Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Macam-macam batuan andesit


Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik , ekstrusif, komposisi menengah,
dengan tekstur afanitik hingga porfiritik. Dalam pengertian umum, Andesit adalah jenis
peralihan antara basal dan dasit, dengan rentang silikon dioksida (SiO2) adalah 57-63% .
Susunan mineral biasanya didominasi oleh plagioklas ditambah piroksen dan / atau
hornblende. Magnetit, zirkon, apatit, ilmenit, biotit, dan garnet adalah mineral aksesori
umum.[1] Alkali feldspar dapat hadir dalam jumlah kecil. Kelimpahan feldspar-kuarsa di
batuan vulkanik andesit dan lainnya.
Batuan andesit umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah
perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan
aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama
Pegunungan Andes.
Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik
candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak
memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja
batu, arca dll.
Di zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai material untuk nisan
kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca
untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah Magelang.
Pusat kerajinan dan pemotongan batu Andesit juga terdapat di daerah Cirebon dan
Majalengka Jawa Barat. Karena di daerah ini banyak terdapat perbukitan yang
merupakan daerah tambang Batu Andesit. Untuk batu Andesit di daerah cirebon umum
nya bewarna abu-abu dan terdiri dari 2 Jenis utama: Andesit Bintik dan Andesit Polos.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu batuan andesit

2. Apa saja mineral yang terkandung dalam batuan andesit

3. Bagaimana terbentuknya batuan andesit

4. Bagaimana metode eksplorasi,penambangan dan pemanfaatannya

1.3 Tujuan

1. Menjelaskan tentang batuan andesit

2. Menjelaskan mineral penyusun batuan andesit

3. Menjelaskan asal terbentuknya batuan andesit

4. Menjelaskan pengolahan dan pemanfaatan batuan andesit


BAB II
GENESA BAHAN GALIAN

2.1 Genesa Pembentukan

Andesit ditemukan dalam aliran lava yang dihasilkan oleh stratovulkano. Lava yang
naik ke permukaan akan mengalami proses pendinginan dengan cepat, hal inilah yang
menyebabkan tekstur andesit menjadi lebih halus. Butir mineral dalam andesit biasanya
sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan alat pembesar. Beberapa
jenis andesit mengandung sejumlah besar "glass", dan ada juga yang terlihat jejak lava
gas vesikular dengan tekstur amigdaloidal.

Andesit adalah batuan umum kerak benua yang biasanya berada di atas zona
subduksi. Andesit umumnya terbentuk setelah "melting" (pelelehan/pencairan) lempeng
samudera akibat subduksi. Subduksi yang menyebabkan "melting" pada zona ini
merupakan sumber magma yang apabila naik ke permukaan akan membentuk Andesit.

Andesit juga dapat terbentuk jauh dari lingkungan zona subduksi. Sebagai contoh,
batuan ini dapat terbentuk pada "ocean ridges" dan "oceanic hotspots" yang dihasilkan
dari "pelelehan sebagian" (partial melting) batuan basaltik. Andesit juga dapat terbentuk
selama letusan pada struktur dalam lempeng benua di mana sumber magma meleleh
dalam kerak benua atau bercampur dengan magma benua. Kesimpulannya, ada banyak
lingkungan lain dimana andesit mungkin dapat terbentuk.
Andesit termasuk jenis batuan beku kategori menengah sebagai hasil bentukan
lelehan magma diorit. Nama andesit sendiri diambil berdasarkan tempat ditemukan,
yaitu di daerah Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Peranan bahan galian ini penting
sekali di sektor konstruksi, terutama dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan
raya, gedung, jembatan, saluran air/irigasi dan lainnya. Dalam pemanfaatannya dapat
berbentuk batu belah, split dan abu batu. Sebagai negara yang sedang membangun,
Indonesia membutuhkan bahan galian ini yang terus setiap tahun.
1. Mula Jadi
C membentuk andesit berkomposisi mineral felspar plagioklas jenis kalium
felspar natrium plagioklas, kuarsa, felspatoid serta mineral tambahan berupa Jenis
magma diorit merupakan salah satu magma terpenting dalam golongan kapur alkali
sebagai sumber terbentuknya andesit. Lelehan magma tersebut merupakan kumpulan
mineral silikat yang kemudian menghablur akibat pendinginan magma pada
temparatur antara 1500 2500 . Andesit bertekstur afanitik mikro kristalin dan
berwarna gelap.
2. Mineralogi
Mineral yang ada dalam andesit ini berupa kalium felspar dengan jumlah kurang
10% dari kandungan felspar total, natrium plagioklas, kuarsa kurang dari 10%,
felspatoid kurang dari 10%, hornblenda, biotit dan piroksen. Penamaan andesit
berdasarkan kepada kandungan mineral tambahannya yaitu andesit hornblenda,
andesit biotit dan andesit piroksen.
3. Sifat Kimia dan Fisika
Komposisi kimia dalam batuan andesit terdiri dari unsur-unsur, silikat,
alumunium, besi, kalsium, magnesium, natrium, kalium, titanium, mangan, fosfor
dan air. Prosentasi kandungan unsur-unsur tersebut sangat berbeda di beberapa
tempat. Sebagai contoh, dalam Tabel 1., diperlihatkan komposisi kimia yang terdapat
di Desa Kalirejo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Andesit berwarna abu-abu kehitaman, sedangkan warna dalam keadaan lapuk
berwarna abu-abu kecoklatan. Berbutir halus sampai kasar, andesit mempunyai kuat
tekan berkisar antara 600 2400 kg/cm2 dan berat jenis antara 2,3 2,7, bertekstur
porfiritik, keras dan kompak.
Tabel 1. Komposisi kimia Andesit

Senyawa Komposisi (%)


SiO2 47,55
Al2O3 18,37
Fe2O3 8,19
CaO 7,11
MgO 2,25
Na2O 1,70
K2O 2,16
TiO2 0,59
MnO 0,22
P2O5 0,30
H2O 0,52
2.2 Penyebaran di Indonesia

Persebaran batu andesit di Indonesia terdapat disepanjang jalur gunung api baik yang
masih aktif ataupun yang sudah mati. Penyebarannya terdapat di Daerah Istimewa Aceh,
Sumatra Utara, Sumatra barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Daerah Istimewa Jogjakarta, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur,
Sulawesi Utara, Sulawesi selatan, Maluku, dan Irian Jaya.

Peta penyebaran andesit di indonesia


BAB III
EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI
3.1 Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi andesit dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu :

1. Penelitian geologi

Penelitian geologi ini menggunakan beberapa alat misal kompas geologi,palu


geologi ,gps dan peta topografi daerah yang di teliti. Kegiatan ini dilakukan dengan
maksud untuk mengetahui batas penyebaran secara lateral, termasuk mengumpulkan
segala informasi geologi dan pemetaan topografi.

Kompas geologi Palu geologi

Gps Peta Topografi


2. Penelitian geofisika

Penelitian ini biasanya menggunakan metode geolistrik atau resistivitas yang


bertujuan mengetahui sifat tahanan jenis batuan yang ingin di teliti. metode geolistrik
secara umum akan menyajikan data lapisan tanah pucuk dan lapisan andesit

Resistivity meter
3.2 Eksploitasi

1. Pembongkaran (lossening).

Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membongkar andesit dari batuan induknya


sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Untuk
melaksanakan pekerjaan ini dilakukan dengan cara pemboran dan peledakan.

Crawler Rock Blasting


Drilling DDrilling
2. Pemuatan (loading).

Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat muat mekanis untuk memuat
hasil kegiatan pembongkaran ke dalam alat angkut

Backhoe Loader Wheel Loader


3. Pengangkutan (transporting)

Bongkahan andesit diangkut ke lokasi unit peremukan atau tempat pengolahan


menggunakan dump truck.

Dump Truck
BAB IV
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN

4.1 Pengolahan
1. Crushing
Batuan andesit dari front penambangan dengan berbagai macam ukuran
akan mengalami pemecahan di dalam mesin pemecahan batuan atau crusher.
Prinsip kerja crusher adalah rangkaian pengurangan ukuran batuan dari bongkah-
bongkah batuan yang besar menjadi ukuran yang lebih kecil. Dalam mengelola
batuan andesit digunakan jaw crusher, impact crusher, dan cone crusher.

Crushing

a. Jaw crusher
Jaw crusher yang digunakan untuk pemecahan tahap pertama.

Jaw Crusher
b. Impact crusher
Impact crusher yang digunakan adalah jenis hammer mill. Hal ini merupakan proses
crushing tahap kedua yang termasuk ke dalam jenis primary crusher.

Impact crusher Primary Crusher

c. Cone crusher
Cone crusher digunakan sebagai alat pemecahan tahap kedua yang termasuk jenis
secondary crusher.

Cone Crusher Secondary Crusher


4.2 Pemanfaatan

1. sebagai dimension stone


Karena tidak semua batuan andesit dari pertambangan bisa digunakan untuk
konstruksi, batuan andesit juga dipotong menjadi ukuran tertentu, dipahat,
diamplash kemudian dipoles agar bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.
Potongan-potongan ini yang disebut dimension stone. Dimension stone umumnya
dimanfaatkan untuk keperluan estetika. Seperti ornamen-ornamen pada dinding,
lantai ,batu hias, tegel, dan peralatan rumah tangga. atau dekorasi lainnya.

Pemanfaatan batuan andesit dalam bidang rumah tangga salah satunya seperti
cobek yang terbuat dari batuan andesit. Berikut cara pembuatannya:

Bentuk pola cobek Hasil pola dari cobek Lalu dihaluskan atau
menggunakan palu dan pahat diratakan menggunakan
mesin penghalus

Cobek sudah siap untuk di


gunakan
BAB V
LINGKUNGAN DAN PROSPEK
5.1 Lingkungan

1. Dampak pada daerah sekitar

Dampak Kegiatan pembukaan lahan / penyiapan lahan untuk pertambangan


andesit akan mengakibatkan hilangnya tanaman penutup tanah dan pohon. Hilangnya
tanaman penutup ini mengakibatkan permukaan tanah menjadi rawan terhadap erosi
oleh air maupun angin. Hilangnya tanaman tumbuhan pada areal tersebut, perubahan
nutrisi lapisan tanah karena pengaruh panas, terjadinya erosi oleh air permukaan serta
penurunan kualitas tanah.Pembukaan lahan dalam skala luas akan mengurangi
jumlah dan jenis tumbuhan local.

2. Pencemaran udara

Polusi udara
Polusi/pencemaran udara yang kronis sangat berbahaya bagi kesehatan yang
di akibatkan dari debu dan asap yang di hasilkan dari proses pengangkutan oleh
dump truck.
3.Kebisingan

Kebisingan disini terjadi akibat adanya proses pengangkutan bahan galian yang di
bawa atau diangkut oleh kendaraan tambang salah satunya seperti dumb truck dan
juga dari kegiatan peledakan hal ini cukup mengganggu pendengaran dan
komunikasi para karyawan yang bekerja di sekitar area tersebut

5.2 Prospek

Krisis ekonomi Indonesia sejak Juli 1997 menyebabkan lumpuhnya dunia


usaha di dalam negeri termasuk pula pembangunan infrastruktur seperti jalan raya,
jembatan, irigasi, dan pengembang sektor perumahan/real estate, sebagai pemakai
utama andesit. Dengan membaiknya kurs rupiah terhadap dolar diharapkan akan
membawa ke arah pemulihan perekonomian Indonesia sehingga dunia usaha akan
bergairah kembali. Cadangan andesit di Indonesia berjumlah milyaran ton, tersebar
merata di seluruh daerah Indonesia. Dari kenyataan itu, untuk masa mendatang
diperkirakan pengusahaan andesit di Indonesia akan mengalami peningkatan sejalan
dengan kembali dimulainya pembangunan perumahan baik RSS, RS maupun real estat,
juga pembangunan sektor konstruksi lainnya seperti jalan, jembatan dsb. Identifikasi
faktor yang mempengaruhi pasar, baik itu sektor pendukung maupun penghambat
pengembangan usaha pertambangan andesit adalah :

cadangan; potensi andesit di Indonesia jelas memungkinkan dengan jumlah cadangan


yang besar dan lokasinya tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia;

tenaga kerja; cukup melimpah, biaya operasi tenaga kerja murah adalah faktor yang
menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pemerintah;

konsumen; perkembangan sektor kontruksi (jalan dan perumahan) dan sektor industri
yang mulai membaik merupakan indikator akan meningkatnya tingkat kebutuhan
andesit di sektor ini. Oleh karena itu pengembangan pertambangan andesit dengan
berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan sektor ini cukup memberikan harapan.

Perkembangan konsumsi andesit di sektor industri dalam kurun waktu 1987 -1997
menunjukkan kecenderungan yang meningkat dengan laju perubahan tahunan sebesar
0,44%. Jenis industri barang-barang dari semen, genteng, dan barang bukan logam
lainnya merupakan pemakai utama komoditas ini.

Sebagai contoh perbandingan harga andesit yang mentah atau belum di olah :
Rata Mesin atau Rata Alam tebal + 1.4cm
Harga Batu Andesit Polos Bakar Ukuran 15x30cm = Rp.85.000,-/M
Harga Batu Andesit Polos Bakar Ukuran 20x40cm = Rp.90.000,-/M
Harga Batu Andesit Polos Bakar Ukuran 30x30cm = Rp.95.000,-/M
Ada 3 variasi finishing dari pengolahan andesit yaitu :
Alur = Harga batu alam andesit Polos bakar + Rp. 10.000,-
Honed = Harga batu alam andesit Polos bakar + Rp.25.000,-
Polished = Harga batu alam andesit Polos bakar + Rp. 75.000
Maka missal kita membuat variasi finishingnya harga jual andesitnya menjadi :
Harga Batu Andesit Variasi alur Ukuran 15x30cm = Rp. 85.000,-/M + Rp 10.000 = Rp.
95.000,-M2
Harga Batu Andesit Variasi honed Ukuran 20x40cm = Rp. 90.000,-/M + Rp. 25.000 =
Rp. 115.000,-M2
Harga Batu Andesit variasi Polished Ukuran 30x30cm = Rp. 95.000,-/M + Rp. 75.000 =
Rp. 170.000

Andesit Polos Bakar Variasi Finishing Alur

Variasi Finishing Honed


Variasi Finishing Polished
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Dari makalah yang kami buat kami menyimpulkan bahwa untuk pertambangan
andesit masih sangat berpotensi untuk ke depannya karena andesit banyak di gunakan untuk
infrastruktur seperti jembatan, jalan raya, irigasi, landasan terbang, pelabuhan serta gedung-
gedung di karenakan Negara Indonesia sedang gencarnya melakukan pembangunan
infrastruktur untuk mendukung pembangunan Indonesia yang lebih baik

6.2 Saran.

Kegiatan pertambangan andesit di Indonesia harus dipantau secara ketat untuk


menghindari adanya penambangan ilegal yang seringkali mengabaikan dampak negatif yang
timbul pascapenambangan. Setiap industri penambangan perlu melakukan recovery terhadap
lingkungan pada tahap pascaoperasi kegiatan penambangan agar dampak yang merugikan
dapat ditekan
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Andesit

http://www.geologinesia.com/2016/01/batuan-andesit-dan-proses-pembentukannya.html

https://achmadinblog.wordpress.com/2010/11/30/andesit/

https://ilmugeografi.com/geologi/batuan-andesit
TUGAS
REKAYASA BAHAN GALIAN
INDUSTRI ANDESIT

Di susun :

Septiadi Pratama 710016066


Diby kristria 710016067

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2017