Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 8

ASESSMENT BK NON TES

“INVENTORY AUM PTSDL”

Dosen yang mengampu :

Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons.

Oleh :

Farhan Muhtadi (18006259)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
A. PENGERTIAN, TUJUAN DAN PENGGUNAANNYA
Alat Ungkap Masalah seri PTSDL adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk
mengungkap bagaimana siswa belajar. Melalui instrumen ini, berdasarkan jawaban siswa
diharapkan mampu mengungkap mutu belajar siswa sekaligus mengungkap masalah-masalah
siswa yang berkaitan dengan belajar.

Disadari sepenuhnya, bahwa keberhasilan siswa dalam belajar tidak hanya ditentukan
oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas, namun banyak faktor yang mempengaruhi
keberhasilan siswa dalam belajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan
memperhatikan ruang lingkup dan kondisi kehidupan siswa pada umumnya, maka AUM
disusun berdasar berbagai masalah yang mungkin dialami oleh siswa dalam belajar.

Dalam pelaksanaan Praktik Aplikasi Instrumentasi ini, penulis menggunakan 2 (dua)


Instrumen AUM PTSDL, yaitu AUM seri PTSDL Format 3 untuk siswa SLTP (selanjutnya
disebut AUM PTSDL-3) dan  AUM seri PTSDL Format 2 untuk siswa SLTA (selanjutnya
disebut AUM PTSDL-2). Kedua instrumen ini memiliki kesamaan baik cara pengerjaan,
analisa maupun pengelompokan bidang-bidang masalah yang sama-sama  dikelompokkan
dalam 5 (lima) bidang, yaitu :

1. Prasyarat penguasaan materi pelajaran (disingkat P)


2. Ketrampilan belajar (disingkat T)
3. Sarana belajar (disingkat S)
4. Keadaan diri pribadi (disingkat D)
5. Lingkungan belajar dan sosio emosional (disingkat L)
Perbedaan AUM PTSDL-2 dan AUM PTSDL-3 ini adalah pada jumlah item dan
option jawaban yang harus dipilih. AUM PTSDL-2 terdiri dari 165 item pernyataan dengan 5
opsi jawaban yaitu : J (Jarang) ; K (Kadang-kadang) ; Sr (Sering) ; U (Pada umumnya) dan Sl
(Selalu), sedangkan AUM PTSDL-3 terdiri dari 145 item pernyataan dengan 4 opsi jawaban
yaitu : J (Jarang) ; K (Kadang-kadang) ; Sr (Sering) ; dan Sl (Selalu),Keadaan PTSDL siswa
ini akan menentukan mutu kegiatan siswa dalam belajar yang selanjutnya akan menentukan
hasil belajar siswa.

Tujuan umum dilakukannya AUM PTSDL adalah agar siswa, guru, orang tua
mengetahui mutu kegiatan belajar dan masalah belajar anaknya. Dengan demikian dapat
membantu belajar siswa, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk membantu peserta didik
dalam pengembangan diri, sebab dapat terdeteksi yaitu mutu kegiatan belajar dan masalah
masalah dalam belajar dan dapat diketahui kelemahan-kelemahan peserta didik berdasarkan
hasil AUM PTSDL.

Fungsi dari AUM PTSDL

a) Membantu konselor dalam menentukan layanan bimbingan dan konseling khususnya


yang berkaitan dengan masalah belajar.
b) Mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan belajar siswa.
c) Membantu peserta didik yang bermasalah dalam menyelesaikan masalah belajarnya.
d) Sebagai dasar penyusunan program pelayanan konseling yang memungkinkan peserta
didik berkembang secara wajar, utuh, dan sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya.

B. LATAR BELAKANG DAN PENGELOMPOKKAN MASALAH

Keadaan PTSDL siswa/mahasiswa akan menentukan mutu kegiatan belajar,


yang selanjutnya akan menentukan hasil belajar mereka. Dalam kaitan itu, keadaan PTSDL
siswa/mahasiswa perlu diungkapkan dalam rangka peningkatannya demi pencapaian hasil
belajar yang optimal siswa/mahasiswa yang bersangkutan. Pada sesi lain, selama lebih
kurang tiga puluh tahun terakhir ini instrumen yang dipakai untuk mengungkapkan masalah-
malah umum, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan bimbingan dan konseling, di
Indonesia pada umumnya adalah terjemahan atau adaptasi dari Mooney Problem Check
List  (MPCL, revisi 1950) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney. Ada tiga bentuk
(Format) MPCL, yaitu bentuk SLTP, SLTA, dan P kitaerguruan Tinggi. Dengan 330 buah
itemnya masing-masing, MPCL memuat masalah-masalah yang dikelompokkan ke dalam
sebelas bidang, yaitu: perkembangan jasmani dan kesehatan keuangan, lingkungan dan
pekerjaan, kegiatan sosial dan rekreasi, seks, pacaran dan perkawinan, hubungan social-
kejiwaan, hubungan pribadi-kejiwaan, moral dan agama, rumah dan keluarga, masa depan
pekerjaan dan pendidikan, penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah serta kurikulum dan
pengajaran.

Dengan memperhatikan format dan kandungan isi MPCL dan pengalaman pemakaian
terjemahan/adaptasinya selama ini, serta didorong oleh keinginan untuk menyusun sendiri
instrumen sejenis MPCL yang lebih sesuai dengan kondisi tanah air, maka disusunlah Alat
Ungkap Masalah (AUM) dengan disertai harapan untuk dapat dipergunakan dalam pelayanan
bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia. Sebagaimana juga MPCL, AUM, sebagai
alat ungkap masalah yang baru bukanlah alat pengukur yang rumit, melainkan sebagai
instrumen yang cukup sederhana, mudah dan murah untuk mengkomunikasikan berbagai
masalah yang dialami (calon) klien kepada personil yang akan membantunya seperti Guru
Pembimbing di sekolah dan/atau konselor.
Pengelompokan Masalah pada AUM PTSDL, yaitu :

1.    Komposisi
Dengan memperhatikan ruang lingkup dan kondisi kehidupan mahasiswa pada umumnya,
maka AUM seri PTSDL format 1 meliputi sejumlah item yang memuat berbagai masalah
yang mungkin dialami oleh mahasiswa
2.    Kesahihan
Kesahihan AUM PTSDL-1 diperiksa dengan dua cara, yaitu dengan cara mencocokkan jenis-
jenis masalah yang dikemukakan oleh mahasiswa tanpa mempergunakan AUM PTSDL-1
(yaitu menuliskan masalah-masalah itu pada secarik kertas kosong) dengan masalah-masalah
mahasiswa yang sama dinyatakan melalui AUM PTSDL-1. Prosedur menuliskan jenis-jenis 
masalah pada kertas kosong dilakukan sebelum mahasiswa yang bersangkutan mengisi AUM
PTSDL-1.
3.    Keterandalan
Keterandalan AUM PTSDL-1 diperiksa melalui prosedur “test-retest”. Dalam prosedur ini,
jarak pengadministrasian AUM PTSDL-1 yang pertama dan yang kedua adalah antara 2-3
hari. Skor dan jenis-jenis masalah hasil pengadministrasian yang pertama dan kedua untuk
mahasiswa yang sama di kolerasi.
4.    Keefektifan
Keefektifan AUM PTSDL-1 dilihat dengan membandingkan jumlah masalah yang
dikemukakan mahasiswa melalui cara non-AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah
yang dialami pada selembar kertas kosong ) dengan masalah-masalah yang terungkap melalui
AUM PTSDL-1.
5.    Variasi Masalah
Seluruh item yang tercantum di dalam buku AUM PTSDL-1 pernah dipilih oleh mahasiswa
sebagai masalah atau keluhan yang mengganggu dirinya. Masalah-masalah mahasiswa yang
terungkapkan melalui AUM PTSDL-1 sangat bervariasi. Masalah-masalah ada yang dialami
oleh sejumlah besar mahasiswa, adapula yang dialami oleh hanya sejumlah kecil mahasiswa
saja.

C. LANGKAH-LANGKAH PENGADMINISTRASIAN
AUM PTSDL dapat diadministrasikan kepada siswa/mahasiswa baik perorangan
,kelompok maupun klasikal. Beberapa hal pokok yang perlu mendapat penekanan dalam
pelaksanaan pengadministrasiannya adalah :

1. Langkah Penggunaan AUM PTSDL

a. Kepada siswa dibagikan buku AUM PTSDL beserta lembar jawaban yang terpisah.
b. Siswa diminta mengisi identitasnya pada lembar jawaban. Alat tulis yang digunakan
adalah ballpoint atau alat tulis tinta lainnya.
c. Konselor membacakan petunjuk pengerjaan, sementara siswa membaca petunjuk
yang ada dalam buku AUM PTSDL. Tanya jawab dan penjelasan lebih lanjut bila ada
siswa yang kurang jelas.
d. Siswa dipersilahkan mengerjakan AUM PTSDL, membaca dengan cermat ,memilih
jawaban yang paling sesuai dengan dirinya, serta memberikan tanda silang pada
pilihannya dalam lembar jawaban.
e. Siswa diminta menjawab semua butir yang ada pada AUM ptsdl,tidak boleh ada yang
mengosongkan jawaban atau menjawab lebih dan satu pilihan dalam satu butir.

2. Lembar Respon Terpisah

Siswa/mahasiswa menuliskan identitas diri dan responnya terhadap AUM PTSDL


pada lembaran yang disediakan. Dalam hal ini perlu diingatkan bahwa buku AUM PTSDL
harus dibiarkan bersih dan utuh, tidak boleh ditulisi, dicoret coret atau diberi tanda apapun
pada lembaran respon ini nantinya dikumpulkan bersama buku AUM PTSDL yang masih
tetap utuh kepada penyelenggara administrasi AUM (konselor). Lembaran respon siswa
dikumpulkan kembali secara cermat. Sebelum dikumpulkan lembaran respon itu diteliti
terlebih dahulu oleh pengadministrasian AUM/konselor. Apakah siswa yang bersangkutan
telah mengerjakan AUM dengan teliti dan lengkap. Satu hal yang penting ialah bahwa semua
lembaran respon itu harus dipelihara dan dijaga kerahasiaannya. Lembaran respon yang berisi
masalah-masalah yang dialami responden harus disimpan dengan rapi dan hanya guru
pembimbing/konselor yang dapat mengakses lembaran respon tersebut.
3. Waktu Penyelenggaraan AUM PTSDL

AUM bukanlah alat ukur melainkan alat ungkap, oleh karena itu waktu yang
disediakan untuk mengerjakannya tidaklah ketat.u tuk memberikan penjelasan tentang AUM
dan hal hal yang terkait, seperti kegunaannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
Mungkin diperlukan waktu yang agak lama ,apalagi disertai pemberian contoh dan tanya
jawabnya gkin sampai 30 menit .untuk pengerjaan item yang tersedia pada AUM PTSDL dan
memjawab pertanyaan.

4. Pengumpulan Lembar Jawaban

Lembar jawaban siswa/mahasiswa dikumpulkan dengan cermat. Sedapat-dapatnya


sebelum dikumpulkan lembaran jawaban itu diteliti dahulu oleh pengadministrasian AUM
oleh guru pembimbing.

D. Latihan Penyelenggaran AUM PTSDL

Tabel 01. Data Individual AUM PTSDLSISWA AK 1 SMKN 1 PEKANBARU

MutuKegiatanBelaj
Masalah
No. NamaSiswa ar
Skor % Jumlah %
1 AnisyaIslami 91 2 100 60
2 Indri Novria 90 27 45 27
3 SatriaSeptiadi 101 31 33 20
4 Vicky Andriana 118 36 30 18
5 YunisaMaulidia 90 27 46 27

                                                                                            

Berdasarkan Tabel01 di atas, dapat disimpulkan bahwa Siswa yang paling tinggi dari


lima orang yang mengisi AUM PTSDL skor nilai mutu belajarnya adalah Vicky Andriana
yaitu dengan jumlah keseluruhan mutu belajar dengan skor 118 dengan persentase 36% dan
yang memiliki mutu belajar rendah ialah Indri Novria dan Yunisa Maulidia dengan skor 90
dan jumlah persentase 27%.

Tabel 02. Data Kelompok AUM PTSDLSISWA  AK 1 SMKN 1 PEKANBARU

No. Bidang Masalah Skor Masalah Berat


Rata-rata Rata-rata
JML JML
per-SSW Per-MHS
 Prasyarat Penguasaan
1 59 12 36 7
Materi Pelajaran (P) (20)
 Keterampilan Belajar (T)
2 207 41 92 18
(75)
3  Sarana Belajar (S) (15) 48 9 22 4
 Keadaan Diri Sendiri (D)
4 91 18 38 8
(30)
 Keadaan Lingkungan Fisik &
5 85 17 36 7
Sosio Emosional (L) (25)
Keseluruhan (165) 490 97 224 44

Berdasarkan Tabel02 di atas, terlihat bahwaSISWA KELAS AK 1 SMKN 1


PEKANBARU yang terdiri dari lima orang memiliki skor terbanyak masalah berat adalah
dibidang Keterampilan Belajar (T) dengan jumlah masalah 207 dengan rata-rata persiswa 41.
Sedangkan masalah berat kategori rendah yaitu dibidang Sarana Belajar (S) dengan
skor 48 dan jumlah rata-rata persiswa. 

KEPUSTAKAAN

Prayitno, dkk. 2008. Pedoman Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum Format 1 s.d 5. Padang:
Jurusan BK FIP UNP.

Prayitno, dkk. Panduan AUM Umum dan PTSDL. Padang : Deskip.