Anda di halaman 1dari 8

TEKNOLOGI ROBOT TERBARU: ROBOT PEMBANTU RUMAH TANGGA DARI

JEPANG

Orang Jepang memang tiada henti-henti nya melakukan gebrakan dalam hal
teknologi, bukan saja teknoogi otomotif semata namun juga dalam hal teknologi robotika.
Dengan keinginan bahwa Suatu saat teknlogi robot bisa membantu kehidupan manusia dalam
kondisi apapun terutama bagi mereka yang kurang beruntung mengalami kecelakaan
sehingga tidak bisa secara sendiri dan mandiri melakukan pengurusan terhadap didirnya.
Dalam kondisi seseorang seperti itu memang tidak salah untuk menggunakan bantuan robot
dalam kehidupan sehari-hari. Namun untuk orang yang sehat mungkin jangan terlalu
mengandalkan robot mungkin ya. Inilah Robot Twendi One Robot, Robot buatan negri
jepang ini diciptakan oleh salah satu universitas terkenal di Jepang yaitu Waseda University
of Japan.
Diciptakannya robot ini dengan tujuan untuk membantu manusia dalam kepengurusan
kehidupan sehari-hari nya dikarenakan dijepang cukup sulit jika kita ingin mencari Seorang
pembantu dikarenakan tingkat pendidikan dari orang-orang dijepang yang cukup tinggi
sehingga sulitnya mencari tenaga pembantu adalah hal yang sangat normal. Robot ini bisa
melakukan egiatan sehari hari manusia, mulai dari memanggang roti, menyiapkan dan
menyajikan sarapan, memegang benda-benda lunak seperti cangkir plastic dll. Walaupun
tidak semua aktifitas manusia dapat dilakukan oleh robot ini, sepertinya kita tetap setuju
untuk memberikan acungan jempol yang banyak untuk penciptaan dari Robot Pembantu
manusia ini. Berbicara mengenai teknologi yang digunakan dalam robot Pembantu ini,
Robot Twendi One Robot ini memiliki 2 kamera yang terpasang di bagian kepalanya dan
juga memiliki sensor yang peka terhadap sentuhan manusia dibagian kepalanya.

http://beritarobot.blogspot.co.id/2014/04/teknologi-robot-terbaru-robot-pembantu.html
CARA KERJA POHON KEDONDONG MENJADI ENERGI LISTRIK

Zat asam pada buah memang mengandung listrik tapi hanya kecil voltnya. Lalu
bagaimana dengan energi pada pohonnya ??
ISU krisis energi menjadi topik paling hangat di dunia saat ini. Pada 2307, bahan
bakar fosil diperkirakan habis, minyak bumi mengering akibat penggunaan yang melampaui
batas selama lima ratus tahun terakhir. Batu bara lenyap setelah dibakar oleh kegiatan industri
selama lebih dari tiga ratus tahun.
Untuk mengatasi hal tersebut, para ilmuan berusaha mencari solusi untuk mengatasi
krisis energi tersebut dengan mengembangkan berbagai energi alternatif, seperti pemanfaatan
energi nuklir, fusi, matahari, angin, air, fuel cell, biogas, biodiesel dan lainnya.
Namun dari semua energi alternatif tersebut masih mengalami kendala pada biaya pembuatan
dan operasi yang mahal. Beberapa di antaranya memberikan dampak negatif terhadap
manusia dan lingkungan.
Baru-baru ini ditemukan bahwa pohon dapat menjadi sumber energi listrik alternatif.
Amerika Serikat telah mengembangkan pemanfaatan potensial listrik pohon sebagai sumber
energi.
Pada 2006, Wadle mengklaim telah menemukan cara yang sederhana untuk menarik
listrik dari pohon. Hal ini bermula saat Wadle mengukur potensial pohon setelah kilat
menyambar ke tanah dan dengan menancapkan paku ke tanah dan ke pohon dan potensial
pohon terukur antara 0,8 dan 1,2 Volt.
Sudah kita ketahui Naufal asal Langsa Aceh mencoba pada pohon kedondong yang
merupakan pohon kayu yang mempunyai getah yang mengandung zat asam lebih tinggi dari
pohon kayu lainnya.
Hasil temuan energi dari pohon kayu ini memang sederhana, dengan rangkaian yang
terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda, arus listrik yang dihasilkan
sangat tergantung kepada kepada kadar keasaman pohon. Tidak hanya pohonnya buahnyapun
sangat bermanfaat buat energi pada tubuh.
Pada awal abad ke 20, buah kedondong mulai diperkenalkan ke Australia dan Jamaica
oleh bangsa kolonial. Istilah kedondong berbeda-beda di banyak tempat. Di Filipinaa,
kedondong disebut Hevi, Kook Kvan (Laos), Mokah (Kamboja), gway ( Myanmar), co C(
Vietnam). Buah ini dapat mencapai berat hingga 1 kg. Di Indonesia, daerah penghasil buah
kedondong yang paling terkenal adalah kawasan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Biasanya, pohon kedondong akan berbunga pada Juni-Agustus dan mulai berbuah
pada Januari-April. Pohon kedondong baru mulai berbuah setelah berumus 3 tahun.
Dalam setiap 100 gram buah kedondong, terkandung 60-85 gram air; 0,85-3,6 gram
serat; 8-10 gram sukros; serta, 0,3-1,8 gram protein. Selain itu, buah kedondong juga
mengandung 540 mg kalsium, 82 mg fosfor, serta 6,2 mg zat besi. Kandungan vitamin di
dalam buah kedondong juga bervariasi yakni vitamin A sebesar 2900 IU; vitamin C sebesar
29 mg dan sedikit vitamin B 1. Pada buah yang belum matang, kedondong mengandung 10%
pectin, sejenis asam yang dapat membunuh bakteri. Buah ini memiliki kandungan lemak
yang relatif rendah sehingga tidak akan menimbulkan kolesterol di dalam tubuh. Selain itu,
kadar serat yang tinggi pada buah kedondong dapat melancarkan pencernaan. Para dokter
biasanya menyarankan untuk mengkonsumsi buah ini 50-75 gram per porsi. Untuk 1 Pohon
kedondong dapat menghantarkan listrik sebesar 0,7 volt bahwa dengan cara menghubungkan
beberapa pohon, baik seri maupun paralel bisa diperoleh voltase dan arus yang memadai
untuk dikonversikan dalam bentuk daya listrik sedikitnya 12 Watt, sehingga dapat
menghidupkan empat lampu bohlam LED yang masing-masing tegangannya 3 Watt untuk
satu rumah penduduk. Untuk dapat menghasilkan energi listrik, pohon kedondong hutan
harus yang sudah berakar kokoh dengan diameter batang minimal 15-20 cm. Lebih besar
batang pohon yang dimanfaatkan lebih baik untuk menghasilkan voltase listrik yang lebih
banyak lagi.
Dengan proses charging menggunakan baterai sebagai penyimpan daya sehingga
energi dari pohon kedondong siang harinya dapat disimpan di baterai dan pada malamnya
energinya dapat kembali digunakan untuk menghidupkan lampu.

Untuk skala besar Pembangkit Listrik Tenaga Pohon dapat direalisasikan. Untuk skala
kecil Lempengan besi digunakan sebagai media untuk menghubungkan kabel pada power
supply yang memuat kabel sebagai penghantar listrik serta kapasitor yang dihubungkan ke
pohon kedondong dengan cara dibor. Dari 0,5-1 volt energi listrik yang dihasilkan mampu
menghidupkan dua bola lampu yang bisa menyala sepanjang hari.
Untuk skala besar Dengan bahan2 yang sederhana diatas lempengan2 penghantar
listrik seperti logam di tempelkan pada ribuan pohon tersebut (elektroda) dan juga Kapasitor ,
lalu dengan kabel yang dipasang secara seri/paralel disalurkan ke dalam batere
penyimpanan...kemudian dari batere arus listrik dapat disalurkan untuk kepentingan umum.
Kenapa dibutuhkan batere untuk menyimpan energi listrik (power bank) karena pohon
membutuhkan recovery untuk menghasilkan zat asam sebagai bahan utama penghasil listrik.
Bila Tenaga Pohon ini jadi direalisasikan, selain buat listrik fungsi pohon untuk
penghijauan dan taman kota bisa menjadi multi fungsi buat masyarakat sekitar.

Catatan :
Elektroda merupakan konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengan bagian
atau media non-logam dari sebuah sirkuit (misal semikonduktor, elektrolit atau vakum).

https://www.kaskus.co.id/thread/591954df60e24bc22f8b4568/cara-kerja-pohon-kedondong-
menjadi-energi-listrik/
Hebat, Siswa SMA Perkenalkan Inovasi Tas Anti Maling di UNPRI

RMOLSumut. SMA Pangeran Antasari berhasil menjuarai Business Plan


Competition 2017 yang digelar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI)
Medan. Prestasi ini mereka raih setelah memperkenalkan produk mereka berhasil menyita
perhatian juri seperti tas anti maling, saklar berbasis android untuk mengatur penggunaan
listrik didalam ruangan.
Ketua YP Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn, didampingi Koordinator
YP Pangeran Antasari, Herli Leo Aritonang dan Kepala SMA Pangeran Antasari Suryani
SPd, menyatakan, bersyukur atas keberhasilan siswanya pada kegiatan Business Plan
Competition 2017 yang digelar FE UNPRI Medan.
"Prestasi ini menjadi kebanggan bagi Sekolah Pangeran Antasari. Untuk itu, harus
dipertahankan. Semoga kedepan bisa menorehkan prestasi yang lebih baik lagi di berbagai
kompetisi lainnya," kata Tommy Leonard dalam siaran persnya yang diterima, Rabu (26/4).
Koordinator YP Pangeran Antasari, Herli Leo Aritonang menyebutkan, tas anti
maling yang dirancang dan dibuat oleh siswa SMA Pangeran Antasari, memberikan efek
menyetrum dengan kekuatan listrik yang rendah, sehingga dapat membuat terkejut siapa pun
yang menyentuhnya.
Tas ini juga, kata Leo Aritonang, dibuat dengan tujuan memberikan rasa aman dan
nyaman untuk penggunanya, mengingat banyaknya tindak kejahatan termasuk pencurian
yang sering terjadi akhir-akhir ini.
"Selain tas anti maling, ada juga saklar berbasis android, yang juga diciptakan oleh
siswa SMK TIK Pangeran Antasari, yang akan semakin mempermudah kita untuk
mengontrol penggunaan listrik di setiap ruangan dalam rumah kita, hanya dengan
menggunakan smartphone android yang memanfaatkan aplikasi bluetooth," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Juri Business Plan Competition, yang juga Dekan FE UNPRI, Cut
Fitri Rostina SE MM, bahwa para peserta diminta mempresentasikan bisnis yang digeluti,
bagaimana visi misinya, tahapan yang ditempuh, manfaat produk dan trend di pasar.
Penilaian juri pada stand favorit terletak pada aspek kerapian, kebersihan, keunikan
produk, daya tarik dan omset. Juara favorit kelompok mahasiswa dengan produk Chadelon
Tea tersebut mampu mencapai omset lebih dari Rp15 juta selama dua hari.
Usai acara penutupan, Cut Fitri Rostina mengatakan, antusias siswa SMA dan
mahasiswa mengikuti Entrepreneur Day 2017 kurang lebih sama dengan tahun 2016 lalu.
Perbedaannya terletak pada jenis produk yang dihasilkan.
"Produk tahun lalu masih sangat sederhana, tapi produk tahun ini jenis dan mutunya
jauh lebih bagus. Mereka harus menerbitkannya di sosial media khususnya di Instagram, jadi
mereka harus buat produk yang menarik, kemasannya pun juga harus menarik minat
pembeli," pungkasnya.
Kedepan FE-UNPRI terus komit menggelar kegiatan yang sama, sebab acara
dimaksud mampu melatih jiwa bisnis para peserta.

http://www.rmolsumut.com/read/2017/04/26/46870/Hebat,-Siswa-SMA-Perkenalkan-
Inovasi-Tas-Anti-Maling-di-UNPRI-
Karya Hebat Anak Indonesia, Sepatu Antimaling Hingga Gelang Anticulik

VIVAnews - Sudah bukan cerita baru kalau penemuan anak bangsa, sering kali malah tidak
mendapat tempat di negara asalnya. Padahal, sejumlah karya mereka patut diperhitungkan.
Meski dengan segala keterbatasan, mereka justru mampu berinovasi menciptakan alat cukup
hebat dan memiliki banyak manfaat. Di usia belia, para pelajar di Indonesia justru
memperlihatkan tajinya dalam "perang" teknologi.

Seperti yang dilakukan Annisa Puteri Raka, siswa SMAN 6 Yogyakarta. Dia memiliki ide
membuat Sepatu Anti Maling (Santiling).
"Ide awal pembuatan Santiling ini adalah ketika sandal dan sepatunya sering hilang saat
ditinggal di halaman rumah dan masjid. Pada awalnya sih ikhlas-ikhlas saja, tapi lama-lama
tekor juga beli sepatu dan sandal terus," kata Annisa kepada VIVAnews di LIPI Jakarta, Jumat
15 November 2013.

Teknologi Santiling yang dibuat Annisa terdiri atas dua macam, Santiling Mini Switch dan
Santiling Reed Switch.

Untuk Santiling Mini Switch, cara kerjanya adalah ketika sepatu mengalami tekanan atau
diinjak oleh orang lain, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu, Reed Switch adalah ketika
jarak sepasang sepatu sudah berjauhan, maka alarm akan berbunyi.
Teknologi Santiling, menurut Annisa, bekerja dengan sistem remote control. Ketika tombol
Santiling sudah di dalam posisi ON, maka saat jarak sepasang sepatu sudah berjauhan dan
mengalami tekanan (diinjak), sensor akan mengirimkan sinyal ke alarm di sepatu dan di
remote control.

"Dengan alat Santiling, maka orang-orang tidak perlu khawatir sepatu dan sandalnya hilang
saat jauh dari pengawasan," ujar Annisa.

Penyiram Tanaman dengan Ponsel

Karya tak kalah hebat juga ditunjukkan oleh dua orang anak siswa kelas lima di Sekolah
Dasar Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Adalah Fatima Ezzat dan Aurumita yang berhasil menciptakan alat penyiram tanaman
dengan ponsel.

Konsep bernama Autopot ini memanfaatkan ponsel bekas untuk menyiram tanaman di mana
dan kapan saja. Sistemnya memindahkan energi kimia menjadi energi listrik dan gerak.

Cara kerja dari alat Autopot dengan menyambungkannya dengan ponsel bekas. Lalu, dinamo
akan bergerak menyedot dan memancurkan air jika ada sambungan telepon masuk.

"Jadi, prosesnya adalah ketika menelepon ke ponsel bekas, maka getaran dari ponsel bekas
itu akan mengubah energi gerak menjadi listrik dan selanjutnya akan memberikan tekanan
pada air," ujar Fatima dan Aurumita, kepada VIVAnews.

Aurumita mengaku memiliki hobi menanam. Namun, karena sering bepergian ke luar kota,
dia kerap lupa menyiram tanamannya. Dari sini lah ide menyiram tanaman dari jarak jauh
bermula.

"Lalu, saya berpikir bagaimana menciptakan alat untuk menyiram tanamannya secara
otomatis. Akhirnya, saya menemukan ide menyiram tanaman hanya dengan melakukan
panggilan telepon," ujar Aurumita.

Biaya pembuatan alat Autopot ini hanya Rp350 ribu. Komponennya terdiri atas botol bekas,
ponsel bekas, kabel, SIM card, sedotan, dinamo, selotip, baterai, komponen listrik, dan
penyemprot air dari mobil bekas.

Gelang Anti Penculikan

Penemuan alat berawal dari masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di
Indonesia. Situasi ini menjadi ide bagi Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6
Yogyakarta, yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan sensor alarm
otomatis.

"Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari
jangkauan orangtuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orangtuanya, maka alarm
yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi," kata Nurina saat berbincang dengan
VIVAnews.

Mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah
berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orangtua.

Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke micro controller, kemudian dikeluarkan
oleh alat buzzer berupa bunyi alarm.

Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, menurut Tri Ayu
Lestari, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.

Selain menambahkan jarak, keduanya akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi
anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. "Fitur GPS itu akan memudahkan orangtua
untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik," kata Tri.

Keduanya punya harapan besar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal.
"Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-
orang jahat," ujarnya.

Rompi Canggih "Gadget Vest"

Dari gelang anti penculikan, kini beralih kepada mereka yang sangat tergantung dengan
perangkat gadget, termasuk smartphone.

Penggunaan pengisi daya ponsel portabel, atau populer dengan istilah powerbank, semakin
marak digunakan oleh para pengguna ponsel pintar.

Tapi, terkadang aktivitas mengisi daya ponsel dengan powerbank cukup mengganggu,
pengguna ponsel harus menenteng ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Kondisi itu membuat Yosua Imantaka, siswa SMAN 6 Yogyakarta, memutar otak. Dia
kemudian memiliki ide membuat sebuah rompi yang membuatnya tidak kerepotan ketika
membawa ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Selain itu, rompi ini bisa menghindari tubuh dari efek gelombang elektromagnetik dari
ponsel.

"Gadget Vest adalah sebuah rompi yang berfungsi untuk membuat pengguna memiliki ruang
untuk menaruh ponsel yang sedang dicash powerbank. Selain itu, rompi dapat melindungi
penggunanya dari terkena gelombang elektromagnetik dari ponsel," kata Yosua.

Ide awal pembuatan Gadget Vest, dia melanjutkan, terinspirasi oleh baju pramuka perempuan
yang memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang.

Bahan-bahan untuk membuat Gadget Vest terdiri atas rompi anti air, kain flanel (bahan kain
yang lembut dan tidak mudah robek), organite (bahan anti radiasi elektromagnetik ponsel
yang terbuat dari risin fiberglass dan kristal quartz), dan daktron (berfungsi untuk
mengurangi dampak benturan pada ponsel dan menahan panas dari sinar Matahari).

Biaya total pembuatan Gadget Vest cukup terjangkau, totalnya hanya sekitar Rp335 ribu.

Helm Berlampu Sein

Temuan kali ini cukup penting untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Berawal dari
banyaknya penyebab kecelakaan, ketika lampu sein pada sepeda motor sudah tertutup oleh
barang-barang dagangan atau pun gerobak.

Untuk mengurangi kecelakaan akibat kondisi kendaraan bermotor yang minim fasilitas lampu
sein, maka dua siswa asal SMP Islam Al Azhar 26, Yogyakarta, Naufal Rasendriya Apta dan
Archel Valiano menciptakan sebuah helm yang sudah dilengkapi dengan lampu sein.

Cara kerja dari helm yang dilengkapi dengan lampu sein ini juga cukup mudah. Jika
pengendara ingin berbelok ke kiri, pengendara cukup menggelengkan kepala ke kiri dan
lampu sein bagian kiri menyala. Begitu pun ketika akan berbelok ke kanan.

Sementara itu, untuk mematikan lampu sein, pengendara cukup menganggukkan kepala
sebanyak dua kali. Lampu sein akan otomatis langsung mati.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk pembuatan helm berlampu sein ini terdiri atas sensor
accelero meter, micro controller AT Mega 8, lampu sein (kanan dan kiri), serta baterai.

Hasil buah karya Naufal dan Archel akhirnya keluar sebagai pemenang kedua untuk kategori
National Young Inventors Award (NYIA) di Kompetisi Ilmiah LIPI.

Jaring 2.500 Karya Ilmiah


Semua penemuan ini adalah finalis dari kategori National Young Inventor Awards (NYIA) di
Kompetisi Ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 14-15
November 2013.

LIPI sengaja menggelar Kompetisi Ilmiah untuk merangsang munculnya inovator-inovator


muda yang nantinya bakal diadu di tingkat internasional.

Kompetisi ini terdiri atas serangkaian lomba, di antaranya Lomba Karya Ilmiah Remaja
(LKIR) ke-45, Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) ke-21, Pemilihan Peneliti Remaja
Indonesia (PPRI) ke-12, dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-6.

Menurut Kepala LIPI, Lukman Hakim, era globalisasi yang sangat kompetitif ini, anak-anak
bangsa harus meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya untuk
menciptakan sumber daya manusia berbasis iptek.

"LIPI merasa pentingnya pendidikan iptek di kalangan remaja. Kompetisi ilmiah ini untuk
meningkat kemampuan anak-anak bangsa dalam menciptakan solusi-solusi teknologi di masa
depan," kata Lukman.

Pada tahap awal Kompetisi Ilmiah 2013 ini, LIPI menjaring 2.500 karya ilmiah. Tapi, setelah
diseleksi berhasil menetapkan 103 finalis karya ilmiah.

Nantinya, ke-103 finalis akan mempresentasikan karya ilmiahnya di depan dewan juri dan
ditetapkan pemenangnya dari masing-masing kategori.

"Nanti, karya ilmiah terbaik untuk kategori LKIR dan NYIA akan diberangkatkan ke ajang
internasional. Seperti ajang Intel International Science and Engineering Fair pada 2014 dan
International Exhibition for Young Inventors 2014," ujar Kepala Biro Kerja Sama dan
Pemasyarakatan Iptek LIPI, Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono. (art)

http://www.viva.co.id/indepth/fokus/458942-karya-hebat-anak-indonesia-sepatu-antimaling-hingga-
gelang-anticulik
Kisah Penemu Muda : Sepatu Anti Maling Saat Jumatan

Annisa Puteri Raka, SMAN 6 Yogyakarta gundah melihat saudara dan tetangganya yang
kerap kehilangan sepatu. Annisa pun membuat sepatu anti maling alias santiling.

"Dekat rumah saya banyak terjadi pencurian di masjid dan di perumahaan. Padahal rumah
ada pagar, satpam juga ada. Tapi tetap saja banyak pencurian. Nggak cuma yang bermerek,
yang biasa juga dicuri. Akhirnya saya menciptakan santiling, " ujar Annisa kepada detikcom,
Sabtu (30/11/2013).

Annisa termasuk finalis National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar LIPI 14-15
November 2013 lalu.

Annisa membuat santiling dalam dua versi. Versi reedswitch dan miniswitch. Cara kerja
reedswitch yakni berdasarkan jarak antara sepatu.

"Pengguna akan meninggalkan sepatunya lalu di-on-kan reedswitch-nya. Lalu ketika sepatu
pengguna berada pada jarak dengan ketentuan sekitar 5 cm maka akan bunyi, " kata siswi
kelas XII ini.

Sedangkan cara kerja miniswitch yakni berdasarkan tekanan lantai. Jadi pengguna akan
meninggalkan sepatunya setelah di-on-kan miniswitchnya. Lalu ketika sepatunya diangkat
dan tidak ada tekanan dari lantai atau diangkat, sepatu akan bunyi.

Annisa membuat santiling ini selama sebulan. Dia mengeluarkan total Rp 70 ribu untuk
membuat itu. Bahan santiling antara lain reed switch, magnet, batere 1,5 volt 3 buah, travo,
dan buzer (alarm).

Lalu apakah bisa dijual Sayangnya, Annisa tidak akan menjualnya.

"Saya masih akan mengembangkan alat itu lagi. Dibikin kayak kunci koper agar hanya
pengguna yang tahu kunci itu, " ucap siswi yang berencana kuliah di UGM jurusan
perencanaan wilayah kota ini kelak.
Sumber : detikNews, 30/11/2013

http://lipi.go.id/berita/single/Kisah-Penemu-Muda-Sepatu-Anti-Maling-Saat-Jumatan/8011