Anda di halaman 1dari 13

1

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

I. PENDAHULUAN

1.1. DEFINISI AKUNTANSI MANAJEMEN

Akuntansi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem pengendalian manajemen


yang integral. Institute of Management Accountants (1981) mendefinisikan akuntansi manajemen
sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, penganalisaan,
penyiapan, pengintepretasian, dan pengkomunikasian informasi finansial yang digunakan oleh
manajemen perencanaan, evaluasi, dan pengendalian organisasi serta untuk menjamin bahwa
sumber daya digunakan secara tepat dan akuntabel.

Statements on Management Accounting 1A tentang definisi akuntansi manajemen, dipaparkan


sebagai berikut:

The Process of identification, measurement, accumulation, analysis, preparation,


interpretation, and communication of financial information used by management to plan,
evaluate, and control within an organization and to assure appropriate use of and accountability
for its resources.

Chartered Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai


suatu bagian integral dari manajemen yang terkait dengan pengidentifikasian, penyajian, dan
pengintepretasian informasi yang digunakan untuk:

Perumusan strategi
Perencanaan dan pengendalian aktivitas
Pengambilan keputusan
Pengoptimalan penggunaan sumber daya
Pengungkapan (disclosure) kepada shareholders dan pihak luar organisasi
Pengungkapan kepada karyawan

1.2. RUANG LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK


2

Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi


akuntansi yang akan digunakan oleh manajer sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan
dan pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk
membantu manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat
tercapai.

Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak berbeda dengan
prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta. Akan tetapi, harus diingat
bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan sektor swasta, sehingga
penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa
modifikasi.

Perlindungan aset pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak
berbeda dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta. Namun, harus
diingat bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan sektor swasta
sehingga penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara
langsung tanpa modifikasi. Oleh karena itu, peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor
publik meliputi:

Perencanaan stratejik
Pemberian informasi biaya
Penilaian investasi
Penganggaran
Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif pelayanan (charging for
services)
Penilaian kinerja
3

II. PEMBAHASAN

2.1 Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi


2.1.1. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi

Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi.


Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik, taktis dan melibatkan aspek
operasional. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam
pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan.
Dalam organisasi sektor publik, lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen.
Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan
organisasi. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi
mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan
politik saat ini.
Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3
kelompok yaitu :
Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc
Informasi kuantitatif ataukah kualitatif
Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal
Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler, misalnya laporan
keuangan bulanan, triwulanan, semesteran atau bulanan. Sementara itu organisasi sektor
publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi
yang sifatnya segera. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang
sifatnya temporer.
Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara
penyampaiannya. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Mekanisme formalnya
misalanya melaului rapat-rapat dinas, rapat komisis dsb. Pada organisasi sektor publik,
saluran informasi lebih banyak bersifat formal, sedangkan informal relatif jarang dilakukan.
Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus
dilakukan oleh lembaga-lembaga publik, sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara
personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja.
4

2.1.2 Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi


Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara
ekonomis, efisien dan efektif, maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Pola
pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik
organisasi. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba, amak alat
pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain),
meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen.
Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa, sedangkan
untuk manajmen level atas bersifat normatif.
Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya
pengaruh politik yang besar, amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan
birokrasi. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi, efisiensi dan
efektivitas (value for money), akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam
pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran
moneter.
Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Informasi
akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan
informasi yang bersifat kuantitatif. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam
bentuk ukuran finansial, sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi
dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi
secara keseluruhan. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk
mengintegrasikan aktivitas organisasi.
Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan
informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan
akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Pengendalian keuangan
terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi, khususnya memastikan
bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. Pengendalian organisasi
diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi
organisasi yang telah ditetapkan. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih
luas diandingkan pengendalian keuangan. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak
5

sekedar informasi keuangan saja. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik,
informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian keuangan adalah berupa prediksi aliran kas
dan profitabilitas dari investasi tersebut. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi
dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi, sosial dan politik dari
investasi yang diajukan.

2.2 Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik


Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang
sama, sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Tanpa pengendalian
perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk
menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai. Sebaliknya tanpa pengendalian
perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan
sebagai pembanfding. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang
membentuk suatu siklus, sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan
terintegrasi dalam satu organisasi. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan
pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu :
1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendalian dan pengukuran
5. Pelaporan, analisis dan umpan balik
6

Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian


Manajerial Organisasi Sektor Publik

1. Perencanaan Tujuan dan


Susunan dan Dasar

Revisi/modifikasi

Tujuan dan Sasaran


2. Perencanaan Operasional
Dasar

Revisi Perencanaan
Operasional

5. Pelaporan Analisis dan


3. Pengangguran
Revisi Anggaran
Umpan Balik

Aksi

4. Pengendalian dan Pengukuran

Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan
informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan
pengendalian. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi :

a. Perencanaan strategik.
Pada tahap perencanaan stratejik, manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif
program yang dapat mendukung strategi organisasi. Peran akuntansi manajemen adalah
memberikan informasi untuk menentukan berapa biaya program (cost of program) dan
beberapa biaya suatu aktivitas (cost of activity), sehingga berdasarkan informasi akuntansi
tersebut manajer dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan
sumber daya yang dimiliki.
7

Akuntansi manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama
yaitu efisiensi biaya, kualitas produk, dan pelayanan (cost, quality and services). Untuk dapat
menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah, pemerintah
harus mengadopsi sistem informasi akuntansi manajemen yang modern. Namun tetap,
terdapat sedikit perbedaan antara sektor swasta dengan sektor publik dalam hal penentuan
biaya produk/pelayanan (product costing). Hal tersebut disebabkan sebagian besar biaya pada
sektor swasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara
langsung dengan output yang dihasilkan, sementara biaya pada sektor publik sebagian besar
merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak
memiliki hubungan langsung antara aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan.
Kebanyakan output yang dihasilkan di sektor publik merupakan intangible output yang sulit
diukur.
b. Pemberian informasi biaya.
Biaya (cost) dalam akuntansi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok,
yaitu:
Biaya Input: Biaya input adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan
pelayanan. Biaya input bisa berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku.
Biaya output: Biaya output adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan
produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Pada organisasi sektor publik output
diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan.
Biaya proses: Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Biaya
diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi.
Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu cost finding, cost recording,
cost analizing, strategic cost reduction dan cost reporting.
1. Cost finding,
Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan produk/ jasa layanan
2. Cost recording,
Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem
akuntansi organisasi
8

3. Cost analizing,
Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan
perikalku biaya, perubahan biaya dan volume kegiatan. Manajamen organisasi
harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi
efisiensi biaya.
4. Strategic cost reduction
Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for
money. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik
sebagai berikut :
Berjangka panjang. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka
paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi
budaya yang mampu bertahan lama
Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan
kepada masyarakat
Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya
Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas
program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik
merupakan tone form the top
5. Cost reporting.
Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada
pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam
suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Informasi
manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih
berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk
penghematan biaya. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan
memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability
organisasi sektor publik
c. Penilaian investasi.
Penilaian investasi di sektor publik pada dasarnya lebih rumit dibandingkan dengan di sektor
swasta. Teknik-teknik penilaian investasi yang digunakan di sektor swasta didesain untuk
organisasi yang berorientasi pada laba. Sementara organisasi publik merupakan organisasi
9

yang tidak berorientasi pada laba, sehingga terkadang teknik-teknik tersebut tidak dapat
diterapkan untuk sektor publik. Di samping itu sulit untuk mengukur output yang dihasilkan,
sehingga untuk menentukan keuntungan di masa depan dalam ukuran finansial (expected
return) tidak dapat (sulit) dilakukan.
Penilaian investasi dalam organisasi publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya-
manfaat (cost-benefit analysis). Dalam praktiknya, terdapat kesulitan dalam menentukan
biaya dan manfaat dari suatu investasi yang dilakukan. Hal tersebut karena biaya dan manfaat
yang harus dianalisis tidak hanya dilihat dari sisi finansialnya saja akan tetapi harus
mencakup biaya sosial (social cost) dan manfaat sosial (social benefits) yang akan diperoleh
dari investasi yang diajukan. Menentukan biaya sosial dan manfaat sosial dalam satuan
moneter sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, penilaian investasi dengan menggunakan
analisis biaya-manfaat di sektor publik sulit dilaksanakan. Untuk memudahkan, dapat
digunakan analisis efektifitas biaya (cost-effectiveness analysis).
d. Penganggaran.
Akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang
efektif. Terkait dengan tiga fungsi anggaran, yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik,
alat distribusi, dan stabilisasi, maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk
proses mengalokasikan dan mendistribusikan sumber dana publik secara ekonomis, efisien,
efektif, adil dan merata.
e. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging
for service).
Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan berapa biaya yang dikeluarkan untuk
memberikan pelayanan tertentu dan berapa tarif yang akan dibebankan kepada pemakai jasa
pelayanan publik, termasuk menghitung subsidi yang diberikan. Tuntutan agar pemerintah
meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan
merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik.
Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, dan
murah. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan,
tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin
baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
10

f. Penilaian kinerja.
Penilaian kinerja merupakan bagian dari sitem pengendalian. Penilaian kinerja dilakukan
untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang
sudah ditetapkan. Dalam tahap penilaian kinerja, akuntansi manajemen berperan dalam
pembuatan indikator kinerja kunci (key performance indicator) dan satuan ukur untuk
masing-masing aktivitas yang dilakukan.

2.3 Pembahasan Jurnal

Jurnal 1
Pengaruh Desentralisasi, Karateristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen &
Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kinerja Manajerial pada PT Alim Surya Steel (Jurnal
Ilmu Ekonomi Vol. 6 No. 2 September 2006 : 109-116, Erna S. & Tituk D.S, FE-
UPNVeteran Jatim).
Dari hasil pengujian secara parsial pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja
manajerial hal ini menunjukkan bahwa kinerja manajerial PT. Alim Surya Steel dipengaruhi
oleh ketidakpastian lingkungan. Lingkungan yang sangat dinamis saat ini merupakan
tantangan bagi PT. Alim Surya Steel. Hal ini sangat penting mengingat diagnosis yang
dilakukan dapat membantu para penyusun strategi untuk mengembangkan strategi terutama
untuk meningkatkan kinerja manajerial. Untuk itu perusahaan harus bisa mencari peluang
untuk meningkatkan kinerja manajerialnya.
Desentralisasi pada organisasi PT Alim Surya Steel sebaiknya dapat terus ditingkatkan
pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan model pendelegasian wewenang dengan pendekatan
desentralisasi akan mempercepat pengambilan keputusan. Disamping itu kualitas keputusan
yang diambil lebih baik karena diambil oleh orang yang paling mengetahui keadaan.Dengan
demikian dapat dikatakanbahwa desentralisasi didukung dengandidukung karakteristik
informasi sistemakuntansi manajemen dan ketidakpastianlingkungan yang tinggi akan
dapatmempengaruhi kinerja manajerial pada PTAlim Surya Steel.
11

Jurnal 2
Pengaruh Pengendalian Intern, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi
Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Bagian Keuangan (Studi Pada SKPD Kota
Dumai), (Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015, Vetty Rebecca TH Panjaitan).
1) Hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa variabel pengendalian
intern berpengaruh terhadap kinerja SKPD bagian keuangan.
2) Hasil pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa variabel kompetensi
sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja SKPD bagian keuangan.
3) Hasil pengujian hipotesis ketiga membuktikan bahwa variabel komitmen
organisasi berpengaruh terhadap kinerja SKPD bagian keuangan.
4) Hasil pengujian hipotesis keempat membuktikan bahwa variabel budaya
organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja SKPD bagian keuangan.
5) Pengendalian intern, kompetensi sumber daya manusia, komitmen organisasi dan
budaya organisasi secara bersama - sama (simultan) berpengaruh terhadap kinerja
SKPD bagian keuangan.
6) Hasil pengujian Adjusted R2 menjelaskan bahwa sumbangan pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen dapat menerangkan 32% variasi kinerja
Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD). Sedangkan sisanya 68% kinerja SKPD
dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model analisis
penelitian ini
Jurnal 3
Pengaruh Ketepatan Anggaran & Pengendalian Manajerial Sektor Publik pada Akuntabilitas
Kinerja SKPD (ISSN-2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universtitas Udayana 12.1 2015 : 50-63,
Made Astari Pradnya Dewi & Ni Luh Supadmi).
Ketepatan anggaran berpengaruh positif signifikan pada akuntabilitas kinerja SKPD.
Peningkatan ketepatan anggaran dalam perencanaan, evaluasi dan tindakan terhadap setiap
kegiatan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota Denpasar.
Pengendalian manajerial sektor publik berpengaruh dan positif signifikan pada
akuntabilitas kinerja SKPD. Peningkatan pencapaian kendali manajerial pada setiap bagian
yang terdapat di setiap dinas dan badan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota
Denpasar.
12

III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Prinsip akuntansi manajemen sektor publik pada dasarnya tidak memiliki banyak
perbedaan dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta. Akan
tetapi, harus diingat bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan
sektor swasta, sehingga penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat
diadopsi secara langsung tanpa modifikasi.

Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan
informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi. Dalam organisasi sektor publik, perencanaan dimulai
sejak dilakukannya perencanaan strategik, sedangkan pengendalian dilakukan terhadap
pengendalian tugas (task control). Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik
meliputi:

Perencanaan strategik
Pemberian informasi biaya
Penilaian investasi
Penganggaran
Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif pelayanan (charging
for services)
Penilaian kinerja
13

DAFTAR PUSTAKA

Bastian Indra (2005) , Akuntansi Sektor Publik- Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga
Erna & D.S, Tituk. 2006. Pengaruh Desentralisasi, Karateristik Informasi Sistem Akuntansi
Manajemen & Ketidakpastian lingkungan terhadap Kinerja Manajerial pada PT Alim
Surya Steel. Jurnal Ilmu Ekonomi. Volume. 6 Nomor. 2 september 2006. Halaman 109-
116. (online), (http://eprints.upnjatim.ac.id/2964/1/(7)_Pengaruh_Desentralisasi-
Tituk_jurnal.pdf, diakses 18 Agustus 2017)
Made Astari Pradnya Dewi & Ni Luh Supadmi. 2015. Pengaruh Ketepatan Anggaran &
Pengendalian Manajerial Sektor Publik Pada Akuntabilitas Kinerja SKPD. E-Jurnal
Akuntansi. Volume 12, Nomor 1, Halaman 50-63. 2015, ISSN-2302-8556. (online),
(https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/11308/9787, diakses 18 Agustus
2017)
Mahmudi. 2016. Akuntansi Sektor Publik, Edisi Revisi. Yogyakarta: UII Press
Mardiasmo (2005), Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta : Andi
Rebecca, Vetty TH Panjaitan. 2015. Pengaruh Pengendalian Intern, Kompetensi Sumber Daya
Manusia, Komitmen Organisasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Bagian
Keuangan (Studi Pada SKPD Kota Dumai), Jom FEKON. Volume 2, Nomor. 2
Oktober 2015. (online), (https://media.neliti.com/media/publications/34023-ID-pengaruh-
pengendalian-intern-kompetensi-sumber-daya-manusia-komitmen-organisasi.pdf, diakses 18
Agustus 2017).