Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH SABUK DAN RANTAI

Untuk memenuhi tugas elemen mesin

OLEH :
AFIF SYAFFRUDIN
EKO SUPRIANTO
SARASWATI REGINA PUTRI
WILDANI

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
SEPTEMBER, 2016

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

1
Transmisi

adalah suatu alat untuk meneruskan tenaga dan putaran dari poros satu ke poros yang
lain dan dibantu dengan alat yang sesuai kebutuhan , misalnya alat itu adalah rantai, sabuk,
kopling, dll.

Secara umum transmisi di bedakan menjadi 2 macam yaitu :

1. Transmisi langsung
Transmisi langsung digunakan untuk menyalurkan tenaga dan putaran pada jarak
yang dekat and posisi yang segaris antara poros penggerak dengan yang digerakkan. Sistem
ini sering disebut dengan transmisi roda gigi, karena cara kerjanya kontak secara langsung
antara elemen poros penggerak dengan yang digerakan.
Adapun kelebihan dan kelemahan pada transmisi ini di antaranya:
a. kelebihan
- tidak terjadi slip
- dapat memindahkan daya yang besar
- dapat digunakan untuk putaran tinggi dan tepat
- ringkas tidak memerlukan tempat yang luas
- dapat memindahkan daya dengan putaran stabil
b. kelemahan
- perlu ketelitian tinggi dalam perencanaannya, sampai perawatannya.
- Biaya pembuatan yang cukup mahal.

2. Transmisi Tak Langsung


Pada transmisi ini tidak terjadi kontak elemen poros dengan poros yang digerakkan
melainkan melalui elemen suatu transmisi yang menghubungkan kedua poros. Transmisi ini
digunakan jika kedua poros letaknya saling berjauhan.
Adapun kelebihan dan kelemahan pada transmisi ini di antaranya:
a. kelebihan
- dapat meneruskan daya antara poros yang berjauhan
2
- tidak perlu ketelitian yang tinggi dalam perencanaan
- biaya pembuatan dan perewatannya cukup murah
b. Kelemahan
- memerlukan tempat yang lebih luas
- lebih sering terjadi slip
- tidak dapat digunakan dengan putaran tinggi.

Gambar Sabuk dan Rantai yang perupakan contoh Tansmisi Tidak Langsung

Transmisi Sabuk (Belt)


Transmisi sabuk adalah suatu peralatan dari mesin yang bekerjanya berdasarkan dari
gesekan. Melalui gesekan antara puli dan sabuk penggerak, gaya melingkar dapat dipindahkan
dari puli penggerak ke puli yang digerakan.Tenaga/daya/momen puntir ditransmisikan dari
poros yang satu keporos yang lain melalui sebuah belt yang melingkar pada puli yang
terpasang pada poros. Kedudukan poros yang satu dengan poros yang lain dapat sejajar
ataupun menyilang. Kemampuan transmisi dari system ini sangat ditentukan oleh karakter
gesekan antara sabuk dan permukaan puli. Oleh sebab itu besarnya gaya tegang dalam
sabuk(yang mengakibatakan tegangan tarik) menentukan besarnya momen puntir yang dapat
ditransmisikan.

Keuntungan Dari Sistem Transmisi Belt (dibandingkan dengan sistem transmisi roda
gigi atau rantai):
1. Tidak berisik.
2. Dapat menerima dan meredam beban kejut.
3. Jarak poros tidak tertentu.
4. Dipandang dari segi konstruksi dan pembuatan, mudah dan murah.
5. Hanya memerlukan sdikit perawatan (tanpa menggunakan pelumas).
Kerugian dari system transmisi Belt:
1. Slip yang terjadi mengakibatkan rasio angka putaran tidak konstan.

3
2. Diukur dari besarnya tenaga yang ditransmisikan, system transmisi sabuk memerlukan
dimensi/ukuran yang lebih besar daripada system transmisi roda gigi maupun rantai.
Jenis Sabuk
Meskipun ada banyak jenis sabuk digunakan hari ini, namun berikut ini adalah penting
dari sudut pandang subjek:
a. Sabuk datar (Flat Belt)
Flat belt umumnya dipakai pada crowned pulleys, sabuk ini lebih tenang dan efisien
pada kecepatan tinggi, dan juga mampu mentransmisikan sejumlah daya yang besar
pada jarak pusat pulley yang panjang.

Konfigurasi Transmisi Flat Belt :


1. Open Belt drive
Digunakan untuk poros sejajar dan berputar
dalam arah yang sama

2. Crossed or twist belt drive


Untuk poros sejajar dan berputar berlawanan
arah. Karena belt saling bergesekan maka belt
menjadi cepat aus dan sobek. Jarak poros
dibatasi maksimum 20 kali lebar belt dan
kecepatan maksimim 20 meter/s
3. Quarter turn belt drive
Untuk poros yang bersilangan tegak lurus dan
berputar dalam arah tertentu. Lebar pulley harus
lebih dari 1,4 kali lebar sabuk.

4. Belt drive with idler pulleys


Untuk memperbesar sudut kontak jika jarak
poros cukup panjang. Dengan cara ini dapat
digunakan untuk perbandingan kecepatan tinggi,
dan untuk menambah tarikan belt.
5. Fast and loose pulley drive

4
Digunakan jika poros yang digerakkan dapat
dihentikan atau diputar.

6. Stepped or cone pulley drive


Digunakan untuk mengubah kecepatan putaran
poros yang digerakkan sementara putaran poros
penggerak tetap.

b. V-belt.
Sabuk-V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium, digunakan
sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk-V dibelitkan di keliling
alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang sedang membelit pada puli ini
mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar.
Gaya gesekan juga akan bertambah karena pengaruh bentuk sabuk, yang akan
menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relative rendah. Hal ini
merupakan salah satu keunggulan sabuk-V dibandingkan dengan sabuk rata.
Konstruksi dan ukuran penampang sabuk-V

5
C. Timing Belt (Sabuk Gilir)
Sabuk gilir terdiri atas sabuk dengan gigi yang
digerakkan dengan sproket pada jarak pusat sampai
mencapai 2 m, dan meneruskan putaran secara tepat
dengan perbandingan 1/1 sampai 6/1. Batas
maksimum kecepatan sabuk gilir kurang lebih 35 m/s
dan daya yang dapat diransmisikan adalah sampai 60
kW.
Dengan sabuk gilir transmisi dapat dilakukan dengan
perbandingan putaran yang tepat seperti pada roda gigi. Sabuk ini lebih sering digunakan
dalam perusahaan dan Pabrik dimana sebagian besar tenaga yang dihasilkan akan dipindahkan
dari satu puli ke puli yang lain. Karena itu sabuk gilir telah digunakan secara luas dalam
industri mesin jahit, computer, mesimn foto copy, mesin tik listrik dan sebagainya.
Transmisi sabuk gilir bekerja atas dasar gesekan belitan dan mempunyai beberapa
keuntungan karena murah harganya, sederhana konstruksinya, dan mudah untuk mendapatkan
perbandingan putaran yang diinginkan. Karena sabuk gilir dapat melakukan transmisi mengait
seperti roda gigi atau rantai, maka dapat diperoleh gerakan dengan perbandingan putaran yang
tetap.

Koefisien gesek antara puli dan sabuk


Koefisien gesek antara sabuk dan puli tergantung berdasar pada faktor berikut .
1. Bahan sabuk,
2. Bahan puli,
3. Gelincir sabuk, dan
4. Kecepatan sabuk.
Koefisien gesek antara sabuk kulit dan puli besi, pada titik gelincir dapat diambil persamaan:
42.6
= 0.54
152.6 +
dimana v = kecepatan sabuk dalam m/sec.
Berikut ini table nilai koefisiensi gesek untuk bahan pada sabuk :
Bahan sabuk Bahan puli besi cor Kayu Kertas Kulit karet
Kering Basah Lemak press
Kulit oaktaneed 0-25 0-2 013 0-3 0-33 0-38 0-40

6
Kulit chrome 035 0-32 022 0-4 0-45 0-48 0-50
Kanvas 0-20 0-15 0-12 023 0-25 0-27 0-30
Kapas 0-22 0-15 0-12 0-25 0-28 0-27 0-30
Karet 0-30 0-18 - 0-32 0-35 0-40 0-42
Balata 0-32 0-20 - 0-35 0-33 0-40 0-42

Perbandingan Kecepatan

Karena kecepatan linier pada kedua puli sama, maka: D1n1 D2n2

Dan perbandingan putaran antara kedua puli menjadi: n2 D1



n1 D2
Dengan:
N2 = putaran poros yang digerakkan
N1 = putaran poros penggerak
D2 = diameter pulley yang digerakan
D1 = diameter pulley penggerak
n2 D1 t
Jika tebal belt (t) perlu dipertimbangkan, maka:
n1 D1 t

Jika faktor slip (s) dimasukkan, maka: n2 D1 t 1 s


n1 D1 t 100

Dengan : s = faktor slip total utuk kedua roda

Panjang sabuk

Transmisi terbuka

(r r ) 2
L (r1 r2 ) 2 x 1 2
x

Untuk sistem bersilangan

(r r ) 2
L (r1 r2 ) 2 x 1 2
x

7
Daya yang ditransmisikan oleh sabuk:

Jika puli A menggerakkan puli B, maka dengan arah putaran searah jarum jam, maka tarikan
belt F1 lebih besar dari pada F2. Hubungan F1 dan F2 dapat dinyatakan dengan:

F1
e
F2

Dengan: = koefisien gesek

= sudut kontak antara belt dan pulley yang kecil


F1 Fc
Jika efek sentrifugal diperhitungkan maka tegangan belt menjadi: e
F2 Fc
Dengan Fc = tarikan sentrifugal, dan w 2
Fc V
g
w adalah berat sabuk per satuan panjang

Daya yang ditransmisikan oleh belt adalah: P = (F1-F2) V

Dengan: F1 = Tarikan belt pada sisi tegang


F2 = Tarikan belt pada sisi yang kendor
V = Kecepatan keliling belt
e 1
Daya juga dapat dihitung dengan persamaan: P ( F1 Fc ).V
e
Torsi pada puli penggerak = (F1 - F2) r1,
dan pada puli yang digerakkan = (F1F2) r2
Lebar sabuk ditentukan berdasarkan tarikan maksimum, dan tegangan yang diijinkan,
karena: F1 = Sw.b.t
Dengan: Sw = tegangan yang diijinkan
b = lebar sabuk
t = tebal sabuk