Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Latar Belakang

1
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Nasionalisme Cina


Dengan masuknya bangsa kulit putih, masuk juga paham-paham dan aliran-aliran
Barat kedalam Tiongkok. Paham-paham ini dipelajari dan dianut oleh kaum terpelajar
sehingga muncul angakatan baru yang berpaham modern. Cita-cita mereka adalah Tiongkok
baru, modern dan jaya. Munculnya nasionalisme rakyat Tiongkok disebabkan oleh rakyat
Tiongkok sangat kecewa terhadap pemerintahan Manchu yang kolot dan lemah.1

Bukti kelemahan pemerintahan Manchu adalah:

1. Dalam Perang Jepang-Tiongkok (1894-1895) Tiongkok dengan mudah dikalahkan


oleh Jepang.
2. Dalam Perang Rusia-Jepang (1904-1905) yang terjadi dalam daerah Tiongkok
(Manchuria, Korea, Shantung), Tiongkok tidak berani melakukan protes.
3. Pemerintahan Manchu akhirnya menjadi boneka bagi kepentingan asing daripada
mengutamakan kepentingan rakyat.

Hal itu menyebabkan kekecewaan rakyat dan menimbulkan kebencian terhadap


pemerintahan Manchu. Dari kebencian tersebut timbul nasionalisme Tiongkok. Nasionalisme
tersebut semakin diperkuat oleh kemenangan Jepang atas Rusia (1905), sebagai bukti bahwa
bangsa Timur dapat megalahkan bangsa Barat. Sejak saat itu pemuda Tiongkok banyak
belajar ke Jepang. Pelajar-pelajar inilah yang menjadi pendorong dan pendukung revolusi
Nasional Tiongkok.2

Nasionalisme Cina berawal dari jatuhnya kekuasaan Manchu. Serangakaian gerakan


perlawanan dilakukan oleh orang-orang Tionghoa terhadap kekuasaan Manchu.
Pemberontakan ini terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

1. Pemerintah Manchu lemah terhadap bangsa sing,


2. Kemiskinan rakyat jelata akibat pemerintahan feodal bangsa Manchu,
3. Munculnya keinginan dari rakyat untuk membangun masyarakat baru yang bahagia.3

1
Soebantardjo. 1962. Sari Sejarah (Asia-Australia). Yogyakarta: Bopkri. Hal 27.
2
Ibid, hal 28.
3
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur. Padang: UNP PRESS. Hal 47.

2
Pemberontakan Tai Ping (1850-1864) mengawali gerakan menentang kekuasaan
Manchu yang dipimpin oleh Hung Siu-Tsywan. Pada awal pemberontakannya ia mendapat
memperoleh kemenangan. Dalam pemberontakan ini, Nanking dapat direbut dan dijadikan
sebagai ibukota kerajaannya. Pemberontakan ini berakhir dengan kekalaha pasukan Tai Ping.

Gerakan-gerakan lainnya terus muncul untuk menyingkirkan kedudukan kaisar


Manchu dan mengusir bangsa-bangsa Barat. Gerakan itu diantaranya yaitu gerakan Tinju
Keadilan yang dikenal dengan nama pemberontakan Boxer. Pemberontakan ini mendapat
bantuan dari Ratu Tze Syi (wali dari Kaisar Kwang Syu) yang didasari atas anjuran Jenderal
Yuan Shih Kai yang ingin melepaskan kerajaannya dari campur tangan asing (barat).
Pemberontakan ini meletus di Peking dan menyerang kedutaan-kedutaan asing. Sedangkan
diluar Peking dan di provinsi-provinsi terjadi pembantaian terhadap orang-orang kristen.
Keadaan ini menimbulan reaksi dari negara asing yang terdiri dari Jerman, Perancis, Inggris,
Rusia, Inggris, Amerika, Australia, Italy dan Jepang. Negara-negara tersebut mengirimkan
pasukan internasional untuk menyelamatkan kedutaan-kedutaan besar.

Kelemahan yang dialami dalam struktur organisasi pemerintahan dinasti Manchu,


dimanfaatkan oleh para penggerak nasionalisme Cina. Salah satu tokoh yang berjasa dalam
pergerakan ini yaitu Dr.Sun Yat Sen. Setelah melanjutkan pelajarannya di Medical College
(sekolah dokter) di Hongkong. Sejak waktu itu ia mencurahkan segenap tenaga dan jiwanya
untuk menolong negara dan mendirikan sebuah republik. Ketika pemerintah Manchu
mengetahui bahwa ia adalah seorang pemberontak, ia diberi hukuman mati dan barangsiapa
yang dapat menangkap dia hidup atau mati ia akan diberi hadiah. Tetapi ia dapat melarikan
diri dan mengembara lama sekali di negeri asing.

Selama pelariannya ia banyak berdiskusi dengan orang-orang Tionghoa yang


dijumpainya, ia berusaha menginsyafkan mereka supaya bekerja untuk memperbaiki nasib
dan bangsanya dan menyokong gerakannya dengan uang. Banyak orang yang percaya
kepadanya dan banyak orang Tionghoa memberikan bantuan kepadanya sekuatnya. Petani
dan tukang cuci menyumbangkan uang simpanannya yang telah dikumpulkan bertahun-tahun
dengan susah payah. Banyak orang Tionghoa lain yang kaya memberikan sokongan berupa
uang. Dr. Sun juga bekerja di Jepang, jika ia dapat menyeludup masuk ke negerinya ia
memperbincangkan dasar cita-cita mereka. Sedikit demi sedikit bangsa Tionghoa laki-laki

3
maupun perempuan menjadi sadar dan setuju dengan cita-citanya untuk mendirikan republik
dan sanggup mengorbankan jiwa dan raganya jika terjadi pemberontakan.4

B. Revolusi Cina 1911


Adanya serangkaian pemberontakan, membuka ruang bagi para nasionalis Cina
pimpinan Dr. Sun Yat Sen untuk mencapai maksudnya, yaitu mendirikan suatu republik.
Pada tahun 1905 ia mengemukakan teori San Min Chu- I nya, Tiga Asas Rakyat di
hadapan Mahasiswa Tionghoa di Brunsel. Kemudian di Jepang juga didirikan sebuah
organisasi yaitu Chung Kuomintang Tung Meng Hui (perkumpulan covenant Tionghoa) di
Tokyo oleh Dr. Sun Yat Sen setelah kembali dari Eropa.

Gerakan nasional yang dikenal dengan revolusi Tiongkok ini, berawal dari
permasalahan orang-orang Tionghoa (bangsawan) meminta izin kepada pemerintah Manchu
untuk membuka jalan kereta api di Sze-Chwan. Permintaan ditolak, namun diberikan kepada
kongsi gabungan bangsa asing (kepada Inggris, Perancis, Jerman dan Amerika). Rakyat
Tiongkok marah dan pada 10 Oktober 1911 meletuslah revolusi di Wuchang.5 Dalam
peperangan melawan kekuasaan Manchu tersebut, para tentara Tionghoa berhasil merebut
bagian-bagian yang penting dari Manchu seperti kota-kota dan tempat-tempat pabrik senjata.
Pemerintahan Manchu kemudiam memanggil Yuan Shi Kai yang sebelumnya telah dipecat
oleh regen Chun, karena telah mengkhianati kaisar Kuang Hsu. Pada 14 Oktober 1911, ia
kemudian diangkat menjadi raja muda Hukuang untuk dengan tugas memadamkan
pemberontakan. Namun ia tidak melakuakan tindakan-tindakan yang cepat, sehingga
semangat revolusi menjalar ke seluruh negeri. Pada 22 Oktober 1911, Dewan Nasional kaum
revolusioner mengadakan sidang di Peking yang menghasilkan resolusi yang meminta supaya
kaum keluarga kaisar tidak diberi hak untuk menjadi anggota kabinet, dan dibentuk suatu
kabinet yang bertanggung jawab serta partai-partai politik diperbolehkan berdiri dan berkerja.

Pada 29 Desember 1911, ketika pertempuran antara kuam revolusioner dengan


Manchu mulai berakhir dengan kemenangan di pihak revolusioner, wakil-wakil provinsi yang
mendukung pihak revolusioner mengadakan rapat di Peking. Dalam rapat tersebut ditetapkan
Dr. Sun Yat Sen sebagai presiden dari pemerintahan sementara Republik Tiongkok. 6 Dr. Sun
Yat Sen dikenal sebagai bapak revolusi Tionghoa. Ia dipercaya oleh rakyat dan mempunyai

4
Seeger, Elizabeth. 1952. Sedjarah Tiongkok Selajang Pandang (Jakarta: Groningen). Hal 333.
5
Soebantardjo. 1962. Sari Sejarah (Asia-Australia). Yogyakarta: Bopkri. Hal 29.
6
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur. Padang: UNP PRESS. Hal 64-66.

4
keyakinan bahwa rakyat memiliki kemampuan untuk membangun suatu pemerintahan.
Dalam beberapa tahun ia menyebarkan ide, bahwa orang Tionghoa harus mempunyai suatu
suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Ia menyebarkan ke seluruh
Tiongkok yang ia namakan Tiga Prinsip Rakyat Tiongkok yaitu San Min Chu-I (Salun min
jonce). Tiga prinsip itu terdiri dari Nasionalisme, demokrasi dan nasionalisme. Nasionalisme
artinya cinta tanah air, demokrasi artinya pemerintahan oleh rakyat, dan sosialisme artinya
pemerataan kemakmuran untuk seluruh rakyat Tiongkok dengan pembagian kekayaan secara
merata.7 Pada 1 Januari 1912, Dr. Sun Yat Sen di ambil sumpah sebagai presiden di
Nangking, sehingga Republik Tiongkok mulai berdiri pada tanggal 1 Januari 1912.

Pemerintahan Manchu mengerti bahwa kedudukannya sulit untuk dipertahankan.


Pada 12 Februari 1912 ibu suri Lung Yu mengeluarkan maklumat yang isinya menyerahkan
kedaulatan kepada seantero rakyat Tiongkok serta menyatakan bahwa selanjutnya
pemerintahan akan berbentuk republik, dan Yuan Shi Kai diberikan kekuasaan penuh untuk
membangun suatu pemerintahan sementara. Inilah yang kemudian ikut mempengaruhi
pengunduran diri Dr. Sun Yat Sen sebagai presiden dari pemerintahan sementara Republik
Tiongkok.

Pada tanggal 14 Februari 1912, Dr. Sun Yat Sen memajukan permintaan berhenti
secara tulus kepada Dewan Nasional di Nanking. Permintaan ini dilatarbelakangi adanya
dualisme kekuasaan di Tiongkok yaitu Yuan Shih Kai di Utara dan Dr. Sun Yat Sen di
Selatan. Yuan Shih Kai berkuasa menurut kekuatan sabda ibu suri dan Dr. Sun Yat Sen
berkuasa karena pertunjukannya oleh kaum revolusioner. Apabila Yuan Shih Kai betul-betul
menurut sabda tersebut dan membentuk pemerintahan sementara, akibatnya adalah perang
saudara. Dengan meletakkan jabatannya sebagai presiden dan menyerahkan kepada Yuan
Shih Kai, maka Dr. Sun Yat Sen telah menghindari suatu perang saudara di Tiongkok.8

C. Berdirinya Partai Besar di Cina

1. Berdirinya Partai Kuomintang


Dengan diberikan jabatannya oleh Dr.Sun Yat Sen kepada Yuan Shih Kai, ia berharap
Yuan dapat menjalankan tiga prinsip dasar rakyat (San Min Chu-I) yaitu nasionalisme,
demokrasi, dan sosialisme. Akan tetapi keinginannya tidak dilaksanakan oleh Yuan Shih Kai.

7
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur. Padang: UNP PRESS. Hal 49-50.
8
Ibid, hal 64-67.

5
Ia mulai membelokkan sistem pemerintahan Cina dari republik kembali kekaisaran.
Akibatnya muncul protes dari kalangan masyarakat yang berwujud pemberontakan kepada
Yuan yang diktator. Rakyat mendesak agar Yuan meletakkan kembali jabatannya.
Karena Yuan bertentangan dengannya, Dr. Sun Yat Sen kecewa dan melanjutkan
kembali Chung Kuomintang Tung Meng Hui yang telah lama dibentuknya di Tokyo menjadi
sebuah partai yang bernama partai Kuomintang dengan dasar utamanya yaitu San Ming Chu-I
atau tiga prinsip dasar. Setelah Yuan Shih Kai meninggal (1916), Dr. Sut Yat Sen mengambil
alih pemerintahan yang berada di selatan. Dan ketika Dr. Sun Yat Sen meninggal
kelangsungan Kuomintang dilanjutkan oleh Chiang Kai Sek.9

2. Berdirinya Partai Kungchantang


Partai Kungchantang atau Partai Komunis Cina (PKC) didirikan tanggal 1 Juli 1912.
Pengesahan berdirinya partai ini dilakukan di atas sebuah perahu di sebuah danau di
Shanghai. Salah seorang pendirinya yaitu Li Li Shan. Berdrinya partai ini tidak lepas dari
peran yang dimainkan oleh pihak komintern yang sengaja mengutus JFM Sneovielt alias
Maring ke Cina untuk membantu mendirikan partai-partai komunis di beberapa negara di
Asia.

Pada bulan Mei 1920 anggota penting partai komunis bertemu, yang terdiri dari
berbagai spektrum pemikiran sosialis, anarkis, progresif, dan bahkan ada yang berasal dari
Kuomintang. Sebagai kedok untuk melancarkan gerakannya, mereka membentuk dua front
organisasi, yaitu kantor berita Cina-Uni Soviet dan sebuah sekolah bahasa asing. Kemudian
bermunculan kelompok komunis di seluruh Cina. Persoalan kemudian berubah ketika Sun
digantikan oleh Chiang Kai Sek dalam memegang komando atau Kuomintang. Ketika Chiang
Kai Sek hendak menggembleng tentaranya ia pergi ke Rusia untuk meminta bantuan dan ia
kagum ketika melihat balatentara Rusia yaitu tentara merah. Sekembalinya di tanah air ia
membentuk sebuah tentara yang baik dan kuat dan tidak ada banding di seluruh Tiongkok.

Beberapa tahun lamanya partai Kuo Min Tang dan partai Kungchantang bekerja
bersama di daerah selatan, tetapi ketika Chiang Kai Sek mulai gerakannya ke utara mulai
muncul perpecahan diantara mereka. Orang komunis menghendaki pemerintahan secara
komunis dalam negara kesatuan yang akan dibentuk, tetapi Chiang hendak melaksanakan tiga
asas dari Dr. Sun Yat Sen dengan caranya sendiri. Akibatnya kerja sama antara keduanya

9
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur. Padang: UNP PRESS. Hal 67-69

6
mengalami hambatan, bahkan kemudian pecah dan berakhirnya Front Persatuan I Tahun
1927. Implikasinya lebih parah lagin bagi kaum komunis, karena sejak itu Kungchangtang
dinyatakan sebagai partai terlarang. Pasalnya , Kungchantang dituding sebagai dalang dari
berbagai pemogokan dan kerusuhan yang terjadi di daerah perkotaan.10

Aksi menghindarkan diri dari gempuran Kuomintang pada tahun 1934 sambil mencari
simpati rakyat dikenal dengan Perjalanan Tempur Panjang (Long March ), yang melibatkan
sekitar 10.000 pasukan di bawah Jenderal Zhu De. Selama perjalanan mereka melewati
sekitar 24 buah sungai, 18 buah bukit dan gunung yang tinggi, 20 perbatasan propinsi dan
melintasi sepuluh daerah yang dikuasai oleh lawan. Selain itu, tekanan militer terus dilakukan
oleh paskan Chiang Kai Sek terhadap Kungchantang, telah membuat partai itu nyaris punah
dari Cina. Tetapi dengan adanya penyerbuan Jepang ke Cina pada tahun 1937, gempuran
terhadap Kungchantang berkurang dan bahkan invansi Jepang tersebut memaksa kedua kubu
ang sedang bersiteru itu untuk membentuk sebuah front persatuan guna menghadapi Jepang.11

D. Perang dengan Jepang (1937)

Revolusi Cina mendapat berbagai macam rintangan yang menyulitkan pelaksanaan


tiga asas Dr. Sun Yat Sen. Rintangan tersebut diantaranya: ketika Dr. Sun Yat Sen
menyerahkan pimpinan Republik kepada Yuan Shih Kai, terjadinya perpecahan antara Kuo
Min Tang dan Kungchantang, dan mereka juga dihadapkan dengan kedatangan militer
Jepang. Sehingga membuat mereka harus berperang melawan Jepang.

Penyebab perang dengan Jepang:

1. Jepang telah menjadi negara industri, mereka membutuhkan bahan mentah. Untuk
mendapatkan bahan mentah mereka mengarahkan tujuannya ke Cina, selain untuk
mendapatkan bahan mentah di sana mereka juga ingin mengusir bangsa Amerika dan
Eropa keluar dari daerah itu.
2. Bangsa Tionghoa menolak untuk menyerahkan negaranya kepada Jepang seperti yang
diminta Jepang.
3. Jepang tidak mau melepaskan tuntutannya akan bertindak secara lain yaitu dengan
cara merampas untuk mencapai tujuannya

10
Seeger, Elizabeth. 1952. Sedjarah Tiongkok Selajang Pandang (Jakarta:Groningen). Hal 342.
11
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur. Padang: UNP PRESS. Hal 70-71.

7
Pada tahun 1931, Tiongkok dalam keadaan perang saudara. Sehingga Jepang
menyerang Manchuria dan merampasnya dengan tidak banyak rintangan. Sesudah menyerang
Manchu Jepang menerobos Tiongkok Utara. Bangsa Tionghoa berusaha sedikit sekali untuk
merintangi gerakan Jepang, dan sebagian mereka mulai sadar akan kekurangan kekuatan
untuk melawan Jepang. Tetapi Chiang Kai Sek masih melawan dan menggempur kaum
komunis, ia berpendapat bahwa Tiongkok harus bersatu untuk melawan musuh dan berharap
kaum komunis menyerah kepadanya. Tetapi kaum komunis tidak mau menyerah kalah,
keadaan demikian berlangsung selam empat sampai lima tahun Chiang terus menggempur
komunis sementara itu Jepang menguasai Tiongkok Utara dan berbuat sesuka hatinya.12

Pada tahun 1936 terjadi pemberontakan dalam tentara Nasional di Sian. Chiang Kai
Sek datang untuk menyelesaikannya, tetapi ia ditawan oleh Tsang Hsue-laing yang menuntut
supaya Chiang Kai Sek memberhentikan perangnya terhadap komunis dan memusatkan
kekuataan untuk mengempur Jepang. Akhirnya terjadi perundingan antara nasionalis dengan
komunis di Sian yang berhasil mendamaikan nasionalis dan komunis. Kedua pihak bersatu
untuk mengempur Jepang.13

Dalam perang dengan Jepang, bangsa Tionghoa mengalami kesulitan karena tentara
Jepang sudah terdidik dan bersenjata lengkap. Mereka berusaha untuk mendapatkan bantuan
dari negara lain, tetapi sia-sia. Amerika dan negeri Eropa menjual alat-alat perang kepada
Tiongkok tetapi mereka mengirim lebih banyak lagi kepada Jepang. Terutama Amerika
menjual paling banyak bensin dan besi kepada Jepang yang sangat dibutuhkannya untuk
berperang. Meskipun demikian Tiongkok tidak berniat menyerah kalah, dengan semangat
nasionalisme dan keinginan bebas dari penjajah membuat mereka terus berjuang.

Hampir semua bangsa Tionghoa ikut berperang mulai dari petani, mahasiswa, atau
orang pelarian dari kota. Mereka berperang secara gerilya, mereka berusaha mengeluarkan
kereta api yang membuat mesiu dari relnya, atau menghancurkannya dengan dinamit,
mendirikan rintangan di jalan, merusak jembatan, memotong kawat telepon, sehingga Jepang
merasa tidak aman di daerah yan didudukinya. Tahun 1939 terjadi perang Dunia II yang
melibatkan Jepang, dalam perang tersebut Jepang mengalami kekalahan. Dengan dijatuhinya
bom atom di kota Hirosima dan Nagasaki membuat Jepang terpukul dan seluruh tentaranya

12
Seeger, Elizabeth. 1952. Sedjarah Tiongkok Selajang Pandang (Jakarta:Groningen). Hal 345-347.
13
Soebantardjo. 1962. Sari Sejarah (Asia-Australia). Yogyakarta: Bopkri. Hal 35

8
yang tersebar di Tiongkok, Manchuria dan di daerah jajahannya yang lain, meletakkan
senjata.14

E. Perang Saudara

Selama perang dunia II kaum komunis Tiongkok bersatu dengan tentara Chiang Kai
Sek. Mereka ingin membebaskan Tiongkok dari kekuasaan Jepang. Ketika Jepang menyerah
pada tahun 1945, kaum komunis tidak cukup kuat untuk mengambil alih seluruh wilayah
Tiongkok. Mereka setuju untuk bekerjasama dengan kaum nasionalis untuk membangun
kembali Tiongkok. Namun kaum komunis dan nasionalis masih terlibat konflik satu sama
lain.

Amerika serikat berusaha untuk mewujudkan perdamaian di Tiongkok. Bulan


Desember 1945, Presiden Truman mengirim Jendral George Marshall ke Tiongkok untuk
mencoba meletakkan dasar perdamaian, tetapi gagal. Amerika membantu kaum nasionalis,
antara tahun 1945-1948 Amerika memberi bantuan senjata seharga lebih dari 2 juta dollar
kepada Tiongkok. Jumlah ini belum termasuk pinjaman Tiongkok sebanyak satu setengah
juta dollar selama perang. Perang saudara antara komunis dan nasionalis pecah dalam skala
yang besar dalam tahun 1947. Pada tahun 1949 kaum komunis mengalami kemenangan dan
mengalahkan kaum nasionalis. Mereka mendirikan suatu partai komunis di Peking tanggal 1
Oktober 1949 dan memerintah seluruh daratan Tiongkok.

Faktor penyebab kemenangan komunis antara lain:

1. Selama pendudukan Jepang (1937-1945), dua garis perjuanagan diterapkan oleh pihak
komunis. Di satu sisi mereka mengirimkan pasukan garis kota. Sedangkan pada garis
desa, mereka menjalankan program-program partainya.
2. Pemerintahan Chiang Kai Sek gagal menggunakan kekuatannya dengan baik. Banyak
pejabat resmi dalam pemerintahan korupsi. Penduduk Tionghoa miskin dan lelah
berperang dan pemerintah tidak member perhatian kepada rakyatnya.
3. Kaum komunis dalam beberapa tahun dalam keadaan sulit, dan banyak diantara
mereka yang dibunuh secara besar-besaran oleh Chiang Kai Sek. Untuk beberapa

14
Seeger, Elizabeth. 1952. Sedjarah Tiongkok Selajang Pandang (Jakarta: Groningen). Hal 347-353

9
tahun mereka tinggal di gua dan menyusun kekuatan, disiplin, dan mempersiapkan
diri untuk berperang habis-habisan.
4. Kaum komunis memiliki banyak Jenderal yang baik. Tahun 1948 kaum komunis
memperoleh kemenangan setelah kemenangan yang lain. Nanking, Hanechauw,
Shanghai, Canton dan Chungkiang jatuh ke tangan mereka.
5. Kaum komunis berhasil memberikan arahan kepada petani-petani Tionghoa. Bulan
Oktober 1947 kaum komunis menghimbau rakyat Tiongkok untuk melepaskan diri
dari pemerintahan Chiang Kai Sek dan membangun suatu Tiongkok yang baru.
6. Kaum komunis menerima bantuan dari Uni Soviet. Pada akhir perang dunia II tahun
1945, Rusia menyerahkan sejumlah besar senjata rampasan perang dari Jepang
kepada kaum komunis. Rusia membantu kaum komunis untuk menduduki Manchuria
dengan industri dan sumber daya alamnya menjadi basis untuk komunis Mao
Zendong.15

15
Bustamam. 2011. Sejarah Asia Timur (Padang:UNP Press). Hal 71-73.

10
PENUTUP

KESIMPULAN

Selama pemerintahan Manchu, hubungan Cina dengan dunia Barat mulai diadakan.
Hubungan ini dalam bentuk perdagangan. Akibat dari hubungan ini, bangsa Tionghoa
berkenalan dengan budaya, adat dan berbagai hasil produksi yang berasal dari Barat.
Pemerintahan Manchu yang lemah terhadap kekuasaan asing membuat kepercayaan bangsa
Tionghoa kapada pemerintah muali berkurang sehingga berdampak munculnya
pemberontakan. Kelemahan yang dialami dalam struktur organisasi pemerintahan dinasti
Manchu, dimanfaatkan oleh para penggerak nasionalisme Cina. Salah satu tokoh yang berjasa
dalam pergerakan ini yaitu Dr.Sun Yat Sen.
Pada tanggal 1 Januari 1912, Dr. Sun Yat Sen disumpah sebagai presiden Nanking,
sehingga Republik Tiongkok dianggap mulai berdiri pada tanggal 12 Januari 1912. Keesokan
harinya setelah pengangkatannya yaitu tanggal 2 Januari 1912, Dr. Sun Yat Sen
mengeluarkan proklamasi. Dalam proklamasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan
Manchu selama 200 berakhir semakin memburuk, sehingga rakyat Tiongkok dapat
menggulingkannya. Pada tanggal 14 Februari 1912, Dr. Sun Yat Sen memajukan permintaan
berhenti secara tulus kepada Dewan Nasional di Nanking. Permintaan ini dilatarbelakangi
adanya dualisme kekuasaan di Tiongkok yaitu Yuan Shih Kai di Utara dan Dr. Sun Yat Sen
di Selatan. Dengan meletakkan jabatannya sebagai presiden dan menyerahkan kepada Yuan
Shih Kai, maka Dr. Sun Yat Sen telah menghindari suatu perang saudara di Tiongkok.
Revolusi Cina mendapat berbagai macam rintangan yang menyulitkan pelaksanaan
tiga asas Dr. Sun Yat Sen. Rintangan tersebut diantaranya: ketika Sun menyerahkan pimpinan
Republik kepada Yuan Shih Kai, terjadinya perpecahan antara Kuo Mintang dan
Kungchantang, dan Tiogkok harus berperang mati-matian melawan musuhnya yaitu Jepang.

11
12