOC3H7 3085,263 0,4007 887,8 0,38 0,485 0,102

H2O 431,70 0,0150 1000 0,59 0,99 0,3717

Tin = 50 oC = 122OF

Tout = 100 oC = 212oF

Viskositas campuran

= i . Xi

= 0,8915 cp

Konduktivitas Thermal campuran

k = ki . Xi

= 0,1022 BTU/jam ft oF

Spesific Heat campuran

Cp = Cpi . Xi

= 0,5919 BTU/lb oF

Densitas campuran

= i. Xi

= 840,8692 kg/jam x 1lb/453,6 kg x 28,32 liter/ft3

= 52,4987 lb/ft3

2. Data Steam
Tin = 120 oC

Tout = 120 oC

= 0.0134 Cp

= 0.069lb/ft3

Panas yang harus ditransfer :

Enthalpi umpan masuk HE

Suhu umpan masuk = 50 oC

Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

gr BTU o 1lb
34203,98864 0,5919 o 122 77 F x
menit lb. F 453,6kg
BTU 1055,04 Joule
2008,4663 x
menit BTU
Joule
2119012,285
menit

Enthalpi umpan keluar HE

Suhu umpan keluar = 100 oC

Suhu referensi = 25 oC

Q m Cp T

gr BTU o 1lb
34203,98864 0,5919 o 212 77 F x
menit lb. F 453,6 gr
BTU 1055,04 Joule
6025,3991 x
menit BTU
Joule
6357037,035
menit

Beban panas HE

Q = H2 H1

= (6025,3991-2008,4663) BTU /menit


= 4016,9328 BTU /menit x 60menit/jam

= 241015,968 BTU/jam

sebagai pemanas digunakan steam dengan suhu 120 oC (248 oF), dari steam tabel

diperoleh : Hfg = 946,66 Btu/lb.

Kebutuhan Steam

Q
Ws
H fg

Btu
241015,968
jam
Btu
946,66
lb
lb
254,5961
jam

Menentukan LMTD

Hot Fluid (oF) Temperatur Cold Fluid (oF) T (oF)

248 High 212 36 ( T1)

248 Low 122 126 ( T2)

T2 T1
LMTD
T2
Ln
T1

126 36
126
Ln
36
71,8412 o F
dari tabel 8 Kern, untuk cairan dengan viskositas 0,8915 Cp harga UD berkisar antara :

50 100 Btu/jam.ft2 oF. Sehingga dipilih : UD = 90 Btu/jam ft2 oF

Menentukan Luas Perpindahan Panas :

Q
A
UD LMTD

Btu
241015,968
jam
Btu
90 71,8412 o F
jam. ft 2 .o F
37,2760 ft 2

Karena A < 100 ft2 maka digunakan jenis Double Pipe Exchanger.

Rute Fluida :

Inner Pipe : Steam

Outer Pipe : Cold Fluid

Pemilihan Pipa Standar :

Outer Pipe Inner Pipe

2 in IPS Sch. No. 40 1 in IPS Sch. No. 40

OD : 2.38 in OD : 1.66 in

ID : 2.067 in ID : 1.38 in

at : 3.35 in2 at : 1.5 in2

ao : 0.622 ft2/ft ao : 0.435 ft2/ft

Panjang Pipa :
A
Lp
ao

37,2760 ft 2
ft 2
0,435
ft
85,6920 ft

Digunakan HE jenis Double Pipe Exchanger dengan Lp = 15 ft, 3 Hairpin.

Menentukan Akoreksi dan UDkoreksi :

Akoreksi = Lp x ao x Nt

= (15 ft) (0,435 ft2/ft) x 6

= 39,15ft2

Q
UDkoreksi
Akoreksi LMTD

Btu
241015,968
jam
39,15 ft 2 71,8412 o F
Btu
85,6920 o
jam. ft 2 F

Inner Pipe :

o
248 248 F
Tav 248o F
2
Flow Area :

Dp ID
1ft
1,38in x 0,115 ft
12in
D2 3,14 (0,115 ft) 2
ap 0,0104 ft 2
4 4
lb
254,596
Wp jam lb
Gp 24480,3846
ap 0,0104 ft 2 jam. ft 2
lb
0,115 ft 24480,3846
Dp Gp jam. ft 2
Rep 86815,2285
2,42lb / ft. jam
0,0134cpx
cp

dari Kern hal. 164, untuk kondensasi steam harga hio = 1500 Btu/jam ft2 oF.

Outer Pipe (Anulus) :

o
212 122 F
Tav 167 o F
2

Flow Area :

2,067 in
D2 0,1722 ft
12 in / ft
1,66 in
D1 0,1383 ft
12 in / ft
2 2
D2 D1
aa 0.0083 ft 2
4

Diameter Ekuivalen :
2 2 2 2
D2 D1 0,1722 0,1383
De 0,0761 ft
D1 0,1383
lb
287,1112
Wa jam lb
Ga 2
34591,7108
aa 0,0083 ft jam. ft 2
lb
0,0761 ft 34591,7108
De Ga jam. ft 2
Rea 12201,6899
2,42lb / ft. jam
0,8915cpx
cp

dari fig. 24 Kern, didapat JH = 45

1/ 3
k J H Cp
ho
De k
1/ 3
2,42lb / f t. jam
0
0,5919 BTU / lb 0 F 0,8915cpx
0,1022 BTU / jam. f t F 45 cp
0,0761 f t 0,1022 BTU / jam. f t 0 F

Btu
124,6534
jam. f t 2 . o F

Menentukan Uc dan Rd :

ho hio
Uc
ho hio

124,6534 1500
124,6534 1500
Btu
115,0893
jam. ft 2 .o F

1 1
Rd
UD UC

1 1
Rd
UD UC
1 1
84 BTU / jam. ft 2 .0 F 115,0893BTU / jam. ft 2 .0 F
jam. ft 2 .o F
0,00321
BTU

karena Rd > Rd min = 0,00321 > 0,003, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Outer Pipe (Anulus) :

De = D2 D1 = (0,1722 0,1383) in = 0,0339 ft

De ' Ga
Rea '

lb
0,0339 ft 34591,7108
jam. ft 2
2,42lb / ft. jam
0,8915cpx
cp
5435,444

0,264
f 0.0035 0.42
Rea '

0,264
0,0035 0.42
5435,444
0,0106

2
4 f Ga L
Fa 2
2 g De '

2
4 0,0106 34591,7108 15
2
2 4,18 x 10 8 52,4987 0,0339
0,00974 ft

Ga
V
3600
lb
34591,7108
jam. ft 2
lb det
52,4987 3600
ft 3 jam
ft
0,1830
det

V2
Ft 3
2g

0,1830 2
3
2 32,2
0,00156 ft

Fa Ft
Pa
144

lb
0,00974 ft 0,00156 ft 52,4987
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,005412
in 2

karena Pa < 10 psia, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Inner Pipe :

Rep = 86815,2285

0,264
f 0,0035 0.42
Rep

0,264
0,0035 0.42
86815,2285
3
5,725.10

2
4 f Gp L
Fp 2
2g Dp
2
3 lb
4 5,72510 24480,3846 15 ft
jam. ft 2
2
8 lb
2 4,18 x 10 0,069 3 0,115 ft
ft
449,7394 ft

Fp
Pp
144

lb
449,7394 ft 0,069
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,2155
in 2

karena Pp < 2 psia, maka HE memenuhi syarat.

Kesimpulan

1. Fungsi : Memanaskan cairan hasil atas dekanter sebagai umpan menara distilasi

sebanyak 4121.937 kg/jam dari suhu 50 oC menjadi 100 oC

2. Jenis : Double pipe exchanger

4. Jumlah steam : 254,5961lb/jam

5. Luas transfer panas : 37,2760 ft2

6. Panjang pipa : 15ft

7. Jumlah hairpin 3 setiap hairpin terdiri dari 2 pipa

8. Rd : 0,00321

9. Spesifikasi HE

Pipa Anulus

OD = 1,66 in OD = 2,38 in

ID = 1,38 in ID = 2,067 in
at = 1,5 in2 NPS = 2 in

ao = 0,435 ft2/ft Sch = 40

NPS = 1,25 in

Sch = 40

COOLER (CL-01)

Fungsi : Mendinginkan cairan yang keluar dari Reaktor-02 dari suhu 90 oC menjadi

suhu 50 oC sebelum dialirkan menuju Netralizer.

Fluida Panas
T1 = 90oC

Fluida Dingin CL-01 Fluida dingin


t1 = 30 oC t2 = 40 oC

Fluida Panas
T2 =50oC

Perhitungan Neraca Panas

Suhu umpan masuk (T1) = 90 oC = 194 oF

Suhu umpan keluar (T2) = 50oC = 122 oF

T = 194 oF 122 oF = 72 oF

Suhu umpan rata-rata Tav = 70 oC = 158oF

M M Q masuk Qkeluar
Komponen
kg/jam) (lb/jam) (BTU/jam) (BTU/jam)
CH3COOH 604,954 164,0042 10745,5552 5077,5701
C3H7OH 604,954 2681,2632 238417,9237 123552,6082
H2SO4 4,8396 2,0088 89,3112 38,6894
H2O 572,848 329,6338 40495,512 15575,1967
CH3COOC3H7 3085,263 1851,5837 110483,9994 47826,407
Total 4879,8385 5028,4979 400232,3015 192070,4714

Beban Cooler-01 (Q) = Q masuk Q keluar = 208161,8301 Btu/jam

Penentuan Jumlah Pendingin, Wa

Pendingin yang dipakai adalah air pada suhu lingkungan 30 oC

Suhu air pendingin masuk (t1) = 30 oC = 86 oF

Suhu air pendingin keluar (t2) = 40 oC = 104oF

Suhu air pendingin rata-rata, Tav = 35 oC = 95oF

Cp air pendingin = 1 Btu/lb oF

Jumlah pendingin, Wa

Q 208161,8301btu jam
Wa
Cp T2 T1 1btu lb o F 104 86 o F

= 11564,5461 lb/jam

Menentukan LMTD

Hot Fluid (oF) Temperatur Cold Fluid (oF) T (oF)

194 High 104 90( T1)

122 Low 86 36 ( T2)

T2 T1
LMTD
T2
Ln
T1
36 90
36
Ln
90
58,9333 o F

Kecepatan Umpan masuk, Wt = 38015,4122 kg/jam

= 5028,4979 lb/jam

Fluida Panas

194 122 o F
Tav 158 o F
2

= 0,6280 cp = 1,5198 lb/jam.ft

Cp = 0,7308 Btu/lb oF

= 54,1412 lb/ft3

k = 0,1589 Btu/jam ft2 (oF/ft)

Fluida Dingin

86 104 o F
Tav 95 o F
2

= 1,7182 lb/jam.ft = 0,71cp

Cp = 0,9975 Btu/lb oF

= 62,05 lb/ft3

k = 0,3615 Btu/jam ft2 (oF/ft)

Dari tabel 8, Kern, P. 840 :

Hot fluid = light organik

Cold fluid = water

Sehingga range UD = 75 150 Btu/jam ft2 oF

Untuk perancangan diambil UD = 90 Btu/jam ft2 oF

Perancangan Cooler
Luas Transfer Panas

Q 208161,8301 Btu jam


A
UD LMTD 90 Btu jam ft 2 o F 58,9333o F

= 39,2462 ft2

Luas transfer panas kurang dari 100 ft2, maka dipilih cooler jenis double pipe HE.

Rute Fluida :

Inner Pipe : Water

Outer Pipe : Light organic

Pemilihan Pipa Standar :

Outer Pipe Inner Pipe

3 in IPS Sch. No. 40 2 in IPS Sch. No. 40

OD : 3,5 in OD : 2,38 in

ID : 3,068 in ID : 2,067 in

at : 7,38 in2 at : 3,35 in2

ao : 0,917 ft2/ft ao : 0,622 ft2/ft

Panjang Pipa :

A
Lp
ao

39,2462 ft 2
ft 2
0,622
ft
63,0968 ft

Digunakan Cooler jenis Double Pipe Exchanger dengan Lp = 15 ft, 2 Hairpin.


Menentukan Akoreksi dan UDkoreksi :

Akoreksi = Lp x ao x Nt

= (15ft) (0,622 ft2/ft) x 4

= 37,32 ft2

Q
UDkoreksi
Akoreksi LMTD

Btu
208161,8301
jam
37,32 ft 2 58,9333o F
Btu
94,6452 o
jam. ft 2 F

Inner Pipe :

o
104 86 F
Tav 95 o F
2

Flow Area :

Dp ID
1ft
2,067in x 0,1722 ft
12in
D2 3,14 (0,1722 ft) 2
ap 0,0233 ft 2
4 4
lb
11564,5461
Wp jam lb
Gp 2
496332,4506
ap 0,0233 ft jam. ft 2
lb
0,1722 ft 496332,4506
Dp Gp jam. ft 2
Rep 49743,0148
2,42lb / ft. jam
0,71cpx
cp

dari fig. 24 Kern, didapat JH = 145


1/ 3
k J H Cp
ho (Kern, hal 150)
Dp k

1/ 3
2,42lb / f t. jam
0
0,9975 BTU / lb 0 F 0,71cpx
0,3615 BTU / jam. f t F 145 cp
0,1722 f t 0,3615 BTU / jam. f t 0 F

Btu
511,3708
jam. f t 2 .o F

ID 2,067 2
hio hi x511,3708 Btu jam ft oF
OD 3,5

= 302,0009 Btu/jam.ft2 oF

Outer Pipe (Anulus) :

o
194 122 F
Tav 158 o F
2

Flow Area :

3,068 in
D2 0,2557 ft
12 in / ft
2,38 in
D1 0,1983 ft
12 in / ft
2 2
D2 D1
aa 0,0204 ft2
4

Diameter Ekuivalen :
2 2 2 2
D2 D1 0,2557 0,1983
De 0,1314 ft
D1 0,1983
lb
11564,5461
Wa jam lb
Ga 2
566889,5147
aa 0,0204 ft jam. ft 2
lb
0,1314 ft 566889,5147
De Ga jam. ft 2
Rea 49013,8458
2,42lb / ft. jam
0,6280cpx
cp

dari fig. 24 Kern, didapat JH = 140

1/ 3
k J H Cp
ho (Kern, hal 150)
De k
1/ 3
2,42lb / f t. jam
0
0,7308 BTU / lb 0 F 0,6280cpx
0,1589 BTU / jam. f t F 140 cp
0,1314 f t 0,1589 BTU / jam. f t 0 F

Btu
323,6978
jam. f t 2 .o F

Menentukan Uc dan Rd :

ho hio
Uc
ho hio

302,0009 x323,6978
302,0009 323,6978
Btu
156,2366
jam. ft 2 .o F

1 1
Rd
UD UC

1 1
Rd
UD UC
1 1
94,6452 BTU / jam. ft 2 .0 F 156,2366 BTU / jam. ft 2 .0 F
jam. ft 2 .o F
0,0041
BTU

karena Rd > Rd min = 0,0041 > 0,003, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Outer Pipe (Anulus) :

De = D2 D1 = (0,2557 0,1983) ft = 0,0575 ft

De ' Ga
Rea '

lb
0,0575 ft 566889,5147
jam. ft 2
2,42lb / ft. jam
0,6280cpx
cp
21448,2202

0.264
f 0,0035 0.42
Rea '

0,264
0,0035 0.42
21448,2202
0,0075

2
4 f Ga L
Fa 2
2 g De '

2
4 0,0075 566889,5147 15
2
2 4,18 x 10 8 (0,0575) 54,1412
1,0263 ft

Ga
V
3600
lb
566889,5147
jam. ft 2
lb det
54,1412 3600
ft 3 jam
ft
2,9085
det

V2
Ft 3
2g

(2,9085 ft / det) 2
3
2 32,2 ft / det 2
0,3941 ft

Fa Ft
Pa
144

lb
1,0263 ft 0,3941 ft 54,1412
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,5340
in 2

karena Pa < 10 psia, maka HE memenuhi syarat.

Menentukan Pressure Drop pada Inner Pipe :

Rep = 175884,1658

0.264
f 0.0035 0.42
Rep

0,264
0,0035 0.42
49743,0148
3
6,3117 x 10

2
4 f Gp L
Fp 2
2g Dp
2
3 lb
4 6,3117 x 10 496332,4506 12 ft
jam. ft 2
2
8 lb
2 4,18 x 10 62,05 3 0,1722 ft
ft
0,1346 ft

Fp
Pp
144

lb
0,1346 ft 62,05
ft 3
in 2
144
ft 2
lb
0,0579
in 2

karena Pp < 10 psia, maka HE memenuhi syarat.

Kesimpulan

o
1. Fungsi : Mendinginkan cairan yang keluar dari Reaktor-02 dari suhu 90 C

menjadi suhu 50 oC sebelum dialirkan menuju Netralizer.

2. Jenis : Double pipe exchanger

4. Kebutuhan air pendingin : 11564,5461 lb/jam

5. Luas transfer panas : 39,2462 ft2

6. Panjang pipa : 15ft

7. Jumlah hairpin 2 setiap hairpin terdiri dari 2 pipa

8. Rd : 0,0041

9. Spesifikasi HE

Pipa Anulus
OD = 2,38 in OD = 3,5 in

ID = 2,067 in ID = 3,068 in

at = 3,35 in2 NPS = 3 in

ao = 0,622 ft2/ft Sch = 40

NPS = 2 in

Sch = 40

POMPA 01 (P-01)

Fungsi : Memompa bahan baku propanol C3H7OH, dari truck menuju tangki

penyimpanan bahan baku, T-01.

Jenis : Pompa sentrifugal

Volume T-01 = 828325,1227 liter = 828,3251 m3 = 29252,0248 cuft

Volume tanki truck = 16000 liter = 16 m3 = 565,371 cuft

828325,1227
Jumlah tanki truck = 51,7703 52 tanki truck
16000

Densitas, = 0,8046 kg/lt = 50,1242 lb/cuft

Viskositas, = 1,7 cp = 0,00114 lb/ft det

Waktu pemompaan = 1 jam


565,371cuft
Laju alir volumetrik, q = 565,371cuft jam
1 jam

ft 3 7,48 gal 1 jam


= 565,371 x 3
x
jam 1 ft 60menit

= 70,483 gpm

Penentuan Titik Pemompaan

Titik 1 (suction)

- Tinggi suction head = 1m

- Tekanan suction head = 1 atm

Titik 2 (discharge)

- Tinggi discharge head = 11,2 m

- Tekanan discharge head = 1 atm

Penentuan Diameter Optimal, Di opt.

Dari pers. 15 peter, ed.3, didapat;

Di opt = 3.9 q 0.45 0.13

Dimana ; Di opt = diameter dalam pipa optimal, inch

Q = kecepatan volumetrik, cuft det ik

= densitas bahan, lb cuft

Di opt = 3,9 0,157 0.45 50,1242 0.13

= 2,82 in = 0,235 ft

Pemilihan Pipa

Dari tabel 11 kern, dipilih pipa commercial steel

IPS : 3 in, sch. no : 40


Diameter dalam, ID = 3,068 in = 0,2557 ft

Diameter luar, OD = 3,50 in = 0,2917 ft

Luas penampang, at = 7,38 in2 = 0,05125 ft2

Kecepatan Aliran Linier Dalam Pipa, v

q 0,157 cuft det


v
at 0,05125 ft 2

= 3,0634 ft/det

Bilangan Reynold, Re

. .D 50,1242 lb cuft 3,0634 ft det 0,2557 ft


Re
0,00114 lb ft det

= 34441,1019

Dari fig. 126, P.141, brown, didapat e/D = 0,0006

Dari fig. 125, P.140, brown, didapat = 0,025

Menghitung Panjang Pipa (L + Le)

Panjang pipa lurus

Tangki ke pompa = 3m

Pompa ke permukaan tanah = 1 m

Permukaan tanah ke T-01 = 13,2 m

5 Standard elbow = 80 ft

1 Gate valve = 1,7 ft

Panjang total (L+Le) = (3+1+13,2) m + (80+1,7) ft

= 17,2 m + 90,7 ft = 56,4304 ft + 90,7 ft

= 147,1304 ft
Menghitung Head Pompa, H

Persamaan Bernoully

Ws z g gc v 2 2 gc P F

ft
Static Head, z = ( 11,2 - 1)mx
0,3048m

= 33,4646 ft

ft 2 ft
Velocity head, v 2 2. g = 3,0634 2 0 2 32,2 = 0,1457 ft
dtk 2 dtk 2

14,7lbf / in 2 in 2
1 1 atmx x144 2
atm ft
Pressure head, P = 2
lbm 32,2 ft / det
50,1242 3 x
ft 32,2lbm. ft / lbf . det 2

= 0 ft

2
f v 2 L Le 0,025 x 3,0634 ft det x147,1304 ft
Friction head, F =
2 g D 2 x32,2 ft det 2 x0,2557 ft

=2,0962 ft

Total Head Pompa, H

H = -Ws = (33,4646+ 0,1457 + 0 + 2,0962) ft

= 35,7065 ft

Menentukan Spesifik Speed, Ns

Putaran pompa, n = 3500 rpm

Head total, H = 35,7065 ft

Debit cairan, q = 70,483 gpm

0.5 0.5
n gpm 3500 70,483
Ns 0.75 0.75
g H 32,2 35,7065
gc 32,2
= 2011,6377 rpm

Break Horse Power, BHP

Efisiensi pompa = 59 % (Fig. 4-7, P.148, Vilbrandt)

cuft lb
0,157 35,7065 ft 50,1242 3
qxHx det ft
BHP
550 xeff 550 0,59

= 0,8659 HP

Efisiensi motor = 80 % (Fig. 4-10, P.149, Vilbrandt)

0,8659 HP
BHP 1,0823HP
0,8

Jadi digunakan daya standar = 1,5 HP

Kesimpulan

Fungsi: Memompa bahan baku propanol C3H7OH, menuju tangki penyimpan (T-01)

Jenis : Pompa Centrifugal

Kapasitas : 70,483 gpm

Pemilihan pipa

1. Sch = 40

2. NPS = 3 in

3. ID = 0,2557 ft

4. OD = 0,2917 ft

5. a = 0,05125ft2

Spesifikasi pompa

1. Static head = 33,4646 ft

2. Velocity head = 0,1457 ft


3. Presure head = 0 ft

4. Friction head = 2,0962 ft

5. Head pompa = 35,7065 ft

Putaran pompa

1. kecepatan putar = 2011,6377 rpm

2. Motor standar = 1,5HP

Bahan : Stainless Steel (austenitic) AISI tipe 316

Jumlah : 1 buah

C.9. Reaktor 01 (RE-201)


Fungsi : Mereaksikan Propanol dan Asam Asetat dengan katalis
Asam Sulfat.
Tekanan operasi : 1 atm
Temperatur operasi : 90 oC
Konversi : 75 %
Tipe reaktor : Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB)
Alasan pemilihan :
Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk suhu dan
komposisi campuran dalam reaktor selalu seragam.
Hal ini memungkinkan melakukan suatu proses
isotermal dalam reaktor.

Tekanan maksimum untuk Reaktor Alir Tangki


Berpengaduk yaitu sebesar 600 psi (40,83 atm)
sehingga masih memungkinkan melakukan reaksi
pembuatan Propil Asetat.

Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk karena


volume reaktor relatif besar dibandingkan dengan
Reaktor Alir Pipa, maka waktu tinggal juga besar,
berarti zat pereaksi dapat lebih lama bereaksi di
dalam reaktor.

Fase reaksi : cair cair


Kondisi : Isotermal
Tipe perancangan : Bejana vertikal dengan torispherical Flanged and Dished
Head sebagai tutup atas dan bawah, dilengkapi dengan
sistem pendingin dan pengaduk.
Alasan pemilihan : Dapat dioperasikan pada tekanan operasi 15 psig

(1,020689 atm) 200 psig (13,60919 atm).

.Sistem pendingin : Jaket pendingin

Tujuan :
Menentukan volume reaktor

Menentukan diameter dan tinggi reaktor

Merancang pengaduk

Merancang sistem pendingin


RE-201

Gambar C.9.1 Reaktor

a. Menentukan Volume Reaktor

Reaksi pembentukan Propil Asetat:


Propanol + Asam Asetat Propil Asetat +H2O
H2SO4
atau dapat disederhanakan menjadi:
A + B C + D
Cat

-rA = k CACB

Fv
CA0
CB0
Fv
RE-201 CA1
CB1

NE-301
RE-02

CA1 = CA0 ( 1-XA1 )

CB1 = CB0 CA0.XA1

= CA0 ( M-XA1 ) , dengan M = CB0 / CA0

Dimana :

FV = Kecepatan aliran volumetrik ( m3/jam )

CA0 = Konsentrasi A mula-mula (kmol/m3)

CB0 = Konsentrasi B mula-mula (kmol/m3)

CA1 = Konsentrasi sisa A di reaktor (kmol/m3)

CB1 = Konsentrasi sisa B di reaktor (kmol/m3)

XA1 = Konversi Asam Asetat di reaktor

k = Konstanta kecepatan reaksi orde 2 (gmol/liter.menit)

V = Volume reaktor (liter)

1. Menentukan Densitas Campuran dan Debit


Densitas komponen masuk reaktor ditunjukkan pada Tabel C.14.1.
Tabel 9.1 Densitas komponen masuk reaktor

Komponen Massa Wi i Wi/i kmol/jam xi i Wi.lni


(kg/jam) (kg/m3)
CH3COOH 2419.834 0,49 911.205 5.4E-04 40.330 0.490 0,9600 -0.591
C3H7OH 2419.834 0,49 682.615 7.3E-04 40.330 0.490 0,4400 -0,695
H2SO4 4.8396 9.9E- 743.467 1.3E-06 4.4E-02 6.0E-04 0,0115 5.0E-03
04
H2O 26.703 0,006 1687.500 3.6E-06 1.484 0,020 0,0094 -9.8E-
03
1.28E-
Total
4871.21 1,000 03 74.813 1,000 -1.291

1
mix1 =
wi
i

= 1 / 1,28E-03 = 781,25 kg/m3 = 62,357 lb/ft3


massa total
F =
densitas campuran
4.871,21 kg/jam
=
781,25 kg/m 3
= 5,65. 103 m3/jam

2. Menentukan Volume dan Waktu Tinggal

Kecepatan aliran massa masuk A Kecepatan aliran massa keluar A

+ Kecepatan aliran massa A bereaksi = Kecepatan aliran massa akumulasi

Pada keadan steady state , kecepatan aaliran massa akumulasi = 0, dan

Fv0 = Fv1 = Fv2 = Fv

Fv0.CA0 Fv1.CA1 rA.V = 0

Fv0.CA0 Fv1.CA0 ( 1-XA1 ) k1.CA1.CB1.V = 0

Fv.CA0.XA1 k1.CA1.CB1.V = 0

Fv.CA0.XA1 = k1.CA1.CB1.V

V CA 0 .XA 1
=
Fv k 1 .CA 1 .CB1
V
jika = = waktu tinggal dalam reaktor maka :
Fv

CA 0 .XA1

k 1 .CA 0 1 XA1 CA 0 M - XA1

XA 1
=
k 1 .CA 0 1 XA 1 M - XA 1

( m / BM )
CAo = Fv
= 7,1318 kmol/m3

( m / BM )
CBo = Fv
= 7,1318 kmol/m3

CB 0
jika M =
CA O

7,1318 kmol/m3
sehingga M =
7,1318 kmol/m3

=1

V1 XA 1
=
Fv1 k 1 .CA 0 . 1 XA 1 . M - XA 1

V1 0,75
= 3
5,655 1,0245.10 7,1318 . 1 0,75 1 0,75

V1 0,75
= 3
5,655 1.4145.10

V = 2998,4093 m3

= 530,222 x 10-3 jam = 0,53 jam = 31,8 menit


3. Menentukan Diameter dan Tinggi Reaktor

a. Diameter Dalam Shell (Di)


D i2 H L Di2 sf
VL, total = + + 0,000076 D 3i
4 4

Keterangan :
Di = Diameter dalam shell,ft
HL = Tinggi cairan, ft
Diambil perbandingan tinggi cairan terhadap diameter dalam shell
standar dan tinggi sf adalah :
HL = Di (Geankoplis, 1993)
sf = 2 in = 0,167 ft
D 3i D i2 sf
Vtotal = 0,000076 D3i
4 4

Diperoleh Di = 4,994 ft = 59,934 in


Maka tinggi cairan adalah :
HL = Di = 4,994 ft = 59,934 in = 1,522 m

Diameter dalam shell standar adalah :


Di = 60 in = 5 ft = 1,524 m (Brownell & Young, 1959:45)

Menghitung Tekanan Desain

Tekanan operasi (Pops) = 1 atm (14,696 psi)

mix . g HL
gc
Phidrostatik =
144
Keterangan :
g = Percepatan gravitasi = 32,174 ft/s2
gc = Faktor konversi percepatan gravitasi = 32,1740 gm.cm/gf.s2
Phidrostatik = 2,163 psi

Tekanan desain adalah 5 - 10% di atas tekanan kerja normal (Coulson,


1983). Tekanan desain diambil 10% atau 1,1. Jadi, tekanan desain adalah
:
Pdesain = 1,1 (Poperasi + Phidrostatik)
= 1,1 (44,088 + 2,163) psi
= 50,876 psi = 3,462 atm

b. Bahan Konstruksi
Material = Stainless Steel SA 167 Grade 11 type 316
(Brownell:251)
Alasan = Sesuai digunakan untuk tekanan tinggi dan diameter
besar.
f = 18.750 psi
C = 0,25 in
E = 0,85

c. Menghitung Tebal Shell


(Brownell & Young, 1959:45)

Keterangan :
ts = Tebal shell (in)
P = Tekanan operasi (psi)
f = Allowable stress (psi)
ri = Jari-jari shell (in)
E = Efisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)
50,876 (30)
ts = 0,25
18.750 0,85 - 0,6 50,876
= 0,346 in (digunakan tebal standar 0,375 in = 0,031 ft)

d. Diameter Luar Shell (ODs)

ODs = ID + 2. ts

= 60 in + 2 (3/8 in)
= 60,750 in
= 5,063 ft
= 1,543 m

e. Menentukan tinggi reaktor

Tinggi total reaktor = tinggi shell (Hs) + (2 x tinggi tutup)

1. Tinggi Shell (Hs)

Volume desain reaktor merupakan penjumlahan volume shell,


volume head atas dan bawah.

Vr = Vshell + Vhead atas + Vhead bawah + Vstraight flange

D i2 H s D i2 sf
101,124 ft3 = + 2 + (2 0,000076 D 3i )
4 4

Hs = 4,816 ft

Diambil Hs= 5 ft = 60 in = 1,524 m

2. Tinggi Tutup (OA)

OA = th + b + sf
Keterangan :
b = Depth of dish (inside), in
th = tebal torispherical head, in
sf = straight flange, in
a. Menghitung Tebal Head

P.D.V
t C (B &Y ,pers. 7.77,1959)
2. f .E 0,2.P

1
V (2 k 2 ) (Brownell & Young, pers. 7. 76, 1959)
6

Keterangan :

V = stress-intensification factor

a
k= , mayor-to-minor-axis ratio
b
Di 60
a = = = 30 in
2 2
Di 60
b = 15 in
4 4
30
k = 2
15
1
V = (2 2 2 ) 1
6
50,876 5 x1
t = 0,25
2 18.750 0,85 50,876 0,2
= 0,258 in

Digunakan tebal plat standar = 0,28 in

OD

b
icr
OA

B A
sf

ID
t

r
Gambar C.9.2. Hubungan dimensi torispherical Flanged and Dished Head

b. Tinggi Tutup (OA)

Tinggi head and bottom torrispherical adalah :


OA = th + b + sf
= 0,28 in + 15 in + 2 in
= 17,280 in
= 1,440 ft = 0,439 m

3. Tinggi Cairan (HL,s)


Tinggi cairan di shell (HL,S) = HL OA
= 60 in 17,280 in
= 42,720 in
= 3,560 ft = 1,085 m

4. Menghitung Tinggi Total Reaktor


Tinggi total reaktor = tinggi shell (Hs) +
2 tinggi tutup atau OA
= 5 ft + (2 1,440 ft)
= 7,880 ft = 2,402 m

5. Desain Sistem Pengaduk


a. Dimensi Pengaduk
Digunakan impeller dengan jenis :
Jenis : 6 flat blade open turbin
Dasar pemilihan : Sesuai dengan pengadukan larutan
dengan viskositas (Geankoplis 1993,3rd ed : 143 ).

Perancangan pengadukan berdasarkan Geankoplis, 1993 tabel


3.4-1 :
1. Menentukan Diameter Pengaduk

DVessel = 60 in
D Vessel
3
Di
Di = 20 in = 0,508 ft = 1,667 m

2. Menentukan Tebal (ti) dan Lebar (W) Pengaduk

ti = 0,2 Di (Brown, 1950)


ti = 0,333 ft = 0,102 m = 0,556 4,000 in
Di
=8 (Gean Koplis, 1993)
W
W = 2,50 ft = 0,064 m = 0,208 ft

3. Menentukan Lebar Baffle, J

D Vessel
J =
12
J = 5 in = 0,127 ft = 0,417 m

4. Menentukan Offset Top dan Offset Bottom

Berdasarkan Wallas (1990 : 288)


J
Offset top = = 0,833 in = 0,069 ft
6
= 0,021 m
Di
Offset Bottom = = 10 in = 0,833 ft
2
= 0,254 m

b. Menentukan Jarak pengaduk Dari Dasar Tangki (Zi)


Zi
1,3
Di (Brown, 1950)
Zi = 26 in = 0,660 m = 2,167 ft

c. Menentukan Jumlah Pengaduk, Nt

Menurut Dickey (1984) dalam Walas 1990 hal. 288, kriteria jumlah
impeller yang digunakan didasarkan pada viskositas liquid dan rasio
ketinggian liquid (HL) terhadap diameter tangki (D).
Diketahui bahwa :
Dt = 5 ft
HL = 5 ft
HL /D = 1
liquid = 0,7720 cP
Tabel.9.3. Pemilihan Jumlah Impeller
Max Impeller Clearance
Viscositas,cP Jumlah
h/D Lower Upper
<25.000 1,4 1 h/3 -
<25.000 2,1 2 D/3 (2/3)h
>25.000 0,8 1 h/3 -
>25.000 1,6 2 D/3 (2/3)h

Rasio h/D maksimum untuk penggunaan 1 buah impeller adalah


1,4 untuk viscositas liquid <25.000 cP dan rasio h/D= 1 maka
jumlah impeller yang digunakan sebanyak 1 buah.

d. Menentukan Putaran Pengadukan

Kecepatan putaran motor standar yang tersedia secara komersil adalah 37, 45,
56, 68, 84, 100, 125, 155, 190 dan 320 rpm. (Walas, 1990)

Digunakan putaran motor 155 rpm = 2,583 rps


mix = 998,823 kg/m3 = 62,357 lb/ft3 lb/ft3
Viskositas campuran diprediksi dengan persamaan 3.107, Perrys Chemical
Engineering Handbook, 6th ed, p.3-282):
ln mix = (wi.ln mix) = -0,588
mix = 0,772 cp = 0,001 kg/m.s
2
DI .N . mix
NRe = (Geankoplis,Pers.3.4-1, 1978)
mix

0,5082 x 2,583x998,823
=
0,001
= 862.584,570

Dari Figur 10.6 Walas halaman 292 untuk six blades turbine, Np = 5

5
Kebutuhan teoritis: N p. mix .N 3 .DI
(550 x32,17)

Np . mix .N 3 Di5
P = (Geankoplis,Pers.3.4-2,1978)
550 x32,17

5x62,357 x2,5833 x1,6675


=
550 x32,17
= 3,907 hP

e. Daya yang hilang (gland loss)


Hilang (gland loss) = 10 % daya teoritis (MV. Joshi)
= 0,1 x 3,907 hP = 0,391 hP

f. Menghitung daya input


Daya input = kebutuhan daya teoritis + hilang (gland loss)
= 3,907 hP + 0,391 hP
= 4,298 hP

g. Efisiensi motor ()
Berdasarkan fig. 4-10, vilbrandt,F.C., 1959, diperoleh:
Efisiensi motor () = 80 %
100
P = x 4,298 hP = 5,372 hP
80

f. Menentukan Kebutuhan Daya


Menurut Walas sebagai panduan untuk sistem liqiud liquid, daya pengadukan
yang dibutuhkan adalah sekitar 5 hp / 1000 gallon liquid.

Volume cairan, VL = 2,3864 m3


Volume cairan, VL = 630,4030 gal
maka daya yang dibutuhkan adalah
630,4030 X 5
P = = 3,1520 hp
1000
P = 1733,6083 ft.lbf/s

Kecepatan putaran,

N =

N = 2,4049 rps
N = 144,2953 rpm
Oleh karena itu pemilihan kecepatan putaran impeller dapat
digunakan.

g. Panjang Batang Sumbu Pengaduk (axis length)


axis length (L) = tinggi total tangki + jarak dari motor ke bagian atas bearing
jarak pengaduk dari dasar tangki
Tinggi total tangki = 7,880 ft
Jarak dari motor ke bagian atas bearing = 1 ft
Jarak pengaduk dari dasar tangki (ZI) =2,167 ft
axis length (L) = 7,880 ft + 1 ft 2,167 ft
= 6,713 ft (2,046 m)

h. Diameter Sumbu
Z p x 16
d3 =

Menghitung Tm
Dari M.V Joshi, Pers. 14.10, hal 400, Tm= (1,5 or 2,5) x Tc
Digunakan Tm = 1,5 Tc
P x 75 x 60
Tc = (M.V. Joshi, Pers. 14.8:400)
2xxN

Keterangan :
Tc = Momen putaran, kg.m
P = Daya, Hp
N = Kecepatan putaran, rpm
5,372x 75 x 60
Tc = = 24,822 kg-m
2 x x 155
Tm = 1,5 x 24,822 kg-m = 37,232 kg m

Menghitung Zp
Tm
Zp = (Pers.14.9, M.V. Joshi)
fs

Keterangan :
Tm = Torsi maksimum
P = Shear stress
fs = Section of shaft cross section
Material sumbu yang digunakan adalah commercial cold rolled
steel.
Axis shear stress yang diizinkan, fs = 550 kg/cm2
Batasan elastis pada tegangan = 2.460 kg/cm2
37,232
Zp = = 6,770 cm
550
Menghitung diameter sumbu (d)
. d3
Zp =
16
Z p x 16 6,770 x 16
d3 = =
3,14
d = 3,255 cm
Digunakan diameter sumbu (d) = 4 cm

Cek tegangan yang disebabkan oleh bending moment


Tegangan yang disebabkan oleh bending moment equivalent
adalah
Me Me
f = =
Zp d3
32

1. Menghitung Bending Moment


Me = Bending moment equivalent
1 2
Me = M M2 Tm
2
M = Fm x L
Tm
Fm = (Pers.14.11, M.V. Joshi)
0.75 x Rb

Keterangan :
Fm = bending moment (kg)
Rb = Jari-jari impeller = Di
= x 0,847 m = 0,423 m
37,232 kg - m
Fm = = 195,446 kg
0,75 x 0,254
L = Panjang axis = 2,046 m
M = 195,446 kg x 2,046 m
= 399,925 kg-m
1 2
Me = M M2 Tm
2
1
= 399,925 399,925 2 399,925 2
2
= 400,790 kg-m

2. Tegangan yang disebabkan oleh bending moment equivalent


Me
f = 3
= = 6.378,765 kg/cm2
d
32

Diameter sumbu
Karena f > batasan elastis dalam tegangan (6.378,765 > 2.460)
maka diameter sumbu yang direncanakan memenuhi, yaitu d = 4
cm.

4. Perhitungan Jaket Pendingin


a. Kebutuhan pendingin

Massa Pendingin = 933 kg/Jam = 2.057,679 lb/Jam


Sifat air pada suhu rata-rata:
= 1.015,958 kg/m3 = 63,424 lb/ft3
= 0,001 kg/m.s = 1,69 x 10-4 lb/ft.Jam
Cp = 4,180 kJ/kg.K = 0,736 Btu/lboF
k = 0,580 W/m.K = 0,335 Btu/ft.oF.Jam
b. Luas Perpindahan Panas yang Dibutuhkan

Dari Tabel.8. Kern didapatkan Overall heat transfer UD dengan hot fluid
adalah aqueous solutions dan cold fluid adalah water dengan UD: 250-500
Btu/j.ft2.F.
Dipilih :
UD = 300 Btu/jam.ft2.oF

Diketahui :
Q = 58.576,3489 kJ/jam
= 55.519,666Btu/jam
Tlmtd = 184,170 oF
Q
A =
U D x Tlmtd
58.576,348
A =
300 184,170
= 1,005 ft2
c. Luas Perpindahan Panas yang Tersedia

A = luas selimut reaktor + luas penampang bawah reaktor

2
A = .Do .H L Do
4

Diketahui:
Do = 1,543 m
= 5,062 ft
HL = 1,524 m
Sehingga:

A = ( 1,543 1,524) 1,543 2
4
= 9,258 m2 = 99,650 ft2

Akebutuhan < Atersedia (0,888 ft2 < 99,650 ft2)


Sehingga jaket pendingin bisa digunakan.

d. hi (Koefisien Transfer Panas dalam Reaktor)


Koefisien transfer panas pada dinding bagian dalam untuk jacketed vessel

ditentukan dengan pers.4.13-1 Geankoplis, untuk pengaduk tipe flat blade

turbin:

0 ,14
hi Dt 2/3 1/ 3
0,74 Nre Npr (pers.4.13-1 Geankoplis)
k w

Keterangan :

Dt = inside diameter tangki, ft

Da = diameter pengaduk, ft

N = kecepatan putaran pengaduk, rev/hr

Npr = Bilangan Prandtl

Nre = Bilangan Reynold

0 ,14

karena T wall = T liquid dalam reaktor maka =1


w

Tabel 9.4. Data Kapasitas Panas

BM rata-rata = 101,508 kg/Kmol


Cp = 1,8507 kj/kg.K
Cp = 0,442Btu/lbm.oF

Konduktivitas campuran dihitung dengan metode Bretsnajder (1971).


(Pers.8.14 Couldson, 1983)
k = 3,56 x 105 Cp

Dimana:
k : konduktivitas termal pada temperatur 140 oC
M : berat molekul
Cp : kapasitas panas spesifik temperatur 140 oC
: densitas cairan pada temperatur 140 oC

Tabel. 9.5. Data Konduktivitas Termal


T
Komponen kg/jam wi i 140 oC Cpi ki, Treff
C p dT
wi x ki
(kg/m3) (kJ/kg K) W/m.K
3,272E-
Propanol 2
269,6169 0,036 1.201,041 10,1271 0,908 10,1271
Asam 4,314E-
1
Asetat 1.516,5951 0,202 727,614 59,6523 2,128 59,6523
NaOH 5.682,333 0,759 899,195 117,801 4,979 117,8019 3,7814
2,781E-
H2SO4 5
11,153 0,0015 1.077,967 0,2187 0,018 0,2187
Propil 1,567E-
6
Asetat 2,790 0,0004 913,881 0,0614 0,004 0,000
Total 7.482,488 5,073 4,2456

Kmix = 4,2456 W/m.K

Npr =

= 3,71E-05

NRe = Da 2 .N .

0,508 2 x 2,583x 998,823


NRe =
0,001

= 862.584,570
hi Dt
= 216,485
k
hi = 603,093 Btu/Jam.ft2.oF

D 2 .v.
NRe =

vi = 0,287 m/s

hio (Koefisien Transfer Panas dalam Jacket)


hio = hi x ID/OD
= 603,093 X ( 5 / 5,063)
= 595,648 Btu/Jam.ft2.oF
0 ,14
h D 0 ,8 1 b
N nu 0,023 N re N pr 3
( pers. 12-30 McCabe)
k w

Dimana
D = De
K = Konduktivitas termal air pendingin

Volume jaket =

= 933/1.015,958 = 0,919 m3 = 32,443 ft3

2
D
j 2
Vtotal = xDj2 xZ x xsf 0,000076xD
4 j 4 2 j

2
2 ODs 2
- xODs xZ x xsf 0,000076xODs
4 j 4 2

2
D
j 2
32,442 = xDj 2 x5 x x0,167 0,000076xD
4 4 2 j
2
5,063
x5,0632 x5 x x0,167 0,000076x5,0632
4 4 2
Dj = 5,816 ft
2 2
Dbaru OD reaktor
D = De =
ODreaktor

5,816 2 5,063 2
= = 1,618 ft
5,063

= 0,493 m = 19,421 in

cp
Npr =
k
0,736 x1,69x10 -4
=
0,335

= 3,71x10-4

0 ,14
hio De 0 ,8 1/ 3
0,023 Nre Npr
k w

595,648 1,618 1/ 3
0,023 Nre 0,8 3,71x10-4
0,335

NRe = 63.282.657,567

N re
NRe =
D

vo = 103,955 ft3/Jam = 0,029 ft3/s

e. Menghitung Clean Overall Coefficient, Uc

h io ho
UC =
h io ho
603,093 595,648
=
603,093 595,648
= 299,6737 Btu/hr.ft2.oF

f. Menghitung Design Overall Coefficient, UD


Rd = 0,001 hr.ft2.oF/btu (Tabel 8. Kern, 1965)

1 1
= Rd
Ud Uc
1
= 0,001
299,6737
= 0,004
Ud = 230,576 Btu/hr.ft2.oF

g. Menghitung Tebal dan Lebar Jaket

Lebar jaket = 0,5 (Dj Dt)

= 0,5 (5,816 ft 5,063 ft)

= 0,377 ft = 0,115 m = 11,478 cm

Material = Carbon Steel SA 283 Grade C


Alasan = Sesuai digunakan untuk tekanan tinggi dan diameter besar.
f = 12.650 psi
C = 0,25 in
E = 0,85
rj = 2,908 ft = 34,894in

Tebal jaket (tj) =

= 0,298 in (digunakan tebal standar 3/8 in)


Tabel 9.6. Spesifikasi RE 20
Alat Reaktor
Kode RE-201
Fungsi Tempat mereaksikan Asam Asetat dan
Metanol dengan menggunakan katalis
Asam Sulfat

Jenis Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)


Bahan Konstruksi SA 167 Grade 11 type 316
Kapasitas 2,864 m3
Dimesi OD 1,543 m
Htotal 2,402 m
Tebal shell 0,375 in
Tebal head 0,28 in
Tebal Jacket 0,375 m
Jenis Impeller Six flat blade turbin
Jumlah Impeller 1 buah
Power 3,15 Hp
Overall heat-transfer 230,576 Btu/jam.ft2.oF
Coefficient

Neutralizer (NE-101)

Fungsi : Menetralkan H2SO4 dengan NaOH pada campuran hasil


keluaran Reaktor sebagai umpan ke Dekanter.
Tipe Alat : Tangki silinder berpengaduk
Bahan Konstruksi : Stainless steel SA-167 Grade 11 tipe 316.

NaOH Cair

Gambar.C.12.1. Tangki Silinder Berpengaduk


Campuran Hasil
Netralisasi
a. Persamaan reaksi
Reaksi penetralan asam sulfat dengan natrium hidroksida
H2SO4 (aq) + 2 NaOH (aq) Na2SO4 (aq) + 2 H2O (l)
Asam Sulfat Natrium Hidroksida Natrium Sulfat Air

b. Desain Mekanis
Tabel.C.12.1. Hasil perhitungan densitas campuran bahan.

Komponen Fi wi i wi / i
(kg/jam) (% (kg/ m)
massa)
1027.44898
Asam Asetat
241.8388 0.0545 6 5.30923E-05
788.230293
Propanol
241.8388 0.0545 5 6.92052E-05
866.387675
Propil Asetat
3326.3834 0.7503 5 0.000866015
H2SO4
4.3971 0.0010 1814.45281 5.46617E-07
1013.63813
Air
613.7119 0.1384 2 0.000136567
NaOH
Air dari
NaOH
3.5894 0.0008 1913.95612 4.2302E-07
Total 1.0000
4433,3748 0,001126209

Densitas campuran
1
mix =
wi / i

1
mix =
0,0011
mix = 887,9344 kg/m
= 55,4301 lb/ft3

Menentukan laju alir volumetrik


Fi
Fv =
mix

4433,3748
Fv =
887,9344
Fv = 4,99291 m3/jam

Keterangan:
mix = densitas campuran (kg/ m)
Fi = laju alir massa (kg/jam)
Fv = laju alir massa (m /jam)

c. Perancangan Bejana Netralizer


1. Menentukan Volume Cairan
Waktu tinggal : 10 menit (Arthur Chan, 2004)
Vcairan
=
Vo
Dimana Vo = Fv, maka:
Vcairan = Fv
Vcairan = 6,99291 m3/jam 0,1667 jam
Vcairan = 0,832151 m3
= 29,3528 ft3
Keterangan:
= waktu tinggal (jam)
Vcairan = volume cairan dalam netralizer (m3)
Vo = Fv = laju alir massa (m3/jam)
Maka volume cairan
Over design factor : 20 % (Peter and Timmerhaus, 4rd ed. pp.37)
Vdesain = 1,2 x VL
= 1,2 x 0,83215 m3
= 0,99858 m3
= 35,22333 ft3
Vnetralizer = VL, shell + Vdh,b + Vsf,b
VL,shell = volume cairan dalam shell
D i2 H L
=
4
Vdh = volume dish head dalam satuan ft3dan Di , (diameter shell
bagian dalam satuan inchi) Eq.5.11 daat dituliskan
= 0,000049(Di)3 (B & Y, Pers 5:88)
Vsf = volume straight flange
D i2 sf
=
4
sehingga,
D i2 H L D i2 sf
VL = + 0,000049(12Di)3 +
4 4
sf = 2 in = 0,1667 ft

Diambil HL = Di (Mc Cabe, 1985; Geonkoplis,1994; Walas,1988;


Brownell, p43, 1959)
D 3i Di2 (0,1667)
30.6934 ft3 = + 0,000049(12Di)3 +
4 4
Di = 3,0757 ft = 0,9375 m = 36,9086 in
HL = 3,0757 ft = 0,9375 m = 36,9086 in

2. Tekanan desain
Poperasi = 1 atm = 14,6959 psi
g
mix . gc
hL
Phid. =
144
mix = 887,9344 kg / m3
= 55,4301 lb/ft3
Keterangan :
g = Percepatan gravitasi = 32,174 ft/s2
gc = Faktor konversi percepatan gravitasi = 32,1740 gm.cm/gf.s2
55,4301 lb ft 3 x 1 x 3,0757 ft
Phid. =
144
= 1,1839 lb/in2 = 1,1839 psi

Tekanan desain 5 -10 % diatas tekanan kerja normal (Couldson, vol.6,


1983, pp.637)
Tekanan desain diambil 10 % diatasnya.
Pdesign = 1,1 (Poperating + Phid.)
= 1,1 ( 14,6959 psi + 1,1839 psi)
= 17,46782 psi

3. Ketebalan Dinding Bejana


Ketebalan dinding shell :
p d .ri
ts C (Brownell, 1959, pers.13.1:254)
( f .E 0,6. p d )

dengan :
ts : ketebalan dinding shell, in
pd : tekanan desain, psi
di : diameter shell bagian dalam , in
f : nilai tegangan material, psi (Brownell, 1959, App. D, p 335)
digunakan material SA-167 Grade11 Type 316, f = 18.750 psi
(pada 104 F)
E : efisiensi sambungan, dengan radiograp (spot) : 0,80
Jenis sambungan las : single-butt weld dengan backing stripe
(Brownell, 1959 .Tabel 13.2)
C : korosi yang diizinkan (corrosion allowance) = 0,125 in

ri = Di/2 = 36,9086 in / 2 = 18,4543 in


17,4678 psi x 18,4543 in
ts = 0,125 in
(18750 psi x 0,80 0,6 x 17,4678 psi )
= 0,1465 in 0,1875 in

Digunakan tebal dinding standar: ts = 3/16 in = 0,1875 in


Ketebalan torisherical head
p d rc W
td C (Brownell, 1959 pers.7.77)
2 f E 0.2 p d )

1 rc
W 3 (Brownell, 1959 pers.7.76)
4 rl

Keterangan :
W : stress-intensification factor for torispherical dish
rc : crown radius = dish radius, in
ri : knuckle radius = inside corner radius, in

OD = ID + 2 ts
= 36,9086 in + (2 x 0,1875) in
= 37,2836 in

Dari tabel 5.7 Brownell dan Young, untuk OD 40 in diperoleh r= 40 in


dan ricr = 2,5

1 40
W = 3
4 2,5

= 1,750
17,4678 psi x 40 in x 1,750
td = 0,125 in
2 x 18750 psi x 0,80 0,2 x 17,4678 psi
= 0,1658 in (digunakan tebal head standar = 3/16 in = 0,1875 ft)

Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh sf = 1 1 - 2 in.


2
Digunakan straight flange (sf) = 2 in (Brownell & Young, table 5.8:93)

4. Tinggi Bejana
Tinggi shell, Hs = 3,0757 ft
Tinggi dish, dihitung dengan dimensi berikut:
OD

b = tinngi
OA
icr dish
sf B A

ID t
a
r

Gambar 12.2. Hubungan dimensi untuk flanged and dish heads (Brownell
and Young, Tab. 5.8:87)

ID
` AB = (icr )
2
36,9086 in
= (2,5 in)
2
= 15,9543 in

BC = r (icr)
= 40 in - 2,5 in
= 37,5

b = r (BC) 2 (AB) 2

= 40 in (37,5) 2 (15,9543 ) 2
= 6,0631 in
tinggi dish ;
HD = OA = td + b + sf
= 0,1685 in + 6,0631 in + 2 in
= 8,2289 in
Tinggi total Netralizer =2xtinggi tutup (HD) +tinggi shell (Hs)
= (2 x 8,2289 in )+ 36,9086 in
= 53,3680 in

5. Desain Sistem Pengaduk

J
Baffle

Baffl
e
H
W

tI
Dd
DI
ZI

Dt

Gambar 12.3. Basis perancangan tangki berpengaduk

a. Dimensi Pengaduk
Digunakan impeler dengan jenis :Disc six flat -blade open turbin dengan
geomerti: (Genkoplies, table 3.4-1)

DI 1
(Brown, 1950)
Dt 3
ZI (Brown, 1950)
0,75 1,3
D tI
12 (Wallas, 1990)
J
DI
8 (Geankoplis, 1993)
W
C 0,1 0,15 J (Geankoplis, 1993)

tI 0,2 D I (Brown, 1950)

tb 0,5 J (Brown, 1950)

1
Offset 1 DI (Wallas, 1990)
2
1
Offset 2 J (Wallas, 1990)
6
Dd = 2/3 DI (Geankoplis, 1993)
Keterangan :
DI = Diameter impeller, m
Dt = Diameter tangki, m
ZI = Tinggi impeller dari dasar tangki, m
J = Lebar baffle, m
W = Lebar impeller, m
C = Clearence atau gap antara baffle dengan dinding, m
Dd = Diameter batang penyangga impeller, m
tI = Tebal impeller, m
tb = Tebal baffle, m
Offset 1 = Jarak baffle dari dasar tangki, m
Offset 2 = Jarak baffle dari permukaan cairan, m

Jadi, dimensi pengaduk adalah :


DI = (1/3) 36,9086 in = 12,3029 in = 0,3125 m
ZI = 1,3 12,3029 in = 15,9937 in = 0,4062 m
J = (1/12) 36,9086 in = 3,0757 in = 0,0781 m
W = (1/8) 12,3029 in = 1,5379 in = 0,0391 m
C = 0,15 3,0757 in = 0,4614 in = 0,0117 m
tI = 0,2 12,3029 in = 2,4606 in = 0,0625 m
tb = 0,5 3,0757 in = 1,5379 in = 0,0391 m
Offset 1= (1/2) 12,3029 in = 6,1514 in = 0,1562 m
Offset 2= (1/6) 3,0757 in = 0,5126 in = 0,0130 m
Dd = 2/3 12,3029 in = 8,2019 in = 0,2083 m
Panjang baffle = HL,s (Offset 1 + Offset 2)
= (37,2836) in (6,1514 + 0,5126) in
= 30,2445 in
b. Daya Motor
Densitas cairan, mix = 887,9344 kg/m
= 55,4301 lb/ft3
Viskositas campuran diprediksi dengan persamaan Arrhenius
(Viswanath, et all; 2007, viscosity of liquids theory, Estimation,
Experiment, and data; hal 428 eq.5.28).
Viskositas campuran menggunakan persamaan Arrhenius :
log (campuran) = x1.log 1 + x2.log 2 + ... + xi log i

Tabel C.12.2 Komponen masuk Netralizer


Laju Alir
Fraksi Viskositas,
Komponen Massa xi x log i
mol, xi i (cP)
(kg/jam)
Propanol
241.8388 0.0545 0.93154 -0.001680043
As.Asetat
241.8388 0.0545 1.395324 0.007891961
Propil Asetat
3326.3834 0.7503 0.446022 -0.263089826
H2SO4
4.3971 0.0010 14.13464 0.001140865
Air
613.7119 0.1384 0.663454 -0.02466675
NaOH
3.5894 0.0008 2.804509 0.000362604
Total
4433,3748 1,0000 0,9168

log mix = xi . log mix


= -0,2801
mix = 0,5247 cp
= 5,2468 x 10-4 kg/m .s
Jumlah pengaduk yang dibutuhkan (Rase, 1977) :
n = WELH / ID
WELH = water equivalent liquid height.
WELH = tinggi cairan x sp.gr
densitas air pada 4oC = 1046,397238 kg/m3
densitas larutan = 1122,4554 kg/m3
spesifik gravity = larutan/ air
= 887,9344 / 1046,397
= 0,8486

WELH = 0,8486 ft x 3,0757 = 2,6099 ft


Jumlah pengaduk, n = 2,6099 ft / 3,0757 ft = 0,8486 1

diperlukan 1 buah pengaduk.


2
WELH 3,14.Di.N
(Rase 8.8)
2.Di 600

0,5
WELH 2.Di
N .600
3,14.Di
0,5
2,6099 2 . 1,0252
N .600
3,14 x1,0252
= 210,274 rpm
= 3,5045 rps

Keterangan :
WELH = Water Equivalent Liquid Height, ft
WELH = ZL x specific gravity of liquid
Di = Diameter pengaduk, ft
N = Kecepatan pengadukan, rpm

Kecepatan putar pengaduk, N, (Rase, 1977) :


Bilangan reynold,
2
mix DI N
NRe =
mix
(887,9344 kg/m 3 ) (0,3125 m) 2 (3,5046 rps )
=
5,2468 x 10 4 kg / m.s
= 5,7916 x 105
Angka daya,
Np =3 (gambar 10.6 Walas, 1988)
Kebutuhan daya teoritis :
P = Np. mix .N 3 .DI5

= 3 x 887,9344 kg/m 3 x (3,5046) 3 x (0,3125 m) 5


= 341,6654 J/s
= 0,4582 hp

Hilang (gland loss) = 10 % x 0,4582 hp


= 0, 0458 hp (M.V. Joshi, gland loss 10 % dari
daya teoritis )
Daya input = 0,4582 hp + 0,0458 hp = 0,5040 hp
Hilang sistem transmisi = 20 % x 0,5040 hp = 0,1008 hp
Daya total = 0,1008 hp + 0,5040 hp = 0,6048 hp
Efisiensi motor = 80 %
Motor yang digunakan = 0,7560 hp
Tabel C.12.3. Spesifikasi Alat NE 301
Fungsi Tempat penetralan H2SO4 dengan NaOH pada
campuran hasil keluaran reaktor
Kode Alat NE-301
Tipe Tangki berpengaduk
Dimensi Tinggi Vessel = 53,3680 in
IDs = 37,2836 in
Tebal shell = 3/16in
Tipe Head = Torispherical
Tebal head = 3/16 in
Tipe pengaduk = Disc six flat-blade open
turbine
Jumlah pengaduk 1 buah
Kapasitas 39,3089 ft3
Power motor 1,3583 Hp

MENARA DISTILASI

Fungsi : Memisahkan CH3COOC3H7 dari campurannya

Jenis : Menara dengan Sieve Tray

Massa Masuk

Komponen Massa masuk Mol Fraksi Mol

(kg/jam) (kmol/jam)

C3H7OH 19984,67704 332,52374 0,671

CH3COOC3H7 13705,4997 134,1965 0,271


H2O 513,6097 28,5197 0,0575

Total 34203,78664 495,24004 1

Massa Keluar

Produk Atas Produk Bawah


No. Komponen
kg/jam Fraksi Mol kg/jam Fraksi Mol

1. C3H7OH 13002,5591 0,98 0.005 0,02

2. CH3COOC3H7 131,6022 0,01 1275 0,98

3. H2O 26,1055 0,002

13160,2668 21043,52

Menentukaan kondisi operasi di Menara Distilasi

1. Kondisi Operasi Atas

Persamaan Antoine :

B
Ln P0 = A -
T C

P0
K =
P

y = K.x
Konstanta persamaan Antoine (Reid, 1987)

Komponen A B C

C3H7OH 17,5439 3166,38 -80,15

CH3COOC3H7 16,2291 2980,47 -64,15

H2O 18,3036 3816,44 -46,13

Kondisi operasi atas menara terjadi pada keadaan Dew Point digunakan

kondensor total sehingga XD = Yi. Pada keadaan Dew Point (titik Embun)

maka xi = yi / Ki = 1,00.

Dicoba P operasi, sehingga x = 1

P = 760 mmHg

Trial T = 97,40120C = 370,4012 K

Komponen Fraksi Mol (y) P0 K x = y/K = klk/khk

(mmHg)

C3H7OH 0,988 761,1263 1,001481 0,98654 1,2131

CH3COOC3H7 0,01 663,1442 0,82556 0,01146 1

H2O 0,002 688,3635 0,90574 0,00221 1,097121

1,00021

1
Diperoleh kondisi opersi :

Suhu atas menara = 370,4012 Kelvin

= 97,4012 oCelcius

Tekanan atas menara = 760 mmHg

2. Kondisi Operasi Bawah

Kondisi operasi bawah menara terjadi pada keadaan bubble point ( titik didih).

Pada keadaan bubble point (titik didih) maka Yi = ki . Xi = 1,00

Asumsi P bottom = 988 mmHg

Trial T = 1110C = 384 K

Komponen Fraksi Mol (x) P0 mmHg K y= K.x = klk/khk

C3H7OH 0,02 1240,208 1,55271 0,0251 1,5295

CH3COOC3H7 0,98 1003,013 1,01519 0,9948 1

1,01 1

Diperoleh kondisi opersi :

Suhu bawah menara = 384 Kelvin

= 111 oCelcius

Tekanan bawah menara = 988 mmHg


3. Kondisi operasi Umpan

P = 760 mmHg

Trial T = 1000C = 373 K

Komponen Fraksi Mol (x) P0 mmHg K Y = K.x =

klk/khk

C3H7OH 0,671 838,4937 1,10328 0,7403 1,1650

CH3COOC3H7 0,271 719,7338 0,94702 0,2566 1

H2O 0,0575 755,884 0,9946 0,0572 1,0502

1 1,05

Kondisi operasi Umpan :

Suhu Umpan menara = 373 oKelvin

= 100 oCelcius

Tekanan Umpan menara = 760mmHg

Menentukan jumlah plate

rata-rata = lk-hk =

klk 1,001481
top = = = 1,2131
khk 0,82556

klk 1,552713
bottom = = = 1,5295
khk 1,0151919
rata-rata = 1,2131 x 1,5295 = 1,3621

xlk 0,671
= = 2,476
xhk F 0,271

xlk
Dari grafik hubungan Vs rata-rata diperoleh = 1,06
xhk F

i . XDi
Rmin + 1 =
i

1,2131x0,988 1x 0,01 1,09712 x0,002


= + +
1,2131 1,06 1 1,06 1,09712 1,06

= 7,8285 + (-0,1667) + (0,0591)

= 7,712

Rmin = 6,7212

Syarat untuk air pendingin , R/Rmin = 1,2 1,3

N/Nmin = 1,8 2,5

Diambil R/Rmin = 1,3

R = 1,3 x 6,7212

= 8,7376

R - Rmin 8,7376 6,7212


= = 0,2071
R 1 8,7376 1

N - Nmin
Dari kurva Gillilland diperoleh = 0,44
N 1

xlk xhk
log
xhk D xlk B
Nmin =
log lk - hk

0,988 0,98
log
0,01 0,02
=
log 1,3621
= 27,4568

N - Nmin
= 0,44
N 1

N - 27,4568
= 0,44
N 1

N 27,4568 = 0,44 N + 0,44

N = 49,8127

N/Nmin = 1,8 2,5

49,8127
= 1,814 (masuk range)
27,4568

Karena menggunakan kondensor total dan reboiler partial, maka :

Jumlah plate teoritis (Nt) = N + 1

= 49,8127 + 1 = 49,8127 plate

Menentukan Plate actual dan letak umpan

N = Jumlah plate teoritis pada seksi rectifiying

M = Jumlah plate teoritis pada seksi stripping

xlk xhk
log
N 1 xhk D xlk F
=
( M 1) xlk xhk
log
xhk F xlk B

0,988 0,271
log
0,01 0,671
=
0,671 0,98
log
0,271 0,02

= 0,7682
N 1
= 0,7682 N + M = 49,8127
( M 1)

M = 49,8127 - N

(N + 1) = 0,7682 (M +1)

N+1 = 0,7682 M + 0,7682

N+1 = 0,7682 ( 49,8127 N ) + 0,7682

N = 21,5102

M = 28,3025

Perhitungan efisiensi plate

Dari fig 14 Kern didapat harga masing-masing komponen pada T = 1000C

C3H7OH = 0,38 cP

CH3COOC3H7 = 0,17 cP

H2O = 0,21 cP

ave = ( Xi. I )umpan

= (0,671 x 0,38) + (0,271 x 0,17) + (0,0575 x 0,21)

= 0,31255 cP

( ave) ( ave) = (1,3621).(0,31255.10-3)

= 4,25.10-4

Dari fig 6-25 Treybal ed-3 didapat Efisiensi plate (E0) = 65%, maka diperoleh plate

actual:

21,5102
Seksi Rectifiying = = 33,093 34 plate
0,65

28,3025
Seksi Stripping = = 43,5423 44 plate
0,65
Menentukan Diameter Atas Menara

P = 760mmHg = 1atm

T = 97,40120C

BMave = (0,988x60,10) + (0,01x102,13) + (0,002x18,016)

= 60,4361 gr/gmol

P x BM ave
V =
82,06 x T

1atm x 60,4361gr/gmol
=
82,06cm .atm/gmolK x 370,4012K x dm 3 / 1000cm3
3

= 1,9883 gr/liter

L = {(0,988x804,6) + (0,01x887,8) + (0,002x1000)}gr/liter

= 805,8228 gr/liter

Kecepatan uap = Lo + D

= (R x D) + D

= (R+1) x D

= (8,7376 + 1) x 13160,2185 gr/menit

= 128148,9437 gr/menit

Kecepatan Cair =RxD

= (8,7376 x 13160,2185) gr/menit

= 114988,7252 gr/menit

Liquid Vapour factor


1/ 2
L v
Flv =
V L

1/ 2
114988,7252gr/menit 1,9883gr/liter
=
128148,9437gr/menit 805,8228gr/liter
= 0,044

Dari fig 11-27 Coulson and Richardson untuk tray spacing 0,2 m diperoleh Kv = 0,045

Maximum superfacial velocity terjadi pada keadaan floading, maka :

1/ 2
L V
V maks = Kv
V

1/ 2
805,8228 1,9883
= 0,045
1,9883

= 0,9048 m/detik

Supaya tidak terjadi floading maka diambil superfacial velocity

= 60% x v maks

= 60% x 0,9048m/detik

= 0,5429 m/detik

Kecepatan volume fasa uap

V
Qv =
V

128148,9437gr/menit
=
1,9883 gr/liter

= 64451,5132 liter/menit x 1menit/60detik x 1m3/1000liter

= 1,0742 m3/detik
Luas Area

Qv
Net area (An) =
V

1,0742m 3 / detik
=
0,5429m / detik

= 1,9786 m2

Luas downcomer = 20% luas total

An
Total area (At) =
1 - Ad

1,9786m 2
=
1 - 0,2

= 2,47325m2

Luas total = D2

1/ 2
4xLuas Total
D =

1/ 2
4x1,3680m 2
=

= 1,775 m

Menentukan Diameter Bawah Menara

P = 988 mmHg = 1,3 atm

T = 1110C

BM rata-rata = (0,02 x 60,10) + (0,98 x 102,13)

= 101,2894 gr/gmol

P x BM ave
V =
82,06 x T
1,3atm x 101,2894gr/gmol
=
82,06cm .atm/gmolK x 384K x dm 3 / 1000cm3
3

= 4,1787 gr/liter

L = (0,02 x 804,6) + (0,98 x 887,8)

= 886,136 gr/liter

Kecepatan Cair (Lm) = F + Lo

= F + (R x D)

= 34203,78664gr/menit + (8,7376 x 13160,2185gr/menit)

= 149195,5118 gr/menit

Kecepatan uap = Lm B

= 149195,5118 gr/menit 21043,5196gr/menit

= 128151,9922 gr/menit

Liquid Vapour factor


1/ 2
L v
Flv =
V L

1/ 2
128151,9922gr/menit 4,1787gr/li ter
=
149195,5118gr/menit 886,136gr/liter

= 0,0589

Dari fig 11-27 Coulson and Richardson untuk tray spacing 0,2m diperoleh Kv = 0,045

Maximum superfacial velocity terjadi pada keadaan floading, maka :

1/ 2
L V
V maks = Kv
V
1/ 2
886,136 4,1787
= 0,045
4,1787

= 0,6537 m/detik

Supaya tidak terjadi floading maka diambil superfacial velocity

= 60% x v maks

= 60% x 0,6537 m/detik

= 0,3922 m/detik

Kecepatan volume fasa uap

V
Qv =
V

12151,9922gr/menit
=
4,1787gr/liter

= 30667,9092 liter/menit x 1menit/60detik x 1m3/1000liter

= 0,511 m3/detik

Luas Area

Qv
Net area (An) =
V

0,511m 3 / detik
=
0,3922 m / detik

= 1,3032 m2

Luas downcomer = 20% luas total

An
Total area (At) =
1 - Ad
1,3032m 2
=
1 - 0,2

= 1,6290 m2

Luas total = D2

1/ 2
4xLuas Total
D =

1/ 2
4x1,6290m 2
=

= 1,4405 m

Diameter atas menara = 1,775 m

Diameter bawah menara = 1,4405m

Jadi diambil diameter menara = 1,775 m

Menentukan Tinggi Menara

Diambil

Jarak antar plate (Tray spacing) = 0,2 m

Ruang kosong bagian atas =1m

Ruang kosong bagian bawah =1m

Tinggi menara dengan plate

H = (N act -1) x ts + 1m + 1m

= (78 1) x 0,2 m + 1m + 1m

= 17,4 m

Menentukan Tebal Dinding Menara

Bahan konstruksi yang digunakan adalah carbon steel SA-333 Grade C dengan

spesifikasi sebagai berikut:


F Allowable = 11.700 Psia

Efisiensi sambungan (E) untuk Double Welded Butt Join = 0,8

Faktor korosi (c) = 0,125 in

Tekanan Perancangan = 1,2 x 19,11

= 22,932 Psia

Menurut Brownel and Young hal 254 untuk menentukan tebal dinding digunakan

persamaan berikut :

PxD
ts = +C

2 (.fall x E 0,6 P)

22,932 psiax1,775m
= + 0,125 in
2{(11700 psiax 0,80) (0,6 x22,932 psia )}

= (2,1775.10-3m x 39,37in/1m)+ 0,125 in

= 0,2107 in

Sehingga berdasarkan table 5.8 hal 93 Brownel and Young digunakan tebal dinding

standar in.

Menentukan Tebal Head

Bahan konstruksi yang digunakan adalah carbon steel SA-333 Grade C dengan

spesifikasi sebagai berikut:

F Allowable = 11.700 Psia

Efisiensi sambungan (E) untuk Double Welded Butt Join = 0,8

Faktor korosi (c) = 0,125 in

Tekanan Perancangan = 1,2 x 19,11


= 22,932 Psia

Menurut Brownel and Young hal 256 untuk menentukan tebal dinding digunakan

persamaan berikut :

PxD
th = +C
2 fall x E 0.2 P

22,932psia x 1,775m
= + 0,125in
(2x11700psiax0,80) - (0,2x22,932psia)

= (2,175.10-3m x 39,37in/1m) + 0,125in

= 0,2106 in

Sehingga berdasarkan table 5-8 hal 93 Brownel and Young digunakan tebal head

standar 1/4 in.

Menentukan Tinggi Head

IDs = 1,775 m x 39,37 in / 1m = 69,88175 in

a = IDs / 2 = 34,9409 in

OD = IDs + 2th

= 69,88175 in + 2(0,25 in)

= 70,38175 in

Dari table 5-7 Brownel and Young untuk OD = 145 in dan tebal 3/8 in diperoleh data

sebagai berikut :

r = 72 in

icr = 4 3 in
8

AB = a icr

= 34,9409 4,375

= 30,5659 in
BC = r icr

= 72 4,375

= 67,625 in

b = r (BC2 AB2)1/2

= 72 (67,6252 30,56592)1/2

= 72 60,3230

= 11,6769 in

Dari tabel 5-6 Brownel and Young untuk tebal head 1/4 in diperoleh sf = 2 in

Tinggi Head = b + th + sf

= 11,6769 + 0,25 + 2

= 13,9269 in

= 0,3537 m

PERANCANGAN SIEVE TRAY

Data-data yang diketahui :

Diameter kolom (Dc) = 1,775 m

Luas penampang kolom (At) = 2,47325 m2

Luas downcomer (Ad) = (20% x At) = 0,49465 m2

Luas Net Area (An) = 1,9786 m2

Luas active area (Aa) = (At 2Ad) = 1,48195 m2

Luas hole area (Ah) = (10% x Aa) = 0,1484 m2

Panjang weir (Lw) dari fig 11-31 hal 464 Coulson and Richardson
Lw = 0,86 x Dc

= 0,86 x 1,775 m

= 1,5265 m

Diameter lubang (do) range 1/8 in (Treybal p.167 ed 3)]

Diambil diameter lubang = in = 0,00635 m

Tebal plate (l)

l
= (0,11 0,65) (Tabel 6-2 Treybal p.169)
do

l
Dipilih =0,32
do

l = (0,32 x 0,00635m) = 0,002032m

Lebar weir (W) = (0,6 0,8).D (Tabel 6-1 Treybal p.162)

Diambil W = 0,6.D

= 0,6 x 1,775m

= 1,065m

Check weeping

Maximum liquid rate (Lw max) = 149195,5118 gr/menit

Minimum Liquid rate pada 60% turn down = 0,6 x 149195,5118 gr/menit

= 89517,3071 gr/menit
Maximum How
2/3
Lw max
How max = 750 (Coulson and Richardson hal 463)
L .Lw

2/3
1kg 1menit
149195,5118 gr / menitx x
1000 gr 60 det ik
= 750
886,136 gr / literx1,5265m

= 11,2547 mm

Minimum How
2/3
Lw min
How min = 750
L .Lw

2/3
1kg 1menit
114988,7252 gr / menitx x
1000 gr 60 det ik
= 750
805,8228 gr / literx1,5265m

= 10,0795 mm

Diambil hw = 15mm

hi 0,015 m
= = 0,00845
D 1,775 m

q 1,0742m 3 / detik
= =1,0086m2/detik
W 1,065 m

W 1,065m
= = 0,6 m
D 1,775m

D
= 1,6667 m
W

1/ 2 2
2 2 2
Weff D D 2hi D
1
W W W D W
2
2
= (1,6667)2 - 1,6667 1 2 x0,00845 (1,6667)

= 2,7779 (1,3334 + 0,0282)2

= 0,924

Weff
= 0,9612
W

W
= 1,0404
Weff

Checking dengan persamaan 6.33 Treyball

2/3 2/3
q W
hi = 0,666
W Weff

= 0,666 (1,0086)2/3.(1,0404)2/3

= 0,6877

Pada kecepatan minimum = hw + how min

= 15 mm + 10,0795 mm

= 25,0795 mm

Dari fig 11.30 Coulson and Richardson hal 462 diperoleh K2 = 28,7

Maka dari persamaan 11.84 Coulson and Richarson hal 463

K2 0,9 25,4 d h
Uh 0.5
g

28,7 0,9 25,4 6,35


Uh 0.5
8,1946 m / det
1,9883

Minimum vapor rate = 0,7 x Qv

= 0,7 x 0,511 m3/detik


= 0,3577 m3/detik

min vapor rate


Act minimum vapor velocity =
Ah

0,3577 m 3 / detik
=
0,1484m 2

= 2,4104 m/detik

Maka Actual minimum vapor velocity < uh

Maximum vapor velocity (uh max)

Qv
=
Ah

1,0742m 3 / det ik
=
0,1484 m 2

= 7,2385 m/detik

Plate Pressure Drop

Dry pressure drop (hd)

Ah Ah
x100 0
Ap An

0,1484m 2
= x100
1,9786m 2

= 7,5

Tebal plate
0,32
Diameter Lubang

Dari fig 11-32 Coulson and Richardson hal 467 diperoleh Orifice Coeficient

(Co) = 0,71
2
Uh V
hd = 51 Persamaan 11.88 Coulson and Richardson
Co L

2
8,1946 1,9883
= 51
0,71 805,8228

= 16,7629 mm

Residual Head (hr)

12,5 x10 3
hr = Persamaan 11.89 Coulson and Richardson
L

12,5 x10 3
=
805,8225

= 15,5121 mm liquid

Total Plate Drop (ht)

ht = hd + (hw + how) + hr Persamaan 11.90 Coulson and Richardson

= 16,7629 + (15 + 11,2547) + 15,5121

= 58,5297 mm

Plate Pressure Drop

P = 0,00981 ht x L Persamaan 11.87 Coulson and Richardson

= 0,00981 x 58,5297 x 805,8225

1atm
= 462,6842 pa x
1,013.105 pa

= 0,00457atm

Downcomer Liquid Back Up

Downcomer liquid loss

Diambil hap = hw 5
= (15-5) mm

= 10 mm

Aap = hap x Lw

= 10.10-3 m x 1,5265 m

= 0,0153 m2

Karena Aap < Ad maka digunakan Aap dalam persamaan 11.92 Coulson and Richardson

hal 468

2
L wd
hdc = 166
L xA m

149195,5118 gr/menit
= 166
1000liter
805,8225gr/liter x 0,0153 m 2 x
1 m3

= 24,3085 mm

Back-up in downcomer (hb)

hb = (hw + how) + ht + hdc Persamaan 11.91 Coulson and Richardson

= (15 + 11,2547) + 58,5297 + 24,3085

= 109,0929 mm

= 0,1257816 m

Checking : 0,5 (plate spacing + weir height) = 0,5 (0,2+ 1,065) m = 0,6325 m >hb

(Tray spacing sudah sesuai)

Residence Time
Adxhdcx L
tr = Persamaan 11.95 Coulson and Richardson
Lwd

Residence time yang dianjurkan paling sedikit 3 detik.

1000liter
0,49465m 2 x0,02431mx805,8225 gr / literx
tr = 1m 3
1menit
149195,5118 gr / menitx
60 det ik

= 3,8966 detik > 3 detik (sesuai)

Menentukan Jumlah Lubang

Luas satu lubang = /4.dh2

= /4 . (0,00635)2

= 3,165.10-5 m2

Luas area lubang = 0,1484 m2

0,1484
N hole = 5
= 4688,78 4689 lubang
3,165.10

Menghitung Ukuran Pipa

1. Pipa pemasukan umpan Menara Distilasi

1lb 60menit
Kecepatan umpan G = 34203,78664gr/menit x x
453,6 gr 1 jam

= 4524,3104 lb/jam

Densitas umpan = (0,671x C3H7OH) + (0,271x CH3COOC3H7) +

(0,0575x H2O)

= (0,671 x 804,6) + (0,271 x 887,8) + (0,0575 x 1000)

1lb 1000liter 0,0283m 3


= 837,9804 gr/liter x x x
453,6 gr 1m 3 ft 3

= 52,2814 lb/ft3
0, 45
G 0, 32
Di = 2,2 L
1000

0, 45
4524,3104 0, 32
= 2,2 52,2814
1000

= 1,223 in

Dipakai pipa ukuran ID= 1,38 in

OD = 1,660 in

NPs= 1,25 in

Sch = 40

2. Pipa pengeluaran uap puncak Menara Distilasi

Kecepatan uap puncak = V = 128148,9437 gr/menit = 16915,6606 lb/jam

Densitas umpan ( V) = 1,9883 gr/liter = 0,1241 lb/ft3

0, 45
G 0, 32
Di = 2,2 L
1000

0, 45
16915,6606 0, 32
= 2,2 0,1241
1000

= 15,3160 in

Dipakai pipa ukuran ID = 15,375 in

OD = 16 in

NPS= 16 in

Sch = 20

3. Pipa pengeluaran cairan dasar Menara Distilasi

Kecepatan cairan = L = 149195,5118 gr/menit = 19693,8076 lb/jam

Densitas umpan ( L) = 886,136 gr/liter = 55,3215 lb/ft3


0, 45
G 0, 32
Di = 2,2 L
1000

0, 45
19693,8076 0, 32
= 2,2 55,3215
1000

= 2,3289 in

Dipakai pipa ukuran ID = 2,469in

OD = 2,875 in

NPS= 2,5 in

Sch = 40

Kesimpulan

Fungsi : Memisahkan produk Propil asetat dari campurannya

Jenis : Menara dengan sieve tray

1. Kondisi operasi

Umpan : P = 1 atm

T = 100oC = 373 K

Bottom: P = 1,3 atm

T = 111oC = 384 K

2. Ukuran menara

Diameter = 1,775 m = 5,8235 ft

Tebal shell = in = 0,25 in

Tebal head = in = 0,25 in

Tinggi head = 13,9269 in

Tinggi menara = 17,4 m


3. Plate

Jenis = sieve tray

Jumlah = 78 plate

Panjang weir = 1,5265 m

Diameter hole = 0,00635 m = 6,35 mm

Tebal plate = 0,002032m = 2,032 mm

P per plate = 0,00457atm

Jumlah lubang = 4689 lubang

4. Ukuran pipa

Pipa pemasukan umpan : ID= 1,38 in

OD = 1,660 in

Pipa pengeluaran uap puncak : ID = 15,375 in

OD = 16 in

Pipa pengeluaran cairan dasar : ID = 2,469in

OD = 2,875 in

CONDENSOR (CD)

Fungsi : Mengembunkan uap yang keluar dari puncak Menara Distilasi pada suhu

97,4012oC, dengan menggunakan air pendingin

Jenis : Shell and Tube

Panas Pengembunan Hasil Atas :

Suhu refferensi = 25 C

Suhu Atas Menara = 97,4012 C

komponen Massa(gr/menit) Massa(lb/jam) (BTU/lb) M.


(BTU/jam)

C3H7OH 13002,559 1719,9452 450 773975,34

CH3COOC3H7 131,6022 17,4077 293 5100,4561

H2O 26,0573 3,4467 900 3102,03

Total 13160,2185 782177,8261

Menentukan Jumlah Pendingin

Uap Panas
T1 = 207,3222oF

Pendingin Masuk Cd-01 Pendingin keluar


t1 = 86 oF t2 = 113 oF

Kondensat
T2 =207,3222
o
F
T = 113 oF 86 OF = 27 OF

113 86 o F
Tav 99,5o F
2

Pada Tav = 99.5 oF

Cp = 0,9979 btu/lb oF

Q 782177,8261btu jam
Wt 29030,5132 lb jam
Cp T 0,9979 btu lb o Fx27 o F
Menentukan LMTD

Suhu umpan masuk (T1) = 97,4012 oC = 207,3222 oF

Suhu umpan keluar (T2) = 97,4012 oC = 207,3222 oF

Suhu pendingin masuk (t1) = 30 oC = 86 oF

Suhu pendingin keluar (t2) = 45 oC = 113 oF

T1 t 2 T2 t1
LMTD
T t
ln 1 2
T2 t1

207,3222 113 207,3222 86


207,3222 113
ln
207,3222 86

= 107,2552 oF

Route Fluida

Uap panas mengalir dalam shell side

Air pendingin mengalir dalam tube side

Menentukan faktor koreksi

T 1 T2 207,3222 207,3222
R= 0
t2 t1 113 86

t2 t1 113 86
S= 0,2143
T1 t1 212 86

Dari fig 18 Kern, didapat harga Ft = 1

Maka t LMTD 107,2552 o F


Menghitung Luas Transfer Panas

Fluida Panas

207,3222 207,3222 o F
Tav 207,3222 o F
2

= 0,7811 cp = 1,1533 lb/jam.ft

Cp = 0,7805 Btu/lb oF

= 50,3073 lb/ft3

k = 0,09824 Btu/jam ft2 (oF/ft)

Fluida Dingin

86 113 o F
Tav 99,5 o F
2

= 0,72 cp = 1,7424 lb/jam.ft

Cp = 0,9979 Btu/lb oF

= 62,4 lb/ft3

k = 0,3623 Btu/jam ft2 (oF/ft)

Dari tabel 8, Kern, P. 840 : harga UD = 50-125 Btu/jam ft2 oF

Untuk perancangan diambil UD = 55 Btu/jam ft2 oF

Luasa Transfer Panas

Q 782177,8261 Btu jam


A
UD LMTD 55 Btu jam ft 2 o F 107,2552 o F

= 132,5942 ft2
Dipilih panjang pipa dengan ukuran standart:

BWG(L) = 16ft OD = 1 in

Dari tabel 10 Kern, didapat harga:

IDt = 0,87 in

at = 0,594 in2

ao = 0,2618 ft2/ft

Jumlah Pipa, Nt

A 132,5942 ft 2
Nt
ao.L 0,2618 ft 2 ft x16 ft

= 31,6544

Dari tabel 9 Kern, diperoleh HE dengan spesifikasi:

Shell Tube

IDs = 10in OD = 1 in, 1 1 4 in square pitch

B = IDs/2 = 5 in Nt = 32

passes =1 Passes = 2

A terkoreksi

A = Nt x ao x L

= 32x 0,2618 ft2/ft x 16 ft

= 134,0416 ft2

UD terkoreksi

Q 782177,8261 Btu jam


UD o
Aterkoreksi .LMTD 134,0416 ft 2 107,2552 F

= 54,4061 Btu jam ft 2 o F


Air Pendingin Mengalir Dalam Tube

86 113
Ta 99,5 o F
2

Nt at ' 32 0.594in 2
at
144 n 144 in 2 ft 2 2

0,066 ft 2

Wt 29030,5132 lb jam
Gt
at 0,066 ft 2

439856,2606 lb jam ft 2

Pada suhu T = 99,5 oF didapat harga;

= 0.72 cp = 1,7424 lb/jam.ft (fig. 14 Kern)

Cp = 0,9979 Btu/lb oF

k = 0,3623 Btu/jam ft2 (oF/ft)

D = 0,87/12 = 0,0725

D Gt 0,0725 ft 439856,2606 lb jam ft 2


Re
1,7424 lb jam ft

= 18302,099

L/D = 12/0,0725 = 165,5172

Dari fig.24, kern, didapat; jH = 80

13 13
k Cp 0,3623 0,9979 x1,7424
hi jH 80 x
D k 0,0725 0,3623

= 674,3352Btu/jam ft2 oF
ID 0,87 2
hio hi x674,3352 Btu jam ft oF
OD 1

= 586,6716 Btu/jam ft2 oF

Zat Organik Mengalir Dalam Shell

207,3222 207,3222 o F
ta 207,3222 o F
2

C = Pt ODs

= 1,25 1 = 0,25 in

IDs C B 10in 0,25in 5in


as
144 Pt 144 in 2 ft 2 1,25in

= 0,0694 ft2

Ws 1740,7696lb jam
Gs
as 0,0694 ft 2

= 25083,1361 lb jam ft2

Pada suhu T = 207,3222 oF didapat harga;

= 0,7811 cp = 1,1533 lb/jam.ft (fig. 14 Kern)

Cp = 0,7805 Btu/lb oF

k = 0,09824 Btu/jam ft2 (oF/ft)

Dari fig. 28, kern, didapat; D = 0,99/12 = 0,0825

D Gs 0,0825 ft 25083,1361lb jam ft 2


Re
1,1533 lb jam ft

= 1794,2935

Dari fig.28, kern, didapat; jH = 30

13 13
k Cp 0,09824 0,7805 x1,1533
ho jH 30 x
D k 0,0825 0,09824
= 74,7535Btu/jam ft2 oF

Clean Overall Coeficient

hio ho 586,6716 74,7535


Uc Btu jam ft 2 o F
hio ho 586,6716 74,7535

= 66,3049 Btu/jam ft2 oF

1 1
Rd
Ud Uc

1 1
Rd =
Ud Uc

1 1
Rd =
54,4061 66,3049

Rd = 0,0032

Rd = 0,0032 > 0,003 (Rdmin) ... HE memenuhi syarat

Menentukan Pressure Drop, PT

Air Pendingin Mengalir dalam Tube

Ret = 18302,099

Dari fig. 26 Kern, didapat harga = 0,00025 ft 2 / in 2

Dari tabel 6 Kern, didapat harga spesifik gravity = 1,0

f Gt 2 Ln
Pt
5,22 x1010 ID S *

2
0,00025 ft
2
2 439856,2606 lb jam ft 2 16 ft 1
in
0,87
5,22 x1010 x ftx1
12

0,2045 psi
Gt = 439856,2606 lb jam ft2

v 2 62.4
Dari fig. 27 Kern, didapat harga 0,025
2 g 144

Maka:

4 n v 2 62,4
Pr
s * 2 g 144

4 2
0,025
1

= 0,2 psi

PT Pt Pr

= (0,2045 + 0,2)psi

= 0,4045psi

PT = 0,4045 psi < 10 psi HE memenuhi syarat

Zat Organik Mengalir dalam Shell

Res = 1794,2935

Dari fig. 29 Kern, didapat harga = 0,003 ft 2 in 2

S* = 0,8119(tabel 6, Kern)

0.14
w 1

12 L 12 16
N 1 38,4
B 5

f Gs 2 IDs N 1
PS
5.22 1010 De S *

2 2
0,003 ft 2 in 2 25083,1361lb jam ft 10 12 ft 38,4
10
5,22 x10 0,0825 ft 0,8119 1

= 0,0173 psi
PS = 0,0173 psi < 2 psi HE memenuhi syarat

Kesimpulan

Fungsi : Mengembunkan uap hasil atas menara distilasi sebagai kondensat

Jenis : Shell and Tube Exchanger

1. Beban panas kondensor (Qc) = 782177,8261 Btu/jam

2. Kebutuhan air pendingin Wa = 29030,5132 lb/jam

3. TLMTD = 107,2552 oF

4. Luas transfer panas(A) = 132,5942 ft2

5. Spesifikasi kondensor

Shell Tube

ID = 10 in OD = 1 in

P = 1 atm ID = 0,87 in

at = 0,594 in2

ao = 0,2618 ft2/ft

BWG = 16

Pitch = 1 in square pitch

Sch no = 40

Passes = 2

Nt = 32

UD trial = 55 BTU/jam.ft2.oF UD koreksi = 54,4061 BTU/jam.ft2.oF

A = 132,5942 ft2 A koreksi = 134,0416 ft2


Rd min = 0,003 Rd hitung = 0,0032

Pt allow= 10 psi Phitung = 0,4045 psi

Ps allow= 2 psi Pshitung = 0,0173 psi

ACCUMULATOR (ACC)

Fungsi : Menampung sementara cairan (embunan) yang keluar dari Condensor, dengan

kondisi operasi P=1 atm, T= 97,4012oC

Jenis : Tangki Silinder Horizontal

Data yang diketahui:

1. kondisi operasi

P = 1 atm

T = 97,4012oC

lb 0,4536kg ft 3
2. densitas cairan l = 50,3073 x x
ft 3 lb (0,3048m) 3

= 805,8592 kg/m3

Kecepatan volumetris cairan ,Ql

Kecepatan volumetris cairan dihitung dengan persamaan :

Ql = Ml / l

dengan :

Ql = kecepatan volumetris cairan ,m3/j

Ml = kecepatan aliran massa cairan ,kg/j

l = densitas cairan ,kg/m3


5380,6429kg / jam
Ql =
805,8592kg / m 3

= 6,6769 m3 / j

= 0,2358 cuft/det

Dimensi Accumulator

Dari tabel 5-1 dan 5-2 waktu tinggal cairan dalam accumulator berkisar 5 - 15 menit.

Dirancang waktu tinggal cairan t = 5 menit.

Volume cairan :

Vl = Qlxt

= 0,2358 Cuft/det x 5 menit x 60 det/menit

= 0,01965 Cuft

dirancang volume space 20 % dari volume Accumulator.

Vac = Vcairan + Vspace

= Vcairan + 0,2 Vac

Vac = Vcairan / 0,8

= 0,01965cuft / 0,8 = 0,02456 cuft

Dari Evan,F.L.,1974 untuk Accumulator 3 < H/D < 5

dirancang H/D accumulator = 3

Vac = [.D / 4].L

= [.D / 4]x 3 x D

D = [4Vac / x 3 ] 1/3

= [(4 x 0,02456) / (3,14 x 3 )]1/3

= 0,2185 ft

H = 3 x 0,2185 ft

= 0,6555 ft
Tebal dinding Accumulator

Tebal dinding Accumulator dihitung dengan persamaan 13.16 Brownell,L.E.,1979

p x ri
t= +c
E 0,6 x p
dengan:

t = tebal dinding accumulator ,in

P = internal pressure ,psi

ri = jari-jari accumulator ,in

fall = allowable stress bahan ,psi

E = joint effisiensi = 0,85

c = corrosion factor ,in

= 0,125 in

Dari tabel 13-1 Brownell,L.E.,1979 dipilih bahan dinding accumulator Carbon steel SA

- 283 grade-C dengan fall = 12650 psi

Factor keamanan 20 %

jika data-data dimasukan kedalam persamaan diatas diperoleh

17,64 psiax1,311in
ts = 0,125in
(12650 psiax 0,85) (0,6 x17,64 psia )

= 0,1271 in

Berdasarkan table 5.8 Brownell and young hal. 93 dipilih tebal shell standard

t = 3/16 in

Menghitung tebal head

Tebal head Accumulator dihitung dengan persamaan 13.10 Brownell,L.E.,1979.

pxD
th = c
2.fallxE - 0,2p
dengan :

D = diameter accumulator ,inc

Jika data-data dimasukan kedalam persamaan diatas diperoleh

17,64 psiax 2,622in


th = 0,125in
(2 x12650 psiax 0,85) (0,2 x17,64 psia )

= 0,1271 in

Berdasarkan table 5.8 Brownell and young hal. 93 dipilih tebal head standard t=

3/16 in

Kesimpulan

Fungsi : Menampung sementara cairan (embunan) yang keluar dari Condensor

Jenis : Tangki silinder horisontal

Kondisi operasi: P = 1 atm

T = 97,4012oC

Diameter tangki = 0,2185 ft

tinggi tangki = 0,6555 ft

Tebal shell = 3/16 in

Tebal head = 3/16 in

REBOILER (RB)

Fungsi : Menguapkan cairan yang keluar dari dasar Menara Distilasi pada suhu 111oC

yang kemudian dimasukkan pada tangki penyimpan CH3COOC3H7 (T-05)


Jenis : Kettle reboiler

Panas penguapan hasil bawah

Suhu Referen = 25oC

Suhu bawah menara = 111oC

komponen Massa(gr/menit) Massa(lb/jam) (BTU/lb) M. (BTU/jam)

C3H7OH 420,8567 55,6689 550 30617,895

CH3COOC3H7 20622,6629 2727,8655 272 741963,7641

Total 772581,6591

Maka beban panas reboiler:

= 772581,6591 BTU/jam

Pemanas menggunakan steam dengan suhu 300 oF

T top = 97,4012oC = 207,3222 oF

T bottom = 111 oC = 231,8 oF

0
T 231,8 207,3222 F
0,3138 oF
ntray 78

Suhu cairan yang masuk reboiller:

TL = 231,8 F 0,3138 oF = 231,4862 oF

Maka cairan yang masuk reboiller dipanaskan dari suhu 231,4862 oF hingga suhu

231,8 oF.

Diketahui beban panas reboiller = 772581,6591 BTU/jam.

Steam yang digunakan pada suhu T = 300 oF


Sehingga dari table 7 kern didapat harga:

P = 67,013 Psi

Hfg = 910,1 Btu/lb

Kebutuhan steam pemanas:

Q 772581,6591 Btu jam


Wt
Hfg 910,1 Btu lb

= 848,8975 lb/jam

= 385,8625 kg/jam

Menghitung LMTD

Uap
Jenuh
300 oF
Liquid Rb-01 Uap
231,4862 oF 231,8 oF

Cair
Jenuh
300oF
T1 t 2 T2 t1
LMTD
T t
ln 1 2
T2 t1

300 231,8 300 231,4862


300 231,8
ln
300 231,4862

= 68,3568 oF
Route Fluida:

Steam pemanas mengalir dalam tube side

Zat organik mengalir dalam shell side

Menghitung Luas Transfer Panas

Fluida Panas

300 300 o F
Tav 300 o F
2

= 0,015 cp = 0,0363 lb/jam.ft

Fluida Dingin

231,4862 231,8 o F
Tav 231,6431o F
2

= 0,2041 cp = 0,4939 lb/jam.ft

Dari table 8 Kern, harga UD = 100 200 Btu/jam.ft2.oF

Diambil UD = 100 Btu/jam.ft2.oF

Q 772581,6591 Btu jam


A
UD.LMTD 100 Btu jam ft 2 o F 68,3568 o F

= 113,0219 ft2

Dipilih panjang pipa dengan ukuran standart:

BWG(L) = 16ft OD = 1 in

Dari tabel 10 Kern, didapat harga:

IDt = 0,87 in
at = 0,594 in2

ao = 0,2618 ft2/ft

Jumlah Pipa, Nt

A 113,0219 ft 2
Nt
ao.L 0,2618 ft 2 ft x16 ft

= 26,9819

Dari tabel 9 Kern, diperoleh HE dengan spesifikasi:

Shell Tube

IDs = 10 in OD=1in,1 1/4 in square pitch

B = IDs/2 = 5in Nt = 32

p =1 P = 2

A terkoreksi

A = Nt x ao x L

= 32 x 0,2618 ft2/ft x 16 ft

= 134,0416 ft2

UD terkoreksi

Q 772581,6591 Btu jam


UD o
Aterkoreksi .LMTD 134,0416 ft 2 68,3568 F

= 84,3185 Btu jam ft 2 o F

Steam Mengalir Dalam Tube

300 300
Ta 300 o F
2

Untuk steam yang mengalir dalam tube, berlaku harga hio = 1500 Btu jam ft 2 o F
Nt at ' 32 0,594in 2
at
144 n 144 in 2 ft 2 2

= 0,066 ft2

Wt 848,8975 lb jam
Gt
at 0,066 ft 2

12862,0833 lb jam ft 2

Dari fig 15 Kern, pada suhu T = 300 oF didapat harga steam = 0,015 cp

= 0,015 cp = 0,0363 lb/jam.ft

IDt Gt 0,87 / 12 ft 12862,0833 lb jam ft 2


Re
0,0363 lb jam ft

= 25688,7339

Zat Organik Mengalir Dalam Shell

231,4862 231,8 o F
ta 231,6431o F
2

C = Pt ODs

1
=1 1 = 0,25 in
4

IDs C B 10in 0,25in 5in


as
144 Pt 144 in 2 ft 2 1,25in

= 0,0694 ft2

Ws 2783,5343lb jam
Gs
as 0,0694 ft 2

= 40108,5634 lb jam ft2

Dari fig. 28, kern, didapat; D = 0,99/12 = 0,0825

Dari fig 15 Kern, pada suhu T = 231,6431 oF,


didapat harga camp = 0,2041 cp

= 0,2041 cp = 0,4939 lb/jam.ft

De Gs 0,0825 ft 40108,5634 lb jam ft 2


Re
0,4939 lb jam ft

= 6699,6487

Dicoba ho 300 Btu jam ft2 o F

hia
tw ta Ta ta
hio ho

1500
231,6431o F 300 231,6431 o F
1500 300

= 288,6072 0F

tw tw ta

288,6072 231,6431 o F 56,9641o F

Dari fig. 15.11 Kern, P. 474, didapat harga ho < 300 Btu jam ft2 o F

Sehingga diambil harga ho = 125 Btu jam ft2 o F

Clean Overall Coeficient

hio ho 1500 125


Uc Btu jam ft2 o F
hio ho 1500 125

= 115,3846 Btu jam ft2 o F

1 1
Rd
Ud Uc

1 1
Rd =
Ud Uc

1 1
=
84,.3185 115,3846

= 0,00319
Rd = 0,00319 > 0,003 (Rdmin)

HE memenuhi syarat

Menentukan Pressure Drop, PT

Steam Mengalir dalam Tube

Ret = 25688,7339

Dari fig. 26 Kern, didapat harga = 0,0002 ft 2 in 2

Dari tabel 7 Kern, didapat harga spesifik volume = 6,466

1
S* 0,00248
6,466 62,4

f Gt 2 Ln
Pt
5.22 1010 ID S *
2
0,0002 ft 2 / in 2 12862,0833 lb jam ft 2 16 ft 2
5,22 x1010 x 0,87 12 ftx0,00248

= 0,1128psi

Gt = 12862,0833 lb jam ft2

Dari fig. 27 Kern, didapat harga 0,00004psi

Maka:

4 n v 2 62.4
Pr
s* 2 g 144

4 2
0,00004
0,00248

0,1290 psi

PT Pt Pr

= (0,1128 + 0,1290)psi

= 0,2418psi
PT = 0,2418 psi < 2 psi HE memenuhi syarat

Zat Organik Mengalir dalam Shell

Res = 6699,6487

Dari fig. 29 Kern, didapat harga = 0,0025 ft 2 in 2

S* = 0,845 (tabel 6, Kern)

0.14
w 1

12 L 12 16
N 1 38,4
B 5

f Gs 2 IDs N 1
PS
5.22 1010 De S *

2 2
0,0025 ft 2 in 2 40108,5634 lb jam ft 10 12 ft 38,4
10
5,22 x10 0,0825 ft 0,845 1

= 0,035psi

PS = 0,035 psi < 10 psi HE memenuhi syarat

Kesimpulan

Fungsi : Menguapkan cairan yang keluar dari dasar Menara Distilasi pada suhu 111oC

yang kemudian dimasukkan pada tangki penyimpan CH3COOC3H7 (T-05)

Jenis : Kettle reboiler

1. Beban panas reboiler = 772581,6591 BTU/jam.

2. Media pemanas = steam pada suhu 300oF

3. Jumlah steam = 848,8975 lb/jam

4. Luas transfer panas = 113,0219 ft2

5. Spesifikasi reboiler
Shell Tube

IDs = 10 in OD = 1 in

Passes = 1 IDt = 0,87 in

at = 0,594 in2

ao = 0,2618 ft2/ft

BWG = 16

Sch = 40

Nt = 32

Pitch = square pitch

Passes = 2

UDtrial = 100 BTU/jam.ft2.oF UDkoreksi = 84,3185 BTU/jam.ft2.oF

A = 113,0219 ft2 A koreksi = 134,0416 ft2

Rd min = 0,003 Rd hitung = 0,00319

Pt allow = 2 psi Pt hitung = 0,2418 psi

DEKANTER

Fungsi : Memisahkan fase berat berupa CH3COOH, Na2SO4, H2O dan fase ringan

berupa CH3COOC3H7, C3H7OH, dan H2O.

Jenis : Dekanter horizontal

Mol (kmol/jam)
Komponen Massa Masuk (Kg/jam)
CH3COOH 604.954 10,6473

C3H7OH 604.954 10,277

CH3COOC3H7 3085.261 137,0603

H2O 575 9,6642

Na2SO4 7.013 0,048

TOTAL 38046,3712 634,8036

Ukuran Alat Dekanter


Lapisan Atas

Komponen Massa (kg/jam) Densitas Fraksi Mol (X)


C3H7OH 19984,67704 804,6 0,671
CH3COOC3H7 13705,4997 887,8 0,271
H2O 513,61 1000 0,0575
Total 34203,79 1

ave = Xi . i

=(0,671x804,6kg/liter)+ (0,271x887,8kg/liter) + (0,0575x1000kg/liter)

1 liter 62,43 lb/ft 3


= 837,4804 kg/liter x x
1000 cm3 1 kg/cm3

= 52,2839 lb/ft3

Ave = 0,0328 ( )1/2

= 0,0328 ( 52,2839 lb/ft3 )1/2

2,42 lb/ft.jam 1 jam


= 0,2372 cP x x
1 cP 3600 det ik

= 1,5945x 10-4 lb/ft.detik


Lapisan Bawah

Komponen Massa (kg/jam) Densitas (kg/liter) Fraksi Mol ( X )


C3H7OH 285,67286 804,6 0,034
CH3COOH 1239,8715 1380 0,148
H2O 2002,58 1000 0,796
Na2SO4 21,9873 2698 0,001
CH3COOC3H7 292,47 887,8 0,021
Total 3842,59 1

Ave = Xi . i

= (0,034x804,6gr/liter) + (0,148x1380gr/liter) + (0,796x1000gr/liter)


+ (0,001x2698 gr/liter) + (0,021x887,8gr/liter)

1 liter 62,43 lb/ft 3


= 1049,82938 gr/liter x x
1000 cm3 1 gr/cm3
= 65,541 lb/ft3
Ave = 0,0328 ( )1/2

= 0,0328 (65,541 lb/ft3)1/2


2,42 lb/ft.jam 1 jam
= 0,2655 cP x x
1 cP 3600 det ik
= 1,7847 x 10-4 lb/ft.detik

Waktu Pemisahan

100
t= Persamaan 2-15 Mc Cabe Smith
a b

dimana : t = Waktu Pemisahan , jam


= Viskositas Campuran , cP

a = Densitas Cairan Berat , Kg/m3

b = Densitas Cairan Ringan , Kg/m3

100 x 0,5027
t =
1049,82938 - 837,4804
= 0,2367 jam = 14,202 menit
Faktor keamanan = 20%
34203,79kg/jam x 2,2046.10-3 lb/kg
Volume lapisan atas = x 14,202 menit
52,2839 lb/ft 3
= 20,4827 ft3

3842,59 kg/jam x 2,2046.10-3 lb/kg


Volume Lapisan Bawah = x 14,202 menit
65,541 lb/ft 3
= 1,8356 ft3
Volume Total = 20,4827 ft3 + 1,8356 ft3
= 22,3183 ft3
Volume Tangki = 1,2 x 22,183 ft3
= 26,7819 ft3
Dipakai tangki horizontal jenis ellipsoidal head dengan perbandingan L:D = 2:1
VTotal = VShell + 2(VHead)

.D2 L 2 .D 3
= +
4 24

2 2 .D 3
= D (2D) +
4 24
12 .D 3 2 .D3
=
24
14 .D 3 7 .D 3
= =
24 12

7 .D 3
VTotal =
12
7 .D 3
26,7819 ft3 =
12
D3 = 14,6216 ft2
D = 2,445 ft
L = 4,89 ft

Persamaan 2-13 Mc Cbe Smith

B B
ZAi = ZAZ - ZB = ZAZ (ZT ZAi)
A A

B
ZAZ = ZAi + (ZAT ZAi)
A

Dimana :
ZAZ = Tinggi Cairan berat pada saluran keluar tangki
ZAi = Tinggi cairan lapisan bawah
ZB = Tinggi cairan lapisan atas
ZT = Tinggi cairan total dalam tangki
A = Densitas Cairan Berat

B = Densitas Cairan Ringan

.D 2 .Z
V =
2

2.V
ZB =
.D 2
2x 20,482 ft 3
=
x 2,445 ft
= 5,3357 ft
2.V
ZA =
.D 2
2 x 1,8356 ft 3
=
x 2,445 ft
= 0,4782 ft
Tinggi cairan total = 5,3357ft + 0,4782 ft
= 5,8139 ft

52,2839 lb/ft 3
ZAZ = 0,4782 ft + (5,3357 ft 0,4782 ft)
65,541 lb/ft 3
= 4,3532 ft

Menentukan Tebal Dinding Tangki :

Dari persamaan 13.1 Brownel hal 254

PxD

ts = +C

2 (fall x E 0,6 P)
Dimana :
t = Tebal dinding
p = Tekanan operasi
E = welded butt join efisiensi
F = Maximum allowable stress
D = Diameter
C = Faktor korosi
Bahan konstruksi yang digunakan adalah Stainless Steel SA 167 type 316 dengan data

data sebagai berikut :

Tegangan maximal yang diijinkan (fall) = 18750 psia

Efisiensi sambungan (E) untuk Double Welded Butt Joint = 0.8

Faktor korosi ( C ) = 0.125 in

Tekanan Perancangan = 1 atm

Digunakan faktor keamanan sebesar 20 %, maka

P = 1,2 x 1atm x 14,7psia/atm

= 17,64 psia

12in
17,64 psiax 2,445 ftx
1 ft
t = + 0,125 in
2[(18750 psiax 0,80) (0,6 x17,64 psia )]

= 0,14225 in

Sehingga dipilih tebal plat standart = 3/16 in

Menentukan Tebal Head (Tutup) :

Bahan konstruksi yang digunakan adalah Stainless Steel SA 167 type 316 dengan data

data sebagai berikut :

Tegangan maximal yang diijinkan (fall) = 18750 psia

Efisiensi sambungan (E) untuk Double Welded Butt Joint = 0.8


Faktor korosi ( C ) = 0.125 in

menurut Brownell and Young hal. 256 untuk mencari tebal head digunakan persamaan sebagai berikut :

PxD

th = +C

(2 fall x E 0.2 P)

12in
17,64 psiax 2,445 ftx
1 ft
= + 0,125 in
(2 x18750 psiax 0,80) (0,2 x17,64 psia )]

= 0,14225 in

sehingga digunakan tebal head (th) standart = 3/16 in.

Kesimpulan

Tugas : Memisahkan fase berat berupa CH3COOH, Na2SO4, H2O

dan fase ringan berupa CH3COOC3H7, C3H7OH, dan H2O.

Bentuk : Dekanter horizontal

Kondisi operasi : P = 1 Atm

T = 50oC

Waktu pemisahan : 14,202 menit

Diameter dekanter : 2,445 ft

Panjang decanter : 4,89 ft

Tinggi cairan : 5,8139 ft

Bahan : Stainless Steel SA 167 type 316

Tebal dinding tangki : 3/16 in

Tebal head : 3/16 in


LAMPIRAN
PERHITUNGAN UTILITAS

Utilitas berfungsi untuk menyediakan bahan-bahan penunjang untuk mendukung

kelancaran pada sistem produksi di seluruh pabrik. Unit-unit yang ada di utilitas terdiri

dari :

Unit penyediaan dan pengolahan air (Water system) dan steam (Steam generation

system)

Unit penyedia udara instrumen (Instrument air system)

Unit pembangkit dan pendistribusian listrik (Power plant and Power distribution

system)

A. Unit Penyedia Air dan Steam

1. Perhitungan Kebutuhan Air

Kebutuhan air yang disediakan untuk kebutuhan proses produksi di pabrik

meliputi:

Air untuk keperluan umum (General Uses)

Kebutuhan air ini meliputi kebutuhan laboratorium, kantor, karyawan dan

lain-lain. Air yang diperlukan untuk keperluan umum ini adalah sebanyak :

Tabel D.1 Kebutuhan Air Untuk General Uses


No. Kebutuhan Jumlah Satuan
1. Air untuk karyawan dan kantor = 60 L/orang/hari
Jadi untuk 134 orang diperlukan air sejumlah 8,04 m3/hari
2. Air untuk perumahan karyawan :
a. Perumahan pabrik : 20 rumah
b. Rumah dihuni 2 orang : 300 L/hari.rumah
Total untuk perumahan : 6.000 L/hari 6,00 m3/hari
3. Air Untuk Laboratorium diperkirakan sejumlah 1,00 m3/hari
4. Air Untuk Kebersihan dan Pertamanan 1,00 m3/hari
16,82 m3/hari
Total 0,7508 m3/jam
700,83 kg/jam

Air untuk pembangkit steam (Boiler Feed Water)

Tabel D.2 Kebutuhan Air Untuk Boiler Feed Water


No Kebutuhan Jumlah Satuan
1 Heater 101 (HT-101) 161,503 kg/jam
3 Heater 102 (HT-102) 141,896 kg/jam
4 Heater 301 (HE-301) 225,247 kg/jam
5 Reboiler 301 (RB-301) 621,597 kg/jam
Jumlah kebutuhan 10.150,243 kg/jam
Over design 10 % 10.265,2673 kg/jam
Recovery 90 %, maka make up 0,3057 m3/jam

Air untuk keperluan air pendingin

Tabel D.4 Kebutuhan Air Untuk Air Pendingin


No Kebutuhan Jumlah Satuan
1 Cooler 301 (CO-301) 8.259,678 kg/jam
2 Cooler 302 (CO-302) 33.083,634 Kg/jam
3 Condensor 301 (CD-301) 202.329,753 Kg/jam
4 Jaket Reaktor 1 1.032,439 Kg/jam

Jumlah kebutuhan 245.964,752 kg/jam


Over design 10 % 270.561,227 kg/jam
Recovery 90 %, maka make up 27,250 m3/jam

Air untuk pamadam kebakaran (Hydrant Water)

Untuk air pemadam kebakaran disediakan = 15,043 kg/jam

= 0,0152 m3/jam
Total kebutuhan air dengan treatment = General uses + BFW + Process

water + Air hydrant + Air

pendingin

= 700,83 kg/jam + 10.265,267 kg/jam + 15,043 kg/jam + 27.561,227 kg/jam

= 40180,91 kg/jam

= 40,18291 m3/jam

Sehingga kebutuhan air total 40,18291 m3/jam

Kebutuhan air di penuhi dengan satu sumber yaitu air sungai (DAS)

bengawan solo jawa tengah.

2. Spesifikasi Peralatan Utilitas

a. Bak Sedimentasi (BS-101)

Fungsi : Mengendapkan lumpur dan kotoran air sungai

Jenis : Bak rectangular

1. Menetukan Volume Bak

Jumlah air sungai = 40180,91 kg/jam = 40,18291 m3/jam

Waktu tinggal = 1- 8 jam (http://water.me.vccs.edu/)

Diambil waktu tinggal = 1,5 jam

Ukuran volume bak = 1,1 40,18291 m3/jam 1,5 jam

= 66,3018 m3 = 17515.08 gallon


2. Menetukan Dimensi Bak

Luas permukaan bak (A) = Qc/O.R (http://water.me.vccs.edu/)

Dimana :

A = luas permukaan bak, m3

Qc = laju alir, m3/jam

O.R = overflow rate, 500 gal/jam-ft2- 1.000 gal/jam-ft2

Diambil overflow rate 500 gal/jam-ft2

Sehingga :

A = 38,767 ft2

Kedalaman bak (d) = 7-16 ft (http://water.me.vccs.edu/)

Diambil d = 16 ft = 4,8768 m

Panjang (L) = 4W

Dimana W = (V/4d)1/2

4.275,453 ft3/jam 1/ 2
=
4 16 ft

= 6,36 ft = 1,94 m

L = 4(6,36 ft)

= 25,45 ft

= 7,76 m

3. Menentukan Air Sungai Keluar Bak Sedimentasi

Flow through velocity : < 0,5 ft/min (http://water.me.vccs.edu/)


v = (0,0000928 ft3-jam/gal-min x Qc)/Ax

Ax = cross-sectional area

Ax = Wd

= (6,36 ft)(16 ft)

= 101,807 ft2

v = (0,0000928ft3-min/gal-jam x 19.383,399 gal/jam)/(101,807 ft2 )

= 0,018 ft/min

0,0018 ft/min < 0,5 ft/min, menandakan lumpur tidak terbawa oleh aliran

air keluar bak sedimentasi.

Air sungai keluar = Air sungai masuk - Drain

Asumsi turbidity = 850 ppm (Powell, 1954)

x (suspended solid) = 42 % (Powell, 1954, Figure 4)

Drain = 42 % 850 ppm

= 3,57 10-4 lb/gal air

= 4,2771 10-5 kg/kg air 40180,91 kg

= 3,116 kg

Air sungai keluar bak = 40180,91 kg/jam 3,116 kg/jam

= 40177.794 kg/jam

= 40,156 m3/jam

Spesifikasi Bak Sedimentasi (BS-101) ditunjukkan pada Tabel D.5.


Tabel D.5 Spesifikasi Bak Sedimentasi (BS101)
Alat Bak Sedimentasi
Kode BS-101
Fungsi Mengendapkan lumpur dan kotoran air sungai
sebanyak 40,156 m3/jam dengan waktu
tinggal 1,5 jam.
Bentuk Bak rectangular
Dimensi Panjang 7,76 m
Lebar 1,94 m
Kedalaman 4,88 m
Jumlah 1 buah

b. Bak Penggumpal (BP-101)

Fungsi : Menggumpalkan kotoran yang tidak mengendap di bak

penampung awal dengan menambahkan alum Al2(SO4)3, soda

kaustik dan klorin/kaporit

Jenis : Silinder tegak yang dilengkapi pengaduk

1. Menentukan Volume Bak

Jumlah air sungai = 40,156 m3/jam

= 40177.794kg/jam

Over design 10%

Waktu tinggal dalam bak = 20 60 menit (Powell, 1954)

Diambil waktu tinggal 60 menit.

Volume bak = 1,1 40,156 m3/jam 1jam

= 44,1716 m3

2. Menentukan Dimensi Bak


Dimensi bak silinder tegak dengan H/D = 1

V = D2 H

Sehingga H = D = 4,68 m = 15,37 ft

3. Menetukan Kebutuhan Bahan Kimia

Konsentrasi alum yang diijeksikan ke dalam bak penggumpal =

0,004 % dari air umpan (Faisal,2009)

Konsentrasi alum di tangki penyimpanan = 55 %

Kebutuhan alum = 0,06 % 40177.794 m3/jam

= 43,708 kg/jam

43,708 kg/jam
Suplai alum ke bak penggumpal =
0,55

= 79,469 kg/jam

alum = 1.307 kg/m3

79,469 kg/jam
Laju alir alum =
1.307 kg/m 3

= 0,061 m3/jam

Konsentrasi NaOH yang diijeksikan ke dalam bak penggumpal =

0,05 % dari air umpan

Konsentrasi NaOH di tangki penyimpanan = 90 %

Kebutuhan NaOH = 0,05 % 73,371 m3/jam

= 0,037 m3/jam

= 36,423 kg/jam

36,423 kg/jam
Suplai NaOH ke bak penggumpal =
0,9
= 40,471 kg/jam

NaOH = 1.044,431 kg/m3

40,471 kg/jam
Laju alir NaOH =
1.044,431kg/m 3

= 0,039 m3/jam

Konsentrasi kaporit yang diijeksikan ke dalam bak penggumpal = 1,2

% dari air umpan

Konsentrasi kaporit di tangki penyimpanan = 100 %

Kebutuhan kaporit = 1,2 % 73,731 m3/jam

= 0,881 m3/jam

= 874,165 kg/jam

874,165 kg/jam
Suplai kaporit ke bak penggumpal =
1

= 874,165 kg/jam

klorin = 1.043,25 kg/m3

874,165 kg/jam
Laju alir klorin =
1.043,25 kg/m 3

= 0,838 m3/jam

4. Menentukan Daya Motor Pengaduk

Daya motor yang dibutuhkan


Daya motor yang digunakan =
Efisiensi motor

Menghitung diameter pengaduk (DI)

Diameter impeler (Di) = 1/3 x Dbak


= 1/3 4,68 m

= 1,56 m

= 5,12 ft

Menghitung putaran pengaduk (N)

600 0,3048 WELH


N=
DI 2 DI

WELH = Tinggi cairan (Z1) x s.g


4 VL
Tinggi cairan (Z1) =
ID2
4 73,371
=
5,12 2

= 4,26 m

= 13,97 ft

WELH = Z1 s.g.

= 4,26 1,002

= 4,26 m

= 13,97 ft

600 0,3048 4,27


Putaran pengaduk (N) =
1,56 2 1,56

= 43,58 rpm

= 0,73 rps

Menentukan power number (Np)

Np ditentukan dari Figure 3.4-4, Geankoplis, berdasarkan bilangan

Reynold dan tipe pengaduk.

Viskositas campuran = 0,0413 kg/m.s


Berdasarkan viskositas campuran < 10 kg/m.s maka dipilih jenis

impeler yaitu marine propeller.

2
N Di
NRe =

0,73 1,56 2 992,857


=
0,0413

= 4,257.104

Dari Figure 3.4-4, Geankoplis, diperoleh Np = 1

Menentukan daya motor yang dibutuhkan

Daya yang dibutuhkan = N p . mix .N


3
.D I 5
(550 x32,17)
= 4,735 hp

Menentukan daya motor yang digunakan

Efisiensi = 80 %

4,735 hp
Power motor =
0,8

= 5,92 hp

Digunakan daya motor = 6 hp

Spesifikasi Bak Penggumpal (BP-101) ditunjukkan pada Tabel D.6.

Tabel D.6 Spesifikasi Bak Penggumpal (BP101)


Alat Bak Penggumpal
Kode BP-101
Fungsi Menggumpalkan kotoran yang tidak mengendap di
bak penampung awal dengan menambahkan alum
Al2(SO4)3 dan soda abu Na2CO3
Bentuk Silinder vertical
Dimensi Diameter 4,68 m
Tinggi 4,68 m
Pengaduk Diameter pengaduk 1,56 m
Power 6 hp
Jumlah 1 buah

c. Clarifier (CL-101)

Fungsi : Mengendapkan gumpalan kotoran dari bak penggumpal

Jenis : Bak berbentuk kerucut terpancung dengan waktu tinggal 60

menit

D1
h
D2

Gambar D.1 Clarifier

1. Menetukan Volume Clarifier

Jumlah air sungai = 40,156 m3/jam = 40177.794kg/jam

Over design = 10 %

Volume bak = 1,1 40,156 m3/jam 1 jam

= 80,708 m3
2. Menetukan Dimensi Clarifier

Tinggi (h) = 10 ft = 3,05 m (Powell, 1954)

Diambil D2 = 0,61 D1

D2/D1 = (y/y + h)

0,61 = (y/y + 3,0480)

y = 4,7674 m

Volume clarifier = D22 (y + h)/3 D12 (y + h)/3

80,708 m3 = D12 2,6051 0,61D12 2,6051

Diperoleh: D1 = 7,93 m

D2 = 4,83 m

Jadi dimensi clarifier :

Tinggi = 3,05 m

Diameter atas = 7,93 m

Diameter bawah = 4,83 m

3. Menetukan Massa Air Keluar Clarifier

Massa air keluar clarifier = Massa air masuk clarifier - Sludge discharge

Sludge discharge = Turbidity + Alum + Soda abu

Asumsi :

Turbidity = 850 ppm

Alum = 30 ppm

Soda abu = 30 ppm

Total = 4,2771. 10-5 + 1,5096. 10-6 + 1,5096. 10-6

= 4,5790.10-5 kg sludge/kg air 40177.794kg/jam


= 3,336 kg sludge

Massa air keluar = 40177.794kg/jam 3,336 kg

= 40174,454 kg/jam

= 40,348 m3/jam

Spesifikasi Clarifier (CL-101) ditunjukkan pada Tabel D.7.

Tabel D.7 Spesifikasi Clarifier (CL101)


Alat Clarifier
Kode CL-101
Fungsi Mengendapkan gumpalan-gumpalan kotoran
dari bak penggumpal.
Bentuk Bak berbentuk kerucut terpancung
Kapasitas 40,156 m3
Dimensi Tinggi 3,05 M
Diameter Atas 7,93 M
Diameter Bawah 4,83 M
Jumlah 1 buah

d. Sand Filter (SF-101)

Fungsi : Menyaring kotoran-kotoran yang masih terbawa air dari tangki

Clarifier

Tipe : Silinder vertikal dengan media penyaring pasir dan kerikil

1. Menetukan Luas Penampang Filter


Jumlah air = 40,348 m3/jam

Waktu tinggal = 1 jam

Laju alir = 40177.794kg/jam

Over design = 10 %

Kapasitas tangki = 1,1 x Jumlah air

= 1,1 x 40,348 m3/jam

= 44,3828 m3/jam

Untuk mencari luas filter, digunakan persamaan :

0,5
V 2. f .(P)
(Pers. 14.2-24, Geankoplis, Hal. 814)
A.tc tc . . .cs

Keterangan :

V = volume filtrat (m3)

A = luas filter (m2)

f = fraction submergence dari permukaan drum dalam slurry

P = tekanan (Pa)

tc = waktu siklus (s)

= viskositas (Pa.s)

= tahanan spesifik (m/kg)

cs = total padatan dalam filtrat (kg padatan/m3 filtrat)

Diketahui :

V = 0,448 m3/s

cx = 0,191 kg padatan/kg slurry


m = 2 kg wet cake/kg dry cake

P = 70.000 Pa

tc = 250 s

= (4,37 . 109 x (-P))0,3

= (4,37.109 x 70.000)0,3

= 1,242 x 1011 m/kg

Dari Appendix A.2 (Geankoplis,1993), untuk air pada 35 oC,

= 0,0008 Pa.s

= 992,857 kg/m3

cx
cs =
1 mc x

992,857 x 0,191
=
1 (2 x0,191)

= 306,854 kg padatan/m3 filtrat

Maka,

0,5
0,448 2 . 0,33 . (70.000)
= x 250
A 250 x 0,0008 x 1,242 x 1011 x 306,854

A = 23,033 m2

2. Menentukan Dimensi Filter

A = (1/4) x x D2

Diperoleh D = 5,42 m

= 213,204 in

Digunakan D standar = 216 in = 18 ft


Mencari ketinggian shell :

V .t c 0,448.250
Hshell = = = 4,87 m = 15,97 ft
A 23,033

Digunakan H standar = 16 ft (4,88 m)

Media filter :

Antrachite = 0,35 Hshell = 0,35 x 16 = 5,6 ft = 1,707 m

Fine Sand = 0,35 Hshell = 0,35 x 16 = 5,6 ft = 1,707 m

Coarse Sand = 0,15 Hshell = 0,15 x 16 = 2,4 ft = 0,732 m

Karbon aktif = 0,15 Hshell = 0,15 x 16 = 2,4 ft = 0,732 m

Tinggi total media filter = 16 ft = 4,88 m

3. Menentukan Tekanan Desain

Menghitung tekanan vertikal bahan padat pada dasar tangki digunakan

persamaan Jansen :

g
R B
gc 2 K Z T /R
PB = 1 e (Mc. Cabe and Smith, 1985)
2 K
Dimana:

PB = tekanan vertikal pada dasar tangki (psi)

B = densitas material, lb/ft

= 59,307 lb/ft

= koefisien friksi : 0,35 - 0,55 dipilih, = 0,4

K = rasio tekanan, 0.3 - 0,6 dipilih, K = 0,5

ZT = tinggi total bahan dalam tangki

= 16 ft
R = jari-jari tangki

= 1/2 D = 9 ft

Diperoleh PB = 679,081 lb/ft2 = 4,716 lb/in2

Tekanan lateral yg dialami dinding tangki (PL) = K PB

= 0,5 x 4,716

= 2,358 lb/in2

Tekanan total (PT) = (4,716 + 2,358) lb/in2

= 7,074 lb/in2

4. Menghitung Tebal Dinding Shell

P.ri (Brownell & Young, 1959, Hal. 254)


t c
f. 0,6.P

Material yang direkomendasikan adalah Carbon Steel SA-283 Grade C

(Perry, 1984),dengan komposisi dan data sebagai berikut :

f = 12.650 psi (Peters & Timmerhause, 1991)

E = 80 % (Brownell and Young, 1959, Tabel 13.2)

c = 0,125 in

ri = 108 in

Poperasi = 14,7 psi

Pdesain = 1,1 (14,7 + 7,074) = 23,951 psi

Tebal shell = 0,381 in (Tebal standar = 7/16 in)

5. Menghitung Tebal Head

icr
6% , dimana rc =Di (Perry, 1997, Tabel 10.65)
rC
Diketahui : rc = 170 in, maka icr = 13 in

1 rc
w . 3
4 icr

= 1,65 in

P .rc .w
th c
2 f 0,2 P

th = 0,458 in (Tebal standar = in)

6. Menghitung Tinggi Head

Untuk tebal dinding head = in, dari Tabel 5.8 Brownell and Young

Hal. 93, maka sf = 1 4 in, dan direkomendasikan sf = 3 in.

Depth of dish (b)

2
b rc rc icr 2 ID icr (Brownell andYoung, 1959, Hal. 87)
2

2
2 170
b 170 in 170 13 13
2

b = 13,54 in

Tinggi head (OA)

OA = th + b + sf (Brownell and Young, 1959, Hal. 87)

= (0,50 + 13,54 + 3) in

= 17,04 in = 0,43 m

7. Menghitung Volume Filter

Volume tanpa bagian sf

V = 0,0000439 ID3
= 0,0000439 183

= 0,256 ft3

Volume pada sf

Vsf = 0,25 r2 sf

= 0,25 3,14 (18/2)2 3

= 15,904 ft3

V total = V cairan + (2 x V tanpa sf) + ( 2 x V pada sf)

= 950,016 ft3 + (2 x 0,256) ft3 + (2 x 15,904 ft3)

= 982,337 ft3 = 27,817 m3

8. Menghitung Laju Air Keluar Filter

Air keluar filter = Air masuk filter - Air yang tertinggal di filter

Kisaran internal backwashing : 8-24 jam (Powell, 1954)

Diambil = 10 jam

Kisaran kecepatan backwash : 15-30 gpm/ft2 (Powell, 1954)

Diambil = 15 gpm/ft2

Luas penampang = 23,033 m2

= 247,925 ft2

Flowrate backwash = Kecepatan backwash x Luas penampang

= 15 gpm/ft2 x 247,925 ft2

= 3.718,872 gpm

Kisaran air untuk backwash sebesar : 0,5-5 % air disaring.

Diambil = 4 %

Air untuk backwash = 0,04 40,348 m3/jam 10 jam


= 9,782 m3

= 2.584,224 gal

2.584,224 gal
Waktu backwash =
3.718,872 gpm

= 0,695 menit

Air yang tertinggal = 0,015% air masuk

= 0,00015 x 40,348 m3/jam

= 0,0037 m3/jam

Air yang masuk = 24,456 m3/jam

Sehingga air keluaran filter = air yang masuk air yang tetinggal

= (40,348 - 0,0037) m3/jam

= 40,3448 m3/jam

Spesifikasi Sand Filter (SF-101) ditunjukkan pada Tabel D.8.

Tabel D.8 Spesifikasi Sand Filter (SF-101)


Alat Sand Filter
Kode SF-101
Fungsi Menyaring kotoran-kotoran yang terbawa air
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk
torisperical den media penyaring pasir dan kerikil.
Kapasitas 40,348 m3/jam
Dimensi Diameter 5,49 m
Tinggi 4,88 m
Tebal shell (ts) 0,4375 in
Tebal head (th) 0,50 in
Tekanan Desain 23,951 psi
Waktu Backwash 0,695 menit
Jumlah 4 buah (1 cadangan)

e. Hot Basin (HB-101)

Fungsi : Menampung air proses yang akan didinginkan di Cooling Tower

Jenis : Bak beton berbentuk rectangular

1. Menentukan Volume Bak

Massa air = Kebutuhan air pendingin + Make up air pendingin

= 40797,4103 kg/jam

Flow rate = 41.00242 m3/jam

Waktu tinggal = 1 jam

Over design = 20 %

Volume = 1,2 41.00242 m3/jam 1 jam

= 49,2029 m3

2. Menentukan Dimensi Hot Basin

Luas permukaan bak (A) = Qc/O.R (http://water.me.vccs.edu/)

Dimana :

A = luas permukaan bak, m3

Qc = laju alir, m3/jam

O.R = overflow rate,500 gal/jam-ft2- 1.000 gal/jam-ft2

Diambil overflow rate 500 gal/jam-ft2


Sehingga :

A = 89,886 ft2

Kedalaman bak (d) = 7-16 ft (http://water.me.vccs.edu/)

Diambil d = 16 ft = 4,88 m

Panjang (L) = 4 W

Dimana W = (V/4d)1/2

= 9,69 ft = 2,95 m

L = 38,76 ft = 11,81 m

Spesifikasi Hot Basin (HB101) ditunjukkan pada Tabel D.9.

Tabel D.9 Spesifikasi Hot Basin (HB101)


Alat Hot Basin
Kode HB-101
Fungsi Manampung air yang akan didinginkan di Cooling Tower
Bentuk Bak rectangular
Dimensi Panjang 11,81 M
Lebar 2,95 M
Kedalaman 4,88 M
Jumlah 1 buah

f. Cold Basin (CB-101)

Fungsi : Menampung air keluaran dari Cooling Tower dan make up

water dari filtered water tank

Jenis : Bak beton berbentuk rectangular

Dengan perhitungan yang sama dengan Hot Basin diperoleh spesifikasi

sebagai berikut :

Tabel D.10 Spesifikasi Cold Basin (CB101)


Alat Cold Basin
Kode CB-101
Fungsi Menampung air keluaran dari Cooling Tower dan
make up water dari filtered water tank
Bentuk Bak rectangular
Dimensi Panjang 11,81 m
Lebar 2,95 m
Kedalaman 4,88 m
Jumlah 1 buah

g. Cooling Tower (CT-101)

Fungsi : Mendinginkan air pendingin yang telah digunakan oleh peralatan

proses dengan menggunakan media pendingin udara dan

mengolah dari temperatur 45 oC menjadi 30 oC

Tipe : Inducted Draft Cooling Tower

Sistem : Kontak langsung dengan udara di dalam cooling tower (fan)

Ukuran cooling tower merupakan fungsi dari :

Batasan pendingin (temperatur air panas minus temperatur air dingin)

Pendekatan temperatur wet bulb (temperatur air dingin minus

temperatur basah)

Kuantitas air yang didinginkan

Temperatur wet bulb

Tinggi menara
1. Menentukan Dimensi Cooling Tower

Jumlah air yang harus didinginkan = Kebutuhan air pendingin

= 40797,4103 kg/jam

= 41.00242 m3/jam =180,528 gpm

Digunakan udara sebagai pendingin dengan relative humidity 95 %

Suhu air masuk, T1 = 45 oC = 113 oF

Suhu air keluar, T2 = 30 oC = 86 oF

Suhu dry bulb udara Tdb = 30 oC = 86 oF

Suhu wet bulb udara, Twb = 22,2 oC = 71,96 oF

Temperature approach = T2 Twb

= 7,8 oC = 46,04 oF

Cooling range = T1 T2 = 15 oC = 59 oF

Konsentrasi air, Cw = 2,5 gal/min ft2

(Fig. 12.14, Perry's Handbook, 1997)

Dimensi menara

Luas menara = Q/Cw

180,528 gpm
= = 72,211 ft2
2,5 gal / min ft 2

Dimensi, P/L = 2

Sehingga diperoleh:

Lebar menara, L = 3,73 m

Panjang menara, P = 7,46 m


Berdasarkan Perry's Handbook, 1997, jika temperatur approach 711
o
C, maka tinggi menara 4,6 6,1 m. Diambil tinggi menara 4,9 m =

16,08 ft.

Dimensi basin

Holding time = jam

Volume = 41.00242 m3/jam x jam = 20,501 m3

Lebar, L = 3,73 m

Panjang, P = 7,46 m

V 20,501 m 3
Tinggi = = = 3,06 m
PxL 7,46 m x 3,73 m

2. Menghitung Daya Motor Penggerak Fan Cooling Tower

Menghitung daya fan

Tenaga fan
Daya fan =
Efisiensi fan

Fan hp = 0,031 hp/ft2 (Fig. 12.15, Perry's Handbook, 1997)

Tenaga yang dibutuhkan = Luas cooling tower 0,031 hp/ft2

= 72,211 ft2 0,031 hp/ft2

= 9,29 hp

Efisiensi fan = 75 %

9,29
Daya fan = = 12,38 hp
0,75

Menghitung daya motor penggerak fan cooling tower

Efisiensi motor dipilih 85 %.


12,38
Tenaga motor = = 14,57 hp = 15 hp
0,85

3. Menghitung Kebutuhan Zat Aditif

Dispersant

Konsentrasi dispersant yang diijeksikan ke dalam Cooling Tower =

0,05 % dari air umpan.

Konsentrasi dispersant di tangki penyimpanan = 1 %

Kebutuhan dispersant = 0,05 % 40797,4103 kg/jam

= 84,457 kg/jam

84,457
Suplai dispersant ke cooling tower =
0,1

= 844,567 kg/jam

dispersant = 995,68 kg/m3

844,567 kg/jam
Laju alir dispersant =
995,68 kg/m 3

= 0,848 m3/jam

Asam Sulfat

Konsentrasi H2SO4 yang diijeksikan ke dalam cooling tower = 0,01

% dari air umpan.

Konsentrasi H2SO4 di tangki penyimpanan = 98 %

Kebutuhan H2SO4 = 0,01 % 40797,4103 kg/jam

= 16,891 kg/jam

16,891 kg/jam
Suplai H2SO4 ke bak penggumpal =
0,98
= 17,236 kg/jam

H2SO4 = 1.834 kg/m3

17,236 kg/jam
Laju alir H2SO4 =
1.834 kg/m 3

= 0,0094 m3/jam

Inhibitor

Konsentrasi inhibitor yang diijeksikan ke dalam cooling tower = 0,01

% dari air umpan.

Konsentrasi inhibitor di tangki penyimpanan = 1 %

Kebutuhan inhibitor = 0,01 % 40797,4103 kg/jam

= 407,97 kg/jam

407,97 kg/jam
Suplai inhibitor ke bak penggumpal =
0,10

= 4079,7 kg/jam

inhibitor = 2.526,042 kg/m3

4079,7 kg/jam
Laju alir inhibitor =
2.526,042 kg/m 3

= 0,067 m3/jam

4. Menghitung Make-Up Water

Wc = aliran air sirkulasi masuk Cooling Tower = 41.00242 m3/jam

Water evaporation (We)

We = 0,00085 Wc x (T1-T2) (Eq. 12.10, Perry's, 1997)

= 0,00085 x 41.00242 m3/jam x 15 K

= 21,691 m3.K/jam
Water drift loss (Wd) = 0,002 x Wc

= 0,002 x 41.00242 m3/jam

= 0,340 m3/jam

Water blowdown (Wb) = Wc/( S-1 )

S = rasio klorida dalam air sirkulasi terhadap air make up 35, diambil S

=5

170,129 m 3 /jam
Wb =
5 -1

= 21,266 m3/jam

Wm = We + Wd + Wb

= (21,691 + 0,340 + 21,266) m3/jam

= 43,298 m3/jam

Spesifikasi Cooling Tower (CT-101) ditunjukkan pada Tabel D.11.

Tabel D.11 Spesifikasi Cooling Tower (CT-101)


Alat Cooling Tower
Kode CT-101
Fungsi Mendinginkan air pendingin yang telah digunakan
oleh peralatan proses dengan menggunakan media
pendingin udara dan mengolah dari temperatur
45 oC menjadi 30 oC
Tipe Inducted Draft Cooling Tower
Kapasitas 41.00242 m3/jam
Dimensi Panjang 7,46 m
Lebar 3,73 m
Tinggi 4,60 m
Tenaga motor Daya fan 15 hp
Bahan Konstruksi Beton
Jumlah 1 buah

h. Cation Exchanger (CE 101)

Fungsi : Menghilangkan ion-ion positif yang terlarut dan menghilangkan

kesadahan air

Tipe : Tangki silinder vertikal diisi dengan resin penukar ion

1. Menghitung Luas Permukaan Resin

V Air masuk = kebutuhan + make up air boiler

= 1648.902 kg/jam

= 16,489 m3/jam

= 393 gpm

Siklus regenerasi = 8 jam

Total kation inlet = 62 ppm = (1 grain/gallon = 17,1 ppm)

Total kation outlet = 0 ppm

Kation hilang = 100 %

Kation exchanger = Asam lemah (weakly acid, metilen akrilat)

Kondisi operasi :

Temperatur = 30 oC (Tabel 16-6, Perry's Handbook, 7th ed, 1997)

pH = 6-8 (Tabel 16-19, Perry's Handbook, 7th ed, 1997)

Kapasitas resin = 0,75 eq/L

= 16,35 kgrain CaCO3/ft3 resin

= 16,35 kg/m3
Maksimum flow = 8 gpm/ft2

Densitas resin, = 0,95 kg/L

= 59,307 lb/ft3

Contoh kationnya = CaCO3 (Ca2+)

Ca2+ yg hilang = kation hilang (%/100) x laju alir air (gpm) x total

kation inlet (kgrain/gallon) x siklus regenerasi

(menit).

= 100% 252,298 0,0036 60 8

= 439,088 kgrain

zat yang hilang (kgrain)


Kebutuhan resin =
kapasitas resin

439,088
=
16,35

= 26,86 ft3

= 0,76 m3

Luas permukan resin :

Aresin = Laju alir air : flowrate max

252,298
=
8

= 31,537 ft2

2. Menghitung Diameter Cation Exchanger

4 31,537 ft 2
D =
3,14
= 6,34 ft = 1,93 m = 76,04 in

Diambil diameter standar = 77 in = 1,96 m

Tinggi bed resin = kebutuhan resin : luas permukaan resin

0,761
=
2,929

= 0,259 m

= 0,852 ft

3. Menghitung Tinggi Cation Exchanger

Tinggi tangki total = Tinggi bed total + Ruang kosong

Ruang kosong = 75 % Tinggi bed (untuk ekspansi saat regenerasi)

= 0,195 m

Lapisan pasir = 50 % Tinggi bed

= 0,129 m

Graver dirancang dari anitrofit dengan tebal/tinggi 12-14 in (Powell,

1954).

Dipilih tinggi = 13 in = 0,3302 m

Tinggi bed total = H bed resin + H bed pasir + H bed gravel

= (0,259 + 0,129 + 0,330) m

= 0,719 m

= 2,361 ft

Tinggi shell, Hs = H bed total + H ruang kosong

= (0,719 + 0,195) m

= 0,914 m
= 2,999 ft

4. Menghitung Tekanan Desain

Menghitung tekanan vertikal bahan padat pada dasar tangki digunakan

persamaan Jansen :
g
R B
PB = gc
1 e 2 K Z T /R (Mc. Cabe and Smith, 1985)
2 K

Dimana:

PB = tekanan vertikal pada dasar tangki (psi)

B = densitas material, lb/ft = 59,307 lb/ft

= koefisien friksi, 0,35 - 0,55 ; dipilih, = 0,4

K = rasio tekanan, 0.3 -0.6 ; dipilih, K = 0,5

ZT = tinggi total bahan dalam tangki, ft

R = jari-jari tangki =1/2 D, ft

Diperoleh PB = 121,28 lb/ft2

= 0,842 psi

Tekanan lateral yg dialami dinding tangki (PL) = K PB

= 0,421 psi

Tekanan total (PT) = (0,842 + 0,421) psi

= 1,263 psi

Poperasi = 14,7 psi

Pdesain = 1,1 x (Poperasi + PT)

= 17,559 psi

5. Menghitung Tebal Dinding Shell

P .r i (Brownell & Young, 1959, hal 254)


t c
f . 0 , 6 .P
Material yang direkomendasikan adalah Carbon Steel SA-283 Grade C

f = 12.650 psi (Peters & Timmerhause, 1991)

E = 80 % (Brownell and Young, 1959, Tabel 13.2)

c = 0,125 in

ri = 38,5 in

Tebal shell = 0,25 in (Tebal standar = in)

6. Menghitung Tebal Head

OD = ID + (2 x ts)

= 77 in + (2 x 0,25) = 77,50 in

Dipilih OD standar: OD = 77,5

rc = 78

icr = 4, 75

1 rc
w . 3
4 icr

= 1,76 in

P .rc .w
th c
2f 0,2 P

= 0,244 in (Tebal standar = in)

7. Menghitung Tinggi dan Volume Head

Untuk tebal dinding head = 1/4 in

Untuk th = in, dari Tabel 5.8 Brownell and Young Hal. 93, maka sf = 1

2 in, dan direkomendasikan sf = 2 in.


Depth of dish (b)

2
b rc rc icr
2 ID icr
2

(Brownell and Young, 1959, Hal. 87)

2
b 78 in 78 4,75
2 77 4,75
2

b = 12,99 in

Tinggi head (OA)

OA = th + b + sf (Brownell and Young, 1959, Hal. 87)

= (0,25 + 12,99 + 2) in

= 15,24 in

= 1,27 ft

Volume tanpa bagian sf

V = 0,0000439 ID3

= 0,0000439 6,423

= 1,29 x 10-2 ft3

= 3,66 x 10-4 m3

Volume pada sf

Vsf = 0,25 r2 sf

= 0,25 3,14 (6,42/2)2 0,051

= 0,038 m3

V total = V pada sf + V tanpa sf

= 0,0385 m3
Regenerasi Resin

Menghitung kebutuhan regeneran

Regeneran yang digunakan adalah asam sulfat konsentrasi 4 %

volume (Tabel 16-19, Perry's Handbook, 7th ed, 1997).

Kapasitas regeneran = 6,875 lb regeneran/ft resin

Kebutuhan teoritis = Kapasitas regeneran Kebutuhan =

6,875 lb regeneran/ft resin 26,86 ft3

= 184,632 lb regeneran

Kebutuhan teknis = 110 % Kebutuhan teoritis

= 110 % x 184,632

= 203,095 lb regeneran

= 92,122 kg

Menghitung waktu regenerasi

Densitas regeneran = 8,526 lb/gallon

Flowrate regenerasi = 5 gpm/ft (Powell, 1954)

Waktu pencucian = 10 menit

Kebutuhan teknis
Volume regeneran =
densitas regeneran

= 0,0902 m3

= 23,822 gal

Flowrate air pencuci = 5 gpm/ft (Powell, 1954)

Volume regeneran
Waktu regenerasi =
Flowrate Luas re sin
23,822 gal
=
5 gal/minft 2 31,54 ft 2

= 0,151 menit

Waktu pembilasan = 5 menit

Total waktu = 15,151 menit

Menghitung jumlah air pencuci dan pembilas (Vbw)

Vbw = (t pencucian + t pembilasan ) Flowrate regenerasi Luas

resin

= (10 + 5) menit 5 gpm/ft x 31,54 ft

= 2.365,298 galon/shift

Spesifikasi Cation Exchanger (CE 101) ditunjukkan pada Tabel D.12.

Tabel D.12 Spesifikasi Cation Exchanger (CE-101)


Alat Cation Exchanger
Kode CE-101
Fungsi Menghilangkan ion-ion positif yang terlarut dan
menghilangkan kesadahan air
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk
Torisperical
Kapasitas 16,489 m3/jam
Dimensi Diameter shell (D) 1,960 M
Tinggi shell (Hs) 0,914 M
Tebal shell (ts) 0,250 In
Tebal head (th) 0,250 In
Tinggi atap 0,387 M
Tekanan Desain 17,56 psi
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

i. Anion Exchanger (AE 101)

Fungsi : Menghilangkan ion-ion negatif yang terlarut dan

menghilangkan kesadahan air

Tipe : Tangki silinder vertikal diisi dengan resin penukar ion

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Cation Exchanger (CE-

101), diperoleh spesifikasi Anion Exchanger (AE-101) sebagai berikut :

Tabel D.13 Spesifikasi Anion Exchanger (AE 101)


Alat Anion Exchanger
Kode AE-101
Fungsi Menghilangkan ion-ion negatif yang terlarut dan
menghilangkan kesadahan air
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk
torisperical
Kapasitas 16,489 m3/jam
Dimensi Diameter shell (D) 2,08 m
Tinggi shell (Hs) 0,57 m
Tebal shell (ts) 0,25 in
Tebal head (th) 0,25 in
Tinggi atap 0,37 m
Tekanan Desain 16,88 psi
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
j. Deaerator (DA-401)

Fungsi : Menghilangkan gas-gas terlarut dalam air, seperti: O2 dan CO2,

agar korosif dan kerak tidak terjadi, diinjeksikan hydrazine (O2

scavanger) serta senyawaan fosfat

Jenis : Tangki horizontal dengan head berbentuk ellips dilengkapi

sparger

1. Menghitung Volume Deaerator

Jumlah air umpan boiler = 1648.902 kg/jam

Kecepatan volumetrik air = 16,489 m3/jam

Densitas air = 992,86 kg/m3 = 61,98 lbm/ft3

Waktu tinggal = 15 menit = 0,25 jam

Volume air = 16,489 m3/jam 0,25 jam

= 3,362 m3

Over design = 20 %

Volume kolom = 4,034 m3

2. Menentukan Dimensi Tangki

Volume tutup atas torrispherical flanged and dished head.

Vd = 0,1039D3 (Wallas)

V tangki = V shell + V torrispherical

= D2 H + 0,1039D3 + 0,1039D3

Diambil Hs/D = 5

Vkolom = (3,14/4).D2 (5D) + 0,2078D3


4,034 m3 = 4,1348 D3

Sehingga :

D = 0,992 m = 3,254 ft = 39,048 in

Digunakan diameter standar :

D = 3,5 ft = 42 in = 1,067 m

Hs = 17,5 ft = 210 in = 5,334 m

Bahan isian : rasching ring metal

Packing size = 1 in

packing factor, Fp = 115 (Tabel 11.2 Coulson, 1985:482)

Kecepatan air (kebutuhan air untuk steam), Lw :

Lw = 13.350,795 kg/jam

= 3,709 kg/s kecepatan steam

Vw = 10 % 13.350,795 kg/jam

= 1.335,071 kg/jam = 0,371 kg/s

L = 992,856 kg/m3 = 61,982 lb/ft3

v = 29,073 kg/m3 (Chemcad)

L = 0,0008 kg/m.s

Lw V
FLV
Vw L

= 1,711

P = 15 - 50 mm H2O/m packing (Coulson, 1985:492)


Dari Fig. 11.44 Coulson hal 492, diambil P = 15 mm H2O/m packing.

Didapat K4 = 0,18

Pada flooding K4 = 80 % (Coulson, 1985:492)

0,18
% flooding = 100 % = 47,43 % (< 85 % memuaskan)
0,80

h = HETP = D0,3 (Pers. 4-84, Ulrich, 1984:196)

= (3,5 ft)0,3

= 1,456 ft = 0,44 m = 17,47 in

metal = 490 lbm/ft3

3. Menghitung Tekanan Desain

P abs = P operasi + P hidrostatis (Pers 3.17, Brownell, 1959:46)

(h 1)
P abs = 14,7 +
144

= 14,7 + 7,102 psi

= 21,802 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja absolut (Coulson,

1988:637). Tekanan desain yang dipilih 10 % di atasnya.

P desain = 1,1 P abs

= 1,1 21,802 psi

= 23,98 psi
4. Menghitung Tebal Dinding Shell

P.r
ts C (Pers. 13.1 Brownell and Young, 1959)
f.E 0,6P

Dimana :

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C

P = tekanan desain = 23,98 psi

f = allowable stress = 12.650 psi (Tabel 13.1 Brownell, 1959:251)

E = 80 % (joint eficiency tipe double welded butt joint)

ri = jari-jari dalam shell = 21 in

C = corrosion allowance = 0,125 in/10 tahun

Diperoleh ts = 0,1748 in

Digunakan ts standar = 0,1875 in

Standardisasi OD :

OD = ID + 2 t

= 42 + (2 0,1875)

= 42,375 in

Dipilih OD standar = 48 in ; rc = 48 in ; icr = 3 in

5. Menghitung Tebal Head

0,885.P.rc 0,885 23,98 21


th c= + 0,125 in
f . 0.1P (12.650 0,8) - ( 0,1 23,98 ))

= 0,222 in

Dipakai th standar 0,250 in.


Spesifikasi deaerator (DA-401) ditunjukkan pada Tabel D.14.

Tabel D.14 Spesifikasi Deaerator (DA-401)


Alat Deaerator
Kode DA-401
Fungsi Menghilangkan gas-gas terlarut dalam air, seperti:
O2 dan CO2, agar korosif dan kerak tidak terjadi,
diinjeksikan hydrazine (O2 scavanger) serta
senyawaan fosfat.
Bentuk Tangki horizontal dengan head berbentuk ellips
dilengkapi sparger.
Bahan Isian Rasching ring metal
Diameter packing 1,00 in
Tinggi bed 0,44 m
Diameter bed 1,07 m
Dimensi Diameter shell (D) 1,07 m
Tinggi shell (Hs) 5,33 m
Tebal shell (ts) 0,1875 in
Tebal head (th) 0,25 in
Tekanan Desain 23,98 psi
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

k. Boiler

Fungsi alat : Untuk membangkitkan Hgh pressure steam

Tipe boiler : Water tube (Tabel. 4.8, Urich, 1984:109)

Kondisi operasi :

Tekanan = 8581 kPa

Temperatur = 300 oC

Jumlah steam yg dibutuhkan, ms = 1648.902 kg/jam

= 16,489 m3/jam
Dipergunakan bahan bakar solar

Densitas = 870 kg/m3 (Tabel 6-3, Ulrich, 1984:332)

Kebutuhan bahan bakar sebagai berikut :

ms (h h f )
mf
eb x F

Keterangan :

mf = massa bahan bakar yang dipakai, lb/jam

ms = massa uap yang dihasilkan, lb/jam

Hv = entalpi dari uap air Btu/lb

Hf = entalpi dari liquid, Btu/lb

Pada T = 300 oC

Hv = 2.706,3 kJ/kg = 1.163,501 Btu/lb

Hf = 503,71 kJ/kg = 216,557 Btu/lb

eb = efisiensi boiler = 90 % (Tabel 4.8, Urich, 1984:109)

F = nilai kalor bahan bakar (Tabel 6-3, Ulrich, 1984:332)

F = 42 MJ/m3 = 42000000 J/kg

= 726.420,968 Btu/lbm

323.767,734 lb/jam (1.163,501 216,557) Btu/lb


mf =
0,90 726.420,968 Btu/lb

= 287,321 lbm/jam

= 468,951 kg/jam = 212,712 m/jam = 244,497 liter/jam

Daya boiler:

m f (h h f )
hp
970 ,3 34,5
468,951 lb/jam (1.163,501 - 216,557) Btu/lb
=
970,3 34,5

= 1,327 hp

= 2 hp

Kapasitas boiler :

ms ( h h f )
Q
1000

= 306.590,035 Btu/jam

= 323.469,625 kJ/jam

Kebutuhan air = 1,2 Jumlah steam

= 1,2 x 1648.902 kg/jam

= 1762,30,498 kg/jam

= 1774,98 m3/jam

Heating surface :

1 hp boiler = 10 ft2

Heating surface total = 10 hp boiler

= 10 x 1,326 hp

= 13,266 ft2

= 1,232 m2

Spesifikasi Boiler ditunjukkan pada Tabel D.15.

Tabel D.15 Spesifikasi Boiler


Alat Boiler
Fungsi Menghasilkan low pressure steam untuk
keperluan proses
Tipe Water tube boiler
Jenis Steam Low pressure satureted steam
Heating surface 1,232 m2
Kapasitas 323.469,625 kJ/jam
Bahan Bakar Solar
Kebutuhan BBM 0,244 m3/jam
Power 2 hp
Jumlah 1 buah

l. Filter Water Tank (TP-104)

Fungsi alat : Untuk menampung air keluaran sand filter

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

1. Menghitung Volume Tangki

Kebutuhan air proses = Air output sand filter

= 40,3448 m3/jam = 40344,8 kg/jam

Waktu tinggal = 1 jam

V H2O = Jumlah air x Waktu tinggal

= 40,3448 m3/jam x 1 jam = 40,3448 m3


Safety factor = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991, Hal:37)

Volume tangki = 1,2 x V H2O

= 1,2 x 40,3448 m3

= 48,328 m3

2. Menghitung Diameter dan Tinggi Tangki

Rasio H/D yang di ambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang

paling kecil. Berdasarkan Tabel 4-27, Ulrich, 1984, dimana Hs/D < 2.

Berdasarkan Brownell and Young, untuk large tank berlaku :

D = 8H/3

H = 0,375 D

V = 1/4 x x D2 x H

D = ((4V)/( x H))0,5

= ((32V)/(3))0,5

Sehingga diperoleh: D = 11,08 m = 36,34 ft

H = 4,15 m = 13,63 ft

Nilai standar (Brownell and Young, App. E, Item 1, Hal. 346) :

D = 40 ft = 12,19 m = 480 in

H = 12 ft = 3,66 m = 144 in

Maka,

Volume tangki = 15,079,645 ft3 = 427,008 m3

Diperoleh data (Brownell and Young, App. E, Item 2, Hal. 347) :

Number of courses = 2

Lebar plate standar = 6 ft


3. Menghitung Tekanan Desain

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

H liquid = (Vliquid / Vtangki) x H tangki

= (427,008 m3/333,607 m3) x 3,66 m

= 2,86 m = 9,38 ft = 112,50 in

Dimana = 992,856 kg/m3 = 61,982 lb/ft3

Dimana, Phidrostatis :

HL g
gc
P hidrostatis = (Pers. 3.17, Brownell, 1959)
144

= 4,035 psi

P operasi = 14,7 psi

Maka, Pabs = 18,735 psi

Tekanan desain 5-10 % diatas tekanan absolut (Coulson, 1988, Hal:637).

Tekanan desain yang dipilih 5 % diatasnya. Tekanan desain pada ring

ke-1 (paling bawah) :

Pdesain = 1,05 x 18,735 psi = 19,67 psi

Tabel D.16 Hasil perhitungan Pdesign pada berbagai ketinggian cairan :


Course Hliquid (ft) Phid (psi) Pabs (psi) Pdesain (psi)
1 9,375 4,035 18,735 19,67
2 3,375 1,453 16,153 16,96

4. Menentukan Tebal Plate


P.ri
ts C
f .E 0,6 P

Keterangan :
F = 12.650 (Brownell and Young, 1959, Tabel 13.1 untuk T = -20 - 650
o
F)

E = 0,8 (Jenis sambungan las : single-butt weld)

C = 0,125 (Coulson, Vol 6, Hal. 217)

Maka,

19,67 480
ts = 2 0,125
12.650 0,8 0,6 19,67

ts = 0,592 in

Diambil tebal plate standar = 10/16 in

5. Menentukan Panjang Plate

Untuk menghitung panjang shell, persamaan yang digunakan adalah :


.Do - ( weld length)
L=
12.n
Keterangan :

L = panjang plate, in

Do = diameter luar shell, in

n = jumlah plate

Weld length = Banyak plate pada sekeliling plate x Banyak sambungan

pengelasan vertikal

= n x Butt welding

Panjang shell untuk course 1 :

Do = Di + (2 x ts)
= 480 + (2 x (10/16))

= 481,25 in

n = 2 buah

Butt welded = 0,156 (Brownell and Young, Hal. 254)

Maka,

L = 3,14 481,25 - (2 0,156)


12 2
= 62,99 ft

6. Desain Atap

Perhitungan sudut elemen conis

Bentuk atap yang digunakan adalah conical (konis). Untuk roof with

large diameter yang menggunakan pengelasan lap joint, minimal

desain lap yang diizinkan adalah 1 in dengan tebal plate minimal 3/16

in. Besar sudut elemen konis dihitung dengan persamaan :


D (Pers. 4.6, Brownell and Young, 1959)
min sin
430t
Keterangan :

= sudut elemen konis dengan horizontal

D = diameter tangki, ft

t = tebal cone (head), in

Digunakan tebal konis (t) = 0,625 in

Maka, min sin = 0,149


= 8,559o

Pemeriksaan compressive stress yang diizinkan


6 t 1
f allowable = 1,5 x10 yield point
r 3
Keterangan :

f allowable = compressive stress yang diizinkan, psi

t = tebal konis, in

r = jari-jari lekukan (curvature), in


6D
Dimana, r =
sin
= 315,273 ft

= 3.783,276 in

Yield point = 30.000

(Tabel 3.1, Brownell and Young, 1959, Hal. 37)

Maka, fallowable = 2.973,613

Dimana f allowable < (Yield point/3) = 2.973,613 < 10.000

Maka, tebal plate = 0,625 in dapat digunakan.

Perhitungan tinggi atap

90o

D
2
D = diameter tangki,ft
r = jari-jari, in
r 6D
90 sin
sudut elemen konis
dengan horizontal

Gambar D.2 Jari-jari lekukan untuk atap konis


Tinggi atap dapat dihitung dengan korelasi sudut pada gambar :
H
tan =
2D
1

Dimana: tan = 0,151

Maka, H = 3,01 ft = 0,918 m

Menghitung tinggi total tangki penyimpanan air

H tangki = H shell + H roff

= 12 ft + 3,01 ft

= 15,01 ft

= 4,56 m

7. Desain Lantai

Untuk memudahkan pengelasan dan mengizinkan terjadinya korosi, pada

lantai dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan yang bekerja

pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar diketahui

apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak (Brownell

and Young, 1959).

Menghitung tekanan yang bekerja pada bottom

Menghitung compressive stress yang dihasilkan oleh berat cairan

w
S1
1 Di2
4

w = 2,205 lb

S1 = 0,000012 psi

Menghitung compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell

X s
S2
144
Keterangan :

X = tinggi tangki, ft = 15,01 ft

S = densitas shell = 489 lb/ft3 (Tabel 6, Peter and Timmerhaus)

Maka,
15,01 489
S2
144
S2 = 50,97 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai :

St = S1 + S2

= (0,000012 + 50,97) psi

= 50,972 psi

Batas tegangan lantai yang diizinkan :

St < Tegangan bahan plat (f) x Efisiensi pengelasan (E)

50,972 < 14.000 (memenuhi)

Tabel D.17 Spesifikasi Filtered Water Tank (TP-104)


Alat Filtered Water Tank
Kode TP-104
Fungsi Menampung air keluaran sand filter sebanyak
40,3448 m3/jam
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
400,32
Kapasitas 8 m3
Dimensi Diameter shell (D) 12,19 m
Tinggi shell (Hs) 3,66 m
Tebal shell (ts) 0,625 in
0,917
Tinggi atap 5 m
0,187
Tebal lantai 5 in
Jumlah courses 2 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 19,67 psi
Tebal head 0,625 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

m. Tangki Air Domestik

Fungsi alat : Tempat penyimpanan bahan baku air untuk keperluan umum

dan sanitasi

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Domestik sebagai berikut :

Tabel D.18 Spesifikasi Tangki Air Domestik


Alat Tangki Air Domestik
Fungsi Tempat penyimpanan bahan baku air untuk
keperluan umum dan sanitasi
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 33,64 m3
Dimensi Diameter shell (D) 4,572 m
Tinggi shell (Hs) 1,829 m
Tebal shell (ts) 0,3125 in
Tinggi atap 0,8425 m
Tebal lantai 0,1875 in
Jumlah courses 2 Buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 16,74 psi
Tebal head 0,3125 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

n. Tangki Air Hydrant

Fungsi alat : Tempat penyimpanan air untuk keperluan pemadam

kebakaran pada suhu 30 oC dan pada tekanan atmosferik

selama 7 hari

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Hydrant sebagai berikut :

Tabel D.19 Spesifikasi Tangki Air Hydrant


Alat Tangki Air Hydrant
Fungsi Tempat penyimpanan air untuk keperluan pemadam
kebakaran pada suhu 30 oC dan pada tekanan
atmosferik selama 7 hari
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 2,55 m3
Dimensi Diameter shell (D) 2,438 m
Tinggi shell (Hs) 0,914 m
Tebal shell (ts) 0,250 in
Tinggi atap 0,091 m
Tebal lantai 0,1875 in
Jumlah courses 1 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 16,24 psi
Tebal head 0,25 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah
o. Tangki Air Kondensat (TP-301)

Fungsi alat : Tempat penyimpanan air kondensat

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Kondensat (TP-301) sebagai berikut :

Tabel D.20 Spesifikasi Tangki Air Kondensat (TP-301)


Alat Tangki Air Kondensat
Kode TP-310
Fungsi Tempat penyimpanan air kondensat
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 4.270,079 m3
Dimensi Diameter shell (D) 24,38 m
Tinggi shell (Hs) 9,14 m
Tebal shell (ts) 1,00 in
Tinggi atap 2,31 m
Tebal lantai 0,34 in
Jumlah courses 4 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 25,68 psi
Tebal head 1,00 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

p. Tangki Air Boiler (TP-402)

Fungsi alat : Tempat penyimpanan air untuk bahan baku umpan boiler

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Boiler sebagai berikut :

Tabel D.21 Spesifikasi Tangki Air Boiler


Alat Tangki Air Boiler
Kode TP-402
Fungsi Tempat penyimpanan air untuk keperluan umpan
boiler pada suhu 30 oC dan pada tekanan atmosferik
selama 1 hari
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 4.270,079 m3
Dimensi Diameter shell (D) 24,38 m
Tinggi shell (Hs) 9,14 m
Tebal shell (ts) 1,50 in
Tinggi atap 1,52 m
Tebal lantai 0,25 in
Jumlah courses 5 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 26,71 psi
Tebal head 1,50 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

q. Tangki Asam Sulfat (TP-302)

Fungsi alat : Tempat menyiapkan dan menyimpan asam sulfat konsentrasi

98 % selama 30 hari sebagai regenerasi resin penukar kation

dan injeksi ke cooling tower

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,1500 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Asam Sulfat (TP-302) sebagai berikut.

Tabel D.22 Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (TP-302)


Alat Tangki Asam Sulfat
Kode TP-302
Fungsi Menyiapkan dan menyimpan larutan asam sulfat
konsentrasi 98 % selama 30 hari sebagai regeneran
resin penukar kation dan injeksi ke cooling tower
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 16,013 m3
Dimensi Diameter shell (D) 3,66 m
Tinggi shell (Hs) 1,52 m
Tebal shell (ts) 0,25 in
Tinggi atap 0,21 m
Jumlah courses 1 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 17,09 psi
Tebal head 0,25 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

r. Tangki Air Demin (TP-303)

Fungsi alat : Tempat menampung air demin keluaran Anion Exchanger

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Demin (TP-303) sebagai berikut :

Tabel D.23 Spesifikasi Tangki Air Demin (TP-303)


Alat Tangki Air Demin
Kode TP-303
Fungsi Menampung air demin keluaran anion exchanger
pada suhu 30 oC dan pada tekanan atmosferik
selama 1 hari
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 1.650,333 m3
Dimensi Diameter shell (D) 18,288 M
Tinggi shell (Hs) 7,315 M
Tebal shell (ts) 1,000 In
Tinggi atap 1,288 M
Jumlah courses 3 Buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 23,19 psi
Tebal head 1,000 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

s. Tangki Air Proses

Fungsi alat : Tempat menampung air proses keluaran tangki air demin

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Filtered Water Tank (TP-

104), diperoleh spesifikasi Tangki Air Proses sebagai berikut :

Tabel D.24 Spesifikasi Tangki Air Proses


Alat Tangki Air Proses
Fungsi Menampung air proses keluaran dari tangki air demin
pada suhu 30 oC dan pada tekanan atmosferik
selama 1 shift (8 jam)
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 420,114 m3
Dimensi Diameter shell (D) 12,192 m
Tinggi shell (Hs) 4,575 m
Tebal shell (ts) 0,625 in
Tinggi atap 0,918 m
Jumlah courses 2 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 19,88 psi
Tebal head 0,625 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

t. Tangki Alum (TP-101)

Fungsi alat : Tempat menyiapkan dan menampung larutan alum konsentrasi

55 % volume selama 1 minggu untuk diinjeksikan ke dalam

bak penggumpal (BP)

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Diketahui :

Tekanan = 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur = 30 oC = 86 oF

Konsentrasi alum di storage = 55 % (Sumber: Data MSDS)

Kebutuhan alum = konsentasi alum di BP x laju alir air di BP

= 43,708 kg/jam

Supplay alum ke BP = kebutuhan alum/konsentrasi alum di storage


= 79,469 kg/jam

Densitas alum = 1.307 kg/m3

Laju alir alum = supplay alum ke BP/densitas alum

= 0,0608 m3/jam

Waktu tinggal = 7 hari

Volume tangki :

Overdesign = 20 %

Volume tangki = (100/80) x 0,0608 m3/jam x 7 hari x 24 jam

= 12,258 m3

Dimensi tangki :

H/D = 1,2

Vtangki = Vshell + (2 x Vhead)

12,258 m3 = ( D2 H) + (2 x 0,000049 D3)

12,258 m3 = ( x 3,14 x 1,2) D3 + (2 x 0,000049 D3)

12,258 m3 = 0,9421D3

1
12,258 3
D =
0,9421

= 2,35 m

Sehingga diperoleh :

D = 92,59 in

H = 1,2 x 92,59

= 111,12 in

Diambil standar :

Dstantar = 93 in
= 7,75 ft

= 2,36 m

Hstantar = 112 in

= 9,33 ft

= 3,54 m

Menghitung Tekanan Desain

= 2,35 m = 7,72 ft

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Dimana, Phidrostatis :

HL g
gc
P hidrostatis = (Pers. 3.17, Brownell, 1959)
144

= 4,37 psi

P operasi = 14,7 psi

Maka, Pabs = 19,07 psi

Tekanan desain 5-10 % diatas tekanan absolut (Coulson, 1988, Hal:637).

Tekanan desain yang dipilih 5 % diatasnya. Tekanan desain pada ring

ke-1 (paling bawah) :

Pdesain = 1,05 x 19,07 psi = 20,03 psi

Tabel D.25 Hasil perhitungan Pdesain setiap courses


Courses HL (ft) Phidrostatis (psi) Pabsolute (psi) Pdesain (psi)
1 7,72 4,37 19,07 20,03
2 1,72 0,05 14,75 15,49

Menentukan Tebal Shell


P.ri
ts C
f .E 0,6 P
(Pers. 14.31, Brownell, 1959:275)

Keterangan :

ts = tebal dinding shell, in

P = tekanan desain, psi

ri = jari-jari tangki, in

f = nilai tegangan material, psi

Digunakan material Carbon Steel SA-283 Grade C = 12.650

(Brownell and Young, 1959, Tabel 13.1 untuk T = -20-650 oF)

E = efisiensi sambungan

= 0,8 (Jenis sambungan las : single-butt weld)

C = korosi yang diizinkan

= 0,125 (Coulson, Vol 6, Hal. 217)

Maka,

ts = 0,233 in

Tabel D.26 Hasil perhitungan tebal shell setiap courses


Courses t (in) ts standar (in)
1 0,217 0,25
2 0,196 0,25

Desain Atap

OD

b = tingi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar D.3 Torrispherical Dishead Head


Tabel 5.7, Brownel & Young, Hal : 91, untuk nilai

OD = 93,5 in

icr = 5,875 in

r = 96 in

Menentukan tebal head


P rW (Brownell & Young, 1959, Hal. 138)
th C
2 f E 0,2 P
Keterangan :

th = tebal head, in

r = radius crown, in

W = faktor intensifikasi stress

1 rc
W= . 3
4 icr
= 1,38

Maka,

th = 0,256 in

Digunakan dalam keadaan standar :

Tebal head = 0,3125 in

Tebal bottom = 0,3125 in

Menentukan tinggi head

Dari Tabel 5.6, Brownel & Young, Hal. 88, untuk nilai th = 0,3125 in

maka sf = 1,5 3.

Dipilih : sf = 3 in

Menentukan BC

BC = r + icr = 101,88 in
Menentukan AB

AB = (ID/2) icr = 40,42 in

Menentukan b
2 2
=b 3,3838
r ( BC
in ) ( AB)

= 3,76 in

Menentukan OA

OA = th + b + sf

= 5,80 in

Tinggi total, Ht = Hs + Hhead

= 8,20 ft = 2,49 m

Perancangan Pengadukan

Daya motor

Daya input
Daya motor yang digunakan =
Efisiensi motor

Kebutuhan daya teoritis

P = Np. mix. N3.Di5 (Pers. 3.4-2, Geankoplis, 1978)

Keterangan :

P = power (W)

Np = Power Number

N = kecepatan impeller (rps)

mix = densitas larutan

= 1.307 kg/m3 = 81,593 lb/ft3

DI = diameter impeller, m
2
mix .N .DI
NRe = (Pers. 3.4-1, Geankoplis, 1978)
mix

Viskositas campuran:

mix = 19,626 cp = 0,0196 kg/m.s

Jumlah pengaduk yang dibutuhkan

WELH
N= (Rase, Pers. 8.9, Hal. 345, 1977) :
ID

Keterangan :

ID = diameter dalam tangki, ft

WELH = water equivalent liquid height

= Tinggi cairan (H) x sp. Gr

Tinggi cairan (H) = 2,798 ft = 0,853 m

Densitas air pada 4 oC = 1.000 kg/m3

Densitas larutan = 1.307 kg/m3

laru tan
Spesific gravity (sg) =
air

1.307 kg/m 3
=
1.000 kg/m 3

= 1,307

WELH = 0,853 m x 1,307

= 1,115 m

WELH
Jumlah pengaduk, n =
ID
1,115 m
=
7,72 m

= 0,144 (dipakai 1 buah pengaduk)

Kecepatan putaran pengaduk dicari dengan persamaan berikut :

600 WELH 600 1,115m


N=
.D I 2.D I 3,14 7,72 m (2) x 7,72 m)

N = 39,27 rpm = 0,65 rps

2
DI .N . mix
NRe = (Pers. 3.4-1, Geankoplis, 1978)
mix

(7,72m) 2 (0,65rps )(1.307 kg / m 3 )


=
0,0196 kg / m.s

= 243.235,651

Dari Figure 3.4-4 Geankoplis, untuk six blade turbine, Np =1,5.

Kebutuhan daya teoritis :


5
N p. mix .N 3 .DI
P= (Pers. 3.4-2, Geankoplis, 1978)
(550 x32,17)

1,5 x 1.307kg/m 3 x (0,65 rps)3 x (7,72m)5


=
550 x 32,17

= 0,143 hp

Daya yang hilang (gland loss)

Philang = 10 % Pteoritis (MV. Joshi)

= 0,1 x 0,143 hp

= 0,0143 hp
Daya input

Pinput = Pteoritis + Philang

= 0,143 hp + 0,0143 hp

= 0,157 hp

Efisiensi motor ()

Efisiensi motor () = 80 %

Daya motor yang digunakan

100
P = x 0,157 hp
80

= 0,196 hp

Dipakai daya (P) = 1 hp

Tabel D.27 Spesifikasi Tangki Alum (TP-101)


Alat Tangki Alum
Kode TP-101
Fungsi Menyiapkan dan menyimpan larutan alum
konsentrasi 55 % volum selama 7 hari untuk
diinjeksikan ke dalam bak penggumpal.
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 12,258 m3
Dimensi Diameter shell (D) 2,36 m
Tinggi shell (Hs) 3,54 m
Tebal shell (ts) 0,25 in
Tinggi atap 5,80 in
Jumlah courses 2 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 20,03 psi
Tebal head 0,3125 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

u. Tangki Kaporit (TP-102)

Fungsi alat : Tempat menyiapkan dan menampung larutan kaporit

konsentrasi 30 % volume selama 3 hari untuk diinjeksikan ke

dalam bak penggumpal

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Tangki Alum (TP-101),

diperoleh spesifikasi Tangki Kaporit (TP-102) sebagai berikut :

Tabel D.28 Spesifikasi Tangki Kaporit (TP-102)


Alat Tangki Kaporit
Kode TP-102
Fungsi Menyiapkan dan menyimpan larutan Kaporit
konsentrasi 30 % volume selama 3 hari untuk
diinjeksikan ke dalam bak penggumpal.
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk conical
Kapasitas 72,397 m3
Dimensi Diameter shell (D) 6,096 m
Tinggi shell (Hs) 3,658 m
Tebal shell (ts) 0,375 in
Tinggi atap 1,444 m
Tebal Head 0,375 in
Jumlah courses 2 buah
Tutup atas Bentuk conical
Tekanan desain 18,66 psi
Power motor 1 hp
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

v. Tangki Dispersant (TP-202)

Fungsi alat : Tempat penyimpanan dispersant untuk diinjeksikan ke cooling

tower

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap berbentuk torrispherical

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Menghitung Volume Tangki

Konsentrasi dispersant di Cooling Tower = 0,05 %

Konsentrasi dispersant di Storage = 10 %

Kebutuhan dispersant di Cooling Tower = Konsentrasi dispersant di

cooling tower x Jumlah air di cooling tower

= 84.457 kg/jam
Suplai dispersant 10 % ke cooling tower = Kebutuhan dispersant /

Konsentrasi dispersant di storage

= (84,457 kg/jam)/10 %

= 844,567 kg/jam

Densitas dispersant = 995,68 kg/m3

Jumlah dispersant = Suplai dispersant 10 %/Densitas dispersant

= 844,567 kg/jam/995,68 kg/m3

= 0,848 m3/jam

Waktu tinggal = 7 hari

V dispersant = Jumlah dispersant x Waktu tinggal

= 0,848 m3/jam x 7 hari x 24 jam

= 71,252 m3

Safety factor = 20 % (Peter and Timmerhaus, 1991, Hal:37)

Volume tangki = 1,2 x V dispersant

= 1,2 x 71,252 m3

= 85,502 m3

Menghitung Diameter dan Tinggi Tangki

Tutup atas tangki = torrispherical

Tutup bawah tangki = torrispherical

V tangki = V shell + (2 x V head)

= ID2 H + (2 x 0,000049 ID3)


Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang

paling kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada

tabel berikut.

Tabel D.29 Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki


Trial H/D D (ft) H (ft) A (ft2) Vsilinder , ft3 Vhead, ft3 Vsf, ft3 Vtotal (ft3)
1 0.1 26.0549 2.6055 1317.6668 1388.4805 1497.6486 133.2262 3019.3553
2 0.2 22.9364 4.5873 1186.3107 1894.4255 1021.6866 103.2432 3019.3553
3 0.3 20.9249 6.2775 1124.8433 2157.6590 775.7677 85.9286 3019.3553
4 0.4 19.4754 7.7902 1093.4941 2319.4625 625.4571 74.4357 3019.3553
5 0.5 18.3600 9.1800 1077.6756 2429.1693 524.0322 66.1538 3019.3553
6 0.6 17.4636 10.4782 1070.7738 2508.5414 450.9622 59.8517 3019.3553
7 0.7 16.7204 11.7043 1069.3667 2568.6829 395.8062 54.8662 3019.3553
8 0.72 16.5863 11.9422 1069.5577 2579.0074 386.3583 53.9896 3019.3553
9 0.73 16.5209 12.0602 1069.7022 2583.9892 381.8018 53.5643 3019.3553
10 0.74 16.4564 12.1778 1069.8776 2588.8563 377.3518 53.1472 3019.3553

Ditentukan H/ID = 0,7

H = 0,7 ID

Maka,

ID = 16,72 ft = 200,64 in = 5,09 m

H = 11,70 ft = 140,45 in = 3,56 m

Diambil nilai standar:

ID = 17 ft = 204 in

H = 12 ft = 144 in

Lebar plat standar = 6 ft


Jumlah plat = H/lebar plat

= 12/6 = 2 plat

Volume tangki =

= 2.723,761 ft3

Menghitung Tekanan Desain

= 4,05 m = 13,30 ft

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Dimana, Phidrostatis :

HL g
gc
P hidrostatis = (Pers. 3.17, Brownell, 1959)
144

= 5,72 psi

P operasi = 14,7 psi

Maka, Pabs = 20,42 psi

Tekanan desain 5-10 % diatas tekanan absolut (Coulson, 1988, Hal:637).

Tekanan desain yang dipilih 5 % diatasnya. Tekanan desain pada ring

ke-1 (paling bawah) :

Pdesain = 1,05 x 20,42 psi = 21,44 psi

Tabel D.30 Hasil perhitungan Pdesain setiap courses


Courses HL (ft) Phidrostatis (psi) Pabsolute (psi) Pdesain (psi)
1 13,30 5,72 20,42 21,45
2 7,30 3,14 26,15 27,46
3 1,30 0,56 5,72 6,01

Menentukan Tebal Shell


P.ri
ts C (Pers. 14.31, Brownell, 1959:275)
f .E 0,6 P
Keterangan :

ts = tebal dinding shell, in

P = tekanan desain, psi

ri = jari-jari tangki, in

f = nilai tegangan material, psi

Digunakan material Mild Steel SA-7, SA-283 Grade C AISI 316

= 12.650 (Brownell and Young, 1959, Tabel 13.1 untuk T = -20 - 650
o
F)

E = efisiensi sambungan

= 0,8 (Jenis sambungan las : single-butt weld)

C = korosi yang diizinkan

= 0,125 (Coulson, Vol 6, Hal. 217)

Maka,

ts = 0,143 in

Diambil tebal shell standar = 0,1875 in.

Maka,

OD = ID + (2 x ts)

= 201,02 in

= 202 in (standar)
= 16,83 ft = 5,13 m

Desain Atap
OD

b = tingi
icr dish
OA B A

sf ID t
a
r

Gambar D.4 Torrispherical Dishead Head

Tabel 5.7, Brownel & Young, Hal : 91, untuk nilai

OD = 202 in

icr = 12,25 in

r = 170 in

Menentukan tebal head


P rW (Brownell & Young, 1959, Hal. 138)
th C
2 f E 0,2 P
Keterangan :

th = tebal head, in

r = radius crown, in

W = faktor intensifikasi stress

1 rc
W= . 3
4 icr
= 1,68

Maka,

th = 0,428 in

Digunakan dalam keadaan standar :


Tebal head = 0,50 in

Tebal bottom = 0,50 in

Menentukan tinggi head

Dari Tabel 5.6, Brownel & Young, Hal. 88, untuk nilai th = 0,25 in :

sf = 1,5 3

Dipilih : sf = 3 in

Menentukan BC

BC = r + icr = 182,25 in

Menentukan AB

AB = (ID/2) icr = 89,75 in

Menentukan b
2 2
=b 3,3838
r ( BC
in ) ( AB)

= 11,38 in

Menentukan OA

OA = th + b + sf

= 14,88 in

= 0,38 m

Tinggi total, Ht = Hs + Hhead

= 158,88 in = 13,24 ft = 4,04 m

Perancangan Pengadukan

Daya motor

Daya input
Daya motor yang digunakan :=
Efisiensi motor

Kebutuhan daya teoritis


P = Np. mix. N3.Di5 (Pers. 3.4-2, Geankoplis, 1978)

Keterangan :

P = power (W)

Np = Power Number

N = kecepatan impeller (rps)

mix = densitas larutan

= 995,68 kg/m3 = 62,1583 lb/ft3

DI = diameter impeller, m

2
mix .N .DI
NRe = (Pers. 3.4-1, Geankoplis, 1978)
mix

Viskositas campuran:

mix = 12,112 cp = 0,012 kg/m.s

Jumlah pengaduk yang dibutuhkan

WELH
N= (Rase, Pers. 8.9, Hal. 345, 1977) :
ID

Keterangan :

ID = diameter dalam reaktor, ft

WELH = water equivalent liquid height

= Tinggi cairan (H) x sp. Gr

Tinggi cairan (H) = 13,30 ft = 4,05 m

Densitas air pada 4 oC = 1.000 kg/m3

Densitas larutan = 995,68 kg/m3


laru tan
Spesific gravity (sg) =
air

995,68 kg/m 3
=
1.000 kg/m 3

= 0,9957

WELH = 4,05 m x 0,9957

= 4,04 m

WELH
Jumlah pengaduk, n =
ID

4,04 m
=
5,18 m

= 0,78 (dipakai 1 buah pengaduk)

Kecepatan putaran pengaduk dicari dengan persamaan berikut :

600 WELH 600 4,04m


N=
.D I 2.D I 3,14 5,18 m (2) (5,18 m)

N = 23,005 rpm = 0,383 rps

2
DI .N . mix
NRe = (Pers. 3.4-1, Geankoplis, 1978)
mix

(5,18 m) 2 (0,383 rps ) (995,68 kg / m 3 )


=
0,012 kg/m.s

= 846.290,832

Dari Figure 3.4-4 Geankoplis, untuk six blade turbine, Np =1,5.


Kebutuhan daya teoritis :
5
N p. mix .N 3 .DI
P= (Pers. 3.4-2, Geankoplis, 1978)
(550 x32,17)

1,5 x 995,68kg/m 3 x (0,383 rps)3 x (5,18m)5


=
550 x 32,17

= 17,77 hp

Daya yang hilang (gland loss)

Philang = 10 % Pteoritis (MV. Joshi)

= 0,1 x 17,77 hp

= 1,777 hp

Daya input

Pinput = Pteoritis + Philang

= 17,77 hp + 1,777 hp

= 19,55 hp

Efisiensi motor ()

Efisiensi motor () = 80 %

Daya motor yang digunakan

100
P = x 19,55 hp
80

= 24,44 hp

Dipakai daya (P) = 25 hp

Tabel D.31 Spesifikasi Tangki Dispersant (TP-202)


Alat Tangki Dispersant
Kode TP-202
Fungsi Tempat penyimpanan dispersant untuk diinjeksikan ke
Cooling Tower
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan
atap (head) berbentuk torrispherical
Dimensi Diameter shell (D) 204 in
Tinggi shell (Hs) 144 in
Tebal shell (ts) 0,1875 in
Tinggi head 14,88 in
Tipe head Torrispherical Dished Head
Tebal head 0,50 in
Tipe pengaduk Six Blade Flat Turbine
Jumlah pengaduk 1 buah
Power Motor 25 hp

w. Tangki Inhibitor (TP-201)

Fungsi alat : Tempat penyimpanan inhibitor untuk diinjeksikan ke Cooling

Tower

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

head berbentuk torrispherical

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Tangki Dispersant (TP-

202), diperoleh spesifikasi Tangki Inhibitor (TP-201) sebagai berikut :

Tabel D.32 Spesifikasi Tangki Inhibitor (TP-201)


Alat Tangki Inhibitor
Kode TP-201
Fungsi Tempat penyimpanan inhibitor untuk diinjeksikan ke
Cooling Tower
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom)
dan atap (head) berbentuk torrispherical
Dimensi Diameter shell (D) 240 in
Tinggi shell (Hs) 240 in
Tebal shell (ts) 0,750 in
Tinggi head 21,710 in
Tipe head Torrispherical Dished Head
Tebal head 2,00 in
Tipe pengaduk Six Blade Flat Turbine
Power Motor 58 hp

x. Tangki NaOH (TP-103)

Fungsi alat : Tempat penyimpanan soda kaustik untuk diinjeksikan ke bak

penggumpal dan anion exchanger

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

head berbentuk torrispherical

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Tangki Dispersant (TP-

202), diperoleh spesifikasi Tangki Soda Kaustik (TP-103) sebagai berikut :

Tabel D.33 Spesifikasi Tangki Soda Kaustik (TP-103)


Alat Tangki soda kaustik
Kode TP-103
Fungsi Tempat penyimpanan soda kaustik untuk diinjeksikan ke
bak penggumpal dan Anion Exchanger
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom)
dan atap (head) berbentuk torrispherical
Dimensi Diameter shell (D) 1,99 m
Tinggi shell (Hs) 1,99 m
Power motor 1 hp
Jumlah 1 buah

y. Tangki Hidrazin (TP-401)

Fungsi alat : Tempat menyiapkan dan menampung larutan hidrazin selama

7 hari untuk diinjeksikan ke deaerator

Tipe tangki : Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan

atap (head) berbentuk torrispherical

Tekanan : 101,15 kPa = 1 atm

Temperatur : 30 oC = 86 oF

Dengan cara perhitungan yang sama seperti pada Tangki Dispersant (TP-

202), diperoleh spesifikasi Tangki Soda Kaustik (TP-401) sebagai berikut :

Tabel D.34 Spesifikasi Tangki Hidrazin (TP-401)


Alat Tangki Hidrazin
Kode TH-401
Fungsi Menyiapkan dan menyimpan hidrazin selama 7
hari untuk diinjeksikan ke deaerator
Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan head berbentuk torrispherical
Kapasitas 29,475m3/jam
Dimensi Diameter shell (D) 3,28 m
Tinggi shell (Hs) 3,78 m
Tebal shell (ts) 0,375 in
Tebal head (th) 0,3125 in
Tinggi head 7,864 in
Tekanan Desain 20,16 psi
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316
Jumlah 1 buah
3. Pompa Utilitas

a. Pompa Utilitas 1 (PU-01)

Fungsi : Memompa air sungai sebanyak 40180,91kg/jam ke Bak

Sedimentasi (BS-01).

Jenis : Centrifugal pump

Gambar D.5 Centrifugal pump

Alasan Pemilihan :
Dapat digunakan range kapasitas yang besar dan tekanan tinggi

Konstruksi sederhana sehingga harganya relatif lebih murah

Kecepatan putarannya stabil

Tidak memerlukan area yang luas

Friction loss yang perlu diperhitungkan antara lain :

Friksi karena kontraksi dari tangki ke pipa

Friksi pada pipa lurus

Friksi pada elbow

Friksi pada valve


Asumsi :

Sifat-sifat fisis cairan dianggap tetap

Fluida incompressible

Menghitung Debit Cairan

Diketahui :

Laju alir massa, G = 40180,91 kg/jam = 20,236 kg/s

Densitas, = 992,857 kg/m3

Viskositas, = 0,001 kg/m.s

Over desain = 10 %

G = 1,1 x 40180,91 kg/jam

= 44199,001 kg/jam

= 22,26 kg/s

Debit, Q :

G
Q=

44199,001
=
992,857

= 80,712 m3/jam

= 0,022 m3/s

= 355,360 gpm

Dari Fig. 7.14 a & b Walas dan Tabel 10.17 Coulson untuk kapasitas 355,360

gpm digunakan pompa centrifugal tipe single- suction.


Gambar D.6 Jenis pompa berdasarkan kapasitas
Menghitung Diameter Pipa

Dopt = 226 x G0,52 x -0,37 (Pers. 5.14 Coulson,1983)

= 226 x (22,260)0,52 x (992,857)-0,37

= 95,27 mm

= 3,751 in

Keterangan :

Dopt = Diameter pipa optimum (mm)

G = Laju alir massa (kg/s)

= Densitas larutan (kg/m3)

Dari Tabel.11. Kern, 1950 diperoleh :

NPS = 4 in

ID = 4,026 in (0,102 m)

OD = 4,5 in

A = 12,7 in2 (0,0082 m2)

Menentukan Bilangan Reynold (NRe)


Bilangan reynold (NRe) dapat dihitung dengan persamaan :
x ID x v
NRe = (Geankoplis, 1993, pers.4.5-5)

Keterangan :

NRe = Bilangan Reynold

= Densitas larutan (kg/m3)

ID = Diameter dalam pipa (m)

v = Kecepatan aliran (m/s)

= Viskositas larutan (kg/m.s)

Kecepatan aliran, v :
Q
v =
A

0,0022
=
0,0082

= 2,736 m/s

Bilangan reynold, NRe :

992,857 x 0,022 x 2,736


NRe =
0,001

= 335.322,522 (aliran turbulen, NRe > 2100)

Menghitung Panjang Equivalent

Tabel D.35 Panjang equivalent dari Tabel. 2.10-1 Brown, 1993


Komponen Jumlah Le, ft Le, m Total, m
Pipa lurus 1 1.640,4 500 500
Standard elbow 90o 3 16 4,877 14,631
Globe valve 1 180 54,865 54,865
Gate valve fully open 2 3 0,914 1,829
Total 571,324

Menghitung Friction loss

Friction loss dihitung dengan persamaan 2.10-18 Geankoplis, 1993 :

L v 2 v12 v 22 v12
F = 4f K ex Kc Kf
ID 2 2 2 2

Jika kecepatan v, v1, v2 sama, maka (Geankoplis, 1993. pers.2.10-19) :

L v2
F = 4f K ex Kc Kf
ID 2

a. Friksi karena kontraksi dari sungai ke pipa.


2
A2 V2
hc = 0,55 1 (Geankoplis, 1993. pers.2.10-16)
A1 2

V2
= Kc
2

Keterangan :

hc = friction loss

V = kecepatan pada bagian downstream

= faktor koreksi, aliran turbulen =1

A2 = luas penampang yang lebih kecil

A1 = luas penampang yang lebih besar

A2/A1 = 0

Kc = 0,55

V2
hc = K c
2

2,736 2
= 0,55
2 1

= 2,059 J/kg

b. Friksi pada pipa lurus

Diketahui :

NRe = 335.322,522

= 0,000046 m untuk pipa comercial steel

(Gambar 2.10-3 Geankoplis, 1993)

ID = 0,102 m

/ID = 0,0004

f = 0,006 (Gambar.2.10-3, Geankoplis,1993)


L = 571,324 m

Sehingga friksi pada pipa lurus :

L V 2
Ff = 4 f (Geankoplis, 1993. Pers.2.10-6)
ID 2

571,324 2,736 2
= 4 0,004
0,102 2

= 501,968 J/kg

c. Friksi pada sambungan (elbow)

Diketahui :

Jml elbow = 3

Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1, Geankoplis)

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= 3 0,75 = 8,423 J/kg
2

d. Friksi pada valve

Globe valve wide = 1 = Kf = 9,5 (Tabel 2.10-1, Geankoplis, 1983)

Gate valve wide = 2 = Kf = 0,17 (Tabel 2.10-1, Geankoplis, 1983)

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= (1 x 9,5 + 2 x 0,17) x
2

= 36,837 J/kg
Total friksi :

F = hC + Ff + hf, elbow + hf, valve

= 2,059 + 501,968 + 8,423 + 36,837

= 549,287 J/kg

Menghitung tenaga pompa yang digunakan

Persamaan neraca energi yang dijelaskan melalui persamaan Bernaulli

(pers. 2.7-28 Geankoplis, 1983) :

V22 V12 p2 p1
-Ws = g Z2 Z1 F
2

Diketahui :

Z1 = -1 m (asal pemompaan dari sungai)

Z2 = 4 m (tujuan pemompaan)

P1 = 1 atm (101.325N/m2)

P2 = 1 atm (101.325N/m2)

v1 = v2 = 2,736 m/s

= 992,857 kg/m3

=1

g = 9,806 m/s2

F = 549,287 J/kg

Sehingga :
2 2
-Ws = 2,736 2,736 9,806 4 ( 1) 101.325 101.325
549,287
2 1 992,857

= 598,317 J/kg
Dari Gambar 10.62, Coulson,1983, hal 380 untuk Q = 80,712 m3/jam, maka

efisiensi pompa ( ) = 78 %.

Gambar D.7 Efisiensi pompa

Ws
Wp = (Geankoplis, 1993. pers.3.3-1)

598,317
=
0,78

= 767,074 J/kg

Power = G x Wp (Geankoplis, 1993. pers.3.3-2)

= 22,26 x 767,074

= 17.074,845 J/s

= 17,075 kW

= 22,898 hp
Motor penggerak :

Berdasarkan fig. 4-10, Vilbrandt,F.C., 1959, diperoleh efisiensi motor:

motor = 80 %

Power
P = (Geankoplis, 1993. pers.3.3-5)
motor

22,898
=
0,8

= 28,622 hp

= 30 hp Standar NEMA (Alfa Laval Pump Handbook, 2001)

Menentukan head total

Pt

Z2 BS - 01

PU-01
Z1
Ps blowdown

Gambar D.8 Skema sistem pompa


Suction head

Diketahui :

Z1 = -1 m

Ps = 101.325 N/m2

v1 = 2,736 m/s

Friction loss :

Friksi karena kontraksi dari sungai ke pipa


2
A1 V2
hc = 0,55 1 (Geankoplis, 1993. pers.2.10-16)
A2 2

V2
= Kc
2

Keterangan :

hc = friction loss

V = kecepatan pada bagian downstream

= faktor koreksi, aliran turbulen =1

A2 = luas penampang yang lebih kecil

A1 = luas penampang yang lebih besar

A1/A2 = 0

Kc = 0,55

V2
hc = K c
2

2,736 2
= 0,55
2 1

= 2,059 J/kg
Friksi pada pipa lurus

Diketahui :

NRe = 335.322,522

= 0,000046 m untuk pipa comercial steel

ID = 0,102 m

/ID = 0,00045

f = 0,006 (Gambar.2.10-3, Geankoplis,1993)

L = 25 m

Sehingga friksi pada pipa lurus :

L V 2
Ff = 4 f (Geankoplis, 1993. pers.2.10-6)
ID 2

25 2,736 2
= 4 0,004
0,102 2

= 21,965 J/kg

Friksi pada sambungan (elbow)

Diketahui :

Jml elbow =1

Kf = 0,75 (tabel 2.10-1, Geankoplis, 1993)

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= 1 0,75
2

= 2,808 J/kg

Friksi pada valve

Globe valve wide = 1 = Kf = 9,5


Gate valve wide = 1 = Kf = 0,17

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= (1 x 9,5 + 1 x 0,17) x
2

= 36,201 J/kg

Total friksi di suction head, hfs :

Fs = hC + Ff + hf, elbow + hf, valve

= 2,059 + 21,965 + 2,808 + 36,201

= 63,033 J/kg

Fs
hfs =
g

63,033
=
9,806

= 6,428 m

Total suction head, Hs :

Ps
Hs = Z1 h fs (Alfa Laval Pump Handbook, 2001)
.g

101.325
= (-1) 6,428
992,857 9,806

= 2,979 m

Discharge head :

Diketahui :

Z2 = 4 m

Pt = 101.325

v2 = 2,736 m/s
Friction loss :

Friksi pada pipa lurus

Diketahui :

NRe = 335.322,522

= 0,000046 m untuk pipa comercial steel

(Gambar 2.10-3 Geankoplis, 1993)

ID = 0,102 m

/ID = 0,0004

f = 0,006 (Gambar.2.10-3, Geankoplis,1993)

L = 475 m

Sehingga friksi pada pipa lurus :

L V 2
Ff = 4 f (Geankoplis, 1993. pers.2.10-6)
ID 2

475 2,736 2
= 4 0,005 = 417,337 J/kg
0,102 2

Friksi pada sambungan (elbow)

Diketahui :

Jml elbow = 2

Kf = 0,75 (Tabel 2.10-1, Geankoplis, 1993)

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= 2 0,75
2
= 5,615 J/kg

Friksi pada valve

Gate valve wide= 1 = Kf = 0,17

V2
hf = Kf (Geankoplis, 1993. pers.2.10-17)
2

2,736 2
= (1 x 0,17) x
2

= 0,636 J/kg

Total friksi di discharge head, hfD :

FD = Ff + hf, elbow + hf , valve

= 417,337 + 5,615 + 0,636

= 423,589 J/kg

FD
hfD =
g

423,589
=
9,806

= 43,197 m

Total discharge head, HD :

Pt
HD = Z2 h fD (Alfa Laval Pump Handbook, 2001)
.g

101.325
= 4 43,197
992,857 9,806

= 57,499 m

Head total :

H = HD - Hs

= 57,499 2,979
= 54,520 m

Cek kavitasi

Menghitung NPSHR (Net Positive Suction Head required) :

4/3
n Q 0,5
NPSHR =
S

4/3
3.500 355,360 0,5
=
7.900

= 5,165 m

= 16,945 ft

Keterangan :

n = kecepatan putaran 3.500 rpm (Walas, 1988)

Q = debit, gpm (355,360 gpm)

S = kecepatan spesifik 7.900 rpm (Walas, 1988)

Tabel D.36 Spesifikasi pompa utilitas (PU 01)


Alat Pompa
Kode PU 01
Fungsi Memompa air sungai ke Bak Sedimentasi (BS 01)
Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage
Bahan Konstruksi Carbon steel SA 283
Kapasitas 40,182 m3/ jam
Efisiesi 78 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40
Panjang pipa lurus (L) : 500 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 3 unit
Jumlah gate valve : 2 unit
Beda ketinggian : 5m
Power motor 30 hp
NPSH 5,165 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

Dengan cara perhitungan yang sama seperti di atas maka diperoleh spesifikasi
pompa utilitas yang lainnya.

b. Pompa Utilitas 2 (PU-02)

Tabel D.37 Spesifikasi pompa utilitas (PU 02)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-02
Fungsi Memompa air keluaran dari bak sedimentasi
menuju ke bak penggumpal (BP-01)
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 40,182 m3/ jam
Efisiensi 78 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40
Panjang pipa lurus (L) : 10 m
Jumlah globe valve : 1 unit
o
Standar elbow 90 : 3 unit
Jumlah gate valve : 2 unit
Beda ketinggian : 4m
Power 5 hp
NPSH 5,165 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
c. Pompa Utilitas 3 (PU-03)

Tabel D.38 Spesifikasi pompa utilitas (PU 03)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-03
Fungsi Memompa air keluaran bak penggumpal menuju
ke Clarifier (CL-01)
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 355,344 gal/min
Efisiensi 78 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40
Panjang pipa lurus (L) : 10 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 5 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 5 hp
NPSH 5,165 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

d. Pompa Utilitas 4 (PU-04)

Tabel D.39 Spesifikasi pompa utilitas (PU 04)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-04
Fungsi Memompa air keluaran clarifier ke sand
filter (SF-01)
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 355,328 gal/ jam
Efisiensi 78 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 3 m
Jumlah globe valve : 1 unit
o
Standar elbow 90 : 6 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 3 hp
NPSH 5,165 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

e. Pompa Utilitas 5 (PU-05)

Tabel D.40 Spesifikasi pompa utilitas (PU 05)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-05
Fungsi Memompa air keluaran sand filter ke tangki
air filter
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 118,425 gal/min
Efisiensi 63 %
Dimensi NPS = 2,5 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 3 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 3 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 1 hp
NPSH 2,483 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
f. Pompa Utilitas 6 (PU-06)

Tabel D.41 Spesifikasi pompa utilitas (PU 06)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-06
Fungsi Memompa air dari tangki air filter ke Cold
Basin dan Domestic Water and Hydrant
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 749,115 gal/min
Efisiensi 82 %
Dimensi NPS = 6 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 100 m
Jumlah globe valve : 1 unit
o
Standar elbow 90 : 6 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 5 hp
NPSH 3,161 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

g. Pompa Utilitas 7 (PU-07)

Tabel D.42 Spesifikasi pompa utilitas (PU 07)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-07
Fungsi Memompa air dari tangki air filter ke cation
exchanger
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 63,034 gal/min
Efisiensi 70 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 100 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 6 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 2 hp
NPSH 1,631 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

h. Pompa Utilitas 08 (PU-08)

Tabel D.43 Spesifikasi pompa utilitas (PU 08)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-08
Fungsi Memompa air dari hot basin menuju cooling
tower
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 187,142 gal/min
Efisiensi 83 %
Dimensi NPS = 6 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 5 m
Jumlah globe valve : 1 unit
o
Standar elbow 90 : 2 unit
Jumlah gate valve : 2 unit
Beda ketinggian : 4m
Power 7,5 hp
NPSH 3,368 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
i. Pompa Utilitas 09 (PU-09)

Tabel D.44 Spesifikasi pompa utilitas (PU 09)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-09
Fungsi Memompa air dari cooling tower menuju cold
basin
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 187,142 gal/min
Efisiensi 83 %
Dimensi NPS = 6 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 50 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 2 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 5 hp
NPSH 3,368 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
j. Pompa Utilitas 10 (PU-10)

Tabel D.45 Spesifikasi pompa utilitas (PU 10)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-10
Fungsi Memompa air dari cold basin menuju
peralatan yang membutuhkan cooling water
Jenis Centrifugal pump, single-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 187,142 gal/min
Efisiensi 83 %
Dimensi NPS = 6 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 50 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 4 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 5 hp
NPSH 3,368 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

k. Pompa Utilitas 11 (PU-11)

Tabel D.46 Spesifikasi pompa utilitas (PU 11)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-11
Fungsi Memompa air dari tangki penyimpanan
kondensat menuju kation exchanger
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 147,915 gal/min
Efisiensi 80 %
Dimensi NPS = 6 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 5 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 3 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 2 hp
NPSH 2,879 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

l. Pompa Utilitas 12 (PU-12)

Tabel D.47 Spesifikasi pompa utilitas (PU 12)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-12
Fungsi Memompa air dari kation exchanger menuju
anion exchanger
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 63,034 gal/min
Efisiensi 75 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 3 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 4 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 4m
Power 2 hp
NPSH 1,631 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

m. Pompa Utilitas 13 (PU-13)

Tabel D.48 Spesifikasi pompa utilitas (PU 13)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-13
Fungsi Memompa air dari anion exchanger ke tangki
air proses dan deaerator
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 63,034 gal/min
Efisiensi 75 %
Dimensi NPS = 4 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 3 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 4 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2 m
Power 1 hp
NPSH 1,631 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

n. Pompa Utilitas 14 (PU-14)

Tabel D.49 Spesifikasi pompa utilitas (PU 14)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-14
Fungsi Memompa air dari demineralisasi menuju
tangki air proses
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 48,242 gal/min
Efisiensi 69 %
Dimensi NPS = 3 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 10 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 2 unit
Jumlah gate valve : 2 unit
Beda ketinggian : 4m
Power 2 hp
NPSH 1,364 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

o. Pompa Utilitas 15 (PU-15)

Tabel D.50 Spesifikasi pompa utilitas (PU 15)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-15
Fungsi Memompa keluaran dari DA-01 ke tangki air
boiler
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 14,792 gal/min
Efisiensi 63 %
Dimensi NPS = 1,5 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 25 m
Jumlah globe valve : 1 unit
o
Standar elbow 90 : 2 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 5m
Power 1 hp
NPSH 0,62 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)

p. Pompa Utilitas 16 (PU-16)

Tabel D.51 Spesifikasi pompa utilitas (PU 16)


Alat Pompa Utilitas
Kode PU-16
Fungsi Memompa air demineralisasi menuju boiler
Jenis Centrifugal pump, double-suction, single
stage
Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Kapasitas 14,792 gal/min
Efisiensi 63 %
Dimensi NPS = 1,5 in
Sch = 40 in
Panjang pipa lurus (L) : 3 m
Jumlah globe valve : 1 unit
Standar elbow 90o : 2 unit
Jumlah gate valve : 1 unit
Beda ketinggian : 2m
Power 1 hp
NPSH 0,62 m
Jumlah 2 buah (1 cadangan)
B. Unit Penyediaan Udara Instrument

1. Compressor (CP-01)

Fungsi : Mengalirkan udara dari lingkungan ke area proses untuk

kebutuhan instrumentasi.

Tipe : Centrifugal Compressor

Kebutuhan Udara Tekan

Dalam pabrik Dicalcium Phosphate Dihydrate, udara tekan dibutuhkan untuk menggerakkan

instrumen instrumen kontrol. Udara tekan yang diperlukan didistribusi pada tekanan 15 20

psig serta dalam kondisi kering dan bersih. (Kern, hal.768).

Dalam pabrik Dicalcium Phosphate Dihydrate terdapat sekitar 33 alat kontrol yang memerlukan

udara tekan untuk menggerakkannya, sehingga kebutuhan udara tekan pada pabrik ini

diperkirakan mencapai 55,440 m3/jam. Mekanisme atau proses untuk membuat udara tekan

dapat diuraikan berikut ini : Udara lingkungan ditekan dengan menggunakan kompresor (CP01)

yang dilengkapi dengan filter (penyaring) udara hingga mencapai tekanan 20 psig, kemudian

dilewatkan dalam tumpukan silika gel sehingga diperoleh udara kering. Selanjutnya udara kering

tersebut dialirkan pada alat kontrol yang memerlukannya.

Udara pneumatik = 28 L/min (Considin, 1993)

Jumlah alat kontrol = 33 buah

Kebutuhan udara = 28 33

= 924 L/min (55,440 m3/jam)

Overdesign = 20%

Total udara pneumatik = 66,528 m3/jam

= 0,018 m3/s

Kecepatan Molar Udara


Diketahui :

V = 66,528 m3/jam

P = 1 atm

T = 30 oC (303,15 K)

R = 82,057.10-3 m3.atm/kgmol.K

PV
n =
RT

1 66,528
=
82,057.10 3 303,15

= 2,674 kmol/jam

= 77,478 kg/jam

Menentukan temperatur keluaran kompressor, T2

Dari Fig. 3.6 (coulson, 1983), diperoleh efisiensi ()

= 65 %

T1 = 30 oC (303,15 K)

P1 = 1 atm (1,013 bar)

P2 = 2,36 atm (2,392 bar)


Temperatur keluar kompressor:

m
P2
T2 = T1 (Coulson, 1983 hal 79)
P1

Untuk kompresi:

1
m = (Coulson, 1983 hal 79)
Ep

Cp
= ,
Cv

= 1,4 (udara)

Sehingga:

1,4 1
m = = 0,44
1,4 0,65

0, 44
2,36
T2 = 303,15
1

= 442,155 K

= 169,005 oC

Koreksi temperatur keluar kompressor:

Diketahui data udara (Chemcad 5.2.0) :

Tc = -40,7 oC

= 232,45 K

T1 T2
Tr mean =
2Tc

303,15 442,155
=
2 232,45

= 1,603

Pc = 37,246 atm
= 37,740 bar

P1 P2
Pr mean =
2Pc

1,013 2,392
=
2 37,74

= 0,045

Kapasitas panas udara (Chemcad 5.2.0) :

T1 T2
Tmean =
2

303,15 442,155
=
2

= 372,653 K

2 2
o (3.012 / T ) (1.484 / T )
C P = 28.958 9.390 7.580
sinh( 3.012 / T ) cosh(1.484 / T )

= 29.125,243 J/kmol.K

= 29,125 kJ/kmol.K
Koreksi untuk tekanan dari Fig.3.2 (Coulson, 1983 hal 63) :

Untuk Tr = 1,603 dan Pr = 0,045 maka :

Cp - C oP = 0,26 kJ/kmol.K

Sehingga :

Cp = 0,26 + 29,125

= 29,385 kJ/kmol.K

Dari Fig.3.8. (Coulson, 1983 hal 76) :


Untuk Tr = 1,603 dan Pr = 0,045 maka :

z =1

Dari Fig.3.9. (Coulson, 1983 hal 77) :


Untuk Tr = 1,603 dan Pr = 0,045 maka :

x = 0,02

Dari Fig.3.10. (Coulson, 1983 hal 78) :

Untuk Tr = 1,603 dan Pr = 0,045 maka :

y =1

z R 1
m = x (Coulson, 1983 hal 79)
Cp Ep

1 8,314 1
= 0,02
29,385 0,65

= 0,441

0 , 441
2,36
T2 = 303,15
1

= 442,678 K

= 169,528 oC
Power compressor

n 1
z R T1 n P2 n
-W = 1 (Coulson, 1983 hal 73)
M n 1 P1

1
n = (Coulson, 1983 hal 79)
1 m

n = 1,789

1, 789 1
1 8,314 303,15 1,789 2,36 1, 789
-W = 1
28,97 1,789 1 1

= -133 kJ/kmol

W = 133 kJ/kmol

Actual work required :

Waktual = 133 kJ/kmol / 65%

= 204,616 kJ/kmol

Power yang dibutuhkan :

P = Waktual x n

= 204,616 kJ/kmol x 2,674 kmol/Jam

= 547,231 kJ/jam

= 0,152 kW

= 0,204 hp
Tabel D.59 Spesifikasi Compressor (CP-01)
Alat Compressor
Kode CP 01
Jenis Centrifugal compressor
Kapasitas 119,739 kg/jam udara
Power 0,5 hp
Bahan Konstruksi Cast iron
Jumlah 1 buah

C. Unit Pembangkit dan Pendistribusian Listrik

1. Perhitungan Kebutuhan Listrik

Perhitungan kebutuhan listrik adalah sebagai berikut:

a. Kebutuhan penerangan

Dari Chemical Engineers Handbook, 3rd ed, direkomendasikan untuk


perhitungan penerangan digunakan satuan lumen. Dengan menetapkan jenis
lampu yang digunakan, maka dapat dihitung jumlah listrik yang harus
disediakan untuk penerangan. Untuk menentukan besarnya tenaga listrik
digunakan persamaan :
a F
L
U D
Keterangan : L : Lumen per outlet.
a : Luas area, ft2
F : food candle yang diperlukan ( tabel 13, perry 3th )
U : Koefisien utilitas (Tabel 16, perry 3th)
D : Effisiensi lampu (Tabel 16, perry 3th)

Kebutuhan penerangan area dalam bangunan

Tabel D.60 Kebutuhan penerangan untuk area dalam bangunan


Luas
Area Bangunan 2 F U D Lumen
(m ) (ft2)
Pos Keamanan 100 1.076,391 20 0,50 0,80 53.819,550
Mushola 250 2.690,978 10 0,55 0,80 61.158,580
Kantin 500 5.381,955 10 0,51 0,80 131.910,662
Kantor 2.500 26.909,775 20 0,58 0,80 1.159.904,095
Klinik 100 1.076,391 20 0,55 0,80 48.926,864
Ruang Kontrol 1.000 10.763,910 35 0,60 0,80 784.868,438
Laboratorium 1.000 10.763,910 35 0,60 0,80 784.868,438
Bengkel 1.500 16.145,865 10 0,53 0,80 380.798,703
GSG 1.000 10.763,910 10 0,51 0,80 263.821,324
Gudang 1.000 10.763,910 5 0,52 0,80 129.373,918
Perumahan 5.000 53.819,550 20 0,55 0,80 2.446.343,182
Total 13.950 150.156,545 6.245.793,751

Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lampu

fluorescent 40 Watt, dimana 1 buah instant starting daylight 40 Watt

mempunyai 1.960 lumen.

Jumlah listrik area dalam bangunan = 6.245.793,751 Lumen

Sehingga jumlah lampu yang dibutuhkan :

6.245.793,751
= 3.186,629 buah
1.960

= 3.187 buah

Daya = 40 Watt 3.187


= 127.480 Watt (127,48 kW)

Kebutuhan penerangan area luar bangunan

Tabel D.61 Kebutuhan penerangan untuk area luar bangunan


Luas
2
Area Non Bangunan (m ) (ft2) F U D Lumen
Proses 10.000 107.639,100 10 0,59 0,80 2.280.489,407
Utilitas 5.000 53.819,550 10 0,59 0,80 1.140.244,703
Area Pengembangan 10.000 107.639,100 0 0,00 0,80 0,000
Jalan & Taman 3.500 37.673,685 5 0,53 0,80 444.265,153
Total 28.500 306.771,435 3.864.999,263

Untuk semua area di luar bangunan direncanakan menggunakan lampu

mercury 250 watt, dimana 1 buah instant starting daylight 250 Watt

mempunyai 10.000 lumen. Jumlah listrik area di luar bangunan sebesar

3.864.999,263 Lumen

3.864.999,263
Jumlah lampu yang dibutuhkan =
10.000

= 386,5 buah

= 387 buah

Daya = 250 Watt 387

= 96.750 Watt (96,75 kW)

Kebutuhan listrik lainnya

Kebutuhan listrik lainnya (barang elektronik kantor : AC, komputer dll)

diperkirakan sebesar 20.000 Watt

Total kebutuhan penerangan

= Kebutuhan area bangunan + Kebutuhan area luar bangunan +

Kebutuhan listrik lain

= 127,48 kW + 96,75 kW + 20 kW = 244,230 kW

b. Kebutuhan listrik untuk proses

Tabel D.62 Kebutuhan listrik untuk alat proses


Daya/ Daya
No Nama Alat Kode Jumlah
alat hp kW
2. Reaktor 2 RE-202 1 21,15 21,15 28.36
9 Pompa 1 PP-101 1 0,5 0,5 0.67
10 Pompa 2 PP-102 1 0,5 0,5 0.67
11 Pompa 3 PP-103 1 10,0 10,0 13.41
12 Pompa 4 PP-301 1 30,0 30,0 40.23
Total 869,65 869,65 1166,22

c. Kebutuhan listrik untuk utilitas

Tabel D.63 Kebutuhan listrik untuk alat utilitas


Daya/ Daya
No Nama Alat Jumlah
alat hp Watt
Unit Air dan
Steam :
1. Bak Penggumpal 1 6,0 6,0 4.474,20
2. Boiler 1 4,0 4,0 2.982,80
3. Motor tangki dispersant 1 25,0 25,0 18.642,50
4. Motor tangki inhibitor 1 58,0 58,0 43.250,60
5. Motor tangki NaOH 1 1,0 1,0 745,70
6. Blower 1 3,0 3,0 2.237,10
7. Pompa utilitas 1 2 30,0 30,0 44.742,00
8. Pompa utilitas 2 2 5,0 5,0 7.457,00
9. Pompa utilitas 3 2 5,0 5,0 7.457,00
10. Pompa utilitas 4 2 3,0 3,0 4.474,20
11. Pompa utilitas 5 2 1,0 1,0 1.491,40
12. Pompa utilitas 6 2 5,0 5,0 7.457,00
13. Pompa utilitas 7 2 2,0 2,0 2.982,80
14. Pompa utilitas 8 2 7,5 7,5 11.185,50
15. Pompa utilitas 9 2 5,0 5,0 7.457,00
16. Pompa utilitas 10 2 5,5 5,5 7.457,00
17. Pompa utilitas 11 2 2,0 2,0 2.982,80
18. Pompa utilitas 12 2 2,0 2,0 2.982,80
19. Pompa utilitas 13 2 1,0 1,0 1.491,40
20. Pompa utilitas 14 2 2,0 2,0 2.982,80
21. Pompa utilitas 15 2 1,0 1,0 1.491,40
22. Pompa utilitas 16 2 1,0 1,0 1.491,40
Unit Udara Tekan :
23. Kompressor udara 0,5 0,5 372,85

Total 177,0 201,5 208.050,30


Total Kebutuhan Listrik Pabrik

= Kebutuhan penerangan + Kebutuhan proses + Kebutuhan utilitas

= 371,71 kW + 1166,22 kW + 208,050 kW

= 1745,98 kW

Over Design : 20%

Total listrik = 1,2 x 1745,98 kW

= 2095,176 kW

= 2,095 MW

Jadi total kebutuhan listrik pabrik 2,095 MW

2. Spesifikasi Peralatan Unit Penyedia Listrik

a. Generator

Fungsi : Membangkitkan listrik untuk keperluan pabrik

Kebutuhan listrik total = 2,095 MW

Efisiensi = 80 %

Kebutuhan listrik total 2,095 MW


Kapasitas Genset = =
Efisiensi 0,8

= 2618,97 kW = 2,61897 MW

Tenaga generator = 8.879.465 Btu/jam

Kebutuhan bahan bakar :

Jenis bahan bakar = solar

Densitas = 54,312 lb/ft3 = 870 kg/m3

Heating value = 18.774,941 btu/lbm

Spesific gravity = 0,869

Fuel oil yang dibutuhkan = 472,94 lb/jam = 214,94 kg/jam


= 0,247 m3/jam = 247 L/jam

Tabel D.64 Spesifikasi Gen Set (GS-501)


Nama Alat Generator
Kode GS-401
Fungsi Pembangkit tenaga listrik
Kapasitas 2,61897 MW
Efisiensi 80 %
Bahan Bakar Solar
Material Stainless Steel Tipe 316
Kebutuhan Bahan Bakar 247 liter/jam
Jumlah 1 buah

2) Tangki Bahan Bakar

Fungsi : Menampung bahan bakar solar untuk kebutuhan boiler

dan generator pada tekanan 1 atm

Jenis Tangki : Silinder tegak (vertikal)

Menentukan kapasitas tangki

Jumlah solar :

Solar = 247 liter/jam

= 0,247 m3/jam

Persediaan untuk 240 jam :

Solar = 0,247 m3/jam x 240 jam

= 59,28 m3

= 2093,453 ft3 = 59280 L

Volume tangki :
Over desain = 20 %

Vtangki = 1,2 x 59,28

= 71,136 m3

= 2512,144 ft3

Menentukan dimensi tangki

Vtangki = Vshell + Vtutup

= D2 H + 0,000049 D3 + D2 sf

Atangki = Ashell + Atutup

= ( D2 + D H) + 0,842 D2

Keteragan :

D = diameter tangki, in

sf = straight flange, in (dipilih sf = 2 in)

Menentukan rasio Hs/D :

Berdasarkan Tabel 4-27 Ulrich 1984, dimana :

Hs
<2 (Ulrich, 1984)
D

Rasio H/D yang diambil adalah rasio yang memberikan luas tangki yang

paling kecil. Hasil trial rasio H/D terhadap luas tangki dapat dilihat pada

tabel berikut.

Tabel D.65 hasil trial Hs/D terhadap luas tangki


Trial H/D D (ft) H (ft) A (ft2) Vsilinder , ft3 Vhead, ft3 Vsf, ft3 Vtotal (ft3)
1 0.50 20.427 10.214 1,334.000 3,345.487 721.705 54.592 4,121.785
2 0.60 19.424 11.655 1,324.708 3,451.875 620.546 49.364 4,121.785
3 0.65 18.991 12.344 1,322.856 3,494.684 579.916 47.185 4,121.785
4 0.67 18.828 12.615 1,322.516 3,510.289 565.117 46.379 4,121.785
5 0.68 18.748 12.749 1,322.422 3,517.799 557.997 45.988 4,121.785
6 0.69 18.670 12.883 1,322.377 3,525.123 551.056 45.606 4,121.785
7 0.70 18.594 13.015 1,322.378 3,532.269 544.284 45.232 4,121.785
8 0.72 18.444 13.279 1,322.510 3,546.049 531.230 44.505 4,121.785
9 0.80 17.889 14.311 1,324.554 3,595.184 484.732 41.869 4,121.785
10 1.20 15.851 19.021 1,355.529 3,751.690 337.222 32.873 4,121.785
11 1.40 15.120 21.169 1,377.019 3,799.167 292.705 29.912 4,121.785
12 1.50 14.802 22.203 1,388.378 3,818.536 274.584 28.664 4,121.785
13 1.40 15.107 21.209 1,377.458 3,799.972 291.952 29.861 4,121.785
14 1.49 14.840 22.076 1,386.959 3,816.271 276.702 28.812 4,121.785
15 1.57 14.590 22.926 1,396.637 3,830.968 262.967 27.850 4,121.785

Rasio H/D Optimum

850

840

830
Luas, A

820

810

800

790
0 0.5 1 1.5 2
H/D

Gambar D.10 Rasio H/D optimum terhadap luas tangki

Terlihat bahwa rasio H/D yang memberikan luas tangki yang paling kecil yaitu

0,65 - 0,72.

Maka untuk selanjutnya digunakan rasio Hs/D = 0,69.

D = 18,67 ft

= 224,044 in
= 5,69 m

Dstandar = 20 ft (2400 in)

H = 12,88 ft

= 154,59 in

= 3,92 m

Hstandar = 12 ft (144 in)

Menentukan jumlah courses

Lebar plat standar yang digunakan :

L = 72 in (Appendix E, item 3, B & Y)

= 6 ft

12 ft
Jumlah courses =
6 ft

= 2 buah

Menentukan Tinggi Cairan di dalam Tangki

Vshell = D2 H

= (20 ft)2.12 ft

= 3.768 ft3

Vdh = 0,000049 D3

= 0,000049 (240)3

= 677,376 ft3

Vsf = D2 sf
= .(240)2.2

= 90.432 in3

= 52,333 ft3

Vtangki baru = Vshell + Vdh + Vsf

= 3.768 + 677,376 + 52,333

= 3.378,732 ft3

Vruang kosong = Vtangki baru - Vliquid

= 3.378,732 3.434,82

= 1.062,889 ft3

Vshell kosong = Vruang kosong (Vdh + Vsf)

= 1.062,889 (677,376 + 52,333)

= 333,180 ft3

4.Vshell kosong
Hshell kosong =
.D 2

4 333,180
=
17,5 2

= 1,061 ft

Hliquid = Hshell Hshell kosong

= 12 1,061

= 10,939 ft

Menenetukan Tekanan desain

Ketebalan shell akan berbeda dari dasar tangki sampai puncak. Hal ini karena

tekanan zat cair akan semakin tinggi dengan bertambahnya jarak titik dari
permukaan zat cair tersebut ke dasar tangki. Sehingga tekanan paling besar

adalah tekanan paling bawah. Tekanan desain dihitung dengan persamaan :

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

Tekanan hidrostatis :

solar = 54,312 lb/ft3

g H
g
Phidrostatis =
144

54,31 lb/ft 3 9,81 10,939 ft


9,81
=
144

= 4,331 psi

Poperasi = 14,696 psi

Pabs = Poperasi + Phidrostatis

= 14,696 + 4,126

= 18,822 psi

Tekanan desain 5 -10 % di atas tekanan kerja normal/absolut (Coulson, 1988


hal. 637). Tekanan desain yang dipilih 10 % diatasnya. Tekanan desain pada
courses ke-1 adalah:
Pdesain = 1,1 x Pabs

= 1,1 x 18,822 psi

= 20,704 psi

Berikut ini adalah tabel perhitungan tekanan desain untuk setiap courses :
Tabel D.66 Tekanan Desain untuk Setiap Courses
Course H (ft) HL (ft) Phid (psi) Pabsolute (psi) Pdesain (psi)
1 12 10,939 4,126 18,822 20,704
2 6 4,939 1,863 16,559 18,215

Menentukan Tebal Shell

Untuk menentukan tebal shell, persamaan yang digunakan adalah :

P.d
ts = c (Brownell & Young,1959.hal.256)
2.( f .E 0,6 P)

keterangan :

ts = Tebal shell, in

P = Tekanan dalam tangki, psi

f = Allowable stress, psi

d = Diameter shell, in

E = Efisiensi pengelasan

c = Faktor korosi, in

Dari Tabel 13.1 & 13.2 pada 20-650 oF, Brownell and Young, 1959 diperoleh

data :

f = 12.650 psi

E = 85% single-welded butt joint with backing strip, no radiographed

C = 0,125 in/10 tahun (tabel 6, Timmerhaus,1991:542)

Menghitung ketebalan shell (ts) pada courses 1:

20,704 psi x 240 in


ts = + 0,125 in
2 x((12.650 psi x 0,85 ) - (0,6 20,704))

= 0,356 in (digunakan plat standar 0,375 in)

Tabel D.67 Ketebalan shell masing-masing courses


Course H (ft) Pdesain (psi) ts (in) ts standar (in)
1 12 20,704 0,356 0,375
2 6 18,215 0,328 0,375

Desain Head (Desain Atap)

Bentuk atap yang digunakan adalah torispherical flanged and dished head. Jenis

head ini untuk mengakomodasi kemungkinan naiknya temperatur di dalam

tangki sehingga mengakibatkan naiknya tekanan dalam tangki, karena naiknya

temperatur lingkungan menjadi lebih dari 1 atm. Untuk torispherical flanged

dan dished head, mempunyai rentang allowable pressuse antara 15 psig (1,0207

atm) sampai dengan 200 psig (13,6092 atm) (Brownell and Young, 1959).

OD

b = tinngi
icr dish
OA

B A
sf

ID t
a
r

Gambar D.11 Torispherical flanged and dished head.

Diketahui :

rc = 180 in (Brownell dan Young: 91)

icr = 14,438 in

Maka :

1 180
w = . 3
4 14,438

= 1,633 in
Menentukan tebal head dengan menggunakan persamaan (Brownell and

Young, 1959,hal. 258):

P.rc .w
th = C
2 fE 0,2 P

20,704 180 1,633


th = 0,125
(2 12.650 0,85) (0,2 20,704)

= 0,408 in (dipakai plat standar 0,4375 in)

Untuk th = 0,4375 in, Dari Tabel 5.8 (Brownell and Young, 1959) diperoleh

sf = 1,5 3,5 in.

Direkomendasikan nilai sf = 2 in

Keterangan :

th = Tebal head (in)

P = Tekanan desain (psi)

rc = Radius knuckle, in

icr = Inside corner radius ( in)

w = stress-intensitication factor

E = Effisiensi pengelasan

C = Faktor korosi (in)

Depth of dish (b) (Brownell and Young,1959.hal.87) :

2
ID
b = rc (rc icr ) 2 icr
2

2
2 180
= 180 (180 14,438) 14,438 = 52,456 in
2
Tinggi Head (OA) :

OA = th + b + sf (Brownell and Young,1959.hal.87)

OA = 0,4375 + 52,456 + 2

= 54,893 in

= 4,57 ft

Menentukan Tinggi Total Tangki

Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan:

Htotal = Hshell + Hhead

= 144 + 54,893

= 198,893 in = 16,574 ft

Tabel D.68 Spesifikasi Tangki Bahan Bakar


Alat Tangki Bahan Bakar
Kode TP- 13
Fungsi Menampung bahan bakar solar untuk kebutuhan
generator selama 10 hari
Bentuk Silinder tegak (vertikal)
Kapasitas 116,720 m3
Dimensi Diameter shell (D) = 20 ft
Tinggi total = 4,574 ft
Tebal shell (ts) = 0,375 in
Tebal head = 0,4375 in
Tekanan Desain 20,704 psi
Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah 1 buah

LAMPIRAN E
INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI
Perhitungan evaluasi ekonomi meliputi :
1. Modal keseluruhan (Total Capital Investment)
Modal tetap (Fixed Capital)
Modal kerja (Working Capital)
2. Biaya produksi (Manufacturing Cost)
Biaya produksi langsung (Direct Production Cost)
Biaya produksi tetap (Fixed Charges)
Biaya produksi tidak langsung (Indirect Mnufacturing Cost)
3. Pengeluaran umum (General Expense)
4. Analisa keuntungan
5. Analisa Kelayakan
Percent Return On Investment (ROI)
Pay Out Time (POT)
Break Even Point (BEP)
Shut Down Point (SDP)
Discounted Cash Flow Rate of Return (DCF)
Net Present Value (NPV)

Basis atau asumsi yang diambil adalah :


1. Kapasitas produksi 30000 ton/tahun
2. Pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun
3. Masa konstruksi pabrik selama 2 tahun. Konstruksi dilakukan mulai awal tahun
2016 sampai akhir tahun 2017. Pabrik mulai beroperasi pada awal tahun 2018.
4. Tahun pertama konstruksi dikeluarkan investasi sebesar 70 % dan tahun kedua
sebesar 30 %.
5. Nilai rongsokan (salvage value) sama dengan nol.
6. Biaya kerja (Working Capital) pada tahun kedua konstruksi.
7. Nilai kurs $1 = Rp 10.128 (www.bi.go.id)
8. Kapasitas produksi tahun pertama sebesar 70 % dari kapasitas rancangan, tahun
kedua 90 %, tahun ketiga dan seterusnya 100 %.
9. Suku bunga pinjaman bank sebesar 15 % dan konstan selama pabrik beroperasi.
10. Chemical Engineering Index (CE Indeks) tahun 2016 adalah 768,424
11. Harga-harga peralatan pabrik menggunakan referensi grafik yang dibuat pada
beberapa buku dengan indeks harga tertentu.
12. Metode yang digunakan dalam melakukan analisa ekonomi adalah metoda linier dan
Discounted Cash Flow (DCF).

A. Perkiraan Harga Alat


Harga Peralatan dihitung dengan indeks harga:
Ix
Cx = Cy x (Ulrich, 1984)
Iy

Keterangan:
Cx = harga alat pada tahun x
Cy = harga alat pada tahun y
Ix = indeks harga pada tahun x
Iy = indeks harga pada tahun y

Harga alat untuk jenis yang sama dengan kapasitas berbeda dapat
dihitung dengan menggunakan sixtenth factor rule:
0,6
b
Cb Ca (Ulrich, 1984)
a
Keterangan:
Ca = harga alat pada pada kapasitas a
Cb = harga alat pada pada kapasitas b

Harga alat untuk tahun A dapat diperoleh dari buku Peters, M.S and Timmerhaus,
K.D. (1991) (Cost Index = 356), Ulrich (1984) (Cost Index = 315), dan website
www.matche.com (2007) (Cost Index = 400,749).
Sementara itu,
Untuk indeks harga peralatan diperoleh dari www.CHF.com , yang tertera pada
tabel berikut.

Tabel E.1. Indeks harga peralatan


No Tahun Index
1 2001 394,3
2 2002 395,6
3 2003 402,0
4 2004 444,2
5 2005 468,2
6 2006 499,6
7 2007 525,4
8 2008 575,4

Chemical Engineering Plant Cost Index

700

600

500

400
Index

300

200 y = 26.58x - 52835


R = 0.950
100

0
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
Tahun

Gambar E.1. Kurva Chemical engineering plant cost index

Dengan asumsi bahwa perubahan harga indeks peralatan tiap tahun terjadi secara
linier maka dengan pendekatan linier diperoleh indeks harga peralatan pada tahun
2016 adalah sebesar 768,424.

Contoh Perhitungan :
Pompa Proses (102)
Tipe = PDP
Shaft Power = 2,626 Hp
Harga Alat, Cp1982 = $ 3.200 (Grafik 5-49, Ulrich, 1984)
I 2016
Cp2016 = Cp1982
I 1982

768,424
= 3.200
315
= $ 7.806,212
Faktor tekanan, Fp = 1 (untuk tekanan < 10 barg)
FBM = 3,2 (Grafik 5-51 Ulrich, 1984)
CBM = Cp2016 FBM
= $ 7.806,212 3,2 2
= $ 9.959,757
= Rp. 50.992.420,986

Tabel. Harga Alat-alat Proses

DAFTAR HARGA ALAT-ALAT PROSES

No. Kode Nama Alat Jumlah Harga ($)

1. T-01 Tangki Propanol 1 198.767,06

2. T-02 Tangki Asam Asetat 1 74.561.79

3. T-03 Tangki Asam Sulfat 1 21.518,30

4. T-04 Tangki NaOH 1 9.685,36

5. HE-01 Heater 1 1.160,78

6. HE-02 Heater 1 1.150,61

7. HE-03 Heater 1 1.197,44

8. CL-01 Cooler 1 1.178,00

9. CL-02 Cooler 1 1.460,72

10. R Reaktor 1 92.010,51

11. N Netralizer 1 20.513,60

12. DE Dekanter 1 12.504,59


13. MD Menara Distilasi 1 500.592,73

14. CD Condensor 1 30.904,09

15. Acc Accumulator 1 9.785,68

16. RB Reboiler 1 40.201,40

17. P-01 Pompa-01 1 15.800,00

18. P-02 Pompa-02 1 9.400,00

19. P-03 Pompa-03 1 5.200,00

20. P-04 Pompa-04 1 5.200,00

21. P-05 Pompa-05 2 5.200,00

22. P-06 Pompa-06 2 5.200,00

23. P-07 Pompa-07 2 5.200,00

24. P-08 Pompa-08 2 5.200,00

25. P-09 Pompa-09 2 5.200,00

26. P-10 Pompa-10 2 5.200,00

27. P-11 Pompa-11 2 5.200,00

28. P-12 Pompa-12 2 5.200,00

29. P-13 Pompa-13 2 5.200,00

30. P-14 Pompa-14 2 5.200,00

31. P-15 Pompa-15 2 5.200,00

32. P-16 Pompa-16 1 4.700,00

33. T-05 Tangki Propyl Asetat 1 243.479,04

1.358.171,71
Tabel. Harga Alat-alat yang dibuat di Luar Negeri

HARGA ALAT-ALAT YANG DIBUAT DI LUAR NEGERI

No. Kode Nama Alat Jumlah Harga ($)

1. TU-01 Sand Filter 367,21

2. TU-02 Tangki Larutan Tawas 1 1.017,42

3. TU-03 Tangki Na2CO3 1 774,62

4. TU-04 Tangki Ca(OH)2 1 1.181,88

6. TU-05 Tangki Kaporit 1 2.184,32

7. TU-06 Tangki Kation Exchanger 1 829,12

8. TU-07 Tangki Anion Exchanger 1 382,02

9. TU-08 Tangki Deaerator 1 17.998,54

10. TU-09 Tangki bahan bakar 1 6.020,94

11. TU-10 Tangki N2H4 1 4.020,42

12. TU-11 Tangki NaCl 1 389,04

13. TU-12 Tangki NaOH 1 152,06

14. CL Clarifier 1 1.828,01

15. CT Cooling Tower 1 11.280,75

16. BO Boiler 1 20.297,88

17. PU-01 Pompa-01 2 5.200,00

18. PU-02 Pompa-02 2 5.200,00

19. PU-03 Pompa-03 2 5.200,00

20. PU-04 Pompa-04 2 5.200,00


21. PU-05 Pompa-05 2 5.200,00

22. PU-06 Pompa-06 2 5.200,00

23. PU-07 Pompa-07 2 5.200,00

24. PU-08 Pompa-08 2 5.200,00

25. TU-13 Tangki Silika Gel 2 814,61

26. G Generator 1 82.291,38

Total ($) 225.736,50

I. TOTAL FIXED CAPITAL INVESTMENT

Fixed Capital Investment (FCI)


Fixed Capital Investment adalah biaya yang diperlukan untuk mendirikan
fasilitas-fasilitas pabrik secara fisik (belum beroperasi). Fixed Capital
Investment terdiri biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect
cost).
Direct Cost (DC)
Direct cost atau biaya langsung adalah biaya yang diperlukan untuk
pembangunan pabrik. Biaya ini meliputi :

1. Purchase Equipment Cost (PEC)

Total harga alat di negara pembuat = $ 1.358.171,71

Biaya angkut sampai ke pelabuhan lokal = 25% x PEC

(Tabel 58, Aries Newton)

= 0,25 x $1.358.171,71

= $339.542,93

Biaya angkut dari pelabuhan ke lokasi = 2 %xPEC


= 0,02 x $1.358.171,71

= $27.163,43

Delivered Equipment Cost (DEC) = $1.724.878,08

Perhitungan tenaga kerja/buruh didasarkan pada :

a. Jumlah tenaga kerja Indonesia = 100

b. Upah tenaga kerja asing = $50

c. Upah tenaga kerja Indonesia = Rp.15.000 per jam

2. Biaya Pemasangan Alat (Installation Cost)

Biaya instalasi = 43 % PEC (tabel 16, Aries & Newton, 1954), dengan perincian :

a. Material = 11 % PEC

= 0,11 x $ 1.358.171,71

= $ 149.398,89

b. Upah tenaga kerja = 32 % PEC

Man hours = 0,32 x $ 1.358.171,71 / $50

= 8.692,30

Upah TK Indonesia = 8.692,30 x Rp.15.000

= Rp.130.384.484,49

Total pemasangan alat :

= $ 149.398,89 +Rp.130.384.484,49

3. Biaya Pemipaan (Piping Cost)

Biaya pemipaan = 86 % PEC (tabel 17, Aries & Newton, 1954), dengan ketentuan

sebagai berikut :
a. Material = 49 % PEC

= 0,49 x $ 1.358.171,71

= $ 665.504,14

b. Upah tenaga kerja = 37 % PEC

Man hours = 0,37 x $ 1.358.171,71 / $ 50

= 10.050,47

Upah TK Indonesia = 10.050,47 x Rp.15.000

= Rp.150.757.060,19

Total biaya pemipaan :

= $ 665.504,14 + Rp.150.757.060,19

4. Biaya Instrumentasi (instrumentation Cost)

Biaya instrumentasi = 15 % PEC (tabel 19, Aries & Newton, 1954), dengan perincian

sebagai berikut :

a. Material = 12 % PEC

= 0,12 x $ 1.358.171,71

= $ 162.980,61

b. Upah tenaga kerja = 3 % PEC

Man hours = 0,03 x $ 1.358.171,71 / $ 50

= 814,90

Upah TK Indonesia = 814,90 x Rp.15.000

= Rp.12.223,545,42

Total biaya instrumentasi :


= $ 162.980,61 + Rp.12.223.545,42

5. Biaya Isolasi

Biaya isolasi = 8% PEC (tabel 21, Aries & Newton,1954), dengan perincian sebagai

berikut :

a. Material = 3 % PEC

= 0,03 x $ 1.358,171,71

= $ 40.745,15

b. Upah tenaga kerja = 5 % PEC

Man hours = 0,05 x $ 1.358.171,71 / $ 50

= 1.358,17

Upah TK Indonesia = 1.358,17x Rp.15.000

= Rp.20.372,575,70

Total biaya isolasi :

= $ 40.745,15 + Rp.20.372.575,70

6. Biaya Instalasi Listrik (Installed Cost of Electrical Auxiliaries)

Diperkirakan biaya instalasi listrik total = 10 % PEC (Aries & Newton, 1954)

= 0,10 x $ 1.358.171,71

= $ 135.817,17

7. Biaya Bangunan (Building Cost)

a. Diperkirakan luas bangunan dilokasi pabrik sebesar 5600 m2, yang terdiri atas :

- Tempat penjagaan dan kantor keamanan {2x(4 x 4)m2 } = 32 m2

- Mushola (5 x 10)m2 = 50 m2

- Poliklinik & toko koperasi (10 x 20)m2 = 200 m2


- Perkantoran {2x(15 x 60)m2} = 1800 m2

- Perumahan {4x(10 x 20)m2) = 800 m2

- Gedung pertemuan & kafetaria (15 x 30)m2 = 450 m2

- Area Parkir (15 x 20)m2 = 300 m2

- K3 dan Pemadam kebakaran (10 x 10)m2 = 100 m2

- Perpustakaan (6 x 15)m2 = 90 m2

- Laboratorium {3x(5 x 10)m2 } = 150 m2

- Ruang kontrol (5 x 5)m2 = 25 m2

- Bengkel (10 x 10)m2 = 100 m2

- Gudang (10 x 10)m2 = 100 m2

- Safety (10 x 10)m2 = 100 m2

- Ruang Boiler (5 x 10)m2 = 50 m2

- Pembangkit tenaga listrik (5 x 10)m2 = 50 m2

- Area proses dan limbah (30 x 40)m2 = 1200 m2

Total = 5597 m2

Diperkirakan harga bangunan rata-rata = Rp 1.500.000 per m2

Harga bangunan di lokasi pabrik :

= 5600 m2 x Rp 1.500.000/m2

= Rp. 8.400.000.000

8. Tanah dan Perbaikan (Land and Improvement)

a. Harga tanah

- Luas tanah untuk pabrik dan perluasannya = 10.000 m2

Diperkirakan harga tanah = Rp 1.000.000/m2

Harga tanah keseluruhan :


= 10.000 m2 x Rp 1.000.000/m2

= Rp.10.000.000.000

b. Pengolahan tanah

Biaya pengolahan tanah = 10 % harga tanah (Aries & Newton, 1954)

= 0,1 x Rp. 10.000.000.000

= Rp.1.000.000.000

c. Dinding (pagar) untuk pabrik dan perumahan

Luas dinding total 500 m2

Biaya pembuatan dinding = Rp. 160.000/m2 (SNI, hal. 5 no. 26)

Biaya total = Rp. 160.000/m2 x 500 m2

= Rp.80.000.000

d. Saluran pembuangan

Panjang saluran total = 500 m

Biaya pembuatan saluran pembuangan = Rp 40.758/m (SNI, hal. 14 no. 75)

Biaya total = Rp. 40.758/m2 x 500 m

= Rp.20.379.000

e. Jalan dan Pengaspalan

Luas jalan yang diaspal = 4500 m2

Biaya pengaspalan jalan = Rp 50.000/m2

Total biaya = Rp. 50.000/m2 x 4500 m2

= Rp.225.000.000

Jadi biaya tanah dan perbaikan = Rp.11.325.379.000,00

9. Biaya Utilitas

a. Harga alat-alat yang dibuat di dalam negeri,total = Rp.21.608.505,84


b. Harga alat-alat yang dibuat di luar negeri, total = $ 225.736,50

Biaya angkut sampai ke pelabuhan lokal = 25% x PEC (Tabel 58, Aries Newton)

= 0,25 x $ 225.736,50

= $56.434,12

Biaya angkut dari pelabuhan ke lokasi = 2 % x PEC

= 0,02 x $ 225.736,50

= $4.514,73

Delivered Equipment Cost (DEC) = $286.685,35

9.1. Biaya Pemasangan Alat (Installation Cost)

Biaya instalasi = 43 % PEC (tabel 16, Aries & Newton, 1954), dengan

perincian sebagai berikut :

a. Material = 11% PEC

= 0,11 x $ 225.736,50

= $ 24.831,01

b. Upah tenaga kerja = 32 % PEC

Man hours = 0,32 x $ 225.736,50 / $ 50

= 1.444,71

Upah TK Indonesia = 1.444,71 x Rp.15000

= Rp.21.670.703,72

Total pemasangan alat :

= $ 24.831,01 + Rp21.670.703,72

9.2. Biaya Pemipaan (Piping Cost)


Biaya pemipaan = 86 % PEC (tabel 17, Aries & Newton, 1954), dengan

ketentuan sebagai berikut :

a. Material = 49 % PEC

= 0,49 x $225.736,50

= $ 110.610,88

b. Upah tenaga kerja = 37 % PEC

Man hours = 0,37 x $ 225.736,50 / $ 50

= 1.670,45

Upah TK Indonesia = 1.670,45 x Rp.15.000

= Rp.25.056.751,18

Total biaya pemipaan :

= $ 110.610,88 + Rp.25.056.751,18

9.3. Biaya Instrumentasi (instrumentation Cost)

Biaya instrumentasi = 15 % PEC (tabel 19, Aries & Newton, 1954), dengan

perincian sebagai berikut :

a. Material = 12 % PEC

= 0,12 x $ 225.736,50

= $ 27.088,38

b. Upah tenaga kerja = 3 % PEC

Man hours = 0,03 x $ 225.736,50 / $ 50

= 135,44

Upah TK Indonesia = 135,44 x Rp.15000

= Rp2.031.628,47

Total biaya instrumentasi := $ 27.088,38 + Rp2.031.628,47


9.4. Biaya Isolasi

Biaya isolasi = 8 % PEC (tabel 21, Aries & Newton, 1954), dengan

perincian sebagai berikut :

a. Material = 3 % PEC

= 0,03 x $ 225.736,50

= $ 6.772,09

b. Upah tenaga kerja = 5 % PEC

Man hours = 0,05 x $ 225.736,50 / $ 50

= 225,74

Upah TK Indonesia = 225,74 x Rp.15.000

= Rp.3.386.047,46

Total biaya isolasi :

= $ 6.772,09 + Rp 3.386.047,46

9.5. Biaya Instalasi Listrik (Installed Cost of Electrical Auxiliaries)

Diperkirakan biaya instalasi listrik total = 10 % PEC (Aries & Newton,

1954)

= 0,10 x $ 225.736,50

= $ 22.573,650

Total biaya Utilitas : = $ 478.561,37 = Rp.73.753.636,67

I. Phisycal Plant Cost (PPC)

1. DEC = $ 1.724.878,08

2. Biaya Instalasi = $ 149.398,89 + Rp 130.384.484,49

3. Biaya Pemipaan = $ 665.504,14 + Rp 150.757.060,19

4. Biaya Instrumentasi = $ 162.980,61 + Rp 12.223.545,42


5. Biaya Isolasi = $ 40.745,15 + Rp 20.372.575,70

6. Biaya Listrik = $ 135.817,17

7. Biaya Bangunan = Rp 8.400.000.000

8. Biaya Tanah dan Perbaikan = Rp.11.325.379.000

9. Biaya Utilitas = $ 478.561,37 + Rp. 73.753.636,67

Total PPC = $ 3.357.885,41 + Rp20.112.870.302,47

10. Engineering & Construction (20% PPC) = $ 671.577,08 + 4.022.574.060,49

Direct Plant Cost (DPC) = $ 4.029.462,49 + Rp 24.135.444.362,96

11. Contractor Fee (5% DPC) = $ 201.437,12 + Rp 1.206.772.218,15

12. Contingency (10% DPC) = $ 402.946,25 + Rp 2.413.544.436,30

Fixed Capital (FC) = $ 4.633.881,86 + Rp 27.755.761.017,40

Fixed Capital dalam Rupiah semua = Rp.71.314.250.507,41

II. MANUFACTURING COST (Biaya Produksi)

Dalam hal ini diambil ketentuan sebagai berikut :

Satu hari pabrik beroperasi 24 jam

Satu tahun pabrik beroperasi 330 hari


1. Direct Manufacturing Cost (DMC)

a. Raw Material (Bahan Baku)

Harga Kebutuhan Biaya


Bahan Baku
(Rp/1 Kg) (Kg/tahun) (Rp/tahun)

Propanol 10.000 13.509.990,42 135.099.904.200,00

Asam Asetat 12.000 4.463.511 53.562.132.000,00

Asam sulfat 5.000 7.217 36.085.000

Total 188.698.121.200,00

Total biaya bahan baku per tahun = Rp.188.698.121.200,00

b. Karyawan (Labour)

Yang termasuk karyawan disini adalah karyawan yang berhubungan langsung

dengan produksi, dalam hal ini ditetapkan sebagai berikut :

Jabatan Jumlah Gaji/bulan Gaji total


(Rp) (Rp)

Direktur Utama 1 15.000.000 15.000.000

Direktur 2 10.000.000 20.000.000

Manager 5 5.000.000 25.000.000

Supervisor 10 3.900.000 39.000.000

Shift pelaksana 94 2.200.000 134.400.000

Karyawan 21 2.000.000 42.000.000

K3 dan Keamanan 13 1.800.000 24.000.000

Total 149 299.400.000

Total upah tenaga kerja dalam satu tahun = 12 x 299.400.000

= Rp 3.592.800.000

c. Supervisi (20% upah buruh)

Biaya supervisi/tahun = 0,2x Rp 3.592.800.000

= Rp 718.560.000,00

d. Maintenance (8% Fixed Capital Investment)

Biaya maintenance/tahun = 0,08 x Rp.71.314.250.507,41

= Rp 5.702.754.461,55

e. Plant Supplies ( 15% Maintenance)

Plant supplies/tahun = 0,15 x Rp.5.702.754.461,55

= Rp.855.413.169,23

f. Utilitas
Harga bahan-bahan utilitas diperoleh dari toko kimia, kecuali bahan baker

dari pangkalan minyak.

Harga Kebutuhan Biaya


Bahan
(Rp) (kg/tahun) (Rp/tahun)

Tawas 3.000/kg 24.876,72 74.630.160

Na2CO3 12.000/kg 14.485,68 173.828.160

Ca(OH)2 5.000/kg 28.971,36 144.856.800

NaOH 10.000/kg 2.152,08 21.520.800

NaCl 16.500/kg 305,64 5.043.060

Hidrazin 1.200/kg 1 1.200

Kaporit 3.500/kg 4.831,2 16.909.200

Silika Gel 54.000/kg 9.807,105 529.583.670

Fuel Oil 2.000/liter 457.798,176 915.596.352

Total 1.881.969.402

Total biaya utilitas per tahun = Rp.1.881.969.402

g. Royalties & Patent ( 2% Sales value)

= 0,02 x Rp.310.000.000.000

= Rp.6.200.000.000

Perincian Direct Manufacturing Cost (DMC)

a. Raw Material = Rp.188.698.121.200,00

b. Labour = Rp.3.592.800.000,00

c. Supervisi = Rp.718.560.000,00

d. Maintenance = Rp.5.702.754.461,55
e. Plant Supplies = Rp.855.413.169,23

g. Utilitas = Rp.1.881.969.402

f. Royalties & Patent = Rp.6.200.000.000

Total = Rp.207.649.618.232,78

2. Indirect Manufacturing Cost (IMC)

a. Payroll Overhead = 20% Labour Cost (Aries & Newton, 1954)

= 0,2 x Rp 3.592.800.000

= Rp.718.560.000,00

b. Laboratory = 20% Labour Cost (Aries & Newton, 1954)

= 0,20 x Rp 3.592.800.000

= Rp 718.560.000,00

c. Plant Overhead = 70% Labour Cost

= 0,7x Rp3.592.800.000

= Rp.2.514.960.000,00

d. Packaging & Shipping = 5% Annual Sales

= 0,05x Rp310.000.000.000

= Rp15.500.000.000

Perincian Indirect Manufacturing Cost (IMC)

a). Payroll Overhead = Rp.718.560.000,00

b). Laboratory = Rp.718.560.000,00

c). Plant Overhead = Rp.2.514.960.000,00

d). Packed & Shiped = Rp15.500.000.000,00


Total = Rp.19.452.080.000,00

3. Fixed Manufacturing Cost (FMC)

a. Depreciation = 10% Fixed Capital Investment (Aries & Newton, 1954)

= 0,1 x Rp.71.314.250.507,41

= Rp.7.131.425.050,741

b. Property Taxes = 2% Fixed Capital Investment (Aries & Newton, 1954)

= 0,02 x Rp.71.314.250.507,41

= Rp.1.426.285.010,15

c. Insurance = 1% Fixed Capital Investment (Aries & Newton, 1954)

= 0,01 x Rp.71.314.250.507,41

= Rp.713.142.505,07

Perincian Fixed Manufacturing Cost :

a). Depreciation = Rp.7.131.425.050,741

b). Property Taxes = Rp.1.426.285.010,15

c). Insurance = Rp.713.142.505,07

Total = Rp.9.270.852.565,96

Perincian Manufacturing Cost

DMC = Rp.207.649.618.232,78

IMC = Rp. 19.452.080.000,00

FMC = Rp. 9.270.852.565,96

Total = Rp236.375.294.214,64

III. WORKING CAPITAL (Modal Kerja)

1. Raw Material Inventory (RMI)


Harga bahan baku untuk suplai selama 1 bulan produksi.

30
RMI = x Raw Material Cost
330

30
= x Rp188.698.121.200,00
330

= Rp.17.154.374.654,55

2. Inprocess Inventory

Diambil 50% Manufacturing Cost terhadap siklus bahan baku proses selama

satu hari.

0,5
IP = x Manufacturing Cost
330

0,5
= x Rp.236.375.294.214,64
330

= Rp.358.144.385,17

3. Product Inventory

biaya untuk 1 bulan produksi terhadap Manufacturing Cost

30
PI = x Manufacturing Cost
330

30
= x Rp.236.375.294.214,64
330

= Rp.21.488.663.110,42

4. Extended Credit

Biaya 1 bulan produksi terhadap sales value

30
EC = x Rp.310.000.000.000
330

= Rp28.181.818.181,82
5. Availabble Cash

Biaya yang harus tersedia untuk 1 bulan produksi

30
AC = x Manufacturing Cost
330

30
= x Rp.236.375.294.214,64
330

= Rp.21.488.663.110,42

Perincian Working Capital

a. Raw Material Inven. = Rp.17.154.374.654,55

b. Inprocess Invent. = Rp.358.144.385,17

c. Product Inventory = Rp.21.488.663.110,42

d. Extended Credit = Rp.28.181.818.181,82

e. Available Cash = Rp.21.488.663.110,42

Total = Rp.88.671.663.442,38

IV. GENERAL EXPENSES

1. Administration Cost = 2% Annual Sales

= 0,02 x Rp310.000.000.000

= Rp.6.200.000.000

2. Sales Cost = 3% Annual Sales

= 0,03 x Rp.310.000.000.000

= Rp.9.300.000.000

3. Research = 2% Annual Sales

= 0,02 x Rp.310.000.000.000

= Rp.6.200.000.000
4. Finance = 0,2(WC + FC)

= Rp. 31.997.182.789,96

Perincian General Expenses

1). Administrasi = Rp. 6.200.000.000

2). Sales Cost = Rp. 9.300.000.000

4). Research = Rp. 6.200.000.000

5). Finance = Rp.31.997.182.789,96

Total = Rp.53.697.182.789,96

Production Cost = Manufacturing Cost + General Expenses

= Rp.236.375.294.214,64 + Rp.53.697.182.789,96

= Rp.290.072.477.004,60

Perincian TPC dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel E.8. Perincian TPC Pabrik Propil Asetat
MANUFACTURING COST
1. Direct manufacturing cost
- Raw Material Rp 188.698.121.200,04
- Utilitas Rp 1.881.969.402
- Maintenance and repair cost Rp 5.702.754.461,55
- Operating labor Rp 3.592.800.000,00
- Direct Supervisory Rp 718.560.000,00
- Operating supplies Rp 855.413.169,23
- Patents and Royalties Rp 6.200.000.000
Total Direct manufacturing cost Rp 207.649.618.230,78
2. Fixed Charges
- Depresiasi Rp 7.131.425.050,74
- Pajak lokal Rp 1.426.285.010,15
- Asuransi Rp 713.142.505,07
Total Fixed Charges Rp 236.375.294.214,64
3. Plant Overhead Cost (POC) Rp 2.514.960.000,00
Total Manufacturing cost Rp 236.375.294.214,64
GENERAL EXPENSES
1. Administrative cost Rp 6.200.000.000
2. Distribution and Selling Cost Rp 9.300.000.000
3. Research and Development Cost Rp 6.200.000.000
4. Financing Rp. 31.997.182.789,96
Total General Expenses Rp 53.697.182.789,96
Total Product Cost (TPC) = Manufacturing Cost + General
expenses Rp 290.022.477.004,60
V. TOTAL BIAYA PRODUKSI

Total Biaya Pr oduksi


Harga Dasar produk =
kapasitas produksi

= Rp 29.007,25

Harga jual produk = Rp 31.000

Tabel E.9. Hasil Penjualan Produk Propil Asetat


Produksi Harga Pendapatan/tahun
Produk
(kg/jam) (Rp/kg) (Rp/tahun)
Propil Asetat 6.944,44 31.000 310.000.000.000
Total Penjualan 310.000.000.000

Profit:
Sales = Rp.310.000.000.000

Total cost = TPC = Rp.290.072.477.004,60

Profit before tax (Pb) = Rp.19.927.522.995,40

Taxes = 20% Pb
= 20% Rp 19.927.522.995,40
= Rp 3.985.504.599,07
Profit after tax (Pa) = Rp 19.927.522.995,40 - Rp 3.985.504.599,07

= Rp.9.963.761.497,70
VII. RETURN ON INVESTMENT

Merupakan keuntungan yang dapat diraih setiap tahun didasarkan pada kecepatan

pengembalian modal tetap yang diinvestasikan.

Pa.ra
Prb= 100 % = 19.927.522.995,40 x100% 27,94%
If 71.314.250.507,41

Pb.ra
100 % 9.963.761.497,70
Pra = If = x100% 13,97%
71.314.250.507,41

Dimana :

Prb : ROI sebelum pajak, persen

Pra : ROI setelah pajak, persen

Pb : Profit sebelum pajak per unit produksi

Pa : Profit setelah pajak per unit produksi

ra : Annual production rate

If : Fixed capital investment

VIII. PAY OUT TIME

Merupakan waktu (tahunan) minimum yang dibutuhkan secara teoritis untuk

pengembalian modal tetap yang ditanamkan, atas dasar keuntungan setiap

tahun setelah ditambahkan penyusutan.

a. Sebelum pajak

Pb.ra = Rp 19.927.522.995,40

If = Rp 71.314.250.507,41

0,1 If = Rp 7.131.425.050,741
If
POT
Pb.ra 0,1 If

POT = 2,635 tahun

b Sesudah pajak

Pa.ra = Rp 9.963.761.497,70

If = Rp 71.314.250.507,41

0,1 If = Rp 7.131.425.050,741

If
POT
Pa.ra 0,1 If

POT = 4,171 tahun

IX. BREAK EVENT POINT

Merupakan suatu titik batas produksi, dimana pada kapasitas produksi tertentu pabrik

dikatakan tidak untung dan tidak rugi.

ra Fa 0.3 Ra
= (Aries & Newton, 1954)
Z Sa Va 0.7 Ra

dimana :

Fa : annual fixed expense at maximum production

Ra : annual regulated expenses at maximum production

Sa : sales value at maximum production

Va : annual variable expense at maximum production

Fixed Expenses, Fa

Depreciation = Rp.7.131.425.050,74
Property Taxes = Rp.1.426.285.010,15

Insurance = Rp. 713.142.505,07

Fa = Rp. 9.270.852.565,96

Variable Expense, Va

Raw material = Rp.188.698.121.200

Utility = Rp. 1.881.969.402

Royalty & patent = Rp. 6.200.000.000

Packaging & shipping = Rp 15.500.000.000

Va = Rp.212.280.090.602.00

Regulated Expense, Ra

Labour = Rp.3.592.800.000

Payroll overhead = Rp.718.560.000

Supervision = Rp.718.560.000

Laboratory = Rp.718.560.000

General expenses = Rp.53.697.182.789,96

Maintenance = Rp.5.705.140.040,59

Plant supplies = Rp.855.711.006,09

Ra = Rp. 66.006.573.836,64

Fa 0,3Ra
BEP 100%
Sa Va 0,7 Ra

= 45,92%

X. SHUT DOWN POINT

Merupakan suatu titik dimana pabrik mengalami kebangkrutan pada kapasitas


produksi tertentu, sehingga pabrik harus berhenti beroperasi

Ra 0,3Ra
= x100% (Aries & Newton, 1954)
Z ( Sa Va 0,7 Ra)

SDP = 38%

XI. DISCOUNTED CASH FLOW (DCF)

Harga i ditrial sehingga ruas kiri = ruas kanan, diperoleh i = 0,2973

Jadi DCF = 29,73%

a. Usia ekonomi pabrik dihitung dengan persamaan:


FCI Salvage value
n =
depresiasi
Rp 71.314.250.507,41 0
=
Rp 7.131.425.050,741
= 10 tahun

b. Nilai bunga (interest, i) dihitung dengan persamaan :


(FCI + WCI) (1 + i)n = {(1 + i)n-1 + (1+ i)n-2 ++1)}.(CF).(WCI + SV)

Keterangan:
FCI = Rp.71.314.250.507,41

WCI = Rp 88.671.663.442,38

CF = keuntungan setelah pajak + depresiasi


= Rp 49.092.369.338,40+ Rp 7.131.425.050,741

= Rp 41.960.944.287,66

SC = Salvage value (Rp. 0)


Berdasarkan trial and error diperoleh nilai interest,
i = 29,7346 %
1. Analisis Ekonomi Discounted Cash Flow (DCF)
Diketahui data :
- TCI = Rp 343.755.687.573,277
- Modal sendiri = 70 % TCI (asumsi)
= 70 % x Rp 343.755.687.573,277
= Rp 240.628.981.301,294
- Modal pinjaman = TCI Modal sendiri
= Rp. 103.126.706.271,983
- TPC = Rp 360.527.710.251,987
- Depresiasi = Rp 29.219.233.433,729
- Harga produk = Rp 557.040.000.000
- Bunga Bank = 15% (rata-rata dan dianggap tetap)
- Pajak = 20%
- Usia pabrik = 10 tahun
- Kapasitas produksi = - Tahun pertama sebesar 70%
- Tahun kedua sebesar 90%
- Tahun ketiga dan seterusnya sebesar 100%
- Masa konstruksi = 2 tahun

a. Pada tahun -1 (konstruksi tahun pertama)


Dikeluarkan biaya sebesar 70 % TCI sebesar Rp. 240.628.981.301,294
Pengeluaran pada tahun -1 seluruhnya digunakan modal sendiri.
Modal sendiri = Rp 240.628.981.301,294

b. Pada tahun 0
Dikeluarkan biaya sebesar 30 % TCI sebesar Rp 103.126.706.271,983
semua adalah pinjaman dari bank, jadi total hutang pada awal tahun 0 adalah
:
Hutang tahun 0 = Rp 103.126.706.271,983
Bunga Bank = 15 % x Rp 103.126.706.271,983
= Rp 15.469.005.940,797
Bunga bank ini akan dikenakan mulai pada tahun berikutnya

Perhitungan DCF (Discounted Cash Flow) selanjutnya ditunjukan pada Tabel


E.11.

Tahun : tahun konstruksi dan tahun produksi


Kapasitas : persentase kapasitas produksi dari total produksi
Hasil penjualan : kapasitas produksi x total penjualan
Biaya produksi : kapasitas produksi x total production cost (TPC)
Laba kotor : hasil penjualan biaya produksi
Pajak : 20%
Laba bersih : laba kotor pajak
Depresiasi : dari perhitungan investasi
Net cash flow : depresiasi + laba bersih
Discounted net : net cash flow / discount factor
Discounted factor : 1/(1+i)n
Investasi : total pengeluaran tahun -1, dan 0.
Modal sendiri : 70 % x TCI
Cumulatif Cashflow : (cash flow)n + (cumulative cash flow)n-1
LAMPIRAN
TUGAS KHUSUS REAKTOR (RE-201)

Fungsi : Mereaksikan Asam Asetat dan propanol menghasilkan Propil


Asetat dengan menggunakan katalis Asam Sulfat (H2SO4)
Kondisi Operasi : Tekanan operasi = 1 atm
Temperatur operasi = 90 oC

Konversi = 75 %

Reaksi : Eksotermis

Jenis : Continuous stirred tank reactor (CSTR)

Tipe perancangan : Bejana vertikal dengan flange dan torisperical head (dish head)

sebagai tutup atas dan bawah, dilengkapi dengan sistem

pengaduk dan pendingin.

Dasar pemilihan :

Dasar pemilihan jenis reaktor dan perancangannya yaitu :

- Fase reaksi homogen cair cair dan proses berlangsung kontinyu.

- Dipilihnya untuk perancangan berupa silinder tegak dengan flange and dish

Head (toripsherical) sebagai tutup atas dan bawah, karena tangki proses ini

dapat dioperasikan pada kisaran tekanan 15 200 psig, dan juga akan di

tempatkan pengaduk pada bagian atas.


- Material bahan konstruksi stainless steel SA 167 Grade 11 type 316 dengan

sambungan double welded butt joint dengan pertimbangan material tersebut

cukup memadai untuk kebutuhan kondisi operasi reaktor dengan allowable

working stress yang cukup besar, dapat menahan korosi dan murah serta umum

yang dipakai.

Dasar pemilihan jaket dan perancangannya yaitu :

- Luas perpindahan panas jaket pendingin mencukupi, sehingga digunakan jaket

pendingin.

Dasar pemilihan pengaduk (Rase,1977) yaitu:

Dipilih pengaduk tipe Turbin dengan disc six flate blades.

- Cocok untuk mempercepat terjadinya perpindahan massa dan panas

dalam bentuk larutan pada sistem yang saling larut, karena pola aliran

yang dihasilkan adalah radial.

- Cocok untuk viskositas campuran sampai dengan 5 x 104 cP.


1
12

6 9

7
94,625"

10 11
120"

13

14

Gambar F.1. Reaktor CSTR


Tabel F.1 Keterangan bagian-bagian reaktor CSTR
LEGENDA
1 Motor Pengaduk
2 Nozzle umpan
3 Torispherical Head
4 Flange and Bolt
5 Nozzle pengeluaran
Pemasukan Air
air Pendingin
pendingin
6 Sumbu Pengaduk
7 Six Blade Disc Impeller
8 Lug Support
9 Leg Support
10 Nozzle umpan air pendingin
11 Nozzle pengeluaran produk bawah
12 Nozzle Pengeluaran produk atas
13 Base Plate
14 Pondasi

I. Neraca Massa di Sekitar Reaktor-02 (RE-201)

Reaksi pembentukan Propil Asetat:


H2SO4

Asam Asetat(l) + Propanol(l) Propil Asetat(l) + H2O(g)

Proses berlangsung pada suhu 90C pada tekanan 1 atm dengan konversi 75 80%.

Pada proses ini dihasikan produk propil asetat dengan produk samping air.

Data dari US Patent 345.348 :


Kondisi operasi :
- Temperatur : Isotermal pada suhu 90oC
- Tekanan : 1 atm
- X (konversi) : 0,75
Perhitungan Aliran Masuk Reaktor

Penentuan jumlah bahan baku yang digunakan berdasarkan kapasitas produksi, dimana
diharapkan Propil Asetat keluar dari reaktor sebesar 3085,44 kg/jam, dimana pada
reaktor-01 ini belum tercapai konversi yang diinginkan.

Stoikiometri
Reaksi

CH3COOH + C3H7OH CH3COOC3H7 + H2O

mula mula 16.1225899 16.1225899 20.51965985


reaksi 12.0919424 12.0919424 0 12.091942
4.03064747 4.03064747 20.51965985 12.091942

Konversi total untuk reaksi pembuatan Propil Asetat adalah 75% terhadap Propanol.

Menentukan Kinetika Reaksi


a. Mencari konstanta laju reaksi
Reaksi : CH3COOH (l)+ C3H7OH (l) CH3COOC3H7 + H2O Nilai

konstanta kecepatan reaksi dapat didapatkan dengan persamaan :

- rA k .CA .CB
k = A e-E/R.T

MA MB
A = ( AB )2 8 .R g .T
MAxMB

Dimana:

A = Faktor tumbukan

E = Tenaga aktivasi, Kal/gmol

Rg = Konstanta gas umum,( 1,98 Kal/gmol K)


AB = Diameter molekular reaktan rata-rata, Amstrong ( 10-8)

MA = Berat molekul asam asetat

MB = Berat molekul propanol

A B
AB =
2

4,7272 5,3213
=
2

= 5,02425

60,05 60,10
A = 5,02425 x 10-8 8 1,98 363
60,05 x60,10

= 1,2486 x 10-6 m3/kmol jam

k = A e-E/R.T

13224 , 6579
-6 8,314 x 363
= 1,2486 x 10 e

= 1,0245 x10-3 Lt/gmol menit

Kondisi operasi Reaktor:

P = 1 atm

T = 90C
b. Volume dan Waktu Tinggal

Tabel F.2 Komposisi Umpan Reaktor

1
mix1 =
wi
i

= 1 / 1,28E-03 = 782,571 kg/m3= 48,856 lb/ft3


massa total
o =
densitas campuran
4.868.686 kg/jam
=
782,571 kg/m 3
= 6,221 m3/jam
= 219,699 ft3/Jam
Dari perhitungan neraca massa didapat:
Fv0 = Fv1 = Fv2 = Fv

Fv0.CA0 Fv1.CA1 rA.V = 0

Fv0.CA0 Fv1.CA0 ( 1-XA1 ) k1.CA1.CB1.V = 0

Fv.CA0.XA1 k1.CA1.CB1.V = 0

Fv.CA0.XA1 = k1.CA1.CB1.V

V CA 0 .XA 1
=
Fv k 1 .CA 1 .CB1
V
jika = = waktu tinggal dalam reaktor maka :
Fv

CA 0 .XA 1

k 1 .CA 0 1 XA 1 CA 0 M - XA 1

XA 1
=
k 1 .CA 0 1 XA 1 M - XA 1

( m / BM )
CAo = Fv
= 7,1318 kmol/m3

( m / BM )
CBo =
Fv
= 7,1318 kmol/m3

CB 0
jika M =
CA O

7,1318 kmol/m3
sehingga M =
7,1318 kmol/m3

=1

V1 XA 1
=
Fv1 k 1 .CA 0 . 1 XA 1 . M - XA 1

V1 0,75
= 3
5,655 1,0245.10 7,1318 . 1 0,75 1 0,75

V1 0,75
= 3
5,655 1.4145.10

V = 2998,4093 m3
= 530,222 x 10-3 jam = 0,53 jam = 31,8 menit

II. Menentukan diameter dan tinggi reaktor

f. Diameter dalam shell (Di)

Pemilihan head
Untuk menentukan bentuk-bentuk head ada 3 pilihan :

- Flanged and Standar Dished Head

Digunakan untuk vesel proses vertikal bertekanan rendah, terutama digunakam

untuk tangki penyimpan horizontal, serta untuk menyimpan fluida yang volatil.

- Torispherical Flanged and Dished Head

Digunakan untuk tangki dengan tekanan dalam rentang 15 psig (1,020689 atm)

200 psig (13,60919 atm).

- Elliptical Flanged and Dished Head

Digunakan untuk tangki dengan tekanan tinggi dalam rentang 100 psig dan

tekanan diatas 200 psig ( Brownell and Young, 1959).

Oleh karena tekanan operasi reaktor yaitu 3 atm, maka digunakan Torispherical

Flanged and Dished Head.

g. Diameter Dalam Shell (Di)


D i2 H L Di2 sf
VL, total = + + 0,000076 D 3i
4 4

Keterangan :
Di = Diameter dalam shell,ft
HL = Tinggi cairan, ft

Diambil perbandingan tinggi cairan terhadap diameter dalam shell standar dan
tinggi sf adalah :
HL = Di (Geankoplis, 1993)
sf = 2 in = 0,167 ft
D 3i D i2 sf
Vtotal = 0,000076 D3i
4 4

Diperoleh Di = 4,994 ft = 59,934 in

Maka tinggi cairan adalah :


HL = Di = 4,994 ft = 59,934 in = 1,522 m

Diameter dalam shell standar adalah :


Di = 60 in = 5 ft = 1,524 m (Brownell & Young, 1959:45)

h. Menghitung Tekanan Desain

Tekanan operasi (Pops) = 1 atm (14,696 psi)

mix . g HL
gc
Phidrostatik =
144

Keterangan :
g = Percepatan gravitasi = 32,174 ft/s2
gc = Faktor konversi percepatan gravitasi = 32,1740 gm.cm/gf.s2
Phidrostatik = 2,163 psi

Tekanan desain adalah 5 - 10% di atas tekanan kerja normal (Coulson, 1983).
Tekanan desain diambil 10% atau 1,1. Jadi, tekanan desain adalah :
Pdesain = 1,1 (Poperasi + Phidrostatik)
= 1,1 (44,088 + 2,163) psi
= 50,876 psi = 3,462 atm

i. Bahan Konstruksi
Material = Stainless Steel SA 167 Grade 11 type 316
(Brownell:251)
Alasan = Sesuai digunakan untuk tekanan tinggi dan diameter
besar.
f = 18.750 psi
C = 0,25 in
E = 0,85

j. Menghitung Tebal Shell


(Brownell & Young, 1959:45)

Keterangan :
ts = Tebal shell (in)
P = Tekanan operasi (psi)
f = Allowable stress (psi)
ri = Jari-jari shell (in)
E = Efisiensi pengelasan
C = Faktor korosi (in)
50,876 (30)
ts = 0,25
18.750 0,85 - 0,6 50,876
= 0,346 in (digunakan tebal standar 0,375 in = 0,031 ft)

k. Diameter Luar Shell (ODs)

ODs = ID + 2. ts

ODs = ID + 2. ts

= 60 in + 2 (3/8 in)
= 60,750 in
= 5,063 ft
= 1,543 m

l. Menentukan tinggi reaktor

Tinggi total reaktor = tinggi shell (Hs) + (2 x tinggi tutup)


1. Tinggi Shell (Hs)

Volume desain reaktor merupakan penjumlahan volume shell, volume head and
bottom.

Vr = Vshell + Vhead atas + Vhead bawah + Vstraight flange

D i2 H s D i2 sf
101,124 ft3 = + 2 + (2 0,000076 D 3i )
4 4

Hs = 4,816 ft

Diambil Hs= 5 ft = 60 in = 1,524 m

2. Tinggi Tutup (OA)

OA = th + b + sf
Keterangan :
b = Depth of dish (inside), in
th = tebal torispherical head, in
sf = straight flange, in

d. Menghitung tebal head

P.D.V
t C (Brownell & Young,pers. 7.77,1959)
2. f .E 0,2.P

1
V (2 k 2 ) (Brownell & Young, pers. 7. 76, 1959)
6

Keterangan :

V = stress-intensification factor

a
k= , mayor-to-minor-axis ratio
b

Di 60
a = = = 30 in
2 2
Di 60
b = 15 in
4 4
30
k = 2
15
1
V = (2 2 2 ) 1
6
50,876 5 x1
t = 0,25
2 18.750 0,85 50,876 0,2
= 0,258 in

Digunakan tebal plat standar = 0,3125 in

OD

b
icr
OA

B A
sf

ID
t

Gambar F.2. Hubungan dimensi torispherical Flanged and Dished Head

e. Tinggi Tutup (OA)

Tinggi head and bottom torrispherical adalah :


OA = th + b + sf
= 0,28 in + 15 in + 2 in
= 17,313 in
= 1,443 ft = 0,440 m
3. Tinggi Cairan (HL,s)
Tinggi cairan di shell (HL,S) = HL OA
= 60 in 17,313 in
= 42,688 in
= 3,557 ft = 1,084 m

4. Menghitung Tinggi Total Reaktor


Tinggi total reaktor = tinggi shell (Hs) + 2 tinggi tutup atau OA
= 5 ft + (2 1,443 ft)
= 7,885 ft = 2,403 m

Dimensi Pengaduk

J
Baffle
Baffle

H
W

tI
Dd
DI
ZI

Dt

Gambar F.3.Detail dimensi reaktor beserta baffle dan pengaduk

- Menentukan viskositas campuran


xi
liquid = xi

liquid = 0,341 cP

Dari fig. 10.57 Coulson, untuk volume reaktor = 2,864 m3 dan viskositas 0,341

cp, digunakan impeller tipe turbine.


- Menentukan jenis pengaduk

Pengaduk yang digunakan jenis six flat blade open turbine. Hal ini disebabkan

(Rase, 1977):

Cocok untuk mempercepat terjadinya perpindahan massa dalam bentuk

larutan pada sistem yang saling larut, karena pola aliran yang dihasilkan

adalah radial sehingga kehomogenan larutan dapat lebih tercapai.

Cocok untuk viskositas campuran sampai dengan 5.104 cp.

Cocok untuk volume fluida sampai dengan 20.000 gallon =

2.673,439 ft3.

5. Menentukan Diameter Pengaduk

DVessel = 60 in
D Vessel
3
Di
Di = 20 in = 0,508 ft = 1,667 m

6. Menentukan Tebal (ti) dan Lebar (W) Pengaduk


ti = 0,2 Di (Brown, 1950)
ti = 0,333 ft = 0,102 m = 0,556 4,000 in
Di
=8 (Gean Koplis, 1993)
W
W = 2,50 ft = 0,064 m = 0,208 ft

7. Menentukan Lebar Baffle, J

Jumlah Baffle : 4 (Wallas,1990)


D Vessel
J =
12
J = 5 in = 0,127 ft = 0,417 m

8. Menentukan Offset Top dan Offset Bottom

Berdasarkan Wallas (1990 : 288)


J
Offset top = = 0,833 in = 0,069 ft
6
= 0,021 m
Di
Offset Bottom = = 10 in = 0,833 ft
2
= 0,254 m
a. Menentukan Jarak pengaduk Dari Dasar Tangki (Zi)

Zi
1,3
Di (Brown, 1950)
Zi = 26 in = 0,660 m = 2,167 ft

b. Menentukan Jumlah Pengaduk, Nt


Menurut Dickey (1984) dalam Walas 1990 hal. 288, kriteria jumlah impeller
yang digunakan didasarkan pada viskositas liquid dan rasio ketinggian liquid
(HL) terhadap diameter tangki (D).

Diketahui bahwa :
Dt = 5 ft
HL = 5 ft
HL /D = 1
liquid = 0,3441 cP

Tabel. F.3. Pemilihan Jumlah Impeller

Max Impeller Clearance


Viscositas,cP Jumlah
h/D Lower Upper
<25.000 1,4 1 h/3 -
<25.000 2,1 2 D/3 (2/3)h
>25.000 0,8 1 h/3 -
>25.000 1,6 2 D/3 (2/3)h

Rasio h/D maksimum untuk penggunaan 1 buah impeller adalah 1,4 untuk
viscositas liquid <25.000 cP dan rasio h/D= 1 maka jumlah impeller yang
digunakan sebanyak 1 buah.

c. Menentukan Putaran Pengadukan


Kecepatan putaran motor standar yang tersedia secara komersil adalah 37,
45, 56, 68, 84, 100, 125, 155, 190 dan 320 rpm. Digunakan putaran motor
155 rpm = 2,583 rps. (Walas, 1990)

Viskositas campuran diprediksi dengan persamaan 3.107, Perrys Chemical

Engineering Handbook, 6th ed, p.3-282):

ln mix = (wi.ln mix) = -1,076

mix = 0,341 cp
2
DI .N . mix
NRe = (Geankoplis,Pers.3.4-1, 1978)
mix

0,508 2 x 2,583x1.019,719
=
0,001
= 2,0E+06

Dari Figur 10.6 Walas halaman 292 untuk six blades turbine, Np = 5

Kebutuhan teoritis:
Np . mix .N 3 Di5
P = (Geankoplis,Pers.3.4-2,1978)
550 x32,17

5 x63,662x2,5833 x1,667 5
=
550 x32,17
= 3,989 hP

d. Daya yang hilang (gland loss)


Hilang (gland loss) = 10 % daya teoritis (MV. Joshi)
= 0,1 x 3,989 hP = 0,399 hP
e. Menghitung daya input
Daya input = kebutuhan daya teoritis + hilang (gland loss)
= 3,989 hP + 0,399 hP
= 4,387 hP

f. Efisiensi motor ()

Berdasarkan fig. 4-10, vilbrandt,F.C., 1959, diperoleh:


Efisiensi motor () = 80 %
100
P = x 4,387 hP = 5,484 hP
80

b. Menentukan Kebutuhan Daya

Menurut Walas sebagai panduan untuk sistem liqiud liquid, daya pengadukan

yang dibutuhkan adalah sekitar 5 hp / 1000 gallon liquid.


Volume cairan, VL = 2,3864 m3
Volume cairan, VL = 630,4030 gal
maka daya yang dibutuhkan adalah
630,4030 X 5
P = = 3,1520 hp
1000
P = 1733,6083 ft.lbf/s

Kecepatan putaran,

N =

N = 2,4049 rps
N = 144,2953 rpm

Oleh karena itu pemilihan kecepatan putaran impeller dapat digunakan.

5. Panjang Batang Sumbu Pengaduk (axis length)


axis length (L) = tinggi total tangki + jarak dari motor ke bagian atas bearing .

jarak pengaduk dari dasar tangki

Tinggi total tangki = 7,880 ft


Jarak dari motor ke bagian atas bearing = 1 ft
Jarak pengaduk dari dasar tangki (ZI) =2,167 ft

axis length (L) = 7,880 ft + 1 ft 2,167 ft

= 6,713 ft (2,046 m)

6. Diameter Sumbu
Z p x 16
d3 =

Menghitung Tm
Dari M.V Joshi, Pers. 14.10, hal 400, Tm= (1,5 or 2,5) x Tc
Digunakan Tm = 1,5 Tc
P x 75 x 60
Tc = (M.V. Joshi, Pers. 14.8, hal 400)
2xxN

Keterangan :
Tc = Momen putaran, kg.m
P = Daya, Hp
N = Kecepatan putaran, rpm
5,372x 75 x 60
Tc = = 24,822 kg-m
2 x x 155
Tm = 1,5 x 24,822 kg-m = 37,232 kg m
Menghitung Zp
Tm
Zp = (Pers.14.9, M.V. Joshi)
fs

Keterangan :
Tm = Torsi maksimum
P = Shear stress
fs = Section of shaft cross section
Material sumbu yang digunakan adalah commercial cold rolled steel.
Axis shear stress yang diizinkan, fs = 550 kg/cm2
Batasan elastis pada tegangan = 2.460 kg/cm2
37,232
Zp = = 6,770 cm
550
Menghitung diameter sumbu (d)
. d3
Zp =
16
Z p x 16 6,770 x 16
d3 = =
3,14
d = 3,255 cm
Digunakan diameter sumbu (d) = 4 cm

Cek tegangan yang disebabkan oleh bending moment


Tegangan yang disebabkan oleh bending moment equivalent adalah
Me Me
f = =
Zp d3
32

2. Menghitung Bending Moment


Me = Bending moment equivalent
1 2
Me = M M2 Tm
2
M = Fm x L
Tm
Fm = (Pers.14.11, M.V. Joshi)
0.75 x Rb
Keterangan :
Fm = bending moment (kg)

Rb = Jari-jari impeller = Di

= x 0,843 m = 0,292 m

37,232 kg - m
Fm = = 195,446 kg
0,75 x 0,254
L = Panjang axis = 2,046 m
M = 195,446 kg x 2,046 m
= 399,925 kg-m

1 2
Me = M M2 Tm
2

1
= 399,925 399,925 2 399,925 2
2
= 400,790 kg-m

2. Tegangan yang disebabkan oleh bending moment equivalent


Me
f = 3
= = 6.378,765 kg/cm2
d
32

Diameter sumbu
Karena f > batasan elastis dalam tegangan (6.378,765 > 2.460) maka
diameter sumbu yang direncanakan memenuhi, yaitu d = 4 cm.

III. Jaket Pendingin


Jaket pendingin dirancang dengan alasan:

Reaksi yang berlangsung dalam reaktor bersifat eksotermis, sehingga panas yang

dilepaskan harus diserap dari reaktor agar tidak menyebabkan kenaikan suhu,

karena suhu di dalam reaktor dijaga tetap 140C. Untuk menjaga agar suhu di

dalam reaktor tetap pada 140C dengan menggunakan air pendingin

t2
T
t1 T

T
T
Gambar.F.7. Jaket Pendingin

a. Kebutuhan pendingin

Massa Pendingin = 624 kg/Jam = 1.375,6829 lb/Jam

Sifat air pada suhu rata-rata:


= 1.015,958 kg/m3 = 63,424 lb/ft3
= 0,001 kg/m.s = 1,69 x 10-4 lb/ft.Jam
Cp = 4,180 kJ/kg.K = 0,736 Btu/lboF
k = 0,580 W/m.K = 0,335 Btu/ft.oF.Jam

b. Luas Perpindahan Panas yang Dibutuhkan

Dari Tabel.8. Kern didapatkan Overall heat transfer UD dengan hot fluid
adalah aqueous solutions less than 2 cp dan cold fluid adalah amonia
dengan UD: 250-500 Btu/j.ft2.F.
Dipilih :
UD = 300 Btu/jam.ft2.oF
Diketahui :
Q = 39.140,7637 kJ/jam
= 37.098,2859Btu/jam
Tlmtd = 184,170 oF
Q
A =
U D x Tlmtd
37.098,2859
A =
300 184,170
= 0,8057 ft2

f. Luas Perpindahan Panas yang Tersedia

A = luas selimut reaktor + luas penampang bawah reaktor


2
A = .Do .H L Do
4

Diketahui:
Do = 1,543 m
= 5,062 ft
HL = 1,524 m

Sehingga:

A = ( 1,543 1,524) 1,543 2
4
= 9,2578 m2 = 99,650 ft2

Akebutuhan < Atersedia (0,8057 ft2 < 99,650 ft2)


Sehingga jaket pendingin bisa digunakan.

g. hi (Koefisien Transfer Panas dalam Reaktor)

Koefisien transfer panas pada dinding bagian dalam untuk jacketed vessel

ditentukan dengan pers.4.13-1 Geankoplis, untuk pengaduk tipe three

blade propeller agitator :

0 ,14
hi Dt 2/3 1/ 3
0,74 Nre Npr (pers.4.13-1 Geankoplis)
k w

Keterangan :

Dt = inside diameter tangki, ft

Da = diameter pengaduk, ft

N = kecepatan putaran pengaduk, rev/hr

Npr = Bilangan Prandtl

Nre = Bilangan Reynold


0 ,14

karena T wall = T liquid dalam reaktor maka =1


w

Tabel 9.4. Data Kapasitas Panas

BM rata-rata = 161,655 kg/Kmol


Cp = 1,7026 kj/kg.K
Cp = 0,4067 Btu/lbm.oF

Konduktivitas campuran dihitung dengan metode Bretsnajder (1971).


(Pers.8.14 Couldson, 1983)

k = 3,56 x 105 Cp

Dimana:
k : konduktivitas termal pada temperatur 140 oC
M : berat molekul
Cp : kapasitas panas spesifik temperatur 140 oC
: densitas cairan pada temperatur 140 oC
Tabel. F.12. Data Konduktivitas Termal
T
Komponen kg/jam wi i 140 oC Cpi (kJ/kg ki, Treff
C p dTwi x ki
(kg/m3) K) W/m.K
Propanol 269,6169 0,036 1.201,041 10,1271 0,908 10,1271 3,272E-2
Asam Asetat 1.516,5951 0,202 727,614 59,6523 2,128 59,6523 4,314E-1
NaOH 5.682,333 0,759 899,195 117,801 4,979 117,8019 3,7814
H2SO4 11,153 0,0015 1.077,967 0,2187 0,018 0,2187 2,781E-5
Propil Asetat 2,790 0,0004 913,881 0,0614 0,004 0,000 1,567E-6
Total 7.482,488 5,073 4,2456

Kmix = 4,2456 W/m.K

Npr =

= 5,85E-06

NRe = Da 2 .N .

0,508 2 x 2,583x 1.019,718


NRe =
0,0003
= 1.993.071,6977
hi Dt
= 211,138
k
hi = 1.375,9084

D 2 .v.
NRe =
vi = 0,4374 m/s

h. hio (Koefisien Transfer Panas dalam Jacket)

hio = hi x ID/OD
= 1.375,9084 X ( 5 / 5,063)
=1.358,9219 Btu/Jam.ft2.oF
0 ,14
h D 0 ,8 1 b
N nu 0,023 N re N pr 3
( pers. 12-30 McCabe)
k w

Dimana
D = De
K = Konduktivitas termal air pendingin

Volume jaket =

= 624 /1.015,958 = 0,6142 m3 =21,6902 ft3

2
D
j 2
Vtotal = xDj2 xZ x xsf 0,000076xD -
4 j 4 2 j

2
2 ODs 2
xODs xZ x 2xsf 0,000076xODs
4 j 4 2
D
j 2
21,6902 = xDj 2 x5 x x0,167 0,000076xD
4 4 2 j
2
5,0625
x5,06252 x5 x x0,167 0,000076x5,06252
4 4 2
Dj = 5,5773 ft

2 2
Dbaru OD reaktor
D = De =
ODreaktor

5,5773 2 5,0625 2
= = 1,0820 ft
5,0625

= 0,3298 m = 12,9840 in
cp
Npr =
k
0,736x0,0002
=
0,335

= 0,0004

0 ,14
hio De 0 ,8 1/ 3
0,023 Nre Npr
k w

1.358,9219 1,0820
0,023 Nre 0,8 0,00041 / 3
0,335

NRe = 107.267.662,2734
N re
NRe =
D
vo = 263,5656 ft3/Jam = 0,0223 ft3/s

i. Menghitung Clean Overall Coefficient, Uc

h io ho
UC =
h io ho
1.375,9084 1.358,9219
=
1.375,9084 1.358,9219
=683,6812 Btu/hr.ft2.oF

j. Menghitung Design Overall Coefficient, UD

Rd = 0,001 hr.ft2.oF/btu (Tabel 8. Kern, 1965)

1 1
= Rd
Ud Uc
1
= 0,001
683,6812
= 0,003
Ud = 288,794 Btu/hr.ft2.oF

k. Menghitung Tebal dan Lebar Jaket

Lebar jaket = 0,5 (Dj Dt)

= 0,5 (5,5773 ft 5,063 ft)

= 0,2574 ft = 0,0785 m = 7,8459 cm

Material = Carbon Steel SA 283 Grade C

Alasan = Sesuai digunakan untuk tekanan tinggi dan diameter besar.


f = 12.650 psi
C = 0,25 in
E = 0,85
rj = 2,78 ft = 33,40 in

Tebal jaket (tj) =

= 0,2957 in (digunakan tebal standar 3/8 in)

IV. Sambungan Head dengan Shell

Sambungan antara tutup bejana dengan bagian shell menggunakan sistem flange

dan baut. Bahan konstruksi yang dipilih berdasarkan pada kondisi operasi.

Data perancangan :

Tekanan desain (p) = 3 atm

Temperatur desain = 90 oC

Material flange = ASTM-201 Grade B

(Brownell and Young, 1959)

Bolting steel = SA198, grade B7

(Brownell and Young, 1959)

Material gasket = Asbestos composition (Stainless stell)

(Gambar 12.11, Brownell and Young, 1959)

Diameter luar shell (B) = 60,75 in

Ketebalan shell = 0,375 in

Diameter dalam shell = 60 in

Tegangan dari material flange = 15.000 psi

Tegangan dari bolting material= 20.000 psi

Tipe flange = Optional loose type

(Gambar 12.24,8.a, Brownell and Young, 1959)


Sketsa tipe flange beserta dimensinya ditunjukkan pada Gambar F.7.

t h

Gasket

W
hG

hT R hD C
go
HG

HT g1

G
B
g1/2

Gambar F.8. Sketsa tipe flange dan dimensinya.

a. Perhitungan Lebar Gasket Minimum

do di
Lebar gasket minimum, N =
2

Keterangan :

do = Diameter luar gasket, in

di = Diameter dalam gasket, in

do y p.m
(Pers. 12.2, Brownell and Young,1959)
di y p(m 1)

Keterangan :

y = Yield stress, lb/in2 (Fig. 12.11)

p = Internal pressure
m = Faktor gasket (Gambar. 12.11)

Digunakan Stainless steels Dari Gambar 12.11, Pers. 12.2, Brownell and

Young, 1959 diperoleh :

y = 26.000 lb/in2

m = 6,500

sehingga,

do 26.000 (50,9368 psia)(6,5)


= 1,0010
d 26.000 [50,9368 psia 6,5 1 ]
i

Diameter dalam gasket di sama dengan diameter luar shell = 60,7500 in,

sehingga:

do = 1,00010 (60,75 in) = 60,8104 in

do di
Lebar gasket minimum, N =
2

60,8104 60,75
=
2

= 0,0302 in

Jadi, digunakan gasket dengan lebar standar 0,1875 in (Gambar 12.12, Brownell

and Young,1959).

Diameter gasket rata - rata, G = di + lebar gasket

= 60,75 in + 0,1875 in = 60,9375 in

Dari Gambar 12.12, Brownell and Young, 1959, kolom I , type 1.a :
N 0,1875
bo = = = 0,0938 in
2 2
bo 0,0938
b= = 0,1531 in
2 2

jika bo 0,25 in maka b = b0 = 0,0938 in

b. Perhitungan Beban Baut (bolt)

Beban terhadap seal gasket

Beban terhadap seal gasket :

Wm2 = Hy = x b x G x y (Brownell and Young, pers. 12.88, 1959)

Keterangan :

Hy = berat beban bolt maksimum (lb)

b = effective gasket (in)

G = dimensi gasket rata rata (in)

Wm2 = 3,14 x 0,0938 in x 60,9375 in x 26.000 lb/in2

= 466.636,9557 lb

Beban operasi total


Beban operasi total (Pers. 12.91 Brownell and Young,1959) :

Wm1 = H + Hp

Keterangan :

H = Beban dari tekanan internal

Hp = beban joint tight (lb)


Beban untuk menjaga joint tight saat operasi (Pers 12.90, Brownell and

Young,1959)

Hp = 2 b G m p (Brownell and Young, pers. 12.90, 1959)

= 2 x 0,0938 in x 3,14 x 60,9375 in x 6,5 x 50,9368 lb/in2

= 11.884,4883 lb
Keterangan :

m = faktor gasket (Fig. 12.11, Brownell and Young, 1959)

P = tekanan operasi (psi)

Beban dari tekanan internal (Pers. 12.89, Brownell and Young, 1959) :

G2
H = p
4

3,14 x (60,9375 in) 2


= x50,9368 lb/in 2
4

= 148.556,1031 lb

Beban operasi total (Pers. 12.91 Brownell and Young,1959) :

Wm1 = H + Hp

Wm1 = 148.556,1031 lb + 11.884,4883 lb

= 160.440,5914 lb

Beban pengontrol

Wm2 lebih besar daripada Wm1,

Sehingga, beban pengontrol adalah Wm1 = 160.440,5914 lb

c. Perhitungan Luas Baut Minimum (Minimum Bolting Area)

Wm1
Am1 = (Pers 12.92, Brownell and Young, 1959)
fb

160.440,5914 lb
=
20000

= 8,0220 in2

Perhitungan ukuran baut optimum (Tabel 10.4 dan Tabel 12.3 dan Brownell and

Young, 1959)
C
Ukuran Root Min. No Actual No of R Bs E N Bs
[ID+2(1,415go + R)]
Bolt Area of Bolt bolt

3/4 0,302 26,563 32 1 1/8 1 3/4 13/16 17,8254 63,11


1 0,551 14,559 20 1 3/8 2 1/4 2 3/8 14,3239 63,61
1 1/8 0,693 11,575 16 1 1/12 2 1/2 2 5/8 12,7324 63,03
1 1/4 0,890 9,0135 12 1 3/4 2 13/16 3 7/8 10,7430 64,36

Digunakan baut berukuran 3/4 in sebanyak 32 baut dengan bolt circle diameter yang

digunakan, C = 63,11 in

Detil dimensi baut ditunjukkan pada Gambar F.9.

E
d

Gambar F.9. Detil ukuran baut

d. Perhitungan Diameter Luar Flange

Flange OD (A) = BC + 2E

A = 63,108 in + (2 x 13/16 in)

A = 64,7338 in

Check lebar gasket :

Ab aktual = jumlah baut x roof area

= 32 x 0,3020 in2

= 9,6640 in2
Lebar gasket minimum :

A b actual f allaw
Nmin =
2yG

9,6640 x 20000
=
2 x 26.000 x 3,14 x60,9375

= 0,0194 in

Karena 0,0194 in < 0,0302 in maka lebar gasket memenuhi

e. Perhitungan Tebal Flange

Perhitungan tebal flange (Pers. 12.85, Brownell and Young, 1959)

Y M max
t =
fa B

Keterangan :

Mmax = momen saat beroperasi sebagai pengontrol, lb-in

B = OD shell, in

fa = Tegangan dari bolting material = 20.000 psi

Y = diperoleh dari Gambar 12.22, Brownell and Young

Menghitung Mmax

Mmax = Mo= MD + MG + MT

Menghitung MD

Moment, MD (Pers. 12.96, Brownell and Young, 1959)

MD = HD x h D

Untuk kondisi beroperasi (W = Wm1, Pers. 12.95 Brownell and Young,

1959)

HD = 0,785 B2 p (Pers. 12.96 Brownell and Young, 1959)


= 0,785 (60,750 in)2 (50,9368 psi)

= 147.568,4693 lb

Keterangan :

HD = hydrostatic and force pada area dalam flange (lb)


The lever arm (Pers. 12.100 , Brownell and Young, 1959) :

hD = (BC B)

= 1,1794 in

MD = HD x h D

= 147.568,4693 lb x 1,1794 in
= 174.038,5635 lb-in

Menghitung MG

Beban desain diberikan dengan Pers. 12.91, Brownell and Young, 1959 :

MG = H G x hG

Hubungan lever arm (Pers.12.101, Brownell and Young, 1959) :

hG = (BC G)

= (63,1088 in 60,9375 in)

= 1,0856 in
Keterangan :
hG = tahanan radial circle bolt (in)

BC = Bolt Circle diameter (in)

G = Diameter gasket rata rata (in)

Nillai HG (Pers. 12.98 , Brownell and Young, 1959) :

HG =WH
W = (Ab + Am) fa

= (9,6640 in2 + 8,0220 in2) (20.000 psi)

= 176.860,2957 lb
Keterangan :
W = berat beban (lb)

Am1 = luas baut minimum (in2)

Ab = luas aktual baut (in2)

fa = tegangan yang diizinkan (psi)

HG =WH

= 176.860,2957 lb 148.556,1031 lb
= 28.304,1926 lb

MG = H G x hG

= 28.304,1926 lb x 1,0856 in

= 30.727,7390 lb-in

Menghitung MT

Moment diberikan (Pers.. 12.97, Brownell and Young, 1959)

MT = HT x h T

Nilai Ht (Pers. 12.97, Brownell and Young, 1959)

HT = H HD

= 148.556,1031 lb 147.568,4693 lb
= 987,6338 lb

Hubungan lever arm (Pers. 12.102, Brownell and Young, 1959)


hT = (hD + hG )

= 1,1325 in

MT = HT x h T
= 1.118,4953 lb-in

Menghitung Mmax

Jumlah moment untuk kondisi beroperasi, Mo (Pers. 12.99, Brownell and

Young, 1959)

Mmax = Mo

= MD + M G + M T

= 174.038,5635 + 30.727,7390 + 1.118,4953

= 205.884,7979 lb-in

Jadi, momen saat beroperasi sebagai pengontrol adalah :

Mmax = 205.884,7979 lb-in

Perhitungan tebal flange


Y M max
t =
fa B

K = A/B

= 64,7338 in / 60,75 in

= 1,0656

Dari Gambar 12.22, Brownell and Young, 1959, dengan K sama dengan 1,0656,

maka :

Y = 30
30 205.884,7979
t =
20000 x 60,75

= 2,2547 in

Digunakan flange standar dengan ketebalan 3 in. Detil flange dan bolt pada

sambungan head dan shell ditunjukkan pada Gambar F.8.

Bolt

t = tebal flange

Gasket

d = diameter baut

Gambar F.9 Detail flange dan bolt pada head vessel

VI. Merancang Perpipaan dan Nozzel

a. Pipa Umpan dari Storage Tank

Diameter optimum, d = 282 G0.5-0.35 (Pers 5.14, Couldson, 1983)

Data perhitungan :

Laju alir massa (G) = 2.419,544 kg/jam


G desain = 8.223,099 kg/jam
= 2,283 kg/s
Densitas cairan (mix) = 1.019,770 kg /m3
Viskositas cairan = 0,3411 cP
= 3,411E-04 kg/m .s
Diameter optimum (d)= 282 (2,283 kg/s)0,52 (1.019,770 kg /m3)-0,35
= 30,2268 mm

= 1,1894 in

= 0,03022 m

Dari Tabel 11, Kern, hal 844, 1965 dipilih spesifikasi pipa standar adalah :

Number Pipe Size (NPS) = 1,25 in

Schedule pipa = 40

ID = 1,380 in = 0,0351 m

OD = 1,660 in

A = 1,5000 in2

4G
NRe =
. .d

4x 2,283 kg/s
=
3,14 x 3,411E - 04kg/m.s x 0,03022m

= 282.092,8573

Berdasarkan spesifikasi pipa standar di atas, ditentukan spesifikasi nozzel

standar untuk pipa umpan.

Spesifikasi nozzel standar dari Brownell and Young, 1959, Appendix. F item 1

adalah :

Size = 1,5

OD of pipe = 2,2 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 2,3750 in

Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 6 in

Type C = 3 in
b. Pipa Umpan H2SO4

Diameter optimum, d = 226 G0.5-0.35 (Pers 5.14, Couldson, 1983)

Data perhitungan :

Laju alir massa (G) = 0,1 kg/jam


G desain = 0,11 kg/jam
= 3,06 x 10-5 kg/s
Densitas cairan (mix) = 7,966 kg /m3
Viskositas cairan = 2,2 x 10-5 kg/m .s

Diameter optimum (d)= 282 (3,06 x 10-5 kg/s)0,52 (7,966 kg /m3)-0,37


= 0,6041 mm

= 0,0006 m

= 0,0238 in

Dari Tabel 11, Kern, hal 844, 1965 dipilih spesifikasi pipa standar adalah :

Number Pipe Size (NPS) = 0,125 in

Schedule pipa = 40

ID = 0,269 in = 0,0068 m

OD = 0,4050 in

A = 0,0580 in2

4G
NRe =
. .d

4x0,002 kg/s
=
3,14 x 2,2E - 5 kg/m .s x 0,0006 m
= 2927,33

Berdasarkan spesifikasi pipa standar di atas, ditentukan spesifikasi nozzel

standar untuk pipa umpan.

Spesifikasi nozzel standar dari Brownell and Young, 1959, Appendix. F item 1

adalah :

Size = 0,75

OD of pipe = 1,313 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 1,4375 in

Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 4 in

Type C = 3 in

c. Pipa Keluaran Produk Atas

Diameter optimum, d = 282 G0.5-0.35 (Pers 5.14, Couldson, 1983)

Data perhitungan :

Laju alir massa (G) = 117,847 kg/jam


G desain = 129,632 kg/jam
= 0,036 kg/s
Densitas cairan (mix) = 0,531 kg /m3
Viskositas cairan = 0,1820 cP
= 1,82 x 10-4 kg/m .s
Diameter optimum (d)= 282 (0,036 kg/s)0,52 (0,531 kg /m3)-0,37

= 53,5086 mm

= 0,053 m

= 2,1056 in

Dari Tabel 11, Kern, hal 844, 1965 dipilih spesifikasi pipa standar adalah :
Number Pipe Size (NPS) = 2,5 in

Schedule pipa = 40

ID = 2,4690 in = 0,0627 m

OD = 2,880 in

A = 4,790 in2

4G
NRe =
. .d

4x0,036 kg/s
=
3,14 x 1,82E - 04 kg/m .s x 0,053 m

= 4.707,952

Berdasarkan spesifikasi pipa standar di atas, ditentukan spesifikasi nozzel

standar untuk pipa umpan.

Spesifikasi nozzel standar dari Brownell and Young, 1959, Appendix. F item 1

adalah :

Size =3

OD of pipe = 4 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 4,125 in

Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 8 in

Type C = 5 in

d. Pipa Keluaran Produk Bawah

Diameter optimum, d = 282 G0.5-0.35 (Pers 5.14, Couldson, 1983)

Data perhitungan :

Laju alir massa (G) = 7.364,741 kg/jam


G desain = 8.101,215 kg/jam
= 2,249 kg/s
Densitas cairan (mix) = 891,577 kg /m3
Viskositas cairan = 0,2731 cP
= 2,731x10-4 kg/m .s
Diameter optimum (d)= 282 (2,249 kg/s)0,52 (891,577 kg /m3)-0,35

= 31,4463 mm

= 0,0314 m

= 1,2374 in

Dari Tabel 11, Kern, hal 844, 1965 dipilih spesifikasi pipa standar adalah :

Number Pipe Size (NPS) = 1,25 in

Schedule pipa = 40

ID = 1,38 in = 0,0351 m

OD = 1,66 in

A = 1,5 in2

4G
NRe =
. .d

4x2,249kg/s
= 333.649,1669
3,14 x 2,731E - 04 kg/m .s x 0,0314 m

Berdasarkan spesifikasi pipa standar di atas, ditentukan spesifikasi nozzel

standar untuk pipa umpan.

Spesifikasi nozzel standar dari Brownell and Young, 1959, Appendix. F item 1

adalah :

Size = 1,5

OD of pipe = 2,2 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 2,375 in


Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 6 in

Type C = 3 in
VII. Nozzle jaket

Tabel F.13. Aliran massa air pendingin masuk coil reaktor RE-202

Komponen Massa (kg) Wi i (kg/m3) i (cP) Wi / i wi ln


Water 623,6642 1,0000 1015,9579 0,0007 0,0010 -7,2687
Total 623,6642 1,0000 0,0010 -7,2687

Laju alir massa (G) = 623,6642 kg/jam

= 0,1732 kg/s

Densitas cairan (mix) = 1


w /
i

1
=
0,0010

= 1015,9579 kg /m3

ln mix = (wi.ln i)

ln mix = -7,2687

mix = 0,007 cP
= 6,97E-07 kg/m .s

Debit cairan (Q) = G/


= 0,6139 m3/jam

= 0,0002 m3/s

Diameter optimum (d) = 282 G0.52-0.37 (Pers 5.14, Couldson, 1983)

Data perhitungan :

Asumsi aliran adalah turbulen, (NRe) > 4000


Diameter optimum, d = 282 G0.52-0.37

= 282 (0,1732 kg/s)0,52 (1.015,9579 kg /m3)-0,37

= 8,7459 mm

= 0,3443 in

Dari Tabel 11, Kern, hal 844, 1965 dipilih spesifikasi pipa standar adalah :

Number Pipe Size (NPS) = 0,375 in

Schedule pipa = 40

ID = 0,4930 in = 0,0125 m

OD = 0,675 in

A = 0,192 in2 = 0,0001 m2

Kecepatan alir air (v) = Q / A

0,0002 m 3 /s
=
0,0001 m 2

= 1,3766 m/s

ID v
NRe = mix
mix

= 25.125.295,5592 (asumsi aliran turbulen benar)

Berdasarkan spesifikasi pipa standar di atas, ditentukan spesifikasi nozzel

standar untuk pipa umpan.

Spesifikasi nozzel standar dari Brownell and Young, 1959, Appendix. F item 2

adalah :

Size =1
OD of pipe = 1,5760 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 1,6875 in

Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 5 in

Type C = 3 in

VIII. Nozzel Pengaduk

Jumlah nozzle = 1 buah

Diameter sumbu = 4 cm = 1,5748 in

Spesifikasi nozzel standar untuk pengaduk adalah (Brownel and Young,

Appendix F, item 1) :

Size =1

OD of pipe = 1,576 in

Diameter hole on in reinforcing plate (DR) = 1,6875 in

Distance from bottom of tank to center of nozzle

Type H = 5 in

Type C = 3 in
D

d4

b f
d3
h

d2

d1

Gambar.F.10. Detail nozzle

Tabel F.14 Spesifikasi nozzle


Nozzle Nom. size d1 D
Re 201 1,5 1,9 5
Pengaduk 1 1,32 4,25
Produk Bawah 1,5 1,9 5
Produk Atas 3 3,5 9
Air masuk 1 1,32 4,25
Air keluar 1 1,32 4,25

X. Menghitung Berat Reaktor

Berat mati reaktor = Berat vessel dan perlengkapan + berat material

a. Berat vessel dan perlengkapan

Berat Shell

Data Perhitungan :

ID shell = 5,00 ft

ts = 0,375 in

OD shell = 5,0625ft
Hs = 5,00 ft

carbon steel = 489 lbm/ft3 (Foust, Appendix. D-10)

Volume shell = x Hs x (OD2 ID2)

= x 3,14 x 5,00 ft x [(5,0625 ft)2 (5,00 ft)2]

= 2,4697 ft3

Berat shell total = Volume shell x carbon steel

= 2,4697 ft3 x 489 lb/ft3

= 1.207,6877 lb (547,7979 kg)

Berat Dish Head

Data Perhitungan :

ID head = 60,750 in

th = 0,3125 in

Panjang straight flange = 7 in

Inside corner radius = 9 in

Untuk th< 1 in (td = 3 in) perkiraan blank diameter (bd) adalah :

OD
bd = OD + + 2 . Sf + 2/3 . icr
42

(Brownell and Young. Eq.5-12,p.88)

60,75
= [60,750 + + (2 7) + (2/3 9) ]
42

= 82,1964 in

= 6,8497 ft
Volume dish head = (bd)2 th

= (6,8497)2 (0,026)

= 0,9596 ft3

Berat head = Volume head carbon steel

= 0,9596 ft3 489 lb/ft3

= 469,2572 lb

= 212,8515 kg

Berat head dan bottom = 2 x 212,8515 kg

= 425,7029 kg

= 938,5143 lb

Berat Jaket

Data Perhitungan :

ID jaket = 5,5419 ft
Ketebalan shell jaket (tj) = 0,3750 ft
OD jaket = 5,9169 ft
Tinggi jaket, Zj = 5,000 ft

1. Berat shell
Vshell jaket = x Zj x (OD2 -ID 2)
= 16,8659 ft3

Berat shell = Vshell jaket x


= 16,8659 ft3 x 63,4242 lb/ ft3
= 1.069,7041 lb
1. Berat bottom
bd = OD + 2. Sf + 2/3. Icr
5,9169
= 5,9169 + + (2 x 7) + (2/3 x 9)
2
= 28,8753 in
= 2,4063 ft

Volume dish = x (bd)2 x tj


= x (2,4063)2 x 0,375
= 1,7045 ft3
Berat dish = volume dish x steel
= 1,7045 ft3 x 63,4242 lb/ ft3
= 108,1053 lb

Berat jaket total = 1177,8094 lb

Berat Opening

Berat nozzel

Ukuran Nozzle Berat Nozzle


Nozzle
(in) (lb)
Pipa umpan dar ST 1,5000 4,0000
Pipa umpan H2SO4 0,7500 0,4400
Pipa keluaran atas 3,0000 8,0000
Pipa keluaran bawah 1,5000 4,0000
Nozzle pengaduk 1,0000 2,0000
Nozzle jaket 1,0000 2,0000
Total 20,4400

Berat nozzle total = 20,440 lb = 9,2714 kg

Berat Opening total


Berat Opening total = 20,440 lb = 9,2714 kg

Berat Sistem Pengaduk

Berat impeller

Diameter impeller = 0,5080 m = 1,6667 ft


Lebar impeller = 0,0635 m = 0,2083 ft
Ketebalan impeller = 0,1016 m = 0,3333 ft

stainless steel = 489 lb/ft3

Berat total six blade = Volume impeller x densitas impeller

= 3 x 6 x [(1,6667 ft /2) x 0,2083 ft x 0,3333 ft x

489 lb/ft3]

= 509,3750 lb = 231,0486 kg

Berat sumbu

Material sumbu = Commercial cold rolled steel

Panjang sumbu = 6,7187 ft

Diameter sumbu = 0,1312 ft

carbon steel = 489 lb/ft3

Berat sumbu = d2 L

= x 3,14 x (0,1312 ft)2 x 6,7187 ft x 489 lb/ft3

= 44,4399 lb = 20,1576 kg

Berat sistem pengaduk total

Berat sistem pengaduk total = 509,3750 lb + 44,4399 lb

= 553,8149 lb
= 251,2062 kg

Berat Baffle

Jumlah baffle = 1

Berat baffle = jumlah baffle x panjang baffle x lebar baffle x tebal baffle

= 4 x 0,8091 ft x 0,2396 ft x 0,4167 ft x 489 lb/ft3

= 137,3784 lb = 62,3138 kg

b. Berat Fluida dalam Reaktor

Berat Bahan Baku

Volume cairan = 2,4195 m3

Densitas campuran dalam reaktor = 1.019,7188 kg/m3

Berat campuran dalam reaktor = 2,4195 m3 x 1.019,7188 kg/m3

= 2.467,1614 kg
Berat Cooling Water

Berat air pendingin = 623,6642 kg

Berat fluida total

Berat fluida total = 2.467,1614 kg + 623,6642 kg


= 3.090,8256 kg

c. Berat Mati Reaktor

Berat mati reaktor = Berat vessel dan perlengkapan + berat material

= 623,6642 kg + 425,7029 kg + 1177,8094 kg + 9,2714

kg + 251,2062 kg + 62,3138 kg + 3.046,2625 kg

= 5.564,9274 kg

= 12.268,5501 lb
XI. Desain Sistem Penyangga

Reaktor disangga dengan 4 kaki. Kaki penyangga dilas ditengah tengah

ketingggian (50 % dari tinggi total reaktor) seperti ditunjukkan pada Gambar F.9.

berikut :

a
A

h
thp

1/2 H

tbp

Gambar F.12. Sketsa sistem penyangga reaktor

a. Leg Planning

Digunakan kaki (leg) tipe I-beam dengan pondasi dari cor atau beton seperti

ditunjukkan pada Gambar F.13. berikut :


2

1 1

Gambar F.13. Kaki penyangga tipe I beam

(1) Menghitung ketinggian kaki (Hleg)

Karena kaki dilas pada pertengahan ketinggian reaktor, maka ketinggian kaki

adalah :

(Hleg) = Hr + L

Keterangan :

Hr = Tinggi total reaktor, ft

L = Jarak antara bottom reaktor ke pondasi (digunakan 10 ft)

(Hleg) = ( x 7,8854 ft) + 10 ft

= 13,9427 ft

= 167,3125 in

(2) Pemilihan ukuran beam

Digunakan I-beam 6 in (App. G, item 2, Brownell and Young)

Dimensi I-beam :

Kedalaman beam = 6 in

Lebar flange (B) = 3,565 in

Web thickness = 0,465 in


Ketebalan rata-rata flange = 0,359 in

Area of section (A) = 5,020 in2

Berat/ft = 17,25 lb

Peletakan dengan beban eksentrik (axis 1-1) :

l = 26 in4

S = 8,7 in3

r = 2,28 in

Peletakan tanpa beban eksentrik (axis 2-2) :

l = 2,3 in4

S = 1,3 in3

r = 0,68 in

(3) Cek terhadap peletakan sumbu axis 1-1 maupun axis 2-2

Axis 1-1
l/r = 167,3125 in / 2,28 in = 73,3827 (l/r < 120, memenuhi) (Hal. 201,

Brownell and Young, 1959)

(a) Stress kompresif yang diizinkan (fc)

P 18.000
(fc) = =
a 1 (l /18.000 . r 2 )
2

(Brownell and Young, 1959, Hal. 4.21)

18,000
= = 13.855,02 psia
1 (167,31252 /18.000 2,28 2 )

fc < 15000 psia , sehingga memenuhi Hal. 201, Brownell and Young,

1959. Jarak antara center line kolom penyangga dengan center line

shell (a) dari gambar 13 adalah :


a = ( x B) + 1,5

= ( x 3,5650) +1,5 = 3,2825 in

y =xB

= x 3,5650 = 1,7825 in

Z = l/y = 26 = 14,5863 in3


1,7825

(b) Beban kompresi total maksimum tiap leg (P)

4 Pw (H L) W
P
n D bc n

(Pers. 10.76, Brownell and Young, 1959)

Keterangan :

Pw = Beban angin total pada permukaan yang terbuka, lb

H = Tinggi reaktor di atas pondasi, ft

L = Jarak dari pondasi ke bagian bawah reaktor, ft

Dbc = Diameter anchor-bolt circle, ft

n = Jumlah penyangga, n = 4

W = Berat untuk perancangan, lb

Berat untuk perancangan = 1,2 x berat mati reaktor

= 1,2 x 5.564,9274 kg

= 6.677,9128 kg

= 14.722,2602 lb

Umumnya vessel dengan penyangga lug atau lug supported memiliki

ketinggian yang lebih rendah dibandingkan skirt supported vessel,

sehingga wind load sangat minor pengaruhnya. Wind load cenderung


mempengaruhi vessel jika vessel dalam keadaan kosong. Berat vessel

dalam keadaan terisi oleh cairan cenderung stabil (Hal.197, Brownell

& Young, 1959).

Jadi, nilai Pw = 0, kemudian persamaan di atas menjadi :

W
P
n

14.722,2602 lb
=
4

= 3.680,5650 lb

(c) Luas Penampang Lintang:

P
A = (Pers. 10.98, Brownell and Young, 1959)
f

Menghitung beban eksentrik

P a
fec =
Z

3.680,5650 lb 3,2825
=
14,5863 in 2

= 828,2767 psia

f = fc - fec

= 13.855,0252 821,6440

= 13.026,7485 psia

P
A =
f
3.680,5650
=
13.026,7485

= 0,2825 in2 < A (5,020 in2)

Sehingga luas penampang lintang yang dimiliki oleh kedalaman

beam 6 in dapat digunakan.

Axis 2-2

l/r = 167,3125 in/ 0,68 in = 246,0478 (l/r > 120, tidak memenuhi)

(Hal.201, Brownell and Young, 1959)

b. Lug Planning

(1) Menentukan ukuran baut

Masing-masing penyangga memiliki 4 baut (bolt)

Beban maksimum tiap baut:

P
Pbolt =
nb

P = 3.680,5650 lb
P
Pbolt =
nb

3.680,5650 lb
=
4

= 920,1413 lb

Luas lubang baut adalah :

Pbolt
Abolt = (Pers.10.35, Brownell and Young, 1959)
f bolt

Keterangan :
fbolt = Stress maksimum yang dapat ditahan oleh setiap baut = 12000 psi

920,1413 lb
Abolt =
12000 lb/in 2

= 0,0767 in2

Digunakan baut standar dengan diameter = 3/4 in (Tabel 10.4, Brownell

and Young, 1959).

(2) Menentukan ketebalan plat horizontal

6 My
thp = (Pers.10.4, Brownell and Young, 1959)
f allow

3t 2 P B R 2
My (Pers.13.2, MV. Joshi)
12 1 2 A h

3 1 2
4 (Pers.6.86, Brownell and Young, 1959)
R2 t2

Keterangan :

thp = Tebal horizontal plat, in

My = Bending moment maksimum sepanjang sumbu radial, in-lbm

fdiizinkan = Stress yang diizinkan = 12000 psi

t = Tebal shell

= 0,3750 in

P = Beban baut maksimum, lb

= 3.680,5650 lb

b = Lebar flange, in

= 3,5650 in
R = Jari-jari luar shell, in

= 30,3750 in

= Poisson ratio (untuk steel, = 0,3) (Brownell and Young, 1959)

A = Panjang kompresi plat digunakan, in

= 8,5 in

h = Tinggi gusset

= 5/3 A = (5/3) x 8,5 in

= 14,1667 in (Hal. 192, Brownell and Young, 1959)

3 1 0,32
4 0,5802 in 2
30,375 2 (0,375) 2

0,58023 (0,375) 2 3.680,5650 3,5650 30,375 2


My
12 1 0,32 8,5 14,1667

= 252,8955 lb-in

6 x 252,8955
t 0,3556 in
hp 12000

Dipilih tebal plat standar 0,36 in

(3) Ketebalan Plat Vertikal

(tg) = 3/8 x thp (Pers.10.47, Brownell and Young, 1959)

= 3/8 x 0,36 in = 0,1350 in

Dipilih tebal plat standar 1/4 in

c. Base Plate Planning


Base plate direncanakan berbentuk empat persegi panjang dengan bahan

konstruksi Carbon steel yang ditempatkan di atas beton. Perhitungan base plate

pada reaktor yang diletakkan di dasar penyangga meliputi :

(1) Menghitung base plate area (Abp)

Base plate area (Abp) = Pb/f

(Pers. 10.35, Brownell and Young, 1959)

Keterangan :

Pb = Base plate loading

f = Kapasitas bearing (untuk cor, f = 1200 psi)

(Tabel 10.1, Brownell & Young, 1959)

Beban base plate (Pb) = Berat 1 leg + P

Digunakan I- beam dengan ukuran 6 in dan 23 lb

Panjang kaki (Hleg) = `167,3125 in = 13,9427 ft

Jadi, berat satu leg = 13,9427 ft x 23 lb = 320,6823 lb

Beban base plate (Pb) = 320,6823 lb + 3.680,5650 lb

= 4.001,2473 lb

Base plate area (Abp) = Pb/f

(Pers. 10.35, Brownell and Young, 1959)

4.001,2473 lb
Abp =
1200 psi

= 3,3344 in2 (= Abp min)


(2) Menentukan tebal base plate

Tebal base plate:

tbp = (0,00015 x Pa x n2)1/2

Keterangan :

Pa = Tekanan aktual = Pb/ Abp,baru

Untuk posisi leg 1-1

Abp = lebar (le) x panjang (pa)

= (0,8 b + 2n)(0,95 h + 2m)

Keterangan :

b = Lebar flange = 3,5650 in

h = Kedalaman beam = 6 in

m = n (asumsi awal)

Sketsa area base plate ditunjukkan pada Gambar F.11.

le
m

0,95 hb

pa n

0,8 fw

Gambar F.14. Sketsa area base plate

Abp = (0,8 x 3,5650 + 2n)(0,95 x 6 + 2n)

Nilai n di-trial hingga raus kiri dan kanan sama.


Dari hasil trial diperoleh nilai n adalah 0,4606 in

Maka

le = (0,8 x 3,5650) + (2 x -0,9802) = 0,8916 in

pa = (0,95 x 6) + (2 x -0,9802) = 3,7396 in

Umumnya dibuat pa = le, maka dibuat pa = le = 3,7396 in

nbaru = [3,7396 (0,8 x 3,5650)]/2 = 0,4438 in

mbaru = [3,7396 (0,95 x 6)]/2 = - 0,9808 in

Abp,baru = 13,9848 in2

Pa = Pb/ Abp,baru

= 4.001,2473 lb / 13,9848 in2

= 286,1147 psia

tbp = (0,00015 x Pa x n2)1/2

tbp = (0,00015 x 286,1147 x 0,44382)1/2

= 0,0919 in. Digunakan plat standar 1/6 in.

Cek Vibrasi

a. Menghitung periode vibrasi

Periode dari vibrasi pada vessel harus dibatasi, karena vibrasi yang berlangsung

dalam periode yang cukup lama akan menimbulkan suatu kerusakan pada vessel.

Periode vibrasi, (T)

1
2
5 H wD
T 2.65 10 (Brownell and Young, 1959, pers. 9.68)
D t

Keterangan :
D = Outside diameter menara = 5,0625 ft = 60,75 in

H = Tinggi vessel temasuk penyangga = 15,00 ft

w = Berat vessel, lb/ft tinggi = 12.268,5501 lb/ft tinggi

t = Ketebalan shell, in = 0,375 in

Sehingga:

2 0,5
15,00 12.268,5501 5,0625
T 2,65.10 5
5,0625 0,375

T = 0,0320 detik

b. Menghitung periode maksimum vibrasi

Periode maksimum vibrasi dirumuskan dengan (Megysey, 1983) :

WH
Ta 0,80
Vg

V = CW

Keterangan :

W = Total shear, lb = 14.722,2602 lb

g = 32,2 ft/s2, percepatan gravitasi

C = koefisien seismic ( C ) = 0,1, Tabel 9.3 hal 167 Brownell & Young,

14.604,3668 lb 15,00
Ta 0,80
(0,1 14.604,3668 lb ) 32,2

= 1.7267 detik

c. Cek Vibrasi

Periode vibrasi yang dihasilkan lebih rendah dari peride maksimum vibrasi (T <

Ta) sehingga periode vibrasi diijinkan.


XII.Perancangan Pondasi

Perancangan pondasi dengan sistem konstruksi pondasi beton terdiri dari : semen :

kerikil : pasir, dengan perbandingan 1 : 2 : 3. Direncanakan pondasi berbentuk limas

terpancung, dianggap hanya gaya vertikal dari berat kolom yang bekerja pada

pondasi. Asumsi tanah pondasi adalah clay dengan safe bearing maksimal 10 ton/ft2

(Tabel 12,2 Hess & Rushton). Pondasi dibuat dari beton dengan specific gravity

2,65 dan densitas 140 lb/ft3 (Dirjen Bina Marga DPU & Tenaker).

a. Menentukan volume pondasi

Volume pondasi (V) = (1/3) tinggi pondasi ((a + b) + (a b)1/2)

Keterangan :

a = Luas bagian atas

b = Luas bagian bawah

Digunakan tanah dengan :

Luas bagian atas (a) = 9.025 in2 (95 in 95 in)

Luas bagian bawah (b) = 10.000 in2 (100 in x 100 in)

Tinggi pondasi = 30 in

Volume pondasi (V) = (1/3) tinggi pondasi ((a + b) + (a b)1/2)

= 285.250 in3

= 165,0752 ft3

b. Menentukan berat pondasi

Berat pondasi (W) = V densitas beton


= 165,0752 140 = 23.110,5323 lb

c. Menentukan berat total yang diterima tanah

Berat yang diterima pondasi

Berat yang diterima pondasi = berat menara + berat 1 beam

Berat menara = 14.722,2602 lb

Berat I-Beam yang diterima oleh base plate adalah = 4.001,2473 lb

Jadi berat total yang diterima pondasi adalah = 18.723,5075 lb

= 8.492,8401 kg

Berat yang diterima tanah

Berat yang diterima tanah = berat yang diterima pondasi + berat pondasi

Wtotal = 18.723,5075 lb + 23.110,5323 lb = 41.834,0398 lb

= 18,9756 ton

d. Menentukan tegangan karena beban

Tegangan tanah karena beban () = P/F < 10 ton

Keterangan : P = beban yang diterima tanah (lb)

F = luas alas (ft2)

= 41.834,0398 lb / 10.000 in2

= 4,1834 lb/in2 = 0,2723 ton/ft2 < 10 ton/ft

Pondasi dapat dipasang pada tanah clay, karena tegangan tanah karena beban ()

kurang dari safe bearing maksimal pada tanah clay.

Sistem Pengendalian Reaktor


FC

FC

FC

PC

CW

TC
LC

RE-202 FC

Gambar F.15. Sistem pengendalian reaktor


Tabel F.15. Sistem Pengendalian Reaktor

Simbol Keterangan
FC Flow Control
LC Level Control
TC Temperatur Control
PI Pressure Indicator
Steam Steam

Tujuan pengendalian adalah agar reaktor bekerja pada kondisi yang

diharapkan. Unit Proses ini bekerja secara kontinyu. Instrumen pengendali yang

digunakan yaitu:

a. Flow Controller (FC)

Dengan alat berupa venturimeter, mengatur laju umpan masuk sehingga selalu

sesuai dengan komposisi yang diinginkan. FC yang digunakan merupakan

pengendali tipe feedforward jenis PI.

b. Temperatur Controller (TC)

Dengan alat ukur berupa radiation pyrometer, yang menunjukkan temperatur

reaktor dan mengatur laju alir air pendingin. TC yang digunakan merupakan

pengendali tipe feedback jenis PID.


c. Level Controller (LC)

yang bertujuan untuk menjaga ketinggian cairan dalam reaktor agar tidak meluap

dengan mengatur valve keluaran reaktor. LC yang digunakan merupakan tipe

feedback jenis P.

d. Pressure Controller (PC)

yang menjaga tekanan dalam reaktor agar tetap aman. Tekanan dalam reaktor yang

bereaksi pada fase cair tidak akan mengalami perubahan yang sensitive. Oleh karena

itu, tekanan reaktor akan berada pada kondisi konstan. Besarnya nilai tekanan pada

reaktor dapat dipantau dengan memasang alat ukur tekanan. (Coulson, 1983).