Anda di halaman 1dari 5

CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

Sekarang kita telah mengetahui bagaimana cara mengoperasionalisasikan konsep atau variable.
Disini kita perlu menetapkan angka (atau simbol lain) sebagai cara. Hal penting yang harus diingat
adalah aturan dalam menetapkan angka sebagai karakteristik atau atribut dari sebuah objek harus
distandarisasikan dan diterapkan secara konstan. Angka memberikan kita tampilan analisis statistik
dari data dan hasil uji hipotesis yang telah kita kembangkan.

Four Types of Scales

Sebuah skala adalah alat atau mekanisme dimana individu-individu dibedakan, bagaimana mereka
berbeda satu sama lain pada variabel yang menarik bagi penelitian. Skala melibatkan penciptaan
sebuah rangkaian kesatuan dimana objek berada.

Nominal Scale

Skala nominal adalah salah satu alat yang memungkinkan peneliti untuk menetapkan subjek ke
dalam kategori atau kelompok tertentu. Contohnya untuk variabel gender, responden bisa dibagi ke
dalam dua grup. Laki-laki dan perempuan. Dua grup ini bisa diberikan kode angka 1 dan 2. Angka
ini hanya sekedar angka tanpa nilai yang lebih antara satu dan yang lainnya, atau lebih ekslusif
antara satu dan yang lainnya.

Ordinal Scale

Sebuah skala ordinal tidak hanya mengkategorikan variabel sedemikian rupa untuk menunjukkan
perbedaan diantara berbagai kategori, tetapi skala ini juga memberikan peringkat kategori dalam
beberapa cara yang berarti. Dimana setiap variabel dikategorikan menurut beberapa preferensi,
skala ordinal akan digunakan. Contoh ranking, urutan kesukaan, dan lain-lain.

Interval Scale

Sebuah skala interval memungkinkan kita untuk melakukan operasi aritmatika tertentu pada data
yang dikumpulkan dari responden. Sedangkan skala nominal memungkinkan kita hanya untuk
secara kualitatif membedakan kelompok dengan mengelompokkan mereka ke dalam hal yang
eksklusif dan kolektif lengkap, dan skala ordinal ke peringkat preferensi, skala interval
memungkinkan kita mengukur jarak antara dua titik pada skala. Hal ini membantu kita untuk
menghitung sarana dan standar deviasi dari tanggapan pada variabel. Dengan kata lain, skala

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

interval tidak hanya kelompok individu menurut kategori, tetapi juga mengukur besarnya perbedaan
preferensi antara individu.

Ratio Scale

Skala Rasio mengatasi kelemahan dari titik asal yang acak dari skala interval, dalam hal ini
memiliki titik nol yang mutlak (berbeda dengan acak), yang merupakan titik pengukuran yang lebih
berarti. Dengan demikian skala rasio tidak hanya mengukur besarnya perbedaan antara poin pada
skala, tetapi juga proporsi dalam perbedaan. Skala ini merupakan skala yang paling kuat dari
empat skala yang lain, karena memiliki titik asal nol yang unik (tidak acak) dan menggolongkan
semua dari tiga skala lainnya. Berat adalah contoh yang baik dari skala rasio. Ini memiliki asal
mutlak nol yang dikalibrasi, yang memungkinkan kita untuk menghitung rasio bobot dua individu.

Rating Scales

Skala penilaian berikut sering digunakan dalam penelitian bisnis:

Dichotomous Scale

Skala dikotomi digunakan untuk mendapatkan jawaban Ya atau Tidak.

Category Scales

Skala kategori menggunakan beberapa item untuk mendapatkan respon tunggal sebagai jawaban.
Skala Ini juga menggunakan skala nominal.

Semantic Differential Scale

Skala diferensial semantik ini digunakan untuk menilai sikap responden terhadap merek tertentu,
iklan, objek, atau individu. Tanggapan dapat diplot untuk mendapatkan ide bagus dari persepsi
mereka. Skala ini diperlakukan sebagai skala interval.

Numerical Scale

Skala numerik mirip dengan skala diferensial semantik, dimana perbedaannya terletak pada
adanya angka skala lima atau tujuh poin, dengan kata sifat bipolar pada kedua ujungnya. Skala ini
juga merupakan skala interval.

Itemized Rating Scale

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

Skala lima atau tujuh poin dengan jangkar dibutuhkan, skala ini disediakan untuk setiap item dan
responden menyatakan jumlah yang tepat di sisi setiap item, atau melingkari nomor yang relevan
terhadap setiap item. Skala ini menggunakan skala interval.

Likert Scale

Skala Likert dirancang untuk melihat seberapa kuat subjek setuju atau tidak setuju dengan
pernyataan dalam skala 5 poin yang dirancang. Skala ini juga merujuk kepada summated scale.

Fixed or Constant Sum Scale

Disini responden diminta untuk mendistribusikan jumlah poin dalam berbagai item. Bersifat lebih ke
arah skala ordinal.

Stapel Scale

Skala ini secara langsung mengukur kedua arah dan intensitas sikap terhadap item yang diteliti
sekaligus. Karakteristik yang menarik bagi penelitian ditempatkan di pusat dengan bentangan jarak
skala numerik, katakan saja jarak bentangan dari +3 sampai -3.

Graphic Rating Scale

Sebuah gambaran grafis yang membantu responden untuk mengindikasikan pada skala ini
jawaban mereka atas pertanyaan tertentu dengan menempatkan tanda pada titik yang tepat pada
baris. Skala ini juga merupakan skala ordinal.

Consensus Scale

Skala juga dapat dikembangkan oleh konsensus, dimana panel penilai memilih item tertentu, yang
menurutnya dapat mengukur konsep yang relevan. Item yang dipilih terutama didasarkan pada
ketepatan atau relevansi dengan konsep mereka. Skala konsensus tersebut dikembangkan setelah
item yang dipilih diperiksa dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Salah satu skala konsensus adalah
Thurstone Equal Appearing Interval Scale, dimana konsep diukur melalui proses yang kompleks
yang diikuti oleh panel penilai.

Other Scales

Ada juga beberapa metode skala tingkat atas seperti skala multidimensi, dimana benda, orang,
atau keduanya, secara visual diskalakan, dan analisis conjoint dilakukan. Hal ini memberikan
gambaran visual dari hubungan dalam suatu ruang antara dimensi suatu konstruksi.

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

Ranking Scales

Skala peringkat digunakan untuk menngetahui preferensi antara dua atau lebih benda atau barang
(bersifat ordinal). Namun, peringkat tersebut tidak memberikan petunjuk definitif untuk beberapa
jawaban yang dicari.

Paired Comparison

Skala perbandingan berpasangan digunakan ketika, diantara sejumlah kecil benda responden
diminta untuk memilih antara dua objek tersebut pada suatu waktu. Hal ini membantu untuk menilai
preferensi.

Forced Choice

Skala ini memungkinkan responden untuk merangking objek relatif terhadap satu sama lain,
diantara alternatif yang disediakan. Hal ini akan lebih mudah digunakan bagi responden apabila
jumlah pilihan tidak terlalu banyak.

Comparative Scale

Skala perbandingan menyediakan patokan atau titik acuan untuk menilai sikap terhadap objek saat
ini, peristiwa, atau situasi yang diteliti.

International Dimensions of Scalling

Bagian dari sensitifitas definisi operasional dari suatu konsep dalam budaya yang berbeda, dalam
hal memberikan skala juga membutuhkan penanganan dalam penelitian lintas budaya. Perbedaan
budaya memberikan reaksi yang berbeda terhadap pemberian skala. Misalnya dalam beberapa
penelitian di beberapa daerah, skala tujuh poin lebih sensitif dibandingkan dengan skala empat
poin dalam hal menemukan tanggapan yang baik (tidak terjadi gangguan).

Goodness of Measures

Sekarang kita telah melihat bagaimana mendefinisikan secara operasional variabel dan
menerapkan teknik skala yang berbeda. Penting untuk memastikan bahwa instrumen yang kita
kembangkan untuk mengukur konsep tertentu memang akurat mengukur variabel, dan bahwa
dalam kenyataannya, kita benar-benar mengukur konsep dengan alasan untuk mengukur. Hal ini

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)


CHAPTER 12: MEASUREMENT: SCALLING, RELIABILITY, VALIDITY

juga membuktikan bahwa ketika mengoperasionalisasikan persepsi dan sikap variabel, kita tdak
melihatnya secara berlebihan. Berikut hal-hal yang dapat memastikan bahwa langkah-langkah
yang kita kembangkan memiliki alasan yang baik.

1. Item Analysis
2. Validity
Content Validity
Criterion-Related Validity (Concurrent Validity and Predictive Validity)
Construct Validity (Convergent Validity and Discriminant Validity)
3. Reliability
Stability of Measures
Test-Retest Reliability
Parallel-Form Reliability
Internal Consistency of Measures
Interitem Consistency Reliability
Split-Half Reliability

Reflective versus Formative Measurement Scales

Pada saat ini, penting untuk kembali ke anggapan bahwa item-item dari ukuran multi-item harus
bersatu sebagai satu perangkat dan mampu secara mandiri mengukur konsep yang sama. Tetapi
faktanya adalah bahwa item yang mengukur konsep tidak harus selalu bersatu. Ini hanya berlaku
untuk skala reflektif, tetapi tidak untuk skala formatif.

What Is Reflective Scale?

Dalam skala reflektif semua item dianggap saling berkorelasi.

What Is a Formative Scale and Why Do The Items of a Formative Scale Not Necessarily Hang
Together?

Skala formatif digunakan ketika konstruk dilihat sebagai kombinasi yang menjelaskan indikator-
indikatornya (Fornell & Bookstein, 1982; Fornell, 1987).

OMAR SHAZAKI DILAGA (A311 11 259)