Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Vol.2 No.

1, April 2012

BROTOKOL PENGUSIR HAMA TIKUS RAMAH LINGKUNGAN


PENOPANG PERTANIAN
Gangsar Lukmanjaya*), Fitri Diah Kusuma*), Heni Susanti*)
*) Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

ABSTRAK
Tikus adalah hama penyebab kerusakan dan kehilangan produksi jagung di
indonesia. Banyak alat dan racun serangga yang ditemukan untuk menghalau
tikus. Tetapi jika petani tidak memahami cara penggunaan racun hama tersebut
maka akan berbahaya untuk lingkungan, kesehatan dan ketahanan hama itu
sendiri. Salah satu solusi untuk memecahkan pemasalahan tersebut adalah
dengan Brotokol yang merupakan perpaduan antara brotowali dan jengkol
brotowali (Tinospora crispa) dan merupakan tumbuhan yang mempunyai
senyawa kimia antara lain zat pahit pikroretin-barberin, hijau daun (chlorofil),
alkoloid, dan senyawa tinokrisposid. Diseluruh bagian tanaman, dari akar, batang
,sampai daun yaitu berkhasiat sebagai obat. Dalam gagasan ini, kami mengambil
batangnya, sebagai senyawa kimia pahit (pikroretin dan alkaloid berberina)
berfungsi untuk pengahalau tikus. Brotokol dibuat dalam bentuk cair berfungsi
sebagai pengganti racun tikus yang alami, sehingga aman digunakan baik itu
untuk lingkungan (tanah, udara, dan perairan) maupun penggunanya. Dilihat dari
segi ekonomi pun, brotokol juga punya kelebihan yaitu bahan-bahan banyak
terdapat di lingkungan sekitar dengan harga yang sangat terjangkau serta dapat
dibuat sendiri. Dalam penyelengaraan pembuatannya bekerjasama dengan
melibatkan para petani, Dinas Pertanian, Pemerintah Daerah, dan KUD agar
terjalin adanya pemberdayaan masyarakat suatu daerah, penyuluhan dan
pemantauan yang tepat dari dinas terkait serta lebih teratur dalam pembuatan
maupun sosialisasinya. Cara pembuatannya cukup mudah, hanya merendam
jengkol kemudian menghaluskannya bersama brotowali lalu diberi air
secukupnya. Setelah itu dengan alat penyemprot brotokol disemprotkan ke
tanaman jagung. Dengan terciptanya brotokol maka terdapat sebuah trobosan
baru dalam pembasmian hama tikus yang efektif, murah, mudah dan ramah
lingkungan sehingga diharapkan dapat mencegah kegagalan panen petani serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kata Kunci : Tikus, Petani, Hama, Brotokol, Brotowali, Jengkol, Ramah


Lingkungan

ABSTRAK
Mouse is pest that cause damage and lose of production of corn in Indonesia.
Many tools and rat poison is found to banish from that mouse. But if farmer
doesnt understand to use that poison, it will damage for environment, healthy
and resistent of Pest. One of the solution to solve that problem is called
Brotokol that is combination of Brotowali and jengkol brotowali (Tinospora
crispa). It is plant that has chemistry name as bitter substance pikroretin-barberin,
chlorofil, alkaloid, and tinokrisposid compound. All of the part of this plant can be
used as a medicine. From this idea, it will use stem of the plant as bitter
chemistry compound ((pikroretin dan alkaloid berberina) that has function to
banish rat. Brotokol is made to liquid form that is function as a substitution of

49
BrotokolPengusir ... (Gangsar L., Fitri D.K., Heni S.)

)
alamaiah rat poison, so that safe to be used for environment and farmer. From
economy aspect, brotokol has benefit because substances of it can be found in
many place with the cheaper prize and can make it by self. The making of
brotokol involves farmers, agriculture department, government district and KUD
so that can be cooperated to held community developmentand for information.
The method to make it is easy, it only steep jengkol then mix it with brotowali and
add water sufficiently. After that with brotokol sprayer tool, it is sprayed to corn
plan. With this creation of brotokol, it can be one of inovation in extermination of
pest especially for mause that effective, cheap, easy and friendly to environment
so that it will be expected to prevent failure of harvest and it can increase
community prosperity.

Key words: Mouse, Farmers, Pest, Brotoko, Brotowali, Jengkol, friendly to


environment

PENDAHULUAN yang buta warna. Sebagian warna


Latar Belakang ditangkap penglihatan tikus kelabu.
Tikus merupakan hama utama Dengan indera perasa (taste), tikus
jagung penyebab kerusakan dan mampu mendeteksi dan menolak
kehilangan hasil tanaman jagung di minuman yang mengandung 3ppm
Indonesia (Singleton et al.,1991 dan senyawa phenylthiocarbamide suatu
Lan,Y.M.,1992). Meskipun penurunan senyawa racun yang pahit, beracun
hasil belum pernah dilaporkan, tetapi ataupun tidak enak. (Priyambodo,
luas areal yang dirusak bertambah Swastiko.1995. Pengendalian Hama
luas tiap tahunnya. Di Indonesia luas Tikus Terpadu. Jakarta : PT. Penebar
areal yang dirusak tikus adalah 3.272 Swadaya)
ha pada tahun 1987, kemudian Sedangkan Indera penciuman
meningkat menjadi 11.091 ha pada (smell) tikus berfungsi dengan baik.
tahun 1999 (CPC.,2001). Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas tikus
Tanaman jagung yang terserang menggerak-gerakkan kepala dan
tikus biasanya ditanam pada lahan mengendus pada saat mencium bau
setelah ditanami padi. Tikus tersebut pakan, tikus lain, dan musuhnya.
adalah dari spesies Rattus Indera pendengarannya (hearing) juga
argaentiventur (Pabbage et al.,2007). berfungsi dengan sempurna karena
Kedudukan taksonomi tikus sawah mampu mendengar suara pada
yaitu Phylum : Chordata , Sub phylum : frekwensi audibel (40 kHz), dan
Vertebrata, Kelas : Mammalia, Ordo : frekwensi ultrasonik (100 kHz). Selain
Rodentia, Family : Muridae, Genus : indera tersebut, tikus juga mempunyai
Rattus, Species : Rattus argentiventer beberapa kemampuan lain yaitu
(Rob & Kloss) (Priyambodo S. 2003. kemampuan menggali (digging),
Pengendalian Hama Tikus Terpadu. memanjat (climbing), meloncat
Jakarta : Penebar Swadaya.) (jumping), mengerat (gnawing),
Tikus mempunyai kepekaan yang berenang swimming), dan menyelam
tinggi terhadap cahaya. Meski indera (diving). Tikus mempunyai
penglihatannya (vision) kurang kemampuan reproduksi yang tinggi.(
berfungsi dengan baik, tikus mampu Priyambodo, Swastiko.1995.
mengenali benda di depannya pada Pengendalian Hama Tikus Terpadu.
jarak 10 m. Tikus merupakan hewan Jakarta : PT. Penebar Swadaya).

50
Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Vol.2 No.1, April 2012

Hal ini ditunjang oleh beberapa menganalisis suatu


faktor, antara lain: matang seksual permasalahan.
cepat (2-3 bulan), masa bunting 2. Meningkatkan kemampuan
singkat (21-23 hari), timbulnya birahi mahasiswa dalam menentukan
cepat (24-48 jam setelah melahirkan), sebuah solusi terhadap
melahirkan sepanjang tahun tanpa permasalahan yang terjadi
mengenal musim, dan melahirkan yaitu dengan memanfaatkan
keturunan dalam jumlah banyak (3-12 bahan yang ada untuk
ekor dengan rata-rata enam ekor per mengusir hama tikus.
kelahiran). Seekor tikus dapat bunting b. Manfaat bagi masyarakat
sebanyak 6-8 kali dalam setahun, Untuk memberikan solusi cara
sehingga seekor betina dalam waktu praktis, murah dan dapat di
satu tahun melahirkan 1.270 ekor anak jangkau dari kalangan manapun.
atau sekitar 2-18 ekor akan lahir tiap c. Manfaat bagi Lingkungan
melahirkan. Tikus termasuk pemakan Ramah lingkungan karena terbuat
menyukai hampir semua makanan dari bahan bahan alami (buatan)
yang dimakan manusia. Dalam kondisi sehingga tidak mencemari
cukup makanan, tikus beraktivitas lingkungan sekitar dan aman
sejauh rata-rata 30 m dan tidak pernah digunakan.
lebih dari 200 m. Jika kondisi tidak
menguntungkan, jarak tempuh tikus GAGASAN
dapat mencapai 700 m atau lebih. Kondisi
(Bucle.,1982 ; Quik et al., 1994; SEMARANG, KOMPAS
Sumangil et al.,1963). (5/2/2010)- Memasuki musim hujan,
Dalam kondisi cukup makanan, serangan hama tikus di sejumlah
tikus beraktivitas sejauh rata-rata 30 m kecamatan di Kabupaten Semarang
dan tidak pernah lebih dari 200 m. Jika dan Kabupaten Purbalingga, Jawa
kondisi tidak menguntungkan, jarak Tengah, meluas. Di Purbalingga, luas
tempuh tikus dapat mencapai 700 m lahan yang diserang tikus awal tahun
atau lebih. Populasi tikus dipengaruhi 2010 meningkat sekitar 30 persen
oleh faktor lingkungan, baik biotik dibandingkan dengan periode yang
maupun abiotik. Faktor abiotik yang sama pada tahun lalu. Hewan
sangat berpengaruh terhadap pengerat tersebut tidak hanya
dinamika populasi tikus adalah air dan menyerang tanaman jagung yang
sarang, sementara faktor biotik adalah mulai berbulir, tetapi juga tanaman
tanaman dan hewan kecil sebagai padi yang baru berusia hingga 20 hari.
sumber pakan, patogen, predator, Selain di Jawa Tengah hama
tikus lain sebagai pesaing, dan tikus juga dialami di daerah lain. Di
manusia. (Rochman 1992). padang ratusan hektar areal pertanian
Tujuan di Kecamatan Ampek Nagari,
1. Untuk memberikan solusi atau Kabupaten Agam. Sumatra Barat
alternatif pemecahan masalah terancam gagal panen. Penyebabnya,
Petani mengusir hama tikus pada adalah serangan hama tikus. Selain
jagung. menyerang tanaman padi, hama itu
2. Pemanfaatan hasil pertanian juga menggerayangi tanaman lain,
berupa Brotowali dan Jengkol seperti jagung di kebun warga.
Manfaat Minggu, 13/11/2005 01:27 WIB
a. Manfaat bagi mahasiswa ( DetikNews.,12 November 2005).
1. Mengasah kemampuan Kepala Bidang Pertanian Dinas
mahasiswa dalam Pertanian, Perkebunan, dan

51
BrotokolPengusir ... (Gangsar L., Fitri D.K., Heni S.)

)
Kehutanan Kabupaten Semarang Segi lingkungan; Pemakaian
Fadjar Eko di Ungaran mengatakan, pestisida yang cenderung berlebihan
selain faktor eceng gondok, serangan dan tidak terkontrol pasti
tikus disebabkan para petani kurang mengakibatkan keseimbangan alam
serentak memulai masa tanam terganggu,musuh alami hama menjadi
sehingga tikus selalu bisa punah,sehinggan hama dan penyakit
mendapatkan makanan dan tanaman berkembang pesat,dan
berkembang pesat. adanya residu kimia pada hasil panen.
Dan disini kami menyoroti Penghematan penggunaan pestisida
pengendalian tikus dengan cara mutlak harus dilakukan ( pikiran rakyat,
kimiawi. Rodentisida adalah pestisida 25 Juni 2009).
yang digunakan untuk mengendalikan Semakin lama bahan kimia yang
hama tikus. Rodentisisda yang biasa tterakumulasi akan menyebabkan
digunakan adalah dalam bentuk mengerasnya lahan pertanian yang
RMB(ready mix bait) dan RMD(ready menjadikannya sulit untuk diolah dan
mix dust). Keduanya digunakan untuk ditanami dan akhirnya terjadi
umpan beracun. RMB yang banyak penurunan produksi(BPPM
dipasarkan adalah Klerat, Storm, dan PRIMORDIA,7 Oktober 2009).
Ramortal. RMD belum dipasarkan Brotowali
karena efektivitasnya masih rendah Dalam bahasa latin, brotowali
(Pabbage et al.,2007). Sedangkan hal disebut Tinospora crispa (L) Miers.
yang membuat solusi baru dalam Sementara itu, berdasarkan ilmu
konteks kimiawi. taksonomi tumbuhan, brotowali
Segi ekonomi; Masyarakat petani sebagai berikut:
Indonesia sebagian besar tergolong Divisi : Spermatophyta, Subdivisi :
masyarakat menengah Angiospermae, Kelas : Dicotyledonae,
kebawah.Sehingga untuk membeli Bangsa : Ranunculales, Suku :
pestisida juga kurang begitu Menispermaceae, Marga : Tinospora,
mampu.Tidak dengan solusi yang kami Jenis : Tinospora crispa (L) Miers.
berikan, karena solusi yang kita Brotowali (Tinospora crispa)
berikan lebih hemat dan dapat merupakan tumbuhan liar yang banyak
diperoleh dari lingkungan sekitar atau terdapat di hutan, ladang atau biasa
dari pasar tradisional. ditanam sebagai tanaman pagar.
Segi kesehatan; Dalam pestisida Tumbuh berada di daerah
terkandung banyak bahan kimia yang berketinggian 1.000 m di atas
berbahaya. Jika petani tidak permukaan laut. Brotowali juga
memperhatikan peraturan-peraturan termasuk golongan tumbuhan perdu,
dalam menggunakan pestisida ukuran batang sebesar jari kelingking,
tersebut maka bukan tidak mungkin berbintil-bintil rapat rasanya pahit.
bisa terjadi keracunan.Tanaman yang Bentuk daun seperti jantung atau agak
telah diberi pestisida dengan maksud budar telur berujung lancip, panjang 7
memperbaiki tanaman tersebut maka - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunganya
akan mengandung bahan kimia dari kecil dan berwarna hijau muda.
pestisida tadi. Petani mengalami memiliki mahkota 6 yang merupakan
berbagai iritasi kulit dan pernafasan tunas. Buahnya berwarna merah
dari yang ringan sampai parah oleh muda. Di Indonesia, tanaman ini
karena petani tidak menggunakan dikenal dengan berbagai nama
standar keamanan yang ada (BPPM daerah, seperti antawali, bratawali,
PRIMORDIA,7 Oktober 2009). putrawali, daun gadel (Jawa);
Andawali (Sunda), Antawali (Bali);

52
Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Vol.1 No.1, April 2012

Shen jin teng (China). ( Kresna, Budi dan bentuknya gepeng berbelit
dan tim Lentara. 2002. Khasiat dan membentuk spiral, berwarna
Manfaat Brotowali Si Pahit yang lembayung tua. Biji buah berkulit ari
Menyembuhkan. Jakarta : Agromedia tipis dengan warna coklat mengilap.
Pustaka). Jengkol dapat menimbulkan bau tidak
Senyawa kimia yang sedap pada urin setelah diolah dan
dikandungnya, antara lain zat pahit diproses oleh pencernaan, Setelah
pikroretin-barberin, hijau daun tua, bentuk polong buahnya menjadi
(klorofil), alkoloid, dan senyawa cembung dan di tempat yang
tinokrisposid. Diseluruh bagian mengandung biji ukurannya
tanaman, dari akar, batang ,sampai membesar. Tinggi mencapai 26 m
daun yaitu berkhasiat sebagai obat. daun bersirip ganda dua. Tiap polong
Sedangkan kami mengambil dapat berisi 5-7 biji. ( Pitojo, setijo.
batangnya, sebagai senyawa kimia 1992. Budidaya dan Pemanfaatannya.
pahit (pikroretin dan alkaloid berberina) Yogyakarta: Kanisius ).
(Rochman et al,1992) berfungsi untuk Jengkol kaya akan karbohidrat,
pengahalau tikus. Dimana indera protein, vitamin A, vitamin B, fosfor,
perasa, tikus dapat mendeteksi zat kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid,
pahit, dan menolak minuman yang glikosida, tanin, dan saponin. Selain
mengandung 3ppm senyawa memiliki kandungan gizi juga memiliki
phenylthiocarbamide suatu senyawa bau yang sangat menyengat.
racun yang pahit, beracun ataupun Sehingga dapat membantu dalam
tidak enak. Maka dari itu kita gunakan menghalau tikus. Dimana indera
brotowali yang memiliki rasa pahit agar penciuman tikus dapat berfungsi
dengan mudah tikus mengenalinya lalu dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari
menjauh dari tanaman jagung ( aktivitas tikus yang suka megendus
Priyambodo, Swastiko.1995. dan menggerak-gerakkan kepala saat
Pengendalian Hama Tikus Terpadu. mencium bau pakan, tikus lain, dan
Jakarta : PT. Penebar Swadaya). musuhnya Sehingga tikus akan cepat
Jengkol menciumnya. (pabbage et al.,2007).
Dalam bahasa latin, jengkol
disebut (Archidendron pauciflorum, Langkah-langkah yang dilakukan
sinonim: A. jiringa, Pithecellobium Salah satu cara untuk melakukannya
jiringa, dan P. lobatum). Sementara itu, kita dapat bekerja sama dengan Dinas
berdasarkan ilmu taksonomi Pertanian dalam hal untuk
tumbuhan, jengkol sebagai berikut: menyosialisasikan Brotowali dan
Divisio : Spermatophyta, Subdivisio : Jengkol Penghalau Hama Tikus pada
Angiosperma, Classis : Dicotyledonae, Jagung. Sehingga dapat mengerti dan
Ordo : Leguminosae, Genus : memahami bagaimana teknik dalam
Dithocolobium, Species : pembuatannya. Disamping itu bisa
Dithecolobium jiringa (jack) juga melalui KUD atau Paguyuban
Jengkol (Archidendron Petani.
pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Gagasan yang diajukan
Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) Dilihat kondisi pertanian sekarang
adalah tumbuhan khas di wilayah Asia ini serangan hama tikus di sejumlah
Tenggara. Bijinya digemari di daerah Jawa Tengah semakin meluas.
Malaysia, Thailand, dan Indonesia Di Purbalingga, luas lahan yang
sebagai bahan pangan. Jengkol diserang tikus awal tahun 2010
termasuk suku polong-polongan, meningkat sekitar 30 persen
Fabaceae. Buahnya berupa polong dibandingkan dengan periode yang

53
BrotokolPengusir ... (Gangsar L., Fitri D.K., Heni S.)

)
sama pada tahun lalu. Hewan dapat sebagai penghalau hama tikus.
pengerat tersebut tidak hanya Dengan kondisi seperti ini kita dapat
menyerang tanaman jagung yang memanfaatkan bagaimana cara untuk
mulai berbulir, tetapi juga tanaman membuat tanaman tersebut sebagai
padi yang baru berusia hingga 20 hari. obat penghalau hama tikus.
Akibat serangan tikus, 106 hektar Cara pembuatannya adalah sebagai
tanaman jagung dan puluhan hektar berikut:
palawija di Kabupaten Purbalingga Cara Pembuatan Brotokol
rusak. Sejumlah petani jagung (Brotowali dan Jengkol)
terpaksa panen lebih awal. Tahun lalu, 1. Alat
lahan yang diserang tikus hanya 70 Adapun alat-alat yang digunakan
hektar. Tanaman jagung seluas 568 adalah sebagai berikut:
hektar di sekitarnya terancam a. Alat Semprot Pertanian (1
serangan tikus. Dari semua masalah buah)
diatas dapat di ambil sebagai gagasan b. Alat Potong/Pisau (1 buah)
untuk membuat bagaimana cara untuk c. Penumbuk/penghalus/blender (
mengusir hama tikus disawah. 2 buah)
Sehingga tidak merugikan para petani d. Penyaring (2 buah)
yang ingin memanennya. Maka kita 2. Bahan
dapat menggunakan tanaman yang Bahan yang dibutuhkan antara
alami sepeti brotowali dan jengkol. lain:
Tanaman yang ramah lingkungan a. Air 168 liter/hektar
praktis dan mudah di didapat. b. Jengkol 7kg/hektar
Teknik implementasikan yang akan c. Batang brotowali (berbintil
dilakukan bintil) 7kg/hektar
Dimana indera perasa, tikus dapat 3. Cara Pembuatan
mendeteksi zat pahit, dan menolak a. Potonglah batang brotowali
minuman yang mengandung 3ppm yang sudah di bersihkan.
senyawa phenylthiocarbamide suatu Kemudian di tumbuk / diblender
senyawa racun yang pahit, beracun dan ditambah air secukupnya.
ataupun tidak enak. Senyawa kimia b. Kupas jengkol dengan pisau
pahit (pikroretin dan alkaloid berberina) kemudian Iris jengkol yang
berfungsi untuk pengahalau tikus. sudah di buang kulitnya
Maka dari itu kita gunakan brotowali kemudian direndam selama 2
yang memiliki rasa pahit agar dengan hari.
mudah tikus mengenalinya lalu c. Lalu setelah 2 hari direndam
menjauh dari tanaman jagung. kemudian dihaluskan ditambah
Sedangkan jengkol memiliki air secukupnya.
kandungan gizi juga memiliki bau yang d. Setelah semua dihaluskan (
sangat menyengat. Sehingga dapat brotowali, jengkol ) kemudian
membantu dalam menghalau tikus. di ambil airnya dengan
Dimana indera penciuman tikus dapat menggunakan saringan.
berfungsi dengan baik. Hal ini e. Hasil air saringan tadi di
ditunjukkan dari aktivitas tikus yang campur kemudian diaduk
suka megendus dan menggerak- secara merata, setelah itu di
gerakkan kepala saat mencium bau masukkan ke dalam alat
pakan, tikus lain, dan musuhnya penyemprot hama.
Sehingga tikus akan cepat
menciumnya. Maka kesimpulan yang
kita dapat bahwa brotowali dan jengkol

54
Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Vol.1 No.1, April 2012

Prediksi yang akan diperoleh Terpadu. Jakarta : Penebar


(Manfaat dan dampak gagasan) Swadaya.
a. Terciptanya sebuah trobosan baru 10. Priyambodo, Swastiko.1995.
dalam pembasmian hama tikus Pengendalian Hama Tikus
yang efektif, murah dan mudah. Terpadu. Jakarta : PT. Penebar
b. Dengan pembasmian hama tikus Swadaya.
tersebut akan meningkatkan hasil 11. Prosiding Seminar Pengendalian
panen sehingga dapat Hama Tikus Terpadu. p. 17-30.
meningkatkan kesejahteraan Bogor.
masyarakat yang berprofesi 12. Rochman.1992. Biologi dan
sebagai petani. ekologi tikus, sebagai dasar
c. Dengan diambil alihnya pestisida pengendalian tikus,Singleton et
oleh Brotokol ini maka akan al.,1991 dan Lan,Y.M.,1992
semakin memperkecil faktor resiko 13. Sumartono, bahrin samad, dan
dari penyakit-penyakit yang hardjono.,1977.
disebabkan oleh pestisida.
d. Brotokol sebagai pembasmi
hama tikus yang ramah
lingkungan ini dapat mendukung
terciptanya lingkungan yang sehat
dan lestari.
e. Brotokol sebagai pembasmi
hama tikus karena dibuat dengan
bahan-bahan alami maka tidak
akan menyebabkan timbulnya
resistensi dari hama tikus tersebut,
sehingga sangat efektif jika
diaplikasikan di dunia pertanian.

DAFTAR PUSTAKA
1. BPPM PRIMORDIA,7 Oktober
2009
2. Bucle.,1982 ; Quik et al., 1994;
Sumangil et al.,1963
3. Crop Protection
Compendium.2001. CABI
4. DetikNews.,12 November 2005
5. Kresna, Budi dan tim Lentara.
2002. Khasiat dan Manfaat
Brotowali Si Pahit yang
Menyembuhkan. Jakarta :
Agromedia Pustaka).
6. Pabbage et al.,2007
7. Pikiran rakyat, 25 Juni 2009
8. Pitojo, setijo. 1992. Budidaya dan
Pemanfaatannya. Yogyakarta:
Kanisius
9. Priyambodo S. 2003.
Pengendalian Hama Tikus

55