Anda di halaman 1dari 29

TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI SOLID DAN LIQUID

SUSPENSI OBAT CACING

Dosen :

Rahmi Hutabarat, S.Si., M.Si., Apt.

Disusun Oleh :
Andry Maulana 15330015

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL


FAKULTAS FARMASI
TAHUN AJARAN 2016/2017
Jl. Moh. Kahfi II Bumi Srengseng Indah - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640

Telp. (021) 7271112


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena anugerah dari-Nya saya dapat

menyelesaikan makalah tentang SUSPENSI OBAT CACING ini.


Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita,
yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang
lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta
rahmat bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang


menjadi tugas mata kuliah TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI SOLID DAN
LIQUID. Disamping itu, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung
sehingga terealisasikanlah makalah ini.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini bisa


bermanfaat.

Jakarta, November 2017

Penyusun

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing i


DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1


1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Permasalahan .......................................................... 2
1.3 Tujuan ...................................................................................... 2
1.4 Manfaat .................................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 4


2.1

BAB III METODELOGI .............................................................................. 22


3.

BAB IV PENUTUP ............................................................ 39


4.1 Kesimpulan. ..................................................................... 39
4.2 Saran .......................................................................................... 39

DAFTAR PUSTAKA. ................................................ 40

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing ii


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suspensi dapat didefinisikan sebagai preparat yang mengandung partikel


obat yang terbagi secara halus disebarkan secara merata dalam pembawa dimana
obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum (Ansel, 2008). Suspensi
adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi
dalam fase cair (Kementerian Kesehatan RI, 2014).
Formulasi obat dalam sediaan suspensi memiliki keuntungan yaitu rasanya
yang lebih enak juga dapat meningkatkan absorpsi obat sehingga dapat
meningkatkan bioavailabilitas dari obat (Hussein et al., 2009). Selain itu, ada
beberapa alasan lain pembuatan suspensi oral untuk banyak pasien yaitu bentuk
cair lebih disukai daripada bentuk padat (tablet atau kapsul dari obat yang sama),
mudahnya menelan cairan, mudah diberikan untuk anak-anak juga mudah diatur
penyesuaian dosisnya untuk anak (Ansel, 2008). Kesulitan dalam formulasi
suspensi adalah pembasahan fase padat oleh medium suspensi, yang artinya,
suspensi merupakan suatu sistem yang tidak dapat bercampur (Lachman, et al.,
1994).
Penggunaan suspending agent bertujuan untuk meningkatkan viskositas dan
memperlambat proses pengendapan sehingga menghasilkan suspensi yang stabil (Nash,
1996). Suspensi stabil apabila zat yang tersuspensi tidak cepat mengendap, harus
terdispersi kembali menjadi campuran yang homogen dan tidak terlalu kental agar mudah
dituang dari wadahnya (Ansel et al., 1995

Kestabilan fisik dari suspensi sendiri bisa didefinisikan sebagai keadaan


dimana partikel tidak menggumpal dan tetap terdistribusi merata di seluruh sistem
dispersi. Karena keadaan yang ideal jarang menjadi kenyataan, maka perlu untuk
menambah pernyataan bahwa jika partikel-partikel tersebut mengendap, maka
partikel-partikel tersebut harus dengan mudah disupensi kembali dengan sedikit
pengocokan saja (Martin, et al., 1993)

1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk membandingkan formulasi yang lebih baik dan
membuat formulasi dengan menentukan bahan tambahan sediaan suspensi oral
yang paling sesuai dengan sifat dan kelarutan dari zat aktif, dan untuk

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 1


mendapatkan atau membuat bentuk sediaan obat yang efisien dan lebih
disukai oleh anak anak .

1.4 Manfaat
Makalah yang penulis susun diharapkan dapat bermanfaat bagi
pembaca, khususnya teman-teman dari prodi S1-Farmasi ISTN dalam proses
pembelajaran mata kuliah eknologi sediaan semi solod dan liquid. Makalah
ini juga dapat melengkapi dan menambah wawasan Mahasiswa S1-Farmasi
ISTN mengenai suspensi obat cacing.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Antelmintik
Antelmintik atau obat cacing ialah obat yang digunakan untuk membrantas atau
mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh. Sebagian besar obat cacing
efektif terhadap satu macam kelompok cacing. Obat-obat penyakit cacing diantaranya :
Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol, Praziquante, Piperazin, Dietilkarbamazin,
Niklosamida, Pirantel, Oksantel, Levamisol dan Ivermectin.
Albendazole merupakan anthelmintik yang berfingsi mencegah larva cacing
tumbuh atau berkembang biak di dalam tubuh. Albendazole digunakan untuk mengobati
infeksi tertentu yang disebabkan oleh cacing seperti cacing pita babi dan cacing pita
anjing. [2] Nama IUPAC-nya adalah Metil [5- (propylthio) -1H-benzoimidazol-2-yl]
karbamat. [3] Suspensi oral sekarang sangat banyak digunakan pada anak-anak. Manfaat
lain dalam kasus pembangunan adalah bahwa obat tersebut tidak memerlukan obat
terlarut atau dengan cara lain, kita dapat mengatakan bahwa obat-obatan praktis yang
tidak dapat larut dapat diberikan dengan jenis formulasi ini. [4]

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 2


2.2 Suspensi Oral
2.2.1 Definisi
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam
fase cair. Sediaan yang digolongkan sebagai suspensi adalah sediaan seperti tersebut di atas, dan
tidak termasuk kelompok suspensi yang lebih spesifik, seperti suspensi oral, suspensi topikal, dan
lain-lain. Beberapa suspensi dapat langsung digunakan, sedangkan yang lain beruapa campuran
padat yang harus dikonstitusikan terlebih dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum
digunakan. Sediaan seperti ini disebut .untuk Suspensi Oral. Istilah susu kadang-kadang
digunakan untuk suspensi dalam pembawa yang mengandung air yang ditujukan untuk pemakaian
oral, seperti Susu Magnesia. Istilah Magma sering digunakan untuk menyatakan suspensi zat padat
anorganik dalam air seperti lumpur, jika zat padatnya mempunyai kecenderungan terhidrasi dan
teragregasi kuat yang menghasilkan konsistensi seperti gel dan sifat reologi tiksotropik seperti
Magma Bentonit. Istilah Lotio banyak digunakan untuk golongan suspensi topikal dan emulsi
untuk pemakaian pada kulit seperti Lotio Kalamin. Beberapa suspensi dibuat steril dan dapat
digunakan untuk injeksi, juga untuk sediaan mata dan telinga. Suspensi dapat dibagi dalam 2 jenis,
yaitu suspensi yang siap digunakan atau yang dikonstitusikan dengan jumlah air untuk injeksi atau
pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara intravena
dan intratekal.

Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan dengan cara tertentu harus mengandung zat
antimikroba yang sesuai untuk melindungi kontaminasi bakteri, ragi dan jamur seperti yang tertera
pada Emulsi dengan beberapa pertimbangan penggunaan pengawet antimikroba juga berlaku untuk
suspensi. Sesuai sifatnya, partikel yang terdapat dalam suspensi dapat mengendap pada dasar
wadah bila didiamkan. Pengendapan seperti ini dapat mempermudah pengerasan dan pemadatan
sehingga sulit terdispersi kembali, walaupun dengan pengocokan. Untuk

mengatasi masalah tersebut, dapat ditambahkan zat yang sesuai untuk meningkatkan
kekentalan dan bentuk gel suspensi seperti tanah liat, surfaktan, poliol, polimer atau gula.
Yang sangat penting adalah bahwa suspensi harus dikocok baik sebelum digunakan untuk
menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam pembawa, hingga menjamin
keseragaman dan dosis yang tepat. Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Suspensi oral Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang
terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk
penggunaan oral. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai susu atau magma termasuk
dalam kategori ini.

Suspensi topikal Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang
terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Beberapa
suspensi yang diberi etiket sebagai Lotio termasuk dalam kategori ini.

Suspensi tetes telinga Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel-
partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 3


Suspensi optalmik Seperti tertera pada Ophthalmicae Praeparationes.

Adapun keuntungan dari sediaan suspensi adalah :


Beberapa obat yang tidak larut dalam semua media penerima, oleh karena itu
arus dibuat sebagai padatan, bentuk seiaan bukan larutan (tablet, kapsul, dan
lain-lain) atau sebagai suspense
Rasa yang tidak enak dapat ditutupi dengan peggunaan suspense dan obat
atau derivate dari obat sebagai contoh yang terikat kloramfenikol palmitat
Suspense dibuat dari pertukaran ion damar yang mengandung obat bentuk ion
dapat digunakan tidak hanya untuk meminimalkan rasa dari obat tetapi juga
menghasilkan produksi beraksi lama, sebab obat-obatan mengalami
pertukaran ynag lambat untuk ion ion lain dalam saluran pencernaan
Suspense juga secara kimia lebih stabil dibanding larutan
Suspense merupakan sediaan ideal untuk pasien yang sulit menelan tablet
atau kapsul yang mana penting dalam pembuatan obat untuk anak-anak

Kerugian Suspensi
Keseragaman dan keakuratan dari dosis saat sediaan digunakan untuk
pengobatan kurang juka dibandingkan tablet atau kapsul
Pengendapan yang kompak menyebabkan masalah dimana tidak mudah untuk
dilarutkan
Produknya cair dan relative massanya berat.
Keefektifan dari formulasi dan suspense secara farmasetik bagus biasanya
sulit untuk dicapai dari sediaan tablet/kapsul pada obat yang sama

Ukuran partikel suspense

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 4


Batas terendah dari ukuran partikel mendekati 0,1 mikrometer sedangkan ukuran
partikel suspense yang lain adalah 1-50 mikrometer

karakteristik sediaan suspensi oral yang baik adalah sebagai berikut :


Partikel yang terdispersi harus memiliki ukuran yang sama dimana partikel
ini tidak mengendap dengan cepat dalam wadah
Bagaimana juga, dalam peristiwa terjadinyan pengendapan, endapan harus
tidak membentuk endapan yang keras. Endapan tersebut harus dapat
terdispersi kembali dengan usaha minimum dari pasien
Produk harus mudah di tuang, memiliki rasa yang menyenangkan dan
tahan terhadap mikroba

Suatu suspensi yang dapat diterima mempunyai kualitas tertentu yang diinginkan:

Zat yang tersuspensi tidak boleh cepat mengendap

Partikel-partikel tersebut walaupun mengendap pada dasar wadah tidak boleh


membentuk suatu gumpalan padat tetapi harus dengan cepat terdispersi kembali
menjadi suatu campuran homogen bila wadahnya dikocok dari botolnya atau
untuk mengalir melewati jarum injeksi.

Untuk cairan obat luar, produk tersebut harus cukup cair sehingga dapat tersebar
dengan mudah ke seluruh daerah yang sedang diobati tetapi juga tidak boleh
sedemikian mudah bergerak sehingga gampang hilang dari permukaan dimana
obat tersebut digunakan.

Cairan tersebut dapat kering dengan cepat dan membentuk suatu lapisan
pelindung yang elastis sehingga tidak akan mudah terhapus, juga harus
mempunyai warna dan bau yang nyaman.

Stabilitas suspensi adalah kondisi dimana partikel tidak mengalami agregasi dan
mereka tetap terdispersi merata atau sisa partikel tetap mengendap, mereka mudah
terdispersi kembali dengan pengocokan yang ringan. Faktor faktor yang
mempengaruhi kestabilan suspensi adalah :

1. Ukuran partikel.

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 5


Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel
tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Hubungan antara
ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas
penampangnya. Sedangkan antara luas penampang dengan daya tekan
keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran partikel
semakin kecil luas penampangnya. (dalam volume yang sama) .Sedangkan
semakin besar luas penampang partikel daya tekan keatas cairan akan
semakin memperlambat gerakan partikel untuk mengendap, sehingga
untuk memperlambat gerakan tersebut dapat dilakukan dengan
memperkecil ukuran partikel.

2. Kekentalan (viscositas)

Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari


cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun
(kecil).

Kecepatan aliran dari cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan


turunnya partikel yang terdapat didalamnya. Dengan demikian dengan
menambah viskositas cairan, gerakan turun dari partikel yang
dikandungnya akan diperlambat. Tetapi perlu

diingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan
mudah dikocok dan dituang.

Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum STOKES .

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 6


2. Jumlah partikel (konsentrasi)

Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar ,


maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena
sering terjadi benturan antara partikel tersebut.

Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat


tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar
kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.

4. Sifat/muatan partikel

Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam


campuran bahan yang sifatnya tidak selalu sama. Dengan demikian ada
kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan
bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena sifat bahan tersebut
sudah merupakan sifat alam, maka kita tidak dapat mempe-ngaruhinya.

Stabilitas fisik suspensi farmasi didefinisikan sebagai kondisi suspensi


dimana partikel tidak mengalami agregasi dan tetap terdistribusi merata. Bila
partikel mengendap mereka akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan
yang ringan. Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling melekat
oleh suatu kekuatan untuk membentuk agregat dan selanjutnya membentuk
compacted cake dan peristiwa ini disebut caking .

Kalau dilihat dari faktor-faktor tersebut diatas, faktor konsentrasi dan


sifat dari partikel merupakan faktor yang tetap, artinya tidak dapat diubah
lagi karena konsentrasi merupakan jumlah obat yang tertulis dalam resep
dan sifat partikel merupakan sifat alam. Yang dapat diubah atau
disesuaikan adalah ukuran partikel dan viskositas.

Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan


mixer, homogeniser, colloid mill dan mortir. Sedangkan viskositas fase
eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat
larut kedalam cairan tersebut.

Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan


pensuspensi), umumnya bersifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid).

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 7


2.2.2 Komponen Dasar Suspensi Oral
Standar Formula Suspensi :
R/ Zat Aktif
Zat Pensuspensi
Zat Tambahan
Zat Pembawa

A. Zat Aktif
Zat aktif yang digunakan dalam pembuatan sediaan suspensi adalah zat aktif
yang sukar atau tidak larut didalam air. Contoh zat aktif yang sering
digunakan:
B. Zat Pensuspensi (Suspending Agent)
Sebaik nya zat pensuspensi memiliki sifat mudah terdisfersi kembali dengan
pengocokan ringan. Contoh zat pensuspensi :
1) Berasal dari Alam
Polisakarida
a. Gom Arab : Kurang efektif, karena dibutuhkan dalam jumlah besar
b. Na. Alginat : Mempunyai kekentalan yang stabil di dalam air pada pH 4
10. Kadar yang biasa digunakan adalah 1 %.
c. Pektin : Pektin biasa digunakn bersama sama denga gom arab dengan
kadar 0,1 gr/gr gom arab.
d. Tragacant : Dalam suspensi digunakan dalam kadar 0,2 %. pH stabil
adalah 4 7,5. Pengawet yang biasa digunakan kloroform, nipagin,
nipasol.
e. Amylum : Jika tidak dikatakan lain, dalam suspensi amylum digunakan
dengan kadar 2% (amylum dilarutkan dengan air sama banyak)
Tanah Liat
a. Bentonit : Kadar nya dalam suspensi 2 % dan untuk bentonit magma 5 %
b. Veegum : Kadar dalam sediaan suspensi adalah 0,5 2 %

2) Semi Sintesis

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 8


a. Metil Selulose (Tylose) : kadar nya 0,5 2 % sebagai pensuspensi
b. PVP
c. Na. CMC : Kadar nya 0,25 1 % sebagai pensuspensi

3) Sintesis
a. Karbomer
b. Colloidal Silikon Dooxyda

C. Zat Tambahan
Zat tambahan dipilih berdasarkan kesesuaian sifat sifat nya dengan zat aktif.
Jenis zat tambahan yang biasa digunakan dalam bentuk sediaan suspensi adalah
:
- Penambah rasa - Pengawet
- Penambah bau - Pembasah
- Penambah warna - Antimikroba
- Dapar - Pengikat
- Dan lain lain.
D. Zat Pembawa
Zat pembawa atau pelarut, umum nya jika tidak dikatakan lain adalah aqua
destilasi.

2.2.3 Metode pembuatan suspensi


1. Metode dispersi
Dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah
terbentuk kemudian baru diencerkan.
2. Metode praesipitasi
Zat yang hendak didispersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak
dicampur dengan air. Setelah larut diencerkan dengan larutan pensuspensi dalam
air.
Sistem pembentukan suspensi
System flokulasi

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 9


partikel merupakan agregat yang bebas, sedimentasi terjadi capat, sediment
terbentuk cepat, sediment tidak membentuk cake yang keras dan padat dan
mudah terdispersi kembali seperti semula, wujud suspensi kurang menyenangkan
sebab sedimentasi terjadi cepat dan diatasnya terjadi daerah cairan yang jernih
dan nyata.
System deflokulasi
partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain, sedimentasi yang
terjadi lambat masing-masing partikel mengendap terpisah dan ukuran partikel
adalah minimal, sediment terbentuk lambat, akhirnya sediment akan membentuk
cake yang keras dan sukar terdispersi lagi.

Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah :

Deflokulasi :

1. Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain.

2. Sedimentasi yang terjadi lambat masing - masing partikel mengendap


terpisah dan ukuran partikel adalah minimal
3. Sedimen terbentuk lambat
4. Akhirnya sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar
terdispersi lagi

5. Ujud suspensi menyenangkan karena zat tersuspensi dalam waktu


relatif lama. Terlihat bahwa ada endapan dan cairan atas berkabut.

Flokulasi :

1. Partikel merupakan agregat yang bebas.


2. Sedimentasi terjadi cepat.
3. Sedimen terbentuk cepat.

4. Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah
terdispersi kembali seperti semula

5. Wujud suspensi kurang menyenangkan sebab sedimentasi terjadi cepat


dan diatasnya terjadi daerah cairan yang jernih dan nyata.

Formulasi suspensi

Membuat suspensi stabil secara fisis ada 2 kategori :

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 10


1. Pada penggunaan structure vehicle untuk menjaga partikel deflokulasi dalam
suspensi Structure Vehicle adalah larutan hidrokoloid seperti tilose, gom,
bentonit dan lain-lain.
2. Penggunaan prinsip-prinsip flokulasi untuk membentuk flok, meskipun cepat
terjadi pengendapan, tetapi dengan pengocokan ringan mudah disuspensikan
kembali.
Pembuatan sistem flokulasi ialah :
Partikel diberi zat pembasah dan dipersi medium.
Lalu ditambah zat pemflokulasi biasanya berupa elektrolit, surfaktan atau
polimer.
Diperoleh suspensi flokulasi sebagai produk akhir
Apabila dikehendaki agar flok tidak mengendap dengan cepat, maka
ditambahkan structured vehicle.
Produk akhir yang diperoleh adalah suspensi flokulasi dalam structured
vehicle

2.2.3 Evaluasi sediaan suspensi


Evaluasi Fisika
1. Homogenitas dan Distribusi Ukuran Partikel
Sediaan suspensi terekonstitusi dilarutkan dengan air hingga mencapai volume
yang telah ditentukan. Setelah itu, zat yang terdispersi harus halus dan tidak
boleh cepat mengendap, jika dikocok perlahan lahan, endapan harus segera
terdispersi kembali.
2. Volume Sediaan
Volume rata-rata suspensi yang diperoleh dari wadah tidak kurang dari 100% dan
tidak satu pun volume wadah yang kurang dari 95%dari volume yang dinyatakan
dalam etiket
3. Volume Sedimentasi dan Kemampuan Redispersi
Dilarutkan sediaan sirup kering ampisilin dengan air. Dikocok hingga homogen,
kemudian diamkan. Lihat sedimentasi yang terjadi setelah didiamkan selama 1
hari. Untuk sediaan suspensi kering yang baik diharapkan terdapat sedimentasi
yang besar atau tidak terjadi sama sekali (melarut homogen).
4. Penetapan Waktu Rekonstitusi

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 11


Dalam hal ini sediaan serbuk kering ditambahkan air, kemudian dihitung waktu
yang diperlukan sampai sediaan tersebut membentuk suspensi dengan sempurna.
5. Evaluasi Rheologi (sifat alir).

Evaluasi Kimia
1. Penetapan Kadar
Penetapan kadar dilakukan dengan metode KCKT
2. Identifikasi
Untuk identifikasi diperlukan suatu larutan yang mengandung setara dengan 4 mg
ampisilin dengan penambahan asam klorida 0,1 N pada sejumlah ampisilin untuk
suspensi oral.
3. pH dan BJ

Evaluasi Mikrobiologi
1. Cemaran (bilangan mikroba), untuk zat tambahan alami
2. Potensi : untuk zat aktif antibiotic

ALBENDAZOL

Albendazole

Metil5-(propiltio)-2-benzimidazolkarbamat [54965-21-8] C12H15N3O2S BM 265,33

Albendazol mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 102,0%,C 12H15N3O2S,
dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Pemerian Serbuk putih sampai kuning pucat.

Kelarutan Larut dalam asam format anhidrat; sangat sukar larut dalam eter dan dalam metilen
klorida; praktis tidak larut dalam etanol dan dalam air.

PGA (Pulpis Gummi Arabicum)


Pemerian : - Warna : putih
- Rasa : Rasa tawar seperti lendir

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 12


- Bau : Hampir tidak berbau
- Bentuk : Butir, bentuk bulat (bulat telur)
Kelarutan :
- mudah larut dalam air
- Menghasilkan larutan yang kental dan tembus cahaya
- Praktis tidak larut dalam etanol (95%)
Ukuran partikel : Penampang 0,5 cm sampai 6 cm
Stabilitas :
- lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar
- mudah terurai oleh bakteri dan reaksi enzimatik
- mudah teroksidasi
Inkompatibilitas : Inkompatibel dengan amidopyrin, apomorfin, aerosol, etanol 95 %, garam
ferri, morfin, tanin, timol, banyak kandungan garam menurunnya viskositas.
Sumber : - Farmakope Indonesia III hal.297
- Handbook of pharmaceutical Excipient hal.2

Carboxy Metyl Cellulosium Natrium (CMC-Na)


Pemerian : - Warna : putih sampai krem
- Rasa : hampir tidak berasa
- Bau : hampir tidak berbau
- Bentuk : serbuk atau granul
Kelarutan :
- Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloid
- Tidak larut dalam etanol, dalam eter dan dalam pelarut organik lain.
Titik leleh : 227-2520 C
pKa : 4,3
pH larutan : 2-10
Massa molekular : 90.000-200.000
bobot jenis : 0,52 gram/cm3
Stabilitas :
- Higroskopik dan dapat menyerap air pada kelembapan tinggi
- Stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH 2, viskositas berkurang pada pH lebih
dari pH 10
- Sterilisasi cara kering pada suhu 1600 C selama 1 jam, akan mengurangi viskositas dalam

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 13


larutan
- Perlu penambahan antimikroba dalam larutan
Inkompatibilitas :
- Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam dari beberapa logam
- pengendapan terjadi pada pH 2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.
- Membentuk kompleks dengan gliserin dan pektin.
Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Exipent hal.97 99

Gliserin
Pemerian : - Warna : putih
- Rasa : Rasa tawar seperti lendir
- Bau : Hampir tidak berbau
- Bentuk : Butir, bentuk bulat (bulat telur)
Kelarutan :
- Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol 95 %
- praktis tidak larut dalam kloroform dalam eter dan dalam minyak lemak dan dalam minyak
menguap.
Titik lebur : 18 0C
Titik didih : 290 0C
Massa molekular : 92,09382g/mol
Bobot jenis : 1,261 g/ml
pH larutan :7
Stabilitas :
- Terhadap udara : Higroskopik dengan adanya udara dari luar (mudah teroksidasi)
- Terhadap panas : mudah terdekomposisi dengan adanya pemanasan, mengkristal dalam
suhu rendah, kristal tidak akan mencair sampai dengan suhu 20 0C akan timbul ledakan jika
dicampur dengan bahan teroksidasi.
Inkompatibilitas :
- seperti kromium trioksid, kalium horat, atau kalium permanganat.
- Berubah warna menjadi hitam dengan adanya cahaya atau setelah kontak dengan ZnO dan
bisulfat.
- Gliserin + kontaminan yang mengandung logam akan berubah warna dengan penambahan
fenol salisilat dan tanin.
- Asam borat membentuk kompleks gliseroborik acid (lebih kuat dari pada asam borat)

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 14


Sumber : - Farmakope Indonesia III hal. 413
- Handbook of pharmaceutical Excipient hal. 59

Sukrosa
Pemerian : - Warna : putih tidak berwarna
- Rasa : manis
- Bau : tidak berbau
- Bentuk : masa hablur atau berbentuk kubus, serbuk hablur
Kelarutan :
- Sangat mudah larut dalam air
- Lebih mudah larut dalam air mendidih
- Sukar larut dalam etanol
- Tidak larut dalam kloroform dan eter
Titik lebur : 160-1860 C
Masa molekular/ukuran partikel : 342,30 gr/mol
pKa : 12,62
Bobot jenis : 1,6 gr/ml atau 1,6 gr/cm3
Stabilitas :
- panas : suhu > 1600 C dapat teroksidasi
- udara : lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar
Inkompatibilitas : logam berat, dapat mendegradasi zat
sumber :
- Handbook Of Pharmaceutical Exipent hal. 622-624
- Farmakope Indonesia Edisi IV hal. 762

Natrium Lauryl Sulfate (Sodium Lauryl Sulfate (SLS))

Nama Lain : Dodecyl Sodium Sulfat, Sodium Monolauryl Sulfat

Pemerian : Serbuk atau hablur, putih atau kuning pucat, bau lemah dank has.

Rumus Molekul : C12H25NaO4S

Struktur Molekul :

Kegunaan : Anionic surfactant; detergent; emulsifying agent; skin penetrant; tablet


and capsule lubricant; wetting agent. tablet dan kapsul ; wetting agent.

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 15


Kadar : Lubrikan 1-2%

Kelarutan :

Sangat larut dalam air

Larutan berkabut

Larut sebagian dalam etanol (95%) p

ASAM SITRAT

Citric Acid

Asam sitrat [77-92-9]

C6H8O7 BM 192,13

C6H8O7.H2O [5949-29-1] BM 210,13

Asam Sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air hidrat. Mengandung tidak
kurang dari 99,5% dan tidak lebih dari 100,5%, C6H8O7, dihitung terhadap zat anhidrat.

Pemerian Hablur bening, tidak berwarna atau serbuk hablur granul sampai halus; putih; tidak
berbau atau praktis tidak berbau; rasa sangat asam. Bentuk hidrat mekar dalam udara kering.

Kelarutan Sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol; agak sukar larut dalam eter.

NATRIUM SITRAT

Sodium Citrate

CH2(COONa)C(OH)(COONa)CH2COONa

Trinatrium sitrat (anhidrat) [68-04-2]

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 16


C6H5Na3O7 (anhidrat) BM 258,07

Dihidrat [6132-04-3] BM 294,10

Natrium Sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung dua molekul air berbentuk hidrat,
mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C6H 5Na3O7, dihitung terhadap
zat anhidrat.

Pemerian Hablur tidak berwarna atau serbuk putih.

Kelarutan Dalam bentuk hidrat mudah larut dalam air; sangat mudah larut dalam air mendidih;
tidak larut dalam etanol.

ASAM ASETAT

Acetic Acid

CH3COOH

Asam asetat [64-10-7]

C2H4O2 BM 60,05

Asam Asetat mengandung tidak kurang dari 36,0% dan tidak lebih dari 37,0% b/b C 2H4O2.

Pemerian Cairan; jernih tidak berwana; bau khas, menusuk; rasa asam yang tajam.

Kelarutan Dapat bercampur dengan air, dengan etanol dan dengan gliserol.

NATRIUM BENZOAT

Sodium Benzoate

C6H5COONa

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 17


Natrium benzoat [532-32-1]

C7H5NaO2 BM 144,11

Natrium Benzoat mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C 7H5NaO2,
dihitung terhadap zat anhidrat.

Pemerian Granul atau serbuk hablur, putih; tidak berbau atau praktis tidak berbau; stabil di
udara.

Kelarutan Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan lebih mudah larut dalam
etanol 90%.

NATRIUM SITRAT

Sodium Citrate

CH2(COONa)C(OH)(COONa)CH2COONa

Trinatrium sitrat (anhidrat) [68-04-2]

C6H5Na3O7 (anhidrat) BM 258,07

Dihidrat [6132-04-3] BM 294,10

Natrium Sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung dua molekul air berbentuk hidrat,
mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C6H 5Na3O7, dihitung terhadap
zat anhidrat.

Pemerian Hablur tidak berwarna atau serbuk putih.

Kelarutan Dalam bentuk hidrat mudah larut dalam air; sangat mudah larut dalam air mendidih;
tidak larut dalam etanol.

METILPARABEN

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 18


Methyl paraben

Metil p-hidroksibenzoat [99-76-3]

C8H8O3 BM 152,15

Metilparaben mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C 8H8O 3, dihitung
terhadap zat yang telah dikeringkan.

Pemerian Hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih: tidak berbau atau berbau khas
lemah; sedikit rasa terbakar.

Kelarutan Sukar larut dalam air, dalam benzen dan dalam karbon tetraklorida; mudah larut
dalam etanol dan dalam eter.

Tabel pembanding keempat formula , dapat menjadi acuan formula mana


yang tampilan dan kestabilan yang mendekati sempurna atau lebih baik dari
formula pembanding lainnya.

No Bahan FI F II F III F IV Formula


Pilihan
1 Zat aktif Albendazole 4 % Pirantel Albendazole Ibuprofen 2 % Albendazole
Pamoat 7,25 0,4 %
%
2 Suspending
Agent Sodium CMC -Na. CMC SLS (% w/v) Gom arab Na. CMC 1%
-Na. CMC
Xanthan Gum

-
3 Tambahan
Dapar sodium citrate, Glacial acetic As. Sitrat
citric acid acid (ml)

Pengawet - Sodium Methyl -Metil Paraben -Asam Benzoat


paraben, 0,18% 0,2%
-Sodium propyl -Propil Paraben
paraben 0,02%

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 19


Pembasah - Glyserin Syr. Simplex Propilenglikol - Glyserin
25%
Pengikat -

Corigensia

- Rasa -sodium saccharin - Sorbitol -Sunset Yellow -Sorbitol 20 %


- Aroma - Sorbitol -Oleum Citri -Sunset Yellow
- Essens Citrus
- Warna -Sugar -Sorbitol 70 % -Essens Citrus
-Quinoline yellow
-flavour mango

Co-Solvent Glyserin 3%

Zat Tambahan
Lain
- antifoam

-anticaking
-antioksidan
-flock agent
4 Pembawa Base purified up to Aquadest ad Water (ml) Water purified Air ad 100%
100% 100% 10 up to 100%

Metode Presipitasi Presipitasi Dispersi Presipitasi Presipitasi


Pembuatan

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 20


BAB III

METODELOGI

Alat
Timbangan Analitik
Mortir dan Stamper
Kertas Perkamen
Gelas Ukur
Erlenmeyer
Kaca Arloji
Sudip
Sendok tanduk
Spatel Logam
Batang Pengaduk

Bahan
Albendazole
Na. CMC
As. Sitrat
Asam Benzoat
Glyserin
Sorbitol 70 %
Sunset Yellow
Essens Citrus
Aq Dest

kami mencoba untuk merancang formula sediaan suspensi Albendazole dengan


prinsip pembuatan menggunakan metode presipitasi yang tersusun atas
komponen sebagai berikut :

Albendazole 4% (Zat Aktif)


Na. CMC 1% (Zat Pensuspensi)
As. Sitrat 0,06 % (Pendapar)
Asam Benzoat 0,2% (Pengawet)
Glyserin 10% (Pembasah)
Sorbitol 70 % 20 % (Pemanis)
Sunset Yellow qs (Pewarna)
Essens Citrus qs (Perasa)
Aq Dest ad 100ml (Pembawa)

Cara Pembuatan
1) Masukkan asam sitrat dan Asam benzoat kedalam Erlenmeyer tambahkan aq dest qs,
kocok ad larut, (M1)

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 21


2) Taburkan Na CMC di atas air untuk Na CMC, tunggu ad mengembang (15 menit), gerus
homogen (M2)
3) Albendazol masukan kedalam mortir, tambahkan M2 gerus homogen, tambahkan
gliserin, gerus homogen, tambahkan sorbitol gerus homogen, tambahkan M1 gerus
Homogen, tambahkan pewarna yellow dan essens citrus secukupnya, gerus homogeny
masukan kedalam botol
4) tambahkan aq dest ad 100 ml

Suspensi ini merupakan suspensi dengan bahan pembawa aqua destilasi.


Penambahan Na. CMC sebagai pensuspensi, karena Na. CMC mudah didapat dan harga
nya terjangkau. Na. CMC dan gliserin sebagai pembasah, pengikat, dan Co-solvent
mendukung kestabilan yang baik terhadap viskositas suspensi. Adanya Na.CMC dan
gliserin akan membantu proses eksresi, mengeluarkan cacing melalui feses. Asam
benzoat sebagai pengawet didukung efek lain dari sorbitol sebagai antimikroba untuk
menghambat pertumbuhan mikroba pada sediaan. Dapar asam sitrat untuk menjaga pH
agar stabil pada sediaan maupun ketika masuk ketubuh. Asam sitrat juga memberikan
aroma jeruk karena dihasilkan dari isolasi buah jeruk selain itu asam sitrat juga dapat
memberikan manfaat lain sebagai antioksidan yang mencegah sediaan teroksidasi
sehingga tidak menimbulkan bau tengik dalam waktu yang lama dalam memperbaiki
kembali rasa kami menambahkan essens citrus yaitu perasa jeruk. Pemanis utama untuk
menutupi rasa tidak enak adalah sorbitol. Dan pewarna yang digunakan untuk
menghasilkan warna jingga (orange) adalah pewarna sintetis sunset yellow.

No Pengamatan Hasil Evaluasi


FI F II F III F IV
1. Evaluasi Invitro
Kimia
a. Identifikasi Kromatografi
b.Kadar Zat Aktif Tiap ml Tiap ml Tiap ml Tiap ml mengandung
mengandung 40mg mengandung 72,5 mengandung 4 mg 20 mg Ibuprofen
zat aktif mg zat aktif zat aktif
c. pH Stabil Stabil pH suspensi 5,04
Fisika
a. Mol. Partikel Molekul partikel & Kecil, halus Nanosuspensions ukuran rata-rata

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 22


molekul formula memiliki ukuran kisaran 1 50 m
tercampur rata-rata kisaran
sempurna 168 untuk 223nm
b. Volume 1L 100 ml 10 ml 100 ml
c.Volume Sendimentasi 0.70 0,08(minggu ke 4)
c. BJ 1.13 g/ml (tinggi) 1,12 g/ml
d. Viskositas Stabil, Tinggi, namun
Stabil
viskositas 8278 tetap mudah dalam
setelah 3 bulan penuangan dengan
menjadi 8100. uji sedimentasi
mendekati atau
sama dengan 1
Biologi
a.Cemaran MO Adanya pengawet Dapat dihambat Kemungkinan Dapat dihambat
yang dapat juga dengan adanya untuk tumbuh dengan adanya
bertindak sebagai penggunaan mikrona sangat penggunaan
antimikroba dalam pengawet pada besar pengawet pada
sediaan, dapat formula. formula.
melindungi sediaan
dari cemaran MO
2. Evaluasi In Vivo
Organoleptis Sediaan
a. Homogen Ya, terdispersi Ya, terdispersi Ya, terdispersi Ya, terdispersi
kembali dengan dapat kembali dan dapat kembali kembali dengan
pengocokan mudah dituang pengocokan
b. Warna Kuning terang Kuning atau agak Kuning
orange
c. Bau Mangga Jeruk Jeruk
d. Rasa Manis, Mangga Manis, Jeruk Manis
Stabilitas Stabil dalam Stabilitas sediaan Stabil, namun
kondisi normal, belum teruji dalam Stabilitas sediaan
stabil pada suhu 42 waktu yang lama belum teruji dalam
derajat celcius waktu yang lama
Efektifitas Belum teruji Belum teruji Belum teruji
Aman Belum Teruji Belum teruji Belum teruji
3. Evaluasi Kemasan
- Kemasan Primer
- Kemasan Sekunder Botol 100 ml Botol 10 ml Botol 100 ml

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 23


- Label
- Brosur
- Persyaratan izin, dll

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 24


BAB IV

PENUTUPAN

1. Kesimpulan

2. Saran

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 25


DAFTAR PUSTAKA

TEK. SEMSOL & LIQ | Suspensi Obat Cacing 26