Anda di halaman 1dari 13

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

1. Pengertian

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas dari individu atau


kelompok tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dalam situasi tertentu (Indriyo
Gitosudarmo, 1997)

2. Teori Munculnya Pemimpin / Kepemimpinan

Menurut Djanalis Djanaid (2001) ada tiga teori tentang lahirnya pemimpin
yaitu sebagai berikut :

1) Teori Keturunan, bahwa pemimpin itu muncul karena sifat yang dibawa
sejak lahir. Ini berarti seseorang akan menjadi pemimpin karena ia telah
dilahirkan dengan bakat kepemimpinan.
2) Teori Pengaruh Lingkungan, menurut teori ini pemimpin itu dibentuk
karena lingkungan hidupnya bukan karena keturunan. Ini berarti setiap
orang mampu menjadi pemimpin apabila diberi kesempatan.
3) Teori Kelompok Campuran, menurut teori ini pemimpin itu memiliki
bakat yang dibawa sejak lahir, kemudian berkembang melalui pendidikan
dan pengalaman terutama dalam berinteraksi dengan orang lain.

3. Teori Teori Kepemimpinan

1) Teori Sifat (Traith Theory)


Bahwa pemimpin (yang berhasil) memiliki sifat sifat tertentu. Ralph
Stogdill (dalam Nimran, 1999) mengidentifikasikan 6 klasifikasi sifat
kepemimpinan, yaitu :
a. Karakteristik fisik.
b. Latar belakang sosial.
c. Inteligensia.
d. Kepribadian.
e. Karakteristik hubungan tugas.
f. Karakteristik sosial.

2) Teori Perilaku
Disini gaya yang ditampilkannya adalah gaya kepemimpinan
beorientasikan pada tugas. Kedua, tingkat atensi, apresiasi, dukungannya
terhadap kesejahteraan anak buah. Disini gaya kepemimpinan berorientasi
karyawan.

3) Teori Berdasarkan Ciri Ciri

Menurut Djatmiko (2002), teori berdasarkan ciri ciri adalah teori


kepemimpinan yang sangat klasik yang masih tetap mendapat perhatian
baik oleh para pakar dan tokoh organisasi yang seyogyanya dimiliki setiap
pemimpin. Ciri ciri tersebut adalah sebagai berikut :

a. Pengetahuan yang luas.


b. Kemampuan bertumbuh dan berkembang.
c. Sifat yang inkuisitif.
d. Kemampuan analitik.
e. Daya ingat yang kuat.
f. Kapasitas integratif.
g. Keterampilan berkomunikasi secara efektif.
h. Keterampilan mendidik.
i. Rasionalitas.
j. Obyektivitas.
k. Pragmatisme.
l. Kemampuan menentukan skala prioritas.
m. Kemampuan membedakan yang urgen dan yang penting.
n. Rasa tepat waktu.
o. Rasa kohesi yang tinggi.
p. Naluri relevansi.
q. Keteladanan.
r. Kesediaan menjadi pendengar yang baik.
s. Adaptabilitas.
t. Fleksibilitas.
u. Ketegasan.
v. Orientasi masa depan.
w. Sikap yang antisipatif.
4) Teori Kontingensi Model Fielder
Menurut model ini ada tiga unsur dalam situasi kerja yang akan membantu
menentukan gaya kepemimpinan mana yang paling efektif :
a. Hubungan pemimpin dengan anak buah.
b. Struktur tugas.
c. Kewibawaan posisi pimpinan

5) Teori Alur Jalur

Menurut teori ini bahwa tingkah laku seorang pemimpin itu dapat diterima
bawahan sejauh mereka menggangapnya sebagai sumber kepuasan, entah
kepuasan langsung atau kepuasan masa depan. Artinya perilaku seorang
pemimpin itu memotivasi sejauh bahwa kelakuan itu :

a. Membuat pencapaian kebutuhan bawahan tergantung pada kinerja


yang efektif.
b. Member pelatihan, bimbingan, dukungan, dan imbalan imbalan
yang perlu bagi kinerja efektif.

6) Teori Atribusi Kepemimpinan

Teori ini oleh Robbins dan Coulter (2004) dikatakan bahwa kepemimpinan
itu sekedar sebuah keterangan yang dibuat orang mengenai individu
individu lain.

7) Teori Kepemimpinan Karismatik

Teori ini dalah merupakan perluasan dari teori atribusi. Teori ini oleh J.A.
Conger dan R.N. Kanungo dikatakan bahwa para pengikut menemukan
penjelasan tentang kemampuan kepemimpinan kepemimpinan yang luar
biasa manakala mereka mengamati perilaku tertentu.

8) Teori Kepemimpinan Visioner

Pemimpin pemimpin yang yang visioner dikatakan mempunyai tiga sifat


yang berkaitan dengan efektivitas dalam peran peran visioner mereka
yaitu : yang pertama adalah kemampuan untuk menjelaskan visi itu kepada
orang orang lain. Yang kedua adalah kemampuan mengungkapkan visi
itu bukan hanya secara verbal, melainkan juga melalui perilaku. Yang
ketiga adalah kemampuas memperluas atau menerapkan visi pada berbagai
konteks kepemimpinan.

4. Tipologi Kepemimpinan
Banyak pendekatan digunakan untuk membedakan kepemimpinan. Salah
satunya yang paling umum dikenal adalah yang menyatakan bahwa para
pemimpin pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi lima tipe, yaitu sebagai
berikut

1) Tipe otokratik. Dengan ciri antara lain : mengambil keputusan sendiri,


memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan pada dirinya,
bawahan melakukan apa yang diperintahkan, menggunakan wewenang
dan tanggung jawab sepenuhnya, dan biasanya berorientasi pada
kekuasaan.

2) Tipe paternalistik. Ciri cirinya antara lain : mengambil keputusan


cenderung menggunakan cara sendiri tanpa melibatkan bawahan,
hubungan dengan bawahan bersifat bapak anak, berusaha memenuhi
kebutuhan fisik anak buah untuk mencuri perhatian dan tanggung jawab
mereka, orientasinya adalah menjaga hubungan yang baik dengan anak
buah.

3) Tipe karismatis. Dengan ciri ciri yang menonjol diantaranya :


memelihara hubungan dengan bawahan agar pelaksanaan tugas dapat
terselenggara dengan baik sekaligus member kesan bahwa hubungan
tersebut berbasis pada relasionalitas bukan kekuasaan.

4) Tipe laisses faire (Free Reign). Dengan ciri ciri : menghindari


penumpukan kekuasaan dengan jalan mendelegasikan kepada bawahan,
tergantung pada kelompok dalam menentukan tujuan dan penyelesaian
masalah, efektif bila di lingkungan profesional yang bermotivasi tinggi.

5) Tipe demokratis. Yang ciri cirinya antara lain : membagi tanggung jawab
pengambilan keputusan dengan kelompok, mengembangkan tanggung
jawab kelompok untuk menyelesaikan tugas, memakai pujian dan kritik,
meski pengambilan keputusan dilimpahkan, namun tanggung jawab tetap
pada pimpinan.

5. Pemimpin Versus Manajer


Ada perbedaan perbedaan yang sangat besar dan penting, yaitu :

1) Manajer mengelola, pemimpin menemukan (inovasi).

2) Manajer adalah tiruan, pemimpin adalah orisinal.

3) Manajer mempertahankan, pemimpin mengembangkan.

4) Manajer berfokus pada sistem dan struktur, pemimpin berfokus pada


orang.

5) Manajer berfokus pada pengendalian, pemimpin membangkitkan


kepercayaan.

6) Manajer memiliki pandangan jangka pendek, pemimpin memiliki


perspektif jangka panjang.

7) Manajer bertanya bagaimana da kapan, pemimpin bertanya apa yang


berikutnya dikerjakan dan bagaimana.

8) Manajer lebih memperhatikan pada hasil akhir, pemimpin member


perhatian masa depan.

9) Manajer meniru, pemimpin memulai.

10) Manajer menerima status quo, pemimpin menentangnya.

6. Peran Pemimpin

Seorang pemimpin diharapkan dapat berperan sebagai berikut :

1) Pemberi arah (Direction Setter). Seorang pemimpin diharapkan mampu


member pengarahan, sehingga dapat diketahui sampai sejauh mana
efektivitas maupun efisiensi pelaksanaan dalam upaya pencapaian tujuan
tersebut.

2) Agen perubahan. Seorang pemimpin berperan sabagai katalisator


perubahan pada lingkungan internal. Untuk itu, pemimpin harus mampu
mengantisipasi perkembangan di dunia luar, serta menganalisis
implikasinya terhadap organisasi / perusahaannya, menetapkan visi yang
tepat untuk menjawab hal yang utama dan prioritas atas perubahan
tersebut, mempromosikan penelitian, serta memberdayakan karyawan
menciptakan perubahan perubahan penting.

3) Pembicara (Spokesperson). Untuk menjadi pembicara yang efektif,


pemimpin harus membangun jejaring (networks) dengan dunia luar, agar
memperoleh informaai, dukungan, ide dan sumber daya yang bermanfaat
bagi perkembangan organisasi.

4) Pembina (Coach). Pemimpin adalah Pembina team yang memberdayakan


individu individu dalam organisasinya dan mengarahkan perilaku
mereka sesuai dengan visi yang telah dirumuskan.

7. Pemimpin yang Efektif

Kategori seorang pemimpin yang efektif dibedakan berdasarkan :

1) Kualitas Pribadi

Kualitas pribadi meliputi nilai nilai pribadi, keterampilan, keyakinan,


sikap, dan perilaku perilaku pimpinan suatu profesi atau organisasi.

Peringkat kualitas pribadi yang dimiliki manajer / pimpinan adalah


sebagai berikut :

a. Jujur.

b. Berbicara jelas dan lugas.

c. Tenang.

d. Inisiator bukan pengikut.

e. Konsisten.

f. Bertanggung jawab atas kegagalan.

g. Menghargai orang lain.


h. Praktis.

i. Saling bergantung dan percaya.

j. Menulis jelas dan lugas.

k. Memiliki rasa humor.

l. Dapat menerima kesalahan orang lain.

m. Memperlakukan orang lain secara jujur dan penuh kepercayaan.

n. Berlaku informal pada karyawan di luar pekerjaan.

o. Mentaati hal yang benar secara moral.

p. Bertindak sesuai kepercayaan / religi yang dianutnya.

q. Memuaskan.

r. Mengikuti kata hati.

s. Bekerja sepanjang waktu.

2) Perilaku Manajerial

Peringkat perilaku manajerial yang dimiliki seorang manajer / pimpinan


adalah sebagai berikut :

a. Memotivasi bawahan.

b. Memberi penghargaan bagi hasil kerja yang baik.

c. Mendengarkan ketika bawahan ingin mengatakan sesuatu.

d. Mengembangkan orientasi pada tujuan dan antusianisme dalam


lingkungan kerja.

e. Konsisten dalam penetapan keputusan.

f. Logis dalam memecahkan masalah.

g. Obyektif dalam menangani konflik.


h. Tegas dalam menilai kompetensi karyawan.

i. Mendengarkan dan memahami kesulitan orang lain.

j. Berinisiatif dan berani beresiko.

k. Mendukung keputusan yang ditetapkan bersama pihak lain.

l. Mendelegasikan.

m. Mempertimbangkan masukan / saran bawahan.

n. Mempercayai orang yang diberi delegasi.

o. Mengambl keputusan lebih awal daripada terlambat.

p. Mencoba berbagai pendekatan dalam manajemen.

q. Mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu.

r. Mengambil keputusan dengan cepat.

s. Memfokukskan pada tugas yang sedang ditangani.

t. Meseleksi perkerjaan dengan bijak, menghindari overload.

u. Berbagi kekuasaan (share power).

v. Menghargai wewenang dan otonomi bawahan.

w. Menjaga kemuktahiran sesuai perkembangan manajemen terbaru.

x. Memikirkan detail spesifik atas setiap permasalahan khusus.

y. Mengambil keputusan tanpa ketergantungan yang berlebihan pada


pihak lain.

z. Menyatakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana


melakukannya kepada bawahan.

3) Tuntutan Organisasional

Peringkat kriteria dimensi tuntutan organisasional adalah sebagai berikut :


a. Memiliki visi strategik bagi organisasi.

b. Menfokuskan pada upaya memaksimalkan produktivitas.

c. Menetapkan prioritas pada sasaran jangka panjang.

d. Berdaya adaptasi.

e. Menjual citra profesional atau perusahaan kepada publik.

4) Pengaruh Pengaruh Lingkungan

Peringkat kriteria untuk dimensi pengaruh lingkungan adalah sebagai


berikut :

a. Memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.

b. Mencari dan menerapkan aspek aspek kultur positif.

c. Mengidentifikasi kecenderungan sosial yang berdampak pada


pekerjaan.

d. Memiliki orientasi dan pendekatan yang multi budaya.

e. Tanggap terhadap realitas politik dan lingkungan.

f. Mengembangkan perspktif internasional dalam organisasi.

8. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Kepemimpinan

1) Karakteristik Pribadi Pemimpin

Yang sangat menonjol adalah intelegensia. Umumnya pemimpin yang


mempunyai taraf intelegensia yang lebih tinggi daripada yang dipimpin.
Ia membutuhkan kesanggupan analitis untuk dapat melihat masalah yang
luas dan hubungan hubungan yang rumit, yang menghadangnya.

2) Kelompok yang dipimpin


Kumpulan daripada karakteristik pribadi seorang pemimpin seperti yang
diuraikan diatas itu belum berarti apa apa, sebelum ia menggunakannya
sebagai alat untuk menginterpretasi tujuan yang harus dicapai olehnya.

3) Situasi

Setiap pemimpin akan berfungsi pada suatu situasi, yang berupa situasi
manusia, fisik, dan waktu. Tiap tiap perubahan situasi membutuhkan
perubahan dalam macam kemampuan memimpin.

9. Isu Isu Kontemporer Dalam Persoalan Kepemimpinan

1) Isu Gender Dan Kepemimpinan

Bahwa kesamaan antara pria dan wanita dalam kepemimpinan lebih besar
daripada perbedaannya.

2) Isu Kepemimpinan Tim

Ketika peran tim semakin popular, peran pemimpin dalam memandu


anggota tim mendapat arti yang sangat penting.

3) Isu Pemberdayaan Karyawan

Bahwa kini pemimpin mesti rela membagi kekuasaan dan tanggung jawab
melalui perbedayaan karyawan.

4) Isu Kepengikutan

Bahwa disamping mempunyai pemimpin yang efektif, organisasi yang


ingin sukses juga membutuhkan pengikut yang baik (efektif) seperti mau
mengelola diri dengan baik, berkomitmen, berkompeten, berani, jujur,
terpercaya.

5) Isu Budaya Nasional


Bahwa pemimpin yang berhasil (efektif) tidak memakai gaya tunggal
tetap situasional, dan budaya nasional merupakan faktor cukup penting
untuk mengefektifkan gaya melalui para pengikut.

6) Isu Kepemimpinan Yang Memiliki Agar Biologis

Bahwa kini ada saran bahwa pemimpin yang baik tidak perlu yang
tercerdik, terkuat, atau teragresif dari suatu kelompok, tetapi mereka yang
paling cakap berinteraksi sosial.

7) Isu Moral / Etika

Bahwa etika menjadi kian penting dalam kepemimpinan sehingga tidak


terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

10. Implikasi Manajerial

Tanadi Santoso dalam tulisannya di majalah SWA edisi 12/XVIII 13-26


Juni 2002 memberi tip berupa lima langkah agar seseorang dapat maju menjadi
pemimpin yang lebih baik.

Pertama, mempelajari impian ideal tentang diri sendiri. Ini dapat dilakukan
dengan misalnya, mencoba secara serius berpikir apa yang ingin dicapai 15 tahun
mendatang. Memikirkan segala aspek secara detail, terutama tentang kualitas
kepemimpinannya.

Kedua, melihat diri sendiri saat ini secara jujur dan terbuka. Bercermin dan
menganalisis secara kritis diri sendiri. Lalu, menuliskan kualitas apa saja yang
belum dipunyai dengan membandingkan keadaan impian dan kenyataan sekarang.

Ketiga, membuat agenda kerja tentang apa yang harus dipelajari dan
dilatih untuk mencapai ideal. Keempat, melangkah melalui pelatihan, pemikiran,
penajaman perasaan, dan penyempurnaan diri. Kelima, mencari orang yang dapat
diajak membantu memperlancar dan mengawasi perubahaan dirinya menuju
perbaikan.
CONTOH KASUS