Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-
NYA sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini, Shalawat beriringan salam penulis
hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari zaman
kebodohan kepada zaman yang berilmu pengetahuan seperti saat ini.

Dalam menyelesaikan makalah ini penulis banyak menemukan rintangan, namun


berkat kegigihan, bantuan dan motivasi yang penulis dapat sehingga penulis bisa
menyelesaikan makalah ini yang berjudul Penggunaan Hasil Tes. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat menantikan segala
masukan dan saran demi sempurnanya makalah yang penulis tulis.

Selanjutnya, ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah
memberikan masukan dan bantuan kepada penulis dalam menulis makalah ini. Terakhir
penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat untuk pembaca.

Padang, 13 September 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..... 1

DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN .. 4

A. Latar Belakang..4

B. Rumusan Masalah.4

C. Tujuan...5

BAB II PENGGUNAAN HASIL TES....6

A. Guru pembimbing (9 jenis layanan).....6

B. Guru mata pelajara...9

C. Wali kelas dan kepala sekolah.....10

D. Siswa ..

E. Orangtua siswa

F. Bagi pihak terkait

BAB III PENUTUP..12

A. Kesimpulan....................12

B. Saran..........13

Kepustakaan .........14
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
BAB II
PENGGUNAAN ASESMEN BK TES

Tes psikologis adalah pengukuran pengukuran/ tes yang dapat membantu para siswa
dalam meningkatkan pemahaman diri (self understanding), penilaian diri (self evaluation)
dan penerimaan diri (self acceptance).Tes psikologis adalah pemeriksaan psikologis yang
memeriksa kondisi seseorang yang digunakan untuk pengembangan.
Pengukuran psikologis umumnya menggunakan instrument yang telah baku
(standardized), yang dirancang untuk mendapatkan gambaran tentang salah satu aspek atau
lebih keadaan psikis seseorang. Instrumen yang telah dibakukan tersebut telah memiliki
aturan yang baku pula dalam cara pengadministrasian dan pemberian skor. Adapun asas-asas
yang perlu diperhatikan dalam pengukuran psikologis antara lain adalah sebagai berikut:
1. Instrument yang digunakan untuk mengadakan pengukuran psikologia yang harus
memenuhi syarat sebagai alat ukur yang baik. (valid, reliable, mempunyai tingkat
kesukaran yang memadai dan mempunyai daya beda yang memadai pula).
2. Penyelangaaraan pengukuran psikologis hendaknya dilakukan dengan memperhatikan
syarat-syarat pengukuran yang baik. Khusus untuk penggunaan alat ukur yang standar
disamping harus memperhatikan syarat-syarat penyelenggaraan pengukuran pada
umumnya hendaknya juga memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam
manual.
3. Data-data yang diperoleh dari pengukuran psikologis hendaknya diinterpretasikan atas
dasar norma yang telah dtetapkan.
4. Perbedaan ndividu. Asas dai pengukuran psikologis adalah usaha untuk menetapkan
suatu tingkatan, sampai sejauh mana seseorang berbeda antara yang satu dengan yang
lainnya.
5. Variasi dalam individu itu sendiri. Individu tidak saja berbeda dalam dalam
kedudukannya dengan orang lain, melainkan juga bahwa abilitas dan kateristik
didalam individu itu sendiri menunjukkan sejumlah variasi.
6. Lingkungan mempengaruhi hasil tes. Potensi yang dimiliki oleh seseorang akan
berkembang dengan baik apabila lingkungan menunjang.
7. Identifikasi kemampuan dan kateristik pribadi yang diperoleh dalam tes harus selalu
kita kaitkan dengan layanan bimbingan.
8. Kemampuan dan umur. Struktu kemampuan individu mengalami perobahan dengan
berkembangnya umur.
Tes psikologis memiliki kode-kode etik bagi pengguna hasil tes tersebut. Hasil tes
dapat digunakan oleh beberapa pihak, yaitunya oleh guru pembimbing untuk memberikan
tujuh jenis layanan bimbingan dan konseling, bias digunakan oleh guru mata pelajaran, wali
kelas/ kepala sekolah, siswa/ orang tua dan pihak-pihak lain yang terkait. Berikut akan kami
coba jabarkan penggunaan dari hasil tes psikologis tersebut.

A. Guru Pembimbing (9 Jenis Layanan)


Kegunaan asesmen BK tes bagi guru pembimbing atau guru BK adalah untuk
keperluan bahan diagnostic, baik diagnostik belajar, maupun kesulitan dalam
belajar,bahan informasi dalam pelayanan, penempatan, pemilihan program khusus,
pemilihan kelanjutan, studi lapangan kerja, dan penempatan lainya.Penggunaan untuk
layanan BK antara lain sbb:

a. Layanan Orientasi
Berupaya menjembatani kesenjangan antara seseorang dengan
suasana ataupun objek-objek baru agar ia dapat mengambil manfaat berkenaan
dengan situasi atau objek yang baru. Guru pembimbing bertindak sebagai
pembangun jembatan atau agen yang aktif mengantarkan seseorang
memiliki daerah baru.
b. Layanan Informasi
Guru pembimbing memberikan layanan informasi yaitunya untuk
memenuhi kekurangan individu akan informasi yang akan mereka perlukan.
Dalam layanan ini, kepada peserta layanan disampaikan berbagai informasi,
informasi itu kemudian diolah dan digunakan oleh individu untuk kepentingan
hidup dan perkembangannya.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Membantu individu atau klien yang mengalami ketidak cocokan
antara kondisi diri individu dengan lingkungannya secara amat potensial
menimbulkan masalah yang mendatangkan hambatan dan kerugian yang
berantai dapat semakin besar.
d. Layanan Penguasaan Konten
Untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tentunya melalui
kegiatan belajar dan membantu individu menguasai aspek-aspek konten
tersebut secara tersinergikan. Individu diharapkan juga mampu memenuhi
kebutuhan serta mengatasi masalah-masalah yang dialami.
e. Layanan Konseling Perorangan
Konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan klien
membuka diri setransparan mungkin, ibaratnya klien sedang berkaca.
f. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal
yang berguna bagi pengembangan pribadi atau pemecahan masalah individu
yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
g. Layanan Konsultasi
Untuk memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu
dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ke 3.
h. Layanan Mediasi
Berusaha mengantar atau membangun hubungan diantara mereka,
menghentikan dan terhindar dari pertentangan lebih lanjut yang merugikan
semua pihak.

Hasil tes bagi guru pembimbing atau guru BK sangat di perlukan untuk
mendapatkan informasi tentang siswa yang pada akhirnya digunakan sebagai landasan
untuk memberikan bimbingan dan pelayanan yang setepat-tepatnya kepada siswa.
Penggunaan hasil tes bagi guru pembimbing dalam jenis layanan sebagai berikut:

1. Dengan tes, guru pembimbing atau guru BK dapat menyesuaikan cara pemberian
layanan kepada siswa
2. Dengan tes, guru BK dapat lebih mengetahui karakteristik siswanya
3. Dengan tes, guru BK dapat menyesuaikan jenis layanan apa yang akan diberikan
kepada siswanya.
B. Guru Mata Pelajaran
Fungsi tes bagi guru mata pelajaran adalah membantu guru mata pelajaran
dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. Guru perlu mengetahui mana siswa
yang mempunyai kemampuan tinggi, mana siswa yang lemah.

Guru mata pelajaran dapat merencanakan dan mengelola proses belajar


mengajar dengan tepat. Antara lain guru dapat menetapkan metode dan cara belajar,
mengelompokkan siswa, terutama siswa mana yang memerlukan banyak bantuan.
Adapun guru mata pelajaran dapat menggunakan hasil instrumentasi BK tes
dengan tujuan agar guru tersebut dapat memahami masing-masing siswanya,
memahami bahwa anak adalah unik, berbeda satu dengan yang lainya, memiliki
tingkkat pemahaman yang berbeda-beda.

C. Wali Kelas dan Kepala Sekolah


PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI KEPALA SEKOLAH.
Kepala sekolah adalah orang yang memiliki andil dan tanggung jawab yang
besar dalam menggambil setiap keputusandalam sekolah. Misalnya kepala sekolah
harus menentuka apakah salah satu siswannya yang nakal harus dikeluarkan dari
sekolah atau tidak. Untuk mengambil keputusan maka diperlukan data-data yang
cukup, akurat dan relevan. Untuk itu dapat digunakan instrumentasi BK tes.

Manfaat penggunaan asesmen BK tes bagi kepala sekolah:

o memudahkan kepala sekolah untuk menyeleksi siswa jika ada perlombaan.


o mempermudah penyeleksian untuk penerimaan beasiswa.
o mempermudah penyeleksian penerimaan siswa baru.
o memperbarui program dan penyusunan program untuk pengembangan program
PENGGUNAAN ASESMEN BK TES BAGI WALI KELAS.

Tugas wali kelas antara lain yaitu, bertanggung jawab dalam mendidik,
menjaga, dan membantu berkembangnya potensi siswa di kelas. Agar terorganisir
maka setiap kelas, dapat menggunakan instrumentasi seperti inventori, dan observasi.

Meningkatkan motivasi belajar siswa kelasnya.Sebagai dasar untuk merancang


dan membuat pertimbangan dalam mengembangkan potensi bakat siswa. Agar dapat
mengetahui dan memahami keadaan siswanya. Agar terjadi hubungan yang baik di
dalam kelas.Dan agar terjadi hubungan yang baik antara wali kelas dengan muridnya.

D. Siswa
Manfaat dari penggunaan asesmen BK tes bagi siswa yaitu siswa akan lebih
mengenal dirinya, mengetahui kemampuannya, menyadari kelemahan dan
kekurangannya, memudahkan penempatan karir dan cara menanggapi permasalahan
yang dihadapi. Misalanya dengan menggunakan tes bakat, tes intelegensi, tes
psikologis, dan sebagainya.
a. Hasil tes psikologis digunakan oleh siswa untuk mengenal dirinya sendiri yaitu
agar siswa dapat mengetahui apa kelebihan-kelebihan dan kekurangan yang ada
pada diri-diri siswa tersebut. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa
diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistik.
b. Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa. Dengan mengetahui kelebihan-
kelebihan yang dimliki pada diri siswa, siswa tersebut bias mempertahankan
kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh diri mereka.
c. Usaha perbaikan. Dengan umpan balik yang diperoleh setelah melakukan tes,
siswa mengetahui kelemahan-kelemahannya. Dengan demikian akan ada motivasi
untuk meningkatkan penguasaan
E. Orangtua Siswa
Dengan mengetahui hasil instrument seperti tes intelegensi maka orang tua
akan mememahami anaknya, kelemahan anaknya, dan kelebihan anaknya. Sehingga
orang tua dapat membimbing secara baik dan untuk mengarahkan dan memotivasi
anak-anaknya dalam kegiatan belajar.

Orang tuapun dapat menggunakan hasil tes psikologis ini.Orang tua dapat
menggunakan hasil tes psikologis untuk mengenal anaknya, yaitu agar orang tua dapat
memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya dan dengan pemahaman
tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan dengan realistis
sehubungan dengan masa dengan putra putrinya.
F. Bagi Pihak Terkait
Untuk menempatkan karyawan sesuai dengan prestasinya
Menyalurkan sesuai dengan bakatnya
Menyeleksi orang-orang yang perlu sekolah lanjutan
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA

Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan
Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewa Ketut Sukardi. 2008. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta:
Rineka Cipta.
Prayitno dan Erman Amti. 2009. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka
Cipta.
Prayitno. 2012. Seri Panduan Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang:
Program Pendidikan Profesi Konselor FIP UNP.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi.
Jakarta: Rajawali Pers
TEKNIK TES DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling, pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh
data klien adalah tes inteligensi, tes bakat, tes kepribadian (minat, kecenderungan kepribadian), dan
tes prestasi belajar.
Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan
dinterpretasi, dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien.
Untuk kepentingan konseling, hasil tes dapat digunakan sebelum konseling, pada saat proses
konseling, dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman
1971:23). Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan
pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien, (b)
untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien, (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari
proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --- misalnya informasi
dari teknik non testing : observasi, wawancara, sosiometri, kuesioner, biografi. Pada tahap proses
konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-
alternatif tindakan tentang pendekatan, metode, teknik, dan alat mana yang digunakan dalam upaya
membantu pemecahan masalah yang dialami klien. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan
pelengkap data khususnya mengenai sifat-sifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat
terungkap melalui teknik non tes, sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu
kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. Di samping itu informasi hasil tes
disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien
mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. Pada tahap akhir
konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-
keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara
realistis. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan
dan pilihan tindak lanjut, berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta
sekarang yang ada.