Anda di halaman 1dari 7

PEDOMAN PENGAWASAN OBAT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN


KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN
Nomor : 445 / 04 /FAR / XI / 2015

TENTANG

PEMBERLAKUAN PEDOMAN PENGAWASAN OBAT


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN

Menimbang : a. Bahwa untuk terlaksananya upaya pelayanan farmasi Rumah


Sakit secara maksimal, maka diperlukan Pedoman Pengawasan
Obat di Rumah Sakit.
b. Bahwa agar Manajemen Penggunaan Obat di Instalasi
Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kajen dapat terlaksana
dengan baik perlu adanya Pedoman Pengawasan Farmasi.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf b tersebut, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Kajen.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit.
3. Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika
4. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika
5. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004
tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN KEPALA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN
TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN FARMASI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH KAJEN.
Kedua : Kebijakan Pedoman Pelayanan Farmasi Rumah Sakit Umum
Daerah Kajen sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Keputusan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan tentang Pedoman Pengawasan obat
dilaksanakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah
Kajen.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Kajen
Pada tanggal : 17 November 2014

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Kajen

dr. DWI ARIE GUNAWAN,Sp.B.


NIP. 19700429 199903 1 002
Lampiran I :
Nomor : 445 / 04 /FAR / XI / 2015
Tanggal : 2 Juli 2013
Tentang : Pedoman Pengawasan Obat Farmasi

PEDOMAN PENGAWASAN OBAT DI RUMAH SAKIT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengawasan
Pengawasan adalah mekanisme kegiatan pemantauan dan peniaian terhadap
pelayanan yang diberikan secara terencana dan sistematis, sehingga dapat
mengidentifikasi peluang untuk peningkatan pelayanan serta menyediakan mekanisme
tindakan yang diambil sehingga terbentuk proses peningkatan mutu pelayanan farmasi
yang berkesinambungan.

B. Tujuan
1. Menjalankan pengawasan di bidang farmasi berdasarkan aturan-aturan yang
berlaku
2. Mengawasi dan memberikan pelayanan farmasi yang bermutu melalui analisa,
telaah dan evaluasi pelayanan

C. Ruang Lingkup Kegiatan


Pengawasan diatur dan dikelola demi terciptanya pelayanan farmasi yang baik.
Berdasarkan waktu, pelaksanaan pengawasan dilakukan kedalam tiga jenis program
pengawasan :
1. Pengawasan prospektif :
Pengawasan yang dilakukan sebelum pelayanan dilaksanakan ( pengecekan
kelengkapan administrasi pegawai instalasi farmasi RSUD Kajen, persyaratan dan
perijinan instalasi farmasi RSUD KAJEN, dll )
2. Pengawasan kongkuren :
Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pelayanan
( pemantauan kegiatan peracikan resep oleh asisten apoteker, pemantauan
kegiatan konseling oleh apoteker, dll )
3. Pengawasan Retrospektif :
Pengawasan yang dilakukan setelah pelayanan dilaksanakan ( laporan mutasi
barang, laporan pemakaian penggunaan obat, laporan penggunaan narkotika, dll )
BAB II
METODE PENGAWASAN

Keberhasilan dari sistem pengawasan tergantung dari ketaatan pada kebijakan,


tugas pokok dan fungsi. Pentingnya suatu kebijakan dan panduan tugas pokok dan fungsi
untuk pengawasan merupakan keharusan. Semua staf Instalasi Farmasi Rumah Sakit
harus mengetahui, memahami, dan menerapkan panduan tersebut karena hal ini
merupakan suatu bagian penting bagi mekanisme pengawasan internal Instalasi Farmasi
Rumah Sakit.
Adapun metode pengawasan yang akan dilaksanakan adalah :
1. Audit
Audit dilakukan terhadap proses hasil kegiatan apakah sudah sesuai dengan standar
pelayanan kefarmasian Rumah Sakit Umum Daerah Kajen.
2. Review
Review dilakukan terhadap pelayanan yang telah diberikan, penggunaan sumber daya,
dan penulisan resep.
3. Survey
Survey dilakukan untuk mengukur kepuasan pasien dengan cara angket atau
wawancara langsung
4. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati kecepatan pelayanan antrian serta ketepatan
penyerahan obat.

A. Kebijakan
Kebijakan yang harus dibuat oleh Rumah Sakit dalam hal pengawasan sebaiknya
merujuk kepada peraturan perundangan yang berlaku seperti :
1. UU no 23 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. SK Menkes No.1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah
Sakit.
3. SK Menkes No.1197/Menkes/SK/XI/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
di Rumah Sakit.

B. Tugas Pokok dan Fungsi


1. Tugas Pokok
b. Melaksanakan pengawasan di bidang farmasi rumah sakit secara efektif dan
efisien.
c. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap proses pengawasan di bidang
farmasi rumah sakit.

2. Fungsi
Merencanakan program pengawasan di bidang farmasi rumah sakit secara
berkesinambungan.

BAB III

PERENCANAAN PENGAWASAN DI BIDANG FARMASI RUMAH SAKIT

1. Mendefinisikan kualitas pelayanan farmasi yang diinginkan dalm bentuk kriteria.


2. Penilaian kualitas pelayanan farmasi yang sedang berjalan berdasarkan kriteria
yang telah ditetapkan.
3. Mensosialisasikan hasil pengawasan.
4. Melakukan evauasi hasil pengawasan dan sosialisasinya.
5. Bila ditemukan kekurangan, harus bisa memastikan penyebab dari kekurangan
tersebut.
6. Merencanakan formula untuk menghilangkan kekurangan tersebut.
7. Mengimplementasikan formula yang telah direncanakan
8. Mendokumentasikan semua hal-hal tersebut di atas.
Pengawasan dilakukan terhadap

No Uraian Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
1 Unsur
masukan
(SDM),
Sarpras, Dana
2 Unsur Proses
(Prosedur,
tindakan)
3 Unsur
Lingkungan
(Kebijakan,
Manajemen,
Organisasi)
4 Unsur Standar
Yang
digunakan

BAB IV
PENUTUP

Untuk mengukur pencapaian standar pengawasan yang telah ditetapkan, diperlukan


suatu indikator/ tolak ukur yang hasilnya menunjuk pada standar yang ditetapkan. Makin
sesuai hasil ukur dengan indikatornya makin sesuai pula hasil pekerjaan dengan
standarnya.
Buku pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi apoteker yang
bekerja di Rumah Sakit dalam hal pengawasan yang baik, efektif dan efisien. Pengawasan
yang baik diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian Rumah Sakit
Umum Daerah Kajen. Diharapkan dengan terlaksananya program pengawasan yang
berkesinambungan, mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen
akan meningkat.
Kajen, 17 November 2014
Kepala Instalasi Farmasi

Nurul Khikmah, S. Si., Apt.