Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, puji syukur penyusun mengucapkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
penelitian dengan waktu yang telah ditetapkan yang berjudul “Instrumentasi Non-test AUM
umum”
Kami selaku penulis laporan ini mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
berkontribusi dalam membantu terbentuknya laporan penelitian ini.
Kami menyadari bahwa laporan penelitian ini masih terdapat kekurangan, kami mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga dapat memperbaiki pembentukan laporan
penelitian selanjutnya. kami berharap laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
pembacanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 13 Desember 2019

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN
-LATAR BELAKANG
-RUMUSAN MASALAH
-TUJUAN PENELITIAN

BAB 2 DEFINISI
- PEMBAHASAN MATERI

BAB 3 HASIL PENELITIAN


-DESKRIPSI DATA

BAB 4 PENUTUP
- KEISMPULAN
- SARAN

BAGIAN AKHIR
-DAFTAR PUSTAKA
-LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Instrumentasi adalah alat untuk mengungkapkan masalah. Instrument terbagi dua, yaitu tes
dan non-tes. Suatu instrument dinamakan tes apabila jawaban responden atas soal-soal yang
ada diperiksa berdasarkan benar salahnya jawaban. Sedangkan instrumentasi non-tes adalah
tidak diperiksa benar salahnya melainkan untuk melihat gambaran tentang kondisi responden
tanpa menekankan apakah kondisi itu mutunya tinggi atau rendah.
Dengan diadakan instrumentasi Non-Tes ini peserta atau klien dapat mengungkapkan
permasalahannya. Maka dari itu klien dalam mengerjakan instrumen Non-Tes ini dengan
kesukarelaan dan keterbukaan. Akhirnya fungsi-fungsi dalam layanan BK bisa diwujudkan.
Misalnya dikaitkan dengan fungsi pemahaman, individu akan memahami potensi dirinya
sendiri dan lingkungannya, bakat, minat, masalah yang dialaminya. Dalam fungsi pencegahan
individu dapat mencegah masalah lain yang akan timbul dan agar individu mengembangkan
potensinya dan menjadi kondisi yang baik sehingga akan terwujud fungsi
AUM Umum adalah sebuah instrumen standar yang dikembangkan oleh Prayitno, dkk. yang
dapat digunakan dalam rangka memahami dan memperkirakan masalah-masalah yang
dihadapi klien. Alat Ungkap Masalah ini didesain untuk mengungkap sepuluh bidang masalah
yang mungkin dihadapi klien.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan AUM UMUM ?
2. Apa Kelebihan dan Kelemahan AUM UMUM?
3. Apa saja bidang masalah pada AUM UMUM?
4. Bagaimana Penggunaan AUM UMUM?
5. Bagaimana Lembar Jawaban AUM UMUM ?
6. Seperti apa Rekapitulasi hasil pada AUM UMUM?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui permasalahan yang sedang di hadapi oleh siswa
2. Mengetahui bidang masalah yang di hadapi oleh siswa
3. Mengetahui dan mampu memberikan pelayanan konseling yang tepat untuk siswa

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian
Selama lebih dari 30 tahun terakhir ini instrumen yang dipakai untuk mengungkap maslaah,
khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan bimbingan dan konseling, di indonesia pada
umumnya adalah terjemahan atau adaptasi dari Mooney Problem Check List (MPCL, revisi
1950) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney.
AUM Umum adalah sebuah instrumen standar yang dikembangkan oleh Prayitno, dkk. yang
dapat digunakan dalam rangka memahami dan memperkirakan masalah-masalah yang
dihadapi klien. Alat Ungkap Masalah ini didesain untuk mengungkap sepuluh bidang masalah
yang mungkin dihadapi klien.
AUM UMUM merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah
siswa, mahasiswa, dan masyarakat secara menyeluruh mengungkapkan masalah-masalah
umum..
AUM bukan alat pengukur tetapi alat untuk mengkomunikasikan masalah klien pada konselor
atau guru pembimbing. AUM UMUM merupaka alat ungkap masalah umum, yang dibentuk
dalam 5 format, yaitu format 1 untuk mahasiswa, format 2 untuk SLTA, format 3 untuk SLTP,
format 4 untuk SD dan format 5 untuk masyarakat.

B. Bidang Masalah AUM UMUM


Berikut adalah bidang-bidang masalahnya, untuk format SLTP, SLTA, Mahasiswa, dan
Masyarakat Alat Ungkap Masalah ini didesain untuk mengungkap sepuluh bidang masalah
yang mungkin dihadapi klien. Kesepuluh bidang masalah tersebut adalah:
a. Jasmani dan Kesehatan (JDK)
b. Diri Pribadi (DPI)
c. Hubungan Sosial (HSO)
d. Ekonomi dan Keuangan (EDK)
e. Karir dan Pekerjaan (KDP)
f. Pendidikan dan Pelajaran (PDP)
g. Agama, Nilai, dan Moral (ANM)
h. Hubungan Muda-Mudi (HMM)
i. Keadaan dan Hubungan dalam Keluargha (KHK)
j. Waktu Senggang (WSG)

C. Kelebihan dan Kelemahan AUM UMUM

1. Kelebihan AUM Umum


Penggunaan AUM memilki beberapa kelebihan, yaitu:

a. Pada proses pelaksaan bersifat efisien karena AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2 dapat
dilakukan secara individual, kelompok, maupun klasikal, sehingga konselor dalam waktu
singkat dapat memperoleh data yang banyak
b. Pada akurasi data yang diperoleh melalui AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2 memiliki validitas
dan realiabilitas tinggi yang dibuktikan melalui uji validitas dan realibiitas yang telah
dilakukan ole Prayitno dan kawan-kawan sebagai tim pengembang AUM-F-1 dan AUM –U-F-2
.
c. Dari segi fungsinya, penggunaan AUM-U F-1 dan AUM-U F-2 memudahkan peserta didik
untuk mengemukakan masalah, mengingat penyediaan butir permasalahan yang banyak
memudahkan peserta didik untuk mengenali permasalahan yang sedang atau pernah di
alaminya.
d. Sistematis jenis masalah yang dikelompokkan dalam berbagai bidang mempermudah
konselor melakukan analisis dan sintesa data serta merumusakan kesimpulan masalah yang
dialami peserta didik.
e. Tersedianya software program pengolahan AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2 akan
mempermudah dan mempercepat konselor melakukan proses pengolahan AUM-U F1 dan
AUM
f. Penggunaan AUM-U F-1 dan AUM-U F-2 memiliki banyak manfaat antara lain: (1) konselor
lebih mengenal peserta didiknya yang membutuhkan bantuan segera, (2) konselor memiliki
peta masalah individu maupun kelompok, (3) hasil AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2 dapat
digunakan sebagai landasan penetapan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan
kondisi dan kebutuhan peserta didik di perguruan tinggi maupun di SLTA, (4) dan yang lebih
penting lagi peserta didik dapat memahami masalah yang dialami dan memahami apakah
dirinya memerlukan bantuan atau tidak.

2. Kelemahan AUM Umum

Sebagai suatu metode asesmen tentusaja AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2
jugamemiliki kelemahan, anatar lain:

a. Membutuhkan waktu yang banyak untuk pengolahan hasil, sebagai


konsekuensi dari banyaknya jumlah bidang masalah yang tersedia.
b. Data yang diungkapkan melalui AUM-U F-1 maupun AUM-U F-2
masih bersifat umum; berbentu permasalah dan banyaknya
masalah yang dialami pada setiap bidang, sehingga untuk
mendalami pemahaman terhadap masalah peserta didik, dosen
pembimbing perlu mengkombinasi dengan metode asesmen lain.

C. Lembar Jawaban

Dalam AUM Umum terdapat lembar pertanyaan atau pernyataan dan juga lembar jawaban yang
akan diisi oleh siswa yang sesuai dengan pernyataan yang dianggapnya benar.
D. Cara Penggunaan Aplikasi AUM UMUM
Pelaksanaan analisis masalah siswa dengan menggunakan AUM Umum

dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Persiapan segala sesuatu yang diperlukan dalam pengumpulan data (Daftar

pertanyaan AUM Umum format 3: SLTP)

2. Pelaksanaan tahap-tahap pengumpulan data (pelaksanaan/pengadministrasian

AUM Umum).

3. Pengolahan data-data AUM Umum.

4. Penyampaian hasil AUM Umum kepada siswa.

Hasil pengerjaan AUM harus segera diolah, untuk selanjutnya dipergunakan dalam

pelayanan bimbingan dan konseling tartentu terhadap siswa yang bersangkutan.

Pengadministrasian AUM, pengolahan dan penggunaan hasil-hasilnya merupakan

rangkaian kegiatan yang berkesinambungan. Sedapat-dapatnya paling lambat dalam satu

minggu hasil AUM itu telah terolah dan dapat digunakan. Apabil
pengolahan tertunda dengan akibat penggunan hasil-hasil AUM itu tertunda pula, apa lagi

kalau dalam waktu yang cukup lama. Besar kemungkinan data hasil AUM itu menjadi

kadaluarsa, tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang telah berubah.

Penggunaan data hasil pengolahan AUM Seri Umum Format 3 (AUM U-3) untuk

siswa SLTP dapat digunakan untuk membuat program bimbingan dan konseling di

sekolah dalam melaksanakan 9 jenis layanan bimbingan, yakni:

1. Layanan orientasi
2. Layanan informasi
3. Layanan konseling perorangan
4. Layanan koseling kelompok
5. Layanan bimbingan kelompok
6. Layanan mediasi
7. Layanan konsultasi
8. Layanan penempatan dan penyaluran
9. Layanan penguasaan konten

BAB III

HASIL PENELITIAN
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
AUM UMUM merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah
siswa, mahasiswa, dan masyarakat secara menyeluruh mengungkapkan masalah-masalah
umum..
AUM bukan alat pengukur tetapi alat untuk mengkomunikasikan masalah klien pada
konselor atau guru pembimbing. AUM UMUM merupaka alat ungkap masalah umum, yang
dibentuk dalam 5 format, yaitu format 1 untuk mahasiswa, format 2 untuk SLTA, format 3
untuk SLTP, format 4 untuk SD dan format 5 untuk masyarakat.

B. Saran
Kami menyadari banyak terdapat kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka kami penulis
mengharapkan masukan dan kritik yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Gantina, Komalasari dkk. 2011. Assesmen Teknik Non Tes dalam Perspektif BK
Komprehensif. Jakarta. PT Indeks Puri Media
Handayani. 2014. AUM. http://jhe-handayani.blogspot.co.id/2014/02/aum.html. diakses pada
tanggal 24 Oktober 2016 pukul : 17.37 WIB