Anda di halaman 1dari 24

SWAMEDIKASI

JERAWAT
Disusun oleh :
Yulinda Rahma Hidayah (1061611126)
Yulinda Tri Wahyuti (1061611127)
Yuliyani Kristanti (1061611128)
Zakiya Imanda Putri (1061611129)
Zena Lutvina Oviyanti (1061611130)
ETIOLOGI

1. Sekresi Kelenjar Sebaseus (Penghasil lipida)


Lipida yang dihasilkan disalurkan ke permukaan kulit
melalui pembuluh sebaseus, bermuara di pori kulit.
Kelenjar sebaseus yg terlalu aktif akan menyebabkan
produksi lipid pun berlebihan, mengakibatkan kulit
berminyak. Bila produksi lipid tidak seimbang, makan
akan terjadi penimbunan an menyebabkan pori
tersumbat dan memicu terjadinya inflamasi serta
jerawat.
Aktivitas kelenjar sebaseus dipicu hormon testosteron
ETIOLOGI

2. HIPERKERATOSIT PADA INFUNDIBULUM


RAMBUT
Hiperkeratosit terjadi pada infundibulum folikel
rambut yang menyebabkan sel tanduk menjadi
tebal dan menyumbat folikel rambut dan
membentuk komedo.
Folikel rambut yg tersumbat dan menyempit akan
menyebabkan sebum tidak bisa keluar secara
normal sehingga merangsang pertumbuhan
bakteri jerawat.
ETIOLOGI

3. BAKTERI
Kelebihan sekresi dan hiperkeratosit pada
infundibulum menyebabkan terakumulasinya
sebum. Sebum mengandung banyak
timbulnya bakteri jerawat. Trigliserida pada
sebum diuraikan oleh enzim lipase menjai
asam lemak bebas, menyebabkan inflamasi
dan terbentuk jerawat.
Bakteri yang dominan berperan menyebabkan
jerawat adalah Propionibacterium acnes
ETIOLOGI

Faktor lain penyebab jerawat :


1. Faktor genetik
2. Faktor ras
3. Faktor hormonal
4. Faktor infeksi
5. Faktor makanan
6. Faktor kosmetik
7. Faktor lingkungan
8. Faktor kejiwaan
9. Faktor trauma
PATOGENESIS
Menghasilkan
sebum utk
Kelenjar sebasea
melubrikasi kulit
dan rambut
+ sel kulit mati yang
berlebih

Penyumbatan pori Flora normal (P.


pori acnes)

Infeksi dan inflamasi


Whitehead
Blackhead
Postule
Cyst
TANDA KLINIS JERAWAT

Lesi Jerawat diklasifikasikan menjadi 2 :


a. Lesi non inflamasi : terdiri dari komedo
terbuka (blackheads) dan komedo tertutup
(whiteheads)
b. Lesi inflamasi : lesi inflamasi dikarakterisasi
dengan adanya papula, pustula atau nodul.
Dapat dimungkinkan pula bahwa pasien
dapat menunjukkan satu atau lebih dari jenis
lesi.
TANDA KLINIS JERAWAT
Papula : Benjolan berwarna kemerahan dan meradang
tetapi pada bagian tengahnya belum bernanah.
Pustula : Hampir sama dengan whitehead, tapi terjadi
inflamasi. Dengan ciri-ciri bulatan berwarna merah
dan di bagian tengahnya berwarna putih atau kuning
yang merupakan nanah.
Nodul : Terdiri dari bintik-bintik jerawat yang jauh
lebih besar, sangat menyakitkan, dan kadang-kadang
bisa bertahan selama berbulan-bulan
Nodul merupakan akibat dari gangguan pada dinding
folikel, sehingga folikel akan melepaskan isinya ke
dalam dermis di sekitarnya.
Kista : kista jerawat dapat muncul mirip dengan nodul
tetapi berisi nanah
TANDA KLINIS JERAWAT

Polisebaseus Normal

Mikrokomedo
TANDA KLINIS JERAWAT
Lesi non inflamasi

Komedo tertutup

Komedo terbuka
TANDA KLINIS
Lesi Inflamasi
TANDA KLINIS
Lesi Inflamasi
TINGKAT KEPARAHAN JERAWAT

Grade of Acne Description

0 Kulit bersih tanpa inflamasi atau lesi noninflamasi


Hampir bersih : lesi non-inflamasi jarang, dan memiliki tidak lebih dari
1
satu lesi inflamasi kecil
Keparahan ringan (mild severity) : ada beberapa lesi non-inflamasi
2 dengan sedikit lesi inflamasi (papula / pustula saja, tidak ada lesi
nodular)
Keparahan sedang (moderate severity): banyak lesi non-inflamasi dan
3 mungkin memiliki beberapa lesi inflamasi, serta terdapat satu lesi
nodular kecil
Parah (severe): banyak lesi non-inflamasi dan lesi inflamasi, serta
4
memiliki beberapa lesi nodular
TUJUAN TERAPI

Mencegah timbulnya jaringan parut akibat


jerawat
Mengurangi proses peradangan kelenjar
polisebasea dan frekuensi eksaserbasi jerawat
Mencegah dan meminimalkan bekas luka
serta memperbaiki penampilan pasien.
TUJUAN TERAPI

3 hal penting pada pengobatan jerawat :


1. Mencegah timbulnya komedo, digunakan
bahan pengelupas kulit.
2. Mencega pecahnya mikrokomedo atau
meringankan reaksi peradangan.
3. Mempercepat resolusi lesi peradangan.
TATALAKSANA TERAPI
TERAPI NON TERAPI FISIK :
FARMAKOLOGIS : Scrub, dapat membuka
Hindari pemencetan lesi dg
cara non higienis.
komedo yg tertutup dan
Pilih kosmetik yg non mencegah perkembangan
komedogenik, bebas minyak, komedo.
mengandung mouisturizer. Kain pembersih wajah
Lakukan perawatan kulit wajah Kuas / sikat
seperti rutin membersihkan
Alat pemanas
kulit wajah.
Jangan mencuci muka Terapi sinar.
menggunakan sabun yg keras.
Gunakan pembersih kulit yg
lembut.
Jangan membiarkan rambut
terlalu lama menutupi
menyentuh wajah.
TATALAKSANA TERAPI
TERAPI FARMAKOLOGIS:

A. BENZOIL PEROKSIDA B. ASAM SALISILAT


. Mempunyai aktivitas keratolitik, Asam salisilat bersifat keratolitik,
komedolitik dan antibakteri komedolitik dan antiinflamasi.
terhadap P. acnes. Bila dikombinasikan dg sulfur an
. Kombinasi dg antibiotik dapat resorsinol akan bersifat sinergis.
meminimalkan resistensi P. Kurang efektif bila dibandingkan
acnes. dengan benzoil peroksida.
. Konsentrasi yg sering Konsentrasi 0,5% - 2%.
digunakan antara 2,5% - 10% Jika terjadi pengelupasan
. Hindari pemakaian bila sensitif berlebih, batasi penggunaan
thp benzoil. menjadi sekali sehari.
. Hinari paparan sinar matahari Dapat menyebabkan sensitivitas
ketika menggunakan benzoil. terhadap matahari, sehingga
. Terjadinya iritasi ditandai perlu menggunakan tabir surya.
dengan adanya kemerahan,
rasa terbakar, gatal,
mengelupas atau bengkak.
TATALAKSANA TERAPI
TERAPI FARMAKOLOGIS:

C. SULFUR D. RESORSINOL
Mempunyai aktivitas Tidak efektif bila digunakan
keratolitik dan antibakteri sbg monoterapi sehingga
pada konsentrasi 3% - 10%. dikombinasikan dg sulfur.
Biasanya dikombinasikan Resorsinol bersifat
dengan resorsinol. antibakteri, antijamur dan
Digunakan 1 3x sehari, keratolitik bila dikombinasi
penggunaannya dibatasi dengan sulfur.
karena memberikan rasa
tidak nyaman (warna
kuning, bau tidak nyaman).
Tidak seefektif benzoil
peroksida.
TATALAKSANA TERAPI
TERAPI FARMAKOLOGIS:

E. ASAM ALFA
HIDROKSI
Asam glikolat, asam laktat
dan asam sitrat.
Tidak dapat menembus
polisebasus utk
menghasilkan efek
komedolitik.
Tersedia dalam beberapa
konsentrasi 4% - 10%.
Dapat meningkatkan hidrasi
kulit an turgor kulit.
Menyebabkan deskuamasi
(pengelupasan kulit) dan
KASUS

Nn.Y datang ke apotek mengeluhkan jerawat


pada wajahnya. Kemudian Nn. Y menceritakan
pengalamannya yang sering berganti kosmetik
dari dokter satu ke dokter yang lain, sehingga
keluhan tentang jerawatnya bukan berangsur
sembuh malah semakin bertambah. Nn. Y juga
sangat suka makan gorengan dan Nn. Y
menanyakan obat yang cocok untuk jerawat di
wajahnya.
ANALISA SOAP

SUBYEKTIF : OBYEKTIF :
Ny.Y mengeluhkan -
jerawat pada wajah.
Riwayat Ny.Y sering
berganti kosmetik dari
dokter.
ANALISA SOAP
ASSESMENT : PLAN :
Jerawat disebabkan Disarankan menggunakan
karena Ny. Y berganti produk Benzolac, karena
ganti kosmetik dari satu mengandung benzoil
dokter ke dokter yang peroksida 2,5%.
lain. Hal yang perlu
diperhatikan :Hindari
kontak dengan mata,
mulut dan mukosa.
Efek yang tidak
diinginkan :Iritasi kulit.
Cara penggunaan :
dioleskan 2x sehari pada
bagian jerawat.
KIE

KIE :
Mengurangi makanan berlemak, mengandung MSG,
dan junkfood,
Menghindari begadang,
Mengkonsumsi sayur dan buah-buahan,
Olahraga,
Pola hidup sehat,
Menggunakan krim dengan cara dioleskan 2x sehari
pada bagian jerawat yang telah dibersihkan.

TERIMA KASIH