Anda di halaman 1dari 24

Laporan Kerja Praktek

Apartemen Green Bay - Pluit

BAB IV

METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL,


BALOK DAN PLAT LANTAI
APARTEMENT GREEN BAY PLUIT
LANTAI 15 - LANTAI 25

4.1 SYARAT PELAKSANAAN


Syarat pelaksanaan diantaranya sebagai berikut:
a. Pekerjaan struktur yang diamati adalah struktur kolom, core wall, balok dan plat
lantai dimulai di Lt. 15 s/d Lt. 25.
b. Pengangkutan material sampai dengan lokasi pengecoran yaitu menggunakan
tower crane.
c. Pelaksanaan pengecoran dilakukan malam hari, karena pada malam hari
penggunaan tower crane cenderung lebih sedikit dibanding siang hari.
d. Mutu beton yang digunakan sebagai berikut
- Balok : fc 25 Mpa
- Kolom : fc 35 Mpa
- Shear wall : fc 35 Mpa
- Plat lantai : fc 35 Mpa
e. Pembesian yang digunakan sebagai berikut
- Balok tul. Pokok 25, 19 dan sengkang 13, 10
- Kolom tul pokok 22, 19 dan sengkang 13, 10
- Shear wall tul. Pokok 19 dan sengkang 10
- Plat lantai 13 dan 10
f. Gambar kerja dimulai dengan pembuatan gambar shop drawing dengan
persetujuan/ control oleh konsultan pengawas dimana gambar tersebut mengacu
pada gambar for construction yang dikeluarkan oleh konsultan perencana.

IV -1
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.2 PERALATAN
Peralatan yang digunakan diantaranya sebagai berikut :
4.2.1 Alat Ukur
1. Theodolit
Alat ini digunakan untuk pengukuran di lapangan yaitu untuk menentukan letak
titik tertentu, letak titik-titik untuk mengetahui perbedaan tinggi tanah di lokasi
proyek. Selain itu digunakan juga untuk menentukan as bangunan dan untuk
pengecekan kolom

Gambar 4.2.1.1 theodolit

2. Waterpass
Kegunaan alat ini hampir sama dengan theodolit, digunakan untuk menentukan
kedataran suatu permukaan secara horizontal dan penentuan ketiniggian posisi
tertentu

3. Meteran
Kegunaan alat ini sebagai pengukuran panjang baik vertical maupun horizontal

IV -2
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.2.2 Alat Berat


1. Tower crane ( TC )
Digunakan sebagai alat angkut yang bergerak untuk memindahkan benda secara
vertical maupun horizontal. Yang diangkut oleh TC (Tower Crane) ini antara lain
baja tulangan, concrete bucket untuk bekisting, terminal, dan lainnya. Tower
crane diletakan ditempat yang strategis untuk semua bentuk kegiatan dan tidak
mengganggu lingkungan sekitarnya. Untuk semua alat berat disediaan oleh pihak
kontraktor dalam hal ini PT Total bangun persada Tbk. Adapun gambar tower
crane yaitu sebagai berikut :

Gambar 4.2.2.1.1 tower crane

IV -3
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

2. Truck mixer
Truk yang digunakan untuk mengangkut campuran beton yang siap pakai (ready
mix) dari sebuah mesin pengaduk sentral. Mixer selalu berputar untuk menjaga
homogenitas adukan beton dan batching plant kelapangan. Truk ini memiliki
kapasitas 7 m3dan 9 m.

Gambar 4.2.2.1.2 truk mixer

3. Dump Truck
Kendaraan ini digunakan untuk mengangkut tanah galian dan urugan. Truck ini
dilengkapi dengan dump atau bak yang menggunakan sistem hidrolik.

Gambar 4.2.2.1.3 Dump truck

IV -4
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4. Genset dan instalasi


Generator bertenaga diesel yang digunakan sebagai sumber listrik untuk
menggerakkan alat-alat kerja seperti tower crane, air compressor, vibrator,
peralatan las, gerinda, lampu-lampu penerangan, AC untuk office, dan lainnya.

Gambar 4.2.2.1.4 Genset


5. Concrete pump
Alat ini digunakan untuk memompa adukan beton dari truk mixer dan
mengalirkarnya ke lokasi pengecoran melalui pipa-pipa yang berhubungan.

Gambar 4.2.2.1.5 Concrete pump

IV -5
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.2.3 Alat pendukung


1. las mesin
Mesin ini digunakan untuk mengelas sambungan-sambungan baja yang perlu
disambung.

Gambar 4.2.3.1 las mesin


2. Bar cutting
Bar-cutting adalah alat yang digunakan untuk memotong besi tulangan. Pada
proyek ini digunakan alat secara manual

Gambar 4.2.3.2 bar cutting

IV -6
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

3. Bar bender
Bar-bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokan besi tulangan,
seperti pembuatan sengkang kolom, tulangan pile cap, dan sebagainya. Cara
kerjanya adalah dengan menentukan panjang pembengkokan dan sudut yang
diinginkan, kemudian besi tulangan dipasang pada mesin yang secara mekanik
dapat membengkokan besi tulangan tersebut. Penggunaan alat ini sangat praktis
dan cepat, sehingga pekerjaan pembengkokan besi tulangan dengan cepat dapat
diselesaikan

Gambar 4.2.3.3 bar bender


4. Concrete bucket
Alat ini berfungsi untuk menuangkan adukan beton ke tempat yang akan dicor.
Dan concrete bucket ini, digunakan tremi untuk menuangkan adukan beton ke
tempat yang akan dicor. Adapun gambar concrete bucket seperti dibawah ini :

Gambar 4.2.3.4 concrete bucket

IV -7
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.3 METODE KERJA PENGECORAN KOLOM


4.3.1 Pembesian
Pembesian dilakukan setelah shop drawing disetujui dan dilakukan perhitungan
pembesian dengan metode bar bending schedule (BBS). Dari hasil perhitungan BBS
ini, dilakukan perencanaan dan pemotongan besi dengan bar cutter. Pemotongan dan
pembentukan (pembengkokan) dilakukan khusus oleh tenaga ahli yang bertanggung
jawab melakukan pemotongan sesuai ukuran dan spesifikasi gambar rencana/ shop
drawing. Besi-besi tulangan yang telah dibentuk ini untuk sementara ditempatkan di
tempat khusus yang mudah dijangkau oleh tower crane. Berikut dapat kita lihat
bagaimana proses pemotongan dan pembengkokan besi-besi tulangan tersebut.

Bar cutter

Gambar 4.3.1.1 Tempat pemotongan besi dengan menggunakan bar cutter.

Alat pembengkok
besi

Gambar 4.3.1.2 Proses pembentukan/ pembengkokan besi.

IV -8
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Gambar 4.3.1.3 Perakitan tulangan kolom yang disimpan di tempat perakitan tulangan.

Tahap selanjutnya besi yang telah dibentuk sesuai gambar rencana dirakit di area
perakitan, kemudian diangkat ke lokasi yang akan dipasang dengan bantuan tower
crane. Masih dengan bantuan tower crane, besi tulangan disambung ke besi over lap
kolom sebelumnya.

Gambar 4.3.1.4 Proses penyambungan tulangan kolom dengan bantuan tower crane.

IV -9
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Tahap berikutnya setelah sambungan tulangan siap, dilakukan pemasangan tahu


beton dan pembatas bekisting (sepatu kolom) dengan pengelasan besi siku di bagian
bawah pembesian kolom (pengelasan diberi stek tambahan yang sudah disiapkan).
Kemudian dilakukan joint survey bersama ( cek hasil pekerjaan besi ) antara
konsultan pengawas dan pemborong.

Sepatu
kolom

Gambar 4.3.1.5 Setelah penyambungan besi tulangan kolom selesai dilakukan pemasangan sepatu
kolom.

4.3.2 Bekisting
Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan setelah pemasangan besi selesai.
Bekisting kolom tersebut difabrikasi sesuai dengan ukuran yang telah didesain.
Sebelum dipasang bekisting kolom dilapisi/ dicoating dengan menggunakan mould
oil. Setelah itu dilakukan pembersihan di area stek kolom. Tahap selanjutnya adalah
memasang panel bekisting kolom dengan dibantu Tower Crane dan dipasang tegak
dengan diperkuat oleh penyangga (Adjuster) bekisting kolom. Langkah terakhir dari
pekerjaan bekisting kolom adalah memeriksa ketegakan bekisting kolom dengan
melakukan penyesuaian adjuster mengunakan bantuan benang dengan pemberat

IV -10
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

(unting-unting). Bekisting kolom menggunakan multipleks dengan ketebalan 18mm,


usia pemakaian sampai dengan 3 s/d 4 kali pemakaian.

Gambar 4.3.2.1 Proses pemasangan bekisting kolom.

Gambar 4.3.2.2 Proses pemasangan bekisting kolom dengan bantuan tower crane.

IV -11
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Gambar 4.3.2.3Proses penyesuaian kemiringan bekisting dengan penyesuaian adjuster.

4.3.3 Pengecoran
Setelah selesai pemasangan bekisting kolom, maka dilanjutkan dengan
pengecoran. Beton readymix untuk kolom sebelumnya dilakukan tes slump sesuai
nilai yang telah ditentukan. Dari hasil tes slump yang telah diijinkan dilanjutkan
pengangkutan beton dengan menggunakan mobil truck ke lokasi pengecoran.
Pengecoran beton dilakukan dengan dibantu oleh tower crane yang dituang melalui
backet, kemudian dilakukan vibrating dari dalam dengan alat vibrator dan dari luar (
pemukulan pada permukaan bekisting kolom ). Proses vibrating ini dilakukan secara
bertahap ( tiap batas klem bekisting / +/- 1/5 tinggi bekisting kolom ). Untuk lebih
jelasnya proses pengecoran kolom ini dapat kita lihat pada gambar berikut di bawah
ini.

IV -12
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Gambar 4.3.3.1 Proses pengecoran kolom menggunakan backet dengan bantuan tower crane.

Proses Pembongkaran bekisting kolom dilaksanakan setelah 10 jam dari pengecoran.


Curring ( curing compound ) langsung dilakukan setelah pembongkaran bekisting

IV -13
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.4 METODE KERJA PENGECORAN CORE LIFT/ CORE WALL


4.4.1 Pembesian
Mengacu pada gambar shop drawing yang telah disetujui terus dilakukan
fabrikasi dan pemotongan besi dengan bar cutter dan dilanjutkan dengan
pembentukan dan perakitan. Besi yang telah dirakit sesuai perencanaan kemudian
diangkat ke lokasi yang akan dipasang dengan bantuan tower crane. Masih dengan
bantuan tower crane, besi tulangan disambung ke besi over lap dinding core wall
sebelumnya (yang sebelumnya dilakukan pembersihan di area stek dinding).

Gambar 4.4.1.1. Proses penyambungan tulangan dinding core lift

Setelah penyambungan selesai, dilakukan pemasangan/ perakitan tulangan


balok spandrel yang dilakukan langsung di lapangan.

IV -14
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Tulangan balok
spandrel.

Gambar 4.4.1.2. Proses pemasangan tulangan spandrel.

Untuk penyambungan balok dengan dinding core wall, digunakan sistem


penyambungan yaitu sistem block out. Setelah pembesian besi terpasang dan sudah
selesai dilakukan joint survey bersama antara konsultan pengawas dan kontraktor.

4.4.2 Bekisting
Pemasangan bekisting dinding core wall dilaksanakan setelah pemasangan besi
selesai. Bekisting dinding core wall tersebut difabrikasi sesuai ukuran yang
didesain. Sebelum papan bekisting dipasang, terlebih dahulu dilapisi/dicoating
dengan menggunakan mould oil. Setelah itu dilakukan pembersihan di area stek
dinding core wall, yang selanjutnya dilakukan pemasangan setengah panel
bekisting core wall dengan dibantu tower crane dan dipasang tegak dengan
diperkuat oleh penyangga (adjuster) bekisting core wall. Setelah itu Memasang
lagi setengah panel bekisting core wall dengan dibantu tower crane dan dipasang
tegak dengan diperkuat oleh penyangga (adjuster) bekisting core wall.

IV -15
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Adjuster

Gambar 4.4.2.1. Pemasangan bekisting dinding core lift dengan bantuan tower crane.

Gambar 4.4.2.2. Pemasangan bekisting dinding core lift dengan bantuan tower crane

Langkah terakhir dari pekerjaan bekisting dinding core wall adalah memeriksa
ketegakan bekisting dinding core wall dengan mengunakan benang dengan
pemberat (unting-unting) dan menyesuaikan adjuster yang terdapat pada besi
penyangga bekesting. Bekisting core wall menggunakan multipleks dengan
ketebalan 18mm, usia pemakaian sampai dengan 5 s/d 6 kali pemakaian.

IV -16
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.4.3 Pengecoran
Setelah selesai pemasangan bekisting core wall, maka dilanjutkan dengan
pengecoran. Beton readymix untuk dinding core wall sebelumnya dilakukan tes
slump sesuai nilai yang telah ditentukan. Dari hasil tes slump yang telah diijinkan
kemudian dilanjutkan pengangkutan beton dengan menggunakan mobil truck ke
lokasi pengecoran. Pengecoran beton dilakukan dengan dibantu oleh tower crane
yang dituang melalui backet, kemudian dilakukan vibrating dari dalam dengan alat
vibrator dan dari luar ( pemukulan pada permukaan bekisting core wall). Proses
vibrating ini dilakukan secara bertahap ( tiap batas klem bekisting / +/- 1/5 tinggi
bekisting core wall ).
Pembongkaran bekisting dinding core wall beton dilaksanakan setelah 10 jam
dari pengecoran. Curring ( curing compound ) langsung dilakukan setelah
pembongkaran bekisting.
Tulangan balok
spandrel.

Gambar 4.4.3.1. Bekisting dinding core lift telah siap dibuka.

IV -17
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.5 METODE KERJA PENGECORAN BALOK


4.5.1 Pembesian
Seperti halnya kolom dan struktur core wall, dilakukan pemotongan dan
pembentukan/ pembengkokan besi tulangan sesuai shop drawing di area produksi
pembesian.
Perakitan tulangan balok dilakukan langsung di lapangan / area balok itu
sendiri, besi tulangan diangkat ke area pemasangan dengan menggunakan tower
crane.

Gambar 4.5.1.1. Perakitan tulangan balok di lapangan.

4.5.2 Bekisting
Untuk bekisting langkah pertama yaitu mendirikan dan memasang scaffolding
atau perancah pemasangan bekisting dan adjuster pinggir pinggir balok dan tirot
sebagai pengunci agar dimesin balok tidak berubah dan jebol
Sebelum memasang bekisting balok tersebut, sebelumnya pada permukaan
multiplek terlebih dahulu dilapisi dengan mould oil. Pemasangan bekisting balok
dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
- Memasang bekisting bawah (bottom form) dengan bahan multiplek 18
mm
- Memasang bekisting samping (side form) dengan bahan multiplek 15 mm

IV -18
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

- Untuk bekisting samping balok bagian tepi struktur bangunan, bekisting


dipasang pada kondisi telah terakit dengan bantuan tower crane.

Adjuster
bekisting balok.

Gambar 4.5.2.1. Bekisting balok yang telah dipasang.

Gambar 4.5.2.2. Pemasangan bekisting tepi.


Untuk bentang balok yang lebih dari 12m akan ada penyambungan besi
(overlap), dimana panjang overlap ini sesuai dengan standard penulangan yang
telah ditetapkan oleh konsultan struktur. Pada saat pemasangan besi tulangan pada
bekisting balok diletakkan pada posisi yang tetap dan dijaga pada saat
pengecoran, yaitu dengan memasang beton decking/ tahu beton. Pada sambungan
tulangan balok dengan struktur core wall sistem penyambungan, yaitu sitem block
out. Yang harus diperhatikan adalah sebelum dicor atau setelah besi sudah
terpasang harus dibersihkan lagi dengan alat semprot kompresor.

IV -19
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.5.3 Pengecoran
Setelah besi terpasang maka dilakukan joint survey bersama antara Pemborong
dengan Konsultan pengawas setelah itu dilanjutkan dengan pengecoran. Beton
readymix untuk balok sebelumnya dilakukan tes slump sesuai nilai yang telah
ditentukan. Dari hasil tes slump yang telah diijinkan kemudian dilanjutkan
pengangkutan beton dengan menggunakan mobil truck ke lokasi pengecoran.
Beton dinaikkan ke lokasi yang akan dicor dengan menggunakan backet dengan
bantuan tower crane, kemudian dilakukan vibrating secara bertahap pada balok dan
Plat lantai.

Gambar 4.5.3.1. Penyambungan tulangan balok sistem block out.

Curring ( curing compound ) langsung dilakukan setelah pembongkaran


bekisting. Pembongkaran bekisting balok dan Plat dilaksanakan setelah 7 (tujuh)
hari dari pengecoran.

IV -20
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.6 METODE KERJA PENGECORAN PLAT LANTAI


4.6.1 Bekisting
Metode pelaksanaan pekerjaan plat lantai pada proyek ini menggunakan
metode table form. Metode table form jauh lebih praktis dan lebih cepat jika
dibandingkan dengan metode konvensional (metode biasa). Metode pada proyek
ini dipakai untuk plat-plat yang typical. Pekerjaan ini dimulai dengan pembuatan
gambar shop drawing, dengan persetujuan/ control oleh konsultan pengawas
dimana gambar tersebut mengacu pada gambar for construction yang dikeluarkan
oleh konsultan perencana struktur.
Langkah selanjutnya adalah mendirikan dan memasang struktur rangka
bekisting sistem table form dengan langkah sebagai berikut :
- Membongkar rangka & bekisting dari 3 level plat lantai di bawahnya.
Pembongkaran tidak dilakukan secara keseluruhan, tetapi hanya dengan
menurunkan level pada adjuster.

Adjuster.

Gambar 4.6.1.1 Pembongkaran bekisting sistem table form dengan menurunkan adjuster.
- Mengangkat bekisting (dalam kondisi sudah terakit dengan bentuk meja) dari
lantai bawah ke lantai atas dengan bantuan Tower Crane.

IV -21
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Gambar 4.6.1.2. Bekisting table form diangkat dalam 1 konfigurasi tertentu.


- Rangka bekisting terakit dalam satu konfigurasi tertentu dengan ukuran 150x
450cm, sehingga proses perakitan kembali bekisting relative lebih cepat
dibanding dengan bekisting konvensional.
- Merakit kembali tiap konfigurasi bekisting menjadi satu kesatuan setengah luas
lantai.

Gambar 4.6.1.3. Bekisting tipe table form yang telah dirakit kembali.
- Pengecoran plat lantai dibagi menjadi 6 zone/lantai.
Sebelum memasang bekisting plat lantai, pada permukaan multiplek terlebih
dahulu dilapisi dengan mould oil. Pemasangan bekisting plat lantai dengan bahan
multiplek 18 mm.

IV -22
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

4.6.2 Pembesian
Untuk perakitan pembesian plat dilakukan langsung dilokasi yang akan
dipasang (diatas bekisting yang sudah terpasang) sesuai dengan ukuran, dimensi,
dan panjang plat. Besi-besi tulangan diangkat ke lokasi dengan menggunakan
bantuan tower crane. Sebagian besar besi-besi tulangan dipotong dan dibentuk
langsung di lapangan, sehingga di lapangan selalu disediakan alat pemotongan
manual dan alat pembengkok tulangan.

Gambar 4.6.2.1. Proses perakitan besi tulangan plat lantai.


Untuk menjaga jarak antara besi tulangan dan bekisting plat dipasang tahu
beton. Pada saat pemasangan besi tulangan harus diletakkan pada posisi yang
tetap dan dijaga pada saat pengecoran, yaitu dengan memasang besi decking
berbentuk huruf S (kaki ayam) pada tulangan rangkap. Dan pemasangan tahu
beton yang bertujuan menjaga jarak tulangan plat dengan bekisting tidak
menempel. Yang harus diperhatikan adalah sebelum dicor atau setelah besi sudah
terpasang harus dibersihkan lagi dengan alat semprot kompresor. Setelah besi
terpasang dilakukan joint survey bersama antara pemborong dengan konsultan
pengawas.

IV -23
Laporan Kerja Praktek
Apartemen Green Bay - Pluit

Besi decking.

Tahu beton.

Gambar 4.6.2.2. Sistem pemasangan besi dan tahu beton.

4.6.1 Pengecoran
Langkah selanjutnya setelah besi sudah terpasang dan sudah dilakukan joint
survey maka dilanjutkan dengan pengecoran. Beton readymix untuk plat
sebelumnya dilakukan tes slump sesuai nilai yang telah ditentukan. Dari hasil tes
slump yang telah diijinkan, kemudian dilanjutkan pengangkutan beton dengan
menggunakan mobil truck ke lokasi pengecoran. Beton dinaikkan ke lokasi yang
akan dicor dengan menggunakan pompa beton, kemudian dilakukan vibrating
secara bertahap pada plat lantai. Curring (curing compound) langsung dilakukan
setelah pembongkaran bekisting. Pembongkaran bekisting plat dilaksanakan
setelah 7 (tujuh) hari dari pengecoran

Gambar 22. Tampak perakitan besi tulangan plat lantai.

IV -24