Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN RESIKO

TINGGI KEJANG

DOSEN PENGAMPU : DEWI ROKHANAWATI, S.SiT., MPH

DISUSUN OLEH :

WASTU WIDYA

1610104025

A2

PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG DIPLOMA IV

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang
telah memberikan beragam nikmat-Nya kepada kita semua sehingga Alhamdulillah
saya diberikan kelancaran dalam membuat makalah yang berjudul Asuhan
Kebidanan Bayi Baru Lahir Dengan Resiko Tinggi Kejang Shalawat dan salam
semoga selamanya tercurah dan terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarganya, para sahabatnya serta seluruh umatnya termasuk kita yang akan
melanjutkan perjuangan dakwahnya semoga kita akan mendapatkan safaatnya
nanti diakhirat, Aamiin.
Dalam makalah ini saya akan membahas masalah kasus yang terjadi dalam
pelayanan kebidana yaitu kasus Kejang dalam Asuhan Kebidanan Baru Lahir.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh
pihak yang telah mendukung terselesaikanya makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena
saya pun masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di kemudian
hari. Semoga makalah ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua.
Aamiin.

Yogyakarta, Oktober 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 LATAR BELAKANG ................................................................................... 1

1.2 RUMUSAN MASALAH .............................................................................. 1

1.3 TUJUAN ....................................................................................................... 1

BAB II ..................................................................................................................... 2

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2

2.1 DEFINISI KEJANG ...................................................................................... 2

2.2 PENYEBAB KEJANG ................................................................................. 2

2.3 TANDA DAN GEJALA KEJANG ............................................................... 4

2.4 PENATALAKSANAAN KEJANG .............................................................. 4

2.5 PERAN BIDAN DALAM MENANGANI KEJANG .................................. 6

BAB III ................................................................................................................... 8

PENUTUP ............................................................................................................... 8

3.1 SIMPULAN ................................................................................................... 8

3.2 SARAN ......................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat
singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta
adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan .
Terjadinya kejang dapat disebabkan oleh malformasi otak congenital ,faktor
genetis atau adanya penyakit seperti meningitis ,ekselalitis serta demam yang tinggi
atau dapat dengan denga istilah kejang demam ,dangguan metabolisme trauma dan
lain sebagainya .apabila kejang bersifat kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi
yang terjadi secara kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi yang terjadi secara
berulang ulang dengan sendirinya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Definis Kejang?
2. Penyebab Kejang ?
3. Tanda dan gejala kejang ?
4. Penatalaksanaan kejang ?
5. Peran bidan dalam menangani kejang ?

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan dibuatkannya makalah ini yaitu:


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah pelayanan kesehatan anak (PKA)
2. Untuk menganalisis masalah asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan rsiko
tinggi kejang
3. Untuk mengetahui definisi kejang, penyebab kejang, tanda dan gejala
kejang, penatalaksanaannya dan peran bidan dalam menangani kejang.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI KEJANG

Kejang adalah perilaku yang tidak terkontrol yang sering ditemukan pada
neonatus. Kejang yang terjadi pada neonatus dapat mengakibatkan kerusakan otak
permanen. Kejang pada neonatus didefinisikan sebagai suatu gangguan terhadap
fungsi neurilogis seperti tingkah laku, motorik, atau fungsi otonom. Kebanyakan
kejang pada BBL timbul selama beberapa hari. Sebagian kecil dari bayi tersebut
akan mengalami kejang lanjutan dalam kehidupan kelak. Kejang pada neonatus
relatif sering dijumpai dengan manifestasi klinis yang bervariasi. Timbulnya sering
merupakan gejala awal dari gangguan neurologi dan dapat terjadi gangguan pada
kognitif dan perkembangan jangka panjang.

2.2 PENYEBAB KEJANG

Penyebab kejang pada neonatus sangat bervariasi di antaranya adalah :

1. Bayi tidak menangis pada waktu lahir adalah penyebab yang paling sering.
Timbul dalam 24 jam kehidupan pada kebanyakan kasus.
2. Pendarahan otak, dapat timbul sebagai akibat dari kekurangan oksigen atau
trauma pada kepala. Pendarahan subdural yang biasanya diakibatkan oleh
trauma dapat menimbulkan kejang.
3. hypoxic-ischaemicencehepalophaty (HIE), infeksi susunan saraf pusat,
perdarahan intrakranial, dan gangguan metabolisme.
4. Gangguan metabolik.
a. Kekurangan kadar gula darah (Hipoglikemia), sering timbul dengan
gangguan pertumbuhan daam kandungan dan pada bayi dengan ibu
penderita diabetes melitus (DM). Jangka waktu antara hipoglikemia
dan waktu sebelum pemberian awal pengobatan merupakan waktu
timbulnya kejang.

2
b. Kekurangan kalsium (hipokalsemia), sering ditemukan pada bayi
berat badan lahir rendah, bayi dengan ibu penderita DM, bayi
asfiksia, bayi dengan ibu penderitqa hiperparatiroidisme.
c. Kekurangan natrium (Hiponatremia)
Kelebihan natrium (Hipernatremia), biasanya timbul bersamaan
dengan dehidrasi atau pemakaian bikarbonat berlebihan.
d. Kelainan metabolik lain seperti:
Ketergantungan piridoksin mengakibatkan kejang yang
resistan terhadap antikonvulsan. Bayi dengan kelainan ini
mengalami kejang intrauterin dan lahir dengan meconium
staining.
Gangguan asam amino
Kejang pada bayi dngan gangguan asam amino sering
disertai dengan manivestasi neurologi. Hyperamonemia dan
asidosis sering timbul pada gangguan asam amino.
5. Infeksi sekunder akibat bakteri atau nonbakteri dapat timbul pada bayi
dalam kandungan, selama persalinan, atau pada periode perinatal.
a. Infeksi bakteri
Meningitis akibat infksi group B
streptococus, escherechcoli, atau listeria monocytogenes sering
menyertai kejang selama minggu pertama kehidupan
b. Infeksi non bakterial
Penyebab non bakterial seperti toxoplasmosis dan infeksi
oleh herpes simpleks, cytomegalovirus dan rubella dapat
menyebabkan infeksi intrakranial dan kejang.

3
2.3 TANDA DAN GEJALA KEJANG

1. Hemiplegia terjadi mendadak tanpa didahului oleh kejang


2. Kesadaran tetapi baik atau menurun sebentar saja
3. Sifat kelumpuhan sama dengan yg disertai kejang
4. Tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun
5. Mengangis melengking tiba-tiba
6. Gerakan yg tidak terkendali pada mulut ,mata ,atau anggota gerak
7. Mulut mencucu
8. Kaku seluruh badabn dengan atau tanpa rangsangan
Pengkajian terhadap tanda dan gejala kejang serta faktor pencetus kejang
sangat penting dalam pemberian intervensi keperawatan yang tepat pada neonatus.
Dampak lanjut dari kejang pada neonatus dapat menimbulkan kematian dan gejala
sisa.

2.4 PENATALAKSANAAN KEJANG

Bayi yang mengalami kejang dapat dilakukan tindakan diantaranya:

1. Memasukkan tong spatel atau sudip lidah yang telah dibungkus dengan
kassa steril pada saat bayi kejang agar jalan napas tidak tertutup oleh lidah
2. Mengurangi rangsangan pada bayi seperti cahaya
3. Memberikan pengobatan anti kunvulsan
4. Untuk menghindari infeksi dapat diberikan antibiotik serta perawatan tali
pusat dengan menggunakan teknik septik
5. Menjaga jalan nafas tetap bebas
6. Mengatasi kejang dengan memberikan obat anti kejang

Obat anti kejang (Buku Acuan Nasional Maternatal dan Neonatal, 2002)
1. Diazepam
Dosis 0,1-0,3 mg/kg BB IV disuntikan perlahan-lahan sampai kejang hilang
atau berhenti. Dapat diulangi pada kejang beruang, tetapi tidak dianjurkan
untuk digunakan pada dosis pemeliharaan

4
2. Fenobarbital
Dosis 5-10 mg/kg BB IV disuntikkan perlahan-lahan, jika kejang berlanjut
lagi dalam 5-10 menit. Fenitoin diberikan apabila kejang tidak dapat di
berikan 4-7 mg/kg BB IV pada hari pertama di lanjutkan dengan dosis
pemeliharaan 4-7 mg/kg BB atau oral dalam 2 dosis.

Penanganan kejang pada bbl :


1. Bayi diletakan dalam tempat yang hangat.pastikan bahwa bayi tidak
kedinginan.suhu bayi dipertahankan 36,50C-370C.
2. Jalan nafas bayi dibersihkan dengan tindakan penghisapan lendir diseputar
mulut hidung sampai nasofaring.
3. Bila bayi apnea,dilakukan pertolongan agar bayi bernafas lagi dengan alat
bantu balon dan sungkup,diberi oksigen dengan kecepatan 2L/menit
4. Dilakukan pemasangan infus intravena di pembuluh darah
perifer,diangan,kaki atau kepala.bila bayi diduga dilahirkan oleh ibu
berpenyakit diabetes mellitus,dilakukan pemasangan infuse melalui vena
umbilikalis.
a. Bila infus sudah terpasang diberi obat anti kejang diazevam 0,5 Mg/Kg
supositoria/Im setiap 2 menit sampai kejang teratasi.kemudian
ditambahkan luminal (fenobarbital)30Mg I.M/I.V
b. Nilai kondisi bayi selama 15 menit.perhatikan kelainan fisik yang ada.
c. Bila kejang sudah teratasi diberi cairan infuse dextrose 10% dengan
kecepatan 60 Ml/Kg bb/hari.
d. Dlakukan anamesis mengenai keadaan bayi untuk mencari factor
penyebab kejang(perhatikan riwayat kehamilan,persalinan dan
kelahiran)
Apakah kemungkinan bayi di lahirkan oleh ibu berpenyakit DM
Apakah kemungkianan bayi premature
Apakah kemungkinan bayi mengalami aspeksia
Apakah kemingkinan ibu bayi pengidap atau menggunakan bahan
narkotika.Kejang sudah teratasi, diambil bahan untuk pemeriksaan

5
laboratorium untuk mencari faktor penyebab, misalnya : darah tepi,
elektrolit darah, gula darah, kimia darah, kultur darah, pemeriksaan
TORCH
Kecurigaan kearah sepsis (pemeriksaan pungsi lumbal)
Kejang berulang, diazepam dapat diberikan sampai 2 kali
Masih kejang : dilantin 1,5 mg/kgBB sebagai bolus iv diteruskan
dalam dosis 20 mg iv setiap 12 jam
Belum teratasi : phenytoin 15 mg/kgBB iv dilanjutkan 2 mg/kg tiap
12 jam
Hipokalsemia (hasil lab kalsium darah <8mg%) : diberi kalsium
glukonas 10% 2 ml/kg dalam waktu 5-10 menit . apabila belum juga
teratasi diberi pyridoxin 25-50 mg
Untuk Hipoglikemia (hasil lab dextrosit/gula darah < 40 mg%) :
diberi infus dextrose 10%

2.5 PERAN BIDAN DALAM MENANGANI KEJANG

Peran bidan dalam menangani kejang pada bayi dapat diantisipasi dengan
melakukan tindakan promotif atau preventif

LANGKAH PROMOTIF / PREVENTIF

Mencegah persalinan prematur


Melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman
Mencegah asfiksia neonatorum
Melakukan resusitasi dengan benar
Melakukan tindakan Pencegahan Infeksi
Mengendalikan kadar glukosa darah ibu

Antisipasi setiap faktor kondisi (faktor predisposisi) dan masalah dalam


proses persalinan.

Berikan pengobatan rasional dan efektif

6
Lanjutkan pengamatan dan pengobatan terhadap masalah atau infeksi yang
dikenali pada saat kehamilan ataupun persalinan
Jangan pulangkan bila masa kritis belum terlampaui
Beri instruksi tertulis untuk asuhan mandiri di rumah
Lakukan tindakan dan perawatan yang sesuai bagi bayi baru lahir dari ibu
yang infeksi saat persalinan
Berikan hidrasi oral / IV secukupnya

7
BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat
singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta
adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan .

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk melakukan
pemeriksaan sedini mungkin pada anaknya agar hal-hal yang tidak di inginkan
dapat diketahui secara dini sehingga kejang demam dapat dicegah sedini mungkin.

3.2 SARAN

Setiap bayi baru lahir beresiko mengalami kejam untuk itu diharapkan
kepada bidan dan ibu hamil untuk mengetahui gejala dari kejang dan
pencegahannya.
Bagi bidan :
Diharapakan bidam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yaitu
dengan meningkatkan pelayanan kesehatan kesehatan kusus dalam pengembangan
pendidikan kesehatan
Bagi ibu :
Menyarankan ibu untuk cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
dan susuilah bayi sesering mungkin .

8
DAFTAR PUSTAKA

Syahreni, Elfy. 2014. Jurnal Keperawatan Indonesia. 22 Oktober 2017.


http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/150

Dewi, Vivian Nanny Lia. 2013. ASUHAN NEONATUS BAYI DAN ANAK BALITA.
Jakarta : Salemba Medika

Sudarti dan Fauziah, Afroh. 2012. Asuhan Kebidanan Neonatus Risiko Tinggi dan
Kegawatdaruratan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Wahab, Samik. 2012. Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC

Sudarti. 2010. Kelainan Dan Penyakit Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta : Nuha
Medika

Pediatri, Jurnal. 2009. KEJANG DEMAM PADA ANAK


https://jurnalpediatri.com/2009/07/17/kejang-demam-pada-anak/ . 24 Oktober
2017